Anda di halaman 1dari 3

BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN

A. Kesimpulan

Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan maka dapat disimpulkan :

1. Ekstrak rimpang temulawak (Curcuma xanthorriza Roxb) mempunyai

aktivitas tabir surya dengan nilai SPF masing-masing adalah pada

konsentrasi 50 ppm memiliki nilai SPF sebesar 1,3852 ; 100 ppm

memiliki nilai SPF sebesar 1,9310 ; 150 ppm memiliki nilai SPF sebesar

2,6491 (proteksi minimal) dan 200 ppm memiliki nilai SPF 3,770

(proteksi minimal).

2. Ekstrak rimpang temulawak (Curcuma xanthorriza Roxb) berpotensi

sebagai tabir surya pada konsentrasi ≥150 ppm.

B. Saran

1. Perlu dilakukan penelitian lanjutan untuk mengetahui potensi ekstrak

rimpang temulawak yang memberikan proteksi maksimal dengan

konsentrasi yang lebih besar dari 200 ppm.

2. Perlu dilakukan fraksinasi menggunakan pelarut-pelarut organik dengan

tingkat kepolaran yang berbeda (n-heksan dan kloroform/etil asetat).

27
DAFTAR PUSTAKA

Alhabsyi, D.F, Edi, S dan Defny, S.W. (2014). “Jurnal Aktivitas Antioksidan dan
Tabir Surya Pada Ekstrak Kulit Buah Pisang Goroho (Musa acuminate
L.)”. Jurnal Ilmiah Farmasi. 3, (2), 107-114

Anonim. (2014). [Online]. http://alyridwan.blogspot.co.id/2014/02/macam-


macam ekstraksi.html, diakses pada [18 Februari 2016]

Anonim. (2013). [Online]. http://adesuciadi.blogspot.co.id/2012/11/v-


behaviorurldefaultvmlo_715.html, diakses pada [18 Februari 2016]

Chauwito, N.A. (2015). Formulasi Sediaan Tabir Surya Ekstrak Air Buah Tomat
(Lycopersicum esculentum M.) Dalam Bentuk Sediaan Krim. Skripsi Pada
Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya

Day, R.A dan Underwood, A.L (2002). Analisis Kuantitatif Kimia. Jakarta :
Erlangga

Hairuddin, (2013). Penentuan Nilai SPF Ekstark Rumput Laut. KTI Politeknik
Kesehatan Kementerian Makassar

Hayani, E. (2006). “Analisis Kandungan Kimia Rimpang Temulawak”. Jurnal


Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat. 309-312

Ilyas, N.Z. (2015). Skripsi Uji Stabilitas Fisik dan Penetuan Nilai Sun Protection
Factor (SPF) Krim Rice Bran Oil. Skripsi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Kaur, C.D dan S. Saraf. (2010). “In vitro Sun Protection Faktor Determination of
Herbal Oils Used in Cosmetics”. Article in Pharmacognosy Res.
March,2010

Latief, Abdul, (2012). Obat Tradisional. Jakarta : Buku Kedokteran EGC

Magrina, A. (2014). “Skripsi Pembuatan Ekstrak Kering Ramuan Anti


Hiperlipidemia dari Infusa Campuran Akar Kelembak, Daun Jati Belanda,
Daun Kemuning, Herba Meniran, Rimpang Kunyit dan Rimpang
Temulawak dengan Pengering Laktosa”. Skripsi Universitas Gadjah Mada
Yogyakarta

Marliani, L, Velayanti, R dan Roni, A (2015). “Aktivitas Antioksidan dan Tabir


Surya Pada Ektrak Kulit Buah Pepaya (Carica papaya L.)”. Prosiding
Seminar Penelitian Nasional dan PKM Kesehatan 1,(1),319-324

28
Maulinda, A.N. (2015). “Skripsi Uji Efektivitas Krim Ekstrak Temu Giring
(Curcuma Heyneana Val.) Sebagai Tabir Surya Secara In Vitro”. Skripsi
Universitas Negeri Semarang

Mulyani, Syamsidi, A., dan Putri, P. (2015). “Penentuan Nilai SPF (Sun
Protecting Factor) Ekstrak N-Heksan Etanol Dari Rice Bran (Oryza
Sativa) Secara In Vitro Dengan Metode Spektrofotometri UV-Vis”. Online
Jurnal of Natural Science. 4,(1), 89-95

Pratama, W.A dan Zulkarnain,A,K. (2015). “Uji SPF In Vitro dan Sifat Fisik
Beberapa Produk Tabir Surya yang Beredar”. Majalah Farmaseutik.
11,(1),275-283
Rahmawanty, D dan Fadhilaturrahmah. (2014). “Studi Aktivitas Tabir Surya Buah
Limpasu (Baccaurea lanceolata) Berdasarkan Penentuan Nilai Sun
Protection Factor (SPF) Secara In Vitro”. Jurnal Pharmascience. 1,(1),55-
58

Rejeki, S dan Wahyuningsih, S,S. (2015). Formulasi Gel Tabir Surya Minyak
Namplung (Tamanu Oil) dan Diuji Nilai SPF Secara In Vitro”. Jurnal
University Research Colloquinum. 97-103

Sari, M.P. (2014). Formulasi Krim Tabir Surya Fraksi Etil Asetat Kulit Pisang
Ambon Putih (Musa paradisiaca L.) dan Penentuan Nilai Faktor
Pelindung Surya (FPS) Fraksi Etil Asetat Secara In Vitro. Skripsi pada
Universitas Islam Bandung

Satria, P.W. (2015). “Kitab Herbal Nusantara : Aneka Resep & Ramuan Tanaman
Obat untuk Berbagai Gangguan Kesehatan”. Yogyakarta : KATAHATI

Sinambela, E.S. (2012). “Tesis Isolasi dan Analisis Kimia Minyak Atsiri Dari
Temulawak (Curcuma xanthoriza Roxb) Dengan Gas Kromatografi-
Spektrofotometer Massa (GC-MS) dan Uji Aktivitas Anti Bakteri”. Tesis
Universitas Sumatera Utara Medan
Widyastuti, Fratama, R,I dan Seprialdi, A. (2015).” Pengujian Aktivitas
Antioksidan dan Tabir Surya Ekstrak Etanol Kulit Buah Naga Super
Merah (Hylocereus costaricensis (F.A.C. Weber) Britton & Rose)”.
SCIENTIA 5, (2),69-73

Wiley, A.J and Sons. (2013). “Sources, Stability and Extraction”. Handbook of
Plant Food Phytochemicals. Pondicherry, India.

Wilkinson, J.B. & Moore, R.J. (1982), “Harry’s Cosmeticology (7th edition)”,
New York: Chemical Publishing Company, 3, 231-232, 240-241, 248.

Williams,D.H, Fleming,I. (2014). Metode Spektroskopi Dalam Kimia Organik.


(Edisi 6). Jakarta : Penerbit Buku Kedokteran EGC.

29

Beri Nilai