Anda di halaman 1dari 4

Ujung saraf Krause, merupakan ujung saraf perasa dingin.

Korpuskulus gelembung (krause) ditemukan di daerah mukokutis (bibir dan genetalia


eksterna), pada dermis dan berhubungan dengan rambut. Korpuskel ini berbentuk
bundar (sferis) dengan diameter sekitar 50 mikron. Mempunyai sebuah kapsula tebal
yang menyatu dengan endoneurium. Di dalam korpuskulus, serat bermielin kehilangan
mielin dan cabangnya tetapi tetap diselubungi dengan sel schwann. Seratnya mungkin
bercabang atau berjalan spiral dan berakhir sebagai akhir saraf yang menggelembung
sebagai gada. Korpuskel ini jumlahnya semakin berkurang dengan bertambahnya
usia.Korpuskel ini berguna sebagai mekanoreseptor yang peka terhadap dingin.

Korpuskula Krause
Reseptor saraf ini di temukan pada bibir, lidah dan alat genital dengan diameter sekitar
50 mikron. Jenis serat saraf pada korpuskula krause adalah A-beta merupakan ujung
saraf perasa pada kulit yang peka terhadap rangsangan dingin.

Korpuskula Krause
 Merupakan ujung saraf perasa pada kulit yang peka terhadap rangsangan dingin.
 Ditemukan di daerah mikokutis (bibir dan genetalia eksterna) pada dermis dan
berhubungan dengan rambut.
 Berbentuk bundar (sferis) dengan diameter sekitar 50 mikron.
 Memiliki sebuah kapsula tebal yang menyatu dengan endoneurium.
 Di dalam korpuskula ini, serat ber-mielin kehilangan mielin dan cabangnya tetapi
tetap diselubungi dengan sel schwann.
 Seratnya mungki bercabang atau berjalan spiral dan berakhir sebagai akhir saraf
yang menggelembung sebagai gada.
 Untuk jumlahnya semakin berkurang dengan bertambahnya usia.
 Berguna sebagai mekanoreseptor yang peka terhadap dingin.

Kulit merupakan bagian tubuh yang sangat peka terhadap rangsangan. Rangsangan
yang datang menuju kulit akan diterima oleh suatu reseptor khusus. Rangsangan itu
dapat berupa sentuhan, tekanan lemah, tekanan keras, panas, dingin, rasa sakit,
gerakan, maupun getaran. Sentuhan, tekanan lemah, gerakan, dan getaran diterima
oleh reseptor khusus yang disebut mekanoreseptor. Rasa sakit dapat kita rasakan
karena adanya noiseptor. Sedangkan suhu panas dan dingin direspon oleh
termoreseptor. Termoreseptor juga berperan mengatur fungsi suhu tubuh dengan cara
mendeteksi suhu permukaaan yang bagian dalam. Mekanoreseptor dan noiseptor
terletak pada lapisan epidermis. Sementara rangsangan berupa panas, dingin dan
tekananan kuat direspon oleh lapisan dermis. Ada juga reseptor yang berada pada otot
rangka dan tendon yang disebut posprioseptor. (lihat gambar)

Korpuskula Krause : dingin


Korpuskulus gelembung (krause) ditemukan di daerah mukokutis (bibir dan
genetalia eksterna), pada dermis dan berhubungan dengan rambut. Korpuskel ini
berbentuk bundar (sferis) dengan diameter sekitar 50 mikron. Mempunyai sebuah
kapsula tebal yang menyatu dengan endoneurium. Di dalam korpuskulus, serat bermielin
kehilangan mielin dan cabangnya tetapi tetap diselubungi dengan sel schwann. Seratnya
mungkin bercabang atau berjalan spiral dan berakhir sebagai akhir saraf yang
menggelembung sebagai gada. Korpuskel ini jumlahnya semakin berkurang dengan
bertambahnya usia.Korpuskel ini berguna sebagai mekanoreseptor yang peka terhadap
dingin.

Korpuskula krause (dingin)


Ditemukan di daerah mukokutis (bibir dan genetalia eksterna) pada dermisnya dan
berhubungan dengan rambut.
Berbentuk bundar dengan diameter 50mikron. Memiliki kapsula tebal yang menyatu
dengan endoneurium. Di dalam korpulus, serat bermielin kehilang myelin akan tetapi
tetap diselubungu oleh sel Schwann. Seratnya bercabang atau berjalan spiral dan
berakhir sebagai saaraf yang menggelembung.
Korpuskula ini akan berkurang jumlahnya seiringan dengan bertambahnya usia.
Proses Terjadinya Penerimaan Rangsangan pada Kulit
Rangsangan pada kulit akan diterima oleh reseptor yang terletak di bawah kulit yang
kemudian diteruskan menuju saraf tepi. Lalu masuk ke dalam susunan saraf pusat
sumsum di tulang belakang yang akan langsung menuju stimulus yang diteruskan
sampai ke thalamus (pusat penyebaran utama impuls - umpuls sensoris yang berperan
penting dalam proses pengolahan sensorik). Dari sini, stimulus di kirimkan ke pusat
sensorik (korteks sensorik) di otak besar. Pada saat sampai ke pusat sensorik inilah
kita dapat merasakan panas, dingin, sentuhan, tekanan, dan nyeri.

5. Badan krause

 Ditemukan didaerah mukokutis (bibir dan genitalia eksterna) pada dermis dan
berhubungan dengan rambut
 Berbentuk bundar (Sferis) dengan diameter sekitar 50 mikron
 Berguna sebagai mekanoreseptor yang peka terhadap dingin
Sensitifitas area kulit tergantung banyaknya teseptor diarea tersebut. Kulit pada ujung
jari sangat sensitif terhadap sentuhan karena reseptornya banyak, sedangkan pada
lengan atas kurang sensitif karena reseptornya sedikit. Ketika reseptor mendeteksi
perubahan lalu mengirim implus keotak lalu diinterpretasikan dengan sensasi tertentu.
Guna rsesptor dan sensasi tersebut adalah untuk memberi ssp dengan informasi
tentang lingkungan luar dan bagaimana efeknya terhadap kulit. Respon stimulasi bisa
berupa nyeri pada tangan terluka saat dicuci, gatal karena gigitan serangga atau rasa
dingin dengan menggunakan sweater.

Korpuskulus gelembung (krause) ditemukan di daerah mukokutis (bibir dan genetalia eksterna),
pada dermis dan berhubungan dengan rambut.korpuskel ini berbentuk bundar (sferis) dengan
diameter sekitar 50 mikron. Mempunyai sebuah kapsula tebal yang menyatu dengan endoneurium.
Di dalam korpuskulus, serat bermielin kehilangan mielin dan cabangnya tetapi tetap diselubungi
dengan sel schwann.seratnya mungkin bercabang atau berjalan spiral dan berakhir sebagai akhir
syaraf yang menggelembung sebagai gada. Korpuskel ini jumlahnya berkurabg dengan
bertambahnya usia.
Korpuskel ini berguna sebagai mekanoreseptor yang peka terhadap dingin.