Anda di halaman 1dari 4

Pengertian Difusi dan Disolusi

Difusi adalah:

Difusi merupakan istilah yang menggambarkan proses perpindahan zat-zat ataupun partikel
dari satu bagian wilayah ke bagian wilayah lainnya yang memiliki perbedaan konsentrasi.

Pengertian Difusi adalah


proses perpindahan ataupun mengalirnya suatu zat dalam pelarut dari bagian berkonsentrasi
tinggi ke bagian yang berkonsentrasi rendah.

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Kecepatan Difusi


Berikut merupakan beberapa faktor yang mempengaruhi tingkat kecepatan terjadinya difusi :
1. Ukuran Partikel
Faktor utama yang paling mempengaruhi tingkat kecepatan difusi adalah ukuran partikel.
Seperti yang kita ketahui bersama, semakin besar ukuran sebuah partikel, maka sulit pula
partikel tersebut untuk dipindahkan. Nah, dalam proses terjadi nya difusi, ukuran partikel
juga berbanding lurus dengan tingkat kecepatan proses difusi (semakin besar ukuran partikel,
maka semakin lama pula waktu yang diperlukan dalam proses terjadinya difusi).
2. Ketebalan Membran
Faktor yang mempengaruhi kecepatan difusi yang kedua adalah ketebalan membran sel.
Seperti yang telah dijelaskan di atas, difusi merupakan proses perpindahan zat ataupun
partikel dari satu bagian berkonsentrasi tinggi ke bagian berkonsentrasi rendah. Nah, dalam
proses perpindahan ini, zat yang akan berpindah biasanya akan melewati membran tertentu.
Sama seperti halnya ukuran partikel, ketebalan membran juga berbanding lurus dengan
kecepatan terjadinya difusi (semakin tebal membran, maka semakin banyak pula waktu yang
dibutuhkan dalam proses difusi).
3. Luas Suatu Area
Faktor ketiga yang mempengaruhi kecepatan difusi adalah luas suatu area. Semakin luas
ukuran area terjadinya difusi, maka semakin luas pula bagian yang dapat bersinggungan.
Dampaknya, proses perpindahan zat pun berlangsung dengan lebih cepat.
4. Jarak
Faktor keempat yang mempengaruhi kecepatan difusi adalah jarak antara dua konsentrasi
tempat terjadinya difusi. Sama seperti halnya perpindahan normal, semakin jauh jarak
konsentrasi yang perlu ditempuh dalam perpindahan partikel, maka semakin lama pula waktu
yang dibutuhkan oleh partikel tersebut untuk berpindah dari satu konsentrasi ke konsentrasi
lainnya.

5. Suhu
Faktor terakhir yang juga tidak kalah berpengaruh terhadap kecepatan proses difusi adalah
suhu. Untuk bergerak dengan lebih cepat, partikel biasanya membutuhkan energi yang besar.
Dan salah satu sumber energi adalah panas, sehingga dalam kondisi suhu yang tinggi proses
difusi dapat berlangsung dengan lebih cepat dari kondisi normalnya.
ALAT DIFUSI
1. Mortar
2. Beker glas
3. Pipet
4. Gelas ukur
5. Timbangan analitik
6. Kertas perkamen
7. Spatula
8. Sudip
9. Tisu
10. Flow through
11. Kertas whatman
Menurut hukum difusi FICK ,molekul obat berdifusi dari daerah dengan konsentrasi obat
tinggi ke daerah konsentrasi obat rendah.
Dq/dt=DKA/h x{ Cs-C}
Keterangan :
Dq/dt= laju difusi
K= koefisien difusi
A=luas permukaan membran
H= tebal memban
Cs-C = perbedaan konsentrasi obat pembawa dan medium.

DISOLUSI ADALAH:
1. Proses molekul obat yang dibebaskan dari fase padat dan memasuki fase larutan.
Suatu ukuran yang menyatakan banyaknya suatu zat dalam pelarut tertentu tiap satuan
waktu.

FAKTOR YANG MEMPENGARUHI DISOLUSI

1. Sifat fisika kimia bahan :


-bentuk ion dan anion ; garam elektrolit lemah lebih larut air dibanding asam atau
basa sehingga disolusi lbh cepat.
Obat yg basa lemah akan lebih cepat terdisolusi di lambung drpada di usus ,begitu
pula sebaliknya.Ph Medium
-ukuran partikel ; semakin kecil semakin cepat terdisolusi
-bentuk kristal ; obat dlm bentuk kristal lebih lambat drpada amorf karena lebih
banyak energi yg diperlukan untuk memecah kristal.
-kompleks obat; pembentukan komplek lebih cepat terdisolusi tapi terkadang tdk
efisien pada absorbsi.
2.Faktor formulasi,
3.Faktor fisiologi manusia
4. Kecepatan pengadukan, jika pengadukan cepat maka disolusisi semakin cepat
5.Suhu medium
6.pH medium
7.Viskositas medium
8.Tegangan permukaan antara bahan obat dengan medium disolusi,{penambahan
surfactan}
9.Faktor teknik pembuatan.

ALAT UJI DISOLUSI

1. Wadah tertutup dari kaca atau bahan transparan,lebih dianjurkan wadah disolusi
berbentuk silinder dengan dasar stengah bola.
2. Dayung yg terdiri dari daun [propellor]
3. Rangkaian labu kaca rata berbentuk silinder
4. Wadah dan pompa untuk media disolusi,tangas air
5. Dayung diatas cakram
6. Cakram turun naik.

Penentuan disolusi dapat dilakukan menurut persamaan Noyes – Whitney sbb :

Dq/dt= D-A/h x [ Cs –C]

Keterangan :
Dq/dt = kecepatan disolusi
D = koefisien difusi bahan terlarut dalam medium disolusi
A = luas permukaan efektif
H = tebal lapisan difusi
Cs =kelarutan bahan aktif dari medium
C = konsentrasi bahan terlarut dalam medium disolusi

HUBUNGAN UJI DIFUSI DAN DISOLUSI DALAM BIDANG FARMASI

1. Sebagai alat utama untuk memantau konsistensi dan stabilitas produk


2. Pengembangan formulai kontrol kwalitas obat
3. Teknik cepat dan murah untuk memprediksi penyerapan obat in vivo suatu sediaan
obat.
4. Uji disolusi memberikan gambaran perubahan jumlah zat aktif yg terlarut di dalam
medium.
5. Untuk memperoleh parameter kinetik transpor obat melalui membran usus,serta
mempelajari penngaruh komponen penyusun sediaan terhdap profil transpor obat.
6. Untuk mengevaluasi sistem penghantar obat yang sedang berkembang yaitu SNEEDS
Self Nano Emulsifying Drug Delivery System adalah campuran isotonik
minyak,surfactan,dan ko-surfactan dalam bentuk emulsi minyak.