Anda di halaman 1dari 19

Tugas Remidi Prakarya

Bernadetta Adya W.
7 Sirius
SMP Mutiara Persada

TANAMAN SAYUR & TANAMAN OBAT


-TANAMAN SAYUR-

1. Bayam

Bayam memiliki serat yang tinggi, selain itu bayam marupakan


sumber zat besi yang baik untuk darah. Bayam juga
mengandung lutein yang berfungsi menjaga kesehatan mata
kita. Vitamin dalam bayam juga bermacam, ada vitamin A, C, K,
dan juga folat.

2. Sawi

Kandungan mineral dan vitamin dalam sawi cukup tinggi. Kandungan


vitamin C dan E, serta karoten dan glukosinolat dalam sawi berfungsi sebagai
antioksidan yang baik untuk tubuh kita.

Dalam sawi juga ada kalsium, magnesium dan asam folat yang sangat
baik untuk tulang. Kandungan serat sawi juga tinggi, sehingga sangat baik
untuk pencernaan.

3. Kangkung

Kandungan di dalam kangkung sangat


banyak seperti vitamin A, vitamin C yang cukup tinggi walaupun tidak sebanyak
pada bayam dan singkong. Vitamin B kompleks yang ada pada kangkung dapat
meningkatkan hormon yang dapat menciptakan suasana nyaman. Mineral juga
ditemukan dalam kangkung, meliputi kalium, fosfor dan kalsium. Selain itu,
ternyata ekstrak dari sayuran hijau yang satu ini dapat membantu
menghambat penyerapan gula, sehingga cocok bagi penderita diabetes.

4. Daun Singkong

Kandungan protein dan zat besi pada daun singkong muda cukup tinggi.
Selain itu terdapat juga vitamin A dan C. Jika dibandingkan dengan bayam,
daun singkong memiliki kandungan zat besi yang setara. Bahkan, kandungan
protein daun singkong empat kali lipat dan vitamin A dua kali lipat dari bayam.

5. Brokoli

Brokoli ternyata berasal dari Italia, kandungan vitamin C di dalamnya


sangat baik untuk tubuh kita. Tidak hanya kaya serat, vitamin, dan
mineral saja, tapi brokoli juga mengandung antioksidan yaitu
sulforaphane dan lutein yang baik untuk menurunkan risiko kanker.
Brokoli juga dipercaya bermanfaat untuk kesehatan jantung.
6. Buncis

Buncis merupakan sayuran banyak


mengandung vitamin A, C, dan K, serta mengandung folat, zat besi,
kalium, mangan, dan serat. Buncis juga baik untuk kesehatan jantung
karena mengandung senyawa antioksidan. Serat yang terdapat pada
buncis diperkirakan dapat menurunkan risiko diabetes tipe 2 dan reaksi
inflamasi yang lain.

7. Pare

Pare mengandung serat yang tinggi, selain itu juga ada kalsium, kalium, zat
besi, vitamin C dan vitamin A.
Manfaat dari pare ini sangat banyak, bisa menurunkan kadar gula dalam
darah, menurunkan kolesterol, dan menurunkan tekanan darah. Komponen
aktif dalam pare dapat meningkatkan imunitas tubuh.

8. Seledri

Seledri adalah sumber mineral,


yaitu kalsium, zat besi, kalium. Selain mineral, seledri juga mengandung
vitamin A dan C. Komponen aktif bernama phthalides dalam seledri
berguna untuk menurunkan tekanan darah. Seledri juga memiliki
komponen aktif lain yaitu coumarin dan acetylenics yang bisa mencegah
perkembangan sel kanker.

9. Timun

Dalam timun, vitamin C nya cukup banyak, folat


yang berfungsi mengurangi resiko penyakit jantung dan depresi pun juga
lumayan banyak.

Selain itu, ada juga mangan, serat, magnesium, klorofil dan lutein.
Selain timun dapat menjaga kesehatan penceernaan, dia juga dapat
menyegarkan tubuh karena kandungan airnya yang banyak.
10. Pak Choy

Pak choy atau bok choy sering disebut sendok


sup, mungkin karena bentuk daunnya yang mirip seperti sendok sup. Sayuran
ini termasuk jenis kubis-kubisan yang kaya vitamin A, C, D dan folat.

Nggak cuma itu, pak coy ternyata juga banyak mengandung kalium yang baik
untuk keseimbangan cairan di dalam tubuh dan untuk kesehatan jantung.
Kandungan glucosinolates dalam pak choy berfungsi sebagai antioksidan yang
mampu mencegah kanker prostat.
-TANAMAN OBAT-

1. Daun Pepaya

Tanaman pepaya menghasilkan buah pepaya yang kalau sudah masak rasanya
nikmat, bisa dimakan langsung sebagai buah, atau hidangan di meja saat ada
acara makan-makan syukuran dll. Tanaman pepaya mempunyai daun lebar
yang berjari lebar. Sudah lama daun pepaya berkhasiat untuk mencegah dan
menyembuhkan berbagai penyakit tertentu. Rasa daun pepaya yang pahit, bisa
di buat jamu, dan sebagai obat penyembuh sakit. Daun pepaya dapat dipakai
untuk mencegah kanker sebab mengandung banyak akan getah putih seperti
susu, yang digunakan untuk anti kanker. Daun pepaya bisa digunakan untuk
menghambat kinerja beberapa jenis mikro organisme yang merusak fungsi
pencernaan.
2. Daun Sirih

Orang-orang di Desa sering mempunyai kebiasaan yang


turun menurun yaitu mengunyah daun sirih bersama dengan
kapur dan pinang. Ternyata kebiasaan tersebut juga sangat
baik, untuk mencegah penyakit kanker mulut, atau
menangkal sel-sel Carsinoma/keganasan.

Namun Daun sirih juga memiliki banyak manfaat/kegunaan yaitu selain


sebagai tanaman herbal juga bisa untuk mengatasi berbagai macam
penyakit. Penyakit-penyakit yang bisa diatasi dengan daun sirih, antara
lain :

-batuk berdahak,

-stomatitis/sariawan, dan

-bronkitis/batuk.

3. Jahe

Jahe mudah dibudidayakan, dan jahe juga banyak manfaatnya. Orang-


orang mengenal jahe hanya dinikmati sebagai minuman yang dapat
menghangatkan tubuh, juga untuk menyedapkan masakan. Padahal,
jahe banyak dipakai untuk mengobati berbagai masalah perut, seperti
muntah, perut yang sakit, mual, diare, perut kembung, dan bisa untuk
mengatasi hilangnya nafsu makan. Selain itu, jahe bisa digunakan juga
sebagai herbal untuk mengatasi nyeri otot, batuk bronkitis, dan
ISPA/infeksi saluran pernapasan akut.
4. Kencur

Kencur bisa untuk


mengobati seperti : influenza, batuk/serak di
tenggorokkan, masuk angin, kaki keseleo, mengobati
perut yang mulas, maag lambung, diare, sakit kepala.
Kencur juga bisa untuk merdukan suara apabila akan
bernyanyi.

5. Temulawak
Rimpang temulawak sejak dulu sampai sekarang, dipakai untuk
mengobati diare, sakit kuning, perut kembung, maag, dan badan pegal-
pegal. Temulawak juga mengandung antioksidan yang bisa mencegah
penggumpalan darah. Komposisi yang terkandung di dalam temulawak
terdapat minyak atsiri dan kurkumin yang berfungsi untuk anti-radang.

6. Kapulaga
Kapulaga adalah tanaman keluarga yang bisa diolah menjadi campuran
jamu dan obat-obatan herbal tradisional. Bagian yang digunakan adalah
akar, buah, dan batangnya. Khasiat dari biji kapulaga bisa untuk
melancarkan sirkulasi darah dan menormalkan tekanan darah tinggi
sehingga cocok untuk penderita hipertensi. Kapulaga juga mempunyai
sifat diuretik yang bisa melancarkan pengeluaran urin/air kencing
sehingga baik untuk ginjal.

7. Jeruk Nipis

Jeruk nipis mengandung banyak vitamin C dan asam sitrat. Jeruk nipis
biasa digunakan untuk menyedapkan masakan, dibikin minuman, bahan
pembuat asam istirahat, dan untuk campuran jamu.
Jeruk Nipis merupakan tanaman keluarga dapat dijadikan herbal alami
untuk pengobatan seperti : meluruhkan dahak, mengobati batuk, meluruhkan
kencing dengan sifat diuretiknya berikut keringat, serta mendukung proses
pencernaan bekerja lebih baik. Selain itu, jeruk nipis juga bisa dimanfaatkan
untuk mengobati ambeien, amandel, anyang-anyangan, batu ginjal, batuk
disertai influenza, demam, difteri, vertigo, radang tenggorokan, panu, pegal
linu, sakit gigi, dan tekanan darah tinggi.

8. Mahkota Dewa

Mahkota dewa termasuk


dalam tanaman obat keluarga di dalamnya mengandung berbagai
senyawa kimia. Mahkota dewa bermanfaat sebagai tanaman obat untuk
mengatasi penyakit stroke, rematik, gula tinggi (diabetes), sakit jantung,
hipertensi, kanker, bekas gigitan binatang buas, kutil, ganglion, muntah
darah, demam berdarah, keseleo, gangguan haid, dan lain sebagainya.

9. Kunyit
Kunyit berguna untuk menyedapkan masakan, misalnya untuk masak
opor, gulai, nasi kuning dan lain sebagainya. Namun kunyit adalah
tanaman obat keluarga, karena digunakan untuk memelihara kondisi
tubuh agar tidak mudah sakit.

Di beberapa penelitian kunyit dipakai untuk mengobati rasa gatal,


membunuh virus, mencegah depresi, menurunkan tekanan darah tinggi,
menurunkan panas/demam, menghilangkan bau badan, diare,
penambah stamina, obat radang tenggorokkan dan gusi, dan juga sakit
saat menstruasi.

10. Daun Jambu Biji


Daun jambu biji bisa bermanfaat juga dalam hal menyembuhkan
penyakit. Seperti menanggulangi masalah diare. Untuk itu, segera petik
daun jambu biji bila Anda sedang diare dengan cara di remas-remas d
ambil airnya, atau daun jambu biji muda di cuci kemudian di kunyah.
Pasti diare akan sembuh dengan obat tradisional ini.

11. Daun Pacar Cina

Daun pacar cina dihasilkan dari pohon kecil yang bisa tumbuh hingga
ketinggian 6 meter. Pacar cina banyak ditanam dengan sengaja di
pekarangan rumah atau tumbuh liar di lahan-lahan yang mendapat
cukup sinar matahari. Daunnya yang mempunyai bentuk bulat telur
sungsang dan lonjong ini mempunyai sifat kimia berupa rasa pedas,
manis, dan netral.

Daun pacar cina mengandung garam-garam mineral, alkaloid, minyak


atsiri, dan damar. Bagian daun, bunga, dan batang pada tanaman pacar
cina (yang lebih sering bagian daunnya) bisa dioleh menjadi tanaman
obat keluarga untuk menyembuhkan beberapa penyakit seperti luka
memar, bisul, dan haid berlebihan. Bagian bunganya bisa untuk
mengatasi perut kembung, batuk, pusing, dan sulit menelan.

12. Daun Kelor


Daun kelor adalah tumbuhan dari suku Moringaceae yang
mempunyai bentuk bulat seperti telur, ukurannya kecil-kecil,
bertumpuk majemuk dalam satu tangkai, biasa digunakan untuk
membuat sayur atau obat. Daun kelor yang termasuk dalam macam-
macam tanaman obat keluarga ini dianjurkan oleh WHO, organisasi
kesehatan dunia untuk dikonsumsi oleh bayi dan anak-anak pada usia
pertumbuhan dikarenakan mengandung banyak sekali vitamin dan
mineral.

13. Jinten Hitam

Jintan atau jinten hitam adlaah tumbuhan herbal yang dikenal


dengan nama lain Habbatusauda. Tanaman obat keluarga yang satu ini telah
lama digunakan oleh umat Muslim karena memang dianjurkan oleh Nabi
Muhammad SAW. Maka tidak heran, bila habbatasauda sangat dicari di
negara-negara timur tengah seebagai media pengobatan.
Jinten hitam sendiri sudah diteliti dan dilaporkan memberi manfaat
pada bidang farmasi untuk banyak jenis pengobatan seperti anti-bakteri, anti-
jamur, analgesik, anti-radang, anti-maag, anti-hipertensi, antivirus, asma,
alergi, gangguan imun, masalah pada saluran pencernaan, diabetes, kanker
usur besar, dan epilepsi. Perlu juga ketahui bahwasanya jinten hitam
memberikan beberapa efek samping sehingga pengonsumsiannya harus
dibawah pantauan ahli pada dosis yang dianjurkan.

14. Kumis Kucing

Kumis kucing telah diyakini sejak lama oleh penduduk Asia sebagai tanaman
obat tradisional keluarga yang bisa mengobati penyakit yang berkaitan dengan
ginjal. Tanaman kumis kucing yang bisa tumbuh pada daerah beriklim tropis
dan subtropis ini mengandung beberapa zat aktif seperti rosmarinic acid,
flavonoid, lipophilic, sinensetin, orthosiphol, dan orthosiphon.

Tanaman kumis kucing diambil bagian daunnya untuk dijadikan bahan


peluruh batu ginjal. Hal tersebut dapat dilakoni oleh daun kumis kucing karena
mempunyai sifat diuretik dengan meluruhkan atau membersihkan saluran
kencing. Selain itu, kandungan zat aktif di dalam kumis kucing juga dapat
menyembuhkan penyakit asam urat, hipertensi, diabetes, dan beberapa
penyakit lain meski dikonsumsi mandiri atau dicampur dengan macam-macam
tanaman obat keluarga lainnya.
15. Brotowali

Brotowali adalah tanaman obat tradisional yang tempat pertumbuhannya


terbilang fleksibel. Keberadaan brotowali ada di berbagai daerah di nusantara,
mulai dari Jawa, Bali, hingga ke Ambon. Brotowali banyak digunakan sebagai
bahan dasar pembuatan jamu atau bisa juga diolah menjadi bahan dasar
pembuatan obat tradisional.

Brotowali mempunyai sifat analgesik, alkaloid, antipiretik, antineoplastik,


antidiabetik, antioksidan, antidepresan, antiporotik, anti-alergi, dan imunologi.
Keseluruhan sifat tersebut menjadikan brotowali sebagai tanaman obat
keluarga yang serbaguna, bisa dipakai untuk memenyembuhkan luka,
menyembuhkan penyakit kulit, mengontrol gula darah, menurunkan panas
demam, menyembuhkan nyeri rematik, menghilangkan gatal, menyembuhkan
malaria, dan mengobati diare.
Sekian Terimakasih...

Rabu, 14 Maret 2018 