Anda di halaman 1dari 4

TOD (TRANSIT ORIENTED DEVELOPMENT)

Transit Oriented Development (TOD) menjadi salah satu bentuk perencanaan kota yang terintegrasi dengan
memaksimalkan akses ke transportasi umum dengan memperhatikan jarak dan waktu tempuh yang nyaman bagi
masyarakat untuk melakukan aktifitas kerja dan lainnya.

Konsep Transit Oriented Development (TOD) akan sangat berpengaruh dalam menurunkan kebutuhan untuk
mengemudi dan konsumsi energi hingga 85%, dimana konsep ini sangat memerhatikan jaringan transportasi masal
termasuk perencanaan untuk pejalan kaki atau sepeda. TOD dapat diterapkan tidak hanya untuk sebuah kota yang
mempunyai kepadatan tinggi dengan aktifitas perdagangan dan bisnis yang tinggi juga.

Banyak kota-kota baru yang dibuat setelah Perang Dunia II di Jepang, Swedia, dan Prancis, menerapkan konsep
TOD. Pengembangan TOD sangat maju dan telah menjadi tren di kota-kota besar khususnya di kawasan kota besar
seperti Tokyo di Jepang, Seoul di Korea, Hongkong, Singapura, serta beberapa kota di Amerika Serikat dan Eropa
yang memanfaatkan kereta api kota. Seluruh wilayah kota Paris memiliki stasiun metro dengan jangkauan tidak
lebih dari 500 meter dari fasilitas sistem penyewaan sepeda dan mobil (Velib dan Autolib) untuk memudahkan
perjalanan lanjutan.

Bahkan di New Jersey telah dibentuk Transit Village Initiative pada tahun 1999 yang menawarkan bantuan dan
hibah dana tahunan USD1 juta untuk kota manapun yang membangun kotanya dengan mempertimbangkan
manajemen stasiun dan pemanfaatan lahan kota yang optimal serta komitmen pembangunan hunian yang terjangkau
yang terintegrasi dengan TOD.

Di Asia, khususnya di Hongkong pada pertengahan abad ke-20, tidak ada kereta api dibangun. Namun, dalam
beberapa dekade terakhir, Hong Kong telah mulai memiliki beberapa TOD, di mana kereta api yang dibangun
bersamaan dengan pembangunan perumahan di atas atau di sekitarnya.
Karenanya pembangunan TOD tidak hanya mengatur bagaimana sebuah jaringan kereta api dibuat melainkan juga
berpengaruh pada komposisi dan penyediaan hunian bagi masyarakat semua kalangan dalam sebuah kota untuk
mengurangi biaya transportasi bagi para karyawan yang bekerja disana.

Selain di Jakarta dengan pertumbuhan kendaraan yang semakin meningkat, maka konsep TOD sangat krusial dan
strategis untuk direalisasikan. Perencanaan konsep ini saat ini juga terjadi di beberapa wilayah di pinggiran Jakarta
dengan memperluas akses masyarakat untuk menggunakan kereta api untuk pulang pergi ke tempat kerja yang saat
ini sebagian besar masih bekerja di Jakarta.

Lokasi seperti Bekasi, Tangerang, dan Bogor relatif telah memiliki jaringan akses kereta api namun belum
sepenuhnya menerapkan konsep TOD dengan pertimbangan jarak dan waktu tempuh yang ada. Keterhubungan
pusat transit ke kawasan perumahan dan tempat kerja serta aktifitas lainnya memerlukan perhatian pemerintah
karena pada saatnya Jakarta akan semakin melebar menjadi Greater Jakarta yang membutuhkan integrasi antar
jaringan yang baik untuk menghindari kemacetan yang saat ini semakin tinggi.

Radius TOD

Sebuah perencanaan TOD biasanya memiliki pusat dengan stasiun transit atau stop (stasiun kereta api, stasiun bis,
MRT, atau media transportasi lainnya), dikelilingi oleh perkembangan kota yang tinggi dengan radius pelayanan
400 sampai 800 m dari berhenti transit.

Radius ini dianggap sebagai radius yang nyaman bagi masyarakat yang menggunakan akses transportasi mulai dari
pusat transit ke beberapa fasilitas kerja dan pendukung.
JAKARTA TOD

Dalam beberapa tahun ke depan, Jakarta akan memiliki jalur MRT (Mass Rapid Transit) modern pertama yang akan
menggunakan pendekatan memaksimalkan pemanfaatan lahan di sekitar stasiun untuk pengembangan properti
dengan kepadatan tinggi. MRT Jakarta yang berbasis rel rencananya akan membentang ±110,8 km, yang terdiri dari
Koridor Selatan–Utara (Koridor Lebak Bulus-Kampung Bandan) sepanjang ±23,8 km dan Koridor Timur–Barat
sepanjang ±87 km.

Pembangunan koridor Selatan-Utara dari Lebak Bulus– Kampung Bandan dilakukan dalam 2 tahap:

- Tahap I yang akan dibangun terlebih dahulu menghubungkan Lebak Bulus sampai dengan Bundaran HI sepanjang
15,7 km dengan 13 stasiun (7 stasiun layang dan 6 stasiun bawah tanah) ditargetkan mulai beroperasi pada 2018.

- Tahap II akan melanjutkan jalur Selatan-Utara dari Bundaran HI ke Kampung Bandan sepanjang 8,1 km yang akan
mulai dibangun sebelum tahap I beroperasi dan ditargetkan beroperasi 2020.

Koridor Timur-Barat saat ini sedang dalam tahap studi kelayakan. Koridor ini ditargetkan paling lambat beroperasi
pada 2024 - 2027

PT Mass Rapid Transit Jakarta secara mayoritas dimiliki oleh Pemprov DKI Jakarta. Berdiri pada tanggal 17 Juni
2008, PT MRT Jakarta memiliki ruang lingkup kegiatan untuk pengusahaan dan pembangunan prasarana dan sarana
MRT; Operation and Maintenance (O&M); serta pengembangan dan pengelolaan properti/bisnis di stasiun dan
kawasan sekitarnya, serta Depo dan kawasan sekitarnya.

Sesungguhnya rencana pembangunan MRT di Jakarta sudah dirintis sejak tahun 1985. Namun saat itu proyek MRT
belum dinyatakan sebagai proyek nasional. Pada tahun 2005, Presiden Republik Indonesia menegaskan bahwa
proyek MRT Jakarta merupakan proyek nasional. Berangkat dari kejelasan tersebut, maka Pemerintah Pusat dan
Pemprov DKI Jakarta kemudian mulai bergerak dan saling berbagi tanggung jawab. Pencarian dana pinjaman
disambut oleh Pemerintah Jepang yang bersedia memberikan dana pinjaman.

Pada 28 November 2006, penandatanganan persetujuan pembiayaan Proyek MRT Jakarta dilakukan oleh Gubernur
Japan Bank for International Cooperation (JBIC) Kyosuke Shinozawa dan Duta Besar Indonesia untuk Jepang
Yusuf Anwar. JBIC pun mendesain dan memberikan rekomendasi studi kepada Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
Telah disetujui pula kesepakatan antara JBIC dan Pemerintah Indonesia untuk menunjuk satu badan menjadi satu
pintu pengorganisasian penyelesaian proyek MRT ini. JBIC kemudian melakukan merger dengan Japan
International Cooperation Agency (JICA). JICA bertindak sebagai tim penilai dari JBIC selaku pemberi pinjaman.
Konstruksi dimulai Oktober 2013 dan direncanakan selesai 2018.