Anda di halaman 1dari 7

LAPORAN PRAKTIKUM

GEOLOGI
( NGEO605 )

ACARA 1

PETA GEOLOGI DAN PENAMPANG GEOLOGI

NAMA : FAJAR SETIAWAN YULIANO

NIM : 170722637017

OFFERING : G , HARI : KAMIS 7- 8

LABORATORIUM BATUAN

JURUSAN GEOGRAFI

FAKULTAS ILMU SOSIAL


ACARA I

I. JUDUL

Peta Geologi dan Penampang Geologi

II. TUJUAN

1. Mahasiswa mampu mengenali semua kenampakan yang ada pada peta geologi dan
mampu menggunakannya baik di laboratorium maupun di lapangan.
2. Mahasiswa mampu menyadap informasi yang ada pada peta geologi baik yang
tersurat maupun yang tersirat pada peta.
3. Mahasiswa mampu membuat penampang melintang geologi, membuat stratigrafi
batuan, maupun menentukan urutan umur geologi yang ada dalam peta, serta mampu
merekayasa penampang tiga dimensional (blok diagram) dari formasi geologi
berdasarkan beberapa penampang melintang yang dibuat.

III. DASAR TEORI

Peta geologi memuat berbagai informasi antara lain; formasi geologi, batuan
penyusun formasi geologi, struktur geologi, umur geologi, penampang geologi, dan
sungai utama. Informasi geologi ini sangat diperlukan oleh berbagai instansi yang
berkecimpung dalam ilmu kebumian. Di kalangan perguruan tinggi, peta geologi
sangat membantu dalam kerja laboratorium maupun kerja lapangan. Peta geologi
bersistem disajikan dalam skala 1:100.000, namun peta geologi yang rinci disajikan
dengan skala lebih besar. Perpaduan data yang disadap dari peta topografi atau peta
rupa bumi dan peta geologi sangat memudahkan dalam kerja lapangan, karena lokasi
dapat ditemukan dari peta topografi atau rupa bumi, sedangkan informasi geologis
dapat diketahui dari peta geologi. Oleh karena ini bagi mahasiswa jurusan geografi
harus dapat menggunakan dan menyadap data yang tersurat maupun yang tersirat
pada peta tersebut.

Dalam penyajiannya, penomoran peta geologi di Indonesia sudah dibakukan


yaitu dengan penomoran lembar. Peta geologi bersistem skala 1:100.000 berukuran
30’ x 30’ (dalam koordinat geografis). Dalam legenda peta geologi terdapat contoh
penampang melintang yang menggambarkan kondisi geologis pada lokasi yang
dilewati penampang tersebut, sehingga secara horizontal dapat diketahui perbedaan
tipe litologi, formasi batuan dan struktur geologinya dan serta secara vertikal dapat
diketahui stratigrafi batuan, umur geologi relatif dari masing-masing perlapisan serta
urut-urutan pengendapan dari masing-masing perlapisan batuan. Untuk mengatahui
semua kenampakan yang ada pada peta geologi beik tipe litologi maupun struktur
batuan maka kenampakan-kenampakan tersebut disajikan dalam simbol titik, garis
maupun area. Pada informasi batuan dan tipe litologi yang digunakan adalah simbol
kode (huruf) dan simbol warna. Pewarnaan pada peta geologi tergantung pada tipe
litologi yang ada.

Penamaan simbol litologi dan formasi batuan disesuaikan dengan urut-urutan


terjadinya formasi tersebut sehingga melalui kode formasi batuan dapat diketahui
umur absolut dari setiap formasi, dan melalui stratigrafinya dapat diketahui umur
relatif masing-masing formasi terhadap formasi lainnya.

IV. HASIL PRAKTIKUM

1. Profil penampang melintang peta geologi skala 1:100.000


2. Penomoran Peta geologi

V. PEMBAHASAN

Pada kegiatan praktikum geologi kali ini membahas tentang peta geologi dan
penampang melintang yang terdapat dalam peta geologi tersebut. diharapkan
mahasiswa khususnya jurusan geografi dapat memahami informasi dan menggunakan
peta geologi dalam kerja laboratorium maupun lapangan. didalam peta geologi
tersebut terdapat berbagai informasi seperti penampang geologi, penyusun material
geologi, waktu terbentuknya geologi dll.

Pada praktikum ini peta geologi yang di jadikan objek identifikasi adalah peta
geologi lembar Madiun dengan skala 1:100.000. Kabupaten Madiun merupakan
kabupaten yang berada diprovinsi Jawa Timur, Indonesia. Secara geografis kabupaten
Madiun terletak diantara 111⁰ 30' - 112⁰ BT dan 7⁰ 30' - 8⁰ LS. Kota madiun ini
memiliki luas 1.010,86 km² dengan populasi mencapai 861.886 jiwa pada tahun 2015.
Pada bagian utara wilayah Madiun berupa perbukitan, bagian dari rangkaian
pegunungan kendeng. Bagian tengah merupakan dataran tinggi yang bergelombang.
Dan bagian tenggara berupa pegunungan, merupakan bagian dari kompleks Gunung
Wilis-Gunung Liman. Kabupaten madiun ini memiliki sumber air yaitu sungai
bengawan Madiun. Dan terdapat sungai – sungai yang tersebar dikabupaten Madiun.
Sayangnya kondisi fisik wilayah Madiun yang relative datar menyebabkan aliran air
permukaan menuju ke saluran drainase utama yaitu bengawan Madiun menjadi
kurang lancar, dan mengakibatkan terjadinya genangan.

Hasil dari kegiatan praktikum ini adalah

1. Profil penampang melintang peta geologi dengan skala 1:100.000.

Pada praktikum hasil yang pertama yaitu profil penampang melintang peta geologi
lembar Madiun. Penampang melintang yang terdapat pada peta geologi ini ada 3 yaitu
penampang melintang A – B, C – D, dan E – F, dari ke tiga penampang melintang
tersebut memilih salah satu penampang melintang untuk diidentifikasi. Yang diambil
dari peta geologi lembar madiun ini adalah pada garis C – D, pada penampang
melintang tersebut terdapat berbagai jenis material batuan penyusun, umur/waktu
terbentuknya suatu daerah, dan kandungan sumber daya mineral yang disajikan dalam
berbagai fariasi warna. Pada penampang melintang ini terdapat 8 Formasi dimana
tiap –tiap Formasi memiliki kandungan material yang berbeda – beda. Maksud dari
formasi itu sendiri yaitu seperangkat lapisan atau tingkatan yang memiliki ciri-ciri
litologis sama dan mengandung fosil yang sama pula. Diantaranya adalah

A. Formasi Mandalika (Tomm) pada peta geologi formasi ini memiliki warna coklat,
maksud dari Tomm ini adalah formasi Mandalika ini terbentuk pada kala
Oligosen zaman Tersier. Kandungan material yang terdapat pada Formasi
mandalika adalah Andesit, desit, dan breksi gunung api terpolitikan.
B. Yang kedua ada Formasi Jaten (Tmj) pada peta geologi Formasi ini memiliki
warna Kuning, maksud dari Tmj ini yaitu Formasi Jaten ini terbentuk pada kala
miosen zaman tersier, material yang terdapat pada Formasi ini adalah Batu pasir
dan tuf dengan sisipan breksi gunung api, batu lanau berkarbon, napal, dan batu
gamping.
C. Ketiga ada Formasi Wonosari (Tmwl) pada peta geologi Formasi ini berwarna
biru. Sama seperti Formasi Jaten, Formasi Wonosari ini juga terbentuk pada kala
miosen zaman tersier. Pada Foramasi ini didominasi batuan gamping.
D. Yang ke empat ada Formasi Wuni ( tmw ) formasi ini berwarna cream orange.
Kandungan material yang terdapat pada Formasi Wuni ini adalah breksi andesit
dengan sisipan tuf dibagian bawah dan tuf dibagian atas dengan sisipan batu
gamping. Formasi Wuni ini terbentuk pada kala miosen zaman tersier.
E. Kelima yaitu Morfoset Argokalangan (Qav). Yang dimaksud dengan morfoset
adalah suatu bentang alam yang tersusun karena adanya endapan atau kompleks
endapan hasil dari gunung api yang mengalami erupsi. Pada peta geologi Morfoset
ini berwarna cream keputih – putihan. Qav menunjukan bahwa terbentuk pada
zaman kuarter. Material penyusunnya adalah breksi gunung api aglomerat, tuf
breksi gunung api aglomerat dan lava bersigfat andesit.
F. Keenam yaitu Morfonit Tanjungsari ( Qjt ) morfonit ini juga termasuk bagian dari
morfoset. Pada peta geologi morfonit Tanjungsari berwarna merah muda. Qjt
menunjukan bahwa morfonit ini terbentuk pada zaman Kuarter. Kandungan
material penyusunnya adalah tuf lapili batuapung bersisipkan tuf kasar.
G. Ketujuh yaitu Morfonit Dangean ( Qdd) pada peta geologi morfonit ini berwarna
merah orange keputih – putihan. Dengan kandungan material Breksi gunung api
berkeping andesit horenbleda : tuf dan aglomerat. Morfonit Dangean ini terbentuk
pada zaman kuarter.
H. Terakhir adalah Endapan Aluvium ( Qa ). Material ini terbentuk karena adanya
pengendapan dari eropsi gunung api yang membawa bahan berupa pasir kerikil,
lumpur dan kerakal.

2. Penomoran peta geologi


Pada hasil praktikum kedua ini adalah penomoran peta pada peta geologi
lembar Madiun. Penomoran peta geologi ini dilakukan oleh BADAN
KOORDINASI SURVEY DAN PEMETAAN NASIONAL (BAKOSURTANAL),
1975. Diperoleh titik koordinat geografis pada kabupaten Madiun yaitu 111⁰ 30' -
112⁰ BT dan 7⁰ 30' - 8⁰ LS. Pada penomoran peta geologi ini letak kabupaten
Madiun berada di tengah. Kota Madiun ini berbatasan langsung dengan Kediri
dibagian timur, Ponorogo dibagian barat, Tulungagung dibagian selatan, dan
Bojonegoro dibagian utara. Pada penomoran peta tersebut juga terdapat seri nomor
kota madiun yaitu 1508 – 2 yang menunjukan urutan pencetakan peta geologi yang
berdasarkan letak wilayah tersebut. tujuan dari penomoron ini adalah supaya
memudahkan dalam pembuatan dan pencetakan peta agar susunan peta berurutan
atau berkelanjutan sesuai dengan cangkupan wilayah yang dipetakan.
Cara pengerjaan praktikum geologi kali ini adalah dengan mengidentifikasi
penampang melintang dan penomoran peta geologi lembar madiun yang terdapat
pada peta geologi, kemudian menyalin gambar penampang melintang dan
penomoran peta geologi tersebut pada kertas HVS ukuran A4. alat yang digunakan
dalam pengerjaan praktikum ini adalah kertas HVS ukuran A4, spidol OHP,
bollpoint, pensil warna, dan penggaris. Langkah awal yang dilakukan dalam
pengerjaan penggambaran penampang melintang ini adalah dengan membuat garis
tepi pada kertas HVS tersebut dan membagi menjadi 3 kolom, kolom pertama
sebagai judul peta penampang melintang, kolom kedua berupa gambar penampang
melintang, kolom ketiga berisi keterangan gambar penampang melintang tersebut.
setelah selesai membuat kolom lalu menggambar penampang melintang yang ada
pada peta geologi ke dalam kertas HVS. Setelah penggambaran selesai kemudian
gambar diberi warna menggunakan pensil warna. Setelah itu memberi keterangan
gambar penampang melintang pada kolom ketiga. Dan memberi judul penampang
melintang tersebut.
Untuk pengerjaan penomoran peta geologi langkah awal yang dilakukan sama
seperti pembuatan gambar penampang melintang yaitu dengan membuat garis tepi,
setelah itu membuat garis membentuk bangun persegi. panjang tiap rusuknya 15cm,
setelah itu membagi bangun persegi tersebut menjadi 9 kolom yang masing-masing
kolom berukuran 5cm. Pada bagian bawah diberi tambahan gambar berupa garis tepi
pantai selatan. Setelah itu memberi nama kota dan nomor urut pencetakan pada
setiap kolomnya. Dan memberi titik koordinat geografis pada tiap – tiap garis
lintang dan garis bujur sesuai pada penomoran peta geologi lembar Madiun.

VI. KESIMPULAN

Hasil dari kegiatan praktikum ini dapat disimpulkan

1. Dengan mengikuti kegiatan praktikum ini mahasiswa dapat mengetahui informasi


kenampakan yang terdapat pada peta geologi dan dapat menggunakan peta geologi di
laboratorium maupun di lapangan.
2. Kondisisi fisik kabupaten Madiun ini memiliki topografi yang relative datar, sehingga
dapat memungkinkan untuk pengembangan fisik kota madiun itu sendiri.
3. Simbol – simbol yang terdapat pada peta geologi ini menunjukan perbedaan litologi,
stratigrafi batuan, maupun umur geologi dengan menggunakan simbol huruf dan
warna.
4. Panampang melintang yang terdapat pada peta geologi lembar madiun ini terbentuk
pada zaman Tersier dan zaman kuarter.
5. Kandungan material yang terdapat pada penampang melintang lembar madiun
tersebut kebanyakan berasal dari aktivitas vulkanik.

VII. DAFTAR PUSTAKA

Miller. C.Victor. 1961. Photogeology. New York: Mc Grow Hill Book Company

https://id.m.wikipedia.org/wiki/kabupaten_Madiun

https://allaboutgeo.wordpress.com/2013/11/23/peta-geologi/amp/