Anda di halaman 1dari 43

Anni Rahmat, S.T., M.T.

Eka Lutfi Septiani, S.T., M.T.

i
ANSYS
Ansys adalah software analysis yang digunakan untuk melakukan analisa local pada
struktur menggunakan teori metode elemen hingga (finite elemen method). Secara
umum, tahapan permodelan terdiri dari:
1. pembuatan model
2. pembebanan dan analisa
3. pembacaan output

A. Memulai ANSYS:
 Pada start menu program>All program>ANSYS lalu klik
 Atur Folder tempat file, File>Change Directory… , pilih folder yang
dikehendaki untuk tempat file-file ANSYS klik OK
 Beri nama file dengan cara : File>Change Jobname… , ketik “3Dstructural“
lalu klik OK
 Jika ingin menuliskan title pada layar kerja ANSYS maka, File>Change
Title... , ketik ”Structural Analysis of a 3D solid object”
 Pada ANSYS Main Menu pilih Preferences lalu atur sebagai berikut :

Klik OK

1
Preference
Preference memuat tipe analisis yang akan dilakukan dalam permodelan ANSYS
memuat bidang analisa structural, thermal, fluida, dan elektromagnetik. Tipe analisis
dapat dipilih salah satu atau banyak jika analisis yang dilakukan adalah multifisis
yang mengharuskan anda untuk “bermain” dengan banyak tipe analisis.

Processor
Prepocessor adalah menu untuk memodelkan geometri dan pendefinisian sifat
mekanis dan fisika dari model anda dan juga digunakan untuk proses mesh model ke
dalam rangkaian node. Adapun sub-menu dari preprocessor yang sering dipakai
antara lain:
a. Element Type untuk menentukan jenis elemen yang paling sesuai untuk
analisis
b. Real constant untuk mendefinisikan konfigurasi elemen (lihat element
reference dalam help program)
c. Material prop untuk memberikan sifat – sifat bahan pada model.
d. Modelling, sub-menu ini berisikan perintah – perintah untuk membangun
model sesuai pendekatan yang akan dilakukan. Jenis pembuatan model ini
dapat didekati dengan dua cara yaitu bottom – up dan top – down. Selain itu
terdapat operasi yang paling penting yaitu Boolean operation, fungsi ini
dipakai untuk pembuatan model dengan metode top down atau kombinasi
keduanya. Operasi yang dilakukan meliputi penambahan, pengurangan, copy,
mirroring, dan moving. Pendefinisian oprasi Boolean sangat penting untuk
menyesuaikan generasi model anda dengan kondisi riil. Pembangunan model
merupakan tahapan yang sulit karena anda akan bermain dengan “working
plane” dan koordinat global XYZ. Perlu diperhatikan agar anda bekerja pada
coordinate system agar tidak kehilangan orientasi model dan kehilangan
sumbu acuan.
e. Meshtool, merupakan fasilitas untuk mendiskreditkan model menjadi element.
f. Check mesh, untuk menguji bentuk elemen apakah sudah memenuhi syarat –
syarat dalam prinsip elemen hingga.
g. Numbering Control, untuk menyatukan komponen penyusun yang telah
dibuat menjadi satu bentuk model diskrit kontinum.

2
Solution
Fasilitas ini digunakan untuk menentukan jenis penyelesaian (steady state atau
unsteady) serta iterasi numeric yang akan dilakukan komputer terhadap model anda
sesuai pembebanan dan kondisi batas yang diberikan pada model. Sub-menu yang
lazim dipakai antara lain:
a. Loads, fasilitas ini dipakai untuk memberikan beban – beban yang bekerja
pada model beserta kondisi batas yang ada untuk mendekati kondisi riil.
Beban yang dapat diaplikasikan adalah pressure, force/moment, temperature,
gravitasi, elektromagnetik dan fluida dll.
b. Load step option, untuk analisa dinamis dan menentukan setting time beban
yang bekerja pada model, jumlah interasi, metode perhitungan.
c. Solve, untuk me-running model yang telah digenerasi dalam elemen hingga
serta telah diaplikasikan beban. Atau dapat juga me-running file beban yang
sebelumnya telah disimpan dalam direktori kerja anda.

General Postprocessor

Fasilitas ini digunakan untuk menampilkan hasil iterasi komputer terhadap model
anda. Sub menu untuk melihat solusi nodal dan tampilan grafis adalah plot result.
Pembacaan hasil besaran hasil tiap node dapat dilihat dari perintah List result nodal
solution.

3
MODUL 2
MODELLING AND MESHING GUIDE

Tahapan pembuatan model merupakan awalan yang sangat penting untuk


menyesuaikan atau mendekati bentuk yang akan dianalisa pada kondisi nyata. Hal –
hal yang perlu diperhatikan dalam permodelan adalah:
1. Unit
ANSYS tidak memiliki fasilitas untuk mendeskripsikan satuan yang
diguanakan. Karena itu dituntut konsistensi dalam penggunaan input satuan
mulai dari awal permodelan hingga penampilan hasil analisa.
2. Coordinate System
Terdapat dua macam system koordinat yaitu koordinat global dan koordinat
lokal. Koordinat global adalah system kartesian XYZ yang berporos pada titik
0,0,0.
Sedangkan system koordinat yang dapat dipindahkan pada titik-titik tertentu
sesuai kebutuhan. System koordinat local dapat disesuaikan dengan global
cartesian coordinates, nodes, keypoints atau working plane. Pengaturan sytem
coordinate dapat dilakukan melalui toolbar sebagaimana yang terlihat pada
gambar.

GUI: Utility Menu>WorkPlane>Change Active CS to


Utility Menu>WorkPlane>Local Coordinate System

4
3. Working Plane
Working plane/WP ini merupakan bidang kerja dalam ANSYS yang harus
benar – benar dicermati. Pada toolbar paling atas dari windows ANSYS, dapat
ditemukan pilihan – pilihan untuk memodifikasi WP anda agar langkah
permodelan lebih mudah. Setelah memindah/mengubah WP, jangan lupa
untuk selalu menyelaraskan WP dengan global kartesian agar oprasi – oprasi
berikutnya tidak kehilangan orientasi terhadap sumbu globalnya.
GUI:
Utility Menu>WorkPlane>Display working Plane
Utility Menu>WorkPlane>WP Setting

5
4. View

GUI:
Utility menu > plot control > pan-zoom-rotate
2.1 Permodelan Geometri
Permodelan dapat dilakukan dengan dua cara:
1. Bottom up, yaitu pembuatan model yang dilakukan secara manual
dengan mendefinisikan secara manual keypoint terlebih dahulu, yang
kemudian dikembangkan untuk membuat garis, area, dan volume.

GUI:Main Menu > Preprocessor > Modelling > Keypoint


Main Menu > Preprocessor > Modelling > Line
Main Menu > Preprocessor > Modelling > Area
2. Top Down, yaitu pembuatan model memodifikasi geometri dasar yang
telah tersedia

6
Langkah awal pembuatan geometri dasar dimulai dengan create command untuk
memilih geometri dasar, yang dilanjutkan dengan operate command untuk
membentuk model yang diinginkan. Operate command menyediakan perintah extrude
dan Boolean Operation. Beberapa perintah yang terdapat pada Boolean operation
adalah:

Gambar sebelum operate

 Intersect : menghasilkan bentuk baru dengan mengambil irisan gabungan


geometri dan menghapus bentuk dasar.

7
Gambar sesudah Intersect

GUI:
Main Menu > Preprocessor > Modelling > Operate > Booleans > Intersect
 Add : membentuk satu geometri utuh menggabungkan beberapa geometri
dasar

Gambar sesudah Add


GUI:
Main Menu > Preprocessor > Modelling > Operate > Booleans > Add
 Substract : menghapus geometri yang beririsan.

8
GUI:
Main Menu > Preprocessor > Modelling > Operate > Booleans > substract
 Overlap : menghasilkan bentuk baru dengan mengambil irisan gabungan
geometri tanpa menghapus bentuk dasar. Geometri yang dihasilkan berupa
rangkaian, yang berkaitan satu dengan yang lain.

GUI :
Main Menu > Preprocessor > Modelling > Operate > Booleans > Overlap.
 Partition : proses yang sama dengan overlap, tetapi volume yang dihasilkan
terpisah secara utuh, membentuk kesatuan baru.

9
Volume hasil partition
berasal dari volume kubus

GUI :
Main Menu > Preprocessor > Modelling > Operate > Booleans > Partition.
 Glue : menempelkan 2 geometri yang berbeda. Fasilitas ini biasa digunakan
untuk memodelkan area las.

GUI:
Main Menu > Preprocessor > Modelling > Operate > Booleans > Glue >
Volumes.

Selain perintah-perintah di atas, terdapat perintah-perintah pendukung antara lain :


Delete Command
Perintah ini digunakan untuk menghapus entitas yang tidak diperlukan. Penting untuk
diperhatikan adalah system hierarki dalam pemodelan. Penghapusan entitas dilakukan
dengan perintah

10
GUI :
Main menu > Preprocessor > Delete > Keypoint
Main menu > Preprocessor > Delete > Lines only
Main menu > Preprocessor > Delete > Areas only
Main menu > Preprocessor > Delete > Volumes only
Hanya akan menghapus hierarki yang diperintahkan. Sebagai contoh, jika dilakukan
perintah delete areas only , maka keypoint dan garis pembentuk area akan tetap ada.
Untuk menghapus keseluruhan entitas, dilakukan dengan perintah
GUI :
Main Menu > Preprocessor > Delete > Line and Below
Main Menu > Preprocessor > Delete > Area and Below
Main Menu > Preprocessor > Delete > Volume and Below
Copy Command
Perintah ini digunakan untuk menggandakan entitas yang telah anda buat ke arah
offset yang dapat ditentukan sendiri dengan tetap mengacu pada sumbu global XYZ.
GUI :
Main Menu > Preprocessor > Copy
Move Command
Opsi ini digunakan untuk menggeser entitas geometri jika ada kesalahan orientasi
translasional ke arah XYZ.
GUI :
Main Menu > Preprocessor > Move / Modify

2.2 Diskritisasi ( meshing ).


Proses ini dilakukan untuk menjadikan model yang kontinyu ke dalam mode diskret
yaitu elemen-elemen kecil yang terhubung / terkait dengan node agar dapat dianalisa
dengan baik sesuai pendekatan elemen hingga. Tahapan-tahapan yang harus
dilakukan
1. Mendefinisikan material dan sifat-sifat mekaniknya.
Material didefinisikan berdasarkan kebutuhan analisa yang hendak dilakukan
GUI :
11
Main Menu > Preprocessor > Material Props > Material Models
2. Menentukan elemen dan atributnya
Ansys menyediakan beberapa jenis elemen, yang masing – masingnya dapat
dipilih berdasarkan kemampuan produk yang kita pilih atau disesuaikan dengan
geometri dan analisa yang dilakukan. Jenis – jenis elemen dan karakteristik dapaat
dilihat pada ANSYS > ANSYSDocumentation > Ansys Element Reference
GUI:
Main Menu > Preprocessor > Element Element Reference
3. Meshing
Konsep dasar analisa local adalah penggunaan metode elemen hingga, dimana
suatu struktur dibagi menjadi elemen – elemen yang terdiri dari node – node untuk
mengetahui lebih akurat proses distribusi beban dan akibatnya pada struktur.
Proses pembagian inilah yang dinamakan dengan proses meshing. Proses meshing
pada ANSYS dapat dilakukan dengan 2 cara, yaitu free atau mapped.
Free mesh digunakan jika pengguna menghendaki pembagian elemen dan node
ditentukan oleh ANSYS, sedangkan mapped mesh digunakan apabila pengguna
menghendaki bentuk meshing tertentu.
GUI:
Main Menu > Preprocessor > Meshtool
Main Menu > Preprocessor > Meshing
Mapped mesh dapat diatur melalui size control yang dapat dilihat pada menu
meshtool maupun meshing. Menu concatenate digunakan untuk seakan – akan
menyambung garis – garis yang berbeda untuk memenuhi persyaratan dalam
penggunaan mapped mesh. Garis – garis yang terbentuk akibat concatenate harus
dihapus sebelum melakukan analisa untuk menghindari terjadinya kesalahan
dalam perhitungan.
GUI:
Main Menu>Preprocessor>Meshing>concatenate
Setelah proses meshing selesai, terlebih dahulu dilakukan check mesh untuk
mengetahui apakah meshing yang telah terbentuk telah memenuhi kriteria yang
disyaratkan. Elemen meshing yang “cacat” atau tidak sesuai dengan criteria dan
syarat valid dapat diperbaiki dengan tombol refine.
GUI:
Main Menu > Prepocessor > Meshing > Check Mesh
12
ANSYS DASAR
Oleh ;
Anni Rahmat

JURUSAN TEKNIK KIMIA


UNIVERSITAS INTERNASIONAL SEMEN INDONESIA
2017

13
LAYOUT

BUTTOM UP
1. MEMBUAT TITIK

Main Menu > Preprocessor > Modelling > Keypoint

N0 X Y Z

1 0 0 0
2 1 0 0
3 1 1 0
4 0 1 0

14
BUTTOM UP
2. MEMBUAT GARIS

Main Menu > Preprocessor > Modelling > Line

N0 TITIK TITIK

1 1 2
2 2 3
3 3 4
4 4 1

BUTTOM UP
3. MEMBUAT AREA
Main Menu > Preprocessor > Modelling > Area

NO G G G G
1 1 2 3 4

4. MEMBUAT VOLUME
Main Menu > Preprocessor > Modelling > Volume

15
BUTTOM UP
5. TUGAS BUTTOM UP

Tahap :
1. Membuat titik 1-4
2. Kopi langkah 1 dengan jarak z=1
3. Membuat garis dari titik
4. Membuat area dari garis
5. Membuat Volume dari area

TOP DOWN

1. MEMBUAT VOLUME PRIMITIF

BLOK : TEBAL 0,3 TINGGI 1 LEBAR 1


SILIDER : PUSAT X=1 Y=1 R=0.4 PANJANG 2

Main Menu > Preprocessor > Modelling > Volume>Block>By Dimensions

Main Menu > Preprocessor > Modelling > Volume>Cylinder>Solid Cylinder

16
TOP DOWN
2. MENGGABUNGKAN BEBERAPA VOLUME MENJADI
SATU VOLUME (ADD)

Main Menu > Preprocessor > Modelling > Operate>Booleans>Add>Volume

TOP DOWN
3. MENGHILANGKAN IRISAN 2 VOLUME DENGAN
MENGHAPUS SATU VOLUME AWAL (SUBSTRACT)

Main Menu > Preprocessor > Modelling > Operate>Booleans>Subtract>Volume

17
TOP DOWN
4. MENGHILANGKAN IRISAN 2 VOLUME TANPA MENGHAPUS
VOLUME AWAL (OVERLAP)

Main Menu > Preprocessor > Modelling > Operate>Booleans>overlap>Volume

TOP DOWN
5. MEMBUAT IRISAN DARI 2 VOLUME (INTERSECT)

Main Menu > Preprocessor > Modelling > Operate>Booleans>Intersect>Volume

18
TOP DOWN
6. MEMBUAT DISKONTINYU MENJADI KONTINYU
TANPA MEMBENTUK KOMPONEN BARU (GLUE)

Main Menu > Preprocessor > Modelling > Operate>Booleans>Glue>Volume

TOP DOWN
7. TUGAS TOP DOWN

19
TOP DOWN

1. cyl4,0,0,10e-2,360,11e-2,360,60e-2
2. wpoff,,,30e-2 wpro,,90,wpoff,,,-35e-2
3. cyl4,0,0,5e-2,360,0,0,35e-2
4. VSBV, 1, 2
5. WPAVE,0,0,0  cyl4,0,0,12e-2,360,0,0,60e-2
6. wpoff,,,30e-2 wpro,,90, wpoff,,,-35e-2
7. cyl4,0,0,4e-2,360, 3e-2,360,35e-2
8. VSBV, 2, 1
9. Buat area dari GUI diteruskan volume

TOP DOWN

20
TRIK BELAJAR MENGGAMBAR
1.MEMBUAT TITIK
K,NO TITIK,X,Y,Z, K,1,0,0,0,

2.MEMBUAT GARIS LURUS DARI 2 TITIK


LSTR,TITIK A,TITIK B LSTR, 1, 10

3.MEMBUAT GARIS LENGKUNG DARI 3 TITIK

FLST,3,3,3 FLST,3,3,3
FITEM,3,TITIK A FITEM,3,1
FITEM,3, TITIK B FITEM,3,3
FITEM,3, TITIK C FITEM,3,2
BSPLIN, ,P51X BSPLIN, ,P51X

TRIK BELAJAR MENGGAMBAR


4.MEMBUAT AREA DARI GARIS

FLST,2,2,4
FITEM,2,GARIS A FLST,2,2,4
FITEM,2,GARIS B FITEM,2,2
FITEM,2,1
FITEM,2,GARIS C
AL,P51X
FITEM,2,GARIS D
AL,P51X

5.MEMBUAT LANGKAH LANGKAH LAIN

JIKA INGIN MENGETAHUI LANGKAH LANGKAH YANG LAIN DALAM


BENTUK ASCI DAPAT DI KLIK HELP PADA TIAP DIALOG BOG YANG
MUNCUL

21
TRIK BELAJAR MENGGAMBAR

TRIK BELAJAR MENGGAMBAR


6.KOMBINASI
LSTR, 1, 2
LSTR, 1, 10
LSTR, 10, 5
K,1,0,0,, LSTR, 5, 6
K,2,0,8e-3,, LSTR, 6, 12
K,3,202e-3,0,, LSTR, 8, 9
K,4,202e-3,8e-3,, LSTR, 3, 4
K,5,96.5359e-3,0,, LSTR, 4, 11
K,6,105.4641e-3,0,, LSTR, 7, 11
K,7,105.4641e-3,8e-3,, LSTR, 12, 3
K,8,96.5359e-3,8e-3,, LSTR, 9, 2
K,9,86.5359e-3,8e-3,, LSTR, 7, 8
K,10,86.5359e-3,,, LSTR, 9, 10
K,11,115.4641e-3,8e-3,, LSTR, 8, 5
K,12,115.4641e-3,,, LSTR, 6, 7
K,13,0,0,130e-3, LSTR, 12, 11
LSTR, 1, 13

22
TRIK BELAJAR MENGGAMBAR
6.KOMBINASI ( LANJUTAN)

TRIK BELAJAR MENGGAMBAR


6.KOMBINASI ( LANJUTAN)
Main Menu > Preprocessor > Modelling > Area

23
TRIK BELAJAR MENGGAMBAR
6.KOMBINASI ( LANJUTAN)
Main Menu > Preprocessor > Meshing >Mesh tool

TRIK BELAJAR MENGGAMBAR


6.KOMBINASI ( LANJUTAN)
Main Menu > Preprocessor > Modelling > Operate>Extrude

24
TRIK BELAJAR MENGGAMBAR
6.KOMBINASI ( LANJUTAN)

TRIK BELAJAR MENGGAMBAR


6.KOMBINASI ( LANJUTAN)

25
TRIK BELAJAR MENGGAMBAR
7. TUGAS KOMBINASI

26
PENGELASAN

PENGELASAN
1. MEMBUAT GEOMETRI LAS (PREPROCESSOR)

PENGELASAN
2. MEMILIH TIPE ELEMENT(PREPROCESSOR)

3. MEMASUKKAN MATERIAL PROPERTIS(PREPROCESSOR)

27
MATERIAL PROPERTIS
1.LANGKAH MANUAL MEMASUKKAN MATERIAL
PROPERTIES UNTUK 1 BAHAN

MATERIAL PROPERTIS
Main Menu > Preprocessor > Material props > Material model

SEBELAH KANAN ADALAH JENIS MATERIAL SEBELAH KIRI


ADALAH JENIS SIFAT YANG BISA DIISIKAN UNTUK JENIS
MATERIAL YANG ADA DI SEBELAH KANAN

28
MATERIAL PROPERTIS
1.LANGKAH MANUAL MEMASUKKAN MATERIAL PROPERTIES UNTUK 2
BAHAN ATAU LEBIH

MATERIAL PROPERTIS
Main Menu > Preprocessor > Material props > Material model

Tidak ada yang berbeda dengan langkah untuk memasukkan


properties pada satu material tapi saat ditemui 2 material atau
lebih hanya menambah satu langkah saja yaitu klik material>new
model pada dialog box define materials model behavior

29
MATERIAL PROPERTIS
3.LANGKAH LAIN MEMASUKKAN MATERIAL PROPERTIES
Main Menu > Preprocessor > Material props > Read From File

/COM,ANSYS RELEASE 8.0 UP20030930 12:20:57 02/19/2011


MPTEMP
MPTEMP, 1, 0.2980000E+03, 0.4730000E+03, 0.6730000E+03, 0.8730000E+03, 0.1073000E+04
MPTEMP, 6, 0.1273000E+04, 0.1473000E+04, 0.1571000E+04, 0.1773000E+04, 0.2273000E+04
MPDATA,EX , 1, 1, 0.1980000E+12, 0.1850000E+12, 0.1680000E+12, 0.1510000E+12,
0.1350000E+12
MPDATA,EX , 1, 6, 0.9700000E+11, 0.2100000E+11, 0.5000000E+10, 0.5000000E+10,
0.5000000E+10

Cara membuat file diatas harus melalui log file dari ansys
sehingga jika untuk membuat filler/isian terlebih dahulu dibuat
pancingan untuk material material yang lain.

ELEMEN
1.FUNGSI ELEMENT

• Sebagai jadi diri


• Membentuk jaringan yang saling terikat satu sama lain (kontinum)

2.JUMLAH ELEMENT PADA ANSYS 8.0

• Terdapat 227 elemen dimana setiap element memiliki derajat kebebasan


yang berbeda beda.
• untuk mengetahui derajat kebebasan pada tiap tiap element dapat dilihat
pada help topics ansys pada sub menu element library

30
PENGELASAN
4. PEMBEBANAN DAN BC (SOLUTION)
4. 1. PENENTUAN TYPE ANALISA

PENGELASAN
4. PEMBEBANAN DAN BC (SOLUTION)
4. 2. PENENTUAN TOLERANSI AKURASI SOLVER

31
PENGELASAN
4. PEMBEBANAN DAN BC (SOLUTION)
4. 4. PEMBERIAN HEAT FLUX

PENGELASAN
4. PEMBEBANAN DAN BC (SOLUTION)
4. 4. PEMBERIAN HEAT FLUX

32
PENGELASAN
4. PEMBEBANAN DAN BC (SOLUTION)
4. 5. PEMBERIAN KONVEKSI

PENGELASAN
4. PEMBEBANAN DAN BC (SOLUTION)
4. 5. PEMBERIAN KONVEKSI

33
PENGELASAN
4. PEMBEBANAN DAN BC (SOLUTION)
4. 5. LOAD STEP OPTION

PENGELASAN
4. PEMBEBANAN DAN BC
4. 5. LOAD STEP OPTION

34
PENGELASAN
4. PEMBEBANAN DAN BC
4. 5. LOAD STEP OPTION

PENGELASAN
4. PEMBEBANAN DAN BC
4. 5. LOAD STEP OPTION

35
PENGELASAN
4. PEMBEBANAN DAN BC
4. 5. LOAD STEP OPTION

Hasil akhirnya didapatkan file loadstep dengan nama file sesuai dengan jobname
dan berisi perintah perintah.

PENGELASAN
5. Editing file loadstep
• Rumus editing file loadstep untuk mempermudah simulasi :
1. _LSNUM : n+1
2. Time : n+(waktu untuk satu elemen)
3. SFE, n, 4,HFLU  SFE, n(diganti nomer elemen berikutnya), 4,HFLU

36
PENGELASAN
6. MEMBACA FILE LOADSTEP PADA ANSYS

Main Menu > Solution > Load Step Pots > Read LS File

PENGELASAN
6. MENGHITUNG DISTRIBUSI TEMPERATUR

Main Menu > Solution > Solve > From LS Files

37
PENGELASAN
7. MELIHAT HASIL(GENERAL POSTPROC)

PENGELASAN
7. MELIHAT HASIL(GENERAL POSTPROC)

38
PENGELASAN
7. MELIHAT HASIL(GENERAL POSTPROC)

PENGELASAN
8. MELIHAT ANIMASI & MEMBUAT FILE VIDEO

39
PENGELASAN
8. MELIHAT ANIMASI & MEMBUAT FILE VIDEO

PENGELASAN
9. MEMBUAT SIKLUS THERMAL

40
PENGELASAN
9. MEMBUAT SIKLUS THERMAL

PENGELASAN
10. Konversi hasil ke dalam format excel

41
PENGELASAN
10. Konversi hasil ke dalam format excel

TEMP_2

1600
1400
1200
1000
800 TEMP_2
600
400
200
0
0 200 400 600 800 1000 1200

42