Anda di halaman 1dari 3

Nama : MARYATI

NIM : 030290413
UPBJJ : Yogyakarta TUGAS 1
Perilaku Organisasi

1. Apa yang sebenarnya terjadi di perusahaan percetakan ini, jika dilihat dari aspek persepsi
karyawan?
 Tuntutan lembur dan menyelesaikan beban pekerjaan di luar jam kerja seringkali membuat
pekerja tertekan. Jam kerja yang berlebih jelas akan menyita waktu berkumpul bersama
keluarga dan istirahat. Ada yang memilih berhenti kerja karena jam kerja tak sesuai, tapi
banyak pula yang bertahan karena alasan ekonomi. Seorang karyawan dapat melakukan
kerja lembur dengan maksimal 14 jam dalam satu minggu (terhitung Senin hingga Jumat).
Lembur pada akhir minggu atau pada hari libur resmi memilik perhitungannya sendiri.
Beberapa perusahaan kadang mempekerjakan karyawannya lebih dari 14 jam lembur
namun hanya membayarkan upah lembur untuk 14 jam saja. Hal ini jelas tidak sesuai
dengan peraturan yang berlaku.Namun tidak semua karyawan yang lembur harus
mendapatkan upah lembur.
2. Apa yang harus dilakukan perusahaan untuk mencegah reaksi-reaksi negatif diatas?

 Pahami temperamen karyawan. Dengan mengenali karakter serta temperamen mereka


akan memudahkan untuk mengenal lebih dalam bagaimana karakter karyawan serta
mengatur karyawan dalam hal mengatur kinerja mereka.
 Menunjukkan sikap peduli. Perusahaan harus tanggap dengan permasalahan yang sedang
dihadapi karyawan dengan begitu karyawan akan merasa bahwa perusahaan memiliki
kepedulian terhadap karyawan.
 Heart to Heart. untuk mengatasi karyawan yang bermasalah adalah dengan mengajak
mereka untuk sharing atau berbicara dan berdiskusi dari hati ke hati dengan mereka secara
intens.

3. Mengapa ada sekelompok karyawan yang merasa tidak bahagia, dengan pendekatan teori
kebutuhan hierarkis?
 kebutuhan hirarki manusia, adalah: kebutuhan fisik atau bertahan hidup seperti makanan,
air, tidur, seksual-biologis, dan sebagainya. Selanjutnya adalah kebutuhan untuk merasa
aman seperti kesehatan, properti atau tempat berlindung, rumah, pekerjaan, dan
seterusnya. Kemudian ada kebutuhan untuk mencintai dan dicintai serta merasa diterima
sebagai bagian dari keluarga, persahabatan, dan kedekatan asmara. Lalu, yang perlu
diwaspadai oleh perusahaan dan atasan jika ingin para karyawannya tetap termotivasi
tinggi walau telah memenuhi ketiga tingkatan kebutuhan sebelumnya adalah kebutuhan
akan penghargaan. Sebagai manusia, para karyawan membutuhkan penghargaan atas
pencapaian-pencapaiannya, rasa saling hormat-menghormati, dan memiliki tingkat
kepercayaan diri yang tinggi.Keempat tingkat kebutuhan di atas adalah kelompok
kebutuhan defisiensi, dimana jika tidak terpenuhi bisa dipastikan akan menjadi
demotivator yang menjatuhkan tingkat motivasi siapapun yang merasa keempat
kebutuhan defisiensi ini tak sepenuhnya terpenuhi terkususnya dalam kasus ini adalah
karyawan percetakan.

Pahami temperamen karyawan

Menunjukkan sikap peduli

Heart to Heart

Tips pertama rahasia mengatasi karyawan bermasalah adalah pahami tempramen karyawan.
Seorang karyawan adalah manusia yang memiliki temperamen atau sifat alami yang dibawa sejak
lahir. Secara umum karakter manusia dibagi menjadi empat, yakni Sanguinis, Kholeris, Melankolis,
serta Plegmatis. Kenyataannya,temperamen manusia tidak hanya satu namun bercampur.
Temperamen ini tidak dapat hilang karena ini merupakan pembawaan alami yang dimiliki semua
manusia. Memahami temperamen karyawan adalah tugas penting yang harus dilakukan para
pemimpin perusahaan terlebih lagi ketika perekrutan kerja. Dengan mengenali karakter serta
temperamen mereka akan memudahkan anda sebagai pemimpin untuk mengenal lebih dalam
bagaimana karakter karyawan anda serta mengatur karyawan dalam hal mengatur kinerja mereka.

2. Menunjukan sikap peduli.

Rahasia mengatasi karyawan bermasalah kedua adalah dengan menunjukkan sikap peduli. Hal
kedua untuk mengatasi karyawan yang bermasalah adalah dengan memahami masalah apa
sajakah yang sedang dihadapi karyawan. Tidak hanya masalah saja, namun juga kebutuhan apa
saja yang dibutuhkan karyawan. Kadang masalah yang sedang karyawan hadapi bukan hanya
disebabkan karena banyaknya tekanan didalam perusahaan namun juga karena karyawan memiliki
permasalahan sendiri yang berasal dari luar perusahaan hingga akhirnya bisa berdampak pada
pekerjaan mereka. Untuk itu sebagai seorang pemimpin anda juga harus tanggap dengan
permasalahan yang sedang dihadapi karyawan anda, anda dapat melakukannya dengan cara
menanyakan kabar, menanyakan maslah yang sedang dihadapi atau memulai topic pembicaraan
ringan, dengan begitu mereka akan merasa bahwa anda memiliki kepedulian terhadap karyawan.

3. Heart to Heart
Selanjutnya setelah mengenali masalah apa yang sedang dihadapi karyawan, hal selanjutnya yang
dapat anda lakukan untuk mengatasi karyawan yang bermasalah adalah dengan mengajak mereka
untuk sharing atau berbicara dari hati ke hati. Ajaklah mereka untuk mengobrol secara intens