Anda di halaman 1dari 5

C.

Pengumpulan data
1. Jenis data
a. Data pendukung adalah data sasaran :
1) Sasaran ibu hamil
Rumus mencari sasaran Ibu hamil :
CBR x 1,1 x Jumlah Penduduk
Diketahui CBR provinsi Bengkulu tahun 2012 : 0,018
2) Sasaran ibu bersalin
Cara mencari sasaran ibu bersalin :
1,05 x CBR x Jumlah Penduduk
3) Sasaran ibu nifas
Jumlah sasaran ibu nifas sama dengan jumlah sasaran ibu bersalin.
4) Sasaran bayi
Jumlah sasaran :
CBR x Jumlah Penduduk
5) Sasaran ibu hamil, bersalin dan nifas dengan faktor risiko/ komplikasi
Ibu hamil = 20 % x Jumlah sasaran ibu hamil
Ibu bersalin = 20 % x Jumlah sasaran ibu bersalin
Ibu nifas = 20 % x Jumlah sasaran ibu nifas
6) Sasaran anak Balita
Rumus sasaran :
9.1% x Jumlah Penduduk
7) Sasaran PUS
Rumus sasaran : 18% x Jumlah penduduk
b. Data pelayanan :
1) Jumlah K1
2) Jumlah K4
3) Jumlah persalinan yang ditolong oleh tenaga kesehatan
4) Jumlah ibu nifas yang dilayani 3 kali (KF 3) oleh tenaga kesehatan
5) Jumlah neonatus yang mendapatkan pelayanan kesehatan pada umur 6-48 jam
6) Jumlah neonatus yang mendapatkan pelayanan kesehatan lengkap (KN lengkap)
7) Jumlah ibu hamil, bersalin dan nifas dengan faktor risiko/ komplikasi yang di deteksi
oleh masyarakat
8) Jumlah kasus komplikasi obstetri yang ditangani
9) Jumlah neonatus dengan komplikasi yang ditangani
10) Jumlah bayi 29 hari – 12 bulan yang mendapatkan pelayanan kesehatan sedikitnya
4 kali
11) Jumlah bayi 12-59 bulan yang mendapatkan pelayanan kesehatan sedikitnya 8 kali
12) Jumlah anak balita sakit yang mendapatkan pelayanan kesehatan sesuai standar
13) Jumlah peserta KB aktif
c. Sumber data
1) Register kohort ibu
2) Register kohort bayi
3) Register kohort anak balita
4) Register kohort KB
5) Data desa (Data dasar jumlah penduduk, geografis, Jumlah RT, jumlah KK yang
mempunyai kartu KS, Jamsostek, Askes dan lain-lain)

D. Indikator Pemantauan
1. Akses Pelayanan Antenatal (cakupan K1)
adalah cakupan ibu hamil yang pertama kali mendapat pelayanan antenatal oleh
tenaga kesehatan disuatu wilayah kerja pada kurun waktu tertentu
Rumus perhitungan = Jumlah cakupan K1 x 100 %
sasaran ibu hamil

2. Cakupan pelayanan ibu hamil ( cakupan K4)


adalah cakupan ibu hamil yang telah memperoleh pelayanan antenatal sesuai
dengan standar (4 x selama kehamilan) pada trimester 3 disuatu wilayah kerja pada
kurun waktu tertentu.
Rumus perhitungan = Jumlah cakupan K4 x 100 %
sasaran ibu hamil

3. Cakupan persalinan oleh tenaga kesehatan (Pn)


adalah cakupan ibu bersalin yang mendapat pertolongan persalinan oleh tenaga
kesehatan yang dimiliki kompetensi kebidanan di suatu wilayah kerrja dalam kurun
waktu tertentu.
Rumus perhitungan : Jumlah K4 x 100%
sasaran bulin

4. Cakupan pelayanan nifas oleh tenaga kesehatan (KF3)


adalah cakupan pelayanan kepada ibu pada masa 6 jam sampai dengan 42 hari
pasca bersalin sesuai standar paling sedikit 3 kali, dengan distribusi waktu :
a) 6 jam sd hari ke 3 (KF1)
b) hari ke 4 sd hari ke 28 (KF2)
c) hari ke 29 sd hari ke 42 (KF3)
setelah bersalin di suatu wilayah kerja pada kurun waktu tertentu.
Rumus perhitungan : Jumlah KF3 x 100%
sasaran ibu nifas

5. Cakupan pelayanan neonatus pertama ( KN 1)


Adalah cakupan neonatus yang mendapatkan pelayanan sesuai standar pada 6-48
jam setelah lahir di suatu wilayah kerja pada kurun waktu tertentu.
Rumus perhitungan : Jumlah KN 1 x 100%
sasaran bayi

6. Cakupan pelayanan kesehatan neonatus 0-28 hari (KN lengkap)


adalah cakupan neonatus yang mendapatkan pelayanan sesuai standar paling
sedikit 3x dengan distribusi waktu 1 x pada 6-48 jam, 1x pada hari ke 3 – hari ke 7
dan 1 x pada hari ke 8 – hari ke 28 setelah lahir disuatu wilayah kerja pada kurun
waktu tertentu.
Rumus yang digunakan : Jumlah KN lengkap x 100 %
sasaran bayi

7. Deteksi faktor risiko dan komplikasi oleh masyarakat


adalah cakupan ibu hamil dengan faktor resiko atau komplikasi yang di temukan
oleh kader atau dukun bayi atau masyarakat serta dirujuk ke tenaga kesehatan di
suatu wilayah kerja pada kurun waktu tetentu.
indikator ini mengmbarkan peran serta dan keterlibatan masyarakat dalam
mendukung upaya peningkatan kesehatan ibu hamil, ibu bersalin dan nifas.
Rumus : Jumlah ibu hamil faktor resiko oleh masyarakat x 100%
sasaran bumil resiko
8. Deteksi Faktor risiko dan komplikasi oleh tenaga kesehatan
adalah cakupan ibu hamil dengan faktor risiko atau komplikasi yang di temukan oleh
bidan atau nakes lainnya.
Rumus : Jumlah bumil faktor risiko yang ditemukan oleh nakes x 100%
sasaran bumil risiko

9. Penanganan komplikasi obstetri


adalah cakupan penanganan komplikasi kebidanan yang ditangani oleh nakes.
Rumus : Jumlah ibu bersalin dengan komplikasi yang di tangani x 100%
sasaran ibu bersalin risiko

10. Cakupan penanganan komplikasi neonatus


adalah cakupan neonatus dengan komplikasi yang ditangani secara definitif oleh
tenaga kesehatan kompeten pada tingkat pelayanan dasar dan rujukan di suatu
wilayah kerja pada kurun waktu tertentu.
Penanganan definitif adalah pemberian tindakan akhir pada setiap kasus Komplikasi
neonatus yang pelaporannya dihitung 1x pada masa neonatus.
Kasus komplikasi yang di tangani adalah seluruh kasus yang ditangani tanpa melihat
hasilnya hidup atau mati
Rumus perhitungan : Jumlah neonatus dengan komplikasi x 100
15% x jumlah sasaran bayi

11. Cakupan pelayanan kesehatan Bayi 29 hari – 12 bulan (kunjungan Bayi)


adalah cakupan bayi yang mendapatkan pelyanan paripurna minimal 4 kali yaitu :
2) 1 x pada umur 29 hari – 2 bulan
3) 1 x pada umur 3 – 5 bulan
4) 1 x pada umur 6 – 8 bulan
5) 1 x pada umur 9 – 11 bulan
sesuai standar disuatu wilayah kerja pada kurun waktu tertentu.
Rumus yang di gunakan :
∑ bayi yang memproleh 4 x pelayanan kesehatan sesuai standar x 100%
Jumlah seluruh sasaran bayi disuatu wilayah kerja dalam 1 tahun
12. Cakupan pelayanan Balita (12 – 59 bulan)
adalah cakupan anak balita (12 – 59 bulan) yang memperoleh pelayanan sesuai
standar, meliputi pemantauan pertumbuhan minimal 8 x setahun, pemantauan
perkembangan minimal 2 x setahun, pemberian vitamin A 2 x setahun.
Rumus yang digunakan :
Jumlah anak balita yang memperoleh pelayanan sesuai standar x 100 %
Jumlah seluruh anak Balita di suatu wilayah kerja dalam 1 tahun

13. Cakupan pelayanan kesehatan anak balita sakit yang dilayani dengan MTBS
Adalah cakupan pelayanan kesehatan anak balita sakit yang dilayani dengan MTBS
Adalah cakupan anak balita (umur 12 – 59 bulan) yang berobat ke Puskesmas dan
mendapatkan pelayanan kesehatan sesuai standar ( MTBS) disuatu wilayah kerja
pada kurun waktu tertentu.
Rumus yang digunakan :
∑ Balita sakit yang memproleh pelayanan sesuai tatalaksana MTBS x 100%
Jumlah seluruh anak balita sakit yang berkunjung ke puskesmas di suatu
wilayah kerja dalam 1 tahun

14. Cakupan peserta KB aktif


Adalah cakupan peserta KB yang baru dan lama yang masih aktif menggunakan alat
dan obat kontrasepsi (alokon) dibandingkan dengan jumlah pasangan usia subur
disustu wilayah kerja pada waktu tertentu.
Rumus yang digunakan : Jumlah peserta KB aktif x 100 %

Jumlah seluruh PUS

Anda mungkin juga menyukai