Anda di halaman 1dari 17

Chairul Tanjung: Orang Terkaya Keenam di Indonesia

Chairul Tanjung saat ini melejit namanya bahkan kariernya semakin menanjak.
Namanya semakin dikenal. Bagaimana tidak, selain menjadi bos dari CT Corp,
ia juga mengembangkan sayapnya dengan mereposisi bisnis penyiaran Trans
Corp dan Trans TV.

Tidak hanya sampai di situ, pengusaha sukses yang memiliki Bank Mega ini
juga sempat ditunjuk sebagai Menko Perekonomian oleh Presiden Susilo
Bambang Yudhoyono pada tanggal 16 Mei 2014 dimana saat itu ia sedang
menjabat sebagai Ketua Komite Ekonomi Nasional (KEN).

Chairul Tanjung saat itu menggantikan Hatta Rajasa yang mengundurkan diri
oleh karena ia mencalonkan diri untuk maju menjadi calon wakil presiden dari
Prabowo Subianto dalam Pilpres tahun 2014 melalui dukungan dari Partai
Gerindra, PKS, Golkar dan PPP.

Namun, siapa sangka ternyata masa kecilnya hingga di bangku kuliah, ia


memiliki lembaran yang tidak segemilang saat ini.

[Baca Juga: Kisah Sukses Lo Kheng Hong, Investor yang Bebas Finansial]

Biografi dan Masa Pra-sukses Si Anak Singkong


Chairul Tanjung lahir dari seorang ayah bernama Abdul Ghafar Tanjung
kelahiran Sibolga, yang saat itu berprofesi sebagai seorang wartawan pada masa
orde lama yang menerbitkan surat kabar beroplah minim. Ia dilahirkan pada
tanggal 16 Juni 1962 oleh ibunya, Halimah yang berasal dari daerah Cibadak,
Jawa Barat yang hanyalah seorang ibu rumah tangga biasa.

Ia lahir dari keluarga kalangan menengah ke bawah, dimana Chairul Tanjung


bersama orangtua dan keenam saudaranya terpaksa menjual rumah mereka dan
pindah ke kamar losmen yang sempit. Hal ini dikarenakan usaha ayahnya yang
harus ditutup secara paksa oleh sebab bersebrangan secara politik dengan
penguasa pada masa itu.

Masa kecilnya dihabiskan bersekolah di SD dan SMP Van Lith, Jakarta pada
tahun 1975. Ia pun melanjutkan studi ke SMA Negeri 1 Boedi Oetomo pada
tahun 1981 dan berhasil lulus sebagai mahasiswa dari Fakultas Kedokteran
Gigi, Universitas Indonesia pada tahun 1987. Tidak sampai disitu, a berhasil
mengambil gelar MBA nya dari Executive Institut Pendidikan dan Pembinaan
Manjemen (IPPM) pada tahun 1993.

[Baca Juga: Kisah Sukses Gibran Rakabuming Raka, Pendiri Markobar]

Chairul Tanjung yang kini dikenal sebagai orang terkaya urutan ke-937 di dunia
versi majalah Forbes ini sempat berdagang kecil-kecilan untuk membayar uang
kuliahnya karena kondisi finansial yang tidak menguntungkan pada saat itu.
Demi membiayai kebutuhan kuliahnya, ia pernah berdagang buku-buku kuliah,
fotokopi hingga jasa pembuatan kaos.

Ia juga pernah mendirikan sebuah toko peralatan kedokteran dan laboratorium


di daerah Senen, Jakarta Pusat walaupun pada akhirnya mengalami
kebangkrutan. Dalam kondisinya yang kurang menguntungkan, ia tetap gigih
dalam bekerja dan menyelesaikan bangku kuliahnya, bahkan ia mendapatkan
penghargaan sebagai Mahasiswa Teladan Tingkat Nasional tahun 1984-1985.

Jatuh Bangun Kisah Si Anak Singkong

Kegagalannya dalam membangun bisnis toko peralatan kedokteran dan


laboratorium lantas tidak membuatnya patah semangat. Ia mencoba membuka
usaha kontraktor walaupun ia tetap mengalami kebangkrutan sehingga
membuatnya harus bekerja di perusahaan baja dan sempat pindah ke perusahaan
rotan.

Setelah lulus kuliah dari Fakultas Kedokteran Gigi, Universitas Indonesia pada
tahun 1987, Chairul Tanjung bersama dengan tiga rekannya memulai sebuah
bisnis pembuatan sepatu anak-anak ekspor yang diberi nama PT Pariarti
Shindutama dengan bermodalkan uang sebesar Rp150 juta yang dipinjam dari
Bank Exim.

Dewi Fortuna saat itu sedang berpihak padanya karena pesanan sebanyak 160
ribu pasang sepatu dari Italia sehingga membuat bisnis bersama rekannya itu
maju pesat. Namun sangat disayangkan, kerja sama mereka mendapat jalan
buntu oleh karena perbedaan visi dalam hal ekspansi usaha sehingga membuat
Chairul Tanjung memutuskan untuk memisahkan diri dari rekan-rekannya
tersebut dan mendirikan bisnis sendiri.
[Baca Juga: Kisah Sukses Hendy Setiono Pendiri Kebab Baba Rafi, 2 Outlet
di 2003 Jadi Lebih Dari 1200 Outlet di 2015]

Si Anak Singkong Mulai Menapaki Tangga Kesuksesan

Chairul Tanjung adalah sosok yang mau berkawan dengan siapapun, bahkan
dengan petugas pengantar surat pun dianggapnya penting. Kegemarannya dalam
berjejaring dengan berbagai kalangan membuat perkembangan usahanya
semakin lancar.

Ia membangun relasi dengan berbagai perusahaan, baik yang sudah ternama


bahkan dengan perusahaan yang tidak terkenal sekalipun. Ia mengarahkan
bisnisnya ke konglomerasi (perusahaan yang punya beragam bisnis dan
memungkinkan tidak ada kaitan antara satu sama lain) dengan mereposisikan
dirinya kepada tiga bisnis inti, yaitu Keuangan, Properti dan Multimedia.

Chairul Tanjung yang pernah didaulat untuk menjadi Pelaksana Tugas Menteri
Kehutanan Indonesia dan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral pada masa
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, menamankan perusahaan tersebut
dengan Para Group.

Perusahaan konglomerasi ini mempunyai Para Inti Holdindo sebagai father


holding company, yang membawahi beberapa sub-holding, yaitu Para Global
Investindo (bisnis keuangan), Para Inti Investindo (media dan investasi) dan
Para Inti Propertindo (properti).
Oleh karena perkembangan bisnisnya, Chairul Tanjung, Si Anak Singkong lebih
senang mengakuisisi perusahaan dibandingkan membangun bisnis karena ia
tidak memiliki waktu lagi untuk membangun dari nol sehingga ia memilih
untuk mengakuisisi perusahaan-perusahaan. Sejumlah perusahaan telah ia
akuisisi dan tentu saja sudah menjadi milik Si Anak Singkong ini.

[Baca Juga: Ingin Menjadi Pebisnis Sukses, Simak Dulu Kisah Sukses Ray
Dalio, Pemilik Perusahaan Hedge Fund Terbesar Di Dunia]

Perusahaan Chairul Tanjung, Si Anak Singkong

Keuletannya dalam menapaki tangga kesuksesan melalui proses kristalisasi


keringat dan jatuh bangun semakin membuahkan hasil. Bisnis suami dari Anita
Ratnasari Tanjung ini semakin berkembang dan mengakuisisi berbagai
perusahaan.

Saat ini, Mantan Menko perekonomian pada zaman Presiden Susilo Bambang
Yudhoyono ini memiliki sejumlah perusahaan di bidang keuangan, di antaranya
Asuransi Umum Mega, Asuransi Jiwa Mega Life, Para Multi Finance, Bank
Mega, Mega Capital Indonesia, Bank Mega Syariah dan Mega Finance.

Perusahaannya, CT Corp yang telah diresmikan perubahannya dari Para Group


pada tanggal 1 Desember 2011 juga membawahi beberapa anak perusahaan,
seperti Para Bandung Propertindo, Para Bali Propertindo, Batam Indah
Investindo, dan Mega Indah Propertindo.
Oleh karena peresmian perubahan nama tersebut, otomatis tiga perusahaan sub–
holding Chairul Tanjung yang bernama Para Global Investindo (bisnis
keuangan), Para Inti Investindo (media dan investasi) dan Para Inti Propertindo
(properti) berubah menjadi Mega Corp, Trans Corp, dan CT Global Resources
yang meliputi layanan finansial, media, ritel, gaya hidup, hiburan dan sumber
daya alam.

CT Corp juga memiliki Bandung Supermall yang diluncurkan sebagai Central


Business District pada tahun 1999 dengan luas 3 hektar dan menghabiskan dana
Rp99 miliar. Dalam usaha mengembangkan sayapnya di dunia penyiaran dan
multimedia, perusahaan Chairul Tanjung memiliki Trans TV, Trans7,
Mahagaya Perdana, Trans Fashion, Trans Lifestyle dan Trans Studio.

Selain itu, dalam bidang bisnis dan investasi, perusahaan Chairul Tanjung
membeli sebagian besar saham Carrefour Indonesia sebesar 40% melalui
penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) pada tanggal 12
Maret 2010 di Perancis.

[Baca Juga: Kisah Sukses Ibu Susi Pudjiastusi, Pendiri Susi Air dan Susi
Brand]

Buah Pemikiran Si Anak Singkong adalah Embrio Kesuksesannya

Perkembangan bisnisnya yang semakin menanjak tidak lepas dari usahanya


berjejaring dengan berbagai kalangan, bahkan seperti yang ia tandaskan,
berteman dengan petugas kantor pos sekalipun ia anggap sebagai suatu usaha
berjejaring yang menjadi bagian dalam perkembangan bisnisnya.

Melalui kepiawaiannya dalam berjejaring dengan berbagai kalangan tersebut


membuatnya berhasil dalam menemukan mitra-mitra kerja yang handal.

Dalam melakukan kerjasama, Chairul Tanjung tidak enggan untuk melakukan


transaksi dengan perusahaan kecil sekalipun. Dalam benak Si Anak Singkong,
perusahaan lokal pun dapat menjadi perusahaan yang mampu bersinergi dengan
berbagai perusahaan multinasional.

Kemauan, tekad dan daya juang yang keras dalam membangun kepercayaan, ia
maknai sejalan dengan pembangunan integritas dirinya.

[Baca Juga: Kisah Sukses Steve Chen, Salah Seorang Pendiri Youtube]

Menurutnya, membangun sebuah bisnis tidaklah semudah membalikkan telapak


tangan. Kesabaran dan pantang menyerah dalam dunia usaha adalah satu kunci
utama dalam meraih keberhasilan. Ia berdedikasi untuk menjadi panutan para
generasi muda sehingga ia dikukuhkan sebagai Guru Besar bidang Ilmu
Kewirausahaan Universitas Airlangga Surabaya pada tanggal 18 April 2015.

Membagikan Kisah Hidup Melalui Buah Tulisan Si Anak Singkong


Kisah hidupnya yang inspiratif dan memotivasi melalui berbagai terpaan hidup
serta ganasnya ombak persaingan bisnis akhirnya dibukukan melalui buah
tulisan yang diterbitkan oleh Penerbit Buku Kompas dan disusun oleh wartawan
Kompas, Tjahja Gunawan Adireja. Buku yang berjudul Chairul Tanjung Si
Anak Singkong diluncurkan tepat pada usia Chairul Tanjung setengah abad.

Buku Biografi tentang kisah hidupnya mengalami pahitnya hidup dalam meniti
tangga keberhasilan membuktikan bahwa entrepreneurship dapat dilahirkan dan
bukan diturunkan, tutur Jakoeb Oetama, Pendiri dan Pemimpin Umum Harian
Kompas dalam tulisannya di bagian pengantar buku biografi tersebut. Jakoeb
Oetama mengagumi sosok Chairul Tanjung sebagai perintis bisnis yang
memperoleh kesuksesan melalui kerja keras, kerja tuntas, komitmen dan juga
ambisi.

[Baca Juga: Kisah Sukses Ingvar Kamprad, Pendiri IKEA]

Kata-Kata Bijak Chairul Tanjung Si Anak Singkong


untuk Para Entrepreneur
Keberhasilan Si Anak SIngkong lantas tidak membuatnya menjadi pribadi yang
serakah dan tidakmau berbagi ilmu dengan sesama terutama dengan para
generasi muda. Ia memotivasi para generasi muda melalui kata-kata motivasi
yang dapat membangkitkan semangat dan api perjuangan dalam meniti tangga
kesuksesan serta mengarungi lautan tantangan dunia usaha dan bisnis. Berikut
ini beberapa kata-kata bijak dari Chairul Tanjung, Si Anak Singkong yang dapat
membangkitkan motivasi.

1. Anda semua akan dapat berdiri di sini menggantikan saya apabila bekerja
keras. Dan dibutuhkan kemampuan entrepreneur dan manajerial yang
baik. Tidak lagi semata-mata modal.
2. Bekerjalah 2/3 kali lebih banyak dari orang lain, karena usaha tidak
pernah membohongi hasil.
3. Berpikir positif adalah salah satu cara terbaik ketika tidak punya pilihan.
4. Gagal itu makanan sehari-hari. Itu biasa, yang penting bagaimana
menyikapinya. Evaluasi, bangkit! Gagal lagi? Bangkit lagi!
5. Ibuku adalah kunci sukses saya.
6. Zaman dulu: “Banyak anak, banyak rejeki”. Zaman sekarang: “Banyak
koneksi, banyak rejeki”.
7. Jujur dan kepercayaan adalah modal awal dan paling dasar dari seorang
pengusaha.
8. Keberhasilan manusia ditentukan oleh dirinya SENDIRI. Dengan pilihan
yang BENAR, ia akan bersinar.
9. Kebijaksanaan sejak dari hati dan pikiran, tidak hanya dari ucapan.
10. Kehormatan kita adalah kepribadian kita. Saat kepribadian saja tidak
punya, tak akan mungkin punya kehormatan.
11. Kemenangan bukanlah prioritas utama dalam suatu perlombaan, tapi juga
dapat menjadi pengalaman dan motivasi diri.
12. Kerja keras dan kerja cerdas dapat memastikan keberhasilan, namun
giving atau sedekah dapat memudahkannya.
13. Kesuksesan bukanlah suatu tujuan, melainkan sebuah perjalanan untuk
masa depan.
14. Lama memang, tapi itu caranya. Semua harus dilewati seperti anak
tangga. Satu-persatu, jangan lompat-lompat karena kalau melompat
kemungkinan terpelesetnya tinggi.
15. Memperjuangkan ideologi harus realistis, bukan harga mati.
16. Memutuskan jadi pengusaha bukan berarti tidak berprestasi di bidang
akademis.
17. Menjadi pejabat, pohonnya memang tinggi, tapi buahnya tidak ada. Enak
jadi pengusaha.
18. Modal utama pengusaha adalah jangan cengeng, jangan mudah
menyerah.
19. Selain kerja keras, hal lain yang harus diingat adalah kerja ikhlas. Setelah
itu, baru menyerahkan segala hasil kerja keras kepada Tuhan.
20. Setinggi-tingginya jabatan apapun dalam pekerjaan tetap saja kita adalah
pegawai. Tapi sekecil-kecilnya usaha kita, tetap saja itu BOS.
21. Tanpa kerja keras ini semua omong kosong.
22. Untuk SUKSES, Kamu perlu mempercayai Dirimu Sendiri, terutama
disaat tidak ada Seorangpun yang Percaya Padamu.

[Baca Juga: Kisah Sukses Anne Avantie, Pendiri AnneAvantieMall.com]

Kesuksesan Si Anak Singkong Berkat Doa Ibu


Chairul Tanjung mengungkapkan bahwa, “Bagi saya, ibu adalah segalanya.” Ia
percaya bahwa surga ada di telapak kaki ibu. “Bila kita benar-benar berbakti
kepada ibu sepenuh hati dan ikhlas, maka surga akan kita gapai di dunia. Itu
yang saya alami sendiri,” pendapat Chairul Tanjung dalam bukunya Si Anak
Singkong.
KISAH HIDUP CHAIRUL TANJUNG SI ANAK
SINGKONG
Chairul Tanjung lahir di Jakarta, 16 Juni 1962 dalam keluarga yang sederhana. Ayahnya
A.G. Tanjung adalah wartawan zaman orde lama di sebuah surat kabar kecil. Chairul berada
dalam keluarga bersama enam saudara lainya. Pengusaha sukses asal indonesia ini dikenal
luas sebagai pendiri sekaligus pemimpin, CT Corp (sebelum 1 Desember 2011 bernama Para
Group)

Sejarah Singkat Kehidupan Chairul Tanjung

Riwayat Pendidikan
Berikut selengkapnya latar belakang pendidikan seorang Chairul Tanjung.

 SD Van Lith, Jakarta (1975)


 SMP Van Lith, Jakarta (1978)
 SMA Negeri I Boedi oetomo, Jakarta (1981)
 Fakultas Kedokteran Gigi, Universitas Indonesia (1987)
 Executive IPPM (MBA; 1993)

Kisah Hidup Perjalan Chairul Tanjung Si Anak Singkong telah ditulis dalam sebuah
buku yang berjudul “si anak singkong” buku ini mengisahkan tentang perjalanan hidup
chairul tanjung dari kecil hingga sukses seperti saat ini. Buku setebal 360 halaman yang
diterbitkan Penerbit Buku Kompas (PBK) ini disusun oleh wartawan Kompas Tjahja
Gunawan Adiredja. Buku ini diberi kata pengantar oleh Jakob Oetama, Pendiri dan Pemimpin
Umum Harian Kompas,

Menurut saya buku ini sangatlah inspiratif dan penting sekali untuk kita baca. Penuturan
cerita yang apa adanya membuat jauh dari kesan berlebihan atau mendramatisir keadaan.
Berbagai kisah yang membuat saya tergetar haru dan speechless.

Buku yang merupakan kisah perjalanan hidup seorang pengusaha sukses di negeri ini.
Chairul Tanjung, adalah pemilik beberapa perusahaan besar seperti stasiun televisi swasta (
Trans TV), Trans Studio, hotel, bank, dan terakhir kabarnya menjadi salah salah satu
pembeli 10% saham perusahaan penerbangan papan atas Indonesia ( Garuda ) dsb dll.

Untuk menuliskan ekstrak sebuah buku setebal 384 halaman tentu tidak cukup mudah.
Namun di sini saya ingin berbagi sedikit kisah yang semoga bermanfaat bagi Anda yang
belum sempat membaca buku tersebut ( sejujurnya, saya berharap sahabat semua
menyempatkan untuk membacanya suatu saat nanti). Maka, saya coba menuangkan beberapa
kenangan masa kanak-kanak hingga masa kuliah saja, segera setelah saya selesai
membacanya, hari ini.

Chairul Tanjung kecil melalui hari-hari penuh keceriaan sebagai anak pinggiran kota
Metropolitan. Bermain bersama teman-teman dengan membuat pisau dari paku yang
digilaskan di roda rel dekat rumahnya di Kemayoran, adalah kegiatan seru yang
menyenangkan. Juga bersepeda beramai-ramai di akhir pekan ke kawasan Ancol, sambil
jajan penganan murah, buah lontar.

Kelas 1 hingga kelas 2 SD sekolah diantar jemput oleh Kak Ana, seorang sanak keluarga dari
Sibolga, dengan naik oplet. Selanjutnya kelas 3 SD sudah bisa pulang-pergi sekolah sendiri.

Saat usia SMP, Bapaknya ( Abdul Gafar Tanjung ) yang saat itu telah mempunyai
percetakan, koran, transportasi dll gulung tikar dan dinyatakan pailit oleh pemerintah karena
idealismenya yang bertentangan dengan pemerintah yang berkuasa saat itu ( Soeharto). Sang
ayah adalah Ketua Partai Nasional Indonesia (PNI) Ranting Sawah Besar. Semua koran
Bapaknya dibredel. Semua aset dijual hingga tak memiliki rumah satu pun.

Mungkin demi gengsi, di awal-awal, Bapaknya menyewa sebuah losmen di kawasan Kramat
Raya, Jakarta untuk tinggal mereka sekeluarga. Hanya satu kamar, dengan kamar mandi di
luar yang kemudian dihuni 8 orang. Kedua orang tua Chairul, dan 6 orang anaknya, termasuk
Chairul sendiri.

Tidak kuat terus-menerus membayar sewa losmen, mereka kemudian memutuskan pindah ke
daerah Gang Abu, Batutulis. Salah satu kantong kemiskinan di Jakarta waktu itu. Rumah
tersebut adalah rumah nenek Chairul, dari ibundanya, Halimah.

Ibunya adalah sosok yang jarang sekali mengeluhkan kondisi, sesulit apapun keadaan
keluarga. Namun saat itu, Chairul melihat raut wajah ibunya sendu, tidak ceria dan tampak
lelah. Setelah ditanya, lebih tepatnya didesak Chairul, Ibunya baru berucap : ”Kamu punya
sedikit uang, Rul? Uang ibu sudah habis dan untuk belanja nanti pagi sudah tidak ada lagi.
Sama sekali tidak ada”.

( Tidak diceritakan lebih jelas akhirnya mendapat solusi dari mana, namun kita bisa tahu
bahwa di usia SMP, Chairul sudah menyadari bagaimana kesulitan orang tuanya, bahkan
untuk makan sehari-hari. Dan Ibunya adalah sosok yang sangat tabah menjalani kerasnya
kehidupan).

Setamat kuliah, Chairul berekan dengan orang lain dalam membangun sebuah pabrik sepatu.
Setelah 3 bulan awal dimulainya pabrik tersebut dilalui dengan terlunta-lunta dengan tanpa
pesanan. Disaat pabrik terancam bangkrut, datanglah pesanan sendal dari luar negeri
sejumlah 12.000 pasang dengan estimasi 6.000 pasang dikirim awal. Dan berubahlah pabrik
tersebut dari pabrik sepatu menjadi pabrik sendal. Saat melihat hasil kerja pabrik tersebut,
pihak pemesan merasa tertarik dan langsung melakukan pesanan kembali bahkan mencapai
angka 240.000 pasang padahal yang awalnya 12.000 pasang tadi masih 6.000 pasang yang
dikirim. Mulailah pabrik tersebut berkembang. Setelah beberapa lama akhirnya Chairul
memutuskan berhenti berekan dan mulai membangun bisnis dengan modal pribadi dan
menjelma menjadi pengusaha yang mandiri.

Pada tahun 1994, Chairul resmi meminang gadis pujaannya yaitu Anita yang juga merupakan
adik kelasnya sewaktu kuliah. Dan pada tahun 1996, Chairul memperoleh berkah yang
berlimpah karena pada tahun tersebut lahirlah anak pertamanya dan bersamaan dengan
diputuskannya Chairul sebagai pemilik dari Bank Mega.

Chairul Tanjung dikenal sebagai pengusaha yang agresif, ekspansi usahanya merambah
segala bidang, mulai perbankan dengan bendera Bank Mega Group, pertelivisian Trans TV
dan Trans 7, hotel dengan bendera The Trans, di bidang supermarket, CT (panggilan
akrab Chairul Tanjung) mengakuisisi Carrefour, pesawat terbang, hingga bisnis hiburan
TRANS STUDIO, dan bisnis lainnya.

Riwayat kehidupan CT kecil bisa dikatakan terlahir dari keluarga cukup berada kala itu. Dia
mempunyai enam saudara kandung. A.G. Tanjung, ayahnya, adalah mantan wartawan pada
era Orde Lama dan pernah menerbitkan surat kabar dengan oplah kecil.

Namun, ketika terjadi pergantian era pemerintahan, usaha ayahnya itu tutup karena ayahnya
mempunyai pemikiran yang berseberangan dengan penguasa politik saat itu. Keadaan
tersebut memaksa kedua orang tuanya menjual rumah dan harus rela menjalani hidup
seadanya. Mereka pun kemudian menyewa sebuah losmen dengan kamar-kamar yang sempit.

Kondisi ekonomi keluarganya yang sulit membuat orang tuanya tidak sanggup membayar
uang kuliah Chairul yang waktu itu hanya sebesar Rp75.000. “Tahun 1981 saya diterima
kuliah di Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Indonesia (UI). Uang masuk ini dan itu total
Rp75.000. Tanpa saya ketahui, secara diam-diam ibu menggadaikan kain halusnya ke
pegadaian untuk membayar uang kuliah,” katanya lirih.

Melihat pengorbanan sang ibu, ia lalu berjanji tidak ingin terus-menerus menjadi beban orang
tua. Sejak saat itu, ia tidak akan meminta uang lagi kepada orang tuanya. Ia bertekad akan
mencari akal bagaimana caranya bisa membiayai hidup dan kuliah.
CT pria kelahiran Jakarta, 18 Juni 1962 pada awalnya memulai bisnis kecil-kecilan. Dia
bekerjasama dengan pemilik mesin fotokopi, dan meletakkannya di tempat strategis yaitu di
bawah tangga kampus. Mulai dari berjualan buku kuliah stensilan, kaos, sepatu, dan aneka
barang lain di kampus dan kepada teman-temannya. Dari modal usaha itu, ia berhasil
membuka sebuah toko peralatan kedokteran dan laboratorium di daerah Senen Raya, Jakarta.
Sayang, karena sifat sosialnya – yang sering memberi fasilitas kepada rekan kuliah, serta
sering menraktir teman – usaha itu bangkrut.

Memang terbilang terjal jalan yang harus ditempuh Chairul Tanjung sebelum menjadi orang
sukses seperti sekarang ini. Kepiawaiannya membangun jaringan bisnis telah memuluskan
perjalanan bisnisnya. Salah satu kunci sukses dia adalah tidak tanggung-tanggung dalam
melangkah.

Menurut penuturan Chairul, gedung tua Fakultas Kedokteran UI dulu belum menggunakan
lift. Dari lantai satu hingga lantai empat masih menggunakan tangga. Lewat ruang kosong di
bawah tangga ini, Chairul muda melihat peluang yang bisa dimanfaatkannya untuk
menghasilkan uang.

“Nah, kebetulan ada ruang kosong di bawah tangga. Saya lalu berpikir untuk bisa
memanfaatkannya sebagai tempat fotokopi. Tapi, masalahnya, saya tidak mempunyai mesin
fotokopi. Uang untuk membeli mesin fotokopi pun tidak ada,” tuturnya.

Dia pun lantas mencari akal dengan mengundang penyandang dana untuk menyediakan
mesin fotokopi dan membayar sewa tempat. Waktu itu ia hanya mendapat upah dari usaha
foto kopi sebesar Rp2,5 per lembar. “Sedikit ya. Tapi, karena itu daerah kampus, dalam hal
ini mahasiswa banyak yang fotokopi, maka jadilah keuntungan saya lumayan besar,” katanya
sambil melempar senyum.

Tidak hanya sampai di situ, ia pun terus berusaha mengasah kemampuannya dalam berbisnis.
Usaha lain, seperti usaha stiker, pembuatan kaos, buku kuliah stensilan, hingga penjualan
buku bekas dicobanya. Usai menyelesaikan kuliah, Chairul memberanikan diri menyewa kios
di daerah Senen, Jakarta Pusat, dengan harga sewa Rp1 juta per tahun.

Kios kecil itu dimanfaatkannya untuk membuka CV yang bergerak di bidang penjualan alat-
alat kedokteran gigi. Sayang, usaha tersebut tidak berlangsung lama karena kios tempat
usahanya lebih sering dijadikan tempat berkumpul teman-temannya sesama aktivis. “Yang
nongkrong lebih banyak ketimbang yang beli,” kata mahasiswa teladan tingkat nasional
1984-1985 ini.

Selang berapa tahun, ia mencoba bangkit dan melangkah lagi dengan menggandeng dua
temannya mendirikan PT Pariarti Shindutama yang memproduksi sepatu.

Ia mendapatkan kredit ringan dari Bank Exim sebesar Rp150 juta. Kepiawaiannya
membangun jaringan bisnis membuat sepatu produksinya mendapat pesanan sebanyak
160.000 pasang dari pengusaha Italia.

Bisnisnya terus berkembang. Ia mulai mencoba merambah ke industri genting, sandal, dan
properti. Namun, di tengah usahanya yang sedang merambat naik, tiba-tiba dia terbentur
perbedaan visi dengan kedua rekannya. Ia pun memutuskan memilih mundur dan
menjalankan sendiri usahanya.
Memang tidak jaminan, seseorang yang berkarier sesuai dengan latar belakang
pendidikannya akan sukses. Kenyataannya tidak sedikit yang berhasil justru setelah mereka
keluar dari jalur.

“Modal dalam usaha memang penting, tapi mendapatkan mitra kerja yang andal adalah
segalanya. Membangun kepercayaan sama halnya dengan membangun integritas dalam
menjalankan bisnis,” ujar Chairul Tanjung yang lebih memilih menjadi seorang pengusaha
ketimbang seorang dokter gigi biasa.

Dan pilihannya untuk menjadi pengusaha menempatkan CT sebagai salah satu orang terkaya
di Indonesia dengan total kekayaan mencapai 450 juta dolar AS. Sebuah prestasi yang
mungkin tak pernah dibayangkannya saat memulai usaha kecil-kecilan, demi mendapat biaya
kuliah, ketika masih kuliah di UI dulu.

Hal itulah yang barangkali membuat Chairul Tanjung selalu tampil apa adanya, tanpa kesan
ingin memamerkan kesuksesannya. Selain itu, rupanya ia pun tak lupa pada masa lalunya.
Karenanya, ia pun kini getol menjalankan berbagai kegiatan sosial. Mulai dari PMI, Komite
Kemanusiaan Indonesia, anggota Majelis Wali Amanat Universitas Indonesia dan
sebagainya. “Kini waktu saya lebih dari 50% saya curahkan untuk kegiatan sosial
kemasyarakatan,” ungkapnya.

Kini Grup Para mempunyai kerajaan bisnis yang mengandalkan pada tiga bisnis inti. Pertama
jasa keuangan seperti Bank Mega, Asuransi Umum Mega, Aanya yaitu bisnis televisi,
TransTV. Pada bisnis pertelevisian ini, ia juga dikenal berhasil mengakuisisi televisi yang
nyaris bangkrut TV7, dan kini berhasil mengubahnya jadi Trans7 yang juga cukup sukses.

Langkah ekspansi selanjutnya adalah mendirikan perusahaan patungan dengan mantan


wapres Jusuf Kalla membentuk taman wisata terbesar “TRANS STUDIO” di Makassar,
untuk menyaingi keberadaan Universal Studio yang ada di Singapura. Taman hiburan dalam
ruangan terbesar di Indonesia inipun sekarang telah merambah kota Bandung, dan sebentar
lagi kota-kota besar di Indonesia lainnya.

Chairul merupakan salah satu dari tujuh orang kaya dunia asal Indonesia. Dia juga satu-
satunya pengusaha pribumi yang masuk jajaran orang tajir sedunia. Enam wakil Indonesia
lainnya adalah Michael Hartono, Budi Hartono, Martua Sitorus, Peter Sondakh, Sukanto
Tanoto dan Low Tuck Kwong.

Berkat kesuksesannya itu Majalah Warta Ekonomi menganugerahi Pria Berdarah


Minang/Padang sebagai salah seorang tokoh bisnis paling berpengaruh di tahun 2005 dan
Dinobatkan sebagai salah satu orang terkaya di dunia tahun 2010 versi majalah Forbes
dengan total kekayaan $1 Miliar.
1. Berani Bermimpi Besar
Menjadi seorang pengusaha sukses membutuhkan mimpi besar. Manfaat dari mimpi tersebut
berguna dalam proses menuju sukses karena setiap prosesnya pasti menemui hambatan sehingga
memerlukan motivasi untuk tetap bertahan dalam keadaan sulit. Tips sukses bisnis ala Chairul Tanjung
sama seperti pada waktu muda beliau ingin menjadi seorang yang sukses sebelum umur 30 tahun.
Berbekal kerja keras dan mimpi besar tersebut Ia mampu menjadi orang terkaya di Indonesia. Jangan
takut bermimpi besar karena jika Anda merasa takut bermimpi maka tidak ada langkah pertama untuk
memulai satu usaha.

2. Kerja Keras
Seorang Cahirul Tanjung merupakan sosok orang yang pulang terakhir dari kantor. Bisa dibayangkan
dalam bekerja saja beliau sudah berani total mengerahkan kemampuan terbaiknya. Bahkan Anda
harus bisa menjalani rapat dari pagi hingga subuh, sangat menarik dimana seorang pengusaha berani
mencurahkan semua waktu dan kekuatan untuk mendapatkan kesukesan. Tips ala Chairul Tanjung
yang satu ini bisa Anda adopsi dalam setiap usaha agar cepat sukses dengan waktu lebih cepat.

3. Kerja Cerdas
Tidak hanya bekerja keras saja, seorang pengusaha harus bisa kerja cerdas dimana setiap perencanaan
harus diambil dengan mengatur strategi sehingga hasilnya dapat maksimal, tepat sasaran, dan
bermanfaat bagi orang banyak. Akal dan pikiran harus tetap fokus dalam menjalankan tips bisnis dari
beliau ini. Jika fokus terus dijalankan maka setiap hambatan akan terselesaikan dengan cepat dan
tepat.

4. Kerja Ikhlas
Beberapa pengusaha sukses mungkin merasa lupa bahwa semua usaha yang Ia lakukan harus dilandasi
dengan rasa ikhlas. Ketika Anda sudah berusaha dengan maksimal maka serahkan semua hasilnya
kepada Tuhan. Jangan pernah menyalahkan Tuhan jika Anda gagal dan selalu bersyukur jika usaha
Anda berhasil. Satu hal penting dalam meraih kesuksesan bisnis ala Chairul Tanjung adalah terus
mengupayakan maksimal jangan memikirkan hasilnya karena Tuhan sudah menentukannya.

Jangan Lewatkan : 15 Tips Sukses Ala Bob Sadino Yang Harus Anda Ketahui

5. Prefeksionis Dan Detail


Memperhatikan kesempurnaan dalam hasil kerja adalah tips sukses bisnis ala Chairul Tanjung yang
bisa dilakukan para calon pengusaha. Seorang Chairul Tanjung adalah sosok detail man dimana setiap
karyawan diajarkan bagaimana membuat sesuatu dengan sangat detail sehingga hasil output sangat
berkelas.

6. Jangan Malas
Tips ala Chairul Tanjung selanjutnya adalah hindari rasa malas karena hanya akan berdampak buruk
pada diri sendiri. Kebiasaan sering menunda sesuatu bisa jadi satu hambatan yang besar jika tidak
dihilangkan. Kemajuan perusahaan atau usaha Anda akan semain terlihat jika setiap pekerjaan
dikerjakan dengan semangat, hati sendang, dan tidak mengeluh.
7. Kesuksesan Merupakan Hak Setiap Orang
Chairul Tanjung mengatakan bahwa kesuksesan adalah hak setiap orang, tidak melihat latar belakang
seseorang. Dari kutipan tersebut kita sudah bisa melihat bahwa untuk jadi sukses tidak memerlukan
latar belakang bagus melainkan kerja keras dan niat tinggi. Ingin bertahan dalam keadaan sulit atau
keluar dari zona nyaman adalah kunci dari seorang pengusaha sukses. Tips sukses usaha ala Chairul
Tanjung ini akan terlihat hasilnya jika dilakukan dengan sungguh-sungguh dan kemauan tinggi.

8. Berbuat Baik
Tidak suka menghamburkan uang adalah sifat dari seorang Chairul Tanjung. Anda bisa meniru
kebiasaan baik tersebut dengan memberikan sebagian harta kepada orang miskin. Semakin banyak
memberik maka kesuksesan akan semakin cepat Anda raih, itulah satu tips sukses yang di berikan oleh
pebisnis sukses Chairul Tanjung.

9. Berteman Dengan Banyak Teman


Satu tips sukses selanjutnya ala Chairul Tanjung yang saat ini masih kurang dipahami dimana banyak
teman akan memberi relasi dalam segala hal. Setiap pengusaha sukses harus memiliki relasi atau
teman sebanyak mungkin untuk memberikan dampak baik bagi perusahaan. Dalam berbisnis kita
harus baik dengan semua orang dan memperlakukannya seperti saudara.

10. Melihat Ke Depan


Gagasan dan ide dalam dunia bisnis sangat penting untuk kemajuan perusahaan atau usaha. Tips
sukses bisnis yang di berikan oleh Chairul Tanjung, kita harus memperhatikan langkah kedepan seperti
apa. Memprediksi resiko dan keuntungan sangat dibutuhkan seorang pengusaha.