Anda di halaman 1dari 27

[LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA FISIKA III] March 7, 2018

I. JUDUL PRAKTIKUM :
Pengaruh Katalis Ammonium Molibdat dalam Reaksi Kalium Iodida dan Hidrogen
Peroksida
II. TUJUAN PRAKTIKUM :
Untuk mengetahui pengaruh katalis ammonium molibdat dalam reaksi kalium iodida
dan Hidrogen Peroksida
III. TANGGAL PRAKTIKUM : 7 Maret 2018
IV. WAKTU PRAKTIKUM : 08.40 – 11.10 WIB
V. DASAR TEORI :
Dalam ilmu kimia kita tentu sering mendengar istilah laju reaksi. Dalam
penerapannya, jika laju reaksi tersebut sebanding dengan konsentrasi dua reaktan A dan
B sehingga:
v = k [A][B]
koefisien k disebut konstanta laju, yang tidak bergantung pada konsentrasi (tetapi
bergantung pada temperatur). Lain halnya dengan ordo dari suatu reaksi kimia, ordo
reaksi nilainya ditentukan secara percobaan dan tidak dapat diturunkan secara teori,
walaupun stokhiometrinya telah diketahui (Atkins, 1996).
Laju reaksi adalah banyaknya reaksi kimia yang berlangsung per satuan waktu.
Laju reaksi menyatakan molaritas zat terlarut dalam reaksi yang dihasilkan tiap detik
reaksi. Faktor- faktor yang mempengaru pada laju reaksi, yaitu luas permukaan sentuh,
temperatur, katalis, sifat zat yang bereaksi, dan konsentrasi (Purnami, dkk, 2015).
Besar kecilnya nilai dari laju dari suatu reaksi kimia dapat ditentukan dalam
beberapa faktor, antara lain sifat pereaksi, suhu, katalis dan konsentrasi pereaksi. Dalam
sifat pereaksinya, ada yang reaktif dan ada yang kurang reaktif, misalnya bensin lebih
cepat terbakar daripada minyak tanah. Berdasarkan suhunya, hampir semua pereaksi
menjadi lebih cepat bila suhu dinaikkan, karena kalor yang diberikan akan menambah
energi kinetik partikel pereaksi, akibatnya jumlah energi tabrakan bertambah besar.
Dalam katalis, laju reaksi dapat dipercepatdengan menambah zat yang disebut katalis.
Katalis sangat diperlukan dalam reaksi organik, termasuk dalam organisme. Sedangkan
pada konsentrasi pereaksi, dua molekul yang akan bereaksi harus bertabrakan langsung.
Jika konsentrasi pereaksi diperbesar, berarti kerapatannya bertambah dan akan
memperbanyak kemungkinan tabrakan sehingga akan mempercepat reaksi (Syukri,
1999).

Kelompok 3| Pengaruh Katalis Ammonium Molibdat dalam Reaksi Kalium Iodida dan 1
Hidrogen Peroksida
[LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA FISIKA III] March 7, 2018

Dengan persamaan sebagai berikut:


ln (a – b) = -kt + ln a
(Atkins, 1996).
Reaksi yang berlangsung lambat dapat dipercepat dengan zat lain tanpa
menambah konsentrasi atau suhu. Zat itu disebut katalis. Istilah ini mula-mula dipakai
oleh Berzelius pada tahun 1835. Katalis biasanya ikut bereaksi sementara dan kemudian
terbentuk kembali sebagai zat bebas. Selanjutnya bereaksi lagi dengan pereaksi
mempercepat reaksi dan bebas kembali. Demikian seterusnya berulang kali sehingga
reaksi selesai (Syukri, 1999).
Fungsi katalis adalah mempercepat laju reaksi dengan jalan memperkecil energi
pengaktifan suatu reaksi.Walaupun partikel-partikel berorientasi dengan baik, tidak
akan terjadi reaksi jika partikel-partikel tersebut bertumbukan belum melampaui energi
minimum yang disebut dengan energi aktivasi reaksi (Ea). Dengan menurunnya energi
pengaktifan/aktivasi maka partikel-partikel tersebut memenuhi energi minimum yang
dibutuhkan untuk bereaksi, dan pada suhu yang sama reaksi dapat berlangsung lebih
cepat (Bambang Sugiarto, 2014).
Dalam proses reaksi kimia tidak hanya dibutuhkan mempercepat laju reaksi tapi
suatu saat juga diperlukaan memperlambat laju reaksi. Enzim adalah biomolekul berupa
protein yang berfungsi sebagai katalis dalam suatu reaksi kimia organik. Selain
berfungsi sebagai katalis, enzim juga dapat berperan sebagai inhibitor dan aktivator.
Inhibitor adalah molekul yang menurunkan aktivitas enzim, menurunnya aktivitas
enzim maka akan menyebabkan memperlambat laju reaksi. Sedangkan aktivator adalah
molekul yang menaikkan aktivitas enzim, menaiknya aktivitas enzim maka akan
menyebabkan mempercepat laju reaksi (Wikipedia, 2018).

Sifat katalis
1. Katalis tidak bereaksi secara permanen, karena terbukti tidak mengalami
perubahan kimia selama reaksi.
2. Jumlah katalis yang diperlukan dalam reaksi sangat sedikit.
3. Katalis tidak mempengaruhi hasil akhir reaksi
4. Katalis tidak memulai suatu reaksi tetapi hanya mempengaruhi lajunya.
5. Katalis bekerja efektif pada suhu optinum. Artinya, dibawah atau diatas suhu
tersebut kerja katalis berkurang.

Kelompok 3| Pengaruh Katalis Ammonium Molibdat dalam Reaksi Kalium Iodida dan 2
Hidrogen Peroksida
[LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA FISIKA III] March 7, 2018

6. Suatu katalis hanya mempengaruhi katalis secara spesifik. Berarti, suatu katalis
mempengaruhi laju reaksi satu atau sejenis reaksi, dan tidak dapat untuk reaksi
jenis lain.
7. Keaktifan katalis dapat diperbesar oleh zat lain yang disebut promotor
(pemercepat katalis).
8. Hasil suaatu reaksi kadang-kadang dapat bertindak sebagai katalis, dan zat itu
disebut otokatalis.
9. Katalis dapat diracuni oleh zatlain sehingga sifat katalisnya hilang.
10. Katalis yang memperlambat reaksi disebut katalis negatif atau katalis inhibitor.
11. Katalis untuk senyawa organik dalam organisme disebut enzim, yang dapat
mempercepat reaksi 105 – 1020 kali.

Berdasarkan fasanya, katalis dapat dibagi dua, yaitu katalis homogen dan heterogen.
1. Katalis homogen, ialah katalis yang mempunya fasa sama dengan pereaksi,
mungkin gas cair, cair, atau padat.
a. Dalam fasa gas, contohnya :
NO
2SO2 + O2 → 2SO3
I2
CH3COOH → CH4 + CO
b. Dalam larutan,contohnya :
H+
C12H22O11 + H2O → C6H12O6 + C6H12O6 + O2
H+
CH3COOC2H5 + H2O → CH3COOH + C2H5OH
2. Katalis heterogen, ialah katalis yang mempunyai fasa berbeda dengan pereaksi.
Umumnya katalis ini berupa zat padat dan pereaksinya cair atau gas, contohnya:
Fe(s)
N2(g) + 3H2(g) → 2NH3(g)
Pt(s)
2SO2(g) + O3(g) → 2SO3(g)

Katalis dapat mengubah suatu laju reaksi, secara umum dapat diterangkan dengan
teori katalis, yang disebut teori senyawa antara dan teori adsorpsi. Menurut teori
senyawa antara, pereaksi dan katalis membentuk senyawa yang bersifat semendara dan
disebut senyawa antara. Menurut teori ini, katalis mengubah mekanisme reaksi sehingga

Kelompok 3| Pengaruh Katalis Ammonium Molibdat dalam Reaksi Kalium Iodida dan 3
Hidrogen Peroksida
[LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA FISIKA III] March 7, 2018

sekaligus mengubah laju reaksi. Teori ini umumnya dapat menjelaskan katalis homogen
yang bersifat gas, misallkan reaksi
AB + C  A + BC
Mekanisme tanpa katalis:
AB + C  ABC (lambat)
ABC  A + BC (cepat)
Mekanisme dengan katalis (K)
AB + K  ABK (cepat)
ABC  A + BC (cepat)
ABK + C  BC + K (cepat)

Ketiga tahap reaksi dengan katalis adalah cepat, maka reaksi total menjadi cepat
juga. Ditinjau dari tingkat energinya, kompleks teraktivasi ABK mempunyai energi
pengaktifan lebih rendah daripada kompleks teraktivasi ABC. Akibatnya, katalis
menurunkan energi minimum pereaksi sehingga jumlah molekul yang memenuhi syarat
menjadi lebih besar, seperti terlihat pada gambar 1.

Tanpa katalis
Energi potensial 

Dengan katalis

Koordinat reaksi 

Gambar 1. Diagram energi potensial reaksi tanpa katalis dan dengan katalis.

Menurut teori adsorpsi diketahui bahwa padatan mempunyai permukaan yang


luas. Jika katalis berfasa padat, maka ia dapat meyerap molekul pereaksi pada
permukaannya sehingga bereaksi dengan mudah. Sebagai contoh penguraian (disosiasi)
H2 menjadi 2H oleh serbuk platina atau nikel (Syukri, 1999).

Kelompok 3| Pengaruh Katalis Ammonium Molibdat dalam Reaksi Kalium Iodida dan 4
Hidrogen Peroksida
[LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA FISIKA III] March 7, 2018

Kecepatan reaksi sangat bergantung pada ion peroksida, kalium iodida dan
asamnya. Reaksi hidrogen peroksida dengan kalium iodida dalam suanasa asam dan
dengan adanya ammonium molibdat, maka peroksida akan membebaskan iodium yang
berasal dari kalium iodida yang telah diasamkan dengan asam sulfat. Bila reaksi ini
merupakan reaksi irreversibel (karena adanya natrium tiosulfat yang akan merubah
iodium bebas menjadi asam iodida kembali) kecepatan reaksi yang terjad besarnya
seperti pada reaksi pembentukannya, sampai konsentrasi terakhir tak berubah (Bird,
1987).
Pada larutan yang mempunyai keasaman tinggi atau kadar iodidayang tinggi akan
didapatkan kecepatan reaksi yang lebih besar. Untuk menghitung kecepatan reaksi, yang
dapat dihitung adalah penjabaran kecepatan reaksi yang memerlukan besarnya
konstanta kecepatan reaksi. Hukum laju orde pertama untuk konsumsi reaktan adalah
ln (a – b) = -kt + ln a
(Atkins, 1996).
Dalam percobaan kinetika reaksi etil asetat digunakan berbagai macam bahan
untuk mendukung berjalannya percobaan.Adapun bahan yang digunakan, yaitu H2O2,
kalium iodida, ammonium molibdat, dan asam sulfat.
Hidrogen peroksida (H2O2) adalah cairan bening , agak lebih kental daripada air,
yang merupakan oksidator kuat.Senyawa ini ditemukan oleh Louis Jacques Thenard
pada tahun 1818. Dengan ciri khasnya yang berbau khas keasaman dan mudah larut
dalam air. Bahan baku pembuatan hidrogen peroksida adalah gas hidrogen (H2) dan gas
oksigen (O2). Salah satu keunggulan hidrogen peroksida dibandingkan dengan oksidator
yang lain adalah sifatnya yang ramah lingkungan. Ia tidak meninggalkan residu, hanya
air dan oksigen. Kekuatan oksidatornya pun dapat diatur sesuai dengan kebutuhan.
Asam sulfat, H2SO4, merupakan asam mineral (anorganik) yang kuat.Zat ini larut
dalam air pada semua perbandingan. Asam sulfat 10%, asam sulfat encerbiasa
digunaan untuk bahan pendukung percobaan di laboratorium. asam ini memiliki
viskositas yang cukup tinggi, konduktivitas efektif ion H3SO4+ dan HSO4− tinggi
dikarenakan mekanisme ulang alik proton intra molekul, menjadikan asam sulfat
sebagai konduktor yang baik. Ia juga merupakan pelarut yang baik untuk banyak reaksi
(Wikipedia, 2018).
Amonium molibdat memiliki rumus senyawa (NH4)6Mo7O24.4H2O, senyawa ini
berbentuk serbuk padat dengan warna putih atau kuning kehijauan dan tidak berbau.

Kelompok 3| Pengaruh Katalis Ammonium Molibdat dalam Reaksi Kalium Iodida dan 5
Hidrogen Peroksida
[LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA FISIKA III] March 7, 2018

Sifat fisik dari senyawa ini diantaranya memiliki massa molar 1163.9 g/mol dan
1235.86 g/mol, berat jenisnya sekitar 2.498 g/cm3, dan titik lelehnya yaitu 190C. Dapat
dibuat dengan cara melarutkan molibdenum trioksida kedalam cairan amonia berlebih
dan diuapkan pada suhu kamar sehingga kelebihan amonia akan teruap dan
menghasilkan amonium heptamolibdat. Senyawaan ini mudah larut dalam air dan asam,
tetapi tidak larut dalam alkohol, juga cukup stabil pada tekanan dan temperatur normal
(Anonim, 2013).

VI. ALAT DAN BAHAN :


Alat:
1. Tabung reaksi 8 buah
2. Labu Erlenmeyer 1 buah
3. Gelas kimia 100 mL 1 buah
4. Gelas ukur 50 mL 1 buah
5. Stopwatch 1 buah
6. Pipet tetes 6 buah
7. Pengaduk gelas 1 buah
8. Rak tabung reaksi 1 buah
Bahan:
1. Larutan H2O2 10 M (30%) secukupnya
2. Larutan KI 0,5 M secukupnya
3. Larutan ammonium molibdat secukupnya
4. Larutan H2SO4 0,5 M secukupnya
5. Larutan kanji secukupnya
6. Akuades secukupnya

Kelompok 3| Pengaruh Katalis Ammonium Molibdat dalam Reaksi Kalium Iodida dan 6
Hidrogen Peroksida
[LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA FISIKA III] March 7, 2018

VII. ALUR PERCOBAAN :


Pengenceran

10 tetes larutan 10 tetes larutan 10 tetes larutan


H2O2 10 M KI 10 M (NH4)6MoO4 10 M

Diencerkan sampai Diencerkan sampai Diencerkan sampai


50 mL dengan akuades 10 mL dengan akuades 10 mL dengan akuades

Larutan H2O2 encer Larutan KI encer Larutan


(NH4)6MoO4 encer

Reaksi dengan Menggunakan Katalis Ammonium Molibdat

1 tetes larutan 1 tetes larutan


H2SO4 H2SO4

Dimasukkan ke dalam tabung reaksi Dimasukkan ke dalam tabung reaksi


Ditambahkan 2 tetes larutan kanji Ditambahkan 1 tetes larutan H2O2
Ditambahkan 1 tetes larutan H2O2 Ditambahkan 5 tetes akuades
Ditambahkan 5 tetes akuades Ditanmbahkan 1 tetes larutan
Ditanmbahkan 1 tetes larutan (NH4)6MoO4
(NH4)6MoO4 Ditambahkan 1 tetes larutan KI
Ditambahkan 1 tetes larutan KI Ditambahkan 2 tetes larutan kanji
Dicatat waktu saat penambahan larutan Dicatat waktu saat penambahan
KI sampai timbul warna biru larutan KI sampai timbul warna biru
Diulang pecobaan 3 kali

Dibandingkan perbedaan waktu

Hasil

Kelompok 3| Pengaruh Katalis Ammonium Molibdat dalam Reaksi Kalium Iodida dan 7
Hidrogen Peroksida
[LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA FISIKA III] March 7, 2018

Reaksi Tanpa Menggunakan Katalis Ammonium Molibdat

1 tetes larutan 1 tetes larutan


H2SO4 H2SO4

Dimasukkan ke dalam tabung reaksi Dimasukkan ke dalam tabung reaksi


Ditambahkan 2 tetes larutan kanji Ditambahkan 1 tetes larutan H2O2
Ditambahkan 1 tetes larutan H2O2 Ditambahkan 5 tetes akuades
Ditambahkan 5 tetes akuades Ditambahkan 1 tetes larutan KI
Ditambahkan 1 tetes larutan KI Ditambahkan 2 tetes larutan kanji
Dicatat waktu saat penambahan larutan Dicatat waktu saat penambahan
KI sampai timbul warna biru larutan KI sampai timbul warna biru
Diulang pecobaan 3 kali

Dibandingkan perbedaan waktu

Hasil

Reaksi-reaksi yang terjadi:


 H2O2(aq) + H2O(l)  H2O2(aq)
 KI(aq) + H2O(l)  KI(aq)
 (NH4)6MoO4(aq) + H2O(l)  (NH4)6MoO4(aq)
(NH4 )6 MoO4
 2H+(aq) 2I-(aq) + H2O2(aq) → I2(aq) + 2H2O(l)
 Oksidasi: 2I-(aq)  I2(aq) + 2e
Reduksi: H2O2(aq) 2 H+(aq) + 2e  2H2O(l)
2I-(aq) + H2O2(aq) + 2H+(aq)  I2(aq) + 2H2O(l)

Kelompok 3| Pengaruh Katalis Ammonium Molibdat dalam Reaksi Kalium Iodida dan 8
Hidrogen Peroksida
[LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA FISIKA III] March 7, 2018

VIII. HASIL PERCOBAAN :


Prosedur Percobaan Hasil Pengamatan Dugaan/Reaksi Kesimpulan
Sebelum Sesudah
1. Pengenceran  H2O2: larutan  H2O2 + akuades:  H2O2(aq) + H2O(l) Pada larutan yang

10 tetes larutan H2O2 10 M tidak berwarna larutan tidak  H2O2(aq) ditambahkan


 Akuades: tidak berwarna katalis, waktu
Diencerkan sampai 50 mL dengan akuades berwarna yang dibutuhkan

Larutan H2O2 encer untuk mengubah


larutan menjadi
berwarna biru
lebih cepat
10 tetes larutan KI 10 M
 KI: larutan tidak  KI + akuades:  KI(aq) + H2O(l)  dibandingkan
Diencerkan sampai 10 mL dengan akuades berwarna larutan tidak KI(aq) dengan larutan
Larutan KI encer berwarna tanpa
menggunakan
katalis.

10 tetes larutan (NH4)6MoO4 10 M  (NH4)6MoO4:  (NH4)6MoO4 +  (NH4)6MoO4(aq) +


larutan tidak akuades: larutan H2O(l) 
Diencerkan sampai 10 mL dengan akuades berwarna tidak berwarna (NH4)6MoO4(aq)
Larutan (NH4)6MoO4 encer

Kelompok 3 | Pengaruh Katalis Ammonium Molibdat dalam Reaksi Kalium Iodida dan Hidrogen Peroksida 9
[LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA FISIKA III] March 7, 2018

2. Reaksi Menggunakan Katalis Ammonium Molibdat  H2SO4: larutan  t1: 3,27 s  2H+(aq) + 2I-(aq) + 
1 tetes larutan H2SO4 tidak berwarna  t2: 3,38 s H2O2(aq)
Dimasukkan ke dalam tabung reaksi  Amilum: larutan  t3: 3,69 s (NH4 )6 MoO4
→ I2(aq) +
Ditambahkan 2 tetes larutan kanji agak putih keruh  H2SO4 + Amilum 2H2O(l)
Ditambahkan 1 tetes larutan H2O2 encer  H2O2: larutan + H2O2 + H2O +
Ditambahkan 5 tetes akuades tidak berwarna KI: larutan  Oksidasi:
Ditambahkan 1 tetes larutan (NH4)6MoO4  KI: larutan tidak berwarna biru tua 2I-(aq)  I2(aq) +
Ditambahkan 1 tetes larutan KI berwarna 2e
Dicatat waktu saat penambahan KI sampai  (NH4)6MoO4:
 Reduksi:
terbentuk warna biru larutan tidak H2O2(aq) +
Diulang percobaan sebanyak 3 kali berwarna
2H+(aq) + 2e 
Hasil
2H2O(l)

1 tetes larutan H2SO4 2I-(aq) + H2O2(aq)


 t = 1,30 s
+ 2H+(aq)  I2(aq)
Dimasukkan ke dalam tabung reaksi
+ 2H2O(l)
Ditambahkan 1 tetes larutan H2O2 encer
Ditambahkan 5 tetes akuades
Ditambahkan 1 tetes larutan (NH4)6MoO4
Ditambahkan 1 tetes larutan KI
Ditambahkan 2 tetes larutan kanji
Dicatat waktu saat penambahan KI sampai

Kelompok 3 | Pengaruh Katalis Ammonium Molibdat dalam Reaksi Kalium Iodida dan Hidrogen Peroksida 10
[LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA FISIKA III] March 7, 2018

terbentuk warna biru


Dibandingkan waktunya dengan ketiga larutan
sebelumnya

Hasil

3. Reaksi Tanpa Menggunakan Katalis Ammonium  H2SO4: larutan  t1: 77,78 s  Oksidasi: 
Molibdat tidak berwarna  t2: 54,78 s 2I-(aq)  I2(aq) +
1 tetes larutan H2SO4  Amilum: larutan  t3: 66,90 s 2e
Dimasukkan ke dalam tabung reaksi agak putih keruh  H2SO4 + Amilum Reduksi:
Ditambahkan 2 tetes larutan kanji  H2O2: larutan + H2O2 + H2O + H2O2(aq) +
Ditambahkan 1 tetes larutan H2O2 encer tidak berwarna KI: larutan 2H+(aq) + 2e 
Ditambahkan 5 tetes akuades  KI: larutan tidak berwarna biru tua 2H2O(l)
Ditambahkan 1 tetes larutan KI berwarna 2I-(aq) + H2O2(aq)
Dicatat waktu saat penambahan KI sampai  (NH4)6MoO4: + 2H+(aq)  I2(aq)
terbentuk warna biru larutan tidak + 2H2O(l)
Diulang percobaan sebanyak 3 kali berwarna
Hasil

Kelompok 3 | Pengaruh Katalis Ammonium Molibdat dalam Reaksi Kalium Iodida dan Hidrogen Peroksida 11
[LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA FISIKA III] March 7, 2018

 t = 16,09 s
1 tetes larutan H2SO4

Dimasukkan ke dalam tabung reaksi


Ditambahkan 1 tetes larutan H2O2 encer
Ditambahkan 5 tetes akuades
Ditambahkan 1 tetes larutan KI
Ditambahkan 2 tetes larutan kanji
Dicatat waktu saat penambahan KI sampai
terbentuk warna biru
Dibandingkan waktunya dengan ketiga larutan
sebelumnya

Hasil

Kelompok 3 | Pengaruh Katalis Ammonium Molibdat dalam Reaksi Kalium Iodida dan Hidrogen Peroksida 12
[LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA FISIKA III] March 7, 2018

IX. ANALISIS DAN PEMBAHASAN :


Percobaan yang telah dilakukan kali ini yaitu “Pengaruh Katalis Ammonium
Molibdat dalam Reaksi Kalium Iodida dan Hidogen Peroksida”. Tujuan percobaan yaitu
untuk mengetahui pengaruh katalis ammonium molibdat dalam reaksi kalium iodida dan
hidrogen peroksida. Percobaan ini terdiri dari 2 langkah percobaan yang akan dibahas,
yaitu tujuan pengenceran dan perbandingan reaksi dengan penambahan ammonium
molibdat dan tanpa penambahan ammonium molibdat.
Langkah pertama yang dilakukan adalah mengencerkan larutan-larutan berikut.
 larutan H2O2 10M (30%)
Larutan H2O2 10M diambil sebanyak 10 tetes lalu diencerkan dengan akuades sampai
volum 50 mL. Larutan H2O2 tidak mengalami perubahan warna setelah pengenceran,
tetap berwujud larutan tidak berwarna.
Reaksi pengenceran H2O2 :
H2O2(aq) + H2O(l) → H2O2(aq)
pekat encer
 larutan KI 0,5 M
Larutan KI 0,1 M diambil sebanyak 2 tetes lalu diencerkan dengan akuades sampai
volum 10 mL. Larutan KI mengalami perubahan warna setelah pengenceran, dimana
sebelum diencerkan larutan KI berwarna kuning dan setelah diencerkan menjadi
larutan tidak berwarna. Hal ini menandakan larutan KI yang diencerkan tidak terlalu
pekat sehingga mudah berubah warna saat diencerkan.
Reaksi pengenceran larutan KI :
KI(aq) + H2O(l) → KI(aq)
pekat encer
 larutan ammonium molibdat [(NH4)6Mo7O24.4H2O]
Larutan ammonium molibdat diambil sebanyak 2 tetes lalu diencerkan dengan
akuades sampai volum 10 mL. Larutan ammonium molibdat tidak mengalami
perubahan warna setelah pengenceran, tetap berwujud larutan tidak berwarna. Pada
percobaan ini, larutan ammonium molibdat digunakan sebagai katalis yang diharapkan
daapat mempercepat reaksi.
Reaksi pengenceran ammonium molibdat :
[(NH4)6Mo7O24.4H2O](aq) + H2O(l) → [(NH4)6Mo7O24.4H2O](aq)
pekat encer

Kelompok 3 | Pengaruh Katalis Ammonium Molibdat dalam Reaksi Kalium Iodida dan 13
Hidrogen Peroksida
[LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA FISIKA III] March 7, 2018

Pengenceran larutan-larutan diatas bertujuan untuk mengurangi


kepekatan/konsentrasi larutan karena diharapkan reaksi yang terjadi berjalan lebih lambat
dari sebelumnya sehingga waktu yang dibutuhkan untuk mengamati suatu perubahan dari
hasil reaksi dapat diamati.
Pengenceran pada prinsipnya hanya menambahkan pelarut saja sehingga jumlah mol
zat terlarut sebelum penegnceran sama dengan jumlah mol zat terlarut sesudah
pengenceran. Dari pernyataan tersebut dapat diketahui dengan jelas bahwa pengenceran
akan menyebabkan suatu larutan menjadi encer karena penambahan pelarut tersebut
sehingga berdampak pada konsentrasi/kepekatannya yang semakin berkurang. Hal
tersebut dapat kita aplikasikan pada faktor-faktor yang mempengaruhi laju reaksi, dalam
hal ini adalah konsentrasi, dimana jika konsentrasi suatu zat diperkecil maka laju reaksi
akan menurun dan begitu sebaliknya. Dapat dikatakan demikian karena laju reaksi
berbanding lurus dengan konsentrasi zat.
Dalam percobaan ini, H2O2 diencerkan terlebih dahulu agar konsentrasinya
berkurang (semakin kecil) karena menurut teori tumbukkan dengan memperkecil
konsentrasi maka akan menurunkan laju tumbukan antara molekul H2O2 . Alasan yang
sama juga digunakan untuk menjelaskan mengapa KI perlu diencerkan terlebih
dahulu. Dengan memperkecil tumbukan antara molekul-molekul maka diharapkan
reaksi 1 akan berjalan lebih lambat sehingga waktu yang diperlukan untuk perubahan
warna larutan menjadi biru dapat diamati atau dihitung.
Selanjutnya percobaan kedua adalah memberikan perlakuan berbeda terhadap 2 dua
tabung reaksi, dimana tabung 1 ditambahkan dengan katalis ammonium molibdat
sedangkan tabung lainnya tidak seperti ditunjukkan tabel berikut :
Tabung reaksi 1 Tabung reaksi 2
+ 1 tetes H2SO4 0,5 M + 1 tetes H2SO4 0,5 M
+ 2 tetes larutan kanji + 2 tetes larutan kanji
+ 1 tetes larutan H2O2 encer + 1 tetes larutan H2O2 encer
+ 5 tetes akuades + 5 tetes akuades
+ 1 tetes ammonium molibdat
+ 1 tetes larutan KI encer + 1 tetes larutan KI encer

Rumus struktur ion molibdat :

Kelompok 3 | Pengaruh Katalis Ammonium Molibdat dalam Reaksi Kalium Iodida dan 14
Hidrogen Peroksida
[LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA FISIKA III] March 7, 2018

Masing-masing tabung diulangi sebanyak 3 kali sehingga terdapat 6 tabung reaksi


(A1, A2, A3, B1, B2, B3). Beberapa hal penting terkait fungsi penambahan reagen
tertentu dijelaskan sebagai berikut :
1. Fungsi penambahan H2SO4 encer pada percobaan ini adalah sebagai katalis asam
namun tidak ikut bereaksi. Alasan digunakan H2SO4 encer ini antara lain :
 H2SO4 berfungsi untuk mengasamkan reaksi antara H2O2 + KI + larutan kanji guna
menghidrasi H2O2
 Karena adanya H2SO4 sebagai zat penghidrasi tersebut, akan terbentuk iod secara
perlahan-lahan yang ditandai perubahan warna menjadi biru serta hasil sampingnya
berupa air.
2. Fungsi penambahan larutan kanji pada percobaan ini antara lain :
 Sebagai indikator untuk reaksi yang menggunakan reagen KI.
 Sebagai indikator terbentuknya I2 yang ditandai dengan warna biru, biru
kehitaman, atau biru.
 Larutan kanji juga digunakan untuk mengurangi perubahan laju supaya perubahan
warna bertahap, pengamatan ini ditunjukkan dengan perubahan warna larutan dari
tidak berwarna menjadi biru.

Reaksi antara H2O2 + KI dengan indikator larutan kanji :


H2O2(aq) + 2I-(aq) + 2H+(aq) → I2(aq) + 2H2O(l)
katalis asam
-1 reduksi -2

-1 oksidasi 0

Reaksi diatas termasuk reaksi redoks dimana terjadi reaksi reduksi dan oksidasi
berkaitan dengan perubahan biloks. H2O2 berfungsi sebagai oksidator (mengalami
reduksi) sedangkan KI sebagai reduktor (mengalami oksidasi). Dapat diketahui pula

Kelompok 3 | Pengaruh Katalis Ammonium Molibdat dalam Reaksi Kalium Iodida dan 15
Hidrogen Peroksida
[LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA FISIKA III] March 7, 2018

katalis asam (H2SO4 encer) hanya sebagai zat penghidrasi namun tidak ikut bereaksi
dalam reaksi redoks diatas.
Sebelum ditambahkan larutan KI encer, disiapkan stopwatch untuk menghitung
waktu yang diperlukan sampai timbulnya warna biru. Selagi waktu pada stopwatch
berjalan, masing-masing tabung reaksi dikocok secara terus menerus sampai terjadi
perubahan warna. Pada percobaan kami, setelah dilakukan penambahan reagen seperti
tabel diatas, didapatkan warna biru setelah penambahan KI. Berikut adalah waktu yang
dibutuhkan ke-enam tabung sampai terjadinya perubahan menjadi biru :

Perc. Tabung Waktu sampai terjadi Perubahan warna


Ke perubahan warna
Dengan menggunakan
katalis ammonium molibdat
A1 3,27 s Biru tua
1. A2 3,38 s Biru tua
A3 3,69 s Biru tua
Rata-rata = 3,45 s
Pembanding A 1,30 s Biru tua
Tanpa menggunakan katalis
amonium molibdat
B1 77,78 s Biru tua
2. B2 54,78 s Biru tua
B3 66,90 s Biru tua
Rata-rata = 66,49 s
Pembanding B 16,09 s Biru tua

Dari tabel diatas dapat diketahui bahwa penambahan katalis ammonium molibdat
pada tabung 1 menyebabkan reaksi berjalan lebih cepat dibandingkan tabung 2 yang tidak
menggunakan katalis. Hal ini dapat dilihat dari waktu yang dibutuhkan campuran pada
tabung 1 maupun 2 untuk timbulnya warna biru tua dimana tabung reaksi 1
membutuhkan waktu yang relatif cepat. Berikut adalah grafik perbandingan waktu untuk
reaksi dengan katalis ammonium molibdat (tabung reaksi 1) dan tanpa katalis :

Kelompok 3 | Pengaruh Katalis Ammonium Molibdat dalam Reaksi Kalium Iodida dan 16
Hidrogen Peroksida
[LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA FISIKA III] March 7, 2018

Perbandingan Waktu untuk Reaksi dengan Katalis


dan Tanpa Katalis Ammonium Molibdat
90
80
70
60
Waktu (s)

50
40 Dengan Katalis
30 Tanpa Katalis
20
10
0
0 1 2 3 4
Pengulangan ke

Perbedaan langkah dari tabung 1 dan 2 yaitu terletak pada penambahan katalis yakni
ammonium molibdat. Pada penambahan katalis dihasilkan waktu pembentukan rekasi
yang cepat, berkebalikan dengan tabung 2 yang tidak ditambahkan katalis. Hal ini sesuai
dengan teori bahwa, katalis dapat mempercepat laju reaksi, dengan cara menacri
mekanisme reaksi lain dimana energi yang dibutuhkan cukup rendah.
Kita perhatikan reaksi dua molekul sederhana :
Q+R→S v = k [Q] [R] (1)
Kita dapat mengharapkan laju reaksi v sebanding dengan laju tumbukan, dan
𝑇 1/2
karenanya sebanding dengan kecepatan rata-rata molekul, 𝑐̅ ∝ (𝑀) dengan M

merupakan massa molar molekul, penampang lintang tumbukannya σ, dan rapat cacah
dari A dan B :
𝑇 1/2 𝑇 1/2
𝑐̅ ∝ ( ) 𝑁𝐴 𝑁𝐵 ∝ 𝜎 ( ) [A][B]
𝑀 𝑀
Suatu tumbukan akan menghasilkan reaksi hanya jika energi kinetiknya
melampaui harga minimum, energi aktivasi reaksi Ea. Persyaratan ini menentukan bahwa
tetapan laju reaksi harus sebanding dengan faktor Boltzman 𝑒 −𝐸𝑎 /𝑅𝑇 .Dengan
demikian dapat diharapkan, menuliskan tetapan laju reaksi persamaan (1), bahwa
𝑇 1/2
𝑘2 ∝ 𝜎 ( ) 𝑒 −𝐸𝑎/𝑅𝑇
𝑀

Kelompok 3 | Pengaruh Katalis Ammonium Molibdat dalam Reaksi Kalium Iodida dan 17
Hidrogen Peroksida
[LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA FISIKA III] March 7, 2018

Walaupun demikian, tidak setiap tumbukan menghasilkan reaksi kecuali


persyaratan energi tertentu terpenuhi, karenanya pereaksi harus bertumbukan dengan
arah relatif tertentu. Persyaratan sterik ini menentukan bahwa faktor P harus
disertakan, sehingga
1
𝑇 2 −𝐸𝑎
𝑘2 ∝ 𝑃𝜎 ( ) 𝑒 𝑅𝑇
𝑀
𝑘2 ∝ persyaratan sterik x laju tumbukan x persyaratan energi minimum
Dari percobaan ini didapatkan hasil bahwa reaksi pada tabung 1 berjalan lebih cepat
dibandingkan reaksi pada tabung 2. Hal ini dikarenakan tabung 1 ditambahkan katalis
ammonium molibdat pada reaksi antara KI dengan H2O2. Secara teori, reaksi antara
larutan KI dan H2O2 dengan indikator amilum pada suasana basa akan berlangsung
dengan cepat jika ditambahkan katalis ammonium molibdat. Dalam hal ini, ion-ion
molibdatlah yang berperan penting dalam mempercepat reaksi. Sehingga dapat
disimpulkan bahwa hasil percobaan kami sesuai dengan teori.
Hasil diatas juga sesuai dengan teori tumbukan dimana penambahan katalis akan
mempercepat laju reaksi dengan memperkecil energi aktivasi (𝐸𝑎 ). Jika berbicara tentang
katalis pasti tidak bisa lepas dari energi aktivasi dalam teori tumbukan. Seperti kita tahu
bahwa suatu tumbukan akan menghasilkan reaksi apabila ada energi minimum yang kita
sebut energi aktivasi. Jika energi minimumnya tinggi, maka reaksi akan lambat karena
membutuhkan waktu yang lebih lama. Sedangkan penambahan katalis yang dapat
menurunkan energi aktivasi tentu saja akan mempercepat terjadinya reaksi karena
kemungkinan terjadinya tumbukan akan semakin sering dan banyak.
Grafik dibawah ini menunjukkan perbandingan energia aktivasi untuk reaksi dengan
katalis dan tanpa katalis :

Kelompok 3 | Pengaruh Katalis Ammonium Molibdat dalam Reaksi Kalium Iodida dan 18
Hidrogen Peroksida
[LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA FISIKA III] March 7, 2018

X. KESIMPULAN :
Berdasarkan hasil pada percobaan ini dapat disimpulkan bahwa :
1. Penambahan ammonium molibdat berpengaruh terhadap waktu berlangsungnya
reaksi antara kalium iodida dan hidrogen peroksida, dimana jika ditambahkan
katalis ammonium molibdat reaksi akan berlangsung lebih cepat daripada yang tidak
ditambahkan katalis.
2. Reaksi ditamdai dengan perubahan warna larutan dari tidak berwarna menjadi biru
tua.
3. Rata-rata waktu yang dibutuhkan untuk berlangsungnya reaksi dengan penambahan
katalis ammonium molibdat adalah 3,45 detik.
4. Rata-rata waktu yang dibutuhkan untuk berlangsungnya reaksi tanpa penambahan
katalis ammonium molibdat adalah 66,49 detik.

XI. DAFTAR PUSTAKA :


Anonim. 2018. Hidrogen peroksida. https://id.wikipedia.org/wiki/Hidrogen_peroksida.
Diakses pada tanggal 11 Maret 2018.
Anonim. 2018. Asam Sulfat. https://id.wikipedia.org/wiki/Asam_Sulfat. Diakses pada
tanggal 11 Maret 2018.
Anonim. 2017. Enzim. Online. https://id.wikipedia.org/wiki/Enzim. Diakses pada
tanggal 11 Maret 2018.
Atkins, P.W. 1996. Kimia Fisika Jilid 2 Edisi Keempat. Jakarta: Erlangga.

Kelompok 3 | Pengaruh Katalis Ammonium Molibdat dalam Reaksi Kalium Iodida dan 19
Hidrogen Peroksida
[LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA FISIKA III] March 7, 2018

Bird, Tony. 1987. Kimia Fisika Untuk Universitas. Jakarta: Gramedia.


Purnami, dkk. 2015. Pengaruh Penggunaan Katalis Terhadap Laju Dan Efisiensi
Sugiarto,Bambang, dkk. 2014. Kimia Dasar. Surabaya: Fakultas MIPA-Universitas
Negeri Surabaya.
Syukri, S. 1999. Kimia Dasar Jilid 2. Bandung: Penerbit ITB.

Kelompok 3 | Pengaruh Katalis Ammonium Molibdat dalam Reaksi Kalium Iodida dan 20
Hidrogen Peroksida
[LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA FISIKA III] March 7, 2018

LAMPIRAN 1
Perc. Tabung Waktu sampai terjadi Perubahan warna
Ke perubahan warna
Dengan menggunakan
katalis ammonium molibdat
A1 3,27 s Biru tua
1. A2 3,38 s Biru tua
A3 3,69 s Biru tua
Rata-rata = 3,45 s
Pembanding A 1,30 s Biru tua
Tanpa menggunakan katalis
amonium molibdat
B1 77,78 s Biru tua
2. B2 54,78 s Biru tua
B3 66,90 s Biru tua
Rata-rata = 66,49 s
Pembanding B 16,09 s Biru tua

Grafik perbandingan waktu untuk reaksi dengan katalis dan tanpa katalis
ammonium molibdat dalam reaksi kalium iodida dan hidrogen peroksida:

Perbandingan Waktu untuk Reaksi dengan Katalis


dan Tanpa Katalis Ammonium Molibdat
90
80
70
60
Waktu (s)

50
40 Dengan Katalis
30 Tanpa Katalis
20
10
0
0 1 2 3 4
Pengulangan ke

Kelompok 3 | Pengaruh Katalis Ammonium Molibdat dalam Reaksi Kalium Iodida dan 21
Hidrogen Peroksida
[LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA FISIKA III] March 7, 2018

LAMPIRAN 2
 Dokumentasi Praktikum

No.
Foto Langkah-Langkah
Percb.

1. Menyiapkan alat-alat praktikum

2. Menyiapkan bahan-bahan praktikum

Mengencerkan larutan H2O2 10 M


3. dengan akuades sampai 50 mL dengan
labu ukur

Mengencerkan larutan KI 0,5 M dengan


4.
akuades sampai 100 mL

Kelompok 3 | Pengaruh Katalis Ammonium Molibdat dalam Reaksi Kalium Iodida dan 22
Hidrogen Peroksida
[LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA FISIKA III] March 7, 2018

Mengencerkan larutan ammonium


5.
molibdat dengan akuades sampai 10 mL

Memasukkan larutan H2SO4 sebanyak 1


6.
tetes ke dalam tabung reaksi

Menambahkan 2 tetes larutan kanji ke


7.
dalam tabung reaksi

Kelompok 3 | Pengaruh Katalis Ammonium Molibdat dalam Reaksi Kalium Iodida dan 23
Hidrogen Peroksida
[LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA FISIKA III] March 7, 2018

Menambahkan 1 tetes larutan H2O2 encer


8.
ke dalam tabung reaksi

Menambahkan 5 tetes akuades ke dalam


9.
tabung reaksi

Menambahkan 1 tetes ammonium


10.
molibdat ke dalam tabung reaksi

Kelompok 3 | Pengaruh Katalis Ammonium Molibdat dalam Reaksi Kalium Iodida dan 24
Hidrogen Peroksida
[LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA FISIKA III] March 7, 2018

Menambahkan 1 tetes larutan kalium


11.
iodida

12. t1 tabung A = 3,27 s

13. t2 tabung A = 3,38 s

14. t3 tabung A = 3,69 s

Kelompok 3 | Pengaruh Katalis Ammonium Molibdat dalam Reaksi Kalium Iodida dan 25
Hidrogen Peroksida
[LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA FISIKA III] March 7, 2018

15. t pembanding tabung A = 1,30 s

17. t1 tabung A = 77,78 s

18. t2 tabung A = 54,78 s

19. t3 tabung A = 66,90 s

20. t pembanding tabung B = 16,09 s

Kelompok 3 | Pengaruh Katalis Ammonium Molibdat dalam Reaksi Kalium Iodida dan 26
Hidrogen Peroksida
[LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA FISIKA III] March 7, 2018

Kelompok 3 | Pengaruh Katalis Ammonium Molibdat dalam Reaksi Kalium Iodida dan 27
Hidrogen Peroksida