Anda di halaman 1dari 52

BAB I PENDAHULUAN

  • 1.1 Latar Belakang Perancangan RPTRAL + Puskesmas Kebutuhan ruang saat ini dirasa penting bagi sebagian bahkan semua orang sebagai penunjang aktivitas utama dan penunjang. Keterbatasan lahan sebagai ruang terbuka, seperti contoh di Jakarta hanya memiliki 10% Ruang Terbuka Hijau (RTH) dari target 30%, untuk mewadahi aktivitas banyak manusia masih sangat terasa karena bangunan-bangunan masif yang tidak teratur dan tertata. Adapun Ruang Terbuka Hijau (RTH) sekarang, masih terbilang banyak yang dalam kondisi pasif dan komersil bagi sebagian orang. Ruang Publik Terbuka Ramah Anak dan Lingkungan (RPTRAL) di kawasan Semarang, Jawa Tengah pun dirasa perlu untuk mewadahi segala jenis akivitas dari berbagai kalangan, yang tentunya ramah terhadap anak dan lansia. Ketersediaan RPRTAL dirasa penting, demi menghadirkan ruang publik yang nyaman dan aman bagi semua. Lalu, untuk sebagai bentuk pemenuhan pelayanan publik, RPTRAL akan diintergerasikan dengan Puskesmas. Puskesmas dipilih karena memiliki program- program rutin untuk masyarakat sebagai bentu pelayanan kesehatan pemerintah. Sehingga nantinya diharapkan RPTRAL+Puskesmas akan bersinergi satu sama lain. RPTRAL diharapkan dapat menjadi wadah dari kegiatan-kegiatan penunjang rutin, seperti penyuluhan kesehatan, sosialisasi kesehatan, maupun edukasi untuk mengakali keterbatasan ruang yang ada di puskesmas. Lalu Puskesmas, diharapkan akan menjadi tempat yang lebih nyaman dengan adanya RPTRAL yang bersinergi dengannya.

  • 1.2 Tujuan dan Sasaran

    • 1.2.1 Tujuan Tujuan yang ingin dicapai adalah untuk mendapatkan suatu landasan perencanaan dan perancangan RPTRAL+Puskesmas yang representatif ditinjau dari segi pemenuhan kebutuhan ruang dan persyaratan teknisnya, sekaligus dari segi kenyamanan. Agar RPTRAL+Puskesmas nantinya dapat digunakan dan melayani publik dari berbagai latar belakang dan kalangan usia, termasuk anak-anak dan lansia.

1.2.2

Sasaran

Sasaran yang ingin dicapai adalah tersusunnya

langkah-langkah kegiatan penyusunan Landasan Program Perencanaan dan Perancangan Arsitektur (LP3A) dengan judul RPTRAL+Puskesmas berdasarkan aspek-aspek panduan perancangan.

1.3 Manfaat

1.3.1 Secara subyektif

Manfaat

disusunnya

laporan

ini

adalah

untuk

memenuhi Tugas Perancangan Arsitektur 3.

  • 1.3.2 Secara objektif

Manfaat laporan ini secara objektif bertujuan untuk

menambah wawasan bagi pihak yang membacanya.

  • 1.3 Lingkup Pembahasan Ruang Publik Terbuka Ramah Anak dan Lansia (RPTRAL) adalah tempat atau ruang yang dapat diakses atau dimanfaatkan oleh masyarakat dan ramah bagi anak dan lansia. RPTRAL diharapkan dapat digunakan masyarakat, baik secara individu maupun berkelompok tanpa terkecuali.

Sedangkan Puskesmas (Pusat Kesehatan Masyarakat) adalah suatu organisasi kesehatan fungsional yang merupakan pusat pengembangan kesehatan masyarakat yang juga membina peran serta masyarakat di samping memberikan pelayanan secara menyeluruh dan terpadu kepada masyarakat di wilayah kerjanya dalam bentuk kegiatan kesehatan.

  • 1.4 Metode Pembahasan Metode yang digunakan adalah metode deskriptif analisis, yakni pengumpulan data literatur berupa peraturan- peraturan pemerintah, buku maupun internet dan dari data lapangan yang diambil dari beberapa Puskesmas dan ruang publik yang dapat menjadi acuan untuk perencanaan RPTRAL, kemudian dibandingkan satu sama lain untuk mendapatkan perencanaan RPTRAL+Puskesmas yang baik dan benar.

  • 1.5 Sistematika Pembahasan Penyusunan laporan perencanaan dan perancangan arsitektur ini menggunakan sistematika sebagai berikut:

BAB I : Pendahuluan

Menguraikan garis besar tema utama yang di dalamnya berisi

latar belakang, tujuan dan sasaran pembahasan, manfaat, lingkup pembahasan yang digunakan, serta sistematika pembahasan yang mengandung pokok-pokok pikiran dalam tiap bab.

BAB II : Tinjauan Pustaka

Menguraikan pengertian ataupun teori mengenai Ruang Publik Terbuka Ramah Anak dan Lansia (RPTRAL) dan Puskesmas, data-data yang terkait dengan perencanaan puskesmas.

Bab III : Data Studi Banding dan Preseden

Memuat data - data fisik dan non-fisik dari beberapa bangunan puskesmas dan Taman yang telah di survei yang nantinya digunakan sebagai salah satu acuan mendesain.

BAB IV : Analisis Ruang, Program Ruang, Dan Tapak

Penjabaran analisa ruang termasuk aktifitas, kebutuhan ruang, besaran ruang, dan persyaratan ruang serta penjabaran tentang tapak serta analisanya.

Bab V : Penutup

Memuat kesimpulan yang diperoleh dari data-data yang telah

disusun dalam laporan.

BAB II

Tinjauan Pustaka

2.1 Tinjauan Pustaka Ruang Publik Terpadu Ramah Anak dan Lansia

A. Ruang publik

Ruang Publik dapat di artikan sebagai tempat atau ruang yang dapat diakses atau dimanfaatkan oleh warga atau masyarakat secara cuma-cuma tanpa mengambil keuntungan dan bisa digunakan masyarakat secara bersama-sama baik secara individu maupun berkelompok tanpa terkecuali. Karena adanya kebutuhan akan tempat untuk bertemu, berkomunikasi, atau hanya untuk sekedar tempat refresing bersama keluarga. ruang publik dapat berkaitan dengan sosial, ekonomi, dan budaya. (Fazri, 2015)

Ruang terbuka adalah ruang yang bisa diakses oleh masyarakat baik secara langsung dalam kurun waktu terbatas maupun secara tidak langsung dalam kurun waktu tidak tertentu. Ruang terbuka itu sendiri bisa berbentuk jalan, trotoar, ruang terbuka hijau seperti taman kota, hutan dan sebagainya. Apabila ditinjau dari sifatnya, ruang terbuka bisa dibedakan menjadi ruang terbuka privat (memiliki batas waktu tertentu untuk mengaksesnya dan kepemilikannya bersifat pribadi, (misalnya halaman rumah tinggal), ruang terbuka semi privat, dan ruang terbuka umum (kepemilikannya oleh pemerintah dan bisa diakses langsung oleh masyarakat tanpa batas waktu tertentu, contoh alun-alun, trotoar). Selain itu ruang terbuka pun bisa diartikan sebagai ruang interaksi (Kebun Binatang, Taman rekreasi, dll) (Ramadhani, 2015).

Ditinjau dari pengertian di atas, ruang terbuka tidak selalu harus memiliki bentuk fisik (baca: lahan dan lokasi) definitif. Dalam bahasa arsitektur, ruang terbuka yang telah berwujud fisik ini sering juga disebut sebagai ruang publik, sebutan yang sekali lagi menekankan aspek aksesibilitasnya. Carr dalam bukunya Public Space (1992), menyatakan bahwa ruang publik harus bersifat responsif, demokratis, dan bermakna. Ruang publik yang responsif artinya harus dapat digunakan untuk berbagai kegiatan dan kepentingan luas. Unsur demokratis yang dimaksud adalah ruang publik itu seharusnya dapat dimanfaatkan masyarakat umum tanpa harus terkotak-kotakkan akibat perbedaan sosial, ekonomi, dan budaya. Bahkan, unsur demokratis dilekatkan sebagai salah satu watak ruang publik karena ia harus dapat dijangkau (aksesibel) bagi warga dengan berbagai kondisi fisiknya, termasuk para penderita cacat tubuh maupun lansia (Ramadhani, 2015).

B. Ruang Publik Terpadu Ramah Anak

Ruang Publik Terpadu Ramah Anak atau juga dikenal dengan singkatan RPTRA adalah konsep ruang publik berupa ruang terbuka hijau atau taman yang dilengkapi dengan berbagai permainan menarik, pengawasan CCTV, dan ruangan-ruangan yang melayani kepentingan komuniti yang ada di sekitar RPTRA tersebut, seperti ruang perpustakaan, PKK Mart, ruang laktasi, dan lainnya. RPTRA juga dibangun tidak di posisi strategis, namun berada di tengah pemukiman warga, terutama lapisan bawah dan padat penduduk, sehingga manfaatnya bisa dirasakan oleh warga di sekitar.

(Wikipedia,2017)

Dalam

Pergub

DKI

No.

139

(2009)

Ruang

Publik

Terpadu Ramah Anak yang selanjutnya disingkat RPTRA

adalah tempat dan/atau ruang terbuka yang memadukan kegiatan dan aktivitas warga dengan mengimplementasikan 10 (sepuluh) program Pokok Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga untuk mengintegrasikan dengan program Kota Layak Anak.

C. Ruang Publik Ramah Lansia

Menurut Roosenberg (2001), populasi masyarakat lansia dapat dikategorikan dalam tiga kelompok, yaitu: lansia- muda berumur 65-69 tahun, lansia tengah yang berumur 70-74 tahun, dan lansia tua yang berumur lebih dari 75 tahun.

Kaum lansia kebanyakan adalah kaum pensiunan yang bosan dan kesepian. Ketika kaum lansia pergi ke taman, mereka dapat berekreasi sendiri dan menikmati waktunya dengan mengobservasi lalu-lalang pengunjung taman, ataupun bersosialisasi dengan pengunjung taman sehingga dapat mengurangi rasa kesepiannya (Cooper dan Francis, 1998).

Menurut Steiner dan Butler dalam Suparyanti (2007) Taman kota dapat diklasifikasikan dalam beberapa jenis. Berdasarkan karakteristik masyarakat lansia yang memiliki keterbatasan dalam menjangkau aktivitas, maka jenis taman yang tepat adalah Community Park, dimana fungsi utama taman ini adalah sebagai tempat pertemuan, serta penyediaan ruang terbuka kawasan.

Ruang publik yang ramah lansia biasanya didukung

oleh masyarakat yang juga ramah lansia. Di masyarakat seperti ini, layanan dan struktur yang berhubungan dengan lingkungan fisik dan sosial dirancang untuk membantu para

lansia “menua secara aktif”; yakni lingkungan yang

memungkinkan lansia untuk hidup dengan aman, memiliki

kesehatan yang baik, masyarakatnya (WHO, 2007).

dan

dapat

berpartisipasi di

Di masyarakat yang ramah lansia, layanan publik dan komersial dirancang agar mampu mengakomodasi berbagai tingkat kemampuan orang-orang berusia lanjut. Masyarakat seperti ini memiliki penyedia layanan yang ramah lansia, pejabat publik, pemuka masyarakat dan agama, serta para pelaku usaha yang memahami beragamnya kelompok lansia. Mereka mendorong keterlibatan dan kontribusi lansia dalam kehidupan masyarakat, menghormati keputusan dan pilihan hidup lansia, mengantisipasi dan merespon kebutuhan dan pilihan-pilihan yang behubungan dengan kondisi lansia (Wijayanti, 2015).

Taman-taman yang ramah lansia biasanya terawat dengan baik, mudah dijelajahi, dan aman bagi lansia. Taman seperti ini memberikan ruang yang tenang dan udara segar bagi para lansia yang ingin melewatkan waktu di antara hijaunya pepohonan, atau berinteraksi dengan anggota masyarakat lainnya (Wijayanti, 2015).

D. Ruang Publik Terpadu Ramah Anak dan Lansia (RPTRAL)

Ruang Publik Terpadu Ramah Anak dan Lansia yang selanjutnya disingkat RPTRAL adalah suatu tempat dan/atau ruang terbuka yang dirancang untuk mengakomodasi kegiatan serta aktivitas warga dengan mengimplementasikan desain yang ramah, aman dan nyaman untuk anak dan lansia. Selain desain, RPTRAL juga dilengkapi dengan fasilitas-fasilitas baik berupa bangunan ataupun non-bangunan yang dapat menunjang dan merespon kebutuhan aktivitas warga berbagai kalangan dan usia.

2.2 Tinjauan Pustaka Puskesmas

2.2.1 Definisi, Tujuan, dan Fungsi Puskesmas

Menurut Effendi (2009) Puskesmas (Pusat Kesehatan Masyarakat) adalah suatu organisasi kesehatan fungsional yang merupakan pusat pengembangan kesehatan masyarakat yang juga membina peran serta masyarakat di samping memberikan pelayanan secara menyeluruh dan terpadu kepada masyarakat di wilayah kerjanya dalam bentuk kegiatan pokok.

Pelayanan kesehatan yang diberikan puskesmas merupakan pelayanan yang menyeluruh yang meliputi pelayanan kuratif (pengobatan), preventif (pencegahan), promotif (peningkatan kesehatan) dan rehabilitatif (pemulihan kesehatan). Pelayanan tersebut ditujukan kepada semua penduduk dengan tidak membedakan jenis kelamin dan golongan umur, sejak dari pembuahan dalam kandungan sampai tutup usia (Effendi, 2009).

Tujuan

pembangunan

kesehatan

yang

diselenggarakan oleh puskesmas adalah mendukung tercapainya tujuan pembangunan kesehatan nasional, yakni meningkatkan kesadaran, kemauan dan kemampuan hidup sehat bagi orang yang bertempat tinggal di wilayah kerja puskesmas agar terwujud derajat kesehatan yang setinggi-

tingginya (Trihono, 2005).

Menurut Trihono (2005) ada 3 (tiga) fungsi puskesmas yaitu: pusat penggerak pembangunan berwawasan kesehatan yang berarti puskesmas selalu berupaya menggerakkan dan memantau penyelenggaraan pembangunan lintas sektor termasuk oleh masyarakat dan dunia usaha di wilayah kerjanya, sehingga berwawasan serta mendukung pembangunan

kesehatan. Disamping itu puskesmas aktif memantau dan melaporkan dampak kesehatan dari penyelenggaraan setiap program pembangunan di wilayah kerjanya. Khusus untuk pembangunan kesehatan, upaya yang dilakukan puskesmas adalah mengutamakan pemeliharaan kesehatan dan pencegahan penyakit tanpa mengabaikan penyembuhan penyakit dan pemulihan kesehatan.

Puskesmas mempunyai peran yang sangat vital sebagai institusi pelaksana teknis, dituntut memiliki kemampuan manajerial dan wawasan jauh ke depan untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan. Peran tersebut ditunjukkan dalam bentuk keikutsertaan dalam menentukan kebijakan daerah melalui sistem perencanaan yang matang dan realistis, tata laksana kegiatan yang tersusun rapi, serta sistem evaluasi dan pemantauan yang akurat. Pada masa mendatang, puskesmas juga dituntut berperan dalam pemanfaatan teknologi informasi terkait upaya peningkatan pelayanan kesehatan secara komprehensif dan terpadu (Effendi, 2009).

2.2.2 Jenis-Jenis Puskesmas

Terdapat dua jenis puskesmas menurut Departemen Kesehatan RI (2001) yaitu:

  • 1. Puskesmas Rawat Inap Puskesmas Perawatan atau Puskesmas Rawat Inap merupakan Puskesmas yang diberi tambahan ruangan dan fasilitas untuk menolong penderita gawat darurat, baik berupa tindakan operatif terbatas maupun rawat inap sementara.

Sesuai Standard Pelayanan Minimal Bidang Kesehatan di Kabupaten/Kota (Depkes RI, 2003), pengertian rawat inap, merupakan pelayanan kesehatan perorangan yang

meliputi observasi, diagnosa, pengobatan, keperawatan, rehabilitasi medik dengan menginap di ruang rawat inap pada sarana kesehatan rumah sakit pemerintah dan swasta, serta puskesmas perawatan dan rumah bersalin, yang oleh karena penyakitnya penderita harus menginap.

Beberapa kriteria Puskesmas Rawat Inap, sebagai

sebuah Pusat Rujukan Antara bagi penderita gawat darurat sebelum dibawa ke RS, antara lain sebagai berikut :

  • 1. Puskesmas terletak kurang lebih 20 km dari Rumah Sakit

  • 2. Puskesmas mudah dicapai dengan kendaraan bermotor

  • 3. Puskesmas dipimpin oleh dokter dan telah mempunyai tenaga yang memadai

  • 4. Jumlah kunjungan Puskesas minimal 100 orang per hari

  • 5. Penduduk wilayah kerja Puskesmas dan penduduk wilayah 3 Puskesmas di sekitarnya minimal 20.000 jiwa per Puskesmas

  • 6. Pemerintah Daerah “bersedia” menyediakan dana rutin yang memadai.

  • 2. Puskesmas Rawat Jalan Puskesmas Rawat Jalan merupakan salah satu unit kerja di puskesmas yang melayani pasien yang berobat jalan dan tidak lebih dari 24 jam pelayanan, termasuk seluruh prosedur diagnostik dan terapeutik. Pada waktu yang akan datang, rawat jalan merupakan bagian terbesar dari pelayanan kesehatan di Puskesmas. Pertumbuhan yang cepat dari rawat jalan ditentukan oleh tiga faktor yaitu:

    • 1. Penekanan biaya untuk mengontrol peningkatan harga perawatan kesehatan dibandingkan dengan rawat inap

    • 2. Peningkatan kemampuan dan sistem reimbursement untuk prosedur di rawat jalan

3. Perkembangan secara terus menerus dari teknologi tinggi untuk pelayanan rawat jalan akan menyebabkan pertumbuhan rawat jalan

2.3 Definisi RPTRAL + Puskesmas

RPTRAL + Puskesmas adalah suatu kawasan ruang publik terpadu yang bertujuan mengakomodasi dan mewadahi kebutuhan dan aktivitas semua orang, berupa ruang terbuka yang dilengkapi fasilitas-fasilitas seperti taman, ruang bermain, area olahraga, dan fasilitas lain yang terintegerasi dengan Puskesmas, sebagai tempat pelayanan kesehatan publik yang mengimplementasikan desain yang ramah, aman, dan nyaman bagi anak dan lansia.

2.4 Data Kebutuhan dan Persyaratan Arsitektur RPTRAL + Puskesmas 2.4.1 Puskesmas

Ada beberapa persyaratan bangunan puskesmas yang termuat dalam Permenkes No.75 Tahun 2014 Tentang Pusat Kesehatan Masyarakat:

A. Lambang Bangunan Puskesmas harus memasang lambang sebagai berikut agar mudah dikenal oleh masyarakat:

meliputi observasi, diagnosa, pengobatan, keperawatan, rehabilitasi medik dengan menginap di ruang rawat inap pada sarana kesehatan

Gambar 1. Lambang Puskesmas Sumber : Permenkes No.75 Tahun 2014

Lambang Puskesmas harus diletakkan di depan bangunan

yang mudah terlihat dari jarak jauh oleh masyarakat.

  • B. Arsitektur Bangunan

    • 1. Tata Ruang Bangunan

Rancangan

tata

ruang/bangunan agar

memperhatikan fungsi sebagai fasilitas pelayanan

kesehatan.

Bangunan harus diselenggarakan sesuai dengan peruntukan lokasi yang diatur dalam Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten/Kota dan/Rencana Tata

Bangunan

dan

Lingkungan

(RTBL)

yang

bersangkutan. Tata ruang Puskesmas mengikuti Peraturan Tata Ruang Daerah:

(1) Ditetapkan nilai Koefisien Dasar Bangunan (KDB) maksimal untuk Puskesmas adalah 60%. (2) Ditetapkan nilai Koefisien Lantai Bangunan (KLB) maksimal untuk Puskesmas adalah 1,8. (3) Ditetapkan nilai Koefisien Daerah Hijau (KDH) minimal untuk Puskesmas adalah 15%. (4) Garis Sempadan Bangunan (GSB) dan Garis Sempadan Pagar (GSP).

  • 2. Desain

Tata letak

ruang

pelayanan

pada

bangunan

Puskesmas harus diatur

dengan memperhatikan

zona Puskesmas pelayanan kesehatan.

sebagai

bangunan

fasilitas

Tata letak

ruangan

diatur

dan dikelompokkan

dengan

memperhatikan

zona

infeksius

dan

non

infeksius. Zona berdasarkan privasi kegiatan:

 

(1) Area publik, yaitu area yang mempunyai akses langsung dengan lingkungan luar Puskesmas, misalnya ruang pendaftaran. (2) Area semi publik, yaitu area yang tidak berhubungan langsung dengan lingkungan luar Puskesmas umumnya merupakan area yang menerima beban kerja dari area publik, misalnya laboratorium, ruang rapat/diskusi. (3) Area privat, yaitu area yang dibatasi bagi pengunjung Puskesmas, misalnya ruang sterilisasi, ruang rawat inap. Zona berdasarkan pelayanan:

Tata letak ruang diatur dengan memperhatikan kemudahan pencapaian antar ruang yang saling memiliki hubungan fungsi Pencahayaan dan penghawaan yang nyaman dan aman untuk semua bagian bangunan.

Harus

disediakan

fasilitas

pendingin

untuk

penyimpanan obat-obatan khusus dan vaksin dengan suplai listrik yang tidak boleh terputus. Lebar koridor disarankan 2,40 m dengan tinggi langitlangit minimal 2,80 m. Koridor sebaiknya lurus. Apabila terdapat perbedaan ketinggian permukaan pijakan, maka dapat menggunakan ramp dengan kemiringannya tidak melebihi 7°

Gambar 2. Contoh Model Puskesmas Rawat Jalan Sumber: Permenkes No.75 Tahun 2014 Gambar 3. Contoh Model

Gambar 2. Contoh Model Puskesmas Rawat Jalan Sumber: Permenkes No.75 Tahun 2014

Gambar 2. Contoh Model Puskesmas Rawat Jalan Sumber: Permenkes No.75 Tahun 2014 Gambar 3. Contoh Model

Gambar 3. Contoh Model Puskesmas Rawat Inap Sumber: Permenkes No.75 Tahun 2014

  • 3. Kebutuhan Ruang Berdasarkan Permenkes No.75 Tahun 2014, jumlah dan jenis ruang di Puskesmas dan Puskesmas Pembantu ditentukan melalui analisis kebutuhan ruang berdasarkan

pelayanan yang diselenggarakan dan ketersediaan sumber daya. Tabel dibawah ini menunjukkan program ruang minimal pada Puskesmas sebagai berikut berikut:

Puskesmas Rawat Jalan

Berdasarkan Permenkes No. 75, disebutkan ruang- ruang yang dibutuhkan pada puskesmas umumnya:

No.

Nama Ruang

 

Keterangan

 
 

Ruang Kantor

 

1.

Ruang

Administrasi

 

Kantor

2.

Ruang

Kepala

 

Puskesmas

 

3.

Ruang Rapat

 

Dapat

digunakan

 

untuk

kegiatan

lain

dalam

mendukung

pelayanan kesehatan (ruang multifungsi).

 

Ruang Pelayanan

 

4.

Ruangan

 

pendaftaran

dan

rekam medik

5.

Ruangan tunggu

   

6.

Ruangan pemeriksaan umum

 

7.

Ruangan tindakan

 

Ruang tindakan

juga

 

digunakan

untuk

pelayanan

gawat

darurat.

8.

Ruangan

KIA,

KB

 

dan imunisasi

9.

Ruangan kesehatan gigi dan mulut

 

10.

Ruangan ASI

   

11.

Ruangan promosi

Dapat dipergunakan

kesehatan

untuk konsultasi dan konseling.

12.

Ruang farmasi

Sesuai

dengan

Standar

Pelayanan

Kefarmasian di

 

Puskesmas.

Ruang

penerimaan

resep

dapat

digabungkan dengan

ruang

penyerahan

obat

dan

dirancang

agar

tenaga

kefarmasian

dapat

bertatap

muka

dengan pasien.

13.

Ruangan persalinan

 

14.

Ruangan

rawat

Hanya 1 tempat tidur

pasca persalinan

15.

Laboratorium

Sesuai

dengan

Standar

Pelayanan

Laboratorium

di

Puskesmas.

16.

Ruangan sterilisasi

 

17.

Ruangan

Dapat memiliki fungsi

Penyelenggaraan

hanya sebagai tempat

Makanan

penyajian makanan.

18.

Kamar mandi/WC pasien (laki-laki dan perempuan terpisah)

Dikondisikan untuk dapat digunakan oleh penyandang disabilitas.

19.

KM/WC

untuk

Dikondisikan untuk

persalinan

dapat digunakan oleh penyandang disabilitas

 
  • 20. KM/WC petugas

Dikondisikan untuk

dapat

digunakan

boleh

penyandang

disabilitas

 
  • 21. Gudang umum

 
 

Pendukung

 
 
  • 22. Merupakan rumah

Rumah dinas tenaga

 

kesehatan

jabatan

tenaga

kesehatan

dan

berjumlah

paling

sedikit 2 (dua) unit.

 
  • 23. kendaraan

Parkir

 

roda 2

dan

4

serta

garasi

untuk

ambulans

dan

Puskesmas keliling

Puskesmas Rawat Inap

No.

Nama Ruang

Keterangan

 

Ruang Kantor

 
 
  • 1. Ruang

Administrasi

 

Kantor

 
  • 2. Ruang

Kepala

 

Puskesmas

 
  • 3. Ruang Rapat

Dapat digunakan untuk

kegiatan lain dalam mendukung pelayanan

kesehatan

(ruang

multifungsi).

 

Ruang Pelayanan

 
 
  • 4. Ruangan

 

pendaftaran

dan

rekam medik

 
  • 5. Ruangan tunggu

 
 
  • 6. Ruangan

 
 

pemeriksaan umum

 

7.

Ruangan

gawat

 

darurat

8.

Ruang Kesehatan anak dan imunisasi

 

9.

Ruangan kesehatan ibu dan KB

 

10.

Ruangan kesehatan gigi dan mulut

 

11.

Ruangan ASI

 

12

Ruangan promosi

Dapat dipergunakan

kesehatan

untuk konsultasi dan konseling.

13.

Ruang farmasi

Sesuai dengan Standar Pelayanan Kefarmasian

di

Puskesmas.

Ruang

penerimaan

resep

dapat

digabungkan dengan

ruang penyerahan obat dan dirancang agar

tenaga

kefarmasian

dapat bertatap

muka

dengan pasien.

14.

Ruangan persalinan

Letak ruang bergabung dengan area rawat inap

15.

Ruangan

rawat

Hanya 1 tempat tidur,

pasca persalinan

bergabung dengan area rawat inap

16.

Ruang tindakan

 

17.

Ruang rawat inap

Dibedakan antara laki- laki, perempuan dan anak-anak

18.

KM/ WC pasien(laki-

Dikondisikan agar bisa

 

laki dan perempuan terpisah)

digunakan penyandang disabilitas

19.

Laboratorium

 

Sesuai dengan Standar Pelayanan

 

Laboratorium

di

Puskesmas.

20.

Ruang cuci linen

   

21.

Ruangan sterilisasi

 

22.

Ruangan

 

Dapat memiliki fungsi

Penyelenggaraan

hanya sebagai tempat

Makanan

 

penyajian makanan.

23.

Kamar mandi/WC

Dikondisikan untuk

Untuk rawat inap

dapat

digunakan

oleh

penyandang disabilitas.

24.

KM/WC petugas

 

Dikondisikan untuk dapat digunakan boleh penyandang disabilitas

25.

Ruang jaga petugas

 

26.

Gudang umum

   
 

Pendukung

 

27.

Rumah dinas tenaga kesehatan

Merupakan rumah jabatan

tenaga

kesehatan

dan

berjumlah paling sedikit

2 (dua) unit.

28.

Parkir

kendaraan

 

roda

2

dan

4

serta

garasi

untuk

ambulans

 

dan

Puskesmas keliling

  • 4. Hubungan antar Ruang pada bangunan kesehatan Dalam Data Arsitek Jilid 3 (2007) terdapat beberapa panduan untuk hubungan antar ruang pada bangunan kesehatan

Skema

4. Hubungan antar Ruang pada bangunan kesehatan Dalam Data Arsitek Jilid 3 (2007) terdapat beberapa panduan

Gambar 4. Skema Hubungan Antar Ruang 1 Sumber: Data Arsitek Jilid 3 (2007)

4. Hubungan antar Ruang pada bangunan kesehatan Dalam Data Arsitek Jilid 3 (2007) terdapat beberapa panduan

Gambar 5. Skema Hubungan Antar Ruang 2 Sumber: Data Arsitek Jilid 3

(2007)

4. Hubungan antar Ruang pada bangunan kesehatan Dalam Data Arsitek Jilid 3 (2007) terdapat beberapa panduan

Gambar 5. Skema Hubungan Antar Ruang 3 Sumber: Data Arsitek Jilid 3

(2007)

  • 5. Besaran Beberapa Komponen Ruang Dalam Data Arsitek Jilid 3 (2007) terdapat beberapa panduan besaran milimal untuk ukuran ruang pada bangunan kesehatan

Koridor Lebar koridor pada umumnya minimal 1.50 meter yang juga harus disesuaikan dengan lalu lintas yang ada. Untuk lorong yang sekaligus dapat menjadi tempat pasien yang terbaring, lebarnya minimal 2.25, dengan tinggi langit-langit minimal 2.4 m. jendela untuk penerangan dan ventilasi udara anatara satu sama lain sebaiknya tidak lebih dari 25m. lebar lorong tersebut tidak boleh dipersempit dengan penyangga-penyangga gedung atau bagian lainnya (Neufert, 2007)

4. Hubungan antar Ruang pada bangunan kesehatan Dalam Data Arsitek Jilid 3 (2007) terdapat beberapa panduan
4. Hubungan antar Ruang pada bangunan kesehatan Dalam Data Arsitek Jilid 3 (2007) terdapat beberapa panduan

Gambar 6. Koridor Sumber: Data Arsitek Jilid 3 (2007)

11

Ruang pemeriksaan

 Ruang pemeriksaan Gambar 6. Ruang Pemeriksaan dan Konsultasi Dokter Sumber: Data Arsitek Jilid 3 (2007)

Gambar 6. Ruang Pemeriksaan dan Konsultasi Dokter Sumber: Data Arsitek Jilid 3 (2007)

Farmasi

 Ruang pemeriksaan Gambar 6. Ruang Pemeriksaan dan Konsultasi Dokter Sumber: Data Arsitek Jilid 3 (2007)

Gambar 7. Farmasi Sumber: Data Arsitek Jilid 3 (2007)

Ruang rawat pasien

 Ruang rawat pasien Gambar 7. Ruang rawat inap Sumber: Data Arsitek Jilid 3 (2007) 
 

Gambar 7. Ruang rawat inap

 

Sumber: Data Arsitek Jilid 3 (2007)

Tangga Tangga harus dibuat sedemikian rupa untuk keamanan, jika perlu dapat menampung beban yang kuat. Tangga yang dibangun harus tidak mengeluarkan suara atau bau. Harus diperhatikan juga peraturan bangunan dan keamanan. Tangga harus mempunyai pegangan untuk kedua tangan dari awal sampai akhir tangga yang tidak terputus. Tangga spiral jangan dipasang sebagai tangga darurat (Neufert, 2007)

 Ruang pemeriksaan Gambar 6. Ruang Pemeriksaan dan Konsultasi Dokter Sumber: Data Arsitek Jilid 3 (2007)
 Ruang pemeriksaan Gambar 6. Ruang Pemeriksaan dan Konsultasi Dokter Sumber: Data Arsitek Jilid 3 (2007)

Gambar 8. Tangga Sumber: Data Arsitek Jilid 3 (2007)

12

 Ramp Ideal Bangunan Kesehatan Gambar 9. Ramp Sumber: Permenkes No.75 Tahun 2014
Ramp Ideal Bangunan Kesehatan
Gambar 9. Ramp
Sumber: Permenkes No.75 Tahun 2014
  • 6. Persyaratan Komponen Bangunan dan Material Atap (1) Atap harus kuat terhadap kemungkinan bencana (angin puting beliung, gempa, dan lain-lain), tidak bocor, tahan lama dan tidak menjadi tempat perindukan vektor. (2) Material atap tidak korosif, tidak mudah terbakar. Langit-langit (1) Langit-langit harus kuat, berwarna terang, dan mudah dibersihkan, tanpa profil dan terlihat tanpa sambungan (seamless). (2) Ketinggian langit-langit dari lantai minimal 2,8 m.

Dinding

(1) Material dinding harus keras, rata, tidak berpori, tidak menyebabkan silau, kedap air, mudah dibersihkan, dan tidak ada sambungan agar mudah dibersihkan. Material dapat disesuaikan dengan kondisi di daerah setempat. (2) Dinding KM/WC harus kedap air, dilapisi keramik setinggi 150 cm. (3) Dinding laboratorium harus tahan bahan kimia, mudah dibersihkan, tidak berpori. Lantai

Material lantai harus kuat, kedap air, permukaan rata, tidak licin, warna terang, mudah dibersihkan, dan dengan sambungan seminimal mungkin. Pintu dan Jendela

(1) Lebar bukaan pintu

utama dan ruang

gawat

darurat minimal 120 cm atau dapat dilalui brankar dan pintu-pintu yang bukan akses brankar memiliki lebar bukaan minimal 90 cm. Pintu harus terbuka ke luar. (2) Pintu khusus untuk KM/WC di ruang perawatan dan pintu KM/WC penyandang disabilitas, harus terbuka ke luar dan lebar daun pintu minimal 90 cm. Material pintu untuk KM/WC harus kedap air. Kamar Mandi/ WC (1) Memiliki ruang gerak yang cukup untuk masuk dan keluar oleh pengguna. (2) Lantai terbuat dari bahan yang tidak licin dan air buangan tidak boleh tergenang. Pintu harus mudah dibuka dan ditutup. (3) Kunci-kunci dipilih sedemikian sehingga bisa dibuka dari luar jika terjadi kondisi darurat.

Pemilihan tipe kloset disesuaikan dengan kebutuhan dan kebiasaan pengguna pada daerah setempat. (4) Sebaiknya disediakan minimal 1 KM/WC umum untuk penyandang disabilitas, dilengkapi dengan tampilan rambu/simbol penyandang disabilitas pada bagian luarnya dan dilengkapi dengan pegangan rambat (handrail) yang memiliki posisi dan ketinggian disesuaikan dengan pengguna kursi roda dan penyandang disabilitas lainnya. Pegangan disarankan memiliki bentuk siku-siku mengarah ke atas untuk membantu pergerakan pengguna kursi roda

Gambar 10. Ruang gerak KM penyandang disabilitas Sumber: Permenkes No.75 Tahun 2014
Gambar 10. Ruang gerak KM penyandang disabilitas
Sumber: Permenkes No.75 Tahun 2014
Pemilihan tipe kloset disesuaikan dengan kebutuhan dan kebiasaan pengguna pada daerah setempat. (4) Sebaiknya disediakan minimal

Gambar 11. Toilet Umum Sumber: Data Arsitek Jilid 3

Berdasarkan Peraturan Daerah Kota Semarang Nomor 11 Tahun 2004 Tentang Rencana Detail Tata Ruang Kota (RDTRK) Kota Semarang Bagian VI (Kecamatan Tembalang) Tahun 2000 2010 pasal 30 dan 33, GSB 23 meter, KDB di kawasan kecamatan tembalang pada jalan kolektor sekunder maksimum 60%, KLB 1.2 dan maksimum 3 lantai.

  • 7. Persyaratan prasarana puskesmas Sistem Penghawaan (Ventilasi) (1) Ventilasi ruangan pada bangunan Puskesmas, dapat berupa ventilasi alami dan/atau ventilasi mekanis. Jumlah bukaan ventilasi alami tidak kurang dari 15% terhadap luas lantai ruangan yang membutuhkan ventilasi. Sedangkan sistem ventilasi mekanis diberikan jika ventilasi alami yang memenuhi syarat tidak memadai. (2) Besarnya pertukaran udara yang disarankan untuk berbagai fungsi ruangan di bangunan Puskesmas minimal 12x pertukaran udara per jam dan untuk KM/WC 10x pertukaran udara per jam.

Sistem Pencahayaan (1) Bangunan Puskesmas harus mempunyai pencahayaan alami dan/atau pencahayaan buatan. (2) Pencahayaan harus terdistribusikan rata dalam ruangan. (3) Lampu-lampu yang digunakan diusahakan dari jenis hemat energi.

Fungsi Ruang

Tingkat

Pencahayaan

(Lux)

Ruangan

administrasi

kantor,

200

Lux

ruangan

Kepala

Puskesmas,

 

ruangan rapat, ruangan pendaftaran dan rekam medik, ruangan pemeriksaan umum, ruangan

Kesehatan Ibu dan Anak (KIA), KB

dan

imunisasi,

ruangan

kesehatan

gigi dan mulut, ruangan ASI, ruangan

promosi kesehatan, ruang farmasi, ruangan rawat inap, ruangan rawat pasca persalinan

Laboratorium, ruangan tindakan, ruang gawat darurat

300

Lux

Dapur, ruangan tunggu, gudang umum, KM/WC, ruangan sterilisasi, ruangan cuci linen

100

Lux

2.4.2 RPTRAL

A. RPTRA

Ditinjau dari Pergub DKI

Jakarta No.

40 Tahun 2016

Kegiatan RPTRA

merupakan

kegiatan terpadu

masyarakat pada ruang terbuka publik yang di dalamnya meliputi kegiatan sebagai berikut :

Layanan anak, terdiri dari :

  • 1. Bina Keluarga Balita Pendidikan Anak Usia Dini (BKB-PAUD);

  • 2. Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu);

  • 3. perpustakaan Anak;

  • 4. tempat berolah raga,

  • 5. tempat bermain; dan

  • 6. kegiatan kreatif anak

Layanan masyarakat terdiri dari:

  • 1. kegiatan 10 (sepuluh) Program Pokok PKK;

  • 2. PKK-Mart;

  • 3. kegiatan masyarakat yang tidak berpotensi mengakibatkan kerusakan taman dan/atau prasarana dan sarana yang ada;

  • 4. olahraga, dan

  • 5. kegiatan kesenian

. Lalu, untuk memenuhi layanan dan kegiatan pada Ruang

Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) Fasilitas RPTRA terdiri dari :

Fasilitas di dalam bangunan :

  • 1. Ruang serbaguna

  • 2. Ruang Perpustakaan

  • 3. Ruang laktasi

  • 4. Ruang pengelola

  • 5. Ruang Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (PKK)

  • 6. Toilet (Pria, Wanita dan Disabilitas)

  • 7. Tempat cuci tangan

  • 8. Gudang; dan/ atau Dapur bersih (Pantry).

Fasilitas di luar bangunan

  • 1. Lapangan olahraga

  • 2. Tempat bermain anak,

  • 3. Jalur lari (Jogging Track)

  • 4. Jalur refleksi

  • 5. Panggung terbuka (Amphitheatre)

  • 6. Kolam gizi

  • 7. Taman Tanaman Obat Keluarga (TOGA)

  • 8. Parkir sepeda; dan/atau Bangku taman.

Dalam situasi dan kondisi tertentu pemanfaatan RPTRA di luar pemanfaatan sebagaimana dimaksud diatas dapat dilakukan berdasarkan musyawarah antara Pengurus RPTRA, Pelaksana Kegiatan RPTRA dan warga masyarakat.

Pengecualian pemanfaatan sebagaimana dimaksud dilakukan dengan mempertimbangkan antara lain :

tingkat kebutuhan jenis pemanfaatan;

aspirasi masyarakat;

tujuan jenis pemanfaatan;

kemungkinan akibat yang akan terjadi dari pemanfaatan RPTRA; dan keamanan dan kenyamanan lingkungan sekitar.

Menurut buku Handbook for Public Playground Safety dalam Taman Bermain Anak-anak di Pemukiman (2013), ada beberapa hal yang perlu diperhatikan mengacu pada ukuran beberapa tempat bermain anak:

Perosotan

Jarak minimal untuk akses naik pada perosotan adalah 6 ft. Lebar ruang yang digunakan sebaiknya minimal 6 ft dan tidak terlalu lebar dari 14 ft.

Gambar 12. Ketentuan Perosotan untuk anak Sumber: Taman Bermain Anak-anak di Pemukiman (2013)  Ayunan Perletakkan
Gambar 12. Ketentuan Perosotan untuk anak
Sumber: Taman Bermain Anak-anak di Pemukiman
(2013)
Ayunan
Perletakkan alat bermain yang bergerak seperti
ayunan dibaiknya diletakkan di sudut, pinggir, atau
tepi taman.
 Fasilitas di luar bangunan 1. Lapangan olahraga 2. Tempat bermain anak, 3. Jalur lari (Jogging

Gambar 13. Ketentuan Ayunan

Sumber: Taman Bermain Anak-anak di Pemukiman (2013)

Jungkat-Jungkit Sebaiknya menggunakan bantalan seperti ban mobil bekas agar kursi tidak langsung menyemntuh tanah. Sudut yang direkomendasikan yaitu ketika kemiringan papan saat diam dan garis horizontal membentuk 25°

 Jungkat-Jungkit Sebaiknya menggunakan bantalan seperti ban mobil bekas agar kursi tidak langsung menyemntuh tanah. Sudut

\

Gambar 14. Ketentuan Jungkat-jungkit

Sumber: Taman Bermain Anak-anak di Pemukiman (2013)

Alat bermain panjat

 Jungkat-Jungkit Sebaiknya menggunakan bantalan seperti ban mobil bekas agar kursi tidak langsung menyemntuh tanah. Sudut

Gambar 15. Alat bermain panjat

Sumber: Taman Bermain Anak-anak di Pemukiman (2013)

Komedi Putar Jarak aman disekitar komedi putar dianjurkan 6ft. jarak aman dipertimbangkan jika anak bermain disekitarnya.

  • B. Ruang Publik Ramah Lansia Menurut Ramadhani (2015) ditinjau dari beberapa teori, terdapat beberapa kebutuhan yang harus diperhatikan dari taman lansia:

Pengelompokkan elemen taman yang harus diperhatikan berdasarkan kebutuhan masyarakat lansia

  • 1. Kebutuhan fisik

    • - Rute berjalan yang lebar

    • - Pedestrian dan trotoar

    • - orientasi dan penemuan jalan di lingkungan (signage)

    • - siteplan yang simpel toilet

    • - vegetasi yang tinggi

    • - street furniture

    • - lokasi parkir

-

kelandaian

  • 2. Kebutuhan Keselamatan

    • - Aksesibilitas

    • - Tingkat kriminalitas rendah

    • - Lokasi tempat beristirahat di dekat pintu taman

  • 3. Kebutuhan sosial, harga diri, aktualisasi diri

    • - Penyediaan ruang untuk berkumpulnya komunitas

  • Kajian

    Persyaratan taman yang harus diperhatikan dalam penataan taman lansia, apabila didasarkan pada kebutuhan masyarakat lansia adalah :

    • 1. Kebutuhan Fisik Masyarakat Lanjut Usia:

      • - pedestrian dan trotoar

      • - signage

    • - siteplan

    • - fasilitas taman

    • - street furniture

    • - vegetasi

    • - kelandaian

    2. Kebutuhan Keselamatan Masyarakat Lanjut Usia:

    • - Aksesibilitas mudah

    • - tingkat kriminalitas kawasan rendah

    3. Kebutuhan sosial, harga diri, aktualisasi diri

    masyarakat lansia:

    • - ruang interaksi

    Menurut Turel, dkk (2006), desain universal dan aksesibel harus dipertimbangkan untuk semua kelompok usia. Aksesibel dalam hal ini adalah desain yang mampu meminimalisir hambatan fisik bagi seorang lansia. Hambatan bagi masyarakat lansia, antara lain:

    kelandaian

    maksimum

    sebesar

    6%,

    dengan

    ketentuan jarak lebih dari 10 m; trotoar dan ramp dengan tinggi maksimal 15cm, dan lebar 150 cm untuk berjalan, serta tidak licin, dan dengan kelandaian 1:10; zebracross dengan lebar minimal 180 cm dengan fasilitas timer dan suara bagi masyarakat lansia; dan ketentuan tumbuhan dengan tinggi minimal 2,5m. perencana dan desainer mempertimbangkan aspek tentang kesejahteraan fisik seperti kenyamanan dan keamanan tempat yang akan tinggal, tanpa mengabaikan aspek-aspek sosial seperti sosial interaksi, tingkat kriminalitas dan kepuasan dari lingkungan sekitar.

    Lansia biasanya melakukan beberapa kegiatan olahraga yang melatih fisiknya agar tetap bugar. kegiatan tersebut biasanya ringan, seperti senam, peregangan otot, terapi berjalan refleksi, dan kegiatan fisik ringan lain

    - siteplan - fasilitas taman - street furniture - vegetasi - kelandaian 2. Kebutuhan Keselamatan Masyarakat
    - siteplan - fasilitas taman - street furniture - vegetasi - kelandaian 2. Kebutuhan Keselamatan Masyarakat

    Kiri-Kanan: Jalur Refleksi di Taman Lansia Bandung- Contoh alat kebugaran lansia di Taman Chiyoda Tokyo Sumber: Bandung.id (2017)

    - siteplan - fasilitas taman - street furniture - vegetasi - kelandaian 2. Kebutuhan Keselamatan Masyarakat
    - siteplan - fasilitas taman - street furniture - vegetasi - kelandaian 2. Kebutuhan Keselamatan Masyarakat
    - siteplan - fasilitas taman - street furniture - vegetasi - kelandaian 2. Kebutuhan Keselamatan Masyarakat

    Ukuran gerakan gerakan senam ringan Sumber: Dimensi Ruang manusia dan Interior

    • C. Kebutuhan Penunjang Kendaraan dan Sarana Parkir Menurut data yang didapat dari buku Data Arsitek, terdapat beberapa ketentuan mengenai lahan parkir kendaraan pada tempat umum.

    C. Kebutuhan Penunjang Kendaraan dan Sarana Parkir Menurut data yang didapat dari buku Data Arsitek, terdapat

    Gambar 16. Ukuran Kendaraan Sumber: Data Arsitek Jilid 2 (2007)

    C. Kebutuhan Penunjang Kendaraan dan Sarana Parkir Menurut data yang didapat dari buku Data Arsitek, terdapat

    Gambar 16. Layout Parkir Mobil Sumber: Data Arsitek Jilid 2 (2007)

    2.5 Ciri Khas Bangunan Untuk Anak dan Bangunan Untuk Lansia 2.5.1 Ciri Khas Bangunan Untuk Anak

    • 1. Bentuknya sederhana, tidak bersekat-sekat artaupun disertai banyak ornamen, hal ini bertujuan agar tidak membingungkan anak-anak.

    C. Kebutuhan Penunjang Kendaraan dan Sarana Parkir Menurut data yang didapat dari buku Data Arsitek, terdapat
    C. Kebutuhan Penunjang Kendaraan dan Sarana Parkir Menurut data yang didapat dari buku Data Arsitek, terdapat

    Kiri-Kanan: Fayetteville Elementary school-Jixian Kindergarten Sumber: Archdaily.com (2017)

    • 2. Umumnya pada suatu tapak, bangunan tidak terlihat mendominasi, dan elemen bangunan berfungsi juga sebagai tempat bermain

    C. Kebutuhan Penunjang Kendaraan dan Sarana Parkir Menurut data yang didapat dari buku Data Arsitek, terdapat
    C. Kebutuhan Penunjang Kendaraan dan Sarana Parkir Menurut data yang didapat dari buku Data Arsitek, terdapat

    Kiri-Kanan: Beiersdorf Children’s Day Care Centre-Brede School Aarle-Rixtel Sumber: Archdaily.com (2017)

    • 3. Lahan tempat bermain anak berukuran luas terlihat berkontur, mendaki menurun namun tidak curam

    3. Lahan tempat bermain anak berukuran luas terlihat berkontur, mendaki menurun namun tidak curam Kiri-Kanan: Camperdown
    3. Lahan tempat bermain anak berukuran luas terlihat berkontur, mendaki menurun namun tidak curam Kiri-Kanan: Camperdown

    Kiri-Kanan: Camperdown Childcare - Råå Day Care Center Sumber: Archdaily.com (2017)

    • 4. Pada bangunan terlihat memiliki elemen warna cerah, baik sebagai vocal point ataupun warna bangunan keseluruhan.

    3. Lahan tempat bermain anak berukuran luas terlihat berkontur, mendaki menurun namun tidak curam Kiri-Kanan: Camperdown
    3. Lahan tempat bermain anak berukuran luas terlihat berkontur, mendaki menurun namun tidak curam Kiri-Kanan: Camperdown
    3. Lahan tempat bermain anak berukuran luas terlihat berkontur, mendaki menurun namun tidak curam Kiri-Kanan: Camperdown
    3. Lahan tempat bermain anak berukuran luas terlihat berkontur, mendaki menurun namun tidak curam Kiri-Kanan: Camperdown

    Kiri-Kanan: Beiersdorf Children’s Day Care Centre-Casa do Povo da Maia Nursery-Yellow Elephant Kindergarten- Vendelsö Hage Preschool Sumber: Archdaily.com (2017)

    2.5.2 Ciri khas bangunan untuk lansia

    1.

    Bentuk bangunan sederhana dan warnanya atau memiliki ciri yang berbeda dengan bangunan lain karena

    kecenderungan beberapa lansia yang menderita alzheimer

    1. Bentuk bangunan sederhana dan warnanya atau memiliki ciri yang berbeda dengan bangunan lain karena kecenderungan
    1. Bentuk bangunan sederhana dan warnanya atau memiliki ciri yang berbeda dengan bangunan lain karena kecenderungan
     
    1. Bentuk bangunan sederhana dan warnanya atau memiliki ciri yang berbeda dengan bangunan lain karena kecenderungan

    Kiri-Kanan: Elderly Residential -Home for Dependent Elderly People and Nursing Home-Senior Center of Guangxi-Social Center Luz Soriano Sumber: Archdaily.com (2017)

     

    2.

    Terdapat

    jalan-jalan

    setapak

    disekitar

    bangunan

    yang

    biasanya digunakan untuk berjalan-jalan

    3. Lahan tempat bermain anak berukuran luas terlihat berkontur, mendaki menurun namun tidak curam Kiri-Kanan: Camperdown
    3. Lahan tempat bermain anak berukuran luas terlihat berkontur, mendaki menurun namun tidak curam Kiri-Kanan: Camperdown

    Kiri-Kanan: Residential Care Home Andritz-Alcácer do Sal Residences Sumber: Archdaily.com (2017)

    3.

    Terdapat

    ruang-ruang

    ruangan atau di taman

    3. Terdapat ruang-ruang ruangan atau di taman berkumpul, biasanya di dalam Kiri-Kanan: Home for Dependent Elderly
    berkumpul, biasanya di dalam
    berkumpul,
    biasanya
    di
    dalam
    3. Terdapat ruang-ruang ruangan atau di taman berkumpul, biasanya di dalam Kiri-Kanan: Home for Dependent Elderly
    3. Terdapat ruang-ruang ruangan atau di taman berkumpul, biasanya di dalam Kiri-Kanan: Home for Dependent Elderly

    Kiri-Kanan: Home for Dependent Elderly People and Nursing

    Home - Day-Care Center for Elderly People - Seniors Residence and San José Chapel - Nursing and Retirement Home

    Sumber: Archdaily.com (2017)

    Kesimpulan:

    • 1. Bentuk bangunan, baik untuk lansia maupun anak-anak umumnya sederhana, namun biasanya ada hal yang menjadi ciri khas penanda bangunan, baik dari bukaan-bukaannya, materialnya maupun warna.

    • 2. Elemen warna cukup penting, bangunan untuk anak umumnya menambahkan elemen warna pada bangunan sebagai daya tarik anak sementara bangunan lansia sebagai penanda tempat karena daya ingat mereka yang lemah

    • 3. Baik bangunan anak dan lansia lebih baik memiliki ruang untuk berkumpul bersama.

    BAB III Data Studi Banding dan Preseden

    3. 1 Data Survey Puskemas

    • 1. Puskesmas Rowosari (Rawat Jalan)

    A.

    Data Fisik

    A. Data Fisik Gambar 16. Puskesmas Rowosari Sumber: dokumentasi pribadi dan google maps (2017) Alamat Luas
    A. Data Fisik Gambar 16. Puskesmas Rowosari Sumber: dokumentasi pribadi dan google maps (2017) Alamat Luas
     

    Gambar 16. Puskesmas Rowosari Sumber: dokumentasi pribadi dan google maps (2017)

     

    Alamat

    Luas tapak

    : Jl. Tunggu Raya, Meteseh, Tembalang,

    Kota Semarang, Jawa Tengah 50271 : ± 2000 m²

    Luas bangunan : ± 820 m² (3 lantai)

     

    Peraturan KDB : 60%

     

    B.

    Ruangan pada Puskesmas Rowosari

     
    BAB III Data Studi Banding dan Preseden 3. 1 Data Survey Puskemas 1. Puskesmas Rowosari (Rawat
    BAB III Data Studi Banding dan Preseden 3. 1 Data Survey Puskemas 1. Puskesmas Rowosari (Rawat

    Gambar 17. Eksterior dan Halaman Parkir Puskesmas Rowosari Sumber: dokumentasi pribadi (2017)

    BAB III Data Studi Banding dan Preseden 3. 1 Data Survey Puskemas 1. Puskesmas Rowosari (Rawat
    BAB III Data Studi Banding dan Preseden 3. 1 Data Survey Puskemas 1. Puskesmas Rowosari (Rawat

    Gambar 18. Interior Puskesmas Rowosari Sumber: dokumentasi pribadi (2017)

    No.

    Ruang

    Ket

    1.

    Area Parkir

    Luar Bangunan

    2.

    Area parkir Ambulan

    Luar Bangunan

    3.

    Ruang Tunggu

    Lt1

    4.

    Ruang Tunggu Pemeriksaan

    Lt1

    5.

    Loket Pendaftaran

    Lt 1

    6.

    Rekam Medik

    Lt 1

    7.

    Farmasi

    Lt 1

    8.

    Gudang Farmasi

    Lt 1

    9.

    Loket Pendaftaran

    Lt 1

    10.

    Ruang Pemeriksaan 1

    Lt 1

    11.

    Ruang Pemeriksaan 2

    Lt 1

    12.

    Ruang Tindakan

    Lt 1

    13.

    Ruang Laktasi

    Lt 1

    14.

    Ruang KIA-KB

    Lt 1

    15.

    Ruang MTBS

    Lt 1

    16.

    Laboratorium

    Lt 1

    17.

    Toilet Pengunjung Pria

    Lt 1

    18.

    Toilet Pengunjung Wanita

    Lt 1

    19.

    Sterilisasi

    Lt 1

    20.

    Ruang Pemeriksaan Gigi dan Mulut

    Lt 1

    21.

    Ruang TB

    Lt 1

    22.

    Dapur

    Lt 2

    23.

    Aula

    Lt 2

    22

    24.

    Ruang Kepala Puskesmas

    Lt 2

    25.

    Ruang Promosi Kesehatan

    Lt 2

    26.

    Ruang Kepala TU

    Lt 2

    27.

    Gudang Barang 1

    Lt 2

    28.

    Gudang Barang 2

    Lt 2

    29.

    Ruang Gizi

    Lt 2

    30.

    Ruang TU

    Lt 2

    31.

    Musola

    Lt 2

    32.

    Tempat Wudhu

    Lt 2

    33.

    Toilet Pegawai Pria

    Lt 2

    34.

    Toilet Pegawai Wanita

    Lt 2

    35.

    Ruang Tangki Air

    Lt 3

    36.

    Rumah Dinas (tidak

    terpisah dari

    digunakan, alih fungsi

    bangunan

    menjadi gudang)

    utama

    • C. Pelaku, Kegiatan, dan Ruang yang dibutuhkan

    No

    Pelaku

    Kegiatan

    Kebutuhan

    Ruang

     
    • 1. Kepala

    Membuat laporan

    • - Ruang kepala

    Puskes

    harian, mengepalai

    Puskesmas

    mas

    dan bertanggung

    • - Ruang rapat

    jawab atas

    • - Lobi

    kegiatan

    Puskesmas

    puskesmas,

    • - Ruang Parkir

    memimpin rapat

    • - Ruang wudhu

    bulanan, mengisi

    • - Mushola

    presensi kehadiran masuk, ke toilet, parkir kendaraan, solat

    • - Toilet Kepala

     
    • 2. Kepala

    Membuat laporan

    • - Ruang kepala

    Tata

    harian, mengepalai

    TU

    Usaha

    dan bertanggung

    • - Ruang TU

    (TU)

    jawab atas kegiatan

    • - Ruang rapat

    administrasi

    • - Lobi

    puskesmas,

    puskesmas

       

    mengisi presensi

    • - Ruang Parkir

    kehadiran masuk,

    • - Ruang wudhu

    ke toilet, parkir

    • - Musola

    kendaraan, solat

    • - Toilet Kepala

     
    • 3 Pegawai

    Membuat laporan

    • - Ruang TU

    TU

    harian,

    • - Ruang Kepala

    mengerjakan tugas

    TU

    administrasi

    • - Ruang rapat

    puskesmas,

    • - Lobi

    mengisi presensi

    puskesmas

    kehadiran masuk,

    • - Ruang parkir

    Ke toilet, parkir

    • - Ruang wudhu

    kendaraan,

    • - Musola

    mengikuti rapat bulanan, solat.

    • - Toilet pegawai

     
    • 4 Pegawai

    Melayani

    • - Ruang rekam

    pelayan

    Pendaftaran calon

    medik

    an

    pasien, melakukan

    • - Lobi

    pemeriksaan awal

    puskesmas

    pasien, melakukan

    • - Toilet pegawai

    rekam medik,

    • - Ruang parkir

    mengisi presensi

    • - Ruang rapat

    kehadiran masuk, Ke toilet, parkir kendaraan, mengikuti rapat bulanan, solat.

    • - Musola

     
    • 5 Apoteke

    Melayani

    • - Ruang farmasi

    r

    pembelian obat,

    • - Gudang obat

    melakukan

    • - Toilet pegawai

    pendataan dan

    • - Ruang parkir

    pemeriksaan obat,

    • - Ruang rapat

    mengisi presensi kehadiran masuk, Ke toilet, parkir kendaraan,

    • - Musola

       

    mengikuti rapat

           

    bulanan, solat.

     

    bulanan, solat.

     
    • 10 Dokter

    Melakukan

     

    -

    Ruang

     
    • 6 Dokter

    Memeriksa

    • - Ruang MTBS

    gigi

    pemeriksaan gigi

     

    pemeriksaan

    Anak

    kesehatan anak

    • - Lobi

    dan mulut, mengisi

    gigi dan mulut

    dan balita, mengisi

    puskesmas

    presensi kehadiran

     

    -

    Toilet pegawai

    presensi kehadiran

    • - Toilet pegawai

    masuk, Ke toilet,

    -

    Ruang parkir

    masuk, Ke toilet,

    • - Ruang parkir

    parkir kendaraan,

    -

    Ruang rapat

    parkir kendaraan,

    • - Ruang rapat

    mengikuti rapat

    -

    Musola

    mengikuti rapat

    • - Musola

    bulanan, solat.

     

    bulanan, solat.

     
    • 11 Perawat

    Melakukan

     

    -

    Ruang TB

     
    • 7 Bidan

    Memeriksa

    • - Ruang KI-KB

    TB

    pemeriksaan

    -

    Toilet pegawai

    kesehatan ibu dan

    • - Ruang laktasi

    pasien TB, mengisi

    -

    Ruang parkir

    anak, mengisi

    • - Lobi

    presensi kehadiran

    -

    Ruang rapat

    presensi kehadiran

    puskesmas

    masuk, Ke toilet,

    -

    Musola

    masuk, Ke toilet,

    • - Toilet pegawai

    parkir kendaraan,

    -

    Toilet pegawai

    parkir kendaraan,

    • - Ruang parkir

    mengikuti rapat

    -

    mengikuti rapat

    • - Ruang rapat

    bulanan, solat.

     

    bulanan, solat.

    • - Musola

     
    • 12 Petugas

    Melakukan

     

    -

    Ruang

     
    • 8 Dokter

    Memeriksa pasien,

    • - Ruang

    promosi

    pelayanan

     

    promosi

    umum

    mengisi presensi

    Pemeriksaan

    kesehat

    konsultasi dan

    kesehatan

    kehadiran masuk,

    • - Ruang

    an

    konseling pasien,

     

    -

    Toilet pegawai

    Ke toilet, parkir

    Tindakan

    mengisi presensi

    -

    Ruang parkir

    kendaraan,

    • - Lobi

    kehadiran masuk,

    -

    Ruang rapat

    mengikuti rapat

    puskesmas

    Ke toilet, parkir

    -

    Musola

    bulanan, solat.

    • - Toilet pegawai

    kendaraan,

     
    • - Ruang parkir

    mengikuti rapat

    • - Ruang rapat

    bulanan, solat.

    • - Musola

     
    • 13 Petugas

    Menjaga

    -

    Gudang

     
    • 9 Petugas

    Melakukan

    • - Laboratorium

    kebersih

    kebersihan seluruh

    Umum

    labolator

    pengecekan darah,

    • - Lobi

    an

    ruangan

    -

    Ruang utilitas

    ium

    dll, mengisi

    puskesmas

    puskes

    puskesmas,

    -

    Seluruh

    presensi kehadiran

    • - Toilet pegawai

    mas

    melakukan

    bagian

    masuk, Ke toilet,

    • - Ruang parkir

    penyimpanan

    ruangan

    parkir kendaraan,

    • - Ruang rapat

    barang inventaris

    puskesmas

    mengikuti rapat

    • - Musola

    puskesmas, Ke

     
       

    toilet, parkir

             

    pengunjung

    kendaraan, solat.

    • - Ruang parkir

     

    Pasien

    anak

    dan

    balita

    • 14 Melakukan

    • - Lobi

    17

    Pasien

    Melakukan

    • - Lobi

    pendaftaran

    puskesmas

    umum

    pendaftaran

    puskesmas

    sebelum periksa,

    • - Ruang tunggu

    sebelum periksa,

    • - Ruang tunggu

    melakukan

    • - Ruang MTBS

    melakukan

    • - Ruang

    • - Ruang

    pemeriksaan oleh dokter, menunggu obat, menunggu hasil lab, Ke toilet,

    • - Ruang pemeriksaan gigi dan mulut

    • - Ruang farmasi

    pemeriksaan oleh dokter, menunggu obat, menunggu hasil lab, Ke toilet,

    Tunggu Pemeriksaan

    tindakan

    parkir kendaraan,

    • - Laboratorium

    parkir kendaraan,

    • - Ruang

    • - Ruang gizi

    mengambil obat

    • - Ruang laktasi

    mengambil obat

    pemeriksaan

       
    • - Toilet pengunjung

    umum

    • - Ruang parkir

    • - Ruang

    promosi

     

    Pasien

    ibu

    hamil

    dan bayi

    • 15 Melakukan

    • - Lobi

    kesehatan

    pendaftaran

    puskesmas

    • - Ruang

    sebelum periksa,

    • - Ruang tunggu

    pemeriksaan

    melakukan

    • - Ruang KI-KA

    gigi dan mulut

    pemeriksaan oleh

    • - Ruang farmasi

    • - Ruang farmasi

    dokter, menunggu

    • - Laboratorium

    • - laboratorium

    obat, menunggu

    • - Ruang laktasi

    • - Toilet

    hasil lab, Ke toilet,

    • - Toilet

    pengunjung

    parkir kendaraan,

    pengunjung

    • - Ruang parkir

    mengambil obat

    • - Ruang parkir

    D.

    Tapak Puskesmas Rowosari

     
     

    Pasien

    Lansia

    • 16 Melakukan

    • - Lobi

     
    Pasien Lansia 16 Melakukan - Lobi

    pendaftaran

    puskesmas

    sebelum periksa,

    • - Ruang tunggu

    melakukan

    • - Ruang

    pemeriksaan oleh

    tindakan

    dokter, menunggu

    • - Ruang

    obat, menunggu

    pemeriksaan

    hasil lab, Ke toilet,

    umum

    parkir kendaraan,

    • - Ruang farmasi

    mengambil obat

    • - Toilet

    Gambar 19. Peta Situasi Tapak Sumber: Google Maps (2017)

    Luas Tapak : ± 2100 m²

    Batas-batas wilayah :

    Timur

    : Lapangan Voli lingkungan

    Barat

    : Jalan Tunggu raya

    Utara

    : jalan lingkungan

    Selatan

    : Lahan Kosong

    Kondisi tapak dan sekitar tapak Tapak lahan tidak berkontur berada di tepi Jl. Prof. Tunggu Raya, Meteseh. Disekitar lingkungan puskesmas terdapat bangunan pendidikan yaitu MA Taqwal Ilah di Barat dan MI Nashrul Fajar di Utara. Lalu disebelah selatan terdapat lahan kosong dan lapangan yang seringkali diadakan pasar malam. Lingkungan disekitar puskesmas tergolong ramai lancar karena disekelilingnya terdapat pula pemukiman warga dan bangunan komersil yang berada di jalan utama.

    • 2. Puskesmas Srondol (Rawat jalan)

    Gambar 19. Peta Situasi Tapak Sumber: Google Maps (2017)  Luas Tapak : ± 2100 m²
    Gambar 19. Peta Situasi Tapak Sumber: Google Maps (2017)  Luas Tapak : ± 2100 m²

    Gambar 20. Puskesmas Srondol Sumber: Dokumentasi Pribadi dan Google Maps (2017)

    • A. Data Fisik

    Alamat

    :

    Jl.

    Dr. Setiabudi No.209,

    Srondol Kulon, Banyumanik, Kota Semarang, Jawa

    Tengah 50263

    Luas Tapak

    : 1500 m²

     

    Luas Bangunan

    : 800

    Peraturan KDB

    : 60%

    • B. Ruangan Pada Puskesmas Srondol

    No.

    Ruang

    Ket

     
    • 1. Luar Bangunan

    Area Parkir

     
     
    • 2. Luar Bangunan

    Area Parkir Ambulan

     
     
    • 3. Lt1 (B.utama)

    Ruang Kepala Puskesmas

     
     

    Ruang Pemeriksaan dan Kesehatan Gigi

    • 4. Lt1 (B.utama)

     
     

    Ruang Promosi Kesehatan

    • 5. Lt1 (B.utama)

     
     
    • 6. Lt1 (B.utama)

    Loket

     
     
    • 7. Lt1 (B.utama)

    Rekam medik

     
     
    • 8. Lt1 (B.utama)

    Ruang farmasi

     
     
    • 9. Lt1 (B.utama)

    Ruang Tunggu

     
     

    Ruang pemeriksaan umum

    • 10. Lt1 (B.utama)

     
     

    Ruang Gizi

    • 11. Lt1 (B.utama)

     
     
    • 12. Lt1 (B.utama)

    Toilet Pegawai

     
     
    • 13. Lt1 (B.utama)

    Laboratorium

     
     

    Ruang MTBS

    • 14. Lt1 (B.utama)

     
     
    • 15. Lt1 (B.utama)

    Ruang KIA-KB

     
     
    • 16. Lt1

    Ruang Bersalin

     
     
    • 17. Lt1

    Kamar mandi Persalinan

     
     
    • 18. Lt1

    Ruang tunggu Persalinan

     
     
    • 19. Lt1

    Ruang Bidan

     
     
    • 20. Lt1

    Musola

     
     
    • 21. Lt1

    Toilet Pengunjung Pria

     
     
    • 22. Lt1

    Toilet Pengunjung Wanita

     
     
    • 23. Lt1

    Dapur

     
     

    Gudang

    • 24. Lt1

     
     

    Ruang Rapat/ Aula

    • 25. Lt 2

     

    26

     
    • 26. Lt 2

    Aula Kecil

     
     
    • 27. Lt 2

    Ruang TU

     
     
    • 28. Lt 2

    Ruang Akreditasi

     
     
    • 29. Lt 2

    Toilet Pegawai Pria

     
     
    • 30. Lt 2

    Toilet Pegawai Wanita

     
     

    Gudang

    • 31. Lt 2

     
     
    • 32. Lt 2

    Ruang Tamu

     
     
    • 33. Bangunan

    Ruang TB

    Terpisah

    • C. Pelaku, Kegiatan, dan Ruang yang dibutuhkan

    No

    Pelaku

    Kegiatan

    Kebutuhan Ruang

     
    • 1. Kepala

    Membuat laporan

    • - Ruang kepala

    Puskes

    harian, mengepalai

    Puskesmas

    mas

    dan bertanggung

    • - Ruang rapat

    jawab atas

    • - Ruang rapat

    kegiatan

    kecil

    puskesmas,

    • - Ruang Parkir

    memimpin rapat

    • - Mushola

    bulanan, mengisi

    • - Toilet pegawai

    presensi kehadiran masuk, ke toilet, parkir kendaraan, solat

    • - Ruang tamu

     
    • 2. Kepala

    Membuat laporan

    • - Ruang TU

    Tata

    harian, mengepalai

    • - Ruang rapat

    Usaha

    dan bertanggung

    • - Ruang rapat

    (TU)

    jawab atas kegiatan

    kecil

    administrasi

    • - Ruang Parkir

    puskesmas,

    • - Ruang

    mengisi presensi

    Akreditasi

    kehadiran masuk,

    • - Musola

    ke toilet, parkir kendaraan, solat

    • - Toilet Pegawai

    3

    Pegawai

    Membuat laporan

    • - Ruang TU

    TU

    harian,

    • - Ruang

    mengerjakan tugas

    Akreditasi

    administrasi

    • - Ruang Kepala

    puskesmas,

    TU

    mengisi presensi

    • - Ruang rapat

       

    kehadiran masuk,

    • - Ruang parkir

    Ke toilet, parkir

    • - Ruang wudhu

    kendaraan,

    • - Musola

    mengikuti rapat bulanan, solat.

    • - Toilet pegawai

     
    • 4 Pegawai

    Melayani

    • - Ruang rekam

    pelayan

    Pendaftaran calon

    medik

    an

    pasien, melakukan

    • - Toilet pegawai

    pemeriksaan awal

    • - Ruang parkir

    pasien, melakukan

    • - Ruang rapat

    rekam medik,

    • - Ruang rapat

    mengisi presensi

    kecil

    kehadiran masuk, Ke toilet, parkir kendaraan, mengikuti rapat bulanan, solat.

    • - Musola

     
    • 5 Apoteke

    Melayani

    • - Ruang farmasi

    r

    pembelian obat,

    • - Toilet pegawai

    melakukan

    • - Ruang parkir

    pendataan dan

    • - Ruang rapat

    pemeriksaan obat,

    • - Ruang rapat

    mengisi presensi

    kecil

    kehadiran masuk, Ke toilet, parkir kendaraan, mengikuti rapat bulanan, solat.

    • - Musola

     
    • 6 Dokter

    Memeriksa

    • - Ruang MTBS

    Anak

    kesehatan anak

    • - Toilet pegawai

    dan balita, mengisi

    • - Ruang parkir

    presensi kehadiran

    • - Ruang rapat

    masuk, Ke toilet,

    • - Ruang rapat

    parkir kendaraan,

    kecil

    mengikuti rapat bulanan, solat.

    • - Musola

     
    • 7 Bidan

    Memeriksa

    • - Ruang KIA-KB

    kesehatan ibu dan

    • - Ruang

    anak, mengisi

    Persalinan

    presensi kehadiran

    • - Kamar mandi

    masuk, Ke toilet,

    persalinan

       

    parkir kendaraan,

    -

    Ruang bidan

    mengikuti rapat

    -

    Ruang rapat

    bulanan, solat.

    -

    Ruang rapat

    kecil

    -

    Toilet pegawai

    -

    Ruang parkir

    -

    Ruang rapat

    -

    Musola

     
    • 8 Dokter

    Memeriksa pasien,

    -

    Ruang

    umum

    mengisi presensi

    Pemeriksaan

    kehadiran masuk,

    -

    Ruang

    Ke toilet, parkir

    Tindakan

    kendaraan,

    -

    Toilet pegawai

    mengikuti rapat

    -

    Ruang parkir

    bulanan, solat.

    -

    Ruang rapat

    -

    Musola

     
    • 9 Petugas

    Melakukan

    -

    Laboratorium

    labolator

    pengecekan darah,

    -

    Toilet pegawai

    ium

    dll, mengisi

    -

    Ruang parkir

    presensi kehadiran

    -

    Ruang rapat

    masuk, Ke toilet, parkir kendaraan, mengikuti rapat bulanan, solat.

    -

    Musola

     
    • 10 Dokter

    Melakukan

    -

    Ruang

    gigi

    pemeriksaan gigi dan mulut, mengisi

    pemeriksaan gigi dan mulut

    presensi kehadiran

    -

    Toilet pegawai

    masuk, Ke toilet,

    -

    Ruang parkir

    parkir kendaraan,

    -

    Ruang rapat

    mengikuti rapat bulanan, solat.

    -

    Musola

     
    • 11 Perawat

    Melakukan

    -

    Ruang TB

    TB

    pemeriksaan

    -

    Toilet pegawai

    pasien TB, mengisi

    -

    Ruang parkir

    presensi kehadiran

    -

    Ruang rapat

    masuk, Ke toilet,

    -

    Musola

    parkir kendaraan,

    -

    Toilet pegawai

    mengikuti rapat bulanan, solat.

    -

     
    • 12 Petugas

    Melakukan

    -

    Ruang promosi

     

    promosi

    pelayanan

    kesehatan

    kesehat

    konsultasi dan

    • - Toilet pegawai

    an

    konseling pasien,

    • - Ruang parkir

    mengisi presensi

    • - Ruang rapat

    kehadiran masuk, Ke toilet, parkir kendaraan, mengikuti rapat bulanan, solat.

    • - Musola

     
    • 13 Petugas

    Menjaga

    • - Gudang Umum

    kebersih

    kebersihan seluruh

    • - Ruang utilitas

    an

    ruangan

    • - Seluruh bagian

    puskes

    puskesmas,

    ruangan

    mas

    melakukan penyimpanan barang inventaris puskesmas, Ke toilet, parkir kendaraan, solat.

    puskesmas

     

    Pasien

    anak

    dan

    balita

    • 14 Melakukan

    • - Lobi puskesmas

    pendaftaran

    • - Ruang tunggu

    sebelum periksa,

    • - Ruang MTBS

    melakukan pemeriksaan oleh dokter, menunggu

    • - Ruang pemeriksaan gigi dan mulut

    obat, menunggu

    • - Ruang farmasi

    hasil lab, Ke toilet,

    • - Laboratorium

    parkir kendaraan,

    • - Ruang laktasi

    mengambil obat

    • - Toilet pengunjung

       
    • - Ruang parkir

     

    Pasien

    ibu

    hamil

    dan bayi

    • 15 Melakukan

    • - Ruang tunggu

    pendaftaran

    • - Ruang tunggu

    sebelum periksa,

    bersalin

    melakukan

    • - Ruang KI-KA

    pemeriksaan oleh

    • - Ruang farmasi

    dokter, menunggu

    • - Laboratorium

    obat, menunggu

    • - Toilet

    hasil lab, Ke toilet,

    pengunjung

    parkir kendaraan,

    • - Ruang parkir

       

    mengambil obat

     

    D.

     

    Pasien

    Lansia

    • 16 Melakukan

    • - Ruang tunggu

    pendaftaran

    • - Ruang

    sebelum periksa,

    pemeriksaan

    melakukan

    umum

    pemeriksaan oleh

    • - Ruang farmasi

    dokter, menunggu

    • - Toilet

    obat, menunggu

    pengunjung

    hasil lab, Ke toilet, parkir kendaraan, mengambil obat

    • - Ruang parkir

     

    Pasien

    umum

    • 17 Melakukan

    • - Lobi puskesmas

    pendaftaran

    • - Ruang tunggu

    sebelum periksa, melakukan pemeriksaan oleh

    • - Ruang pemeriksaan umum

    dokter, menunggu

    • - Ruang gizi

    obat, menunggu hasil lab, Ke toilet,

    • - Ruang promosi kesehatan

    parkir kendaraan, mengambil obat

    • - Ruang pemeriksaan gigi dan mulut

       
    • - Ruang farmasi

    • - laboratorium

    • - Toilet pengunjung

    • - Ruang parkir

    Tapak Puskesmas Srondol

    Gambar 21. Peta Situasi Tapak Sumber: Google Maps (2017)
    Gambar 21. Peta Situasi Tapak
    Sumber: Google Maps (2017)

    Luas Tapak

    : ±1500 m²

    Batas-batas wilayah :

    Timur

    : Jalan Setiabudi

    Barat

    : Lahan Kosong

    Utara

    : bangunan Komersil

    Selatan

    : Bangunan Eksisting

    Kondisi tapak dan sekitar tapak

    Tapak lahan tidak berkontur berada di tepi Jl.

    Setiabudi. Disekitar lingkungan puskesmas terdapat bangunan komersil karena puskesmas berada di area jalan utama. Lingkungan disekitar puskesmas tergolong ramai.

    • 3.1.1 Analisa Objek Studi Banding

      • A. Tabel Analisa Ruang

       

    Puskesmas

    Data

    No.

    Ruang

    Srond

     

    ol

    Rowosari

    Permenkes

     
    • 1. Area Parkir

    v

     
    • v v

     
    • 2. Area Parkir

    v

     
    • v v

     

    Ambulan

         
     
    • 3. Ruang Tunggu

    v

    v

    v

     
    • 4. Ruang Tunggu

         

    Pemeriksaan

    -

    v

    -

     
    • 5. Loket

         

    Pendaftaran

    v

    v

    v

     
    • 6. Rekam Medik

    v

    v

    v

     
    • 7. Farmasi

    v

    v

    v

     
    • 8. Gudang

         

    Farmasi

    -

    v

     
    • 9. Ruang

         

    Pemeriksaan

    v

    v

    v

     
    • 10. Ruang Tindakan

    -

    v

    v

     
    • 11. Ruang Laktasi

    -

    v

    v

     
    • 12. Ruang KIA-KB

    v

    v

    v

     
    • 13. Ruang MTBS

    v

    v

    -

     
    • 14. Laboratorium

    v

    v

    v

     
    • 15. Toilet

         

    Pengunjung Pria

    v

    v

    v

     
    • 16. Toilet

         

    Pengunjung

    v

    v

    v

    Wanita

     
    • 17. Sterilisasi

    -

    v

    v

     
    • 18. Ruang Pemeriksaan Gigi dan Mulut

    v

    v

    v

     
    • 19. Ruang TB

    v

    v

    -

     
    • 20. Dapur

    v

    v

    v

     
    • 21. Aula (ruang rapat)

    v

    v

    v

     
    • 22. Ruang Kepala Puskesmas

    v

    v

    v

     
    • 23. Ruang Promosi

         

    Kesehatan

    v

    v

    v

     
    • 24. Ruang Kepala

         

    TU

    -

    v

    -

     
    • 25. Gudang Barang

    v

    v

    v

     
    • 26. Ruang Gizi

    v

    v

    -

     
    • 27. Ruang TU

    v

    v

    v

     
    • 28. Musola

    v

    v

    -

     
    • 29. Tempat Wudhu

    -

    v

    -

     
    • 30. Toilet Pegawai Pria

     
    • v v

    v

     
     
    • 31. Toilet Pegawai Wanita

     
    • v v

    v

     
     
    • 32. Ruang Tangki

         

    Air

    -

    v

    -

     
    • 33. Rumah Dinas

    -

    v

    v

     
    • 34. Ruang Bersalin

     
    • v -

    v

     
    • 35. Ruang Tunggu

         

    Persalinan

    • v -

    -

     
    • 36. Kamar mandi

         

    Bersalin

    • v -

    v

     
    • 37. Ruang

         

    Akreditasi

    • v -

    -

     
    • 38. Aula Kecil

     
    • v -

    -

     
    • 39. Ruang tamu