Anda di halaman 1dari 15

SATUAN ACARA PENYULUHAN KESEHATAN

LATIHAN GERAKAN ROM PASIF DAN AKTIF PADA PASIEN STROKE


DI IRNA 2 RSUA

Disusun oleh:

Erwin Purwanto, S.Kep 131723143032


Amira Aulia, S.Kep 131723143026
Reny Tjahja H, S.Kep 131723143060
Amanatul Firdaus, S.Kep 131723143086
Anindita Nayang, S.Kep 131723143090

PROGRAM PENDIDIKAN PROFESI NERS


FAKULTAS KEPERAWATAN UNIVERSITAS AIRLANGGA
SURABAYA
2018
SATUAN ACARA PENYULUHAN (SAP)

LATIHAN GERAKAN ROM PASIF DAN AKTIF PADA PASIEN STROKE

Bidang Studi : Keperawatan Medikal Bedah


Topik : Stroke
Subtopik : latihan gerakan ROM pasif dan aktif
Sasaran : Pasien dan Keluarga Pasien
Tempat : Ruang IRNA 2 RSUA
Hari/Tanggal : Rabu, 21 Maret 2018
Jam : Pukul 10.00 – 10.30 WIB
Pelaksana : Ners Muda Program Pendidikan Profesi Ners Fakultas Keperawatan
Universitas Airlangga

A. TUJUAN UMUM
Setelah mengikuti penyuluhan kesehatan selama 30 menit diharapkan pasien dan
keluarga diharapkan dapat mengetahui dan memahami tentang Gerakan ROM,
tujuan dari Gerakan ROM, prinsip Gerakan ROM, klasifikasi Gerakan ROM, dan
cara Gerakan ROM baik aktif maupun pasif
.
B. TUJUAN KHUSUS
Setelah diberikan penyuluhan selama 30 menit diharapkan peserta mampu:
1. Klien dan keluarga mampu menyebutkan kembali pengertian dari ROM
2. Klien mampu menyebutkan tujuan dari Gerakan ROM.
3. Klien mampu menyebutkan prinsip dari gerakan ROM.
4. Klien dan Keluarga mampu menyebutkan klasifikasi dari ROM
5. Klien dan keluarga mampu mempraktekkan/ mendemonstrasikan cara gerakan
ROM pada ektremitas bawah

C. METODE PENYULUHAN
1. Ceramah
2. Diskusi
3. Tanya Jawab

D. MEDIA
1. Lembar Balik
2. Leaflet

E. WAKTU DAN TEMPAT


1. Hari : Rabu
2. Tanggal : 21 Maret 2018
3. Jam : 10.00 s/d 10.15 WIB
4. Tempat : Ruang IRNA 2 RSUA

F. SETTING TEMPAT

Keterangan :
P : Penyaji F : Fasilitator
M : Moderator O : Observer
P : Peserta

G. PENGORGANISASIAN
1. Moderator : Amanatul Firdaus, S.Kep
2. Penyaji : Erwin Purwanto, S.Kep
3. Fasilitator : Reny Tjahja H, S.Kep.
Anindita Nayang, S.Kep
4. Observer & Notulen : Amira Aulia, S.Kep
H. KEGIATAN PENYULUHAN
No Waktu Kegiatan Penyuluhan Kegiatan Peserta
1 5 menit Pembukaan
 Mengucapkan salam  Menjawab salam
 Perkenalan mahasiswa  Memperhatikan
 Perkenalan dengan dosen atau CI  Memperhatikan
 Menjelaskan tujuan  Memperhatikan
 Menjelaskan kontrak waktu  Memperhatikan

2 15 menit Penyampaian materi


 Menjawab
1. Menjelaskan pengertian dari ROM
2. Menjelaskan tujuan dari Gerakan
 Memperhatikan
ROM.
3. Menjelaskan prinsip dari gerakan
ROM.
 Memperhatikan
4. Menjelaskan klasifikasi dari ROM
5. Mendemonstrasikan cara gerakan
 Memperhatikan
ROM aktif dan pasif pada pasien
stroke
 Memperhatikan

3 10 menit Penutup
 Meminta peserta untuk memberikan  Memberikan
pertanyaan atas penjelasan yang tidak pertanyaan
dipahami
 Menjawab pertanyaan yang diajukan  Mendengar
 Memberikan reinforcement positif atas
jawaban yang diberikan peserta  Memperhatikan
 Menyimpulkan dan menutup diskusi
 Mengucapkan salam
 Memperhatikan
 Menjawab salam

I. KRITERIA EVALUASI
1. Evaluasi Struktur
a. Kesiapan SAP dan materi.
b. Kesiapan media : Lembar Balik, leaflet.
c. Peserta hadir di tempat penyuluhan tepat waktu.
d. Penyelenggaraan penyuluhan dilaksanakan di IRNA 2 RSUA
e. Pengorganisasian penyelenggaraan penyuluhan dilakukan sebelumnya.
2. Evaluasi Proses
a. Fase dimulai sesuai dengan waktu yang direncanakan.
b. Peserta antusias terhadap materi penyuluhan.
c. Peserta mengajukan pertanyaan dan menjawab pertanyaan secara benar.
d. Suasana penyuluhan tertib.
e. Tidak ada peserta yang meninggalkan tempat penyuluhan.
f. Jumlah hadir dalam penyuluhan minimal 10 orang peserta.
3. Evaluasi Hasil
Peserta dapat:
a. Pasien dapat menyebutkan pengertian ROM
b. Pasien dapat menyebutkan tujuan dari gerakan ROM
c. Pasien dapat menyebutkan 2 dari 3 manfaat ROM
MATERI PENYULUHAN

LATIHAN GERAKAN ROM AKTIF DAN PASIF PADA PASIEN STROKE

Materi
A. Pengertian ROM
Latihan yang dilakukan untuk mempertahankan atau memperbaiki tingkat
kesempurnaan kemampuan menggerakan persendian secara normal dan lengkap
untuk meningkatkan massa otot dan tonus otot (Potter & Perry, 2005).
B. Tujuan
Latihan ini memberikan manfaat yaitu :
1. Mempertahankan atau meningkatkan kekuatan dan kelenturan otot
2. Memperbaiki tonus otot
3. Meningkatkan pergerakan sendi
4. Memperbaiki toleransi otot untuk latihan
5. Meningkatkan massa otot
6. Mengurangi kelemahan
7. Mencegah kontraktur dan kekakuan pada persendian

C. Indikasi dilakukan ROM


1. Stoke atau penurunan kesadaran
2. Kelemahan otot
3. Fase rehabilitasi fisik
4. Klien dengan tirah baring lama

D. Kontra indikasi
1. Kelainan sendi atau tulang
2. Nyeri hebat
3. Sendi kaku atau tidak dapat bergerak
4. Trauma baru yang kemungkinan ada fraktur yang tersembunyi
E. Prinsip gerakan ROM
1. Harus diulang pada tiap gerakan sebanyak 8 kali dan di lakukan sehari minimal
2 kali
2. ROM harus dilakukan perlahan dan hati-hati
3. Bagian – bagian tubuh yang dapat digerakkan meliputi persendian seperti leher,
jari, lengan , siku, tumit, kaki, dan pergelangan kaki
4. ROM dapat dilakukan pada semua bagian persendian atau hanya pada bagian-
bagian yang dicurigai mengalami proses penyakit
F. Klasifikasi ROM
1. Gerakan ROM Pasif
Latihan ROM yang dilakukan dengan bantuan perawat setiap gerakan.
Indikasinya adalah pasien semi koma dan tidak sadar, pasien usia lanjut dengan
mobilisasi terbatas, pasien tirah baring total, atau pasien dengan paralisis.
Gerakan yang dapat dilakukan meliputi
 Fleksi  Gerakan menekuk persendian
 Ekstensi  yaitu gerakan meluruskan persendian
 Abduksi  gerakan satu anggota tubuh ke arah mendekati aksis tubuh
 Adduksi  gerakan satu anggota tubuh ke arah menjauhi aksis tubuh
 Rotasi  gerakan memuatar melingkari aksis tubuh
 Pronasi  gerakan memutar ke bawah
 Supinasi  gerakan memutar ke atas
 Inversi  gerakan ke dalam
 Eversi  gerakan ke luar
2. Gerakan ROM Aktif
Latihan ROM yang dilakukan sendiri oleh pasien tanpa bantuan perawat dari
setiap gerakan yang dilakukannya. Indikasinya adalah pasien yang dirawat dan
mampu untuk ROM sendiri dan Kooperatif.
G. Gerakan ROM Pasif dan Aktif
Latihan Pasif Anggota Gerak Atas
a. Fleksi dan ekstensi pergelangan tangan

b. Fleksi dan Ekstensi Siku

c. Pronasi dan Supinasi Lengan Bawah

d. Fleksi dan Ekstensi Bahu


e. Abduksi dan Adduksi Bahu

f. Rotasi bahu

Latihan Pasif Anggota Gerak Bawah


a. Fleksi dan Ekstensi Jari-jari kaki

b. Inversi dan Eversi Kaki


c. Fleksi dan ekstensi Lutut

d. Rotasi Pangkal Paha

e. Abduksi dan Adduksi Pangkal Paha


Latihan ROM Aktif
a. R O M a k t i f l e h e r b. R O M a k t i f b a h u

c. R O M a k t i f s i k u d. L a t i h a n p e r g e l a n g a n t a n g a n

e. L a t i h a n j a r i - j a r i t a n g a n
Daftar Pustaka
Perry, Peterson dan Potter. 2005. Buku Saku Keterampilan dan Prosedur Dasar ; Alih
bahasa, Didah Rosidah, Monica Ester ; Editor bahasa Indonesia, Monica Ester
– Edisi 5. Jakarta, EGC

Meltzer, Suzanne C &Bare,Brenda G. 2001. Buku Ajar Keperawatan Medikal Bedah


Brunner & Suddarth.Alih bahasa, Agung Waluyo,dkk.Editor edisi bahasa
Indonesia, Monica Ester.Ed.8 Vol. 3. Jakarta : EGC.
Surratun dkk. 2008. Seri Asuhan Keperawatan Klien Gangguan Sistem
Muskuloskeletal. Jakarta : EGC
kali dan di lakukan sehari minimal 2 kali b. Fleksi dan Ekstensi Siku
LATIHAN GERAKAN ROM AKTIF
2. ROM harus dilakukan perlahan dan hati-hati
DAN PASIF PADA PASIEN STROKE
3. Bagian – bagian tubuh yang dapat
digerakkan meliputi persendian seperti leher,
Pengertian ROM
jari, lengan , siku, tumit, kaki, dan
pergelangan kaki
Latihan yang dilakukan untuk
4. ROM dapat dilakukan pada semua bagian c. Pronasi dan Supinasi Lengan Bawah
mempertahankan atau memperbaiki
persendian atau hanya pada bagian-bagian
tingkat kesempurnaan kemampuan
yang dicurigai mengalami proses penyakit
menggerakan persendian secara normal
dan lengkap untuk meningkatkan massa
KONTRA INDIKASI
Dengan Tujuan :
a. Mempertahankan atau meningkatkan 1. Kelainan sendi atau tulang
kekuatan dan kelenturan otot 2. Nyeri hebat d. Fleksi dan Ekstensi Bahu
b. Memperbaiki tonus otot 3. Sendi kaku atau tidak dapat bergerak

c. Meningkatkan pergerakan sendi 4. Trauma baru yang kemungkinan ada


fraktur yang tersembunyi
d. Memperbaiki toleransi otot untuk
latihan
e. Meningkatkan massa otot Latihan Pasif Anggota Gerak Atas
f. Mengurangi kelemahan a. Fleksi dan ekstensi pergelangan tangan e. Abduksi dan Adduksi Bahu
g. Mencegah kontraktur dan kekakuan
pada persendian

Prinsip Gerakan ROM :


1. Harus diulang pada tiap gerakan sebanyak 8
f. Rotasi bahu
d. Rotasi Pangkal Paha

PENDIDIKAN KESEHATAN RUMAH


SAKIT (PKRS)

“LATIHAN GERAKAN ROM AKTIF DAN


Latihan Pasif Anggota Gerak Bawah
PASIF PADA PASIEN STROKE”
a. Fleksi dan Ekstensi Jari-jari kaki
e. Abduksi dan Adduksi Pangkal Paha

b. Inversi dan Eversi Kaki

Stase Keperawatan Medikal Bedah


Kelompok 12

Program Pendidikan Profesi Ners


Fakultas Keperawatan Universitas
c. Fleksi dan ekstensi Lutut
Airlangga
2018