Anda di halaman 1dari 23

USULAN PROGRAM

KKN-PPM

PENGGUNAAN PAKAN LENGKAP BERDASARKAN PROTEIN KASAR (PK)


DAN TOTAL DIGESTIBLE NUTRIENT (TDN) SERTA PROBIOTIK ASAL
LIMBAH PERTANIAN MELALUI KONSORSIUM BAKTERI
LIGNOCHLORITIK UNTUK PROGRAM PENGGEMUKKAN SAPI POTONG
PERSILANGAN AUSTRALIA DI DESA PAJARAN KECAMATAN
PONCOKUSUMO KABUPATEN MALANG

Oleh :

Dr. Ir. Sutawi MP (0004066402)


Ir. Tedjo Budiwijono MP. (0712076101)

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG


2017
HALAMAN PENGESAHAN PROGRAM KKN-PPM
____________________________________________________________________

1. Judul KKN-PPM : Penggunaan pakan lengkap berdasarkan protein kasar (PK) dan
2. Total Digestible Nutrient (TDN) serta probiotik asal limbah
pertanian melalui konsorsium bakteri lignochloritik untuk program
penggemukan sapi potong persilangan Australia di Desa
Pajaran Kecamatan Poncokusumo Kabupaten Malang.
2 Lokasi (Kec/Kab/Prop) : Kecamatan Poncokusumo Kabupaten Malang , Jawa
Timur.
3 Ketua Tim (Penanggung Jawab)

a. Nama : Dr. Ir. Sutawi, MP


b. NIDN : 0022046501
c. Jabatan/Golongan : Lektor Kepala/
d. Program Studi : Peternakan
e. Bidang Keahlian : Ekonomi Peternakan
f. Alamat Kantor/Telp/Faks/Surel : Jln Raya Tlogomas 246
Malang/08125241751/0341460782/amirsyarifudin@ umm.ac.id
3. Anggota Tim Pengusul

a. Jumlah Anggota (DPL) : Dosen 2 (dua) orang,


b. Nama DPL I/Bidang Keahlian : Ir. Tedjo Budiwijon, MP/Pengolahan limbah.
c. Nama DPLII/Bidang Keahlian : Ir.Ahmad Yani, MP./Produksi Ternak
d. Mahasiswa yang terlibat : 30 orang
4. Lembaga /Institusi Mitra

a. Nama Lembaga : Kelompok Ternak Brahman Unggul


b. Penanggung Jawab : Surahmad
c. Alamat/Telp/Fax/Surel : Rt 2 Rw 5 Pajaran/085105117125
d. Bidang kerja/Usaha : Pertanian organik/penyedia hijauan pakan sapi.
5. Biaya yang diusulkan : Rp 100.000.000,-

Dana mitra : Rp 5.000.000,-


Total Biaya : Rp 105.000.000,-
6. Periode Pelaksanaan : 1 (satu) bulan

Mengetahui Malang, 12 Mei 2016


Direktur DPPM Ketua Tim Pengusul

Prof. Dr. Ir.Sujono, Mkes. Dr, Ir Sutawi, MP.


NIP196410081990021001 NIP. 196504221990031001
BAB 1. PENDAHULUAN

Indonesia dengan jumlah penduduk 250 juta jiwa merupakan pasar yang besar untuk
mencukupi kebutuhan daging dengan konsumsi rata-rata 1,87 kg /kapita/tahun.
Ketergantungan Indonesia terhadap sapi maupun daging impor dari negara lain masih
sangat besar. Indonesia merupakan pangsa dsaging sapi terbesar di Asia Tenggara.
Menurut Dirjen Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan, Oke Nurwan
menjelaskan persetujuan daging impor sejak September 2016 sampai Januari 2017 adalah
348.170 ekor dan sudah direalisasikan 117.900 ekor atau 37,47%. Impor daging sapi
sebanyak 140.000 ton sudah direalisasikan 17.700 ton. Impor daging kerbau juga sudah
dilakukan oleh Badan Usaha Logistik dan disetujui sebanyak 70.000 ton dan sudah
direalisasikan 26.656 ton per tanggal 29 Desember 2016 telah terdistribusi ke pasar
sebanyak 10.10.316 ton. (Liputan 6. Com, 2017).
Impor yang dilakukan pemerintah bertujuan untuk memenuhi kekurangan daging
dalam negeri yang mencapai 230.000 ton per tahun dan menurunkan harga daging sapi
yang mencapai Rp 125.000 per kg daging sapi. Pemerintah menginginkan harga daging
sapi berkisar Rp 80.000 per kg. Daging kerbau yang diimpor pemerintah sejumlah
90.000 ton telah dijual seharga Rp 65.000 per kg. Pemerintah juga akan mendatangkan
sapi bakalan dari Meksiko sebanyak 400.000 ekor sapi bakalan pada tahun 2017 ini
(Bisnis. Liputan 6. Com, 2017).
Menteri pertanian Amran Sulaiman mengungkapkan kebijakan impor tidak dapat
secara langsaung menhyelesaikan persoalan pasokan daging sapi di dalam negeri.
Pemerintah tetap memerlukan kebijakan pangan jangka panjang terutama pada
komodiktas daging sapi.
Ketua Umum DPP IKAPPI (Ikatan Pedagang Pasar Indonesia) menyarankan supaya
pemerintah fokus untuk meningkatkan produktivitas sapi lokal dalam negeri hingga
Indonesia dapat mencapai swasembada daging. Langkah tersebut dapat dilakukan dengan
cara memberdayakan peternak lokal misalkan dengan memberikan subsidi pada peternak
misalkan dalam pengembangan bibit sapi lokal dan managemen pakan.
Pemberdayakan petani dalam mengoptimalkan formulasi dan pemberian pakan perlu
dilakukan secara tepat, cepat dan berkesinambungan. Penggunaan pakan lengkap dengan
kandungan protein kasar antara 13% saampai 15% daqn kandungan energi atau Total
Digestibel Nutrient (TDN) 70% pertambahan berat badan sapi setiap hari dapat
diprediksi dengan tepat dengan kisaran 0,5 Kg, 0,5 Kg atau 0.75 Kg. (Siregar, 2007).
Melalui target tersebut formulasi pakan dapat dihitung secara tepat melalui formulasi dari
bahan limbah pertanian.
Pakan lengkap yang baik adalah pakan yang memiliki kecernaan tinggi agar mudah
diserap oleh ternak. Penambahan feed aditives yang dikembangkan hingga saat ini adalah
probiotik. Probiotik lignochlortitik berpotensi tinggi terhadap pertambahan berat badan
sapi potong, meningkatkan produktivitas mikroba rumen dan aktivitas enzym sweerta
mampu mendegrtadasi lignin hingga pakan berseraqt kasar tinggi dapat dicerna sapi
potong (Prihartini, 2007).
Penambahan Synbiotik yang merupakan bakteri probiotik (lignochloritik) dan
substratnya pada pakan lengkap sapi potong dapat mendegradasi pakan serat kasar tinggi
(lignin) menjadi senyawa sederhana yang mudah dicerna hingga diharapkan dapat
menjadi solusi dalam mengatasi masalah kualitas pakan sapi potong yang rendah
(Sumadi, 2010)
Hasil penelitian dalam penggunaan inokulum bakteri lignochloritik pada proses
fermentasi jerami padi selama 4 hari ternyata dapat meningkatkan kandungan protein
jerami padi sampai 7% , meningkatkan selulosa dan BETN menurunkan lignin 70%
sampai 100% saat fermentasi selama 7 hari (Prihartini, Subarinoto, Chuzaimi, 2007).
Starter bakteri lighnochloritik mempunyai kemampuan mendegradasi lignocelulosa dan
organochlorin (Prihartini, Sukorini, Budiwijono, 2010).
Kelompok ternak sapi Pajaran Makmur Desa Pajaran sebagai mitra dalam program
Hibah KKN-PPM telah berdiri secara efektif dan terlembagakan pada tahun 2005.
Melalui program penggemukan sapi potong di Desa Pajaran kelompok ternak Pajaran
Makmur mendapatkan alat hibah secara bertahap dari Dinas Pertanian Kabupaten Malang
berupa chopper pemotong rumput, satu unit peralatan biogas, hand traktor dan bak
pengangkut.
Kelompok Ternak sapi ajaran Makmur Desa Pajaran sebagai mitra dalam program
Hibah KKN-PPM telah berdiri secara efektif dan terlembagakan pada tahun 2006.
melalui program penggemukkan sapi potong di Desa Pajaran yang dipimpin
oleh Bapak Khrisna ini memperoleh hibah secara bertahap berupa dua unit alat
biogas, satu unit Hand Traktor, satu unit peralatan chopper untuk memotong
rumput, satu unit traktor dengan bak pengangkut.
DPPM-UMM memiliki sumber daya manusia yaitu mahasiswa yang siap
Membantu dan mengamalkan ilmunya demikian juga dengan para ahli produksi
Ternak potong yang dapat dilibatkan dalam program KKN-PPM untuk
menangani masalah yang dihadapi oleh peternak sapi potong untuk
meningkatkan kuantitas maupun kualitas sapi potong yang dihasilkan melalui
program penggemukkan peternak mulai menseleksi bibit sapi unggul, pembuatan
awetan hijauan segar atau kering dari bahan limbah pertanian melalui
proses fermentasi dan pembuatan probiotik berbahan dasar bekatul halus atau polar
dan dapat membuat pakan konsentrat dengan standar protein kasar 14% – 16% dan
TDN 70% untuk meningkatkan pertambahan bobot badan sapi potong
(Kusmartono,
2013).
Pemberian pakan secara benar, dapat meningkatkan pertambahan bobot
badan sapi secara optimal, melakukan pemasaran dengan benar, dapat
menghitung berat badan sapi dengan tingkat kesalahan 5% melalui alat ukur
khusus, melakukan pemasaran, penerapan metode pembukuan dan membuka
akses perbankan untuk peternak yang memerlukan penambahan
modal.
Dampak lain yang diharapkan adalah peningkatan hasil produksi sapi
potong secara organik melalui sistim pertanian terpadu.
Sedangkan profil serta identifikasi permasalahan yang dihadapi oleh Kelompok

Ternak Pajaran Makmur adalah sebagai berikut :

Tabel 1. Profil Kelompok Ternak Pajaran Makmur Desa Pajaran Kecamatan Poncokusumo
Kabupaten Malang dengan aspek potensi dan identifikasi permasalahan yang dihadapi.

No Aspek Potensi Permasalahan


1 Bibit Sapi Dapat melakukan pemilihan pada Seleksi sapi bakalan tidak
sapi bakalan unggul optimal dan berkualitas
rendah
2 Pemilihan pakan hijauan Didapatkan bahan baku pakan Belum didapatkan metode
hijauan dari limbah pertanian milik pemilihan bahan baku
anggota Poktan Pajaran Makmur sesuai standar pakan baik.
3 Pakan konsentrat Bisa didapatkan baku asal limbah Belum dapat memformulasi
pertanian dalam jumlah terbatas pakan konsentrat sesuai
dengan harga yang selalu meningkat. kebutuhan sapi.
4 Pembuatan pakan awetan Dapat membuat silase dan hay Waktu pembuatan lama
segar (silase) dan kering dengan formulasi tepat dan homogen, (15-30 hari) untuk silase
(hay) tidak terjadi pembusukan . dan kurang homogen
5 Fermentasi Dapat melakukan fermentasi dengan Belum ditemukan starter
metode pembalikan dalam waktu 12- mikroba yang dapat
15 hari pada bahan baku pakan fermentasi dalam waktu
berserat kasar tinggi. singkat (5-7 hari).
6 Pembuatan pakan suplemen Hasil penggemukan mengalami Proses pembuatan relatif
(feed aditif) probiotik peningkatan jika menggunakan lama (30 hari anaerob) dan
probiotik organik yang dioptimalkan sering gagal karena aerob.
7 Peningkatan kuantitas hasil Kualitas hasil penggemukan dapat Peningkatan kuantitas
penggemukkan dikategorikan baik, sesuai standar hasil penggemukan perlu
pertambahan berat badan. waktu lama.

8 Peningkatan pangsa pasar Dapat meningkatkan harga jual sapi Belum terbentuk lembaga
dan sektor permodalan Hasil penggemukan keuangan dan pemasaran
secara mandiri..

1.2 Identifikasi Masalah

Permasalahan dalam masyarakat peternak sasaran pada program pengabdian hibah


KKN-PPM ini adalah bagaimana masyarakat peternak dapat mencukupi kebutuhan nutrisi
pada sapi potong yang dipelihara dengan pakan yang berasal dari limbah hijauan pertanian,
pakan tambahan (konsentrat) dan feed aditif probiotik dari limbah pertanian di Desa Pajaran,
untuk sapi potong yang dibudidayakan melalui teknologi organik untuk mempercepat
pertambahan bobot badan hingga meningkatkan ekonomi dan kesejahteraan bagi keluarga
peternak di Desa Pajaran Kecamatan Poncokusumo Kabupaten Malang.

1.3 Tujuan Pelaksanaan Program

Tujuan pelaksanaan program Hibah KKN-PPM ini adalah sebagai berikut

A. Melatih peternak untuk trampil dalam membuat pakan lengkap untuk sapi yang
digemukkan dari limbah pertanian berteknologi organik yang efisien hingga
keluarga peternak mampu membuat pakan berkualitas secara mandiri.

B. Peternak dapat memenuhi kebutuhan pakan lengkap pada sapi yang digemukkan
dengan membuat pakan konsentrat dengan kandungan protein kasar 14% sampai 16%
dan nilai TDN 70%. dan feed aditif probiotik dengan teknologi organik untuk
meningkatkan pertambahan bobot badan sapi secara optimal.
C Peternak berpeluang meningkatkan pendapatan keluarga dengan menjual sapi yang
telah digemukkan secara organik dengan harga yang layak.

1.4 Manfaat Pelaksanaan Program

Peternak mampu dan trampil dalam pembuatan pakan sapi potong yang meliputi pakan
awetan basah (silase) dan awetan kering (hay), feed aditif probiotik organik dan pakan
konsentrat dengan formulasi yang tepat untuk penggemukkan sapi potong yang
dibudidayakan.

BAB 2. TARGET DAN LUARAN

2.1. Target Program KKN-PPM

Capaian produk atau target program KKN-PPM yang


dituju melalui model pendampingan pada Kelompok Ternak Pajaran Makmur Desa
Pajaran Kecamatan Poncokusumo Kabupaten Malang adalah sebagai berikut :
1. Perbaikan sistim budidaya sapi potong menuju produksi optimal yang bernilai
ekonomi tinggi dengan berat badan optimal melalui sistim pakan organik .
2. Dapat membuat pakan awetan basah (silase), pakan awetan kering (hay) terintegrasi
melalui sistim organik terpadu dengan tanaman pangan melalui limbah pertanian.
3. Peternak dapat membuat pakan suplemen (feed aditif) probiotik organik secara
mandiri melalui limbah pertanian.
4. Sapi potong hasil penggemukan, kuantitas dan kualitas daging meningkat hingga
harga jual meningkat sesuai sesuai kesepakatan melalui pendampingan.
5. Peternak mempunyai pengetahuan dan ketrampilan secara terpadu dalam pengelolaan
budidaya sapi potong yang dikelola dengan pakan organik melalui teknologi yang
dikembangkan oleh Fakultas Pertanian dan Peternakan Universitas Muhammadiyah
Malang dengan Kelompok Tani Pajaran Makmur Desa Pajaran Kecamatan
Poncokuusumo Kabupaten Malang.

2.2. Luaran Program KKN-PPM

Luaran yang diharapkan dalam program KKN-PPM bagi peternak yang tergabung pada
Kelompok Tani Pajaran Makmur Desa PajaranKecamatan Poncokuusumo Kabupaten
Malang adalah sebagai berikut :

Produk kegiatan KKN-PPM (dicapai oleh Tim KKN-PPM)


1. Optimalisasi sistem budidaya sapi potong pada Kelompok Tani Pajaran Makmur
Desa Pajaran sehingga program penggemukan sesuai yang direncanakan.
2. Meningkatnya keterampilan petani dalam menyusun formulasi pakan konsentrat
secara organik, pakan awetan basah (silase), awetan kering (hay), pakan suplemen
probiotik dan pakan konsentrat dengan kadar protein kasar 16% dan TDN 70%
berstandar SNI, melalui starter bakteri lignochloritik dalam kemasan Mobilin
produksi Fakultas Pertanian dan Peternakan UMM.
3. Kejadian serangan hama dan penyakit pada sapi potong unggul yang digemukkan
dapat diturunkan hingga tidak lebih dari 3 % dari total sapi potong yang dikelola
peternak anggota Poktan Pajaran Makmur Desa Pajaran karena dilakukan proses
sanitasi kandang secara rutin
4. Proses pembuatan Pakan konsentrat, hijauan awetan, segar, feed aditif probiotik
berstandar organik dapat dilakukan dengan menggunakan bahan baku limbah
pertanian dan tanaman yang tersedia disekeliling lingkungan peternak.
5. Penjualan sapi unggul yang telah digemukkan dapat dilakukan oleh anggota
Poktan Pajaran Makmur Desa Pajaran karena proses penggemukan dapat berlangsung
lebih singkat yaitu 1,5 bulan sampai 2 bulan. Harga jual sayur organik di tingkat
Gapoktan dapat dijual dengan harga dasar 20% lebih tinggi dari padi anorganik dalam
kemasan yang sama.
6. Kegiatan pencatatan dan pembukuan keuangan yang teratur dan
berkesinambungan dapat dilakukan oleh peternak secara mandiri atau kelembagaan
dalam Kelompok Tani Pajaran Makmur
7. Kelomppok Tani Pajaran Makmur dapat menjalin kemitraan dengan pemkab
Malang melalui program intensifikasi peternakan serta lembaga lain untuk
meningkatkan produktivitas sapi potong
8 Program kerja yang telah disusun dapat terlaksana dengan baik sesuai harapan
semua pihak yang terlibat dalam program KKN-PPM terutama mahasiswa peserta
dan petani anggota Kelompok Ternak Pajaran Makmur desa Pajaran.

Tabel 2. Rencana Target Capaian


No Jenis Luaran Indikator
Capaian
1 Publikasi ilmiah di jurnal proseding Ada draf
2 Publikasi media masa (Cetak/eelektronik) Ada draft
3 Peningkatan kualitas dan kuantitas produksi Ada peningkatan
4 Efisiensi biaya aktivitas ekonomi produktif masyarakat Ada draft
5 Perbaikan sistim, managemen produksi, tatakelola Ada produk, ada
pemerintahan desa. penerapan
6 Peningkatan kesehatan/pendidikan/ketentraman masyartakat. Ada draft
7 Peningkatan pendapatan dan partisipasi masyarakat. Ada draft
8 Peningkatan swadana dan swadaya masyarakat Ada draft
9 Hak kekayaan intelektual, paten, paten sederhana, hak cipta, merek Ada draft
dagang, rahasia dagang, desain produk industri, perlindungan varitas
tanaman, perlindungan topografi
10 Jasa,model, rekayasa sosial, sistim produk/barang Ada produk
11 Buku Ajar Ada draft
BAB 3. METODE PELAKSANAAN

1.1 Persiapan dan pembekalan


Mekanisme pelaksanaan kegiatan KKN-PPM optimalisasi penggunaan sarana
produksi pertanian berbasis teknologi organik dalam upaya meningkatkan produksi dan
pendapatan petani melalui Gapoktan Pajaran Makmur Desa Pajaran sebagai pusat
kegiatan dibagi beberapa tahap, sebagai berikut
a,. Melakukan seleksi terhadap mahasiswa peserta KKN-PPM dengan syarat-syarat
sebagai berikut :
- Seluruh mahasiswa di Universitas Muhammadiyah Malang antara lain Fakultas
Pertanian dan Peternakan, Ekonomi, Psikologi, Teknik dan Fakultas Agama Islam.
- Duduk di Semester V ke atas
- Telah menempuh 100 SKS dengan IP ≥ 2.0
- Memiliki minat dan motivasi yang besar terhadap kegiatan di bidang usaha
budidaya tanaman sayur organik pada sistim pertanian organik terpadu .
- Bersedia untuk ikut berperan aktif dalam kegiatan ini.

b. Memberikan pembekalan kepada Mahasiswa peserta Program KKN-PPM tentang


teknik penyusunan program, pendekatan masyarakat, motivasi dan kewirausahaan,
pemilihan bibit sapi potong (bakalan), penyusunan formulasi Pakan konsentrat secara
tepat, pembuatan awetan basah dan kering, feed aditif probiotik melalui konsorsium
bakteri lignochloritik, manajemen pemberian pakan untuk meningkatan pertambahan
berat badan sesuai dengan waktu yang direncanakan, proses pembuatan antibiotik
serta cara aplikasi untuk sanitasi kandang, penanganan pasca panen setelah sapi
digemukkan untuk dipasarkan, pembukuan untuk perhitungan analisa finansial, dan
teknik evaluasi kegiatan serta pembuatan proposal kredit.
c. Mengadakan Pendidikan dan Pelatihan praktis pada anggota Kelompok Tani
Pajaran Makmur Desa Pajaran serta petani desa lain melalui model pendampingan.
d. Menerjunkan peserta KKN-PPM yang telah mengikuti pembekalan sebanyak 3 orang
per kelompok petani untuk melaksanakan kegiatan pendampingan partisipasi
terhadap kegiatan perbaikan manajemen penggemukkan sapi potong, produksi pasca
penggemukan, pemasaran dan pembukuan sederhana dari budidaya sapi potong
dengan sistim pakan dari limbah pertanian organik terpadu..
e Mengadakan kegiatan diskusi yang dilakukan tiap minggu yang dibimbing oleh
Tim DPPM dan DPL dengan melibatkan mahasiswa peserta KKN, kelompok
petani terhadap pelaksanaan kegiatan yang sedang berlangsung untuk diberikan
masukan agar berjalan seperti yang diharapkan. Setelah kegiatan berakhir,
dilakukan valuasi terhadap hasil kegiatan yang telah dilaksanakan yang meliputi
evaluasi terhadap program, evaluasi terhadap peserta KKN-PPM dan peternak
anggota poktan Pajaran Mamur Desa Pajaran. Materi dan Pembekalan
program KKN- PPM yang perlu diberikan kepada mahasiswa peserta , meliputi :
1. Teknik pendekatan pada masyarakat petani.
2. Motivasi dan pengembangan kepribadian
3. Kewirausahaan
4. Identifikasi sapi bakalan.
5. Metode penanaman dengan menggunakan metode awetaan pakan disetiap
Rumah tangga peternak.
6. Membuat zat aditif probiotik organik saapi potong.
7. Pembuatan antibiotik untuk sanitasi kandang. .
8..Optimalisasi managemen pada budidaya penggemukan sapi potong.
9. Persiapan panen pasca penggemukan
10. Pencatatan dan pembukuan sederhana.

3.2. Pelaksanaan Program

DPPM-UMM dalam melaksanakan program KKN-PPM telah membentuk Tim


Pelaksana agar agar program ini berjalan sesuai dengan yang diharapkan. Tim tersebut
direkrut dari Fakultas Pertanian-Peternakan Universitas Muhammadiyah Malang yang
membidangi aspek : nutrisi ternak, produksi ternak ruminansia , Sosial Ekonomi dan
Peternakan. Disamping itu menyediakan 30 orang mahasiswa peserta KKN-PPM dan 2
orang DPL,
3.2.1 Langkah Pelaksanaan Program
Langkah langkah pelaksanaan Program KKN-PPM dengan tema penggunaan sarana
produksi pertanian berbasis teknologi organik untuk meningkatkan pendapatan peternak di
Kabupaten Malang ini adalah sebagai berikut :
a. Seleksi mahasiswa peserta KKN-PPM
Mahasiswa peserta KKN-PPM diutamakan mahasiswa Fakultas Pertanian dan
Peternakan Jurusan Agronomi, Ilmu Teknologi Pangan, Perikanan, Peternakan dan
Sosial Ekonomi Pertanian. Mahasiswa telah menempuh 100 SKS dengan IP ≥ 2.0, telah
mengikuti program pembekalan dan bersedia aktif dalam kegiatan KKN- PPM yang
dinyatakan dalam surat perjanjian bermaterai.
b. . Menentukan kelompok sasaran :
Adapun kelompok sasaran Program KKN-PPM yaitu Kelompok Ternak Pajaran Makmur
Desa Pajaran Kecamatan Poncokusumo Kabupaten Malang sebagai pusat kegiatan
KKN-PPM. .Peserta KKN-PPM dibagi dalam 4 kelompok sesuai dengan jumlah
dusun sasaran program dan setiap kelompok berjumlah 7-8 orang mahasiswa.
Sedangkan di Desa Pajaran digunakan sebagai pusat pembelajaran juga akan ditempati
3 orang dosen pembimbing lapang (DPL).
c. Sosialisasi Program KKN-PPM pada Kelompok Sasaran.
Program KKN-PPM tentang penerapan teknologi probiotik, fermentasi dan pakan
konsentrat melalui bakteri lignochloritik untuk meningkatkan kualitas pakan sapi potong
milik peternak yang dikenalkan pada anggota Kelompok Tani Pajaran Makmur Desa
Pajaran Kecamatan Poncokusumo Kabupaten Malang.
d. Memberikan motivasi dan keterampilan kepada peternak.
Melalui pendidikan dan pelatihan tentang pembuatan sarana produksi dengan pakan
berbasis limbah pertanian organik meliputi pemilihan bahan baku pakan sebelum di
formulasi, membuat pakan tambahan (feed aditif) probiotik, peternak trampil membuat
pakan awetan basah (silase) dan kering (hay) manajemen pemberian pakan dan proses
fermentasi pada bahan baku pakan berserat kasar tinggi melalui pengolahan berbasis bakteri
lignochloritik, managemen pemasaran, managemen pembukuan sederhana untuk analisa
finansial.
e Program Pendampingan Kelompok Sasaran
Pendampingan dalam pelaksanaan program KKN-PPM dilakukan mahasiswa peserta
dan dosen DPL selama 30 hari dimulai dari pemilihan bahan baku pakan, pemilihan sapi
bakalan yang akan digemukkan, pembuatan pupuk organik, bioinsektisida untuk sanitasi
kandang.
f Monitoring dan Evaluasi
Tim pelaksana melakukan monitoring dan evaluasi secara rutin di lokasi KKN- PPM dan
memberikan pola arahan kepada mahasiswa peserta dan dosen DPL untuk keberhasilan
pelaksanaan program yang telah disepakati. Proses ini dibagi menjadi dua tahap yang
meliputi :

- Proses monitoring
Mengawasi kegiatan yang dilakukan oleh mahasiswa peserta program dan petani anggota
Kelompok Ternak Pajaran Makmur yang berpartisipasi secara aktif dalam pelaksanan
teknologi pakan limbah pertanian. Pengamatan da pelatihan dilakukan setiap minggu dengan
model pengamatan, pelaksanaan dan pendampingan langsung di lapang serta diskusi di tiap
anggota peternak di masing-masing dusun yang menjadi sasaran.
- Proses evaluasi, dibagi menjadi dua tahap :
1). Evaluasi terhadap pelakanaan kegiatan yaitu evaluasi terhadap peserta kegiatan KKN-
PPM dalam hal ini mahasiswa dan sasaran kegiatan yaitu peternak anggota Poktan
(Kelompok Ternak) Pajaran Makmur Desa Pajaran yang tersebar di lima dusun yang
menjadi sasaran dalam kegiatan ini dengan memberikan quisioner.
2). Evaluasi terhadap program KKN-PPM untuk menentukan apakah tujuan telah sesuai
Rencana (Rincian evaluasi terlampir)
3.2.2. Metode Pemberdayaan Kelompok Sasaran
Adapun metode yang digunakan dalam melaksanakan pemberdayaan kelompok sasaran
sebagai berikut :
o Metode ceramah
Metode ini dipilih untuk memberikan pengetahuan dasar tentang manajemen budidaya
dan produksi yang efektif dan efisien disertai dengan modul-modul praktis.
o Metode Demonstrasi
Digunakan untuk mendemonstrasikan berbagai kegiatan yang dilakukan dalam
pemilihan bahan baku pakan dan metode fermentasi melalui bakteri lignochloritik,
misalkan saat pembuatan feed aditif probiotik melalui bakteri lignochloritik pada bahan
baku bekatul atau polar yang digunakan dengan rasio 1 liter bakteri untuk 100 kg bahan
bahan baku probiotik. Metode fermentasi pada limbah pertanian yang berserat kasar
tinggi agar mudah dicerna bakteri rumen ternak ruminansia.
o Metode Pendampingan
Metode ini dilaksanakan setelah dua metode di atas telah dilalui dan peserta memahami
materi yang diberikan, maka dilakukan perbaikan managemen budidaya sapi potong
dengan pakan dari limbah pertanian yang diolah menggunakan bakteri lignochloritik.
Pendampingan dilakukan selama 1 bulan oleh mahasiswa peserta KKN –PPM yang
yang telah memperoleh pembekalan terlebih dahulu. Pendampingan ini diharapkan
dapat memperbaiki sikap dan perilaku petani menjadi lebih baik dalam mengelola
usahanya.
3.2.3. Langkah Operasional Mengatasi Permasalahan
Untuk mengatasi permasalahan yang dihadapi peternak yaitu kuantitas dan kualitas
pakan yang semakin menurun serta biaya pakan yang makin mahal diperlukan budidaya sapi
potong dengan teknologi pakan asal limbah pertanian melalui pengolahan dengan konsorsium
bakteri lignochloritik secara organik dengan langkah langkah operasional sebagai berikut :
1. Penyuluhan peran pakan limbah pertanian di bidang peternakan.
Memberikan penyuluhan pada kelompok peternak sasaran untuk berusaha mandiri
dalam penyediaan pakan konsentrat, zat feed aditif probiotik, pakan awetan basah
(silase) dan pakan awetan kering (hay) .
2. Memberikan pengetahuan dan ketrampilan pembuatan pakan sapi potong dari limbah
pertanian. Kelompok peternak sasaran secara intensif diberikan cara pengelolaan
metode penggemukan secara benar melalui teknologi feed aditif probiotik, membuat
pakan konsentrat sesuai dengan kebutuhan protein kasar dan kadar TDN (Total
digestible Nutrient) pada sapi potong yang digemukkan, pakan awetan basah
(silase) dan kering (hay). membuat antibiotik organik untuk program sanitasi
kandang. Aplikasi teknologi konsorsium bakteri lignochloritik untuk proses
pembuatan probiotik dan pakan fermentasi di Kabupaten Malang didapatkan
hasil bahwa pertambahan berat badan sapi dapat mencapai 0,25 kg/hari/ekor sampai
0,50 kg/ekor//hari sesuai rencana program penggemukan selama 30-90 hari
3. Membuat struktur kelembagaan yang kokoh melalui induk organisasi di Kelompok
Ternak Pajaran Makmur dengan melibatkan petugas penyuluh lapang, Dinas
Peternakan Kabupaten Malang terkait optimalisasi peran organisasi dengan
pemasaran dan pembiayaan.
4, Memantapkan kerjasama dengan lembaga pendidikan tinggi yaitu Fakultas
Pertanian dan Peternakan Universitas Muhammadiyah Malang, Untuk proses
pembelajaran pada mahasiswa dan kelompok peternak secara terintegrasi dalam
aplikasi teknologi pakan melalui limbah tanaman pertanian untuk meningkatkan sapi
pertambahan berat badan sapi. Sedangkan untuk dosen, dapat melakukan berbagai
penelitian yang berkaitan dengan teknologi pakan sapi potong.
5 Membuat jalinan kemitraan antara Poktan Pajaran Makmur dengan lembaga
pemasaran untuk mempermudah penjualan sapi potong dengan harga layak.

3.2.4 Volume Jam Kerja Efektif Mahasiswa

Volume pekerjaan mahasiswa dalam bentuk Jam Kerja Efektif Mahasiswa (JKEM) selama
satu bulan kegiatan program KKN-PPM dapat dilihat pada tabel 3 di bawah :
Tabel 3. Volume Pekerjaan Mahasiswa KKN PPM Selama 30 hari/mahasiswa

No Nama Pekerjaan Program Volume Ket.


(JKEM)
1 Dipilih sapi bakalan untuk a.Identifikasi dan pemilihan sapi 50
digemukkan bakalanl.
b.Pengenalan fisik sapi dan 50
identifikasi umur dari gigi.
c.Seleksi sapi bakalan.
75
d.Menyiapkan kandang
75
e.Memandikan sapi .
100
2 Formulasi dan pembuatan a.Identifikasi bahan baku pakan 75
pakan konsentrat. dari limbah pertanian.
b.Identifikasi bahan baku untuk 75
kadar proteiun kasar dan TDN.
c.Formulasi pakan konsentrat. 100
d.Pembuatan pakan konsentrat
asal limbah pertanian.
100
3 Penyediaan bahan baku a.Menyediakan konsorsium 100
limbah pertanian untuk bakteri lignochloritik.
membuat probiotik yaitu b.Menyiapkan polybag berisi 100
katul halus atau polar. katul /polar
4 Membuat feed aditif a.Menyiapkan 1 liter .bakteri 100
probiotik lignochloritik.
b.Menempatkan katul/polar 75
100 kg dalam plastik.
c. Mencampurkan katul/polar
dengan bakteri lignochloritik
(anaerob) rasio 1 lt bakteri : 100
kg katul/polar dicampur homogen
selama 5-7 hari.
5 Membuat pakan awetan a.Memilih limbah pertanian 100
basah (silase) untuk bahan baku pakan
awetan segar sailase.
b.Mencampurkan limbah 100
pertanian terpilih dengan
bakteri lignochloritik (anaerob)
rasio 1 lt bakteri untuk 1000 kg
limbah..
6 Membuat pakan awetan a.Menyiapkan limbah 100
kering (hay) pertanian, dikeringkan oleh
sinar matahari 2-3 hari. 100
b.Limbah kering dikemas dan
disimpan dalam kandang.
7 Membuat pakan a.Dipilih limbah dengan 100
konsentrat kandungan protein kasar (PK) dan
TDN optimal
b Menghitung formulasi pakan 100
dengan standar PK 15% dan TDN
70$.
100
c.Pengemasan

Pembukuan sederhana, a.Pembukuan sederhana 75


8 pembuatan proposal kredit, b.Pembuatan proposal kredit 75
kerjasama pemasaran c.Strategi kerjasama 75
d.Pemasaran produk 100
Jumlah Total JKEM 2100

Penjelasan : Jumlah total JKEM 2100 jam untuk 24 kegiatan dalam 30 hari. Hingga
JKEM/hari adalah 2100/30 = 70 jam dalam 30 hari untuk 30 mahasiswa atau 2.3 jam
JKEM/mahasiswa.

3.3. Rencana Keberlanjutan Program


Setelah peternak yang tergabung dalam Poktan Pajaran Makmur Desa Pajaran
Kecamatan Poncokusumo Kabupaten Malang mengikuti program penggemukan sapi potong
melalui limbah pertanian dengan konsorsium bakteri lignochloritik selesai mengikuti
program ini, maka perencanaan jangka panjang dan tindak lanjut program yang berhubungan
dengan pengelolaan program, keterlibatan mitra dan masyarakat peternak yang dapat
dirumuskan
adalah sebagai berikut :
A.Menerjunkan mahasiswa dari Fakultas Pertanian dan Peternakan terutama dari jurusan
Peternakan Universitas Muhammadiyah Malang secara berkala setiap 4 bulan sekali dengan
lama program 2 bulan untuk lebih memantapkan dan memperluas pendampingan anggota
Poktan Pajaran Makmur dan peternak yang lain.
B Selalu melestarikan kerjasama dengan mitra Kelompok Ternak (Poktan) Pajaran
Makmur Desa Pajaran dan masyarakat untuk memberikan dukungan yang rutin setiap
melaksanakan program.
C Melaksanakan program dengan sungguh-sungguh agar memberikan manfaat yang
sebesar-besarnya baik Perguruan Tinggi Pelaksana, masyarakat pengguna dan mitra
(Poktan Pajaran Makmur Desa Pajaran) dan lembaga lain yang terkait
D Memberikan informsi terbaru secara kontinue tentang perkembangan managemen
penggemukan sapi potong bakalan dengan sistim pakan limbah pertanian yang dibantu
pengelolaan konsorsium bakteri lignochloritik terpadu kepada peternak meskipun
kegiatan pengabdian telah selesai sehingga petani dapat melakukan modifikasi
terhadap pelaksanaan usaha penggemukan sapi potong bakalan yang dilakukan.

BAB. 4. KELAYAKAN PERGURUAN TINGGI

DPPM-UMM telah melaksanakan program empat kali program HIBAH KKN PPM
yang didanai Dit-litabmas Dikti pada tahun 2008, 2011, 2012, 2013, 2014 dan 2016, yang
berlokasi di kecamatan Ngantang Wajak Kabupaten Malang dan Kecamatan Gudo Kabupaten
Jombang dan pada tahun ketiga telah tercapai desa mandiri energi dan pertanian terpadu
berbasis sapi perah di Kecamatan Ngantang Kabupaten Malang. Padi organik dengan luas
80 hektar yang telah disertifikasi oleh Menteri Pertanian di Kecamatan Wonosari Kabupaten
Bondowoso, dilaksanakan oleh DPPM-UMM selama dua periode program KKN-PPM yang
terintegrasi dengan Program Hibah Bersaing telah dilakukan dengan hasil memuaskan.
DPPM-UMM membentuk Tim Pelaksana agar program ini berjalan sesuai dengan yang
diharapkan hingga menghasilkan Tim tersebut direkrut dari Fakultas Pertanian-Peternakan
:Jurusan Produksi Ternak, Agronomi, Ilmu Teknologi Pertanian, Sosial Ekonomi Pertanian,
DPPM- UMM dalam hal ini berkomitmen memberikan bantuan pendampingan sebesar Rp.
5.000.000,-. Disamping itu menyediakan 30 orang mahasiswa peserta KKN-PPM dan 2 orang
DPL. Program HIBAH KKN-PPM dengan tema penerapan teknologi probiotik, fermentasi
dan konsentrat asal limbah pertanian untuk meningkatkan produktivitas sapi potong dan
pendapatan petani, akan terwujud melalui capaian hasil sebagai berikut :
1. Terjadi peningkatan pendapatan peternak yang menggunakan pakan konsentrat asal
limbah pertanian dipadukan dengan konsorsium bakteri lignochloritik untuk membuat
teknologi pakan sapi potong berkelanjutan karena harga sapi potong cenderung stabil
hingga sapi potong dapat dijual dengan harga Rp 50.000,-/kg berat hidup di tingkat
peternak. Hal ini terjadi karena Poktan Pajaran Makmur Desa Pajaran
mampu membuat pakan dari limbah pertanian berkesinambungan dengan standar
protein kasar 14% sampai 16% dan Total Digestible Nutrient TDN) 70% sesuai
kebutuhan standar pakan sapi potong.
2. Peternak telah mampu mengolah awetan hijauan segar dalam bentuk silase dan
awetan hijauan kering atau hay asal limbah pertanian untuk pakan sapi potong
terutama pada saat musim kemarau.
3. Peternak Desa Pajaran menjadi peternak mandiri karena telah dapat membuat
limbah pertanian menjadi pakan konsentrat, pakan awetan segar dan kering bahkan
peternak dapat membuat feed aditif probiotik untuk mmempercepat pertumbuhan
berat badan sapi dan peternak telah membuat akses pasar tersendiri yang didukung
Dinas Peternakan Kabupaten Malang.

BAB 5. BIAYA DAN JADWAL KEGIATAN

5.1. Anggaran Biaya

Adapun rincian biaya Kegiatan KKN-PPM penerapan teknologi probiotik,


fermentasi, dan pakan konsentrat asal limbah yang dikelola melalui konsorsium bakteri
lignochloritik untuk membuat pakan sapi potong berkualitas dalam upaya meningkatkan
pertambahan berat badan sapi potong untuk mencukupi kebutuhan daging dalam negeri di
Desa Pajaran Kecamatan Poncokusumo Kabupaten Malang. disajikan pada Tabel 3 berikut
ini.

Tabel 4. Justifikasi biaya KKN-PPM yang diajukan

1. Honor Output Kegiatan

Item Honor Volume Satuan Honor (Rp) Total (Rp)


1.HR Teknisi 1.0 Orang 4.000.000,- 4.000.000
2.HR Tenaga Adm.. 2,0 Orang 3.000.000,- 6.000.000
3.HR Pelaksana 2,0 Orang 5.000.000,- 10.000.000
Sub total (Rp) 20.000.000

2.Belanja Bahan

Item Bahan Volume Satuan Harga Satuan Total (Rp)


(Rp)
Log Book 3 Unit Eksemplar 50.000 150.000
Ember penampung 10 Kg 2500 25.000
Pakan awetan segar/silase 3000 Kg 1500 4.500.000
Pakan awetan kering/hay 3000 Liter 1000 3.000.000
Batang bambu 15 Batang 20.000 300.000
Cangkul 10 Unit 50.000 500.000
Sabit 15 Unit 20.000 300.000
Drum Plastik + penutup 8 Unit 500.000 4.000.000
Starter Mobilin 10 Botol 50.000 500.000
Sekop 5 Unit 50..000 250.000
Pengguludan lahan untuk 2500 Guludan 5000 12.500.000
pembuatan pakan silase
dan hay
Penyuluhan membuat 15 Acara 650.000 9.750.000
pakan olahan dari limbah
pertanian.
Kandang/ Gudang pakan 1 Unit 4.000.000
Total (Rp) 38.000.000

3.Belanja Barang Non Operasional

Item Barang Volume Satuan Biaya (Rp) Total (Rp)


Sewa rumah dan 30 Mahasiswa 500.000 15.000.000
makan
Pajak PPN dan PPh 1 Paket 10.000.000 10.000.000
Total (Rp) 25.000.000

4.Belanja Perjalanan Lainnya

Item Perjalanan Volume Satuan Biaya (Rp) Total (Rp)


Transportasi Mahasiswa 20 Kali 850.000 27.000.000
dan Dosen
Total Biaya 110.100.000

Pelaksanaan program KKN PPM ini dibiayai oleh dana yang bersumber dari :
Hibah Dit.litabmas Dikti Rp. 100.000.000.-
Mitra /Poktan Pajaran Makmur Rp 5.000.000,-
Perguruan Tinggi/UMM Rp 5.000.000,-

Jumlah Dana Total Rp 110.000.000,-

5.2. Jadwal Kegiatan

Adapun jadwal kegiatan KKN-PPM disajikan pada Tabel 5 berikut ini.

Tabel 5. Jadwal Kegiatan KKN-PPM Desa Pajaran Kecamatan Poncokusumo Kabupaten


Malang

No. Kegiatan Minggu ke

I II III IV V VI VII VIII

1. Seleksi Mahasiswa

2 Sosialisasi Program KKN-PPM ke anggota


kelompok ternak anggota Poktan Pajaran
Makmur Desa Pajaran Kecamatan Poncokusumo
Kabupaten Malang.

3. Pembekalan Mahasiswa

4. Pendidikan dan Pelatihan praktis pada peternak


sapi potong tentang implementasi pakan sapi
potong asal limbah pertanian melalui bakteri
lignochloritik untuk mempercepat pertambahan
bobot badan pada program penggemukan

5. Mahasiswa melakukan pendampingan kepada


masyarakat petani anggota Poktan Pajaran
Makmur Desa Pajaran Kecamatan
Poncokusumo

6. Kelompok peternak sapi potong Pajaran


Makmur bersama mahasiswa melakukan
kegiatan Program KKN-PPM

7. Tim pelaksana program melaksanakan


monitoring dan evaluasi pelaksanaan KKN PPM

8. Seminar hasil dan Pelaporan


5.3. Tempat Kegiatan

Rencana pelaksanaan program KKN-PPM di Kelompok Tani Lembu Andalan Desa


Sumberputih Kecamatan Wajak Kabupaten Malang berlokasi pada 4 dusun yang masing-
masing dusun terdiri dari 10 s.d. 12 orang petani yang akan ditempatkan sebanyak 7 – 8
orang mahasiswa tiap Dusun disajikan pada Tabel 6 berikut ini.

Tabel 6. Rencana Lokasi dan Jumlah Mahasiswa Peserta KKN-PPM 2017

No Dusun Desa Kecamatan Kabupaten Jumlah Mahasiswa

1. Krajan 1 Sumberputih Wajak Malang 8

2. Krajan 2 Sumberputih Wajak Malang 7

3. Tegalrejo Sumberputih Wajak Malang 7

4. Wonorejo Sumberputih Wajak Malang 8

Jumlah 30

DAFTAR PUSTAKA

Bisnis Liputan 6 Com/read/25.49497/2017 Pemerintah melalui Bulog Impor Sapi


Bakalan Dari Meksiko.

Ferry, Ichsan, 2015.Pemerintah Impor Sapi Bakalan Kuartal IV 2015. www.Republik.co.id.

Kusmartono, 2013. Pemeliharaan Dengan Pakan Pola Leisa Pada Sapi Potong Lokal Dan
Persilangan. Loka Penelitian Sap[i Potong. Grati. Pasuruan.

Prihartini,I, 2011. Petunjuk Teknis Inovasi eknologi Organik Melalui Starter


Mikroba Mobilin dan Alphamin. Jurusan Peternakan
Fakultas Pertanian dan Peternakan. Universitas Muhammadiyah
Malang.

Prihartini, I, Sukorini, H. T. Budiwiyono, 2010. Implementasi Starter Bakteri


Bakteri Lignoliitik Sebagai Limbah Berserat untuk Dekomposer
Menghasilkan Pupuk Organik Dalam Upaya Meningkatkan
Pendapatan Petani di Kecamatan Sumbermanjing Wetan. Kabupaten
Malang. Jurnal Dedikasi Vol 7 Mei 2010. Direktorat Penelitian dan
Pengabdian pada Masyarakat. Universitas Muhammadiyah Malang.

Prihartini, I, Soebarinoto, S.Chuzaimi dan M. Winugroho, , 2007. Studi Potensi


Bakteri Lignolitik dalam Mendegradasi Lignin dan Organochlorin
Pada Peningkatan Nilai Nutrisi Jerami Padi sebagai Pakan Ternak
Ruminansia. Disertasi. Pasca Sarjana. Universitas Brawijaya.

Prihartini, I, S. Chuzaemi dan O. Sofjan, 2007. Parameter Fermentasi Rumen dan


Produksi Gas in Vitro Jerami Padi Hasil Fermentasi Inokulan
Bakteri Lignochloritik, Tlid dan Bopr. Proc.Seminar Nasional
Nasional Fakultas Peternakan dan Perikanan Universitas
Muhammadiyah Malang.

Sudirja, R., 2007. Standar Mutu Pupuk Organik dan Pembenah Tanah. Modul
Pelatihan Pembuatan Kompos. Departemen Tenaga Kerja dan
Transmigrasi R.I. Balai Besar Pengembangan dan Perluasan Kerja.
Lembang-Bandung.

Sumadi,2010, Probiotik Sebagai Pengganti Antibiotik Pakan Ternak. Harian Kompas. Edisi.
Jumat 13 September 2010.

Tribun. New. Com./Bisnis/2017/03/02. Impor Daging Kerbau India Merugikan Peternak


Lokal.