Anda di halaman 1dari 2

1.

Latar Belakang
Heart arrest meruapakan salah satu kegawatan yang disebabkan oleh
gangguan kelistrikan jantung. Gangguan ini menyebabkan jantung tiba –
tiba berhenti untuk bekerja dengan benar sebagaimana fungsinya
( AHA,2014) . Hock 2014 menyebutkan jika kasus heart arrest( out of
hospital heart arrest ) yang ada di Asia pasifik termasuk di Indonesia
mencapai angka 60.000, meskipun sebenarnya belum ada data yang pasti
untuk kasus heart arrest yang ada di Indonesia. Pemberian bantuan hidup
dasar yang berupa cardiopulmonary resusitation oleh bytender terbukti
dapat memberikan peluang hidup untuk korban heart arrest. Data yang
disajikan oleh AHA 2015 sebanyak 40,1% korban heart arrest
terselamatkan setelah mendapatkan cardiopulmonary resusitation.
Kenyataan yang terjadi di masyarakat yang ada di Indonesia seringkali
orang yang pertama kali menemukan korban enggan untuk memberikan
bantuan hidup dasar karena mereka takut akan melakukan kesalahan dalam
memberikan bantuan, padahal pemberian BHD sesegera mungkin akan
memberikan harapan hidup kepada korban sebanyak 7-10% permenit
(heng li,2013). Bantuan hidup dasar harus segera diberikan kepada pasien
dengan henti nafas, henti jantung dan perdarahan. Ketrampilan dalam
pemberian BHD dapat diberiakan kepada siapapun baik anak sekolah
ataupun orang dewasa (frame, 2010). Oleh karena itu dibutuhkan cara
untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat khususnya siswa sekolah
untuk meningkatkan pengetahuan tentang BHD yang berupa resusitasi
jantung paru. Peningkatan pengetahuan tersebut dapat dilakukan dengan
jalan simulasi pemberian RJP pada pasien. Simulasi merupakan suatu
proses pembelajaran dimana dapat menggambarkan situasi yang
sebenarnya (Djamarah, 2006).
2. Tujuan
1. Untuk mengetahui pengertian dari bantuan hidup dasar yang berupa
resusitasi jantung paru.
2. Untuk mengetahui alur proses pemberian bantuan hidup dasar dengan
benar.
3. Untuk memperagakan pemberian bantuan hidup dasar.
3. Manfaat
a. Siswa dapat memahami pengertian dari bantuan hidup dasar yang
berupa resusitasi jantung paru.
b. Siswa dapat memahami alur pemberian bantaun hidup dasar dengan
benar.
c. Siswa dapat memperagakan pemberian bantuan hidup dasar yang
berupa resusitasi jantung paru.