Anda di halaman 1dari 8

MAKALAH

OBAT KANKER DARI LIMBAH KULIT MANGGIS

Disusun Oleh :
Ida Fatmi

SEKOLAH MENENGAH ATAS (SMA)


NEGERI 1 SEMAKA
KAB. TANGGAMUS PROVINSI LAMPUNG
TAHUN PELAJARAN 2014/2015
BAB 1
PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG
Salah satu harta terbesar dan terpenting bagi setiap manusia adalah kesehatan.
Dengan badan yang sehat kita dapat melakukan segala aktivitas kita, seperti bekerja,
belajar, dan segala aktivitas lainnya. Sebenarnya untuk mendapatkan sebuah kesehatan
itu sangat mudah, tetapi untuk menjaganya itulah hal yang teramat sulit. Kita sering
menghiraukan hal-hal kecil yang sebenarnya itu dapat mempengaruhi kesehatan kita.
Saat ini masalah terbesar yang sedang dihadapi oleh negara Indonesia dalam
bidang kesehatan adalah mengurangi tingkat penderita penyakit kanker. Seperti yang
kita tahu, semakin hari semakin lama penderita penyakit mematikan ini terus bertambah
banyak. Namun, meningkatnya penderita penyakit mematikan ini sangat berbanding
terbalik dengan tingkat penyembuhan penyakit tersebut. Di samping biaya
penyembuhannya yang sangat mahal, sarana dan prasarana yang dimiliki oleh negara
ini pun belum cukup lengkap.
Untuk membantu mengurangi penderita penyakit mematikan tersebut, maka
dibuatlah trobosan baru dengan memanfaatkan limbah kulit manggis. Sebenarnya kulit
manggis ini mempunyai banyak manfaat. Diantaranya dapat digunakan dalam bidang
industri, yakni untuk bahan pewarna tekstil. Selain itu kulit manggis ini sangat berperan
dalam bidang kesehatan, diantaranya adalah sebagai obat penurun kolesterol dan yang
sangat berperan kulit manggis ini dapat digunakan untuk obat kanker. Selain harganya
yang sangat terjangkau, obat kanker dari limbah kulit manggis ini sangat aman
dikonsumsi dalam jangka panjang, karena terbuat dari bahan alami dan tidak
menimbulkan efek samping. Dengan adanya trobosan baru ini dapat membantu
mengurangi tingkat penderita penyakit kanker tersebut, khususnya bagi kalangan yang
ekonominya menengah kebawah.

B. PERUMUSAN MASALAH
Dilihat dari latar belakang yang sudah dijelaskan diatas, maka dapatlah
dirumuskan permasalahan sebagai berikut :
1. Pengobatan alternatif apakah yang dapat digunakan untuk membantu mengurangi
tingkat penderita penyakit kanker di Indonesia ?
2. Bagaimana cara pemanfaatan limbah kulit manggis sebagai obat kanker ?

C. TUJUAN
1. Bagi Siswa
Untuk menambah pengetahuan tentang pemanfaatan limbah kulit manggis sebagai
obat kanker. Dan sebagai tugas untuk memenuhi mata pelajaran TIK.

2. Bagi Masyarakat
Memberikan kesadaran akan banyaknya manfaat yang ada dalam limbah kulit
manggis sehingga perlu diberikan pengetahuan baru berhubungan dengan hal tersebut.
BAB 2
PEMBAHASAN

A. Kandungan yang terkandung pada kulit manggis


Kulit buah manggis dikategorikan sebagai limbah. kulit buah manggis mengandung :
 air 62,05%
 abu 1,01%
 lemak 0,63%
 protein 0,71%
 total gula 1,17%
 karbohidrat 35,61%.

Berbagai hasil penelitian menunjukkan kulit buah manggis kaya akan antioksidan,
terutama antosianin, xanthone, tanin, dan asam fenolat. Radikal bebas (atom atau
kelompok atom yang dalam keadaan bebas alias tidak terikat dengan gugus lain) dapat
menangkap molekul hydrogen, asam lemak, logam berat yang pada akhirnya memicu
beragamnya penyakit degeneratif.

Xanthone

Antioksidan yang unik dengan kadar tinggi pada kulit buah manggis adalah senyawa
xanthone. Turunan senyawa xanthone yang sudah diidentifikasi ada 14 jenis, dan
senyawa yang paling banyak pada kulit buah manggis adalah alfa-mangostin.

Berbagai penelitian menunjukkan, senyawa xanthone memiliki sifat sebagai


antidiabetes, antikanker, anti peradangan, hepatoprotektif, meningkatkan kekebalan
tubuh, aromatase inhibitor, antibakteri, antifungi, antiplasmodial, dan aktivitas
sitotoksik. Senyawa alfa-mangostin sebagai turunan xanthone memiliki kemampuan
dalam menekan pembentukan senyawa karsinogen pada kolon.

Xanthone juga bermanfaat mencegah pertumbuhan sel kanker dan tumor. Kemampuan
antioksidannya bahkan melebihi vitamin C dan E yang selama ini dikenal sebagai
antioksidan yang paling efektif. Kandungan alpha-mangostin dan gamma-maostin pada
buah manggis juga bersifat sebagai antibakteri. Alpha-magodtin juga diketahui
mempunyai efektivitas yang sama baiknya dengan antibiotika yang berada di pasaran
seperti amphicillin dan minocycline.

Penelitian xanthone telah dimulai sejak tahun 1970 dan hingga kini telah ditemukan
lebih dari 40 jenis xanthone, di antaranya adalah alpha-mangostin dan gamma
mangostin yang dipercaya memiliki kemampuan mencegah berbagai penyakit. Kedua
jenis xanthone tersebut dapat membantu menghentikan inflamasi (radang) dengan cara
menghambat produksi enzim COX-2 yang menyebabkan inflamasi.
Penelitian lain menunjukkan bahwa gamma-mangostin mempunyai efek anti radang
lebih baik daripada obat antiinflamasi lain yang dijual di pasaran. Xanthone jenis ini
dapat menghindarkan berbagai penyakit yang disebabkan peradangan, seperti artritis
dan alzheimer (merupakan salah satu penyakit disfungsi otak).

Antosianin
Antosianin adalah kelompok pigmen yang berwarna merah sampai biru yang terdapat
pada tanaman. Pigmen ini banyak ditemukan pada buah-buahan, sayuran, dan bunga
seperti anggur, stroberi, rasberi, ceri, apel, bunga mawar, dan bunga sepatu. Pigmen
antosianin tergolong ke dalam turunan benzopiran.

Seluruh senyawa antosianin merupakan turunan dari kation flavium. Dua puluh jenis
senyawa antosianin telah ditemukan, tetapi hanya enam yang berperan penting dalam
bahan pangan, yaitu pelargonidin, sianidin, delfinidin, peonidin, petunidin, dan
malvidin. Senyawa-senyawa lainnya sangat jarang ditemukan. Senyawa antosianin
memiliki kemampuan sebagai antioksidan dan berperan cukup penting dalam mencegah
penyakit neuronal, kardiovaskuler, kanker, dan diabetes.

Tanin
Tanin mempunyai rasa sepat dan dapat digunakan dalam menyamak kulit. Tanin terdiri
atas berbagai asam fenolat. Beberapa senyawa tanin mempunyai aktivitas antioksidan,
menghambat pertumbuhan tumor, dan menghambat enzim seperti reverse transkriptase
dan DNA topoisomerase, antidiare, hemostatik, dan antihemoroid.

Selain menyebabkan rasa pahit dan sepat, tanin mampu membentuk kompleks kuat
dengan protein sehingga menghambat proses absorpsi protein dalam pencernaan, atau
bersifat antinutrisi. Karena itu, kadar tanin dalam produk pangan perlu dikurangi
sampai kadar aman dan baik untuk pencernaan.

B. Hasiat dan manfaat pada kulit manggis

Hasiat pada kulit manggis :


Anti mikroba
Kulit buah manggis diketahui mempunyai daya antimikroba terhadap beberapa jenis
bakteri, salah satunya Staphylococcus aureus yang resisten terhadap antibiotik metisilin.
Hasilnya menunjukkan bahwa satu isolate aktif alfamangostin yang merupakan salah satu
derivat xanton, menghambat pertumbuhan bakteri tersebut dengan MIC sebesar 1,57-12,5
µg/mL.

Anti inflamasi
Penelitian antiinflamasi dari kulit manggis dilakukan dengan menggunakan mangostin dari
ekstrak etanol 40 persen mempunyai aktivitas penghambatan yang kuat terhadap
pelepasan histamin dan sinteisis prostaglandin E2 sebagai mediator inflamasi. Ekstrak
etanol kulit buah manggis mempunyai efek meredam radikal bebas yang kuat.

Anti kanker
Selain sebagai anti antioksidan, khasiat xanthone juga sebagai anti kanker. Ekstrak kulit
manggis bersifat antiproliferasi untuk menghambat pertumbuhan sel kanker, selain itu
ekstrak kulit manggis juga bersifat apoptosis, penghancur sel kanker.

Lain-lain
Xanthone dalam kulit manggis juga ampuh mengatasi penyakit Tuberculosis (TBC),
asma, leukimia serta sebagai antiinflamasi dan antidiare. Selain antikanker dan
antioksidan, xanthone juga mujarab untuk mengatasi jantung koroner dan
meningkatkan daya tahan tubuh terutama bagi pengidap HIV/AIDS.
Hasil penelitian menunjukkan ekstrak kulit manggis mempunyai aktifitas melawan sel
kanker payudara, lever dan leukimia. Juga bisa digunakan sebagai antiihistamin,
antiinflamasi, menekan sistem saraf pusat, dan penurunan tekanan darah tinggi.

Manfaat pada kulit manggis :

Hasil penelitian terbaru di Jepang menunjukkan, ekstrak kulit buah manggis yang
mengandung lebih dari 90% xanthone (campuran alfa-mangostin 80-90% dan gama-
mangostin 5-10%) mampu berperan dalam mengobati kanker dan direkomendasikan
sebagai pendamping dalam pengobatan kanker (cancer therapeutic).
Pemanfaatan manggis, terutama kulit buah manggis untuk konsumsi (produk pangan
atau pengobatan) harus dilakukan secara hati-hati. kulit buah manggis mengandung
kadar resin, tanin, serat kasar, dan komponen lainnya yang tidak dapat dicerna tubuh
pada kadar tinggi. Beberapa kasus dapat muncul akibat mengonsumsi kulit buah
manggis dalam bentuk tepung tanpa perlakuan yang baik, seperti gangguan pada ginjal
dan usus serta beberapa organ tubuh lainnya.

Mengobati disentri
Untuk mengobati disentri, kulit dua buah manggis dicuci, dipotong-potong dan direbus
dengan empat gelas air sampai volumenya tinggal setengahnya. Hasil rebusan yang telah
dingin dan disaring dapat ditambahkan madu. Diminum dua kali sehari.

Mengobati diare
Untuk mengobati disentri, kulit dua buah manggis dicuci, dipotong - potong dan direbus
dengan tiga gelas air sampai volumenya tinggal setengahnya. Hasil rebusan yang telah
dingin dan disaring dapat ditambahkan madu. Diminum dua kali sehari.

Mengobati sariawan
Sementara untuk mengobati sariawan, air rebusan yang telah dingin dan disaring cukup
digunakan untuk berkumur, dapat dilakukan tiga sampai enam kali sehari.
C. Cara pengolahan
Bahan :
 Satu buah manggis
 Madu
Gula rendah kalori atau gula aren
Satu gelas air matang

Cara pembuatan :
 Siapkan 1 buah manggis yang bagus, sudah matang, dengan ukuran sedang sampai
besar.
 Pilih yang kulitnya paling bersih, dan bebas dari getah2 kuning khas manggis.
 Buanglah kelopak manggis (yang berwarna hijau) yang berada di pangkal buah manggis
tempat batang manggis tsb.
 Cuci bersih buah manggis tsb, utk menghilangkan kotoran dan noda2 yang yg
menempel pada kulit manggis.
 Buang kulit luar manggis yang keras itu.
 Kupas tipis kulit luarnya karena pada kulit luar terdapat zat lilin (kulit luar akan
menutupi dinding perut atau menghalangi penyerapan )
 Ini yang menyebabkan sembelit bahkan bisa terjadi diare berkepanjangan.
 Siapkan blender, atau alat pembuat jus.
 Bukalah manggis dengan tangan sehingga pecah merekah.
 Masukkan semua bahan dan mulai dihaluskan dengan blender.
 Siap disajikan.

Dosis :
3 x sehari, @3-4 sendok makan (30cc) Pagi setelah bangun tidur: Siang dan malam
sebelum tidur
Apabila anda mempunyai gejala mag sebaiknya dikonsumsi setelah makan.
dan perbanyak minum air putih (memperlancar penyerapan dan berfungsi untuk
memperlancar sistem sekresi racun dalam tubuh).
Catatan :
- Jus ini rasanya tidak enak. Untuk merubah rasanya agar lebih enak, silahkan
berimprovisasi dengan menambahkan 1 sendok teh cuka rosella, atau cuka apel, atau
setengah buah apel, atau 8 buah buah anggur, atau perasan jeruk lemon dll.
- Permukaan atas jus ini akan menghitam jika terkena udara, ini tidak ada masalah,
tidak perlu dibuang lapisan yang menghitam ini.
- Tidak disarankan untuk dikonsumsi dalam keadaan perut kosong.
- Pada awal pemakaian, perut terasa tidak enak. Maka tidak usah kuatir. Ini biasa, sebab
ada reaksi tindak balas utk pertama kali dari tubuh terhadap kandungan zat dalam jus
ini.
BAB 3
PENUTUP

A. Kesimpulan
Jadi, kulit manggis yang sering disebut-sebut sebagai limbah ini ternyata mempunyai
sejuta manfaat yang sangat berperan bagi kehidupan manusia. Misalnya, sebagai obat-
obatan, terutama untuk obat kanker. Untuk menjadikan kulit manggis ini menjadi
sebuah obat yang sangat bermanfaat dapat diolah dengan cara dihaluskan atau diblender
seperti yang sudah dijelaskan pada bab 3.

B. Saran
Semoga dengan dibuatnya makalah ini dapat menambah pengetahuan kita akan
berbagai manfaat dan khasiat yang ada pada kulit manggis. Serta agar lebih
ditingkatkan dan dikembangkan lagi dalam hal pemanfaatan kulit manggis menjadi
sesuatu yang sangat berguna, salah satunya sebagai obat kanker.
DAFTAR PUSTAKA

http://www.smallcrab.com/kesehatan/857-berbagai-khasiat-kulit-buah-manggis

http://hary-proclaro.blogspot.com/2012/07/resep-cara-mengolah-kulit-manggis.html