Anda di halaman 1dari 12

STANDARD OPERATIONAL PROCEDURE

USER MENU LAPORAN BACK OFFICE PEMBIAYAAN

S.O.P USER MENU LAPORAN BACK OFFICE PEMBIAYAAN

Deskripsi fungsi pada bank yang dibentuk untuk


mendukung operasional di Front Office, yaitu
memastikan proses yang telah dilakukan oleh
Front Office telah sesuai dengan aplikasi
nasabah dan telah dijalankan sesuai prosedur
yang berlaku di bank. Selain itu, Back Office
Operations juga berfungsi menindaklanjuti
beberapa transaksi/aktivitas yang telah
dilakukan Front Office untuk kepentingan
nasabah, misalnya penerusan transaksi kliring,
permintaan Kartu Debet/Kredit, penerusan
pengaduan nasabah, pembukuan transaksi
terkait biaya dan pendapatan, dan sebagainya
Tujuan 1. Mendukung jalannya kegiatan
operasional harian transaksi bank dan
melaksanakan kelanjutan proses dari
front office serta melakukan seluruh
kegiatan operasional
2. Melaksanakan kegiatan rutin harian
bank yang tidak terkait dengan
transaksi nasabah (kegiatan intern
bank).

Tugas a. Membuat pelaporan pembukuan


tentang pembiayaan ke kantor
pusat setiap bulan
b. Melakukan dropping/ pencarian
pembiayaan yang baru disetujui
oleh komite pembiayaan dan
sudah diverifikasi oleh
operation manager
c. Melakukan pendebetan
angsuran pembiayaan sesuai
dengan jadwal angsur
pembiayaan
d. Membuat laporan proofing
pembiayaan
e. Membuat laporan tunggakan
(Kewajiban Nasabah Lewat
Waktu) dan laporan Bad Debt
Ratio
f. Membuat laporan Pencadangan
Aktiva Produktif

Wewenang 1. Kebijakan Operasional, baik internal


(Bank) maupun eksternal (regulator)
yang mengatur hal-hal terkait Back
Office, seperti struktur organisasi Back
Office, infrastruktur yang diperlukan,
sistem dan prosedur yang dijadikan
pedoman dalam pelaksanaan
operasional Back Office, dan
sebagainya.

2. Deskripsi pekerjaan personel Back


Office untuk setiap tingkat jabatan yang
menjelaskan fungsi utama dan
perincian tugas serta tanggung jawab
masing-masingjabatan.

3. Prosedur operasional berupa ketentuan


operasional dan tahapan proses yang
harus dipatuhi oleh setiap pegawai
dalam menjalankan aktivitas Back
Office.4.

4. Ketentuan lainnya terkait pembatasan


kewenangan memutus (terkait
finansial), kewenangan akses ke dalam
sistem Bank, pembatasan limit transaksi
dan kewenangan menandatangani
dokumen Bank.

Sikap kerja yang diperlukan 1. Mempunyai sense of accuracy atau


mempunyai tingkat ketelitian yang
tinggi

2. Mempunyai sense of urgency atau


bersikap untuk selalu melakukan
pekerjaan secara cepat dan tepat waktu
tanpa kecuali dan tanpa mengulur-ulur
waktu

3. Mempunyai inisiatif dan segera


melakukan eskalasi secara cepat dan
tepat

4. Proaktif

5. Tegas dan tidak toleran terhadap hal-hal


yang dapat melanggar prinsip-prinsip
kehati-hatian termasuk kode etik bankir

6. Memiliki kesadaran risiko (risk


awareness) yang tinggi sehingga bank
akan terhindar dari timbulnya risiko
operasional, misalnya teliti dan cermat
dalam bekerja, menjaga kerahasiaan
password, hati-hati dan selalu
melakukan check and re-check

7. Mematuhi kode etik perbankan


Indonesia dan budaya per- usahaan

8. Memiliki integritas tinggi, antara lain


jujur, disiplin, konsisten, dan menjaga
diri dari perbuatan tercela.

9. Memahami dan mampu melakukan


tugas pekerjaan yang menjadi tanggung
jawabnya sesuai yang tercantum pada
deskripsi pekerjaan

10. Memahami prosedur kerja terkait


penyelesaian transaksi (validasi,
verifikasi, konfirmasi, rekonsiliasi,
settlement) terkait Dana Pihak Ketiga,
seperti setoran/penarikan tunai,
pemindahbukuan, Remittance (transfer)
dan kliring/RTGS yang telah dilakukan
oleh bagian Front Office sebelumnya

11. Memahami ketentuan mengenai


kebijakan bank dalam pembatasan limit
transaksi, yaitu bataskewenangan untuk
melakukan transaksi yang disesuaikan
dengan fungsi dan jabatannya dalam
organisasi

12. Memahami karakteristik produk dan


jasa Dana Pihak Ketiga, seperti
Deposito, Tabungan, Giro, Remittance,
Kliring, RTGS

13. Memahami sistem akuntansi secara


umum, khususnya jurnal transaksi
perbankan yang dilakukan nasabah
melalui kantor cabang atau e-channel
(ATM, SMS Banking, Internet banking,
Phone banking, dan sebagainya)
sehingga dapat mengidentifikasi dan
menemukan penyelesaiannya apabila
terjadi permasalahan transaksi

14. Mampu melakukan transaksi (posting)


settlement atau koreksi transaksi pada
sistem yang tersedia

15. Memahami laporan transaksi harian


yang dihasilkan internal bank dan
laporan yang disampaikan oleh
pengelola jaringan, seperti Visa, Master,
Artajasa

16. Memahami ketentuan terkait


rekonsiliasi transaksi dan settlement
yang diterbitkan oleh internal bank
maupun pengelola jaringan
17. Memahami sistem akuntansi bank
secara umum, khususnya jurnal
transaksi harian Dana Pihak Ketiga

18. Mampu melakukan komunikasi dan


koordinasi dengan pihak terkait
sehubungan dengan proses konfirmasi
transaksi;

19. Memiliki kemampuan memverifikasi


tanda tangan nasabah.

20. Sikap

TAHAPAN TRANSAKSI PEMBIAYAAN

1. Pengisian formulir

2. Perencanaan pembiayaan
Selanjutnya yaitu proses perhitungan besarnya pembiayaan yang akan diambil oleh calon debitur.
Setelah melakukan proses perencanaan pembiayaan dan menyimpan data langkah selanjutnya
adalah melakukan proses validasi, persetujuan dan akad. Proses validasi, persetujuan dan akad
terdapat pada program user pemasaran. Login sebagai user pemasaran dapat dilakukan langsung
setelah keluar dari user debitur atau dengan mengklik ganda pada icon desktop Sistem Informasi
Pembiayaan Konsumtif.

3. Proses validasi
Proses Validasi dilakukan setelah data tentang calon debitur sudah terlengkapi semuanya, kolom
pertama sampai pada kolom keempat perencanaan pembiayaan sudah terlengkapi semua dan data
sudah disimpan, pihak bank kemudian mengecek kebenaran data dari calon debitur tersebut.

Untuk menginput atau memberikan status apakah calon debitur yang sudah tersimpan valid atau
tidak dilakukan dengan mengklik tombol “Validasi”.

4. Data calon dibitur akan di validasi

Data calon debitur yang sudah dinyatakan valid selanjutnya dapat di proses untuk tahap
selanjutnya yakni tahap persetujuan. Permohonan pembiayaan yang sudah melewati tahap
persetujuan dapat diinput dengan menekan tombol “Persetujuan”. Untuk menginput data calon
debitur yang sudah melewati tahap persetujuan dilakukan dengan mengetikkan No. Register data
calon debitur kemudian menekan tombol OK
.
5. Proses akad

Permohonan pembiayaan yang sudah disetujui akan segera direalisasi dengan proses akad
pembiayaan. Sama seperti proses validasi dan persetujuan, untuk menginput data calon
debitur yang akan diakad dilakukan dengan menekan tombol “Akad”.

6. Proses pelunasan

Debitur yang sudah memenuhi kewajibannya melunasi pembiayaan, maka data debitur
tersebut dapat diinput dengan menu “Pelunasan”, yaitu dengan mengetikkan No. Register
dan menekan tombol OK, dan akan muncul doalox box yang berisi informasi penegasan
bahwa user yakin akan menginpuit data debitur yang sudah melunasi pembiayaannya.
Dengan menekan tombol OK pada dialog box berarti pembiayaan telah lunas.

7. Laporan

Laporan Data Calon Debituir yang telah di Akad Untuk melihat laporan data calon debitur
yang telah di akad dilakukan dengan menekan tompol Report, memberikan Check list pada Telah
Diakad dan memasukkan jangka waktu yang dikehendaki kemudian menekan tombol
Tampilakna Report.