Anda di halaman 1dari 11

BAB I

PENDAHULUAN

Program Pembangunan pertanian dapat didefinisikan sebagai suatu proses


perubahan sosial. Implementasinya tidak hanya ditujukan untuk meningkatkan
status dan kesejahteraan petani semata, tetapi sekaligus juga dimaksudkan untuk
mengembangkan potensi sumberdaya manusia baik secara ekonomi, sosial, politik,
budaya, lingkungan, maupun melalui perbaikan (improvement), pertumbuhan.
Secara historis proses pembangunan dan industrialisasi pertanian di berbagai
negara pada umumnya diawali dari penguatan sektor pertanian. Langkah ini
ditempuh melalui modernisasi institusi perdesaan dan pergeseran pertanian
berskala kecil ke pertanian kapitalis berskala besar serta peningkatan produktivitas
pertanian (Weisdorf, 2006). (growth) dan perubahan (change) (Iqbal dan
Sudaryanto, 2008).
Programa penyuluhan pertanian merupakan rencana yang disusun secara
sistematis untuk memberikan arah dan pedoman sebagai alat pengendali
pencapaian tujuan penyuluhan. Programa penyuluhan pertanian yang disusun setiap
tahun memuat rencana penyuluhan tahun berikutnya dengan memperhatikan siklus
anggaran pada masing-masing tingkatan dengan cakupan pengorganisasian,
pengelolaan sumberdaya sebagai pelaksanaan penyuluhan. Undang-Undang Nomor
16 Tahun 2006 tentang Sistem Penyuluhan Pertanian, Perikanan dan Kehutanan
(SP3K) juga mengamanatkan bahwa programa penyuluhan pertanian terdiri atas
programa penyuluhan desa/kelurahan atau unit kerja lapangan, programa
penyuluhan kecamatan, programa penyuluhan kabupaten/kota, programa
penyuluhan provinsi dan programa penyuluhan nasional. Agar programa
penyuluhan ini dapat merespon secara lebih baik aspirasi pelaku utama dan pelaku
usaha di perdesaan, penyusunan programa penyuluhan diawali dari tingkat
desa/kelurahan.
Dengan berlakunya Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2006 tentang Sistem
Penyuluhan Pertanian, Perikanan dan Kehutanan (SP3K), maka programa
penyuluhan pertanian diharapkan dapat menghasilkan kegiatan penyuluhan
pertanian spesifik lokalita yang strategis dan mempunyai daya ungkit yang tinggi
terhadap peningkatan produktivitas komoditas unggulan daerah dan pendapatan
petani. Programa penyuluhan pertanian di tingkat provinsi, kabupaten/kota,
1
kecamatan, dan desa/kelurahan akan menentukan besarnya pembiayaan Anggaran
Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

2
BAB II
KEADAAN UMUM

2.1 Keadaan Fisik Wilayah


2.1.1 Letak dan Luas Desa
Desa Alue Unoe Masuk dalam wilayah Kecamatan Juli Jarak Desa Alue Unoe ke
Ibu Kota Kecamatan adalah 5 KM dan Ke Ibu Kota Kabupaten adalah 6 KM, desa
Alue Unoe Mempunyai Luas wilayah 300 Ha dengan Jumlah Penduduk 2016
Jiwa dengan Keadaan Topografi desa Dataran rendah 30 %, Berbukit 50 % dan
Bergelombang 20 %.

2.1.2 Geografis
Ditinjau dari letak geografis Gampong Alue Unoe termasuk dengan wilayah
dataran rendah yang luas dengan persentase 30 %
Dengan mayoritas mata pencaharian penduduk sebagai petani, seperti kelapa
sawit, kakao, padi dan lain serta peternak.

2.2 Iklim
Suhu udara rata – rata berkisar antara 220 C – 340 C dengan kelembaban udara
antara 65 % sampai 80% sedangkan curah hujan rata – rata yang terjadi di Gampong
Alue Unoe sangat memungkinkan untuk dikembangkan berbagai jenis usaha terutama
sekali dibidang pertanian yang paling menonjol.

2.3 Luas Lahan Menurut Ekosistem


Luas Lahan Menurut ekosistem di Kecamatan Juli tediri dari :
a. Sawah Berigasi :
b. Sawah Tadah Hujan : 25 Ha
c. Tegalan/ Ladang : 155 Ha
d. Perkebunan : 43 Ha
e. Kolam :- Ha
f. Sungai :- Ha
g. Rawa :- Ha
h. Padang Pengembala : Ha
i. Pemukiman/Pekarangan : 25 Ha
3
j. Hutan/Belukar : Ha
k. Lain – lain : Ha
Jumlah : 300 Ha

2.4 Luas Lahan Menurut Penggunaan


Berikut adalah luas Lahan menurut Penggunaan dan produksi pertanian di Desa
Alue Unoe Kecamatan Juli :
- Padi, luas tanam : 25 Ha dengan produksi 5.5 ton/ Ha.
- Pinang, luas tanam : 9 Ha dengan produksi 1 ton/ Ha
- Kakao, luas tanam : 30 Ha dengan produksi 1ton/ Ha
- Kelapa, luas tanam : 20 dengan produksi 1.2 ton/ Ha

2.5 Sumber Daya Manusia


2.5.1 Penduduk
Jumah Penduduk yang ada di Gampong Alue Unoe sebanyak 209 Jiwa, dengan
jumlah penduduk laki laki 109 orang dan perempuan 107 orang dengan jumlah kepala
keluarga sebanyak 55 KK, Jumlah Keluarga tani sebanyak 45 KK dan non tani
sebanyak 4 KK.

Berdasarkan status pekerjaan jumlah penduduk yang ada di Desa Alue Unoe yaitu
- Pegawai : 2 Orang
- Pedangan :7 Orang
- Lain – lain : 1 Orang

Berdasarkan tingkat pendidikan Buta huruf 9 orang, SD 98 Orang, SLTP 87 orang,


SLTA 78 Orang, S1 9 Orang

2.5.2. Kelompok Tani


Jumlah Kelompok Tani yang ada di Gampong Alue Unoe terdiri dari Kelompok
Tani Dewasa 3 Kelompok, Taruna Tani 0 Kelompok, Wanita Tani 0 kelompok

4
2.6 Proyeksi Produksi\ Komoditi
Prediksi dan proyeksi berbagai komiditi pertanian, peternakan, perkebunan /
kehutanan pada tahun 2013 digambarkan sebagai berikut :
1) Produksi tanaman pangan di Gampong Alue Unoe pada tahun 2013 diprediksi
6 - 7 ton/ha, dari produksi tahun 2012, yaitu sebesar 5 - 6 ton/ha. meningkat
sebanyak 16.6 %
2) Produksi pinang diprediksi pada tahun 2013 sebesar 4 ton/ha, meningkat
sebanyak 33,33 % dari produksi tahun 2012 yaitu 4 ton/ha (biji kering).
3) Produksi kakao pada tahun 2013 diprediksi sebesar 3 ton/ha biji kering
meningkat sebanyak 20 % dari produksi tahun 2012 sebesar 2.5 Ton
4) Produksi kelapa dalam diprediksi pada tahun 2013 sebesar 4 ton/ha (kelapa
congkel) meningkat sebanyak 14,29 % dari tahun 2012 yaitu 3.5 ton/ha (kelapa
congkel)
5) Komoditi Peternakan
Populasi Ternak Baik Ternak Besar maupun ternak kecil akan terus
diupayakan peningkatan melalui penyuluhan – penyuluhan yang dilakukan
oleh petugas dan di prediksikan akan meningkat sebesar 2,5 % untuk tahun
2013

5
BAB III
TUJUAN

Tujuan Programa/ Rencana kerja penyuluh pertanian, perikanan dan kehutanan


Gampong Alue Unoe tahun 2013 adalah untuk menyempurnakan dan peningkatan
pengetahuan/ ketrampilan petani sebagai metode Penyuluhan. Rencana kerja
penyuluhpertanian perikanan dan kehutanan dalam Gampong Alue Unoe sekaligus
merupakan pedoman kerja atau langkah – langkah yang perlu dilaksanankan oleh
penyuluh dan kelompok tani.
penyebaran Rencana Kerja penyuluhan Pertanian Perikanan dan kehutanan dalam
gampong Alue Unoe kedepan diarahkan untuk meningkatkan kemampuan dan peran
serta petani serta keluarganya dalam hal :
1. Pertanian
a. Sumber Daya Manusia (SDM) baik penyuluh maupun Pelaku Utama/ Pelaku
Usaha.
b. Program Integrasi Tanaman perkebunan (kakao, Sawit dan jerami) dengan
peternakan.
c. Peningkatan Produksi beras baik kualitas maupun kuantitas dan sekaligus
peningkatan pendapatan pelaku utama.
d. Pengembangan ternak besar dan ternak unggas melalui proyek – proyek dan
swadaya petani.
e. Mengaktifkan kelompok tani sebagai pelaku ekonomi untuk kesejahteraan
anggota dan keluarganya
f. Menumbuh kembangkan minat para pelaku utama untuk bersatu dam
menggabungkan diri dalam koperasi sebagai wadah perekonomian bersama.

2. Kehutanan
a. meningkatkan Penyuluhan kehutanan pada kelompok tani melalui pembelajaran
yang dilakukan setiap ada kunjungan pada kelompok sasaran.
b. Meningkatkan produktifitas hasil usaha kelompok tani melalui penerapan
teknologi bidang kehutanan.
c. Menfasilitasi kelompok tani untuk menjalin kemitraan dan kerja sama dengan
kelompok tani yang diarahkan pada kegiatan social sekonomi secara
komperatif.
6
d. Meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan kelompok tani dalam pemilihan
bibit unggul.
e. Meningkatkan pengetahuan, ketrampilan kelompok tani tentang optimalisasi
lahan.
f. Memfasilitasi kelompok tani dalam penyusunan RDK/RDKK
g. Meningkatkan pengetahuan, ketrampilan dan sikap pelaku uatam dalam
penggunaan pupuk organic.
h. Meningkatan pengetahuan, ketrampilan kelompok tani dalam hal pembibitan
tanaman.

7
BAB IV
PERMASALAHAN

4.1 Masalah
Masalah masalah yang dihadapi daalm WKP3K Juli Barat I dalam kegiatan
penyuluhan untuk melaksanakan Program Pembangunan Pertanian, Perikanan dan
Kehutanan adalah sebagai berikut :
1. Pertanian
a. Belum adanya Kerja sama yang baik antara kelompok tani dengan pengelola
usaha tani.
b. Keterbatasan pengetahuan ketrampilan pelaku utama tentang benih unggul,
hal ini disebabkan petani masih kekurangan modal, demikian juga dengan
sarana dan fasilitas yang masih sediki.
c. Kurangnya pengetahuan dan ketrampilan pelaku utama tentang pemupukan
berimbang dan juga karena ketersedian pupuk yang terbatas
d. Sebagian besar pelaku utama belum menerapkan pengendalian hama dan
penyakit pada tanaman secara terpadu karena keterbatasan pengetahuan,
ketrampilan dan modal.
e. Kurangnya pengetahuan, ketrampilan dan sikap pelaku utama dalam
peneraapan teknologi pertanian.

2. Peternakan
a. Koordinasi dilingkup kelompok tani dan Dinas terkait belum berjalan
seabagimaa mestinya.
b. Keterbatasan pengetahuan/ ketrampilan dan sikap pelaku utama tentang
usaha tani peternakan.
c. Kurangnya pengetahuan dan ketrampilan pelaku utama tentang seleksi bibit
ternak unggul, hal ini disebabkan masih kekurangan modal dan juga saranan
dan fasilitas produksi yang masih sedikit.
d. Kurangnya pengetahuan dan ketrampilan pelaku utama tentang pengelolaan
hijauan makanan ternak dan juga pengetahuan tentang kesehatan ternak.

8
3. Kehutanan dan Perkebunan
a. Pada umum pengetahuan dan sikap masyarakat dalam pengelolaan
konservasi lahan masih rendah, terbukti pada saat penggunaan lahan masih
belum sesuai dengan teknik konservasi.
b. Administrasi kelompok tani masaih belum lengkap
 Belum adanya buku kas kelompok
 Belum adanya buku tamu
 Belum adanya buku agenda
c. Umumnya pelaku utama belum mengetahui secara benar tentang fungsi
hutan berserta manfaat hutan secara langsung maupun tidak langsung.
d. Hutan Rakyat dan Reboisasi kurang berhasil karena sikap dan perilaku
utama sangat rendah sehingga tidak dilakukan pemeliharaan tanaman.
e. Hasil Pertanian lahan kering (Pangan dan palawija) tidak ada yang maksimal
karena tidak adanya modal untuk pengembangan usaha tersebut.
f. Hasil perkebunan Kakao menurun karena kurangnya pengetahuan dan
ketrampilan pelaku utama.
g. Masih Kurangnya Petani Melakukan Pemupukan pada tanaman perkebunan

4.2 Pemecahan Masalah/ Cara Pencapaian Tujuan


a. Koordinasi kerja sama antar Dinas dan lintas sektoral para Penyuluh Pertanian,
Perikanan dan Kehutanan perlu dijalankan sebagaimana yang diharapkan.
b. Perlu adanya bantuan dari pihak lain ataupun para pengusaha yang secara
konkrit bersedia menjadi mitra usaha dengan kelompok tani.
c. Perlu adanya Pembinaan yang terus menerus sehingga para pelaku utama mau
mengelola lahanya dengan baik, dengan bantuan modal usaha tani sehingga
dapat meningkatkan mutu hasil produksi.
d. Perlu meningkatkan kemauan maupun kemampuan pelaku utama dalam
pengedaan bibit unggul, sarana serta fasiltas produksi.
e. Para pelaku utama perlu dibina dan ditingkatkan pengetahuannya dalam
berkelompok sehingga dapat bekerja sama dan selalu kompak untuk mencapai
tujuan bersama.
f. Perlu memberikan bimbingan ataupun pengarahan kepada pelaku utama agar
benar – benar mau memperhatikan asal – usul benih untuk ditanam/ bibit untuk
dikembangkan.
9
g. Pelu memberikan motifasi kepada para pelaku utama agar mau melakukan
pemupukan pada tanamannya untuk memperoleh hasil yang tinggi.
h. Perlu adanya Penyuluhan/ bimbingan kepada pelaku utama agar mau
melakukan Pengendalian Hama dan Penyakit pada tanaman yang
dibudidayakan.

10
BAB V
PENUTUP

Kegiatan Rencana Kerja Penyuluhan Pertanian, Perikanan dan Kehutanan di Gampong


Alue Unoe, diharapkan mampu mendorong peningkatan pertumbuhan ekonomi
pertanian, sehingga kegiatan Pemerintah untuk meningkatkan taraf hidup maupun
kesejahteraan masyarakat tani dapat tercapai. Tujuan rencana penyuluhan pertanian
tahun 2013 adalah untuk menambah pengetahuan ataupun ketrampilan petani dalam
menjalankan usaha taninya.
Rencana Kegiatan penyuluhan pertanian, perikanan dan kehutanan perlu didukung oleh
semua pihak ataupun instansi terkait lainya, disamping adanya dukungan moril dan
dana, juga perlu ditunjang dengan kerja sama yang baik serta semangat yang tinggi
untuk memcapai suatu keberhasilan. dengan demikian diharap wilayah Kerja
Penyuluhan Pertanian Kecamatan Juli dapat meningkatkan pembangunan di bidang
pertanian, perikanan dan perkebunan secara berkesinambungan.
Pada dasarnya rencana kegiatan penyuluhan pertanian sub sector tanaman pangan,
perkebunan, peternakan, perikanan dan kehutanan bertitik tolak pada peningkatan
sumberdaya manusia baik penyuluh maupun petani, peningkatan produksi pertanian
dalam hal kualitas dan kuantitas, peningkatan pendapatan petani, pengembangan areal
pertanian perluasan kesempatan kerja serta pembinaan jenis usaha yang sesuai dengan
peluang pasar. Rencana kegiatan penyuluhan pertanian, perikanan dan kehutanan
merupakan petunjuk bagi petugas lapangan dalam kegiatan pembinaan kepada kontak
tani dan anggotanya, seupaya mampu mandiri dan bertindak ekonomis serta tanggap
situasi pasar

11