Anda di halaman 1dari 19

IPA TERAPAN

FASHION (PERHIASAN BERBAHAN LOGAM EMAS)


Disusun untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah IPA Terapan
Yang Dibina oleh Bapak Ridwan Joharmawan

Oleh :
KELOMPOKVII/OFFB
Nur Habibah (150351601624)

UNIVERSITAS NEGERI MALANG


FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
PRODI PENDIDIKAN IPA
FEBRUARI 2018

I
KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Allah SWT atas limpahan dan berkat-Nya sehingga
penulis dapat menyelesaikan makalah “IPA Terapan Fashion (perhiasan berbahan
logam emas). Makalah ini disusun sebagai salah tugas mata kuliah IPA Terapan .
Makalah ini ditulis dari hasil data-data sekunder yang penulis peroleh dari
buku panduan yang berkaitan dengan IPA Terapan , serta informasi dari media
massa. Penulis berharap, dengan membaca makalah ini dapat memberi manfaat
bagi kita semua, dalam hal ini dapat menambah wawasan kita mengenai IPA
terapan yang ada di kehidupan kita.
Akhir kata, mungkin dalam penulisan makalah ini masih banyak
kekurangan. Kritik dan saran tentunya sangat kami harapkan demi perbaikan dan
kesempurnaan. Akhirnya penulis mengucapkan terima kasih yang sebesar-
besarnya kepada semua pihak yang telah membantu dalam penyusunan makalah
ini, sehingga makalah ini dapat terselesaikan.

Malang, 27 Februari 2018


Penulis

II
DAFTAR ISI
Halaman Judul.......................................................................................................
Kata Pengantar.......................................................................................................
Daftar Isi................................................................................................................
Bab I Pendahuluan
1.1Latar Belakang......................................................................................
1.2Rumusan Masalah................................................................................
1.3Tujuan...................................................................................................
Bab II Pembahasan
2.1 Pengertian IPA Terapan........................................................................
2.2 Manfaat IPA Terapan dalam dunia Fashion Khususnya Perhiasan
dari Bahan Logam Emas.....................................................................
2.3 Cara Membuat Perhiasan dari Logam Emas.......................................
2.4 Manfaat Perhiasan Emas ....................................................................
2.5 Kelebihan dan Kekurangan Perhiasan Logam Emas...........................
Bab III Penutup
3.1 Kesimpulan..........................................................................................
Daftar Pustaka.......................................................................................................

III
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Ilmu Alamiah atau sering disebut Ilmu Pengetahuan Alam (natural


science), merupakan ilmu yang mengkaji mengenai gejala-gejala dalam alam
semesta, termasuk di bumi ini sehingga terbentuk konsep dan prinsip.
IPA Terapan adalah penerapan ilmu IPA untuk mengatasi
permasalahan praktis; yang bermakna luas dan bersifat dinamis. Oleh karena
itu, materi pembelajaran dalam mata kuliah IPA Terapan juga ikut bersifat
dinamis, berubah – berkembang sesuai dengan arah dan ragamnya
permasalahan dan terkait dengan kemajuan teknologi.IPA terapan merupakan
pengembangan dari IPA dasar yang ditujukan untuk mengendalikan cara alam
bekerja. Ilmu terapan (Applied Science) adalah Ilmu yang ditunjukan untuk
membantu masyarakat dengan menggunakan dan menerapkannya dalam
kehidupan sehari-hari. Contohnya adalah ilmu tentang pertanian merupakan
pengaplikasian dari ilmu biologi. Aplikasi konsep untuk menjelaskan
peristiwa alam atau memperhitungkan parameter secara ideal bukan aplikasi
konsep IPA terapan. Contoh: logam emas diolah menjadi perhiasan cincin,
kalung, anting , dan gelang
Pada satu sisi, perkembangan dunia IPTEK yang demikian
mengagumkan itu juga mendukung kemajuan IPA terapan dan memang sudah
membawa manfaat yang luar biasa bagi kemajuan peradaban manusia.
Meskipun ada dampak negatifnya atau kelemahan dari kemajuan IPTEK.
Namun hal ini seolah diabaikan oleh manusia, faktanya tidak dipungkiri lagi
IPTEK dikembangkan setiap waktu. Hal ini dihubungkan dengan sifat
manusia yang selalu ingin tahu keadaan sekitarnya. Manusia sebagai makhluk
berpikir diberi hasrat ingin tahu ini mendorong manusia untuk menjelaskan
gejala-gejala alam serta berusaha memecahkan masalah yang dihadapi dan
akhirnya menusia mendapatkan ilmu pengetahuan alam (IPA).
Dalam makalah ini akan membahas tentang IPA terapan dalam dunia
fashion perhiasan berbahan logam emas yang umum dimasyarakat yang

1
berguna untuk yang tanpa banyak disadari dan diketahui oleh masyarakat
bahwa terdapat aplikasi dari IPA terapan bagi kehidupan.
1.2 Rumusan Masalah
1) Bagaimana yang dimaksud dengan IPA terapan?
2) Bagaimana manfaat IPA Terapan dalam dunia fashion khususnya perhiasan
dari bahan logam emas?
3) Bagaimana cara membuat perhiasan dari logam emas?
4) Bagaimana manfaat perhiasan emas?
5) Bagaiman Kelebihan dan kekurangan perhiasan logam emas?

1.3 Tujuan
1)Dapat memahami yang dimaksud dengan IPA terapan?
2)Dapat memahami manfaat IPA Terapan dalam dunia fashion khususnya
perhiasan dari bahan logam emas
3)Dapat memahami cara membuat perhiasan dari logam emas
4)Dapat memahami manfaat perhiasan emas
5)Dapat memahami Kelebihan dan kekurangan perhiasan logam emas

BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Pengertian IPA terapan


IPA Terapan merupakan penerapan ilmu IPA untuk mengatasi
permasalahan praktis; yang bermakna luas dan bersifat dinamis berubah –
berkembang sesuai dengan arah dan ragamnya permasalahan dan terkait
dengan kemajuan teknologi. IPA terapan merupakan pengembangan dari IPA
dasar yang ditujukan untuk mengendalikan cara alam bekerja. Ilmu terapan

2
(Applied Science) adalah Ilmu yang ditunjukan untuk membantu masyarakat
dengan menggunakan dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.
Contohnya adalah ilmu tentang pertanian merupakan pengaplikasian dari
ilmu biologi.
Aplikasi konsep untuk menjelaskan peristiwa alam atau
memperhitungkan parameter secara ideal bukan aplikasi konsep IPA terapan.
Karena konsep-konsep IPA dasar umumnya mengabaikan variasi yang terjadi
di alam, konsep-konsep tersebut belum dapat diaplikasikan secara langsung
untuk mengendalikan (mengelola) alam, karena di alam real ada variasi-
variasi yang tidak dapat diabaikan. Contohnya dalam IPA dasar, daur hidup
serangga melalui 3 atau 4 fase, yaitu telur, larva dan dewasa atau telur, larva,
pupa, dan dewasa. Kedua fase daur hidup ini berlaku untuk semua jenis
serangga, jika kita memelihara serangga hanya memperhatikan daur hidup
seperti itu saja, kita akan gagal memelihara serangga tersebut, karena faktor
lain yang berpengaruh terhadap daur hidup serangga itu kita abaikan. Untuk
keberhasilan pemeliharaan serangga itu kita harus menggunakan konsep-
konsep IPA terapan yang dikembangkan dari konsep IPA dasar. Konsep IPA
terapan merupakan konsep yang aplikatif, tetapi keberlakuan umumnya
sempit, tidak seluas keberlakuan umum konsep IPA dasar. Contohnya jika
pengaruh suhu atau DD (daily dgree day) kita masukkan ke dalam daur hidup
serangga, maka serangga yang asalnya dikelompokkan dalam 3 atau 4 fase itu
akan dikelompokkan lebih banyak lagi, karena pengaruh suhu akan berbeda
pada jenis-jenis serangga, walaupun ada juga serangga yang jenisnya berbeda,
tetapi pengaruh suhu terhadap daur hidupnya sama.
Untuk mengendalikan alam diperlukan percobaan (penelitian), agar aplikasi
konsep yang tepat dapat diketahui.
Dari percobaan itulah konsep-konsep IPA terapan dikembangkan
dari konsep IPA dasar untuk keperluan mengendalikan alam. Alam yang
dikendalikan ada yang  terdapat dalam alat-alat (produk teknologi) dan ada
yang terdapat di lingkungan. Alat-alat dibuat dari bahan-bahan alam dari jenis
dan kondisi yang sama dan digunakan pada kondisi dan situasi lingkungan
yang relatif sama, sehingga proses dan hasil pengendalian alamnya pun relatif
sama. Dengan demikian prinsip-prinsip IPA terapan dalam teknologi dapat

3
digunakan relatif tepat sama untuk setiap alat yang sama. Jika dalam alat-alat
tidak ada variasi alam, karena dapat dibuat sama, di lingkungan banyak
variasi alam yang tidak dapat dihindarkan. Akibatnya prinsip-prinsip IPA
terapan yang digunakan di lingkungan pada suatu tempat dan waktu tertentu
tidak begitu dapat digunakan pada tempat dan waktu yang berbeda.
Dengan demikian pengendalian alam di lingkungan lebih bervariasi,
karena prinsip-prinsipnya perlu diuji pada setiap tempat dan waktu yang
berbeda. Walaupun prinsip-prinsip IPA terapan yang diperlukan untuk
pengendalian alam itu sudah diuji melalui penelitian, tidak berarti bahwa
prinsip-prinsip IPA terapan dapat diterapkan secara langsung dengan tepat di
tempat dan waktu yang berbeda, karena variasi alam dapat menyebabkan
proses dan hasil penerapan itu berbeda. Oleh karena itu, di lingkungan,
bahkan juga dalam pembuatan alat, percobaan (penelitian) tetap diperlukan
untuk mencari perlakuan atau tindakan yang tepat dalam pengendalian
alamnya.

2.2 Manfaat IPA Terapan dalam Dunia Fashion Khususnya Perhiasan dari
Bahan Logam Emas
Emas adalah unsur kimia dalam tabel periodik yang memiliki
simbol Au (bahasa Latin: 'aurum') dan nomor atom 79. Sebuah logam transisi
(trivalen dan univalen) yang lembek, mengkilap, kuning, berat, "malleable",
dan "ductile". Emas tidak bereaksi dengan zat kimia lainnya tetapi terserang
oleh klorin, fluorin dan aqua regia. Logam ini banyak terdapat di nugget emas
atau serbuk di bebatuan dan di deposit alluvial dan salah satu logam coinage.
Kode ISOnya adalah XAU. Emas melebur dalam bentuk cair pada suhu
sekitar 1000 derajat Celsius.
Emas merupakan logam yang bersifat lunak dan mudah ditempa,
kekerasannya berkisar antara 2,5 – 3 (skala Mohs), serta berat jenisnya
tergantung pada jenis dan kandungan logam lain yang berpadu dengannya.
Mineral pembawa emas biasanya berasosiasi dengan mineral ikutan (gangue
minerals). Mineral ikutan tersebut umumnya kuarsa, karbonat, turmalin,
flourpar, dan sejumlah kecil mineral non logam. Mineral pembawa emas juga
berasosiasi dengan endapan sulfida yang telah teroksidasi. Mineral pembawa
emas terdiri dari emas nativ, elektrum, emas telurida, sejumlah paduan dan

4
senyawa emas dengan unsur-unsur belerang, antimon, dan selenium.
Elektrum sebenarnya jenis lain dari emas nativ, hanya kandungan perak di
dalamnya >20%.. Emas terbentuk dari proses magmatisme atau
pengkonsentrasian di permukaan. Beberapa endapan terbentuk karena proses
metasomatisme kontak dan larutan hidrotermal, sedangkan pengkonsentrasian
secara mekanis menghasilkan endapan letakan (placer). Genesa emas
dikategorikan menjadi dua yaitu : Endapan primer; dan Endapan plaser.Emas
moneter sebagai jaminan mata uang yang pernah dipakai oleh Bank
Indonesia.
Emas digunakan sebagai standar keuangan di banyak negara dan
juga digunakan sebagai perhiasan seperti cincin, kalung, gelang, dan anting.
Emas dapat dibentuk jadi lembaran sedemikian tipis hingga tembus pandang.
Sebanyak 120.000 lembar emas dapat ditempa menjadi satu lapisan yang
sedemikian tipisnya sehingga tebalnya tidak lebih dari 1 cm. Dari 1 gram
emas dapat diulur menjadi kawat sepanjang 2,5 km. Emas mempunyai
karakteristik yaitu :
 sectile ( lunak, elastis, mudah dibentuk ),
 memiliki warna yang menarik ( kuning, mengkilap, tidak mudah
memudar ),
 berat, tahan lama, tahan pada panas tinggi dan
 daya konduksi listrik juga sebagai perlawanan terhadap oksidasi
( tahan korosi )
sehingga emas memiliki banyak kegunaan. Namun karena emas
sebagai salah satu logam coinage yang keberadaannya di alam sangat langka,
menjadikannya sebagai logam yang sangat berharga. Emas memberikan
sumbangan yang amat besar bagi kehidupan manusia seperti, untuk perhiasan.
Sekitar 65 persen dari emas diolah digunakan dalam industri seni, terutama
untuk membuat perhiasan. Industri aplikasi ini telah berkembang dalam
beberapa tahun dan kini menempati sekitar 25 persen dari pasar emas. Dalam
perdagangan emas, ukuran berat biasanya dipakai troy ouns, kemurnian emas
murni dalam karat ditunjukan angka 24 atau dalam kehalusan ditunjukkan
angka 1.000.
Karena emas merupakan logam yang relatif lunak ( sectile )
menjadi satu halangan untuk digunakan dalam industri. Untuk mengatasi

5
kelemahan ini, emas biasanya dipadukan dengan logam lain ( alloy ) seperti
perak, tembaga, platinum, atau nikel. Emas putih adalah alloy emas dengan
platinum, iridium, nikel, atau zink. Alloy emas dengan tembaga berwarna
merah atau kuning. Alloy emas dengan besi berwarna hijau, dan alloy emas
dengan aluminum berwarna ungu. Bagian emas yang terdapat dalam
campuran diukur dalam karat atau persen. Karat adalah unit sama dengan 1 /
24 bagian dari emas murni dalam alloy. Dengan demikian, emas 24 Karat
( 24K ) adalah emas murni, sedangkan emas 18 Karat adalah 18 bagian emas
murni dan 6 bagian logam lainnya, jadi emas 18 karat → 18/24 berarti emas
75 %.
Reaksi Kimia Unsur Tingginya nilai potensial reduksi emas
mengakibatkan logam ini selalu terdapat di alam dalam keadaan bebas. Untuk
keperluan ektraksi dari bijihnya, proses dengan melibatkan senyawa sianida
dapat diterapkan seperti halnya pada ekstraksi logam perak. Emas
membentuk berbagai senyawa kompleks, tetapi hanya sedikit senyawa
anorganik sederhana. Emas (I) oksida, Au2O, adalah salah satu senyawa yang
stabil dengan tingkat oksidasi +1, seperti halnya tembaga, tingkat oksidasi +1
ini hanya stabil dalam senyawa padatan, karena semua larutan garam emas (I)
mengalami disproporsionasi menjadi logam emas dan ion emas (III) menurut
persamaan reaksi : 3Au+(aq) → 2Au(s) + Au3+(aq) Secara kimiawi emas
tergolong inert sehingga disebut logam mulia. Emas tidak bereaksi dengan
oksigen dan tidak terkorosi di udara di bawah kondisi normal. Namun emas
terurai dalam larutan sianida dalam tekanan udara. Emas juga tidak bereaksi
dengan asam atau basa apapun. Akan tetapi emas bereaksi dengan halogen
dan aqua regia.
Logam Emas sering digunakan untuk perhiasan dalam dunia fashion
karena sejak zaman kuno sudah memiliki nilai harga yang tinggi dan
dikarenakan Logam emas sendiri sejak dulu di anggap sebagai salah satu
logam mulia di dunia, hal ini juga di karenakan pembentukan logam emas
yang sangat kompleks sehingga waktu pembentukannya pun relatif lama dan
keberadaanya sukar untuk di temukan

2.3 Cara Mebuat Perhiasan dari Logam Emas

6
Tanpa kita sadari dari adanya IPA terapan sehingga dapat diketahui cara
Pemanfaatan logam emas sebagai pehiasan, adalah sebagai berikut :
a. Proses pembuatan perhiasan model apapun, dimulai dengan siapkan
bahan-bahan seprti emas murni, tembaga, dan perak. memipihkan emas
batangan berkadar 24 karat (emas murni). Emas itu dipecah kecil-kecil
menggunakan palu. Lalu bahan tersebut dibagi dalam 75% emas murni,
17% tembaga dan 7% perak, selanjutnya ketiga bahan itu dicampur.
b. kemudian dilebur hingga melebur. proses peleburan anda harus
menggunakan tempat yang steril, yang di maksud steril adalah jika anda
membuat perhiasan dengan bahan emas harus di meja yang hanya untuk
membuat emas. Akan fatal jadinya jika anda membuat perhiasan emas
menggunakan meja perhiasan palladium, karena akan merubah kadar dari
perhiasan tersebut, dan begitu juga sebaliknya. Kowi yang di gunakan juga
harus baru setiap kali membuat perhiasan. Kowi adalah wadah yang
terbuat dari tanah liat yang di gunakan untuk melebur bahan pembuatan
perhiasan.
c. Setelah melebur, lelehan emas dibentuk berdasarkan jenis
yang ingin dibuat. Bentuk cincin tentu memiliki cetakan
yang berbeda dengan gelang, begitu juga dengan kalung.
Untuk kalung, lelehan emas dibentuk menjadi kawat-
kawat kecil nan panjang.
d. Bentukan kawat-kawat itu selanjutnya melewati proses
penghalusan. Jika sudah siap, Bentukan kawat-kawat mengilap siap
dipotong, dibentuk sesuai pola, lalu dirangkai
sesuai jenis kalung yang dikehendaki.
e. Kawat-kawat yang sudah dirangkai kemudian
dipatri. Proses perangkaian dan pematrian ini
merupakan proses yang butuh kejelian mata.
f. Untuk kalung polos, tahap terakhir yang
dikerjakan yakni mengikir dan direbus dengan
air dicampur Apotas hingga kotoran hilang dan dikeringkan dengan piring
tanah yang diletakkan di atas kompor hingga kering sampai kelihatan
mengkilap
g. Dicrom dengan air mas murni kuning/crom putih yang akan menjadi
warna putih kuning. Lalu dipoles dengan tangan mesin poles dengan

7
bahannya bernama willcom. Sementara untuk kalung yang mempunyai
motif misalnya bunga-bunga, harus dibawa ke ahlinya dulu.
h. Perhiasan siap dipakai dan di pasarkan
Dalam pembuatan perhiasan tidak boleh di lakukan secara
sembarangan, di karenakan perhiasan adalah logam mulia jika melakukan
pembuatan perhiasan secara sembarangan maka akan merubah kadar dari
perhiasan tersebut. Harus di lakukan oleh tenaga ahli yang di sebut pengrajin
perhiasan.
Semua jenis logam yang permukaan bersih dan halus aan
memberikan kilau (luster) tertentu. Kilau dari logam dilihat tampak walaupun
dilihat dari berbagai sudut sinar pantul. Hal ini yang memungkinkan sebagian
logam digunakan sebagai pemantul sinar tampak, misalnya logam perak pada
cermin perak. Kilau yang dihasilkan logam berkaitan dengan elektron yang
dimiliki oleh logam tersebut. Elektron-elektron yang ada pada logam berupa
awan atau lautan elektron, elektron valensi yang terdelokalisasi (menyebar)
dan elektron-elektron pada pita energi yang tidak terisi penuh.
Emas dan tembaga memiliki kilau kekuningan sedangkan kilau
perak adalah kekuningan. Kilau yang dimiliki ketiga logam tersebut dapat
dijelaskan menggunakan konfigurasi elektron yang dimiliki. Apabila
tembaga, emas dan perak dikenai cahaya tampak, jika energi cahaya tampak
mencukupi maka elektron-elektron yang ada pada kulit atom dapat berpindah
(tereksitasi) ke kulit atom lainnya. Eksitasi elektron pada logam tembaga,
emas dan perak seperti pada contoh berikut:
Tembaga: [Ar] 3d10 4s1 –→ [Ar] 3d9 4s2 energi transisi E1≈ EI2-EI1= (1957,9
– 745,5) kJ/mol = 1212,4 kJ/mol
Emas : [Xe] 4f14 5d10 6s1 –→[Xe] 4f14 5d9 6s2 energi trransisi EI ≈ EI2-EI1 =
(1980-890,1) kJ/mol = 1089,9 kJ/mol
Perak : [Kr] 4d10 5s1 –→ [Kr] 4d9 5s2 energi transisi EI ≈ EI2-EI1 = (2074 –
731,0) kJ/mol = 1343 kJ/mol
Dari tiga energi transisi yang dimiliki ketiga logam tampak bahwa energi
transisi logam perak lebih besar dari energi transisi logam tembaga dan emas.
Elektron-elektron yang tereksitasi dapat kembali ke keadaan awal dengan
melepaskan sejumlah energi. Energi yang dilepaskan inilah yang
menyebabkan suatu logam maupun materi lain tampak berwarna. Proses
terjadinya perpindahan elektron dan kembali lagi ke keadaan awal
berlangsung sangat cepat sehingga warna yang dihasilkan konstan (tetap)

8
seolah-olah tidak terjadi atau adanya perpindahan elektron dalam materi
tersebut.
Elektron-elektron yang telah tereksitasi dapat kembali lagi ke
keaadaan awal kemudian tereksitasi kembali, keadaan ini akan terus
berlangsung dan berulang tergantung pada energi yang diberikan. Keadaan
seperti ini akan terus berlangsung selama cahaya tampak mengenai
permukaan materi atau zat tersebut. Jika energi tersebut cukup untuk
membuat 1 elektron tereksitasi maka 1 elektron akan tereksitasi, jika energi
lebih besar lagi maka 2 elektron akan tereksitasi.

Namun makin tinggi atau makin besar energi yang diperlukan


untuk membuat elektron tereksitasi maka makin tinggi pula energi yang
dipancarkan saat kembali kekeadaan awal. Energi yang tinggi ini tidak
mampu ditangkap atau tidak dapat dilihat oleh mata manusia. Cahaya yang
dapat dilihat dengan mata adalah cahaya tampak, yakni cahaya dengan
panjang gelombang 400–750 nm. Sesuai tetapan planck yang menyatakan
energi yang dimiliki cahaya berbanding terbalik dengan panjang
gelombang artinya makin besar panjang gelombang makin kecil energi
yang dimiliki begitupun sebaliknya makin pendek atau makin kecil
panjang gelombang makin besar energi yang dimiliki.
Sedangkan elektron yang telah tereksitasi dapat kembali ke
keadaan awal karena energi yang berasal dari cahaya tampak hanya mampu
memindahkan (hanya mampu membuat elektron tersebut tereksitasi) namun
tidak mampu mempertahankan elektron tersebut pada keadaan tersebut. Hal
ini sesuai dengan teori atom Bohr dan teori atom modern dimana elektron
yang mengorbit (mengelilingi) pusat atom memiliki energi tertentu dan makin
jauh elektron dari pusat atom makin besar pula energi yang dibutuhkan
elektron untuk mengorbit. Energi yang berasal dari cahaya tampak hanya
mampu membuat elektron tereksitasi sedangkan inframerah hanya membuat
elektron bergetar (vibrasi).
Seperti yang telah dibahas pada bagian sebelumnya yang
menyatakan energi transisi logam perak lebih besar dari energi transisi
logam tembaga dan emas. Energi yang lebih besar ini menyebabkan, semua

9
cahaya tampak yang mengenai permukaannya tidak diserap tetapi langsung
pantulkan kembali artinya dalam logam perak tidak terjadi eksitasi elektron.
agar eksitasi elektron terjadi maka diperlukan energi yang lebih tinggi namun
sayang, cahaya dengan energi yang lebih tinggi tidak dapat dilihat dengan
mata manusia. Sebagian besar logam memiliki kilau seperti perak artinya
dalam logam-logam tersebut tidak terjadi eksitasi elektron tetapi hanya
memantulkan kembali cahaya tampak yang mengenai permukaannya.
Sedangkan pada tembaga dan emas ketika cahaya tampak mengenai
permukaannya terjadi eksitasi elektron dari subkulit d ke subkulit s. Elektron
yang tereksitasi inilah yang memberikan kilau kekuningan.
Sedangkan pada bahan-bahan bukan logam yang berwarna putih
dan hitam, disebabkan semua jenis cahaya tampak yang mengenai
permukaannya diserap secara sempurna. Cahaya tampak yang diserap
sempurna menyebabkan cahaya yang dipantulakannkan bermacam-macam.
Campuran dari berbagai macam panjang gelombang inilah yang
menyebabkan terbentuknya warna putih dan warna hitam.
Untuk warna-warnya lain yang dihasilkan oleh suatu materi
tergantung pada jenis zat atau jenis materi tersebut. karena materi yang
berbeda akan menyerap cahaya tampak dengan panjang gelombang yang
berbeda. Warnya-warnya yang diserap oleh suatu bahan berbeda dengan
warna yang dihasilkan oleh materi tersebut. Warna yang dihasilkan ketika
menyerap cahaya tampak atau warna yang dilihat sehari-hari olah mata
disebut warna komplementer.

2.4 Manfaat Perhiasan Emas


Hampir semua wanita menyukai perhiasan emas. Perhiasan emas
tidak hanya digunakan untuk mempercantik diri tetapi juga sebagai simbol
kesejahteraan bagi para wanita sejak dahulu kala. Sebagian besar wanita
hingga saat ini mungkin masih berpikir bahwa satu-satunya manfaat
mengenakan perhiasan emas adalah untuk mempercantik penampilannya, tapi
ternyata banyak manfaat lain yang bisa didapatkan dari penggunaan perhiasan
emas. Berikut manfaat perhiasan emas yang jarang orang tahu:
a. Emas Bermanfaat untuk Penyembuhan

10
Jika emas murni 24 karat diletakkan di area tubuh yang mengalami infeksi,
emas tersebut dapat membantu mengontrol infeksi dan membantu
penyembuhan lukanya. Sedangkan emas yang diolah menjadi perhiasan
dapat membantu meningkatkan energi dan rasa hangat di dalam tubuh.
Kondisi tubuh yang hangat dan rileks dapat mencegah penyempitan
pembuluh darah serta meningkatkan peredaran darah dan oksigen,
sehingga sel-sel tubuh mendapatkan asupan nutrisi dan oksigen yang
cukup.
b. Memberikan Efek Relaksasi
Emas dipercaya dapat memberikan efek relaksasi bagi tubuh. Emas 24
karat yang diolah dapat menghasilkan butiran yang lembut dan halus,
tetapi dapat kehilangan kelembutan teksturnya jika digabung dengan
material lain. Olahan emas murni ini dapat membantu meningkatkan
kesehatan mental dan memperbaiki mood. Olahan emas saat ini juga
banyak digunakan sebagai masker wajah yang dapat meningkatkan
kesehatan kulit wajah dan dapat memberikan efek relaksasi pada wajah.

c. Meningkatkan Sirkulasi Dara


Emas dipercaya dapat meningkatkan sirkulasi darah ke seluruh sel tubuh.
Peredaran darah yang lancar dapat membantu sel dan jaringan tubuh
mendapatkan asupan nutrisi dan oksigen yang cukup. Asupan nutrisi dan
oksigen yang baik dapat membantu meningkatkan proses regenerasi sel
sehingga sel-sel yang rusak dan mati dapat segera tergantikan dengan sel-
sel yang baru dan sehat. Jika sel dan jaringan sehat maka secara
keseluruhan tubuh juga dapat mencapai kesehatan yang optimal.
d. Menjaga Temperatur Tubuh
Emas juga dipercaya dapat membantu mengontrol temperatur tubuh agar
tetap stabil dan normal. Ketidakstabilan temperatur tubuh dapat
memengaruhi kekebalan dan sistem imunitas dalam tubuh seseorang. Jika
temperatur tubuh stabil dan kekebalan tubuh baik maka risiko sakit juga
akan terminimalkan.
e. Sebagai Aksesoris.

11
Mungkin sudah tidak bisa dipungkiri lagi bila perhiasan emas ini
merupakan salah satu aksesoris yang sangat disukai bahkan, diinginkan
seseorang khususnya kaum hawa. Karena menurut mereka, dengan
menggunakan perhiasan emas ini lebih tampil nyaman dan percaya diri di
depan khalayak umum.

f. Mengurangi Gejala Radang Sendi


Menurut berbagai penelitian, menggunakan perhiasan memberikan
dampak positif dalam mengurangi gejala radang sendi. Mengenakan
perhiasan emas dapat membantu meningkatkan rasa senang, bahagia, dan
bangga. Rasa yang positif inilah yang membantu seseorang untuk lebih
termotivasi dalam menjalani hidup. Selain itu rasa bahagia juga dapat
meningkatkan hormon beta endorfin di dalam tubuh. Hormon beta
endorfin dapat membantu meningkatkan rasa nyaman dan mengurangi
nyeri, sehingga tidak heran jika gejala radang sendi dapat berkurang
dengan penggunaan perhiasan emas.
2.5 Kelebihan dan Kekurangan Perhiasan Logam Emas

Ada beberapa logam mulia yang umum untuk dijadikan perhiasan, misalnya
saja emas, platinum, perak, paladium, dan titanium. Tetapi ada kelebihan dan
kekurangan perhiasan antara lain :

a. Emas Kuning
Emas murni umumnya disebut emas 24 Karat atau 99,99%. Akan tetapi,
emas murni memiliki sifat yang lunak dan mudah berubah bentuk. Oleh
karena itu, emas murni harus dicampur dengan logam lainnya. Tujuannya
adalah agar emas menjadi lebih kuat sehingga tidak mudah berubah bentuk
saat digunakan sebagai perhiasan. Selain itu, warna emas dapat diatur
sesuai dengan keinginan Anda. Caranya dengan mencampurkan sejumlah
logam lain ke dalamnya.
 Kelebihan
1. Tahan terhadap korosi dan kuat

12
2. Warna emas kuning tidak memudar
3. Tidak menimbulkan alergi pada kulit
4. Memberikan kesan klasik dan elegan
 Kekurangan
1. Mudah tergores
2. Harus dipoles kembali agar tetap berkilau

b. Emas Putih
Emas putih adalah perpaduan antara logam emas dan
logam lain yang berwarna putih. Biasanya emas
putih terbuat dari campuran emas murni dengan
nikel, tembaga, dan zinc. Lalu, dilapisi kembali dengan rhodium agar
aman digunakan untuk orang yang alergi terhadap nikel. Emas putih
memiliki tampilan warna putih yang terang dan berkilau. Tak heran kalau
warnanya membuat Anda semakin cantik dan kelihatan elegan.
 Kelebihan :
1. Tidak mudah memudar warnanya
2. Lebih kuat dan tahan lama dari emas kuning
3. Bersifat ringan dan mudah dibentukLebih terjangkau
dibanding platinum atau titanium
4. Terlihat lebih bersinar dibanding emas kuning
 Kekurangan
1. Mengandung nikel sehingga menyebabkan alergi pada kulit
sensitif
2. Menggunakan lapisan rhodium yang bisa memudar jika tidak
dilapisi ulang

c. Emas Pink atau Hijau


Emas pink atau biasa disebut rose gold adalah emas yang
memiliki rona merah muda. Biasanya untuk mendapatkan rona merah
muda, emas murni harus dicampur dengan tembaga terlebih dahulu.
Semakin banyak kadar tembaga yang digunakan maka semakin merah

13
warnanya. Lain halnya dengan emas hijau yang berwarna kuning kehijau-
hijauan. Emas hijau terbuat dari campuran emas murni dan perak.
 Kelebihan :
1. Daya tahan lebih kuat bandingkan dengan emas kuning
2. Tidak mudah memudar warnanya
3. Mudah dibentuk menjadi perhiasan cantik

 Kelemahan :
1. Memiliki sifat yang lunak sehingga rentan berubah bentuk
2. Mudah tergores

14
BAB III
PENUTUP

1.1 Kesimpulan
IPA Terapan merupakan penerapan ilmu IPA untuk mengatasi
permasalahan praktis; yang bermakna luas dan bersifat dinamis berubah –
berkembang sesuai dengan arah dan ragamnya permasalahan dan terkait
dengan kemajuan teknologi. IPA terapan merupakan pengembangan dari IPA
dasar yang ditujukan untuk mengendalikan cara alam bekerja. Ilmu terapan
(Applied Science) adalah Ilmu yang ditunjukan untuk membantu masyarakat
dengan menggunakan dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.
Contohnya adalah ilmu tentang pertanian merupakan pengaplikasian dari
ilmu biologi.

15
DAFTAR PUSTAKA

Aly, A., & Rahma, E. 2015. MKDU Ilmu Alamiah Dasar. Jakarta: PT. Bumi
Aksara.
https://www.bersosial.com/threads/proses-pembuatan-cincin-secara-manual-dan-
dari-perak.44013/ diakses pada tanggal 26 Februari 2018
https://www.orori.com/ororeads/kelebihan-dan-kekurangan-berbagai-logam-
perhiasan diakses pada tanggal 26 Februari 2018

16