Anda di halaman 1dari 10

LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA DASAR II

SISTEM PERIODIK UNSUR

Tanggal Percobaan Disusun Oleh Tanggal Pengumpulan


Kelompok 7:
Rabu, 28 Februari 2018 Teknik Elektro B Rabu, 14 Maret 2018
Novi Hardiyanti D
1177070071
Naufal Ardinta P
1177070070
Rezki Akbar
1177070078
Samiaji Zubir S
1177070084

A. Latar Belakang
Orang-orang Yunani kuno menyimpulkan bahwa atom merupakan partikel
terkecil yang tidak dapat dibagi lagi (a : tidak, tomos : terbagi). Teori modern baru
muncul ketika Jhon Dalton mengemukakan teori atomnya pada awal abad kesembilan
belas.
Dalam table system periodic unsur, atom-atom terbagi menjadi 2 (dua) golongan
utama dan transisi serta terbagi menjadi 7 (tujuh) periode dengan disertai deret
lantanida dan aktinida. Dengan adanya masalah tersebut, maka dilakukan percobaan
dengan judul “Sistem Periodik Unsur” yang akan menjelaskan tentang perbedaan
antara golongan unsur yang satu dengan yang lain.

B. Tujuan
1. Mengenal unsur halogen dan ion halida.
2. Mempelajari kekuatan oksidasi relatif unsur-unsur halogen.
3. Mempelajari keperiodikan sifat logam-logam alkali dan alkali tanah.

C. Dasar Teori
Skema klasifikasi unsur-unsur serupa yang dikenal sekarang ditemukan secara
terpisah dan hampir serempak oleh dimitri Mendeleev dan lohar mayer pada tahun
1869. “Jika unsur disusun berdasarkan kenaikan bobot atom, seperangkat sifat akan
terulang secara berkala. Tabel berkala ialah penataan unsur-unsur dalam 12 baris
mendatar dan 8 kolom tegak (golongan). Kedelapan golongan kemudian dibagi lagi
menjadi sub golongan yang sesuai, secara obyektif perlu ditinggalkan beberapa ruang

1
kosong bagi unsur-unsur yang belum ditemukan pada waktu itu dan dibuat praduga
mengenai bobot atom yang belum diketahui secara pasti. (Petrucci, 1987: 245).

Kira-kira 80 unsur diklasifikasikan sebagai logam yang melipuuti beberapa dari


setiap grup, kecuali VIII A, VII A dan mungkin VI A. logam-logam ini berada
disebelah kiri dan tengah tabel berkala. Dalam reaksi kimia dengan nonlogam, atom
logam cenderung menyumbangkan elektron, dan membentuk kation
keelektronegatifannya rendah, kebanyakan diantaranya kurang dari 2,0. Selanjutnya
unsur non logam, yang terdiri dari kira-kira selusin unsur-unsur yang relatif umum
dan penting, ditambah gas mulia, berada disebelah kanan pada tabel priodik, kecuali
hidrogen. Atom dari non logam cenderung menerima elektron, dan membentuk anion
dalam reaksi kimia dengan logam. Selain itu nonlogam juga non logam juga mudah
bereaksi satu sama lain dengan membentuk ikatan kovalen misalnya dalam SO3,
CO2 dan H2O. Keelektronegatifannya dari kebanyakan non logam berkisar dari sekitar
2,4 ke atas. Selanjutnya Metoloid atau unsur perbatasan, memperlihatkan baik sifat
logam maupun sifat non logam sampai tingkat tertentu, biasanya ia bertindak sebagai
penyumbang elektron dengan non logam, dan sebagai penerima elektron dengan
logam. Unsur-unsur ini terletak berdekatan dengan garis zig-zag (seperti tangga)
dalam tabel berkala, seperti B, Si,Ge, Ar, Sb, Tc termasuk dalam kelas ini.
Keelektornigatifan unsur garis batas ini, berkisar antara 1.8 dan 2.1 (Keenan,
dkk., 1984: 149)

Jari-jari alam adalah jarak dari inti sampai ke suatu tempat yang mempunyai
peluang untuk menemukan elektro dikulit terluarnya. Jari-jari atau suatu logam adalah
setengah jarak anatara dua inti pada atom-atom ayang berdekatan. Untuk unsur-unsur
yang berupa molekul diatomik, jari-jari atomnya adalah setengah jarak antara inti dua
atom dalam molekul tertentu. Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi yang
mempengaruhinya adalah keragaman ukuran atom dalam satu golongan pada sistem
priodik unsur, makin besar ukuran atomya. Yang kedua adalah keragaman ukuran
atom dalam satu periode yaitu jari-jari atom semakin menurun dari kiri kekanan
dalam satu periode. (Petrucci 1987:251).

2
Energi ionisasi adalah energi minum yang diperlukan untuk melepaskan satu
elektron dari atom berwujud gas pada keadaan dasarnya. Semakin besar energi
ionisasi makin sukar untuk melepaskan elektronnya (Chang, 2004: 239).

Afinitas electron kemampuan untuk menerima satu atau lebih electron, yaitu
negatif dari perubahan energi yang terjadi ketikan suatu electron diterima oleh
atom suatu unsure dalam keadaan gas. Pola kecenderungan keseluruhannya adalah
meningkatkatnya kecenderungan dalam menerima electron (yaitu, nilai afinitas
electron menjadi semakin positif) dari kiri kanan dalam satu periode.
(Chang, 2004: 243).

Elektronegativitas memberikan kemampuan suatu atom dalam bersaing


mendapatkan electron, dengan atom lain yang berkaitan electronnegativitas berikatan
dengan energy ionisasi dan afinitas electron karena besaran ini memcerminkan
kemampuan atom melepaskan atau memperoleh sebuah elektron. Sebagai patokan
kasar, logam mempunai electron negativitas kurang dari 2, metalloid kira-kira sama
dengan 2 dan bukan logam lebih besar dari 2. (Petrucci,1987: 258).

Beberapa sifat fisika penting dari unsur grup I A dan II A. unsur dari kedua
keluarga ini meiliki kilap keperekan logam yang khas, pada permukaan yang baru
dipotong. (tetapi ini cepat menghitam setelah tersingkap terhadap udara). Unsur-unsur
ini juga meliliki daya hantar (konduktifitas) listrik danpanas yang tinggi yang adalah
khas logam. Beberapa titik lelehnya yang relatif rendah rapatannya yang
relatif rendah dankelunakannya. Ciri khas yang paling mencolok dari logam akali dan
akali tanah-tanahan adalah kereaktifannya yang luar biasa besar. Pada unsur alkali
jari-jari atom dari litrum ke fransium semakin besar dikarenakan bertambahnya
jumlah kulit electron. Sedangkan energy ionisasinya dari keelektronegatifannya dari
ltium ke fransium semakin berkurang. Logam-logam alkali hanya memiliki satu
malam tingkat oksidasi yaitu +1. Titik leleh dan titik didih alkali tanah dari litium
ketransium semakin menurun bagitu pula gelang daya hantar listrik panas. Kecuali
pada natrium. Reaksi antara logamalkali dengan air membentuk basa dengan gas
hidrogen. Dengan semakin bertambahnya nomor atom, reaksi berlangsung semakin
hebat.

3
Contoh:
2Na(s) + 2H2O(ℓ) → 2NaOH(aq)+ H2(g).

Pada alkali tanah dari atas kebawah dalam sestem periodik jari-jari atom secara
beraturan meningkat, sedangkan energi ionisai dan keelektronegatifannya menurun.
Titik didih dan titik lelehnya cenderung menurun dari berilium ke barium. Pada alkali
dan alkali tanah terdapat tes nyala logam yaitu untuk menentukan warna-warna
unsure. Logam alkali dan alkali tanah adalah zat pereduksi yang sangat kuat karena
bagi mudah kehilangan elektron. Logam alkali tanah bereaksi dahsyat dengan air:
kalsium, strosium dan barium bereaksi kurang dahsyat tidak satupun dari unsure-
unsur alkali dan alkali tanah terdapat didalam keadaan unsure. Semua unsure alkali
terdapat dalam senyawa alam sebagai ion-ion positif (positif satu) : sedangkan unsure
alkali tanah terdapat sebagai ion dipositif (positif dua). (Keenan, dkk., 1984: 151).

Empat dari dalam group VII A, flour, klor, brom dan iod dikenal sebagai unsure
keluarga halogen. Sifat umum yang Nampak jelas pada halogen yaitu bahwa setiap
sifat tertentu berubah dengan teratur dari satu unsure keunsur berikutnya. Selanjutnya
pada kenaikan titik didih dan titik leleh dengan bertambahnya nomor atom, dijelaskan
dengan fakta bahwa molekul-molekul yang lebih besar mempunyai gaya tarik –
menarik van der wals yang lbih besar. Sedfangkan iod penting lemah. Jari-jari atom
dari F ke At semakin bertambah sedangkan energy ionisasi keelektronigatifan dan
afinitas semakin berkurang dari F ke At. Reaktivitas flour yang lebih besar disbanding
dengan klor. Keempat unsure grup VII A, semuanya sengat merangsang sekli
terhadap hidung dan tenggorokan (keenan, dkk., 1984: 228).

D. Alat dan Bahan :

No. Nama Alat/Bahan Ukuran/Satuan Jumlah

1 Tabung reaksi - 6 buah


2 Rak tabung reaksi - 1 buah
3 Pinggan penguapan - 1 buah
4 Gelas kimia 500 ml 1 buah

4
5 Gelas ukur 10 ml 1 buah
6 Pipet tetes - 1 buah
7 Kawat nikrom - -
8 Kertas Saring - -
9 Logam Na dan Mg 0,1 M 8 tetes
10 Fenolftalein - 8 tetes
Larutan NaCl, MgCl2, dan
11 0,1 M Secukupnya
BaCl2
12 Larutan iod - 1 ml
13 Larutan kanji - 5 tetes
Larutan (NH4)2C2O2 dan
14 0,1 M 2 ml
K2CrO4
15 Larutan CaCl2 0,1 M 2 ml
16 Larutan Ba(NO3)2 0,1 M 2 ml
17 Larutan HCl 0,1 M Secukupnya

E. Prosedur Kerja

1. Pengenalan golongan alkali dan alkali tanah


 Reaksi dengan air
Secarik kertas saring diapungkan diatas permukaan air dalam pinggan
penguapan. Lalu sepotong kecil logam Natrium dijepit dan diletakkan di atas
kertas itu. Harus diperhatikan bahwa logam Natrium tidak dipegang dengan
tangan dan tidak dekat dengan tempat reaksi. Setelah reaksi selesai, air di dalam
pinggan tersebut diperiksa dengan satu tetes fenolftalein dan dicatan
perubahannya yang terjadi.
Sepotong logam Magnesium dibersihkan dengan amplas. Kemudian logam
Magnesium tersenut dimasukkan ke dalam air. Lalu ditunggu beebrapa menit dan
airnya diperiksa dengan fenolftalein. Lalu dicatat perubahan yang terjadi.

2. Reaksi nyala
Kawat nikrom dibersihkan dengan cara mencelupkannya ke dalam larutan HCl
pekat, kemudia kawat nikrom tersebut dipanaskan dalam nyla api. Pekerjaan
tersebut diulangi sampai tampak warna lain dalam nyla (kawat yang bersih tidak

5
mengubah warna nyala). Kemudian kawat nikrom dicelupkan ke dalam larutan
NaCl pekat dan warnanya diperiksa dalam nyala. Dengan cara yang sama warna
nyala MgCl2, dan BaCl2, diperiksa.

3. Kelarutan senyawa logam alkali tanah


Ke dalam tabung reaksi berturut-turut dimasukkan 1 mL larutan Ca(NO3)2 0,1
M dan 1 mL larutan Ba(NO3)2 0,1 M. ke dalam masing-masing tabung reaksi
tersebut ditetesi larutan (NH4)2C2O2 sampai terbentuk endapan. Jumlah tetes
endapan dicatat sampai terbentuk endapan.
Seperti pada langkah di atas, dilakukan pekerjaan tetapi larutan
(NH4)2C2O2 dengan larutan K2CrO4 0,1 M

4. Pengenalan Halogen
Di tambahkan beberapa tetes larutan kanji ke dalam larutan iod, dicatat warna
yang terjadi.

F. Hasil Pengamatan

Hasil Pengamatan
Perlakuan Hasil
1. Reaksi dengan air  Logam natrium memutar di atas permukaan air
 Pinggan penguapan berisi air dan dan menghasilkan asap. Lalu Natrium
kertas saring ditambah dengan logam menimbulkan api dan gas.
natrium.  Setelah di tetesi fenoftalein, larutan berubah
 Ditambah 1 tetes fenoftalein. warna menjadi warna merah muda.

2. Reaksi Nyala  Ketika kawat dimasukkan kedalam NaCl pekat


Kawat Nikrom dicelupkan ke dalam lalu kawat dipanaskan, terjadi perubahan warna
beberapa larutan kemudian dibakar. pada nyala api menjadi warna kuning.
Meliputi zat:  Ketika kawat dimasukkan kedalam NaCl pekat
 NaCl lalu kawat dipanaskan, terjadi perubahan warna
 BaCl2 pada nyala api menjadi warna hijau.
 MgCl2  Ketika kawat dimasukkan kedalam NaCl pekat
lalu kawat dipanaskan, terjadi perubahan warna
pada nyala api menjadi warna putih.

6
3. Kelarutan senyawa logam alkali  Ketika Ba(NO3)2 ditambah
tanah. (NH4)2C2O4 menghasilkan endapan putih yang

 Tabung 1 = Dimasukkan 1mL larutan terjadi pada saat 10 kali penetesan (NH4)2C2O4

Ba(NO3)2 ke dalam tabung reaksi, lalu  Ketika Ba(NO3)2 ditambah


larutan tersebut ditetesi larutan K2CrO4 menghasilkan endapan berwarna kuning
(NH4)2C2O4 setelah 10 kali penetesan K2CrO4.

 Tabung 2= Dimasukkan 1mL larutan  Ketika CaCl2 ditambah (NH4)2SO4 tidak


Ba(NO3)2 ke dalam tabung reaksi, lalu menghasilkan endapan walaupun telah 20 kali
larutan tersebut ditetesi larutan K2CrO4. penetesan.

 Tabung 3= Masukkan 1mL larutan  Ketika CaCl2 ditambah K2CrO4menghasilkan


CaCl2 ke dalam tabung reaksi, lalu endapan berwarna kuning setelah 10 kali
larutan tersebut ditetesi larutan penetesan.
(NH4)2SO4.
 Tabung 4= Masukkan 1mL larutan
CaCl2 ke dalam tabung reaksi, lalu
larutan tersebut ditetesi larutan K2CrO4.
4. Reaksi Pengenalan Halogen  Larutan iod berubah warna menjadi warna hitam
 Iod ditambah 5 tetes larutan kanji atau ungu tua setelah ditetesi larutan kanji
(amilum). (amilum) sebanyak 5 tetes.

G. Persamaan Reaksi

 Natrium dengan Air


Na (s) + 2H2O (l) → 2NaOH (aq) + H2 (g)

 Magnesum dengan Air


Mg (s) + H2O (g) → MgO (s) + H2 (g)
Mg (s) + H2O (l) → MgO (s) + H2 (g)

 Reaksi Nyala
NiCr (s) + 4NaCl (aq) + 2O2 (g) → NiCl (s) + CrCl2 (s) + 4NaO (aq)
NiCr (s) + 2MgCl2 (aq) + 2O2 (g) → NiCl (s) + CrCl2 (s) + 2MgO (aq)
NiCr (s) + 2BaCl2 (aq) + 2O2 (g) → NiCl (s) + CrCl2 (s) + 2BaO (aq)

7
 Kelarutan Senyawa Logam Alkali Tanah
CaCl2 (aq) + (NH4)2C2O4 (aq) → CaSO4 (s) + 2NH4NO3 (aq)
Ba(NO3)2 (aq) + (NH4)2C2O4 (aq) → BaC2O4 (s) + 2NH4NO3 (aq)
CaCl2 (aq) + K2CrO4 (aq) → CaCrO4 (s) + 2KCl3 (aq)
Ba(NO3)2 (aq) + K2CrO4 (aq) → BaCrO4 (s) + 2KNO3 (aq)

 Pengenalan Halogen (Iod)


Iod (aq) + Kanji (aq) → senyawa kompleks ungu kehitaman (aq)

H. Evaluasi/Pertanyaan
1. Apa sebab terjadi perubahan warna pada fenolftalein?
Jawab:
Fenolftalein tidak berwarna bila ada dilarutan asam tetapi akan berubah warnanya
menjadi merah muda ketika berada dilarutan basa.

2. Jika label dalam botol-botol larutan Ca(NO3)2, Sr(NO3)2, dan Ba(NO3)2


terlepas, bagaimana anda dapat mengetahui isi botol itu? Susun suatu cara
kerja agar label pada botol dapat dikembalikan dengan benar.
Jawab:
Yaitu dengan cara menguji kelarutan senyawa logam tersebut, salah satunya
dengan di tetesi larutan amonium oksalat, hal ini dilakukan untuk mengetahui
seberapa kelarutan senyawa logam alkali tanah yang tedapat dalam suatu
larutan tersebut. Jika kita mengetahui kelarutannya maka kita juga akan
mengetahui apa yang terkandung dalam larutan tersebut.
Cara kerja agar label pada botol dapat dikembalikan dengan benar yaitu
yang pertama teteskan dengan pipet tetes larutan amonium oksalat kedalam
masing – masing botol yang ingin diketahui isinya sampai tepat terbentuk
endapan, kemudian catat jumlah tetes sampai terbentuk endapan. Jika sampai
20 tetes tidak tedapat endapan maka penetesan hentikan. Kemudian lihat
kelarutannya agar kita tahu isi larutan yang terkandung dalam botol tersebut.

8
I. Kesimpulan
1. Pengenalan unsur halogen dan ion halida dapan dipelajari dengan
menggunakan larutan amilum. Apabila suatu larutan ditetesi suatu larutan
amilum, warna berubah menjadi biru tua, maka larutan tersebut mengandung
unsur halogen. Contohnya adalah pada pengujan iod. Larutan iod berwarna
cokelat akan berubah menjadi warna biru/ungu tua apabila ditetesi larutan
kanji.
2. Kekuatan oksidasi relatif unsur-unsur halogen memiiki enam tingkat oksidasi,
kecuali Flourin yang hanya memiliki dua macam tingkat oksidasi 0 dan -1.
Selain unsur Flourin , memiliki tingkat oksidasi +1, +3, +5, dan +7.
3. Keperiodikan sifat-sifat logam-logam alkali dan alkali tanah dapat diuji
dengan reaksi nyala yang akan menimbulkan warna khas dari unsur-unsur
tersebut. Seperti Na berearna orange, Mg berwarna putih/transparan, dan Ba
berwarna kuning kehijauan. Selain dengan uji nyala, dapat juga dengan uji
kelarutan senyawa logam alkali dan alkali tanah yang digunakan untuk
mjengetahui seberpa besar tingkat kelarutan dari logam alkali dan alkali tanah.
pad unsur-unsur ini, jari-jari atom logam deari atas ke bawah semakin besar
sedangkan energi ionisasi dan keelektronegatifannya semakin kecil dari atas
ke bawah.

9
Daftar Pustaka
 H.A.M, Mulyono. 2008. Kamus kimia. Jakarta: Bumi Aksara.
 Atkins, P.W.1990. Kimia Fisika Jilid 1 Edisi 6.Kartohadiprojo. Jakarta:
Erlangga, Indonesia.
 Basri, S. 2002. Kamus Lengkap Kimia. Jakarta : Rineka Cipta, Indonesia.
 Chang, R. 2004. Kimia Dasar II. Erlangga: Jakarta.
 http://rosannisinurat.blogspot.co.id/2016/01/materi-sistem-periodik-unsur.html
diakses 2 Maret 2018, pukul 17.30 WIB

10