Anda di halaman 1dari 1

Farhan Ghifari M

1506730022

Resume UIGS (Masa depan Industri Batubara di Indonesia serta peran Geologi &
Geofisika) 6 Maret 2017

Batubara merupakan salah satu jenis batuan sedimen yang terbentuk dari sisa-sisa
tumbuhan tingkat tinggi dan terbentuk melalui proses pembatubaraan (coalification). Tahap
pembatubaraan merupakan gabungan proses biologi, kimia, dan fisika yang terjadi karena
pengaruh pembebanan dari sedimen yang menutupinya, temperatur, tekanan, dan waktu terhadap
komponen organik dari gambut. Batubara merupakan sumberdaya yang murah dan mudah untuk
dilakukan eksplorasi dan eksploitasi.
Berdasarkan tingkat proses pembentukannya yang dikontrol oleh tekanan, panas dan waktu,
batubara umumnya dibagi dalam lima kelas, yaitu antrasit, bituminus, sub bituminus, lignit dan
gambut. Tingkat perubahan yang dialami batubara dari gambut sampai menjadi antrasit disebut
sebagai coalification dan memiliki hubungan yang penting dan hubungan tersebut disebagai ‘rank’
batubara. Semakin banyak kandungan karbon dan makin sedikit kandungan airnya , maka “rank”
batubara pun semakin tinggi.
Keberadaan batubara di Indonesia cukup melimpah, terutama di Kalimantan dan Sumatera.
Indonesia adalah salah satu produsen dan eksportir batubara terbesar di dunia. Berdasarkan
informasi yang disampaikan oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Indonesia,
cadangan batubara Indonesia diperkirakan habis kira-kira dalam 83 tahun mendatang apabila
tingkat produksi saat ini diteruskan.
Perpres Nomor 22 Tahun 2017 mengatur tentang RUEN (rencana umum energi nasional),
yaitu pedoman untuk memberi arah pengelolaan energi nasional guna mewujudkan kemandirian
energi dan ketahanan energi nasional untuk mendukung pembangunan nasional berkelanjutan.
Arah kebijakan energi ke depan berpedoman pada paradigma bahwa sumber daya energi tidak lagi
dijadikan sebagai komoditas ekspor semata, tetapi sebagai modal pembangunan nasional. Batubara
yang merupakan salah satu sumberdaya energi yang diekspor mulai dimanfaatkan sebagai modal
pembangunan nasional. CBM (Coal Bed Methane) yang merupakan adanya kandungan gas metana
dalam batubara pun mulai banyak digunakan akhir-akhir ini dan dinilai sebagai sumber alternatif
selain migas yang cadangannya sudah berkurang secara signifikan.
Karena batubara merupakan penyumbang polusi CO2 yang besar, berbagai upaya pun telah
dilakukan untuk mengurangi emisinya dan salah satunya yaitu CO2 sequestration. CO2
sequestration merupakan proses “penangkapan” CO2 di atmosfer dan kemudian “disimpan” di
bawah permukaan dalam waktu lama. Meksipun implementasinya di Indonesia masih kurang
maksimal, ke depannya diharapkan pemanfaaatan CO2 sequestration semakin dikembangkan
dalam upaya meminimalisasi emisi gas karbon.