Anda di halaman 1dari 8

1

RINGKASAN

Dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan seorang guru tidak hanya

memiliki jenjang pendidikan yang tinggi tetapi dituntut untuk menciptakan suatu

pembelajaran yang kreatif dan inovatif, karena salah satu masalah dalam

pembelajaran adalah masih rendahnya daya serap peserta didik. Model pembelajaran

inkuiri cocok diterapkan pada siswa kelas IV pada tema 1 indahnya kebersamaan sub

tema 4 bangga pada budayaku. Siswa sangat antusias dalam mengikuti model

pembelajaran inkuiri membuat makanan tradisional terbukti dari aktivitas siswa yang

hampir semua siswa mengajungkan tangan untuk mengajukan pertanyaan kepada

kelompok yang mempersentasekan hasil percobaannya.


2

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

Guru tidak harus berdiam diri ketika siswa sedang belajar tetapi peran guru

harus bisa membimbing, mengarahkan materi pelajaran sehingga siswa lebih banyak

memahami aktivitas belajar dari sisi konsep serta kemanfaatannya dalam kehidupan

sehari-hari maupun dalam belajar yang aktif dan kreatif. Menurut Sanjaya (2009)

kualitas pengajaran di sekolah sangat ditentukan oleh guru. Bahwa guru adalah

komponen yang sangat menentukan implementasi suatu model pembelajaran.

Keberhasilan pendidikan sangat ditentukan oleh peranan guru pada proses

pembelajaran yang menerapkan model pembelajaran sesuai karakteristik siswa.

Menurut Suyatno (2009) prinsip pembelajaran inovatif yang dapat digunakan dalam

pelaksanaan proses pembelajaran antara lain: berpusat pada siswa, berbasis masalah,

terintegrasi, berbasis masyarakat, memberikan pilihan, tersistem, dan berkelanjutan.

Permasalahan dalam proses belajar mengajar di MIN Urung Kompas antara

lain siswa masih pasif; masih banyak guru mementingkan menghafal dari-pada

memahami suatu konsep materi; guru masih mendominasi kegiatan pembelajaran

dikelas, Siswa hanya duduk, diam, mendengarkan penjelasan guru. Tidak ada

komunikasi interaktif antar guru dan siswa. Salah satu upaya untuk mengatasi

permasalahan tersebut perlu dikembangkan iklim belajar yang konstruktif bagi

berkembangnya potensi kreatif siswa sehingga lahir gagasan baru dalam

pembelajaran; harus menciptakan suasana belajar yang menyenangkan bagi peserta


3

didiknya sedangkan peserta didik harus selalu berusaha melakukan kegiatan yang

lebih banyak daripada guru.

Model pembelajaran inkuiri diyakini cocok diterapkan sebagai solusi karena

model pembelajaran inkuiri merupakan pembelajaran yang menekankan siswa untuk

berpikir kritis, kreatif, dan percaya diri sesuai dengan tujuan pembelajaran tema 1

indahnya kebersamaan sub tema 4 bangga pada budayaku sehingga siswa tidak

menjadi pakum dan bosan selama mengikuti proses pembelajaran.

Menurut (Uno, 2008) Inkuiri merupakan suatu pendekatan mengajar

mengggunakan langkah-langkah ilmiah dan dapat menjadi model pengajaran yang

sangat efektif dalam meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa. Beberapa hasil

penelitian penggunaan model inkuiri yaitu Harahap, R. (2017); Maryem (2017);

Wijayanthi, dkk (2014); Putra, A, dkk (2014); Ernawati, S, dkk. (2014); dan

Hendarwati (2013) menyatakan bahwa pembelajaran menggunakan model inkuiri

dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa.

B. Tujuan dan Manfaat

Tujuan rekayasa ide ini untuk mengetahui peranan model pembelajaran

inkuiri terhadap peningkatan aktivitas siswa tema 1 indahnya kebersamaan sub tema

4 bangga pada budayaku. Adapun manfaat pembelajaran dengan model inkuiri

diharapkan siswa mampu mendeskripsikan dan menggali informasi secara lengkap

semua fakta hasil pengamatan.


4

BAB II

KERANGKA PEMIKIRAN/GAMBARAN UMUM

Model pembelajaran inkuiri menekankan kepada proses mencari dan

menemukan. Materi pelajaran tidak diberikan secara langsung. Peran siswa dalam

model ini adalah mencari dan menemukan sendiri materi pelajaran, sedangkan guru

berperan sebagai fasilitator dan pembimbing siswa untuk belajar (Sanjaya, 2009).

Model pembelajaran inkuiri merupakan rangkaian kegiatan pembelajaran yang

menekankan pada proses berpikir kritis dan analitis untuk mencari dan menemukan

sendiri jawaban dari suatu masalah yang dipertanyakan.

Pengajaran berdasarkan inkuiri adalah suatu model yang berpusat pada siswa

di mana kelompok-kelompok siswa dihadapkan pada suatu persoalan atau mencari

jawaban terhadap pertanyaan-pertanyaan di dalam suatu prosedur dan struktur

kelompok yang digariskan secara jelas (Hamiyah dan Jauhar, 2014). Berdasarkan

definisi-definisi di atas, dapat disimpulkan bahwa inkuiri merupakan suatu proses

yang ditempuh siswa untuk memecahkan masalah, merencanakan eksperimen,

melakukan eksperimen, mengumpulkan dan menganalisis data, dan menarik

kesimpulan. Jadi, dalam model inkuiri ini siswa terlibat secara mental maupun fisik

untuk memecahkan suatu permasalahan yang diberikan guru. Dengan demikian,

siswa akan terbiasa bersikap seperti para ilmuwan sains, yaitu teliti, tekun/ulet,

objektif/jujur, kreatif, dan menghormati pendapat orang lain.


5

BAB III

METODE PELAKSANAAN

1. Guru menjelaskan topik, tujuan, dan hasil belajar yang diharapkan dapat dicapai

oleh siswa. Guru menjelaskan pokok-pokok yang harus dilakukan oleh siswa

untuk mencapai tujuan. Memberikan motivasi belajar siswa dengan menjelaskan

pentingnya topik dan kegiatan belajar.

2. Guru menyajikan persoalan yang menantang siswa untuk berpikir memecahkan

masalah berupa jawaban dari persoalan dan guru mendorong siswa untuk mencari

jawaban yang tepat. Masalah dirumuskan sendiri oleh siswa.

3. Guru memberikan kesempatan bagi tiap siswa untuk curah pendapat dalam

membentuk hipotesis. Guru membibing siswa dalam membuat hipotesis yang

relevan dengan permasalahan dan memprioritaskan hipotesis mana yang menjadi

prioritas penyelidikan.

4. Guru menugaskan siswa mulai melakukan percobaan membuat makanan

tradisional dan mencatat hasil percobaan; Guru menugaskan masing-masing

kelompok untuk membuat rangkuman dari data yang diperoleh selama melakukan

percobaan dan guru memberikan kesempatan pada tiap kelompok untuk

menyampaikan hasil percobaan.

5. Guru mengembangkan kemampuan berpikir rasional siswa atas jawaban yang

diberikan bukan hanya berdasarkan argumentasi akan tetapi didukung oleh data

yang ditemukan dan dapat dipertanggungjawabkan.

6. Guru membimbing siswa dalam membuat kesimpulan berdasarkan hasil pengujian

hipotesis
6

BAB IV
PEMBAHASAN

Aktivitas siswa kelas IV-A MIN Urung Kompas selama pembelajaran tema 1
indahnya kebersamaan sub tema 4 bangga pada budayaku.

Siswa melakukan percobaan membuat makanan tradisional

Guru mencicipi dan menilai makanan tradisional hasil percobaan siswa

Siswa diajak berpikir kritis untuk mempertanyakan fakta-fakta hasil inkuiri (temuan)
Siswa menggali informasi dengan membaca buku relevan, dan mempersentasikan hasil
inkuiri tentang makanan tradisional
7

BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN

Kesimpulan

Model inkuiri adalah model pembelajaran yang mampu mengakomodasi

keterlibatan siswa dalam pembelajaran (student centre). Dari kegiatan yang dilakukan

disimpulkan bahwa siswa sangat antusias dan kooperatif dalam mengikuti

pembelajaran. Manfaat yang didapat siswa selama pembelajaran membuat makanan

tradisional yaitu siswa lebih mengenal dan mengetahui komposisi berbagai macam

makanan tradisional.

Saran

Kepada rekan tenaga pendidik yang berminat menerapkan model

pembelajaran ini pada tema yang berbeda disarankan dalam menerapkan model

pembelajran inkuiri ini harus dipahami terlebih dahulu karakteristik materi /tema

pembelajaran karena tidak semua materi pembelajaran sesuai dengan model

pembelajaran tertentu.

Kepada siswa selama mengikuti kegiatan pembelajaran model inkuiri

diharapkan lebih kondusif agar tujuan pembelajaran tercapai secara maksimal.


8

DAFTAR PUSTAKA

Hamiyah N dan Jauhar, M. (2014) Strategi Belajar Mengajar di Kelas. Jakarta :


Prestasi Pustaka Publisher.

Sanjaya, W. 2009. Strategi Pembelajaran Berorientasi Standart Proses Pendidikan.


Jakarta: Kencana.

Suyatno. 2009. Menjelajah Pembelajaran Inovatif. Surabaya: Masmedia Buana


Pustaka.

Uno, H. 2008. Model Pembelajaran Menciptakan Proses Belajar Mengajar Yang


Kreatif dan Efektif. Jakarta: Bumi Aksara.

Anda mungkin juga menyukai