Anda di halaman 1dari 10

Modul Perencanaan Hutan M1

MODUL - 1
PENGERTIAN DAN RUANG LINGKUP
I. PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Pertanyaan pertama yang muncul dalam benak setiap mahasiswa (peserta
didik), pada saat akan mempelajari suatu cabang ilmu tertentu, adalah apa saja
yang dipelajari dalam cabang ilmu itu, dan bagaimana keterkaitan cabang ilmu
tersebut dengan cabang ilmu yang lain atau bagaimana posisi relatif cabang ilmu
tersebut dalam khasana bidang ilmu tertentu. Pertanyaan yang sama, patut
diduga, akan dikemukakan oleh peserta mata kuliah Perencanaan Hutan,
khususnya oleh mahasiswa yang tergolong cukup kritis.
Jawaban terhadap pertanyaan ini, diharapkan dapat menjadi sumber
motivasi atau pendorong bagi mahasiswa untuk mempelajari mata kuliah
Perencanaan Hutan termaksud secara lebih bersungguh-sungguh. Dengan
memahami pengertian dan posisi relatif mata kulian (cabang ilmu) Perencanaan
Hutan dalam khasana ilmu-ilmu di bidang kehutanan, maka setiap mahasiswa
diharapkan dapat lebih serius dalam membelajari cabang ilmu atau mata kuliah
ini.
‘Lebih serius’ disini dimaksudkan bahwa setiap mahasiswa tidak hanya
bertumpu pada (hanya mengandalkan) bahan yang tercantum di dalam modul-
modul mata kuliah Perencanaan Hutan, tetapi juga berusaha untuk mencari
bahan-bahan lain dari berbagai sumber belajar yang tersedia, baik bahan-bahan
yang berwujud cetakan (buku-buku teks ataupun dokumen-dokumen
perencanaan), maupun bahan yang dapat di akses melalui media internet.
Pemahaman tentang posisi relatif ilmu atau mata kuliah Perencanaan
Hutan, dalam khasana ilmu-ilmu di bidang kehutanan, juga akan memberi
gambaran tentang kontribusi perencanaan hutan bagi pembangunan dan atau
pendayagunaan sumberdaya hutan, langsung atapun tidak langsung. Modul ini
berisi pembahasan tentang hal-hal yang telah dikemukakan di atas.
B. Ruang Lingkup Isi
Isi dari modul ini secara garis besar meliputi : (1) Pengertian Rencana dan
Perencanaan, dan (2) Ilmu Perencanaan Hutan beserta Ilmu-Ilmu
Pembentuknya.
C. Sasaran Pembelajaran Modul
Setelah mempelajari modul ini, mahasiswa diharapkan dapat memiliki
kompetensi yang diindikasikan oleh kemampuan dalam menjelaskan : (1)
Pengertian Perencanaan Hutan, dan (2) Posisi relatif Ilmu Perencanaan Hutan
dalam khasana Ilmu-Ilmu Kehutanan.

Pengertian dan Ruang Lingkup 1


Modul Perencanaan Hutan M1

II. MATERI PEMBELAJARAN


A. Pengertian Rencana dan Perencanaan
Rencana (Plan) dapat didefenisikan sebagai :
1. Sebuah ide atau rancangan yang rinci tentang masa depan
2. Sebuah keputusan tentang masa depan
3. Sebuah metode atau cara pengaturan pendayagunaan sumberdaya
4. Serangkaian kegiatan yang akan dilakukan untuk mendapatkan hasil tertentu,
yang dirumuskan secara spesifik dalam bentuk tujuan, sasaran dan kebijakan
Perencanaan (Planning); merupakan salah satu dari 4 fungsi manajemen, yaitu
: Planning atau Perencanaan
Organizing atau Pengorganisasian
Directing (Actuating) atau Pengarahan (Penggerakan)
Controlling atau Pengawasan
Perencanaan dapat didefenisikan sebagai :
1. Perencanaan adalah segala sesuatu yang berhubungan dengan perumusan,
pemilihan dan penentuan tindakan-tindakan yang dapat dilakukan untuk
mewujudkan masa depan, yang didasarkan atas fakta-fakta dan hasil analisis
hubungan fakta-fakta termaksud antara satu dengan yang lainnya
2. Perencanaan adalah kemampuan untuk melihat ke depan serta memba-
yangkan hal-hal yang diinginkan dan yang dapat diwujudkan di masa depan
3. Perencanaan adalah penentuan tujuan beserta tindakan-tindakan yang
dilakukan untuk mencapai tujuan tersebut dengan mempertimbangkan
berbagai faktor yang dapat mempengaruhi pencapaian tujuan
4. Perencanaan adalah fungsi manajer untuk menentukan apa yang harus
dilakukan dan bagaimana melakukannya, baik secara berkelompok maupun
secara perorangan, untuk mewujudkan tujuan-tujuan yang diinginkan dan
ditetapkan bersama
Sebagai bagian dari manajemen, komponen-komponen perencanaan meliputi :
1. Proses Perencanaan, yaitu serangkaian kegiatan yang diperlukan untuk
membangun dan mengembangkan informasi, merumuskan opsi-opsi
strategis, keinginan-keinginan, pilihan-pilihan kegiatan dan rekomendasi-
rekomendasi dalam rangka pengambilan keputusan
Tahapan-tahapan kegiatan dalam proses perencanaan terdiri atas :
a. Identifikasi permasalahan dan peluang
b. Pengumpulan, analisis dan presentasi data
c. Perumusan alternatif tindakan yang potensial dan tepat
d. Evaluasi akibat dan resiko-resiko untuk setiap alternatif tindakan

Pengertian dan Ruang Lingkup 2


Modul Perencanaan Hutan M1
e. Pemilihan rencana
f. Penerapan / pelaksanaan rencana
g. Monitoring dan penyesuaian rencana
2. Wilayah perencanaan (planning area), menyatakan keseluruhan wilayah yang
menjadi cakupan perencanaan. Hal ini sangat tergantung pada tingkatan
perencanaan (planning level) yang akan dibuat
3. Jangka waktu perencanaan (planning horizon), menyatakan keseluruhan
periode waktu yang dibutuhkan untuk melaksanakan semua kegiatan dalam
rangka merealisasikan keadaan yang diinginkan.
4. Tingkatan perencanaan (planning level) : menyatakan ukuran atau skala
usaha-usaha yang dilakukan dalam perencanaan. Ukuran tersebut dapat
didasarkan atas cakupan wilayah perencanaan dan atau tingkatan organisasi
yang akan melaksanakannya
5. Periode perencanaan (planning period), menyatakan interval waktu tertentu
dalam jangka waktu perencanaan (planning horizon). Periode perencanaan
biasanya digunakan untuk melihat perubahan-perubahan capaian, biaya,
dampak dan manfaat dalam pelaksanaan rencana tertentu sebagai bagian
dari keseluruhan rencana
Komponen Keputusan Utama dalam Perencanaan
Di atas telah dikemukakan bahwa sebagai sebuah proses, perencanaan
mencakup keseluruhan proses membangun dan mengembangkan informasi,
merumuskan opsi-opsi strategis, keinginan-keinginan, pilihan-pilihan kegiatan
dan rekomendasi untuk membuat keputusan
Adapun keputusan-keputusan yang harus dibuat dalam tahapan perencanaan
meliputi : a. Tujuan, sasaran dan target
b. Strategi, program dan kegiatan
c. Metode dan mekanisme pengawasan
ad a. Tujuan, sasaran dan target
Tujuan (goal) adalah suatu wujud dari keadaan akhir yang diharapkan oleh
pembuat keputusan (decision maker). Tujuan umumnya dinyatakan dalam suatu
bentuk pernyataan yang luas, menggunakan terminologi umum.
Contoh : Untuk meningkatkan pendapatan masyarakat
Untuk menjamin kestabilan ekonomi lokal
Tujuan terkadang pula dinyatakan dalam bentuk kalimat yang lebih spesifik,
misalnya : Untuk mencapai IPK ≥3,25 dengan masa studi maksimal 5 tahun
Untuk menekan biaya studi pada program S1, menjadi hanya sekitar
40 juta dengan lama studi 4 tahun

Pengertian dan Ruang Lingkup 3


Modul Perencanaan Hutan M1
Sasaran (Objective) adalah suatu pernyataan ringkas tentang capaian yang
lebih terukur yang diharapkan dapat diperoleh dalam suatu periode waktu
tertentu. Sasaran merupakan bagian dari tujuan. Satu tujuan umumnya
mengandung dua atau lebih sasaran, dengan catatan bahwa sasaran-sasaran
tersebut bersifat koheren (konsisten satu sama lain)
Target (target) adalah satuan terkecil dari tujuan yang menyatakan besaran
tahapan kegiatan yang akan diselesaikan dan atau besaran hasil yang ingin
dicapai, dinyatakan dalam satuan volume hasil / kegiatan per satuan waktu
tertentu
Contoh 1 :
a. Tujuan : Meningkatkan pendapatan domestik bruto
b. Sasaran : 1. Meningkatkan pendapatan dari usaha pertanian
2. Meningkatkan pendapatan dari usaha industri pengolahan
3. Meningkatkan pendapatan dari usaha pertambangan
c. Target : 1. Tahun I PDRB meningkat 1,0%
2. Tahun II PDRB meningkat 2,5%
3. Tahun III PDRB meningkat 4,5%
4. Tahun IV PDRB meningkat 7,0%
5. Tahun V PDRB meningkat 10% ; dari tahun dasar
Contoh 2 :
a. Tujuan : Mengoptimalkan fungsi produksi, ekologi dan sosial dari Kesatuan
Pengelolaan Hutan Lindung
b. Sasaran : 1. Memanfaatkan hasil hutan bukan kayu secara lestari
2. Mempertahankan luas penutupan tajuk hutan yang optimal
3. Mempertahankan keutuhan vegetasi dan satwa dlm hutan
4. Memelihara situs-situs keramat di sekitar hutan
c. Target : 1. Menghasilkan Hasil Hutan Bukan Kayu pada tingkat yang
menjamin kelestarian
2. Luas penutupan tajuk hutan tidak kurang dari ambang batas
terendah
3. Jenis-jenis tanaman dan satwa dlm hutan tidak berkurang
4. Situs-situs yang dikeramatkan masyarakat sekitar hutan tidak
berkurang
ad b. Strategi, Program dan Kegiatan
Strategi (strategy) adalah cara atau pendekatan yang dapat dilakukan
untuk meminimalkan hambatan dan atau kesulitan dalam upaya pencapaian
tujuan. Strategi biasanya dibuat dengan mempertimbangkan faktor internal
(kekuatan dan kelemahan) dan faktor eksternal (peluang dan ancaman)

Pengertian dan Ruang Lingkup 4


Modul Perencanaan Hutan M1
Program adalah suatu rencana pendayagunaan sejumlah sumberdaya
yang terpola dalam urutan-urutan tindakan beserta tata waktunya, untuk
mencapai satu atau sejumlah tujuan yang telah ditetapkan
Sebuah program memuat rincian kegiatan beserta lokasi dan tata waktu
pelaksanaannya, para pelaksana dan atau penanggung jawab kegiatan-
kegiatan, serta rincian fasilitas yang diperlukan, dalam rangka pencapaian tujuan
atau tujuan-tujuan yang telah ditetapkan
Kegiatan (activity) ; adalah bentuk tindakan yang dapat dilakukan dalam
rangka pencapaian tujuan yang telah ditetapkan. Kegiatan merupakan bagian
terkecil dari program yang memerlukan masukan berupa sumberdaya (bahan,
tenaga, waktu dan tempat) untuk menghasilkan keluaran tertentu sebagai bagian
dari tahapan pencapaian tujuan
Ad c. Metode dan Mekanisme Pengawasan
Pengawasan adalah serangkaian tindakan penyelidikan terhadap
pelaksanaan kegiatan-kegiatan untuk membandingkan hasil yang diperoleh
dengan hasil yang diharapkan. Jika hasil pengawasan mengindikasikan bahwa
hasil yang diperoleh tidak sesuai dengan yang diharapkan maka harus dilakukan
upaya penyempurnaan. Untuk melaksanakan pengawasan tersebut maka
dibutuhan metode dan mekanisme yang harus dipahami oleh semua pihak
terkait.

B. Ilmu Perencanaan Hutan beserta Ilmu-Ilmu Pembentuknya


Ilmu Perencanaan Hutan merupakan ilmu terapan yang bersifat
interdisiplin. Ilmu Perencanaan Hutan merupakan cabang dari Ilmu Kehutanan
yang membahas tentang pendayagunaan sumberdaya hutan beserta faktor-
faktor pendukungnya. Pendayagunaan termaksud mempersyaratkan adanya
pemahaman yang mendalam tentang ekosistem hutan serta pemahaman
tentang ilmu-ilmu pendukungnya seperti biologi, ekonomi, ilmu-ilmu sosial serta
metode-metode analisis kuantitatif untuk menganalisis dan mensintesis data dan
informasi yang relevan dengan penyusunan rencana pengelolaan hutan.
Ilmu Perencanaan Hutan dapat didefenisikan sebagai ilmu yang membahas
tentang penerapan konsep dan teori ilmu-ilmu biologi, ekonomi, sosial dan
analisis kuantitatif dalam pengelolaan sumberdaya hutan. Pengelolaan yang
dimaksudkan harus didasarkan atas hasil analisis yang mendalam terhadap
kondisi biofisik, ekonomi dan kondisi sosial-budaya pada dan di sekitar hutan,
dalam rangka menetapkan hasil berupa barang dan jasa yang akan diperoleh,
serta dampak yang mungkin ditimbulkan oleh kegiatan-kegiatan pengelolaan
terhadap lingkungan, baik terhadap lingkungan biofisik maupun terhadap
lingkungan sosial, ekonomi dan budaya.

Pengertian dan Ruang Lingkup 5


Modul Perencanaan Hutan M1
Terdapat empat komponen kegiatan perencanaan dalam pengelolaan
hutan, sebagaimana yang tertera pada Gambar 1, yaitu :
(1) Analisis potensi dan permasalahan,
(2) Pengambilan keputusan,
(3) Pelaksanaan keputusan, serta
(4) Monitoring dan evaluasi (monev).

Sumberdaya Hutan &


Lingkungannya
Analisis Potensi &
Permasalahan
Informasi Fakta dan Gejala :
 Potensi / Nilai Manfaat
 Faktor-Faktor Pendukung
 Faktor-Faktor Penghambat
Pengambilan
Keputusan
Preskripsi Pengelolaan :
Tujuan, Kegiatan, Proyeksi
Hasil dan Prakiraan Dampak
Pelaksanaan
Keputusan
Hasil dan Dampak
Monitoring dan
Evaluasi

Optimalisasi Hasil
& Minimisasi
Dampak Negatif

Gambar 1. Proses Perencanaan Hutan

Pada Gambar 1 dapat dilihat bahwa fokus dan sekaligus obyek utama
adalah Sumberdaya Hutan beserta lingkungannya (meliputi lingungan biofisik
dan lingkungan ekonomi, sosial dan budaya). Selanjutnya dapat dilihat bahwa
komponen kegiatan pertama, yaitu ‘Analisis Potensi‘ sumberdaya hutan dan
lingungannya, beserta ‘potensi permasalahan’ yang berpeluang muncul dalam
upaya pendayagunaan tersebut akan menghasilkan :
“Informasi tentang berbagai Fakta dan Gejala” yang antara lain meliputi :
(1) Potensi dan nilai manfaat sumberdaya hutan,
(2) Faktor-faktor pendukung, dan
(3) Faktor-faktor penghambat upaya pendayagunaan sumberdaya
hutan yang bersangkutan.

Pengertian dan Ruang Lingkup 6


Modul Perencanaan Hutan M1
Informasi tersebut di atas akan menjadi dasar dalam penyusunan atau
pembuatan keputusan tentang Preskripsi Pengelolaan atau rumusan-rumusan
tentang : (1) tujuan perencanaan yang ingin dicapai,
(2) cara untuk mencapai tujuan yang dimaksudkan,
(3) rumusan sasaran dan target (hasil) yang diharapkan dapat dicapai
dalam waktu tertentu, dan
(4) prakiraan-prakiran dampak yang mungkin timbul, beserta
(5) rumusan upaya penanggulangan dampak termaksud.
Tabel 1. Deskripsi peranan setiap bidang ilmu pembentuk Ilmu Perencanaan Hutan
Bidang Ilmu Komponen Peran dalam membentuk Ilmu Perencanaan Hutan
Bidang Ilmu (dalam wujud dukungan Informasi)
1. Identifikasi jenis pohon dan vegetasi lain
2. Bentuk morpologi tumbuhan dan kemungkinan peng-
1. Dendrologi gunaannya
3. Penyebaran geografi tumbuhan
1. Karasteristik ekosistem hutan
2. Dinamika tegakan dan ekosistem hutan
1. Biologi 2. Ekologi 3. Bentuk-bentuk interaksi antar-komponen (biotis dan
Hutan abiotis) dalam hutan dan lingkungannya
4. Bentuk-bentuk dampak ekologis kegiatan kehutanan
1. Pertumbuhan pohon dan tegakan
3. Silvika & 2. Bentuk-bentuk respon pohon dan tegakan hutan terhdp
Silvikultur tindakan silvikultur
3. Karasteristik tempat tumbuh tegakan hutan
1. Ilmu 1. Karasteristik lahan hutan
Pengukuran 2. Karasteristik tegakan hutan
Hutan 3. Karasteristik ekosistem hutan
2. Analisis 1. Potensi sumberdaya hutan dan bentuk hubungan antar-
Kuantitatif peubah ekosistem hutan
2. Biometrika 2. Prakiraan keadaan masa depan (forcasting)
Hutan 3. Analisis penetapan tujuan
4. Analisis prioritas pilihan
1. Penilaian kekayaan ekosistem hutan
1. Ekonomi 2. Persediaan dan permintaan barang dan jasa ekosistem
3. Ekonomi Sumberdaya sumberdaya hutan
Hutan 3. Analisis biaya produksi kegiatan kehutanan
4. Bentuk-bentuk dampak ekonomi kegiatan kehutanan
1. Karasteristik fungsi sosial-budaya ekosistem hutan
1. Sosial 2. Manfaat sosial budaya hutan
Kehutanan 3. Tata nilai dan sistem pengetahuan masyarakat lokal
4. Sosial 4. Bentuk-bentuk dampak sosial-budaya kegiatan
Budaya kehutanan
2. Kehutanan 1. Bentuk-bentuk program Kehutanan Masyarakat
Masyarakat
1. Landasan peraturan perundang-undangan Kehutanan
5. Analisis 1. Analisis dan Lingkungan Hidup
Kebijakan Kebijakan 2. Penetapan tujuan, sasaran dan target
Kehutanan 3. Penetapan strategi, program dan kegiatan
4. Metode dan mekanisme pengawasan

Pengertian dan Ruang Lingkup 7


Modul Perencanaan Hutan M1
Preskripsi pengelolaan akan menjadi acuan bagi semua pihak yang terlibat
dalam pelaksanaan keputusan atau penyelenggaraan aktivitas pengelolaan
hutan. Penyelenggaraan aktivitas pengelolaan hutan (pelaksanaan keputusan),
selain menghasilkan hasil-hasil yang memang diharapkan, tidak jarang pula
menimbulkan sejumlah dampak yang tidak dikehendaki.
Komponen kegiatan keempat (monitoring dan evaluasi) berperan dalam
mengoptimalkan hasil-hasil yang diinginkan dan meminimalkan atau jika
mungkin menghindari atau meniadakan dampak-dampak negatif yang mungkin
timbul dalam pelaksanaan keputusan (kegiatan pengelolaan hutan). Sekaitan
dengan komponen-komponen kegiatan perencanaan yang telah diuraikan di atas
(Gambar 1), maka dapat dikemukakan bahwa ilmu-ilmu yang diperlukan sebagai
komponen pembentuk Ilmu Perencanaan Hutan adalah biologi sebagai inti,
dengan ilmu-ilmu pendukung yang meliputi : ilmu ekonomi, ilmu sosial, analisis
kuantitatif (matematika) dan analisis kebijakan.

PHL
(SF
M)
Ilmu Terapan Ilmu Terapan
Pengolahan Hasil Hutan
Pemanenan Hutan
Perencanaan Hutan - Manajemen Hutan
Silvikultur - Ekonomi Kehutanan - Sosiologi Kehutanan
Ekologi Hutan
Ilmu Tanah Hutan – Inventarisasi Hutan
Dendrologi - Ilmu Ukur Hutan - Silvika
Ilmu Dasar Biologi - Kimia - Fisika Ilmu Dasar
Matematika
Gambar 2. Posisi relatif Ilmu Perencanaan Hutan dalam hirarki abstrak ilmu-ilmu
dasar dan ilmu-ilmu terapan dalam bidang kehutanan

Pengertian dan Ruang Lingkup 8


Modul Perencanaan Hutan M1
Peran masing-masing ilmu yang dikemukakan di atas dalam membentuk
Ilmu Perencanaan Hutan diperlihatkan pada Tabel 1. Selanjutnya, posisi relatif
Ilmu Perencanaan Hutan dalam hirarki abstrak ilmu-ilmu dasar dan ilmu-ilmu
terapan dalam bidang kehutanan (dapat juga disebut sebagai himpunan ilmu
kehutanan), secara diagramatik diperlihatkan pada Gambar 2. Sementara itu,
keterkaitan atau hubungan antara bidang ilmu pendukung atau pembentuk ilmu
perencanaan hutan, dengan proses perencanaan dan kegiatan-kegiatan
perencanaan kehutanan (Berdasarkan UU No.41/1999), secara diagramatik
diperlihatkan pada Gambar 3.

Bidang Ilmu dalam Kegiatan dalam


ilmu Perencanaan Proses dalam ruang lingkup Perencanaan Kehutanan
Hutan Perencanaan (UU No.41 Thn 1999)
1. Analisis potensi
& Permasalahan 1. Inventarisasi Hutan
1. Biologi

2. Pengukuhan Kawasan
2. Ekonomi 2. Pengambilan hutan
Keputusan

3. Sosial 3. Penatagunaan
Kawasan Hutan

3. Pelaksanaan 4. Pembentukan
4. Analisis Keputusan Wilayah Pengelolaan
Kuantitatif Hutan

5. Analisis 5. Penyusunan Rencana


Kebijakan 4. Monitoring Kehutanan
& Evaluasi

Gambar 3. Hubungan antara bidang ilmu pembentuk ilmu perencanaan hutan,


dengan proses perencanaan dan kegiatan perencanaan hutan

Pengertian dan Ruang Lingkup 9


Modul Perencanaan Hutan M1

III. INDIKATOR PENILAIAN


Melalui pemahaman tentang materi bahasan yang telah dikemukakan di
atas, setiap peserta didik atau pembelajar atau mahasiswa diharapkan memiliki
kemampuan atau kompetensi dalam menjelaskan peranan Ilmu Perencanaan
Hutan dalam mendukung Pengelolaan Hutan.
Indikator penilaian kemampuan atau kompetensi peserta didik adalah
ketepatan penjelasan dan keaktifan individu. Bobot nilai dari modul ini adalah
sebesar 12% dari total nilai mata kuliah, dengan rincian : ketepatan penjelasan
melalui presentasi dengan bobot nilai sebesar 8%, dan keaktifan individu dengan
bobot nilai sebesar 4%. Penilaian dilakukan selama proses pembelajaran
berlangsung, baik pada waktu penyelenggaraan kuliah maupun melalui laporan
pelaksanaan unit-unit tugas mahasiswa, baik dalam berkelompok maupun
secara individu.

IV. PENUTUP
Modul ini diharapkan dapat menjadi acuan bagi para pihak yang terkait
dengan proses pembelajaran mata kuliah Perencanaan Hutan, khususnya yang
terkait dengan materi “Peranan Ilmu Perencanaan Hutan dalam mendukung
pengelolaan hutan”, untuk selanjutnya melakukan penelusuran berbagai sumber
belajar, baik dalam bentuk Buku teks, Dokumen-dokumen atau Laporan hasil
penelitian, Internet ataupun sumber-sumber lain. Dengan mengacu pada modul
ini maka proses pembelajaran diharapkan dapat berjalan secara efisien dan
efektif melalui peran aktif dari semua pihak terkait, khususnya mahasiswa.

Pengertian dan Ruang Lingkup 10