Anda di halaman 1dari 10

LAPORAN PRAKTIKUM PROPERTI MATERIAL

MODUL 4.2
PERCOBAAN SLUMP BETON

KELOMPOK P10

Jodi Noor H 1606834655


Jafar Gibrani 1606836723
Hamzah Assegaf 1606907221

Tanggal Praktikum : 11 November 2017


Asisten Praktikum : Salsabila Tsamarachianti
Tanggal Disetujui :
Nilai :
Paraf Asisten :

LABORATORIUM STRUKTUR DAN MATERIAL


DEPARTEMEN TEKNIK SIPIL
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS INDONESIA
DEPOK 2017
PENGUJIAN SLUMP

A. TUJUAN PERCOBAAN
Pemeriksaan ini dimaksudkan untuk menentukan ketahanan agregat kasar
terhadap keausan dengan menggunakan mesin Los Angeles. Keausan agregat
tersebut dinyatakan dengan perbandingan antara berat bahan aus lewat saringan
no. 12 terhadap berat semula (perbandingan dalam persen).

B. TEORI TAMBAHAN

Banyak objek bangunan sipil yang sangat dipengaruhi oleh kondisi


agregat, terutama pada tingkat keausan agregat. Contohnya pada pekerjaan
jalan, baik yang perkerasan kaku (rigid pavement) ataupun perkerasan lentur
(flexible pavement), agregat akan mengalami proses lainnya seperti pemecahan,
pengikisan akibat cuaca, pengikisan ketika pencampuran dan akibat
penghamparan dan pemadatan.

Setelah jalan dapat dioperasikan, agregat juga masih mengalami proses


pengausan oleh roda-roda kendaraan. Oleh karena itu, diperlukan pengujian
untuk mengetahui daya tahan terhadap keausan. Secara umum agregat harus
memiliki daya tahan yang cukup terhadap :

- Pemecahan (rusting)
- Penurunan mutu (degradation)
- Penghancuran (disintegration)

Pada konstruksi pekerjaan jalan, penggunaan agregat yang tidak


memenuhi syarat keausan akan mengkibatkan terganggunya kestabilan konstruksi
perkerasan dan terganggunya pelekatan aspal terhadap agregat.

Uji keausan dengan menggunakan mesin Los Angeles dapat dilakukan


dengan 500 atau 1000 putaran dengan kecepatan 30-33 rpm. Keausan pada
500 putaran menurut PB-0206-76 manual pemeriksaan bahan jalan,
maksimum adalah 40%.

Mesin Los Angeles merupakan salah satu mesin untuk pengujian


keausan / abrasi agregat kasar, fungsinya adalah kemampuan agregat untuk
menahan gesekan, dihitung berdasarkan kehancuran agregat tersebut yaitu
dengan cara mengayak agregat dalam ayakan no.12 (1.70 mm). Sebelum
melakukan pengujian keausan / abrasi harus melakukan analisa ayak terlebih
dahulu untuk mengetahui gradasi agregat yang paling banyak, apakah masuk
pada tipe A, B, C, atau D dan dapat menentukan banyaknya bola baja yang
akan digunakan dapat dilihat pada Grading of Test Sample.

C. PERALATAN PERCOBAAN
1. Mesin Los Angeles; mesin terdiri dari silinder baja tertutup pada kedua
sisinya dengan diameter 71 cm [26”] dan panjang dalam 50 cm [20”].
Silinder tertumpu pada dua poros pendek yang tak menerus dan berputar
pada poros mendatar. Silinder berlubang untuk memasukkan benda uji.
Penutup lubang terpasang rapat sehingga permukaan dalam silinder bilah
baja melintang penuh setinggi 8.9 cm [3.56”].
2. Saringan no. 12
3. Timbangan, dengan ketelitian 5 gram.
4. Bola-bola baja dengan diameter rata-rata 4.68 cm [1.84”] dan berat
masing-masing antara 390 gram sampai 445 gram.
5. Oven yang dilengkapi dengan pengatur suhu untuk memanasi sampai suhu
[110±5]oC.

D. BAHAN PERCOBAAN
1. Berat dengan gradasi benda uji.
2. Membersihkan benda uji dan mengeringkannya dalam oven pada suhu
[110±5]oC sampai berat tetap.

E. PROSEDUR PERCOBAAN
1. Memasukkan benda uji seberat 5 kg dan bola-bola baja ke dalam mesin
Los Angeles.
2. Memutar mesin selama 15 menit dengan kecepatan 30 hingga 33 rpm.
3. Mengeluarkan benda uji dari mesin, kemudian menyaring benda uji
dengan saringan no. 12 dan mencuci benda uji hingga bersih.
4. Mengeringkan benda uji dalam oven dengan suhu [110±5]oC sampai berat
tetap.
5. Menimbang berat benda uji yang telah dikeringkan.

F. PENGOLAHAN DATA PERCOBAAN

Tabel 1. Tabel Pemeriksaan Keausan Agregat dengan Mesin Los Angeles

Ukuran Saringan Berat dengan Gradasi benda Uji


Lewat (mm) Tertahan (mm) (gram)

19,05 (3/4) 12,7 (1/2) 2500


12,7 (1/2) 9,51 (3/8) 2500
Jumlah Bola 8
Berat Bola (gram) 5000

Berat benda uji semula 5000 gram

Berat benda uji tertahan saringan no.12 3588 gram

Sumber : Analisis Penulis, 2017

a = 5000 gram

b = 3588 gram

a - b = 1412 gram
𝑎−𝑏 1412
𝐾𝑒𝑎𝑢𝑠𝑎𝑛 = × 100% = × 100% = 28.24%
𝑎 5000

G. ANALISIS
1. Analisis Percobaan
Pada percobaan modul 3.5 yang berjudul Pengujian Keausan
Agregat dengan Mesin Los Angeles ini mempunyai tujuan, yaitu untuk
menentukan ketahanan agregat kasar terhadap keausan menggunakan
mesin Los Angeles. Kemudian peralatan yang dibutuhkan pada percobaan
ini berupa mesin Los Angeles, saringan no. 12, timbangan, bola-bola baja,
wadah tampan dan oven. Pada percobaan ini, benda yang akan diuji
adalah 5 kg agregat kasar dengan gradasi. Benda Uji 5 kg terdiri dari 2,5
kg lolos saringan ¾”, tertahan saringan ½” dan 2,5 kg agregat kasar yang
lolos saringan ½”, tertahan saringan 3/8” Benda uji ini sebelumnya sudah
dicuci dan dikeringkan dengan oven sampai berat tetap.
Kemudian Agregat yang disiapkan tersebut merupakan agregat kasar
yang sudah dikeringkan dalam oven bersuhu [110 ± 5] °C sebelumnya.
Pengovenan bertujuan untuk meminimalisir kadar air dalam agregat,
sehingga perhitungan yang akan dilakukan nanti akan lebih akurat.
Selanjutnya, mencampurkan keduanya dengan bola-bola baja. Pemutaran
mesin Los Angeles yang mempunyai kecepatan 30 hingga 33 rpm
sebanyak 500 putaran. Waktu yang diperlukan dalam pemutaran mesin
Los Angeles adalah 15 menit, menyesuaikan kecepatan rotasi mesin dan
jumlah putaran yang diperlukan. Mesin Los Angeles merupakan mesin
untuk pengujian keausan/ abrasi agregat kasar, fungsinya adalah mengukur
kemampuan agregat dalam menahan gesekan. Dalam hal ini tujuan dari
dimasukkannya bola-bola baja adalah agar saat mesin berputar, bola-bola
baja tersebut akan bertumbukan dengan benda uji sehingga pada benda uji
terjadi keausan. Setelah benda uji dan bola-bola baja dimasukkan, mesin
tersebut ditutup dengan rapat. Dari benda uji yang sudah dikeluarkan dari
mesin Los Angeles dapat diketahui bahwa benda uji yang berubah menjadi
serbuk-serbuk halus merupakan hasil dari abrasi benda uji akibat bola-bola
baja (keausan benda uji).

Setelah 15 menit pemutaran mesin dan tunggu 5 menit setelah


mesin dimatikan, agregat dikeluarkan dari mesin Los Angeles dan disaring
dengan saringan no.12 (standar ketahanan benda uji terhadap abrasi). Pada
agregat yang tertahan disaringan no.12 dicuci bersih agar debu dari agregat
yang tersebut benar-benar terpisah dengan agregat yang tertahan. Agregat
yang masih tertahan merupakan agregat yang tahan terhadap uji keausan
ini. Selanjutnya, agregat tersebut diletakan pada sebuah wadah dan
dimasukan ke dalam oven yang mempunyai suhu [110 ± 5] °C selama 1
hari untuk menghilangkan kadar air sehingga diperoleh kembali berat
tetap. Setelah itu praktikan dapat menimbang agregat tersebut, dan
diperoleh massa benda uji yang tahan akan abrasi.

2. Analisis Hasil
Data yang diperoleh praktikan dari percobaan ini adalah berat awal
5000 gram benda uji dan berat benda uji yang tertahan saringan no.12.
Kemudian setelah dilakukan pengujian didapatkan agreggat yang tertahan
sebesar 3588 gram. Selanjutnya praktikan dapat mencari persentase
keausan pada benda uji dengan cara membagi berat benda uji awal
dikurang berat benda uji yang tertahan dengan berat awal benda uji. Dari
hasil perhitungan didapatkan persentase keausan dari benda yang diuji
adalah 28.24%.

Berdasarkan acuan standar Pengujian Abrasi dengan Mesin Los


Angeles, SNI 03-2417-1991 dan standar tes abrasi Los Angeles ASTM
C131, yaitu nilai keausan maksimal sebesar 40 % setelah melewati uji
saringan no. 12, maka agregat yang kami uji ini adalah agregat yang
memenuhi standar. Penggunaan nilai 40 % keausan berdasarkan standar
dari American Standar Testing and Material yang merupakan standar
resmi yang telah disepakati oleh dunia. Nilai keausan yang melampui 40
% dianggap tidak memenuhi syarat minimum material agregat yang cocok
sebagai pembentuk beton. Sementara, penggunaan saringan no. 12 (1.7
mm) adalah karena saringan ini mampu menyeleksi gradasi agregat mana
yang masih termasuk terdalam agregat kasar dan agregat yang sudah
termasuk dalam agregat halus. Dari nilai persentase percobaan tersebut
mengindikasikan bahwa agregat tersebut tergolong dalam agregat bermutu
tinggi yang tahan aus. Dan dapat disimpulan bahwa agregat baik
digunakan dalam bahan perkerasan jalan.

3. Analisis Kesalahan
a. Kesalahan Praktikan
Kesalahan praktikan merupakan kesalahan yang muncul akibat
kelalaian dalam melakukan pengujian. Adapun kesalahan praktikan
yang mungkin terjadi pada saat percobaan adalah:
1) Praktikan kurang bersih dalam mencuci benda uji yang telah
bertumbukan dengan bola-bola baja di dalam mesin Los Angeles,
sehingga memengaruhi nilai keausan.
2) Keadaan drum yang belum bersih setelah pemakaian pada waktu
sebelumnya dapat memengaruhi hasil perhitungan yang ada.
Bahan yang masih tertinggal dalam drum dapat mengakibatkan
perubahan pengukuran massa bahan uji.
3) Kesalahan dalam perhitungan, seperti kesalahan dalam penulisan
angka, kesalahan dalam pembulatan angka.
4) Kesalahan dalam penggunaan alat ukur, seperti menggunakan
timbangan tanpa dikalibrasi terlebih dahulu, salah membaca
angka yang terbaca pada timbangan, dan lain sebagainya.

b. Kesalahan Alat
Kesalahan alat merupakan kesalahan yang muncul akibat alat
yang digunakan selama percobaan. Adapun kesalahan alat yang
mungkin terjadi pada saat percobaan adalah:
1) Kondisi mesin juga memengaruhi besar massa yang di
timbang. Cacat yang terdapat pada alat, seperti ada celah kecil,
dapat memberikan kemungkinan untuk agregat yang kecil
untuk lolos.
2) Alat ukur yang digunakan kurang presisi, sehingga dapat
mempengaruhi hasil yang didapat.

c. Kesalahan Paralaks
Kesalahan paralaks merupakan kesalahan yang muncul diluar
kesalahan akibat praktikan dan alat. Adapun kesalahan praktikan yang
mungkin terjadi pada saat percobaan adalah:
1) Mesin Los Angeles pada saat pemutaran tidak tepat selama 15
menit, sehingga kemungkinan memengaruhi hasil yang didapat.
2) Praktikan tidak mengetahui waktu pengovenan di dalam oven
karena mesin oven dinyalakan dan dimatikan sesuai jam
operasional.
3) Kesalahan dalam membaca hasil pengukuran pada timbangan
atau kesalahan dalam pengkalibrasian timbangan (paralaks).
4. Analisis K3
Selama pengujian Keausan Agregat dengan Mesin Los Angeles ini
berlangsung, praktikan diminta untuk menggunakan pakaian proteksi
seperti jas laboratorium dan sepatu tertutup. Pada pengujian ini fungsi dari
jas laboratorium adalah untuk melindungi diri dari serbuk-serbuk agregat
yang dapat berpotensi menimbulkan iritasi kulit dan juga menghindari
kotor debu dari agregat. Kemudian sepatu tertutup juga berfungsi untuk
melindungi kaki karena pada percobaan modul ini menggunakan bola baja
yang kemungkinan dapat terjatuh mengenai kaki dan juga dimaksudkan
agar praktikan lebih fleksibel dalam bergerak. Saat proses pengovenan
benda uji ke dalam oven, praktikan juga perlu menggunakan sarung tangan
khusus agar tangan tidak melepuh akibat panas oven. Selanjutnya
praktikan juga memakai masker untuk menghindari serbuk-serbuk agregat
terhirup ke dalam paru-paru dan pada saat memasuki ruangan mesin los
angeles yang sangat berdebu, namun selama proses percobaan praktikan
tidak mengenakan masker. Kemudian penggunaan penutup kuping juga
diperlukan dalam percobaan ini karena saat proses pemutarn mesin
mengakibatkan kebisingan melampau ibatas ambang maksimum sehingga
diperlukan, namun selama proses tersebut praktikan tidak memakai
penutup kuping.

H. KESIMPULAN
1) Ketahanan agregat kasar terhadap keausan dapat ditentukan dengan
menggunakan mesin Los Angeles.
2) Persentase tingkat keausan pada praktikum ini sebesar 28.64 %
3) Menurut standar ATSM C.131, benda uji percobaan ini memenuhi
standar agregat yang tahan abrasi.
4) Berdasarkan SNI 2417-1991, agregat uji ini baik digunakan dalam
perkerasan jalan.
5) Semakin tinggi persentase keausan yang diperoleh dari perhitungan, maka
semakin rapuh agregat tersebut terhadap abrasi.

I. REFERENSI
American Society for Testing and Materials. “Standards Test Method for
Resistance to Degradation of Small-Size Coarse Aggregate by Abrasion
and Impact in the Los Angeles Machine”, No. ASTM C 131 ̶ 03,
Annual Book of ASTM Standards, Vol 04.02.
Badan Standarisasi Nasional. “Metode pengujian keausan agregat dengan
mesin abrasi Los Angeles”, SNI 03-2417-1991.
Pedoman Praktikum Pemeriksaan Bahan Beton dan Mutu Beton. (2017).
Depok: Laboratorium Struktur dan Material, Departemen Teknik Sipil,
Fakultas Teknik, Universitas Indonesia.
J. LAMPIRAN

Gambar 1. Mesin Los Angeles Gambar 2. Proses Pencucian dan Penyaringan


Agregat
Sumber : Dokumentasi Penulis, 2017
Sumber : Dokumentasi Penulis, 2017

Gambar 3. Bagan Mesin Los Angeles Gambar 4. Agregat Sebelum Dicuci dan Disaring dengan
Saringan no.12 (atas) dengan Agregat Setelah Dicuci dan
Sumber : Pedoman Praktikum Pemeriksaan Bahan Beton Disaring dengan Saringan no. 12 (bawah)
dan Mutu Beton. (2017).
Sumber : Dokumentasi Penulis,2017

sssss

Sumber : Dokumentasi Penulis, 2017