Anda di halaman 1dari 19

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

(RPP)

Nama Sekolah :SMK PGRI 1 SURABAYA


Mata Pelajaran : Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti
Kelas/Semester : X/Ganjil
Materi Pokok : Iman Kepada Allah Melalui Asmaul Husna
Alokasi Waktu : 3 x pertemuan ( 9 x 45 menit)

A. Kompetensi Inti
KI 1 : Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya
Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli (gotong royong, kerja
sama, toleran, damai), bertanggung-jawab, responsif, dan proaktif melalui keteladanan, pemberian
nasihat, penguatan, pembiasaan, dan pengkondisian secaraberkesinambungan serta menunjukkan
KI 2 :
sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam berinteraksi secara efektif
dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam
pergaulan dunia.
Memahami, menerapkan, menganalisis dan mengevaluasi tentang pengetahuan faktual, konseptual,
prosedural, dan metakognitif sesuai dengan bidang dan lingkup kajian pada tingkat teknis, spesifik,
KI 3 : detail dan kompleks berkenaan dengan ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora
dalam konteks pengembangan potensi diri sebagai bagian dari keluarga, sekolah, dunia kerja, warga
masyarakat nasional, regional dan Internasional.
Melaksanakan tugas spesifik, dengan menggunakan alat informasi dan prosedur kerja yang lazim
dilakukan serta menyelesaikan masalah sederhana sesuai dengan lingkup kajian. Menunjukkan
keterampilan menalar, mengolah, dan menyaji secara efektif, kreatif, produktif, kritis, mandiri,
KI 4 : kolaboratif, komunikatif dan solutif dalam ranah abstrak, terkait dengan pengembangan dari yang
dipelajarinya di sekolah.Menunjukkan keterampilan mempersepsi, kesiapan, meniru, membiasakan
gerak mahir, menjadikan gerak alami, dalam ranah kongkrit terkait dengan pengembangan dari yang
dipelajarinya di sekolah.

B. Kompetensi Dasar dan Indikator:

INDIKATOR PENCAPAIAN
NO. KOMPETENSI DASAR
KOMPETENSI
1. 1.3 Meyakini bahwa Allah Maha 1.3.1 Merasionalkan prilaku yang
Mulia, Maha Memberi Rasa mencerminkan makna asmaul husna.
Aman, Maha Memelihara, 1.3.2 Mengurai prilaku yang mencerminkan
Maha Sempurna Kekuatan- makna Asmaul Husna
Nya, Maha Penghimpun, Maha
Adil, dan Maha Akhir

2.3 Memiliki sikap keluhuran budi; 2.3.1 Membedakan sikap keluhuran budi;
kokoh pendirian, pemberi rasa kokoh pendirian, pemberi rasa aman,
aman, tawakal dan adil sebagai tawakal dan adil sebagai
implementasi pemahaman al- implementasi pemahaman al-Asmau
Asmau al-Husna: Al-Karim, Al- al-Husna: Al-Karim, Al-Mu’min, Al-
Mu’min, Al-Wakil, Al- Matin, Wakil, Al- Matin, Al-Jami’, Al-‘Adl,
Al-Jami’, Al-‘Adl, dan Al-Akhir dan Al-Akhir

2.3.2 Membandingkan sikap keluhuran


budi; kokoh pendirian, pemberi rasa aman,
tawakal dan adil sebagai implementasi
pemahaman al-Asmau al-Husna: Al-
Karim, Al-Mu’min, Al-Wakil, Al- Matin,
Al-Jami’, Al-‘Adl, dan Al-Akhir
3.3 Menganalisis makna al- 3.3.1 Menghubungkan makna al-Asma’u al-
Asma’u al-Husna: al-Karim, Husna: al-Karim, al-Mu’min, al-
al-Mu’min, al-Wakil, al-Matin, Wakil, al-Matin, al-Jami’, al-‘Adl,
al-Jami’, al-‘Adl, dan al-Akhir dan al-Akhir

3.3.2 Menganalisa makna al-Asma’u al-


Husna: al-Karim, al-Mu’min, al-
Wakil, al-Matin, al-Jami’, al-‘Adl,
dan al-Akhir
2 4.3 Menyajikan hubungan makna 4.3.1 Memilih makna al-Asma’u al-Husna:
al-Asma’u al-Husna: al- al-Karim, al-Mu’min, al-Wakil, al-
Karim, al-Mu’min, al-Wakil, Matin, al-Jami’, al-‘Adl, dan al-
al-Matin, al-Jami’, al-‘Adl, Akhir dengan perilaku keluhuran
dan al-Akhir dengan perilaku budi, kokoh pendirian, rasa aman,
keluhuran budi, kokoh tawakal dan perilaku adil
pendirian, rasa aman, tawakal
dan perilaku adil

4.3.2 Menunjukkan hubungan antara variabel


makna al-Asma’u al-Husna: al-
Karim, al-Mu’min, al-Wakil, al-
Matin, al-Jami’, al-‘Adl, dan al-
Akhir dengan perilaku keluhuran
budi, kokoh pendirian, rasa aman,
tawakal dan perilaku adil

C. MATERI PEMBELAJARAN:

Iman kepada Allah berarti percaya kepada Allah.Apapun yang Allah ceritakan, Allah perintahkan dan
Allah larang, kita harus mempercayainya.Dan tanda dari kepercayaan tersebut adalah kita melaksanakan
segala intruksi-Nya, berupa perintah dan menjauhi larangan.
Dalam konteks keimanan kepada Allah, kepercayaan dimulai dari kepercayaan secara dogmatis.
Kepercayaan ini kemudian akan melahirkan keyakinan setelah kita membuktikan konsep-konsep Allah yang
tertuang dalam Al-quran.
Salah satu contoh perintah Allah adalah shalat. Allah berfirman dalam QS Al-Ankabut/29 : 45 :

Artinya:
“Bacalah apa yang telah diwahyukan kepadamu, Yaitu Al kitab (Al Quran) dan dirikanlah shalat. Sesungguhnya
shalat itu mencegah dari perbuatan keji (tidak berprikemanusian) dan mungkar (melanggar aturan). dan
Sesungguhnya mengingat Allah (shalat) adalah lebih besar (keutamaannya dari ibadat-ibadat yang lain). dan
Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan”. (QS Al-Ankabut/29 : 45)

Asma’ul husna
Asmaul Husna berasal dari kata al-asma yang berarti nama-nama dan al-husna yang berarti
baik.Jadi al-Asmaul Husna secara bahasa diartikan dengan nama-nama yang baik.Asmaul
Husnaadalah nama Allah yang terbaik. Bisa dikatakan pula sebagai asma Allah yang terindah.Ia
merupakan puncak keindahan karena di dalamnya terdapat makna terpuji dan termulia. Nama-nama
terindah itu mengandung pengertian kehidupan yang sempurna, yang tidak didahului dengan
ketiadaan dan tidak diakhiri dengan kesirnaan.Tidak berawal dan tidak berakhir.
Secara fitrah manusia telah dibekali sifat-sifat baik dan terpuji.Sifat-sifat tersebut merupakan
pancaran dari asmaul husna.Sayangnya sejalan dengan perkembangan dan pengaruh lingkungan,
sifat-sifat dasar tersebut perlahan-lahan melemah dan menjadi terkalahkan.

Mari kita pelajari QS Al-A’raf/7 : 180 berikut:

Artinya:
“Dan bagi Allah asmaa-ul husna, Maka bermohonlah kepada-Nya dengannya, dan tinggalkanlah orang-orang
yang menyimpang dari kebenaran dalam nama-nama-Nya.nanti mereka akan mendapat balasan terhadap apa
yang telah mereka kerjakan”. (QS Al-Araf/7:180).

‫ا َ ْس َما ُء ْال ُح ْسنَى‬


َ ‫ـوهللاُ الَّذِى الَ اِلهَ اِالَّ ُه‬
‫ـو‬ َ ‫ُه‬
ُ‫ا َ ْل ُمؤْ مِ ن‬ ‫سالَ ُم‬ َّ ‫اَل‬ ‫س‬ُ ‫ا َ ْلقُد ُّْو‬ ُ‫ا َ ْل َم ِلك‬ ‫لرحِ ْي ُم‬ َّ َ ‫ا‬ ُ‫لرحْ من‬ َّ َ ‫ا‬
ُ ‫ا َ ْلبَ ِار‬
‫ئ‬ ‫ق‬ ُ ‫ا َ ْل َخا ِل‬ ‫ا َ ْل ُمت َ َكبِّ ُر‬ ُ ‫ا َ ْل َج َّب‬
‫ار‬ ُ‫ا َ ْلعَ ِز ْيز‬ ُ‫ا ّ ْل ُم َهيْمِ ن‬
ُ ‫ا َ ْلفَت َّا‬
‫ح‬ ُ ‫لرزَّ ا‬
‫ق‬ َّ َ ‫ا‬ ُ ‫ا َ ْل َوه‬
‫َّاب‬ ُ ‫ا َ ْلقَه‬
‫َّار‬ ُ َّ‫ا َ ْلغَف‬
‫ار‬ ‫ا َ ْل ُمص ّ َِو ُر‬
ُّ‫ا َ ْل ُم ِعز‬ ‫لرافِ ُع‬ َّ َ ‫ا‬ ُ‫ا َ ْل َخافِض‬ ُ ‫س‬
‫ط‬ ِ ‫ا َ ْلبَا‬ ُ‫ا َ ْلقَابِض‬ ‫ا َ ْلعَ ِل ْي ُم‬
ُ ‫اَللَّطِ ي‬
‫ْف‬ ‫ا َ ْلعَ ْد ُل‬ ‫ا َ ْل َح َك ُم‬ ‫ا َ ْلبَ ِصي ُْر‬ ‫ا َ ْل ُم ِذ ُّل‬
‫اَلسَّمِ ْي ُع‬
‫ا َ ْلعَل ُِّي‬ ‫شك ُْو ُر‬ َّ ‫اَل‬ ‫ا َ ْلغَفُ ْو ُر‬ ‫ا َ ْلعَظِ ْي ُم‬ ‫ا َ ْل َح ِل ْي ُم‬ ‫ا َ ْل َخبِي ُْر‬
‫ا َ ْلك َِر ْي ُم‬ ‫ا َ ْل َج ِل ْي ُل‬ ‫ْب‬
ُ ‫سي‬ ِ ‫ا َ ْل َح‬ ُ‫ا َ ْل ُم ِقيْت‬ ُ‫ا َ ْل َح ِف ْيظ‬ ‫ا َ ْل َكبِي ُْر‬
‫ا َ ْل َم ِج ْي ُد‬ ‫ا َ ْل َود ُْو ُد‬ ‫ا َ ْل َح ِك ْي ُم‬ ‫س ُع‬ ِ ‫ا َ ْل َوا‬ ُ ‫ا َ ْل ُم ِجي‬
‫ْب‬ ‫ْب‬ُ ‫لرقِي‬ َّ َ ‫ا‬
ُ‫ا َ ْل َمتِ ْين‬ ‫ي‬ ُّ ‫ا َ ْلقَ ِو‬ ‫ا َ ْل َو ِك ْي ُل‬ ُّ‫ا َ ْلحَق‬ ‫اَلش َِّه ْي ُد‬ ُ ‫ا َ ْلبَاع‬
‫ِث‬
‫ا َ ْل ُمحْ يِ ُى‬ ‫ا َ ْل ُم ِع ْي ُد‬ ُ ‫ا َ ْل ُم ْبد‬
‫ِئ‬ ‫ا َ ْل ُمحْ ِص ُّى‬ ‫ا َ ْلحَمِ ْي ُد‬ ‫ا َ ْل َول ُِّى‬
‫ا َ ْل َواحِ ُد‬ ‫اج ُد‬ ِ ‫ا َ ْل َم‬ ‫اج ُد‬ ِ ‫ا َ ْل َو‬ ‫ا َ ْلقَيُّ ْو ُم‬ ُّ ‫ا َ ْلح‬
‫َي‬ ُ‫ا َ ْل ُممِ يْت‬
‫ا َ ْل ُم َؤ ِ ّخ ُر‬ ‫ا َ ْل ُمقَ ِ ّد ُم‬ ‫ا َ ْل ُم ْقتَد ُِر‬ ‫ا َ ْلقَاد ُِر‬ ‫ص َم ُد‬ َّ ‫اَل‬ ‫اَالَ َح ُد‬
‫ا َ ْل ُمتَعَا ِل‬ ‫ا َ ْل َول ُِّى‬ ُ‫ا َ ْلبَاطِ ن‬ ‫اَل َّظاه ُِر‬ ‫اَالَخِ ُر‬ ‫اَالَ َّو ُل‬
ُ‫ِك‬ َ
‫مال‬ ‫ف‬
ُ ‫لر ُء ْو‬ َّ َ ‫ا‬ ‫ا َ ْلعَفُ ُّو‬ ‫ا َ ْل ُم ْنت َ ِق ُم‬ ‫اب‬ ُ ‫اَلت ََّّو‬ ‫ا َ ْلبَ ُّر‬

‫ال‬
ُ
‫مل‬
ِ
‫ك‬
‫ا َ ْل ُم ْغن ُِّى‬ ‫ا َ ْلغَن ُِّى‬ ‫ا َ ْلجَامِ ُع‬ ُ ‫س‬
‫ط‬ ِ ‫ا َ ْل ُم ْق‬
َ ‫ذُ ْو ْال َجـالَ ِل َواْ ِال ْك‬
‫ـر ِام‬
‫ا َ ْلبَ ِد ْي ُع‬ ْ ‫ا َ ْلهَاد‬
‫ِى‬ ‫اَلنُّ ْو ُر‬ ‫اَلنَّافِ ُع‬ ُّ ‫اَلض‬
‫َّار‬ ‫ا َ ْل َمانِ ُع‬
‫ش ْي ُد‬ ِ ‫لر‬َّ َ ‫ا‬ ُ ‫ا َ ْل َو ِار‬
‫ث‬
َّ ‫اَل‬
‫صــب ُْو ُر‬ ‫ا َ ْلبـَـاقِى‬

Pertemuan Pertama:
1. Bacaan teks Asmaul Husna yang berjumlah 99
2. Diskusi makna Asmaul Husna ( al-kariim, al-mu’min, al-wakiil, al-matiin, al-jamii’, al-‘adl
dan al-akhiir )
3. Contoh contoh Asmaul Husna ( al-kariim, al-mu’min, al-wakiil, al-matiin, al-jamii’, al-‘adl
dan al-akhiir ) dalam kehidupan melalui tayangan video
Pertemuan Kedua:
1. Bacaan teks Asmaul Husna yang berjumlah 99
2. Menceritakan sebagian perilaku Rasulullah saw dan Khulafaurrasyidin khususnya yang
berhubungan dengan pengamalan 7 Asmaul Husna ( al-kariim, al-mu’min, al-wakiil, al-matiin,
al-jamii’, al-‘adl dan al-akhiir ).
Pertemuan Ketiga:
1. Melafalkan Asmaul Husna yang berjumlah 99 dengan benar
2. manfaat dan hikmah Iman kepada Allah SWT melalui Asmaul Husna dan menerapkannya
dalam kehidupan

D. LANGKAH-LANGKAH KEGIATAN PEMBELAJARAN


Pertemuan pertama
Keterangan Wakt
No. Kegiatan
u
1. Pendahuluan
a. Memberisalam dan memulai pelajaran dengan Karakter 15me
mengucapkan basmalah dan kemudian berdoa bersama. nit
b. Peserta didik menyiapkan kitab suci al-Qur’an dan Literasi
terjemahnya
c. Menjelaskan secara singkat materi yang akan diajarkan Kreatif
dengan kompetensi inti dan kompetensi dasar serta
indikator yang akan dicapai.
d. Memberikan motivasi tentang pentingnya menghafal dan Karakter
mengamalkan Asmaul Husna
e. Menanyakan materi yang pernah diajarkan dengan Kolaborasi
mengaitkan materi yang akan diajarkan

2. Kegiatan Inti
100
a. Mengamati menit
 Mencermati bacaan teks tentang Asmaul Husna( al- Kritis
kariim, al-mu’min, al-wakiil, al-matiin, al-jamii’, al-
‘adl dan al-akhiir ).
 Meyimak penjelasan materi di atas melalui tayangan Kreatif
video atau media lainnya.
b. Menanya(memberi stimulus agar peserta didik bertanya) Kritis
 Mengapa Allah memiliki nama yang begitu banyak?
 Apa yang harus dilakukan oleh umat Islam terkait
nama-nama Allah yang indah itu?
c. Mengumpulkan data/Mengexplorasi
 Peserta didik mendiskusikan makna dan contoh
perilaku keluhuran budi, kokoh pendirian, pemberi Kolaborasi
rasa aman, tawakal dan perilaku adil sebagai
implementasi dari pemahaman makna Asmaul Husna
( al-kariim, al-mu’min, al-wakiil, al-matiin, al-jamii’,
al-‘adl dan al-akhiir ).
 Guru mengamati perilaku keluhuran budi, kokoh Karakter
pendirian, pemberi rasa aman, tawakal dan perilaku
adil melalui lembar pengamatan di sekolah.
 Guru berkolaborasi dengan orang tua untuk mengamati
Kolaborasi
perilaku keluhuran budi, kokoh pendirian, pemberi
rasa aman, tawakal dan perilaku adil di rumah.
3. Penutup
a. Pendidik meminta agar para peserta didik sekali lagi Literasi 25
membaca Asmaul Husna ( al-kariim, al-mu’min, al- menit
Keterangan Wakt
No. Kegiatan
u
wakiil, al-matiin, al-jamii’, al-‘adl dan al-akhiir
)sebagai penutup materi pembelajaran.
b. Pendidik meminta agar para peserta didik membiasakan
membaca dan menghafal Asmaul Husna Karakter
a. Pendidik menanyakan tentang proses belajar
b. Pendidik menugaskan membuat presentasi tentang Kolaborasi
biografi Rasulullah dan Khulafaurrasyidin yang dikaitkan
dengan pengamalan Asmaul Husna( al-kariim, al-
mu’min, al-wakiil, al-matiin, al-jamii’, al-‘adl dan al-
akhiir )
c. Pendidik menginformasikan rencana pembelajaran kreatif
selanjutnya dengan membagi 7 kelompok a kelompok 5
siswa
d. Pendidik menutup/mengakhiri pelajaran tersebut dengan
membaca hamdalah dan doa.
e. Pendidik mengucapkan salam kepada para peserta didik
sebelum keluar kelas dan peserta didik menjawab salam.

- Penilaian 1
1. Tes Tulis
No. Butir – butir Soal Kunci Jawaban
Jelaskan arti asmaul Husna Asmaul Husna adalah nama-nama yang baik yang
1. dimiliki oleh Allah SWT. Yang berjumlah 99
nama
Jelaskan arti Al-Karim, al- Maha mulia, maha mengaruniakan keamanan,
2.
Mukmin,al-Wakil dan al-Matin maha mewakili/ menolong dan maha kokoh/ kuat
Jelaskan arti al-Jami’, al’adl Maha mengumpulkan, maha adil dan maha akhir
3.
dan al-akhir
QS. Ali Imran ayat 9

4. Tulislah ayat yang ‫اس ِليَ ْو ٍم ال‬ ِ َّ‫ام ُع الن‬ ِ ‫َربَّنَا ِإنَّ َك َج‬
َ‫ف ْال ِميعَاد‬
ُ ‫َّللاَ ال يُ ْخ ِل‬
َّ ‫ْب فِي ِه ِإ َّن‬
َ ‫َري‬
menerangkan tentang al-Jami’

Jelaskan contoh al-Mukmin Seorang siswa menyeberangkan orang buta di


5. yang bisa diteladani oleh jalan raya
manusia

2. Lisan (mempresentasikan hasil diskusi)


Kemampuan
No. Nama Peserta didik Mempresentasikan
1 2 3 4 5
1. 1
2. 2
3. 3

Keterangan : Skor Tes lisan :


 Mempresentasikan sangat baik = 80 – 90 = A
 Mempresentasikan baik = 70 – 79 = B
 Mempresentasikan kurang baik = 60 – 69 = C
 Mempresentasikan tidak lancar = 50 – 59 = D
 Tidak dapat mempresentasikan = kurang dari 50 = E

3. Non Tes
3.1. Tugas (mencari contoh-contoh perilaku manusia yang mencerminkan 7 asmaul husna: al-
kariim, al-mu’min, al-wakiil, al-matiin, al-jamii’, al-‘adl dan al-akhiir )
Observasi (mengamati perilaku keluhuran budi, kokoh pendirian, pemberi rasa aman,
tawakal dan perilaku adil di lingkungan sekolah melalui lembar pengamatan.
3.2.Potofolio (tugas dan observasi dikerjakan di lembar kerja dan diserahkan kepada pendidik)
Pertemuan kedua
No. Kegiatan Waktu
1. Pendahuluan
a. Memberisalam dan memulai pelajaran dengan Karakter 15menit
mengucapkan basmalah dan kemudian berdoa
bersama. Literasi
b. Peserta didik menyiapkan kitab suci al-Qur’an dan
terjemahnya Kreatif
c. Peserta didik menyiapkan lap top dan LCD serta
bahan yang akan dipresentasikan
d. Menjelaskan secara singkat materi yang akan Karakter
diajarkan dengan kompetensi inti dan kompetensi
dasar serta indikator yang akan dicapai. Kolaborasi
e. Memberikan motivasi tentang pentingnya menghafal
dan mengamalkan Asmaul Husna
f. Melanjutkan materi yang diajarkan pada pertemuan
pertama

2. Kegiatan Inti
100
a. Mengumpulkan data/explorasi menit
f. Peserta didik mendiskusikan biografi Rasulullah Kritis
dan Khulafaurrasyidin yang dikaitkan dengan
pengamalan Asmaul Husna( al-kariim, al-mu’min,
al-wakiil, al-matiin, al-jamii’, al-‘adl dan al-akhiir Kreatif
)
 Guru mengamati perilaku keluhuran budi, kokoh Kritis
pendirian, pemberi rasa aman, tawakal dan
perilaku adil melalui lembar pengamatan di
sekolah.
 Guru berkolaborasi dengan orang tua untuk Kolaborasi
mengamati perilaku keluhuran budi, kokoh
pendirian, pemberi rasa aman, tawakal dan
perilaku adil di rumah.
b. Mengasosiasi
Membuat kesimpulan tentang Iman Kepada Allah Karakter
melalui Asmaul Husna
c. Mengkomunikasikan
Mempresentasikan /menyampaikan hasil diskusi Kolaborasi
tentang Iman Kepada Allah melalui Asmaul Husna

3. Penutup
a. Pendidik meminta agar para peserta didik sekali lagi Literasi 25 menit
membaca Asmaul Husna ( al-kariim, al-mu’min, al-
wakiil, al-matiin, al-jamii’, al-‘adl dan al-akhiir )
sebagai penutup materi pembelajaran.
No. Kegiatan Waktu
b. Pendidik meminta agar para peserta didik
membiasakan membaca dan menghafal Asmaul Karakter
Husna
c. Pendidik menanyakan tentang proses belajar Kolaborasi
d. Pendidik menugaskan membuat cerita singkat
tentang tokoh di Indonesia yang sudah berbuat dan
mengamalkan sebagian dari asmaul husna( al-
kariim, al-mu’min, al-wakiil, al-matiin, al-jamii’,
al-‘adl dan al-akhiir ) kreatif
e. Pendidik menginformasikan rencana pembelajaran
selanjutnya
f. Pendidik menutup/mengakhiri pelajaran tersebut
dengan membaca hamdalah dan doa.
g. Pendidik mengucapkan salam kepada para peserta
didik sebelum keluar kelas dan peserta didik
menjawab salam.

Penilaian 2
1.1.Tes Tulis

No. Butir-butir soal Kunci Jawaban


1. Tulislah contoh perilaku al- Ihlas membantu orang tua, jujur ketika ulangan
karim
2. Tulislah contoh perilaku al- Semangat belajar tanpa lelah dan berkeluh kesah
matin
3. Tulislah contoh perilaku al- Satpam sekolah setiap pagi menyeberangkan
mukmin siswa/ i menuju gerbang sekolah
4. Tulislah contoh perilaku al- Musyawarah, kerjasama dalam diskusi, adanya
jami’ kelompok belajar
5. Tulislah contoh perilaku al- Tidak membeda-bedakan teman karena latar
adil belakang ekonomi, social dan kecerdasan.

1.2. Afektif
Kemampuan
No. Nama Peserta didik mempresentasikan
1 2 3 4 5
2.
3.
4.

Keterangan : Skor Tes Perbuatan :


 Menjelaskan dengan lancar dan baik = 80 – 90 = A
 Menjelaskan dengan lancar kurang baik = 70 – 79 = B
 Menjelaskan terbata-bata = 60 – 69 = C
 Menjelaskan terbata-bata dibantu pendidik = 50 – 59 = D
 Tidak dapat menjelaskan = kurang dari 50 = E

1.3.Non tes (tugas, observasi, dan portofolio)


1. Tugas (membuat kesimpulan dari masing-masing contoh 7 asmaul husna);
2. Observasi (mengamati dan mencermati pelaksanaan diskusi )
3. Potofolio (tugas dan observasi dikerjakan di lembar kerja dan diserahkan kepada pendidik)
Pertemuan ketiga
No. Kegiatan Waktu
1. Pendahuluan
a. Memberisalam dan memulai pelajaran dengan Karakter 15menit
mengucapkan basmalah dan kemudian berdoa
bersama. Literasi
b. Peserta didik menyiapkan kitab suci al-Qur’an dan
terjemahnya Kreatif
c. Peserta didik menyiapkan lap top dan LCD serta
bahan yang akan dipresentasikan sesuai dengan tugas
masing-masing Karakter
d. Menjelaskan secara singkat materi yang akan
diajarkan dengan kompetensi inti dan kompetensi Kolaborasi
dasar serta indikator yang akan dicapai.
e. Memberikan motivasi tentang pentingnya menghafal
dan mengamalkan Asmaul Husna
f. Melanjutkan materi yang diajarkan pada pertemuan
kedua

2. Kegiatan Inti
100
a. Mengumpulkan data/explorasi menit
 Masing-masing peserta didik mempresentasikan Kritis
tokoh dari Indonesia yang sudah mengamalkan
sebagian dari Asmaul Husa sesuai dengan yang
ditugaskan Kreatif
 Guru mengamati perilaku keluhuran budi, kokoh
pendirian, pemberi rasa aman, tawakal dan Kritis
perilaku adil melalui lembar pengamatan di
sekolah.
 Guru berkolaborasi dengan orang tua untuk Kolaborasi
mengamati perilaku keluhuran budi, kokoh
pendirian, pemberi rasa aman, tawakal dan
perilaku adil di rumah.
b. Mengasosiasi
Membuat kesimpulan tentang Iman Kepada Allah Karakter
melalui Asmaul Husna
c. Mengkomunikasikan
Mempresentasikan /menyampaikan hasil diskusi
tentang Iman Kepada Allah melalui Asmaul Husna Kolaborasi

3. Penutup
a. Pendidik meminta agar para peserta didik sekali lagi Literasi 25 menit
membaca Asmaul Husna ( al-kariim, al-mu’min, al-
wakiil, al-matiin, al-jamii’, al-‘adl dan al-akhiir )
sebagai penutup materi pembelajaran.
b. Pendidik meminta agar para peserta didik
membiasakan menghafal dan mengamalkan Asmaul Karakter
Husna
c. Pendidik menanyakan tentang proses belajar apakah Kolaborasi
menyenangkan atau tidak
d. Pendidik menginformasikan rencana pembelajaran
selanjutnya
No. Kegiatan Waktu
e. Pendidik menutup/mengakhiri pelajaran tersebut
dengan membaca hamdalah dan doa. kreatif
f. Pendidik mengucapkan salam kepada para peserta
didik sebelum keluar kelas dan peserta didik
menjawab salam.

Penilaian 3
1. Tes tertulis

No. Butir-butir soal Kunci Jawaban


1. Jelaskan manfaat iman - Selalu memberi rasa aman dan nyaman kepada orang
kepada Allah SWT lain
melalui asmaul husna - Mudah memberi pertolongan kepada orang lain
tanpa diminta
2. Jelaskan hikmah beriman 1. agar dapat mewujudkan sifat-sifat mulia Allah dalam
kepada Allah SWT perilaku kita sehari-hari.
melalui asmaul husna 2. teguh pendirian dalam menegakkan kebenaran dan
kejujuran.
3. katalisator yang dapat mewujudkan persatuan dan
kesatuan ummat untuk terbentuknya satu kesatuan
sistem kehidupan yang harmonis.
3. Jelaskan ciri-ciri orang 1. Rajin shalat lima waktu
beriman kepada Allah 2. Rajin puasa senin- kamis
SWT melalui asmaul 3. Jujur ketika ulangan
husna 4. Hormat kepada orang yang lebih tua

2. Tes Lisan
Kemampuan Menghafal
No Nama Peserta didik
1 2 3 4 5
2. 1
3. 2
4. 3

Keterangan : Skor Tes Perbuatan :


 Melafalkan dengan benar dan lancar = 80 – 90 = A
 Melafalkan dengan lancar = 70 – 79 = B
 Melafalkan dengan terbata-bata = 60 – 69 = C
 Melafalkan dengan terbata-bata dibantu pendidik = 50 – 59 = D
 Tidak dapat melafalkan = kurang dari 50 = E

1. Materi Pembelajaran (Memuat Fakta, konsep, prosedur, meta kognitif)


Fakta : Dalam berinteraksi manusia harus mengedepankan etika dan moralitas. Dengan
menjalin hubungan antara sesama Allah dan manusia dengan cara-cara yang baik,
manusia dapat melestarikan kehidupannya untuk masa yang panjang dengan mengenal
Asmaul Husna

Konsep : QS Al-Ankabut/29 : 45 :

Artinya:
“Bacalah apa yang telah diwahyukan kepadamu, Yaitu Al kitab (Al Quran) dan dirikanlah shalat. Sesungguhnya
shalat itu mencegah dari perbuatan keji (tidak berprikemanusian) dan mungkar (melanggar aturan). dan
Sesungguhnya mengingat Allah (shalat) adalah lebih besar (keutamaannya dari ibadat-ibadat yang lain). dan
Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan”. (QS Al-Ankabut/29 : 45)
QS Al-A’raf/7 : 180 :

Artinya:
“Dan bagi Allah asmaa-ul husna, Maka bermohonlah kepada-Nya dengannya, dan tinggalkanlah orang-orang
yang menyimpang dari kebenaran dalam nama-nama-Nya.nanti mereka akan mendapat balasan terhadap apa
yang telah mereka kerjakan”. (QS Al-Araf/7:180).

Meta kognitif :Beragam cara ditempuh oleh manusia untuk mendekatkan diri kepada Sang Pencipta yaitu
Allah Swt. Cara tersebut ada yang melalui jalan merenung ataun ber-tafakkur atau berżikir.

Prosedur : Melalui model Discovery Learning, pembelajaran Poster Comment, TGT , mind
mapping diharapkan peserta didik memiliki pemahaman tentang sikap kritis dengan ciri-ciri orang-
orang berakal sesuai pesan Q.S. Al-Ankabut/29 : 45 dan Q.S. Al-A’raf /7 : 180

2. Medel dan MetodePendekatan Saintific


1. Demonstrasi
2. Picture comment
3. Team Game Tournament

3. Media, Alat/Bahan, danSumberBelajar


4. Media : Artikel
5. Alat/Bahan : Komputer, LCD
6. SumberBelajar : Al-Qur’an dan Hadist Terjemahan
: Buku Ajar PAI Kelas X Kemenag
: Buku Portofolio PAI Kelas X MGMP PAI
: Internet
: Buku Tajwid

Mengetahui, Surabaya, 17 Juli 2017


Kepala SMK PGRI 1 Surabaya Guru Mata Pelajaran PAI

Drs. H. Moch. Gunawan S, MM M. Abd. Rahim, M.Pd


NPA PGRI. 130 10500 207 NPA. 130 10500 071

Lampiran 1 : MATERI PELAJARAN


A. Memahami Makna al-Asmā’u al-¦usnā: al-Kar³m, al-Mu’m³n, al-Wak³l, al-Mat³n, al-Jāmi’, al-‘Adl, dan al-Ākhir.
1. Pengertian al-Asmā’u al-¦usnā
Al-Asmā’u al-¦usnā terdiri atas dua kata, yaitu asmā yang berarti nama-nama, dan ¥usnayang berarti baik atau indah.
Jadi, al-Asmā’u al-¦usnā dapat diartikan sebagai nama-nama yang baik lagi indah yang hanya dimiliki oleh Allah Swt. sebagai
bukti keagungan-Nya.Kata al-Asmā’u al-¦usnā diambil dari ayat al-Qur’ān Q.S. °āhā/20:8.yang artinya, “Allah Swt. tidak ada
Tuhan melainkan Dia. Dia memiliki al-Asmā’u al-¦usnā (nama-nama baik)“.

2. Dalil tentang al-Asmā’u al-¦usnā


a. Firman Allah Swt. dalam Q.S. al-A’rāf/7:180
Artinya: “Dan Allah Swt. memiliki asmā’ul husna, maka bermohonlah kepada-Nya dengan (menyebut) nama-nama-Nya yang
baik itu dan tinggalkanlah orang-orang yang menyimpang dalam (menyebut) nama-nama-Nya. Nanti mereka akan mendapat
balasan terhadap apa yang mereka kerjakan.” (Q.S. al A’rāf/7:180)
Dalam ayat lain dijelaskan bahwa al-Asmā’u al-¦usnā merupakan amalan yang bermanfaat dan mempunyai nilai yang tak
terhingga tingginya. Berdoa dengan menyebut al-Asmā’u al-¦usnā sangat dianjurkan menurut ayat tersebut.
b. Hadis Rasulullah saw. yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari
Artinya: “Dari Abu Hurairah ra. sesungguhnya Rasulullah saw. bersabda: Sesungguhnya Allah Swt. mempunyai sembilan
puluh sembilan nama, seratus kurang satu, barang siapa yang menghafalkannya, maka ia akan masuk surga”. (H.R. Bukhari)

Berdasarkan hadis di atas, menghafalkan al-Asmā’u al-¦usnā akan mengantarkan orang yang melakukannya masuk ke dalam
surga Allah Swt. Apakah hanya dengan menghafalkannya saja seseorang akan dengan mudah masuk ke dalam surga?
Jawabnya, tentu saja tidak, bahwa menghafalkan al-Asmā’u al-¦usnā harus juga diiringi dengan menjaganya, baik menjaga
hafalannya dengan terus-menerus menżikirkannya, maupun menjaganya dengan menghindari perilaku-perilaku yang
bertentangandengan sifat-sifat Allah Swt. dalam al-Asmā’u al-¦usnā tersebut.

B. Memahami makna al-Asmā’u al-¦usnā: al-Kar³m, al-Mu’m³n, al-Wak³l, al-Mat³n, al-Jāmi’, al-‘Adl, dan al-
Ākhir. Mari pelajari dan pahami satu-persatu asmā’ul husna tersebut!
1. Al-Kar³m
Secara bahasa, al-Kar³m mempunyai arti Yang Mahamulia,Yang Maha Dermawan atau YangMaha Pemurah.Secara
istilah, al-Kar³m diartikan bahwa AllahSwt. Yang Mahamulia lagi MahaPemurah yang memberi anugerahatau rezeki kepada
semua makhluk-Nya.Dapat pula dimaknai sebagaiZat yang sangat banyak memilikikebaikan, Maha Pemurah, PemberiNikmat
dan keutamaan, baik ketikadiminta maupun tidak. Hal tersebutsesuai dengan firman-Nya:
Artinya: “Hai manusia apakah yang telah memperdayakanmu terhadap Tuhan Yang Maha Pemurah?” (Q.S. al-Infi¯ār:6)

Al-Kar³m dimaknai Maha Pemberi karena Allah Swt. senantiasa memberi, tidak pernah terhenti pemberian-Nya.Manusia
tidak boleh berputus asa dari kedermawanan Allah Swt. jika miskin dalam harta, karena kedermawanan-Nya tidak hanya dari
harta yang dititipkan melainkan meliputi segala hal.
Manusia yang berharta dan dermawan hendaklah tidak sombong jika telah memiliki sifat dermawan karena Allah Swt. tidak
menyukai kesombongan. Dengan demikian, bagi orang yang diberikan harta melimpah maupun tidak dianugerahi harta oleh
Allah Swt., keduanya harus bersyukur kepada-Nya
karena orang yang miskin pun telah diberikan nikmat selain harta.
Al-Kar³m juga dimaknai Yang Maha Pemberi Maaf karena Allah Swt. memaafkan dosa para hamba yang lalai dalam
menunaikan kewajiban kepada Allah Swt., kemudian hamba itu mau bertaubat kepada Allah Swt. Bagi hamba yang berdosa,
Allah Swt. adalah Yang Maha Pengampun. Dia akan mengampuni
seberapa pun besar dosa hamba-Nya selama ia tidak meragukan kasih sayang dan kemurahan-Nya.
Menurut imam al-Gazali, al-Kar³m adalah Dia yang apabila berjanji, menepati janjinya, bila memberi, melampaui batas
harapan, tidak peduli berapa dan kepada siapa Dia memberi dan tidak rela bila ada kebutuhan dia memohon kepada selain-
Nya, meminta pada orang lain. Dia yang bila kecil hati menegur tanpa berlebih, tidak mengabaikan siapa yang menuju dan
berlindung kepada-Nya, dan tidak membutuhkan sarana atau perantara.

2. Al-Mu’m³n
Al-Mu’m³n secara bahasa berasal dari kata amina yang berarti pembenaran, ketenangan hati, dan aman.Allah Swt. al-
Mu’m³n artinya Dia Maha Pemberi rasa aman kepada semua makhluk-Nya, terutama kepada manusia.Dengan begitu, hati
manusia menjadi tenang.Kehidupan ini penuh dengan berbagai permasalahan, tantangan, dan cobaan. Jika bukan karena Allah
Swt. Yang memberikan rasa aman dalam hati, niscaya kita akan senantiasa gelisah, takut, dan cemas. Perhatikan firman Allah
Swt. berikut!
Artinya: “Orang-orang yang beriman dan tidak mencampuradukkan iman mereka dengan syirik, mereka itulah orang-orang
yang mendapat rasa aman dan mereka mendapat petunjuk.” (Q.S. al-An’ām/6:82)
Ketika kita akan menyeru dan berdoa kepada Allah Swt. dengan nama-Nya al-Mu’m³n, berarti kita memohon diberikan
keamanan, dihindarkan dari fitnah, bencana dan siksa. Karena Dialah Yang Maha Memberikan keamanan, Dia yang Maha
Pengaman. Dalam namaal-Mu’m³n terdapat kekuatan yang
dahsyat dan luar biasa. Ada pertolongan dan perlindungan, ada jaminan (insurense), dan ada bala bantuan. Berżikir dengan
nama Allah Swt. al-Mu’m³n di samping menumbuhkan dan memperkuat
keyakinan dan keimanan kita, bahwa keamanan dan rasa aman yang dirasakan manusia sebagai makhluk adalah suatu rahmat
dan karunia yang diberikan dari sisi Allah Swt. Sebagai al-Mu’m³n, yaitu Tuhan Yang Maha Pemberi Rasa Aman juga
terkandung pengertian bahwa sebagai hamba yang beriman,
seorang mukmin dituntut mampu menjadi bagian dari pertumbuhan dan perkembangan rasa aman
terhadap lingkungannya.
Mengamalkan dan meneladani al-Asmā’u al-¦usnā al-Mu’m³n, artinya bahwa seorang yang beriman harus
menjadikan orang yang ada di sekelilingnya aman dari gangguan lidah dan tangannya. Berkaitan dengan itu, Rasulullah saw.
bersabda: “Demi Allah tidak beriman. Demi Allah tidak beriman.Demi Allah tidak beriman. Para sahabat bertanya, ‘Siapa ya
Rasulullah saw.?’ Rasulullah saw. menjawab, ‘Orang yang tetangganya merasa tidak aman dari gangguannya.’” (H.R.
Bukhari dan Muslim).

3. Al-Wak³l
Kata “al-Wak³l” mengandung arti Maha Mewakili atau Pemelihara.Al-Wak³l (Yang Maha Mewakili atau
Pemelihara), yaitu Allah Swt. yang memelihara dan mengurusi segala kebutuhan makhluk-Nya, baik itu dalam urusan dunia
maupun urusan akhirat. Dia menyelesaikan segala sesuatu yang diserahkan hambanya tanpa membiarkan apa pun
terbengkalai. Firman-Nya dalam al-
Qur’ān:
Artinya: “Allah Swt. pencipta segala sesuatu dan Dia Maha Pemelihara atas segala sesuatu.” (Q.S. az-Zumar/39:62)

Dengan demikian, orang yang mempercayakan segala urusannya kepada Allah Swt., akan memiliki kepastian bahwa semua
akan diselesaikan dengan sebaik-baiknya. Hal itu hanya dapat dilakukan oleh hamba yang mengetahui bahwa Allah Swt. yang
Mahakuasa, Maha Pengasih adalah satu-satunya yang
dapat dipercaya oleh para hamba-Nya. Seseorang yang melakukan urusannya dengan sebaik-baiknya dan kemudian akan
menyerahkan segala urusan kepada Allah Swt. untuk menentukan karunia-Nya.
Menyerahkan segala urusan hanya kepada Allah Swt. Melahirkan sikap tawakkal.Tawakkal bukan
berarti mengabaikan sebab-sebab dari suatu kejadian. Berdiam diri dan tidak peduli terhadap sebab itu dan akibatnya adalah
sikap malas.Ketawakkalan dapat diibaratkan dengan menyadari sebab-akibat. Orang harus berusaha untuk mendapatkan apa
yang diinginkannya. Rasulullah saw.
bersabda, “Ikatlah untamu dan bertawakkallah kepada Allah Swt.”
Manusia harus menyadari bahwa semua usahanya adalah sebuah doa yang aktif dan harapan akan adanya pertolongan-Nya.
Allah Swt. berfirman yang artinya, “(Yang memiliki sifat-sifat yang) demikian itu ialah Allah Swt. Tuhan kamu; tidak ada
Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia; Pencipta segala
sesuatu, maka sembahlah Dia dan Dia adalah Pemelihara segala sesuatu.“ (Q.S. al-An’ām/6:102)
Hamba al-Wak³l adalah yang bertawakkal kepada Allah Swt. Ketika hamba tersebut telah melihat “tangan” Allah Swt. dalam
sebab-sebab dan alasan segala sesuatu, dia menyerahkan seluruh hidupnya di tangan al-Wak³l.

4. Al-Mat³n
Al-Mat³n artinya Mahakukuh.Allah Swt. adalah Mahasempurna dalam kekuatan dan kekukuhan-Nya.Kekukuhan
dalam prinsip sifat-sifat-Nya.Allah Swt. juga Mahakukuh dalam kekuatan-kekuatan-Nya.Oleh karena itu, sifat al-Matin adalah
kehebatan perbuatan yang sangat kokoh dari kekuatan yang tidak ada taranya.Dengan begitu, kekukuhan Allah Swt. yang
memiliki rahmat dan azab terbukti ketika Allah Swt. memberikan rahmat kepada hambahamba- Nya. Tidak ada apa pun yang
dapat menghalangi rahmat ini untuk tiba kepada sasarannya. Demikian juga tidak ada kekuatan yang dapat mencegah
pembalasan-Nya.

Seseorang yang menemukan kekuatan dan kekukuhan Allah Swt. akan membuatnya menjadi manusia yang tawakkal,
memiliki kepercayaan dalam jiwanya dan tidak merasa rendah di hadapan manusia lain. Ia akan selalu merasa rendah di
hadapan Allah Swt. Hanya Allah Swt. yang Maha Menilai. Oleh karena itu, Allah Swt. Melarang manusia bersikap atau
merasa lebih dari saudaranya.Karena hanya Allah Swt. yang Maha Mengetahui baik buruknya seorang hamba.Allah Swt. juga
menganjurkan manusia bersabar. Karena Allah Swt. Mahatahu apa yang terbaik untuk hamba-Nya. Kekuatan dan kekukuhan-
Nya tidak terhingga dan tidak terbayangkan oleh manusia yang lemah dan tidak memiliki daya upaya.Jadi, karena kekukuhan-
Nya, Allah Swt. tidak terkalahkan dan tidak tergoyahkan.Siapakah yang paling kuat dan kukuh selain Allah Swt? Tidak ada
satu makhluk pun yang dapat menundukkan Allah Swt. meskipun seluruh makhluk di bumi ini bekerja sama. Allah Swt.
berfirman:
Artinya: “Sungguh Allah Swt., Dialah pemberi rezeki yang mempunyai kekuatan lagi sangat kukuh.” (Q.S. aż-Żāriyāt/51:58)
Dengan demikian, akhlak kita terhadap sifat al-Mat³n adalah dengan beristiqamah (meneguhkan pendirian), beribadah dengan
kesungguhan hati, tidak tergoyahkan oleh bisikan menyesatkan, terus berusaha dan tidak putus asa serta bekerja sama dengan
orang lain sehingga menjadi lebih kuat.

5. Al-Jāmi’
Al-Jāmi’ secara bahasa artinya Yang Maha Mengumpulkan/Menghimpun, yaitu bahwa Allah Swt. Maha
Mengumpulkan/Menghimpun segala sesuatu yang tersebar atau terserak. Allah Swt. Maha Mengumpulkan apa yang
dikehendaki-Nya dan di mana pun Allah Swt. berkehendak. Penghimpunan ini ada berbagai macam bentuknya, di antaranya
adalah mengumpulkan seluruh makhluk yang beraneka ragam, termasuk manusia dan lain-lainnya, di permukaan bumi ini dan
kemudian mengumpulkan
mereka di padang mahsyar pada hari kiamat. Allah Swt. berfirman:
Artinya: “Ya Tuhan kami, sesungguhnya Engkau mengumpulkan manusia untuk (menerima pembalasan pada) hari yang tak
ada keraguan padanya”. Sesungguhnya Allah Swt. tidak menyalahi janji.”(Q.S. Ali Imrān/3:9).
Allah Swt. akan menghimpun manusia di akhirat kelak sama dengan orang-orang yang satu golongan di dunia. Hal ini bisa
dijadikan sebagai barometer, kepada siapa kita berkumpul di dunia itulah yang akan menjadi teman kita diakhirat. Walaupun
kita berjauhan secara fisik, akan tetapi hati kita terhimpun,
di akhirat kelak kita juga akan terhimpun dengan mereka. Begitupun sebaliknya walaupun kita berdekatan secara fisik akan
tetapi hati kita jauh, maka kita juga tidak akan berkumpul dengan mereka.
Oleh sebab itu, apabila di dunia hati kita terhimpun dengan orang-orang yang selalu memperturutkan
hawa nafsunya, di akhirat kelak kita akan berkumpul dengan mereka di dalam neraka. Karena orang-orang yang selalu
memperturutkan hawa nafsunya, tempatnya adalah di neraka.
Begitupun sebaliknya, apabila kecenderungan hati kita terhimpun dengan orang-orang yang beriman,
bertakwa dan orang-orang saleh, di akhirat kelak kita juga akan terhimpun dengan mereka. Karena
tidaklah mungkin orang-orang beriman hatinya terhimpun dengan orang orang kafir dan orang-orang kafir juga tidak mungkin
terhimpun dengan orang-orang beriman Allah Swt. juga mengumpulkan di dalam diri seorang hamba ada yang lahir di
anggota tubuh dan hakikat batin di dalam hati. Barang siapa yang sempurna ma’rifatnya dan baik tingkah lakunya, maka ia
disebut juga sebagai al-Jāmi’.Dikatakan bahwa al-Jāmi’ ialah orang yang tidak padam cahaya ma’rifatnya.

6. Al-‘Adl
Al-‘Adl artinya Mahaadil. Keadilan Allah Swt. bersifat mutlak, tidak dipengaruhi oleh apa pun dan oleh siapa pun.
Keadilan Allah Swt. juga didasari dengan ilmu Allah Swt. yang MahaLuas.Sehingga tidak mungkin keputusan-Nya itu salah.
Allah Swt. berfirman:
Artinya : “Telah sempurnalah kalimat Tuhanmu (al-Qur’ān, sebagai kalimat yang benar dan adil. Tidak ada yang dapat
mengubah kalimat-kalimat-Nya dan Dia-lah yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” (Q.S. al-An’ām/6:115).
Al-‘Adl berasal dari kata ‘adala yang berarti lurus dan sama. Orang yang adil adalah orang yang berjalan lurus dan sikapnya
selalu menggunakan ukuran yang sama, bukan ukuran ganda. Persamaan inilah yang menunjukkan orang yang adil tidak
berpihak kepada salah seorang yang berselisih.Adil juga dimaknai sebagai penempatan sesuatu pada tempat yang semestinya.
Allah Swt. dinamai al-‘Adl karena keadilan Allah Swt. adalah sempurna.
Dengan demikian semua yang diciptakan dan ditentukan oleh Allah Swt. Sudah menunjukkan keadilan yang sempurna. Hanya
saja, banyak di antara kita yang tidak menyadari atau tidak mampu menangkap keadilan Allah Swt. Terhadap apa yang
menimpa makhluk-Nya. Karena itu, sebelum menilai sesuatu itu adil atau tidak, kita harus dapat memperhatikan dan
mengetahui segala sesuatu yang berkaitan dengan kasus yang akan dinilai. Akal manusia tidak dapat menembus semua
dimensi tersebut.Seringkali ketika manusia memandang sesuatu secara sepintas dinilainya buruk, jahat, atau tidak adil, tetapi
jika dipandangnya secara luas dan menyeluruh, justru sebaliknya, merupakan suatu keindahan, kebaikan, atau keadilan.Tahi
lalat secara sepintas terlihat buruk, namun jika berada di tengah-tengah wajah seseorang dapat terlihat indah. Begitu juga
memotong kaki seseorang (amputasi) terlihat kejam,
namun ketika dikaitkan dengan penyakit yang mengharuskannya untuk dipotong, hal tersebut merupakan suatu kebaikan. Di
situlah makna keadilan yang tidak gampang menilainya.
Allah Swt. Mahaadil. Dia menempatkan semua manusia pada posisi yang sama dan sederajat. Tidak ada yang ditinggikan
hanya karena keturunan, kekayaan, atau karena jabatan.Dekat jauhnya posisi eseorang dengan Allah Swt. hanya diukur dari
seberapa besar mereka berusaha meningkatkan takwanya.Makin tinggi takwa seseorang, makin tinggi pula posisinya, makin
mulia dan dimuliakan oleh Allah Swt., begitupun sebaliknya.Sebagian dari keadilan-Nya, Dia hanya menghukum dan
memberi sanksi kepada mereka yang terlibat langsung dalam perbuatan maksiat atau dosa. Istilah dosa turunan, hukum karma,
dan lain semisalnya tidak dikenal dalam syari’at Islam. Semua manusia di hadapan Allah Swt. Akan
mempertanggungjawabkan dirinya sendiri.Lebih dari itu, keadilan Allah Swt selalu disertai dengan sifat kasih sayang.Dia
memberi pahala sejak seseorang berniat berbuat baik dan melipatgandakan pahalanya jika kemudian direalisasikan dalam
amal perbuatan.Sebaliknya, Dia tidak langsung memberi catatan dosa selagi masih berupa niat berbuat jahat.Sebuah dosa baru
dicatat apabila seseorang telah benar-benar berlaku jahat.
7. Al-Ākhir
Al-Ākhir artinya Yang Mahaakhir yang tidak ada sesuatu pun setelah Allah Swt. Dia Mahakekal tatkala semua makhluk
hancur, Mahakekal dengan kekekalan-Nya. Adapun kekekalan makhluk-Nya adalah kekekalan yang terbatas, seperti halnya
kekekalan surga, neraka, dan apa yang ada didalamnya. Surga adalah makhluk yang Allah Swt. ciptakan dengan ketentuan,
kehendak, dan perintah-Nya. Nama ini disebutkan di dalam firman-Nya:
Artinya: “Dialah Yang Awal dan Akhir Yang ¨ahir dan Yang Batin, dan Dia Maha Mengetahui segala sesuatu “. (Q.S. al-
¦ad³d/57:3)
Allah Swt. berkehendak untuk menetapkan makhluk yang kekal dan yang tidak, namun kekekalan makhluk itu tidak secara
zat dan tabi’at.Karena secara tabi’at dan zat, seluruh makhluk ciptaan Allah Swt. adalah fana (tidak kekal). Sifat kekal tidak
dimiliki oleh makhluk, kekekalan yang ada hanya sebatas
kekal untuk beberapa masa sesuai dengan ketentuan-Nya. Orang yang mengesakan al-Ākhir akan menjadikan Allah Swt
sebagai satu-satunya tujuan hidup yang tiada tujuan hidup selain-Nya, tidak ada permintaan kepada selain-Nya, dan segala
kesudahan tertuju hanya kepada-Nya. Oleh sebab itu, jadikanlah akhir kesudahan kita hanya kepada-Nya. Karena sungguh
akhir kesudahan hanya kepada Rabb kita, seluruh sebab dan tujuan jalan akan berujung ke haribaan-Nya semata.
Orang yang mengesakan al-Ākhir akan selalu merasa membutuhkan Rabb-nya, ia akan selalu mendasarkan apa yang
diperbuatnya kepada apa yang telah ditetapkan oleh Allah Swt. Untukhamba-Nya, karena ia mengetahui bahwa Allah Swt.
adalah pemilik segala kehendak, hati, dan niat.
Lampiran 2 : Penilaian
Penilaian Sikap Spiritual
Dilakukan dengan observasi menggunakan jurnal harian
CONTOH
Nama Keterangan
No Waktu Catatan Perilaku Butir Sikap
Peserta didik
1 3/09/2016 zaenal Merokok di kelas Iman Sudah di
tindak lanjuti
2 20/09/2016 Mashuri Mencuri uang di kelas Iman Sudah di tindak
lanjuti

Penilaian Sikap Sosial


Dilakukan dengan observasi menggunakan jurnal harian

No Waktu Nama Peserta didik Catatan Perilaku Butir Sikap Keterangan


1 19/ 09/2016 M. Fahruddin Al memukul akhlak Sudah di
Haddad tindak lanjuti
2 24/09/2016 Oki Zulianto Berkata kotor akhlak Sudah di
tindak lanjuti
3 26/09/2016 Yusril Waktu jam akhlak Sudah di
belajar di kantin tindak lanjuti

Penilaian Pengetahuan :
Soal Uraian (Essay)
Skor penilaian jawaban adalah :
Skor jawaban X 100
Skor maksimal
Soal terlampir

Penilaian Kinerja Untuk KI 4 (Ketrampilan)

Kelas/Semester: X / Ganjil
Mata Pelajaran : Pendidikan Agama Islam
Aspek Yang Dinilai Total
No Kelompok
A B C Skor
1.
2.
3.
4

Keterangan:
A = Kemampuan dalam menyampaikan hasil diskusi
B = Kemampuan dalam penggunaan bahasa yang baik
C = Kemampuan mempertahankan argument

I. Penerapan
Berilah tanda centang (√) pada kolom yang tersedia sesuai sikap kalian!
Kurang Tidak
No Pernyataan Setuju
Setuju Setuju
1. Iman kepada Allah cukup dengan mengakui adanya Allah saja.
2. Tidak apa-apa meninggalkan shalat kalau sekali-kali.
3. Manusia itu harus memiliki keluhuran budi.
4. Orang yang tidak berbudi pekerti luhur belum termasuk manusia
sebenarnya.
5. Tidak apa-apa berbohong, kalau untuk kebaikan kita.
6. Saya tidak akan berbohong, walaupun pahit akibatnya.
7. Tawuran boleh saja, kalau untuk mempertahankan gengsi sekolah.
8. Saya siap berkorban, demi memberi keamanan untuk saudara saya.
9. Kegagalan adalah sesuatu yang bias.a
10. Kekayaan adalah hasil kerja keras saya, jadi saya tidak perlu
berbagi.

II. Pilihan Ganda


Berilah tanda silang (X) pada pilihan a, b, c, d, atau e yang sesuai dengan jawaban yang paling tepat!
1.
2. ercaya dan yakin kepada Allah dengan sesungguhnya disebut ... .
A. Iman
B. Islam
C. Ihsan
D. Muhsin
E. Muslim
3. Nama-nama Allah yang disebut Asmaul Husnaberjumlah ... .
A. 95
B. 96
C. 97
D. 98
E. 99
4. Al-Kariim berarti ... .
A. Maha Pengasih
B. Maha Penyayang
C. Maha Bijaksana
D. Maha Mengetahui
E. Maha Mulia
5. Allah Maha Memberi Keamanan kepada makhluk-Nya, karena Allah memiliki sifat ... .
A. Al-Kariim
B. Al-Mukmiin
C. Al-matiin
D. Al-Akhir
E. Al-Jami’
6. Seseorang yang memiliki pendirian yang teguh dalam mempertahankan dan memperjuangkan kebenaran adalah orang
yang terilhami oleh asma Allah ... .
A. Al-Kariim
B. Al-Mukmiin
C. Al-Matiin
D. Al-Al-Akhiir
E. Al-Jamii’
7. Perilaku koruptor mengindikasikan bahwa mereka tidak mempercayai sifat Allah ... .
A. Al-Matiin
B. Al-Jami’
C. Al-Akhiir
D. Al-Adl
E. Al-Mālik
8. Di antara keteladanan yang dapat dicontoh dari sifat As-Jami’ adalah ... .
A. selalu berusaha untuk hadir di tengah-tengah masyarakat dengan penuh kedamaian
B. memberikan keleluasaan ke setiap orang untuk menyelesaikan kewajibannya
C. mengajak orang untuk mau melakukan kebaikan sesuai kehendaknya
D. selalu berkata benar dan jujur
E. membiarkan setiap orang untuk berbuat semaunya
9. Perilaku yang tidak termasuk keimanan terhadap sifat Allah Al-Wakiil adalah ... .
A. Mendirikan shalat setiap waktu
B. Ṣadaqah
C. Menyayangi orang tua
D. Membantu orang yang membutuhkan
E. Memiliki keris pusaka untuk kekayaan
10. Allah SWT. mengumpulkan dan menyatukan beberapa makhlukNya yang ada di sawah sehingga membentuk satu
kesatuan ekosistem sawah membuktikan bahwa Allah SWT. bersifat ... .
A. Ar-Wakiil
B. Ar-Jami’
C. Al-Kariim
D. Al-Matiin
E. Al-Akhir
11. Seseorang yang telah meneladani sifat Al-wakiil, akan terlihat dari perilakunya yaitu ....
A. Selalu berusaha dengan optimisme yang tinggi walau terus dihadapkan pada kegagalan.
B. Seorang mu’min harus berupaya menjadi pemaaf segala kesalahan yang dilakukan orang lain kepadanya
C. Seorang mu’min harus jujur melaksanakan amanah yang dibebankan kepadanya
D. Seorang mu’min harus mampu menjaga keselamatan baik dirinya atau orang lain dari kejahatan dan kezaliman
E. Seorang pemimpin harus ikhlas dan bertanggungjawab dalam menjalankan kepemimpinananya

III. Uraian
1. Jelaskan pengertian al-Asmaul Husna!
2. Tuliskan 7 al-Asmaul Husnabeserta artinya!
3. Bagaimana caramu untuk dapat meneladani sifat Al-mukmiin dalam kehidupan sehari-hari?
4. Tuliskan satu ayat yang menjelaskan tentang larangan meremehkan orang lain!
5. Jelaskan hikmah beriman kepada Allah melalui pemahaman Asmaul Husnaal-kariim, al-mu’miin, al-matiin, al-
Jami, al-wakiil dan al-adl!

IV. Tugas
Untuk membiasakan kita dalam mengaplikasikan Asmaul Husnadalam kehidupan sehari-hari, susunlah fortopolio yang
merangkum kegiatan kalian selama satu semester ke depan yang meliputi pembuktian yang menunjukkan prilaku:
1. Keluhuran budi (Kumpulkan 40 lembar penilaian teman/orang tua/guru/saudara terhadap kalian)
Materi penilaian meliputi:
a. Cara bicara
b. Cara bergaul
c. Cara berpakaian
d. Cara menyelesaikan masalah
2. Kokoh pendirian (bukti fisik dapat berupa foto/rekaman video/keterangan saksi)
Hasil Alasan
Tanggal Deskripsi Pendapat
No Masalah (Tetap/Berubah) Perubahan
Kejadian Kejadian Kalian
Pendirian

3. Pemberi rasa aman (bukti fisik dapat berupa foto/rekaman video/keterangan saksi)
Tanggal
No Deskripsi Kejadian Yang Dilakukan Hasil
Kejadian
4. Tawakkal
Susun agenda harian dan pelaksanaannya selama satu semester
Hari Tanggal No Agenda Rencana Pelaksanaan Keterangan
kegiatan Waktu

5. Perilaku adil
Tanggal
No Deskripsi Kejadian Yang Dilakukan Hasil
Kejadian

A. Penilaian Hasil Belajar


Tugas
 Mengumpulkan data (gambar, berita, artikel tentang perilaku keluhuran budi, kokoh pendirian, pemberi rasa aman,
tawakal dan perilaku adil)
Observasi
 Mengamati teman sejawat tentang perilaku keluhuran budi, kokoh pendirian, pemberi rasa aman, tawakal dan
perilaku adil di lingkungan sekolah, rumah maupun masyarakat melalui lembar pengamatan
 Mengamati pelaksanaan diskusi dengan menggunakan lembar observasi yang memuat:
- Isi diskusi
- Sikap yang ditunjukkan saat pelaksanaan diskusi dan kerja kelompok

1. Proses

LEMBAR PENGAMATAN PROSES PEMBELAJARAN


Keterampilan Proses
Nama Siswa Nilai
No Mengamati Menanya Eksplorasi Asosiasi Komunikasi

1. 1

2. 2

2. Penilaian Diri
Petunjuk: Isilah dengan tanda (v) sesuai dengan kenyataan dan pengalaman kalian secara jujur!
LEMBAR PENILAIAN DIRI
Nama : ……………
Kelas : ……………

Jawaban
No Kriteria
Ya Tidak
1. Saya tidak suka berbohong
2. Saya tidak suka berkata-kata kotor
3. Saya tidak suka mencemooh/menghina teman
4. Saya tidak pernah mengecewakan/melawan orang tua
5. Saya selalu sabar jika didzolimi orang lain
6. Saya tidak gampang terpengaruh orang lain
7. Saya tidak suka tawuran dan pergaulan bebas
8. Saya tidak suka teman yang mempengaruhi orang lain untuk
berbuat perbuatan tercela
9. Saya tidak akan menghajar orang yang menghina teman saya
10. Saya suka bekerja keras
11. Saya selalu berdoa kepada Allah sebelum melakukan sesuatu
12. Saya selalu meminta yang terbaik kepada Allah setelah
mendirikan shalat
13. Saya tidak mau memecah belah umat
14. Saya menghargai perbedaan dalam kehidupan
15. Saya selalu berusaha untuk adil
Jumlah (a,b)
Jumlah skor (ax2)+(bx1)
Nilai ((Jml Skor:30)x100)

Portofolio
 Membuat paparan analisis dari hasil observasi tentang perilaku keluhuran budi, kokoh pendirian, pemberi rasa
aman, tawakal dan perilaku adil

Tes tulis
 Tes kemampuan kognitif dengan menjawab soal-soal pilihan ganda dan uraian tentang Asmaul Husna ( al-kariim,
al-mu’min, al-wakiil, al-matiin, al-jamii’,al-‘adl dan al-akhiir )

No. Butir – butir Soal Kunci Jawaban

1. Jelaskan makna al-Kariim! Al-karim artinya maha mulia


Al-mumin artinya maha memberi
2. Jelaskan makna al-Mu’min!
keamanan
Al-wakiil artinya maha
3. Jelaskan makna al-Wakiil!
menggantikan/mewakili
4. Jelaskan makna al-Matiin! Al-matiin artinya maha kokoh
5. Jelaskan makna al-Jaami’! Al-jami artinya maha mengumpulkan
6. Jelaskan makna al-‘Adl! Al-adl artinya maha adil
7. Jelaskan makna al-akhir! Al-akhir artinya maha akhir/belakangan

Tes lisan
 Mempresantasikan hasil diskusi
Kemampuan
No. Nama Peserta didik Mempresentasikan
1 2 3 4 5

4.Amar1
5.Amir2
6.Umar3
Dst Dst..........................

Keterangan : Skor Tes lisan :


 Mempresentasikan sangat baik = 80 – 90 = A
 Mempresentasikan baik = 70 – 79 = B
 Mempresentasikan kurang baik = 60 – 69 = C
 Mempresentasikan tidak lancar = 50 – 59 = D
 Tidak dapat mempresentasikan = kurang dari 50 = E