Anda di halaman 1dari 8

KARYA ILMIAH

PENGARUH BERALIHNYA BERTANI PADI


MENJADI BERKEBUN PEPAYA

DISUSUN OLEH :
1. SAIPUL ANWAR
2. JUWITA INDAH SARI
3. MARLINA
4. RITA YUHANA
5. PAMBUDI ARYANTO
6. MUSRONI

SMA NEGERI 1 SEMAKA


Jalan Alim Ulama No. 1 Karangrejo Semaka Tanggamus Lampung
Tahun Pelajaran 2015/2016
DAFTAR ISI

BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
B. Rumusan Masalah
C. Tujuan Penelitian
D. Manfaat Penelitian

BAB II LANDASAN TEORI


BAB III METODE PENELITIAN
a. Tempat dan Waktu Penelitian
b. Subjek Penelitian
c. Prosedur Penelitian
d. Instrument Penelitian

BAB IV HASIL PENELITIAN


BAB V PENUTUP
a. Kesimipulan
b. Saran

DAFTAR PUSTAKA
BAB I
PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG MASALAH


Potensi pengembangan buah-buahan di Indonesia, khususnya buah-buahan
tropika sangat tinggi. Papaya merupakan salah satu contojh komoditas buah yang
mendapatkan prioritas untuk di kembangkan.
Beberapa tahun terakhir ini, desa-desa di Kecamatan Semaka banyak yang
membudidayakan buah papaya. Selain mudah perawatan, buah ini dapat tumbuh di
berbagai tempat mulai dari dataran rendah hingga pengunungan. Oleh karena itu,
banyak warga dan para petani yang membuka lahan untuk membudidayakan buah
yang satu ini. Mulai dari penebangan kebun, hingga beralih dari bertani padi menjadi
berkebun papaya.
Berdasarkan hal tersebut, peneliti mencoba mencari tahu apa yang menyebabkan
banyak orang mengganti tanaman di kebun dan pekarangan mereka dengan tanaman
papaya dan sawah yang tadinya ditanami padi, sekarang ada beberapa yang ditanami
papaya. Apakah ada perbedaan keuntungan dari hal tersebut ?

B. RUMUSAN MASALAH
Berdasarkan latar belakang diatas dapat dirumuskan permasalahan sebaga
berikut :
1. Apa alasan beralihnya bertani padi menjadi berkebun papaya?
2. Apakah ada keuntungan beralihnya bertani padi menjadi berkebun papaya?

C. TUJUAN
Sesuai denan permasalahan diatas, tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini
adalah :
1. Menfcari tahu alasan masyarakat beralih dari bertani padi menjadi berkebun
papaya.
2. Mencari tahu keuntungan beralihnya bertani padi menjadi berkebun papaya.

D. MANFAAT PENELITIAN
Peneilitian ini memiliki manfaat sebagai berikut :
1. Bagi petani, penelitian ini dapat digunakan sebagai tambahan pengetahuan.
2. Bagi tenaga penyuluh, penelitian ini dapat menjadi bahan dalam memberikan
penyuluhan kepada para petani papaya.
3. Bagi peneliti, penelitian ini dapat dijadikan bahan untuk mencari tahu mengapa
banyak masyarakat yang beralih bertani padi menjadi berkebun papaya.
BAB II
LANDASAN TEORI

A. BUAH PEPAYA
Papaya merupakan tanaman buah berupa herba family caricaceae yang berasal
dari Amerika Tengah dan Hindia Barat bahkan kawasan sekitar Mexiko dan Costa
Rika. Tanaman Pepaya banyak ditanam orang, baik di daerah tropis maupun sub
tropis. Di daerah-daerah basah dan kering atau di daerah-daerah dataran dan
pengunungan.
Indonesia merupakan Negara ke 4 penghasil buah papaya terbesar di dunia
setelah brasil, mexico dan india. Sedangkan di Indonesia sendiri sentra-sentra buah
papaya ada d Sukabumi (Jawa Barat) Malang ( Jawa Timur), Boyolali (Jawa Tengah ),
Sleman ( Yogyakarta ), Lampung Tengah, Toraja dan Manado.
Selain mudah dibudidayakan, yaitu dapat diperbanyak dengan biji, buah papaya
memiliki banyak manfaatnya, diantaranya :
1. Produk Kecantikan
2. Anti kanker, melancarkan proses BAB, mencegah peningkatan Kadar Gula pada
tubuh dan masih banyak lagi.

B. TANAMAN PADI
Padi diduga berasal dari india atau indocina dan masuk ke Indonesia dibawa
oleh nenek moyang yang berimingrasi dari daratan asia sekitar 1.500 SM.
Indonesia merupakan Negara ke 3 produsen beras terbesar di dunia setalah cina
dan india. Indonesia memang menjadi salah satu produsen beras terbesar di dunia,
namun tidak jarang Indonesia mengimport beras dari luar negeri karena banyaknya
penduduk Indonesia. Sementara itu, sentra sentra tanaman padi di Indonesia ada di
Jawa Timur, jawa Tengah, Jawa Barat, Sulawesi Selatan, Nusa Tenggara Baratm DKI
Banten, Lampung, Sumatra Selatan, DIY dan Aceh.
Klasifikasi tanaman padi adalah sebagai berikut :
Devisi : Magnoliophyta ; ordo ; poales : family ; poaceace ; genus ; oryza ; dan
spesiesnya oryza sativa.
BAB III
METODE PENELITIAN

A. TEMPAT DAN WAKTU PENELITIAN


Penelitian dilaksanakan di Desa Sidodadi Kecamatan Semaka pada tanggal 25 Maret
2016.

B. SUBJEK PENELITIAN
Subjek penelitian adalah beberapa petani di Desa Sidodadi.

C. PROSEDUR PENELITIAN
Prosedur penelitian, kami beberapa langsung menanyakan beberapa hal berikut :
a. Mengapa beralih bertani padi menjadi berkebun papaya?
b. Apakah ada perbedaan keuntungan dari hal tersebut?
c. Bila ada keuntungannya, sebutkan kentungan-keuntungan !

D. INSTRUMEN PENELITIAN
Menanyakan secara langsung kepada petani.
BAB IV
HASIL PENELITIAN

A. Alasan Beralihnya dari Bertani Padi Menjadi Berkebun Pepaya


Berdasarkan penelitian yang kami lakukan, banyak petani yang berpendapat
bahwa menanam papaya jauh lebih mudah daripada menanam padi, selain itu
perawatannya juga mudah. Selain dua alasan di atas, ada juga yang mengatakan bahwa
keuntungan yang didapatkan sangat besar.

B. Keuntungan Beralihnya Dari Bertani Padi Menjadi Berkebun Pepaya


Salah seorang petani dari Desa Sidodadi, Bapak Wasis mengatakan bahwa
keuntungannya sangat besar. Beliau mengganti 13 Petak sawah padi menjadi kebn
Pepaya. Biasanya beliau menanam padi dengan rincian sebagai berikut :
a. Satu tahun dapat 2 kali panen, dengan 13 petak sawah menghasilkan 2,5 ton /
panen dan 5 ton padi / tahun. Harga gabah sekitar Rp. 4.500.000,- sehingga hasil
panennya adalah sekitar Rp. 22.500.000,-
b. Biaya perawatan dan pupuk sekitar Rp. 2.500.000,- sehingga keuntungan yang
diperoleh dalam 1 tahun dengan 13 petak sawah adalah sekitar Rp. 20.000.000,-
Kemudian bila dbandingkan dengan berkebun papaya dengan rincian sebagai berikut :
a. Dari menanam hingga panen waktu yang dibutuhkan adalah 7 bulan, sehngga 1
tahun dapat 20 kali panen (5 bulan) karena papaya dapat dipanen 1 minggu sekali.
Dalam 1 minggu beliau dapat memanen 2,5 ton papaya dengan harga Rp. 3.000,-
/Kg. sehingga dari masa tanam hingga panen (1 Tahun) hasilnya adalah sekitar
Rp. 144.000.000,-
b. 13 petak sawah dapat ditanami sekitar 1.150 batang dengan harga sekitar Rp.
25.300.000,- dan biaya perawatan sekitar Rp. 5.000.000,- sehingga totalnya adalah
Rp. 30.300.000,- dengan demikian keuntungannya adalah sekitar Rp.
113.700.000,- / tahun.
BAB V
PENUTUP

A. KESIMPULAN
Berdasarkan pemasalahan dan hasil penelitian di atas, dapat disimpulkan sebagai
berikut :
1. Alasan petani beralih dari bertani padi menjadi berkebun papaya diantaranya :
a. Menanam papaya jauh lebih mudah dari pada menanam padi
b. Perawatannya mudah
c. Keuntungannya juga besar
2. Keuntungan yang diraih adalah sekitar Rp. 113.700.000,- sedangkan menanam
padi sekitar Rp. 20.000.000,-

B. SARAN
1. Para petani dapat memanfaatkan penelitian ini untuk menambah pengetahuan dan
siapa tahu bisa ikut berkebun papaya.
DAFTAR PUSTAKA

Http://id.Wikipedia.Org/Wiki/Padi
http://www.gardenmatrial.com/2012/11/pepaya-carica-pepaya-merupakan-tumbuhan.html
http://www.selkid.com/2013/10/pepaya