Anda di halaman 1dari 9

Klasifikasi Tumbuhan Tingkat Rendah

dan Tingkat Tinggi


I. PENDAHULUAN

1.1 Latar belakang

Klasifikasi adalah penyusunan tumbuhan secara teratur ke dalam suatu herarki. Sistem
penyusunan ini berasal dari kumpulan informasi tumbuhan secara individual yang
menggambarkan kekerabatan.(wikipedia,2012)
Dasar pengelompokan makhluk hidup antara sistem klasifikasi yang satu dengan yang lain
mungkin saja berbeda. Namun, pada umumnya klasifikasi makhluk hidup tersebut mempunyai
tujuan dan manfaat yang hampir sama. Tujuan klasifikasi antara lain yaitu, mendeskripsikan ciri-
ciri makhluk hidup agar mudah dikenali, mengelompokkan makhluk hidup berdasarkan
persamaan ciri, melihat hubungan kekerabatan antar anggota kelompok makhluk hidup dalam
klasifikasi tersebut, menyederhanakan objek studi, dan mengurutkan proses evolusi/
perkembangan suatu makhluk hidup berdasarkan hubungan kekerabatan dengan golongan lain.
(Ameilia Siregar, 2010, /bio/Tujuan dan Manfaat Klasifikasi).
Klasifikasi tumbuhan adalah pembentukan kelompok-kelompok dari seluruh tumbuhan
yang ada di bumi ini hingga dapat disusun takson-takson secara teratur mengikuti suatu
hierarki.(wikipedia, 2012)
Selain memiliki tujuan, klasifikasi juga bermanfaat untuk kepentingan manusia. Adapun
manfaat klasifikasi antara lain untuk mengetahui jenis-jenis makhluk hidup, mengetahui
hubungan kekerabatan antar makhluk hidup. (Tujuan dan Manfaat Klasifikasi _ Chem-Is-
Try.Org,2012).

1.2 Tujuan
Tujuan dari praktikum klasifikasi tumbuhan ini antara lain untuk mengenal contoh-contoh
tumbuhan tingkat rendah, dan mempelajari dan mengenal spematophyta (tumbuhan tingkat
tinggi). (penuntun ptaktikum biologi umum,2012).

II. TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Sejarah dan Perkembangan Klasifikasi Makhluk Hidup

Perkembangan klasifikasi makhluk hidup sistem dua kingdom dikemukakan oleh Aristoteles
dibagi menjadi 2 kingdom : 1. Kingdom Plantae (Dunia Tumbuhan) ciri–ciri : memiliki dinding
sel, berklorofil,mampu berfotosintesis 2. Kingdom Animalia (Dunia Hewan) ciri–ciri : tidak
memiliki dinding sel, tidak berklorofil,mampu bergerak bebas.(Sejarah Klasifikasi « Biology
Education.html,2011).
Perkembangan klasifikasi makhluk hidup sistem tiga kingdom dikemukakan oleh Ernst
Haeckel dibagi menjadi 3 kingdom : 1. Kingdom Protista ciri : uniseluler atau multiseluler 2.
Kingdom Plantae ciri : autotrof, eukariot multiseluler, reproduksi dgn spora 3. Kingdom
Animalia ciri : heterotrof, eukariot multiseluler. (Sejarah Klasifikasi « Biology
Education.html,2011).
Perkembangan klasifikasi makhluk hidup sistem empat kingdom dikemukakan oleh Herbert
Copeland. Dibagi menjadi 4 kingdom : 1. Kingdom Monera, ciri-ciri memiliki inti tanpa
membran inti (prokariotik) 2. Kingdom Protista, terdiri dari organisme bersel satu dan bersel
banyak 3. Kingdom Plantae, terdiri dari jamur, tumbuhan lumut, tumb. paku, tumbuhan biji 4.
Kingdom Animalia, terdiri dari semua hewan dari protozoa sampai chordata. (Sejarah Klasifikasi
« Biology Education.html,2011).
Perkembangan klasifikasi makhluk hidup sistem lima kingdom dikemukakan oleh Robert H.
Whittaker. Dibagi menjadi 5 kingdom : 1. Kingdom Monera, ciri : prokariotik (Archaebacteria
dan Eubacteria) 2. Kingdom Protista, Ciri : uniseluler/multiseluler, eukariotik 3. Kingdom Fungi,
Ciri : eukariotik, heterotrof, tidak berklorofil, dinding sel dari zat kitin. 4. Kingdom Plantae, Ciri
: uniseluler/multiseluler, eukariotik, autotrof 5. Kingdom Animalia, Ciri : multiseluler,
eukariotik, heterotrof. (Sejarah Klasifikasi « Biology Education.html,2011).
Perkembangan sistem klasifikasi 6 kingdom dikembangkan oleh ahli Biologi Amerika Carl
Woese 1977. Dibagi menjadi 6 kingdom : 1. Kingdom Animalia (Dunia Hewan) 2. Kingdom
Plantae (Dunia Tumbuhan) 3. Kingdom Kingdom Eubacteria 6. KingdomProtista 4. Kingdom
Mycota (Dunia Jamur) Archaebacter. (Sejarah Klasifikasi « Biology Education.html,2011).
Kelebihannya adalah mampu menjelaskan kingdom monera secara spesifik, sehingga
memberikan informasi yang cukup signifikan bagi kingdom monera. Kelemahan sistem ini pada
dasarnya tidak ada, namun bagi beberapa pakar ilmuwan sering menjadi pro dan kontra, karena
kingdom monera merupakan kingdom yang sudah mencakup bakteri archae dan eubacteria
sehingga tidak perlu di bagi lagi.
Perkembangan sistem klasifikasi 7 kingdom ini diperkenalkan oleh ahli Cavalier-Smith tahun
1998. sistem ini dikembangkan dari sistem kingdom sebelumnya dan secara garis besar
digolongkan dalam dua kelas utama prokariot dan eukariot (2 Empires, Chatton 1937) dari kedua
golongan besar ini dibagi lagi, eukariot mencakup Animalia, Plantae, Protozoa (protista),
Eumycota dan Chromista. Sedangkan golongan prokariot mencakup Eubacteria dan
Archaebacteria. (Sejarah Klasifikasi « Biology Education.html,2011).
Perkembangan sistem klasifikasi 8 kingdom terbagi menjadi 8 kingdom dan 3 domain antara
lain, (Animalia, Plantae, Monera, Fungi, Protista, Aarchea, Archeazo, Chromista, dan Bacteria).
(Sejarah Klasifikasi « Biology Education.html,2011). Perkembangan sistem klasifikasi dari masa
ke masa secara singkat adalah sebagai berikut:
1. Periode tertua (abad ke- 4 SM)
2. Periode system Habitus (abad ke-4 SM sampai abad ke-17M)
3. Periode sistem numerik (awal abad 18)
4. Periode sistem alam (akhir abad ke-18 sampai pertengahan abad ke-19)
5. Periode Sistem Filogenetik dari Pertengahan abad ke 19 hingga sekarang
6. Sistem Klasifikasi Kontemporer (abad ke- 20)
(penuntun biologi umum,2012)

2.2 Taksonomi Dunia Tumbuhan


Taksonomi tumbuhan adalah ilmu yang mempelajari penelusuran, penyimpanan contoh,
pemerian, pengenalan (identifikasi), pengelompokan (klasifikasi), dan penamaan tumbuhan. Ilmu
ini merupakan cabang dari taksonomi.
Berikut takson dunia tumbuhan :
- Kerajaan = kingdom,
- Divisi = divisio,
- Kelas = classis,
- Bangsa = ordo,
- Suku = familia,
- Marga = genus,
- Jenis = spesies,
(wikipedia,2012)

2.3 Divisio Tumbuhan


Dalam biologi, divisio atau divisi adalah istilah yang sama dengan filum. Divisio dipakai
dalam taksonomi untuk kerajaan tumbuhan dan fungi. Terdapat beberapa versi divisio tumbuhan,
namun versi-versi ini umumnya sepakat pada sebagian besar pembagian. Divisio-divisio tersebut
adalah :
Superdivisio Bryophyta contohnya Bryophyta (Lumut-lumutan), Superdivisio Pteridophyta
contohnya Lycopodiophyta (Rane dan Paku kawat), Psilophyta (Psilofita), Equisetophyta (Paku
ekor kuda), Filicophyta atau Pteridophyta (Paku-pakuan atau pakis-pakisan), dan Superdivisio
Tumbuhan berbiji (Spermatophyta) contohnya Cycadophyta (Pakis haji atau sikas), Ginkgophyta
(Ginkgo), Pinophyta (Tumbuhan berdaun jarum atau tumbuhan runjung / konifer), Gnetophyta
(Melinjo-melinjoan, dan Magnoliophyta atau Angiospermophyta (Tumbuhan berbiji tertutup).
(wikipedia,2012).

III. BAHAN DAN METODE

3.1 Tempat dan waktu


Praktikum Biologi Umum acara ke-2 Klasifikasi Tumbuhan dilaksanakan di Laboratorium
Biologi Jurusan Budidaya Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Palangka Raya. Pada hari
kamis, 11 Oktober 2012 pukul 15.00-16.40 WIB.

3.2 Bahan dan alat


Alat yang digunakan pada praktikum tentang klasifikasi yaitu gelas piala 250 ml, pipet
tetes, lup, pisau, pinset, jarum bertangkai, slide glass, cover glass, dan mikroskop.
Bahan yang diperlukan yaitu bakteri air parit dan Saccharomyces dan jamur ganoderma
(Tallophyta), Lumut daun (Briophyta), Paku fertil (Pteridophyta), dan yang termasuk
spermatophyta adalah Pinus (Pinus merkusii), Melinjo (Gnetum gnemon), Putri malu (Mimosa
pudica), dan Alang-alang (Imperata Cylindrica).

3.3 Cara kerja


3.3.1. Pengenalan Contoh-Contoh Tumbuhan Tingkat Rendah

a. Bakteri air parit


Mengambil mikroskop, mengambil cairan (air parit) dengan pipet tetes, meneteskan pada
kaca objek, menutup dengan kaca penutup. Mengamati di bawah mikroskop dengan perbesaran
40x dan diafragma bukaan kecil, dan menggambarkan bagian-bagian baktteri dikertas.

b. Saccharomyces
Organisme ini terdapat pada air tapai. Mengambil 2 tetes cairan air tapai, meneteskan pada
kaca objek, menutup dengan kaca penutup, mengamati di bawah mikroskop dengan perbesaran
10 x dengan diafragma kecil,
c. Ganoderma
Mengambil jamur ganoderma, mengamati bagian-bagian dari jamur ganoderma dengan
menggunakan lup, dan menggambar bagian jamur dikertas.

d. Lumut daun
Mengambil lumut daun, mengamati bagian-bagian dari lumut daun dengan menggunakan lup,
dan menggambar bagian-bagian lumut daun dikertas.

e. Paku fertil
Mengambil tumbuhan paku fertil, mengamati dengan kaca pembesar atau mikroskop stereo,
menggambar bagian-bagian dari tumbuhan paku fertil dikertas.

3.3.2. Mempelajari dan Mengenal Spermatophyta


A. Pengenalan Gymnospermae
Contoh tumbuhan kelas Gymnospermae antara lain pinus (Pinus merkusii), dan melinjo
(Gnetum gnemon).

1. Pinus merkusii
Mengambil tumbuhan pohon pinus, mengamati bagian-bagian dari pohon pinus, mengamati
dan menggambarkan strobilus betina yang telah terbuka, ada beberapa biji pada satu daun sisik,
strobilus jantan dan daunnya. Dan beberapa helai daun yang bersatu pada tangkainya.

2. Gnetum gnemon
Mengambil tumbuhan melinjo, mengamati bagian-bagian dari tumbuhan melinjo dengan kaca
pembesar, menggambarkan bagian-bagian dari tumbuhan melinjo.

B. Pengenalan Angiospermae
-Pengenalan Dicotyledoneae
Contoh tumbuhannya adalah putri malu (Mimosa pudica). Mengambil tumbuhan putri malu,
mengamati bagian-bagian dari tumbuhan putri malu dengan menggunakan kaca pembesar, dan
menggambarkan bagian-bagian dari tumbuhan putri malu.
-Pengenalan Monocotyledoneae
Contoh tumbuhan monocotyledoneae adalah alang-alang (Imperata cylindrica). Mengambil
tumbuhan alang-alang, mengamati bagian-bagian dari tumbuhan alang-alang dengan
menggunakan kaca pembesar, menggambar bagian-bagian dari tumbuhan alang-alang.

IV. PEMBAHASAN

4.2 Pembahasan
Terdapat berbagai jenis tumbuhan pada saat pelaksanaan praktikum tentang klasifikasi
tumbuhan. Tumbuhan tersebut dikelompokkan menjadi 2 jenis, antara lain tumbuhan tingkat
rendah dan tumbuhan tingkat tinggi (spermatophyta).
4.2.1 Tumbuhan Tingkat Rendah
Tumbuhan tingkat rendah yang ada pada saat praktikum antara lain (saccharomyces, jamur
ganoderma, paku fertil, lumut).
a. Sacchromyces
Saccharomyces merupakan mikroorganisme yang berukuran sangat kecil. Mikroorganisme
ini dapat membantu proses fermentasi dan dapat mengubah glukosa menjadi alkohol dan CO2.
Biasa ditemukan di air tapai.
Saccharomyces merupakan genus khamir/ragi/en:yeast yang memiliki kemampuan
mengubah glukosa menjadi alkohol dan CO2. Saccharomyces merupakan mikroorganisme bersel
satu tidak berklorofil, termasuk termasuk kelompok Eumycetes. Tumbuh baik pada suhu
30oCdan pH 4,8. Beberapa kelebihan saccharomyces dalam proses fermentasi yaitu
mikroorganisme ini cepat berkembang biak, tahan terhadap kadar alkohol yang tinggi, tahan
terhadap suhu yang tinggi, mempunyai sifat stabil dan cepat mengadakan adaptasi.Menurut Dr.
Anton Muhibuddin (2011), beberapa spesies Saccharomyces mampu memproduksi ethanol
hingga 13.01 %. Hasil ini lebih bagus dibanding genus lainnya seperti Candida dan
Trochosporon. Pertumbuhan Saccharomyces dipengaruhi oleh adanya penambahan nutrisi yaitu
unsur C sebagai sumber carbon, unsur N yang diperoleh dari penambahan urea, ZA, amonium
dan pepton, mineral dan vitamin. Suhu optimum untuk fermentasi antara 28 – 30 oC. Beberapa
spesies yang termasuk dalam genus ini diantaranya yaitu Saccharomyces cerevisiae,
Saccharomyces boullardii, dan Saccharomyces uvarum. (wikipedia,2012)

Kerajaan: Fungi

Filum: Ascomycota

Kelas: Saccharomycetes

Ordo: Saccharomycetales

Famili: Saccharomycetaceae

Genus: Saccharomyces
(E.C. Hansen 1838) Meyen

b. Jamur Ganoderma
Jamur ini merupakan tumbuhan tingka rendah yang sering dijumpai atau hidup di pohon
yang lapuk. Jamur ini memiliki banyak pori-pori.
Merupakan organisme tingkat rendah yang belum mempunyai akar, batang, daun sehingga
disebut dengan tumbuhan tallus. Tubuh terdiri dari satu sel (uniseluller) dan bersel banyak
(multiseluller). Sel berbentuk benang (hifa). Hifa akan bercabang-cabang membentuk bangunan
seperti anyaman yang disebut miselium. Tubuh multiseluller terdiri atas hifa yang bersekat.
Hidup terestrial saprofit, parasit atau membentuk mikorhiza. Tubuh buah disebut basidiokarp
yaitu tempat terbentuknya basidium dan dan basidium terbentuk spora basidium. Basidiokarp
tersusun atas basidiun-basidium yang di dalamnya berisi spora (basidiospora). Basidium ada
yang terdiri atas satu sel dan ada yang bersekat-sekat terbagi. Sel bersifat eukaryotik, tidak
mempunyai klorofil, sebagai parasit atau saprofit. Menyukai hidup pada tempat yang lembab dan
tidak menyukai akan adanya cahaya. Fase dikaryotik lebih panjang di cirikan oleh adanya
basidium dan basidiospora, basidiospora dibentuk di liau basidium, basidiospore yang dibentuk
selalu 4, hasil fruktifikasi disebut basidiocarp. Mempunyai tingkat perkembangan sederhana,
belum membentuk tubuh buah, basidium bebas. Hifa pendukung membentuk tubuh buah dan
basidium terkumpul membentuk himenium yang didukung himenofor. Himenium terletak di atas
tubuh buah. Spora sangat banyak dan secara aktif dilontarkan oleh basidium. Tubuh buah tanpa
Himenofor yang menonjol, himenium terletak di atas tubuh buah dan sudah terbentuk Sejas
tubuh buah maíz muda, lamella atau papan, sehingga permukaan menjadi lebih luas. Basidiolarp
seperti kertas / kulit / belulang / kayu. Himenium terdapat pada satu sisi atau seluruhnya, banyak
tumbuh pada pohon atau sebagai saprofit dan bisa merusak kayu bangunan. Ganoderma
applanatum tubuh buahnya berbentuk setengah lingkaran, banyak terdapat pada kayu lapuk.
Ganoderma applanatum tidak mempunyai batang dan bertumbuh di atas batang-batang.
Cendawan yang baru bertumbuh berwarna kuning muda kecoklatan, setelah itu Ganoderma
applanatum akan berubah warna menjadi coklat. Cara reproduksi : Dengan cara vegetatif dan
fragmentasi. Reproduksi aseksual dengan fregmentasi sedangkan reproduksi seksual dengan
membentuk spora pada basidium. (wikipedia,2012)

Klasifikasi Ganoderma :
Divisi : Basidiomycetes
Kelas : Homobasidiomycetes
Ordo : Hymenomycetales
Familia : Polyporaceae
Genus : Ganoderma
Spesies : Ganoderma applanatum

c. Paku fertil
Paku fertil merupakan tumbuhan tingkat rendah yang sering dijumpai. Tumbuhan ini
memiliki sorus yang didalamnya banyak mengandung spora. Tumbuhan ini berkembangbiak
dengan cara seksual. Paku fertil termasuk ke dalam divisio pteridophyta yang termasuk ke
dalam tumbuhan tingkat rendah. Tumbuhan paku bereproduksi dengan 2 cara yaitu generatif dan
vegetatif. Reproduksi secara generatif yaitu perkembang biakan yang melalui peleburan
spermatozoid dan ovum. Sedangkan reproduksi secara vegetatif dengan cara pembentukan
spora. Perkembang biakan tersebut berlangsung secara bergantian melalui suatu pergiliran
keturunan yang disebut metagenesis. (Wikipedia,2012)

d. Lumut daun
Lumut merupakan tumbuhan tingkat rendah karena belum memiliki akar , daun dan batang
sejati. Tumbuhan ini banyak di temukan di pinggir jalan yang keadaannya lembab. Tumbuhan
lumut merupakan sekumpulan tumbuhan kecil yang termasuk dalam Bryophytina (dari bahasa
Yunani bryum, "lumut"). Tumbuhan ini sudah menunjukkan diferensiasi tegas antara organ
penyerap hara dan organ fotosintetik namun belum memiliki akar dan daun sejati. Kelompok
tumbuhan ini juga belum memiliki pembuluh sejati. Alih-alih akar, organ penyerap haranya
adalah rizoid (harafiah: "serupa akar"). Daun tumbuhan lumut dapat berfotosintesis. Tumbuhan
lumut merupakan tumbuhan pelopor, yang tumbuh di suatu tempat sebelum tumbuhan lain
mampu tumbuh. Ini terjadi karena tumbuhan lumut berukuran kecil tetapi membentuk koloni
yang dapat menjangkau area yang luas. Jaringan tumbuhan yang mati menjadi sumber hara bagi
tumbuhan lumut lain dan tumbuhan yang lainnya.
Dalam bahasa sehari-hari, istilah "lumut" dapat merujuk pada beberapa divisio. Klasifikasi
lama pun menggabungkan pula lumut hati dan lumut tanduk ke dalam Bryophyta, sehingga di
dalam Bryophyta terangkum lumut tanduk, lumut hati, dan lumut sejati (Musci). Namun,
perkembangan dalam taksonomi tumbuhan menunjukkan bahwa penggabungan ini parafiletik,
sehingga diputuskan untuk memisahkan lumut hati dan lumut tanduk ke luar dari Bryophyta. Di
dunia terdapat sekitar 4.000 spesies tumbuhan lumut (termasuk lumut hati), 3.000 di antaranya
tumbuh di Indonesia.

4.2.2 Tumbuhan Tingkat Tinggi (Spermatophyta)


Tumbuhan tingkat tinggi yang terdapat pada saat praktikum dibagi menjadi kelas
Gymnospermae (Pinus merkusii, dan Gnetum gnemon) dan Angiospermae mempunyai subkelas
yaitu Dicotyledoneae (Mimosa pudica) dan Monocotyledoneae (Imperta cylindrica).
A. Pengenalan Gymnospermae
1. Pinus merkusii
Pohon pinus merupakan tumbuhan tingkat tinggi yang sering ditemukan di pinggir jalan.
Tumbuhan ini berkembangbiak dengan cara seksual, dan memiliki strobilus. Tumbuhan berkayu,
panjang 30-50(70) m, diameter batang 60-80 cm, selalu berdaun hijau, saat pohon muda pucuk
selalu berbentuk kerucut, dengan cabang kuat. Daun dimorfik, tersusun spiral, berbentuk jarum,
panjang 15-25 cm, hijau gelap, langsing dan kaku, dengan satu atau dua berkas pembuluh
pengangkutan dan saluran resin. Tumbuhan ini hampir selalu berumah satu. Strobilus ♂ aksilar
atau terminal pada sirung pendek, dengan banyak mikrosporofil bertangkai dan dua kantong sari.
Serbuk sari dengan dua gelembung udara, yang pada perkecambahan merupakan dua sel
protalium. Strobilus ♀ terminal atau aksilar, dengan banyak sisik-sisik penutup yang tersusun
dalam spiral. Pada ketiak sisik penutup terdapat satu sisik biji dengan dua bakal biji yang
mikropilnya menghadap ke sumbu. Sehabis penyerbukan sisik-sisik penutup dan sisik-sisik biji
membesar dan mengayu selanjutnya terjadilah buah yang berbentuk kerucut. Biji kecil, oval,
ringan, mempunyai sayap ke samping, lembaga dengan 2-15 daun lembaga. Berbunga pada
bulan Mei-Juni. Buah masak pada bulan Oktober-Nopember. (wikipedia)
2. Gnetum gnemon
Melinjo merupakan tumbuhan tingkat tinggi karena sudah memiliki akar, daun dan batang
sejati. Tumbuhan ini termasuk ke dalam kelas gymnospermae, dan berkembagbiak dengan cara
seksual.Melinjo merupakan tumbuhan tahunan berbiji terbuka, berbentuk pohon yang berumah
dua (dioecious, ada individu jantan dan betina) . Bijinya tidak terbungkus daging tetapi
terbungkus kulit luar. Batangnya kokoh dan bisa dimanfaatkan sebagai bahan bangunan.
Daunnya tunggal berbentuk oval dengan ujung tumpul. Melinjo tidak menghasilkan bunga dan
buah sejati karena bukan termasuk tumbuhan berbunga. Yang dianggap sebagai buah sebenarnya
adalah biji yang terbungkus oleh selapis aril yang berdaging. Tanaman melinjo dapat
diperbanyak dengan cara generatif (biji) atau vegetatif (cangkokan, okulasi, penyambungan dan
stek). Tanaman melinjo dapat tumbuh pada tanah-tanah liat/lempung, berpasir dan berkapur,
tetapi tidak tahan terhadap tanah yang tergenang air atau yang berkadar asam tinggi dan dapat
tumbuh dari ketinggian 0 - 1.200 m dpl. (wikipedia,2012).

Kerajaan : Plantae
Divisi : Gnetophyta
Kelas : Gnetopsida
Ordo : Gnetales
Famili : Gnetaceae
Genus : Gnetum
Spesies : G. Gnemon

B. Pengenalan Angiospermae
Pengenalan Dicotyledoneae
Contoh tumbuhan dicotyledoneae adalah putri malu (Mimosa pudica).
a. Mimosa pudica (putri malu)
Putri malu merupakan tumbuhan tingkat tinggi karena sudah memiliki akar, batang dan
daun sejati. Tumbuhan ini termasuk ke dalam kelas angiospermae dan subkelas dicotyledoneae.
Tumbuhan ini berkembang biak dengan cara aseksual. Putri malu atau Mimosa pudica adalah
perdu pendek anggota suku polong-polongan yang mudah dikenal karena daun-daunnya yang
dapat secara cepat menutup/"layu" dengan sendirinya saat disentuh. Kata pudica sendiri dalam
bahasa Latin berarti "malu" atau "menciut".
Keunikan dari tanaman ini adalah bila daunnya disentuh, ditiup, atau dipanaskan akan
segera "menutup". Hal ini disebabkan oleh terjadinya perubahan tekanan turgor pada tulang
daun. Rangsang tersebut juga bisa dirasakan daun lain yang tidak ikut tersentuh. Gerak ini
disebut seismonasti, yang walaupun dipengaruhi rangsang sentuhan (tigmonasti), sebagai contoh,
gerakan tigmonasti daun putri malu tidak peduli darimana arah datangnya sentuhan.
(wikipedia,2012)
Kerajaan : Plantae
Divisi : Magnoliophyta
Kelas : Magnoliopsida
Ordo : Fabales
Famili : Fabaceae
Genus : Mimosa
Spesies : M. pudica

Pengenalan Monocotyledoneae
Contoh tumbuhan mononcotyledoneae adalah alang-alang (Imperata cylindrica).
a. Imperata cylindrica (alang-alang)
Alang-alang merupakan tumbuhan tingkat tinggi karena telah memiliki akar, batang dan daun
sejati. Tumbuhan ini termasuk ke dalam kelas angiospermae dan subkelas monocotyledoneae.
Berkembangbiak dengan cara aseksual.
Alang-alang atau ilalang ialah sejenis rumput berdaun tajam, yang kerap menjadi gulma di lahan
pertanian. Nama ilmiahnya adalah Imperata cylindrica, dan ditempatkan dalam anak suku
Panicoideae.
Rumput menahun dengan tunas panjang dan bersisik, merayap di bawah tanah. Ujung (pucuk)
tunas yang muncul di tanah runcing tajam, serupa ranjau duri. Batang pendek, menjulang naik ke
atas tanah dan berbunga, sebagian kerapkali (merah) keunguan, kerapkali dengan karangan
rambut di bawah buku. Tinggi 0,2 – 1,5 m, di tempat-tempat lain mungkin lebih.
Kerajaan :Plantae
Divisi :Magnoliophyta
Kelas :Liliopsida
Ordo :Poales
Famili :Poaceae
Genus :Imperata
Spesies :I.cylindrica

V. PENUTUP

5.1 Kesimpulan

Berdasarkan pengamatan yang telah saya lakukan banyak terdapat tumbuhan-tumbuhan


beraneka ragam jenis dan karakteristik masing-masing. Untuk memudahkan dalam mengetahui
berbagai jenis macam tumbuhan maka dilakukan pengklasifikasian.
Klasifikasi adalah penyusunan tumbuhan secara teratur ke dalam suatu herarki. Sistem
penyusunan ini berasal dari kumpulan informasi tumbuhan secara individual yang
menggambarkan kekerabatan. Tujuannya untuk memudahkan objek studi, dan manfaatnya
adalah mengetahui kekerabatan antar makhluk hidup.
Klasifikasi dunia tumbuhan terbagi menjadi tumbuhan tingkat rendah dan tumbuhan tingkat
tinggi. Contoh tumbuhan tingkat rendah antara lain Scizophyta, Tallophyta, Briophyta, dan
Pteridophyta, sedangkan contoh tumbuhan tingkat tinggi (spermatophyta) terbagi menjadi kelas
gymnospermae dan angiospermae. Kelas angiospermae dibagi menjadi 2 subkels yaitu
Dicotyledoneae dan Monocotyledoneae. Contoh tumbuhannya antara lain, gymnospermae (Pinus
merkusii, dan Gnetum gnemon), dan angiospermae subkelas dicotyledoneae putri malu (Mimosa
pudica) dan subkelas monocotyledoneae alang-alang (Imperata cylindrica).