Anda di halaman 1dari 30

Tugas Besar Analisis kelayakan

ANALISIS KELAYAKAN
“M.O.C!” CAFÉ ICE CREAM

Disusun oleh :
Delusia Ester (112060144)
Tika Pramesi A (112060161)
Mikhael Tri S (112060179)
Herinif E.S.M (112060180)

Departemen Teknik Industri


Institut Teknologi Telkom
Bandung
2009
ANALISIS KELAYAKAN “M.O.C!” CAFÉ ICE CREAM 2009

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Kebanyakan orang mengkonsumsi makanan maupun minuman untuk memenuhi


kebutuhan nutrisi di dalam tubuh mereka serta memuaskan selera. Harga yang terjangkau dan
mudah didapat tentu juga menjadi salah satu faktor utama pertimbangan mereka dalam memilih
makanan atau minuman. Akhir-

Tugas Besar Analisis Kelayakan Page 2


ANALISIS KELAYAKAN “M.O.C!” CAFÉ ICE CREAM 2009

dengan lidah orang Indonesia. Semua keinginan dan kebutuhan konsumen akan es krim tersebut
akan kami coba menjawabnya dengan cara merangkum sebagian besar keinginan dan kebutuhan
konsumen penggemar es krim dan kenudian menyajikannya konsep es krim tersebut di dalam M.O.C!
Café Ice Cream.
Membuat usaha es krim yang sukses tentu tidaklah mudah, dibutuhkan analisa kelayakan
yang baik dalam merintis usaha baru untuk meneliti tentang bisa atau tidaknya suatu proyek atau
bisnis berhasil dan sukses dilaksanan. Dalam membuat analisis kelayakan ada beberapa aspek yang
perlu diperhatikan, yaitu aspek pasar, aspek teknis, aspek finansial, aspek manajemen ,aspek hukum,
aspek eknomi sosial, dan aspek lingkungan. Pada bab-bab selanjutnya pada tugas besar ini akan kami
jelaskan secara lebih terperinci mengenai beberapa aspek seperti yang telah disebutkan sebelumnya.

B. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang diatas, dapat dirumuskan beberapa perumusan masalah yang dapat
dijadikan acuan dalam pelaksanaan analisis pendirian cafe eskrim , khususnya yang bertempat di
sekitar jalan dago bandung :
 Bagaimana aspek pasar pendirian cafe eskrim?
 Bagaimana aspek teknis pendirian cafe eskrim?
 Bagaimana aspek financial pendirian cafe eskrim?
 Bagaimana aspek management pendirian cafe eskrim?
 Bagaimana aspek legal pendirian cafe eskrim?
 Bagaimana aspek environment pendirian cafe eskrim?
 Bagaimana aspek socio economic pendirian cafe eskrim?

C. Tujuan
 Untuk menganalisis aspek pasar pendirian cafe eskrim
 Untuk menganalisis aspek teknis pendirian cafe eskrim
 Untuk meganalisis aspek financial pendirian cafe eskrim
 Untuk menganalisis aspek management pendirian cafe eskrim
 Untuk menganalisis aspek legal pendirian cafe eskrim
 Untukl menganalisis aspek environment pendirian cafe eskrim
 Untuk menganalisis aspek socio economic pendirian cafe eskrim

Tugas Besar Analisis Kelayakan Page 3


ANALISIS KELAYAKAN “M.O.C!” CAFÉ ICE CREAM 2009

D. Manfaat
Manfaat yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah memberikan kemudahan bagi pendiri
café eskrim:
 Mengetahui aspek pasar cafe eskrim
 Mengetahui aspek teknis cafe eskrim
 Mengetahui aspek financial cafe eskrim
 Mengetahui aspek management cafe eskrim
 Mengetahui aspek legal cafe eskrim
 Mengetahui aspek environment cafe eskrim
 Mengetahui aspek socio economic cafe eskrim

Tugas Besar Analisis Kelayakan Page 4


ANALISIS KELAYAKAN “M.O.C!” CAFÉ ICE CREAM 2009

BAB II
ASPEK PASAR

Pendahuluan Mengenai Aspek Pasar


Aspek pasar merupakan salah satu aspek rencana bisnis yang perlu dikaji kelayakannya. Jika
pasar yang dituju tidak jelas, maka prospek bisnis kedepannya juga menjadi tidak jelas, sehingga
resiko kegagalan bisnis pun akan menjadi besar. Dengan melakukan analisis terhadap aspek pasar,
khususnya aspek pasar M.O.C! Café Ice Cream, akan diketahui keberadaan pasar potensialnya.
Parameter layak atau tidaknya analisis kelayakan terhadap aspek pasar adalah sebagai berikut : Jika
bisnis M.O.C! Café Ice Cream dapat menciptakan pasar potensialnya sendiri sehingga M.O.C! Café Ice
Cream bisa menjadi leader, maka rencana bisnis tersebut dianggap layak. Tetapi jika produk yang
ditawarkan dari suatu bisnis M.O.C! Café Ice Cream sulit diterima oleh pasar potensialnya, maka
bisnis dapat dianggap tidak layak.

Gambaran singkat mengenai M.O.C! Café Ice Cream


M.O.C! Café Ice Cream adalah suatu jenis usaha yang akan kami dirikan yang merupakan
bentuk usaha kafe es krim yang menyajikan beberapa jenis es krim bertemakan es krim favorit di
beberapa negara di dunia. Es krim yang akan kami sajikan antara lain adalah : pure white vanilla ice
cream, naturally chocolove cream, toffe crunchy float cream, caramello marsh soft cream, dan lain
sebagainya. Café dari M.O.C! ini sendiri memberikan desain yang minimalis, simpel tetapi nyaman
dan penuh warna serta dilengkapi dengan area hotspot untuk memberikan atmosfer ruang café yang
nyaman.
Target pasar dari M.O.C! Café Ice Cream adalah semua orang dari segala usia yang
sangat menyukai eskrim serta makanan selingan lainnya yang merupakan transformasi dari eskrim.
Untuk penikmat eskrim yang agak takut menyantap eskrim karena harganya yang terlalu mahal serta
kandungan lemak yang tinggi, mereka tidak perlu khawatir karena disini kami memberikan solusinya
yaitu dengan menyediakan beberapa pilihan es krim rendah lemak serta harga yang tidak terlalu
mahal. Hal ini kami lakukan untuk membidik target pasar, yaitu orang-orang penggemar es krim, yang
lebih luas lagi.

M.O.C! Café Ice Cream ini terletak di Jalan dago, Bandung. Lokasi ini kami pilih karena jln. Dago,
Bandung adalah tempat yang paling ramai dikunjungi orang dari segala usia jika mereka hendak

Tugas Besar Analisis Kelayakan Page 5


ANALISIS KELAYAKAN “M.O.C!” CAFÉ ICE CREAM 2009

berbelanja atau sekedar jalan-jalan menghilanglan kepenatan. Penjelasan lebih lengkap akan
dijelaskan pada bab-bab selanjutnya.

Permintaan dan Penawaran Pasar


Analisis permintaan yang menghasilkan prakiraan permintaan terhadap suatu produk
merupakan salah satu alat penting bagi manajemen perusahaan.
Hal-hal yang harus dipertimbangkan dalam peramalan permintaan :
- Kedudukan produk
- Tingkat produk
- Unit/ area permintaan
- Struktur persaingan
- Jangka waktu peramalan
Hal-hal tersebut akan kami paparkan satu per satu lebih lanjut pada penjelasan dibawah ini

Klasifikasi Pasar
Pengklasifikasian pasar dalam bisnis ini dapat ditentukan dengan dua cara yaitu sebagai berikut:
1) Berdasarkan jenis konsumen, maka bisnis M.O.C! Café Ice Cream ini masuk ke dalam bisnis dengan
jenis pasar dengan konsumen individu. Alasan pemilihan konsumen individu yang dibidik yaitu
produk-produk yang ditawarkan merupakan produk satuan dan tidak melayani permintaan dalam
jumlah besar untuk dijual kembali. Selain itu, produk yang ditawarkan adalah produk akhir bukan
produk yang dapat diolah lebih lanjut sehingga hanya konsumen individu yang menggunakan
produk dari bisnis ini.
2) Berdasarkan karakteristik produk, maka bisnis M.O.C! Café Ice Cream ini masuk ke dalam bisnis
dengan jenis pasar dengan produk yang tidak tahan lama karena produk yang ditawarkan adalah
makanan selingan yaitu eskrim serta makanan atau minuman lainnya yang mengandung es krim.

Mengukur Pasar Saat ini

Pasar yang dibidik oleh bisnis M.O.C! Café Ice Cream ini yaitu di kota Bandung, tepatnya di Jalan
Dago. Jalan Dago merupakan wilayah yang paling ramai dikunjungi oleh berbagai masyarakat mulai
dari masyarakat yang berasal dari Bandung itu sendiri, Jakarta, Jawa Barat, dan pengunjung dari kota
lainnya yang berekreasi atau sekedar jalan-jalan untuk menghilangkan penat di kota Bandung. Selain

Tugas Besar Analisis Kelayakan Page 6


ANALISIS KELAYAKAN “M.O.C!” CAFÉ ICE CREAM 2009

itu, jalan Dago juga merupakan salah satu jalur yang paling padat dilalui masyarakat yang
mengelilingi kota Bandung, sehingga mengakibatkan kemacetan pula di daerah Dago, khususnya
pada hari libur serta weekend, sehingga memungkinkan orang untuk beristirahat sejenak dari
kemacetan di jalan dago dengan terlebih dahulu menghampiri M.O.C! Café Ice Cream. Dengan
tingkat populasi penduduk di kota Bandung yang mencapai sekitar 2.483.462 jiwa pada tahun 2008
(sumberhttp://www.pksbandung.org/index.php?option=com_content&task=view&id=72&Itemid=1),
dengan luas wilayah 167,27 km2, maka kepadatan penduduk kota Bandung mencapai 14.847 jiwa
per kilometer perseginya. Belum lagi kawasan sekitarnya, seperti kabupaten Bandung dan kota-kota
lain yang mengelilingi Bandung yang tak kalah padatnya.

Mengidentifikasi Pasar

Dari keseluruhan penduduk kota Bandung yaitu sebesar sekitar 2.483.462 jiwa pada tahun 2008.
Dengan peningkatan penduduk sebesar 3.9 % (sumber terdapat di asumsi financial) maka
diprediksikan pada tahun 2009 terdapat 2.576.196 penduduk. Karena produk yang kami tawarkan
yaitu es krim, maka dari total penduduk diprediksikan sekitar 10% (data jumlah penduduk
residential diperoleh dari benscmark MILAN Cafe es krim) sehingga didapatkan jumlah penduduk
residentialnya adalah 257.619 penduduk. Dari angka tersebut akan disusutkan kembali mengingat
daya beli konsumen yang berbeda-beda, sehingga didaptkan jumlah pasar potensial dan pasar
tersedianya adalah sebagia berikut :

Untuk Segmentasi hingga tercapai pasar sasaran, berikut adalah klasifikasi yang digunakan:
- Semua orang dari segala usia yang memiliki minat terhadap es krim.
- Daya beli konsumen mulai dari Rp 5.000 sampai 50 ribu rupiah per produk eskrimnya.

Dalam bisnis ini, belum terlalu banyak pesaing yang menjadi tantangan dalam menawarkan produk
es krim serupa dengan M.O.C Café ice Cream, khususnya untuk di daerah Bandung, dikarenakan
suhu udara Bandung yang sudah cukup sejuk selama ini. Akan tetapi, karena efek global warming,
kota Bandung yang awalnya sejuk pun turut berubah penjadi tidak sejuk lagi, panas, dan banyak

Tugas Besar Analisis Kelayakan Page 7


ANALISIS KELAYAKAN “M.O.C!” CAFÉ ICE CREAM 2009

polusi, oleh karena itu, mendirikan café eskrim di kota Bandung yang belum begitu banyak jumlah
kafe eskrimnya, maka mendirikan M.O.C Café ice Cream merupakan ide yang cukup bagus. Dalam
lokasi tempat dilakukannya bisnis yaitu Jalan Dago, Bandung, dimana sudah banyak terdapat kafe-
kafe makanan kecil lainnya, sehingga persaingan cukup ketat. Namun dengan strategi pemasaran
yang baik, bisnis ini tetap optimis untuk dapat maju.

Segmentasi Pasar
Produk makanan, dalam hal ini eskrim, pada dasarnya merupakan produk yang dikonsumsi oleh
semua orang. Es krim adalah perpaduan. Perpaduan antara suka cita dan penjelajahan cita rasa.
Penikmat es krim mengerti benar akan sebuah cita rasa. Karena bagi mereka, es krim bukan sekedar
sebuah produk, tetapi juga bagian dari kehidupan, suatu gaya hidup tersendiri. Mereka menjalani
proses kecintaan pada produk bekuan ini, dengan suka cita. Segmentasi pasar yang kami bidik
berdasarkan tingkat demografi dengan pendapatan rendah sampai tinggi dan dari segala usia
kemudian kami juga melakukan segmentasi berdasarkan geografis, yang dilihat dari kepadatan
penduduk suatu wilayah.

Targeting
Usaha M.O.C Café ice Cream yang kami dirikan ini adalah bisnis yang sudah banyak dilakukan
khususnya di kota Jakarta, namun belum terlalu banyak dilakukan di kota Bandung, terlebih lagi
dilokasi tempat bisnis ini dikembangkan. Namun melihat peluang usaha yang cukup prospektif maka
kami memberanikan untuk memulai bisnis ini. Dengan kondisi yang ada, bisnis M.O.C Café ice
Cream harus berhati-hati dalam pemilihan pasar sasaran dari produk ini. Pasar sasaran yang
potensial untuk prduk ini adalah pasar yang memiliki penghasilan yang menengah sampai atas,
mengingat pendapat rata-rata penduduk yang cukup tinggi sehingga kemampuan daya beli
masyarakat dapat tercover.

Positioning
Produk yang ditawarkan memang termasuk produk yang umum dijual oleh pesaing. Namun yang
menjadi kelebihan dari produk kamu adalah dari segi bahan-bahan berkualitas yang dijadikan bahan
pembuat eskrim. Bahan-bahan pembuat eskrim yang berkualitas sehingga menghasilkan rasa eskrim
yang enak itu yang paling banyak dicari oleh pelanggan. Dengan harga yang bersaing, produk-produk
kami akan menarik perhatian pelanggan.

Tugas Besar Analisis Kelayakan Page 8


ANALISIS KELAYAKAN “M.O.C!” CAFÉ ICE CREAM 2009

Marketing Mix

 Product
Produk yang kami tawarkan pada bisnis ini adalah produk makanan selingan berupa es krim
berbagai rasa. Es krim kami juga bertemakan “soft-hearted creammy countries” yaitu es krim
yang bertemakan perpaduan rasa, tekstur, serta cara penyajian es krim dari beberapa negara di
dunia yang tentunya disesuaikan dengan lidah orang Indonesia. Beberapa menu eskrim yang
kami sajikan antara lain : Es krim yang akan kami sajikan antara lain adalah : pure white vanilla
ice cream, naturally chocolove cream, toffe crunchy float cream, caramello marsh soft cream, dll

 Price
Harga yang ditawarkan berkisar antara Rp 5.000 hingga Rp 50.000. Harga tersebut kami
tetapkan mengingat daya beli masyarakat yang beragam. Harga tersebut cukup bersaing dengan
para pesaing sehingga tidak terjadi permainan harga oleh pihak-pihak tertentu. Dalam
penentuan harga produk yang ditawarkan, kami menentukan keuntungan minimal 50% dari
modalnya. Dan metode lainnya dengan memberikan harga yang lebih tinggi pada produk-
produk yang paling diminati pelanggan, dan menurunkan harga produk yang kurang diminati
konsumen, sehingga seakan-akan keuntungan akan seimbang karena saling menutupi antara
keuntungan yang satu dengan lainnya.Harga yang dipatok tetap pada rentang harga yang sudah
ditentukan sebelumnya yaitu Rp 5.000 hingga Rp 50.000

 Promotion
Promosi yang kami lakukan pada awalnya dengan membagikan selebaran (brosur atau flyer) di
sekitar jalan dago, di mall-mall di Bandung, serta beberapa di ruas jalan di Bandung. Pada saat
bisnis dibuka, promosi dilakukan dengan mendekorasi toko semenarik mungkin agar pelanggan
tertarik dengan produk yang ditawarkan.

 Place
Toko ini terletak di Jalan dago, bandung. Tepatnya di depan plaza Dago. Alasan memilih lokasi
tersebut karena pada jalan Dago di depan Plaza Dago terdapat lahan yang dapat disewakan
untuk mendirikan kafe. Selain itu karena padatnya arus lalu lintas di jalan Dago tersebut, serta

Tugas Besar Analisis Kelayakan Page 9


ANALISIS KELAYAKAN “M.O.C!” CAFÉ ICE CREAM 2009

ramainya pengunjung yang mendatangi kota Bandung, Sehingga diharapkan banyak pengunjung
yang dapat melihat serta mendatangi kafe es krim ini.

Peramalan Permintaan

Peramalan untuk mengetahui besar permintaan menggunakan perhitungan Regresi Linier. Dalam
perhitungan ini, data yang digunakan adalah data jumlah penduduk yang ada di kota Bandung
sebagai pasar sasaran dari bisnis ini. Selanjutnya data tersebut akan dihitung menggunakan rumus
regresi linier. Pertumbuhan penduduk juga berpengaruh dalam data ini. Berdasarkan sumber
darihttp://www.pksbandung.org/index.php?option=com_content&task=view&id=72&Itemid=1,
diperoleh data sebagai berikut:

Pertumbuhan penduduk rata-rata yaitu sebesar 3,9% pertahun.

Dengan menggunakan Rumus Peramalan regresi linier:

Y’ = a + bx, dimana nilai a = 1.956.876 dan nilai b = 132.305,6. Maka hasil peramalan untuk 5 tahun
kedepan adalah:

Tugas Besar Analisis Kelayakan Page 10


ANALISIS KELAYAKAN “M.O.C!” CAFÉ ICE CREAM 2009

Y’ = 1.956.876 + 132.305,6x

Untuk pasar sasaran dari bisnis ini untuk jangka waktu 5 tahun kedepan adalah sebagai berikut:

Dimana pasar potensial sebesar 60% artinya adalah sejumlah konsumen atau pelanggan yang
mempunyai minat terhadap suatu produk yang ditawarkan. Pasar tersedia adalah 50% yaitu
sekumpulan konsumen yang mempunyai minat, penghasilan, dan akses terhadap penawaran pasar
tertentu. Sedangkan pasar sasaran adalah sebesar 50%, yaitu bagian dari pasar yang akan dimasuki
perusahaan kita.

Tugas Besar Analisis Kelayakan Page 11


ANALISIS KELAYAKAN “M.O.C!” CAFÉ ICE CREAM 2009

BAB III

ASPEK TEKNIS

Dalam analisa aspek teknis ini ada beberapa point penting yang menjadi bahasan mengenai
bagaimana produk ini diperoleh hingga ke jumlah tenaga kerja yang diperlukan dalam proses produksi
dan pelayanan. Analisis aspek teknis ini meliputi:

1. Perancangan Produk
Dalam merancang produk makanan ini kami mempertimbangkan beberapa hal yang
mempengaruhi produk itu sendiri seperti kualitas kandungan dalam bahan dasar es krim, yaitu susu
yang merupakan bagian terbesar penyusun es krim. Es krim sangat tergantung pada kandungan krim
atau lemak susunya. Biasanya dalam ukuran persentase, berkisar antara 10 % dan 18 %. Produk
dengan kategori harga ekonomis, mempunyai kandungan lemak susu sekitar 10 %, harga standar
mempunyai kandungan lemak susu sebesar 10-12 %, harga premium sekitar 12-15 %, dan super
premium antara 15 dan 18%. Cita rasa yang manis, sangat diinginkan oleh konsumen es krim. Oleh
karena itu kami menyajikan berbagai jenis olahan es krim. Untuk menunjang hal tersebut ada flavor
yang mesti ditambahkan, seperti buah, keju dan coklat.

2. Perencanaan Kapasitas

Kapasitas produksi es krim ini tergantung dari jumlah target pasar dan volume permintaan
dari pasar itu sendiri. Jumlah investasi awal juga akan mempengaruhi jumlah es krim yang akan
diproduksi nantinya. Selain itu kami juga mempertimbangkan berapa jumlah mesin yang kami punya
serta jumlah tenaga kerja yang ada sehingga kapasitas produksi yang dialokasikan dapat terpenuhi
semua dan juga kapasitas tambahan untuk cadangan (inventory). Analisa jumlah investasi dan mesin
terdapat pada aspek finansial pada bab berikutnya.

3. Perencanaan Proses
Dalam perencaaan proses produksi kami menentukan terlebih dahulu peralatan yang akan
digunakan dalam proses produksi es krim. Mulai dari mesin pembuat es krim. Selain itu untuk
perawatan dan perbaikan mesin kami memiliki ahli teknik untuk menangani setiap masalah yang
kemungkinan terjadi dan untuk perawatannya kami selalu melakukan set up mesin agar kualitas
yang dihasilkan selalu terbaik. Jenis es krim juga selalu dikembangkan disesuaikan dengan selera

Tugas Besar Analisis Kelayakan Page 12


ANALISIS KELAYAKAN “M.O.C!” CAFÉ ICE CREAM 2009

yang sedang diminati oleh para konsumen dan kami memiliki ahli yang menangani masalah
pengembangan produk terutama dalam pengembangan rasa dan kualitas es krim.

4. Perencanaan Lokasi
Lokasi yang kami pilih adalah sekitar ini terletak di Jalan dago, Bandung. Lokasi ini kami pilih
karena jln. Dago, Bandung adalah tempat yang paling ramai dikunjungi orang dari segala usia jika
mereka hendak berbelanja atau sekedar jalan-jalan menghilanglan kepenatan. Lokasi ini kami pilih
dengan mempertimbangkan berbagai hal, seperti ketersediaan SDM, bahan baku, jalur transportasi,
saluran distribusi, dan yang terutama dekat dengan pasar sasaran kami. Dengan
mempertimbangkan hal-hal tersebut kami dapat meminimalisir pengeluaran lebih untuk distribusi.
Perusahaan yang memasok bahan baku susu, letaknya berada di daerah lembang, sehingga
distribusi akan lebih cepat apabila lokasi café es krim kami terletak di jalan utama dago. Tenaga
kerja yang tersedia di daerah ini juga cukup banyak dimana di daerah ini sebelumnya cukup banyak
bekas pegawai pertokoan yang sekarang tidak bekerja lagi, dikarenakan perusahaan tempat mereka
bekerja tutup. Modal yang dikeluarkan apabila mendirikan di daerah ini lebih menguntungkan dari
pada membangun pabrik di tempat lain karena biaya untuk pembelian tanah dan pendirian
bangunan di daerah lain cukup mahal. Jaringan transportasi, listrik, air dan lain-lain dalam kondisi
yang cukup baik. Selain pertimbangan di atas pemilihan daerah jalan Dago dilandasi oleh
pertimbangan lingkungan dimana terdapat banyak pusat perbelanjaan dan merupakan pusat
hiburan kota Bandung.

5. Perencanaan Tenaga Kerja


Tenaga kerja yang kami rencanakan untuk kafe es krim ini terdiri dari 2 orang kasir yang berkerja
sesuai shift , 2 petugas cleaning service yang berkerja sesuai shift , 10 petugas yang melayani
konsumen, 1 orang koki yang mengolah es krim sesuai dengan menu yang kami sediakan. Setiap
petugas yang berkerja adalah orang yang ahli dibidangnya. Setiap pegawai yang akan bekerja dalam
pabrik ini harus mengikuti pelatihan dulu agar mampu mengoperasikan mesin-mesin pembuat es
krim dengan baik dan benar serta dapat memberikan layanan yang maksimal kepada para
konsumen. Upah setiap pegawai akan diberikan sesuai dengan tanggung jawab pekerjaanya yang
tentunya berbeda bobotnya antara setiap pegawai.

Tugas Besar Analisis Kelayakan Page 13


ANALISIS KELAYAKAN “M.O.C!” CAFÉ ICE CREAM 2009

6. Peralatan, mesin, tenaga kerja, listrik, serta bahan baku yangdiperlukan

Tugas Besar Analisis Kelayakan Page 14


ANALISIS KELAYAKAN “M.O.C!” CAFÉ ICE CREAM 2009

7. Layout M.O.c Cafe Ice Cream

WC

135.0 x
135.0
Tempat bartender, dan kitchen set lainnya

135.0 x
135.0

Tempat memajang eskrim

135.0 x
135.0

135.0 x
135.0

Tugas Besar Analisis Kelayakan Page 15


ANALISIS KELAYAKAN “M.O.C!” CAFÉ ICE CREAM 2009

BAB IV

ASPEK FINANSIAL DAN ANALISIS SENSITIVITAS

2.1 Analisis Aspek Financial


Aspek financial perlu dilakukan untuk mengetahui kelayakan dari usaha MOC! Café
Ice Cream. Dalam analisa aspek financial ini, ada beberapa hal yang perlu dilakukan untuk
mengetahui layak atau tidaknya usaha tersebut. Hal-hal yang mempengaruhi analisis
kelayakan antara lain, sebagai berikut :

2.1.1 Perencanaan Biaya Perangkat


Perangkat yang dibutuhkan untuk menunjang proses produksi ice cream dari
Café MOC! Terdiri dari beberapa mesin berat seperti yang tertera dalam tabel. Untuk
pembelian mesin, kami mengimpor langsung dari daerah Eropa.
Mesin produksi es krim yang digunakan, antara lain mesin Hercules, mesin
pasterisasi, freezer, dan mesin chiller memiliki economic life selama 20 tahun.
Estimasi biaya perangkat adalah sebagai berikut :

Tugas Besar Analisis Kelayakan Page 16


ANALISIS KELAYAKAN “M.O.C!” CAFÉ ICE CREAM 2009

Dan depresiasi perlengkapannya adalah sebagai berikut :

2.1.2 Perencanaan Biaya Operasi

Tugas Besar Analisis Kelayakan Page 17


ANALISIS KELAYAKAN “M.O.C!” CAFÉ ICE CREAM 2009

Biaya operasi dibedakan menjadi biaya sales, marketing, & advertising; general
& administration; Cost of goods manufactured ; dan biaya operasional lainnya. Dalam
pembuatan rencana keuangan, biaya operasi ini sangat mempengaruhi besarnya laba
dan kelayakan dari suatu bisnis, oleh karena itu setiap biaya harus dirancang secara
cermat seefisien mungkin, dengan tetap mengedepankan kualitas, namun
mengeluarkan biaya yang seminim mungkin.
Estimasi biaya-biaya operasi adalah sebagai berikut :

Keterangan :

 Untuk sales, marketing dan advertising, kami meanggarkan biaya seperti dibawah
ini :

sales, marketing dan advertising sangat penting dilakukan untuk menunjang


promosi MOC! Café Ice Cream kepada para konsumen yang belum mengetahui
tentang Café ice cream ini.

Tugas Besar Analisis Kelayakan Page 18


ANALISIS KELAYAKAN “M.O.C!” CAFÉ ICE CREAM 2009

 Untuk biaya Gaji pegawai, MOC! Café Ice Cream menyusun manajemen
perusahaan seperti gambar dibawah ini :

MANAJER

PERSONALIA KEUANGAN

COOK
PELAYAN KASIR
SENIOR

Dengan alokasi biaya untuk tenaga kerja sebagai berikut :

 Untuk Raw material Cost, kami memesan bahan baku dari dalam negeri, jumlah
bahan baku per tahunya adalah :

Tugas Besar Analisis Kelayakan Page 19


ANALISIS KELAYAKAN “M.O.C!” CAFÉ ICE CREAM 2009

Sedangkan Total Project Cost (TPC) pada awal tahun adalah sebagai berikut :

Working capital yang disediakan hanya 33% dari total biaya operasi. Pertimbangannya
adalah sebagai berikut :
 Kemungkinan penambahan biaya operasi sangat kecil
 Peramalan rencana keuangan dilakukan untuk 3 tahun yaitu 2010, 2011, 2012
 Kemampuan financial perusahaan.

2.1.3 Sumber Dana


Sumber dana dari bisnis ini adalah sebagai berikut :

Investasi pemilik = 50% dari total TPC, yaitu Rp 261,421,983.33

Pinjaman = 50% dari Total TPC, yaitu Rp 261,421,983.33

Dengan ketentuan sebagai berikut :

Tugas Besar Analisis Kelayakan Page 20


ANALISIS KELAYAKAN “M.O.C!” CAFÉ ICE CREAM 2009

2.1.4 Laporan Laba Rugi


Untuk mengetahui berapa keuntungan apabila kita menjalankan bisnis ini
dilakukan Laporan Laba Rugi, yaitu sebagai berikut :

Dalam laporan laba rugi ini, dapat dilihat pada hasil perhitungan di tabel, bahwa
keuntungan yang didapat pada peramalan rencana produksi 3 tahun terhitung mulai
dari tahun 2009 sangat besar.

Tugas Besar Analisis Kelayakan Page 21


ANALISIS KELAYAKAN “M.O.C!” CAFÉ ICE CREAM 2009

2.1.5 Cash Flow


Cash flow dilakukan untuk mengetahui keluar masuk nya uang setiap saat.
Cash flow dalam 3 tahun mendatang adalah sebagai berikut :

2.1.6 Neraca
Laporan keuangan Bisnis penjualan pulsa ini juga disajikan melalui Neraca, yaitu sebagai
berikut :

Tugas Besar Analisis Kelayakan Page 22


ANALISIS KELAYAKAN “M.O.C!” CAFÉ ICE CREAM 2009

2.1.7 Kelayakan

Analisis aspek kelayakan dari bisnis MOC! Café Ice Creaml ini adalah sebagai berikut :
1. NPV
Bisnis ini memiliki NPV kumulatif pada periode akhir investasi senilai Rp
243,644,331,32 sehingga bisnis ini dinilai layak secara financial karena memiliki nilai
NPV ≥ 0.
2. IRR
Pada bisnis ini, nilai IRR = 51 %, sementara nilai MARR senilai 22 %. Karena nilai dari
IRR ≥ MARR maka bisnis ini layak secara financial.
3. PBP
Pada bisnis MOC! Café Ice Cream ini, kami bisa balik modal dalam kurun waktu yang
tidak terlalu lama yaitu 1,71 tahun. Hal ini menunjukkan bahwa bisnis ini sangat
bagus untuk dijalankan, karena dari perputaran uang balik modalnya cepat dan
memberikan keuntungan yang besar.

2.2 Analisis Aspek Sensitivitas


Analisa aspek sensitivitas perlu dilakukan untuk mengidentifikasi variable – variable yang
memiliki pengaruh besar terhadap keuntungan dan analisis resiko untuk mengevaluasi
kemungkinan atau probabilitas didapatkanya hasil yang menguntungkan. Dalam analisa
aspek sensitivitas MOC! Café Ice Cream, hal – hal yang berpengaruh antara lain :

Tugas Besar Analisis Kelayakan Page 23


ANALISIS KELAYAKAN “M.O.C!” CAFÉ ICE CREAM 2009

2.2.1 Penurunan Pendapatan


 Penurunan Pendapatan hingga 20 %

Pada saat penurunan pendapatan hingga 20 % usaha MOC! Café Ice Cream
ini masih layak dari segi bisnis, karena nilai NPV yang masih positif, dan nilai
IRR yang masih lebih besar daripada MARR. Walaupun perbedaan antara
IRR dan MARR kecil yaitu 2 %

Tugas Besar Analisis Kelayakan Page 24


ANALISIS KELAYAKAN “M.O.C!” CAFÉ ICE CREAM 2009

 Penurunan Pendapatan hingga 39 %

Sementara ketika dilakukan perubahan penurunan pendapatan penjualan


ice cream dengan mengurangi harga sebesar 39 %, ternyata didapatkan nilai
IRR yang sama 0% dan nilai NPV yang negatif Rp -167,742,30.
Maka dapat disimpulkan bahwa, pada bisnis MOC! Café Ice Cream dengan
estimasi biaya awal, hanya bisa aman atau tetap layak untuk dijalankan
apabila penurunan dari pendapatan hanya 20 % dari estmasi awal.
Walaupun, nilai IRRnya tidak jauh lebih besar dari MARR dan PBPnya hanya
2.4 tahun. Dapat disimpulkan bahwa usaha MOC! Café Ice Cream ini sangat
sensitive dengan perubahan pendapatan atas penjualan es krim terhadap
perubahan IRR dan pay back period. Yang menunjukan bahwa para
konsumen juga sangat sensitive dengan perubahan harga jual es krim dari
competitor lain.

Tugas Besar Analisis Kelayakan Page 25


ANALISIS KELAYAKAN “M.O.C!” CAFÉ ICE CREAM 2009

BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN

3.1 Kesimpulan

Dari analisis kelayakan yang telah dilakukan terhadap bisnis M.O.C Café Ice Cream,
didapatkan hasil sebagai berikut:

1. Berdasarkan analisa pasar yang telah dilakukan kepada 50 masyarakat yang ada di
bandung sebagai sample pengambilan responden, didapatkan kesimpulan sebagai berikut:
a. Pelanggan yang tertarik untuk membeli es krim di M.O.C Café Ice Cream kami
sebesar 60%, selanjutnya 60% ini disebut sebagai pasar potensial.
Pelanggan yang tertarik dan mampu untuk membeli es krim di .O.C Café Ice
Cream kami sebesar sebesar 50% dari pasar potensial, selanjutnya pasar ini
disebut pasar tersedia.
b. Pelanggan yang menjadi target pasar kami untuk melakukan bisnis ini sebesar
50% dari pasar tersedia dan mengalami peningkatan pada setiap tahunnya yaitu
sebesar 3.9% sesuai dengan peningkatan jumlah penduduk per tahunnya.
c. Jumlah permintaan pembelian es krim di .O.C Café Ice Cream kami per tahun.
Terdapat demand sebesar 38.643 pada tahun 2010, dan 40151 pada tahun 2011
serta 41717 pada tahun 2012, dengan periode analisis setiap satu tahun.
d. Segmen pasar yang ingin dibidik adalah pelanggan yang memiliki karakteristik
sbb:
 Penghasilannya berkisar diantara 1.000.000 – Rp. 2.000.000
 Sensitive terhadap rasa keunikan eskrim
O Berasal dari berbagai usia manapun dan jenis kelamin apapun asalkan
menyenagi eskrim.
e. Berdasarkan analisa aspek teknis yang telah dilakukan didapatkan:
- Lokasi dari di daerah Dago, Bandung
- Gedung yang digunakan adalah gedung sewaan

Tugas Besar Analisis Kelayakan Page 26


ANALISIS KELAYAKAN “M.O.C!” CAFÉ ICE CREAM 2009

2. Berdasarkan analisa finansial yang telah dilakukan didapatkan:


NPV
Bisnis ini memiliki NPV kumulatif pada periode akhir investasi senilai Rp
243,644,331,32 sehingga bisnis ini dinilai layak secara financial karena memiliki nilai
NPV ≥ 0.
IRR
Pada bisnis ini, nilai IRR = 51 %, sementara nilai MARR senilai 22 %. Karena nilai dari
IRR ≥ MARR maka bisnis ini layak secara financial.
PBP
Pada bisnis MOC! Café Ice Cream ini, kami bisa balik modal dalam kurun waktu yang
tidak terlalu lama yaitu 1,71 tahun. Hal ini menunjukkan bahwa bisnis ini sangat
bagus untuk dijalankan, karena dari perputaran uang balik modalnya cepat dan
memberikan keuntungan yang besar.
3. Berdasarkan analisis sensitivitas yang telah dilakukan didapatkan:
 Penurunan pendapatan yang bisa ditolerir hanya ketika mencapai 20 %

3.2 Saran

1. Usaha MOC! Café Ice Cream ini ini sangat sensitive terhadap perubahan harga jual yang
mempengaruhi pendapatan, maka manajemen MOC! Café Ice Cream ini, haruslah mencari
strategi khusus selain harga untuk tetap dapat mengoptimalkan penjualan dan pemasukan
kas MOC! Café Ice Cream ini.
2. Bisnis MOC! Café Ice Cream ini juga harus bisa menjaga stabilitas dari kenaikan-
kenaikan biaya yang mungkin terjadi dan penurunan pendapatan.
3. Karena tingkat pengembalian modal yang cukup lama, yaitu 1.71 tahun ketika berada
pada kondisi normal, maka kami selaku pemilik bisnis MOC! Café Ice Cream ini harus
bias mengoptimalkan penggunaan uang untuk pengeluaran biaya dan harus bisa
mengoptimalkan perputaran uang di awal tahun sebagai tahap persiapan.

Tugas Besar Analisis Kelayakan Page 27


ANALISIS KELAYAKAN “M.O.C!” CAFÉ ICE CREAM 2009

Lampiran

Rekap data kuesioner


I. Identitas Responden

Variabel
Responden
Jns Kel Usia Pekerjaan Penghasilan Pengeluaran
Rsp 1 2 2 4 4 3
Rsp 2 1 3 4 4 4
Rsp 3 1 2 2 3 2
Rsp 4 2 2 4 4 4
Rsp 5 1 3 4 4 3
Rsp 6 2 2 2 4 4
Rsp 7 1 2 2 2 2
Rsp 8 2 2 2 3 3
Rsp 9 1 3 5 4 4
Rsp 10 2 3 4 4 4
Rsp 11 1 2 2 3 3
Rsp 12 2 2 4 4 4
Rsp 13 2 3 3 4 4
Rsp 14 2 1 1 1 2
Rsp 15 2 1 1 2 2
Rsp 16 2 3 3 4 4
Rsp 17 1 3 5 4 3
Rsp 18 1 2 3 4 3
Rsp 19 2 3 4 4 4
Rsp 20 2 3 3 4 4
Rsp 21 2 1 1 2 2
Rsp 22 1 1 1 2 2
Rsp 23 1 4 5 4 4
Rsp 24 1 3 5 4 4
Rsp 25 2 3 4 4 4
Rsp 26 1 2 2 3 3
Rsp 27 1 2 2 3 3
Rsp 28 2 1 1 2 1
Rsp 29 1 2 2 3 3
Rsp 30 2 1 1 2 2
Rsp 31 2 1 1 2 2
Rsp 32 2 1 1 2 2
Rsp 33 1 3 3 4 4
Rsp 34 1 2 3 4 4
Rsp 35 1 5 5 4 4
Rsp 36 1 4 5 4 4
Rsp 37 1 3 3 4 4
Rsp 38 1 3 5 3 3
Rsp 39 1 2 3 3 3
Rsp 40 2 3 4 4 4
Rsp 41 1 3 3 4 4
Rsp 42 2 1 1 2 2
Rsp 43 2 1 1 2 2
Rsp 44 1 4 4 4 4
Rsp 45 2 3 5 4 4
Rsp 46 1 3 4 4 4
Rsp 47 1 2 2 3 3
Rsp 48 1 2 2 3 3
Rsp 49 1 1 1 2 2
Rsp 50 1 2 2 3 3

Tugas Besar Analisis Kelayakan Page 28


ANALISIS KELAYAKAN “M.O.C!” CAFÉ ICE CREAM 2009

II. Perilaku Pembayaran

Variabel
Responden
Frekuensi beli Eskrim Pertimbangan beli Eskrim Kisaran harga beli
Rsp 1 3 2 2
Rsp 2 2 3 3
Rsp 3 2 3 1
Rsp 4 3 1 1
Rsp 5 2 3 1
Rsp 6 2 3 2
Rsp 7 2 3 1
Rsp 8 3 2 1
Rsp 9 2 1 3
Rsp 10 3 2 2
Rsp 11 2 2 1
Rsp 12 3 2 2
Rsp 13 3 1 1
Rsp 14 3 2 1
Rsp 15 2 1 1
Rsp 16 3 3 2
Rsp 17 2 2 3
Rsp 18 2 3 1
Rsp 19 3 3 1
Rsp 20 3 1 1
Rsp 21 2 3 3
Rsp 22 2 1 1
Rsp 23 3 2 1
Rsp 24 2 3 3
Rsp 25 3 2 2
Rsp 26 2 2 1
Rsp 27 3 2 2
Rsp 28 3 1 1
Rsp 29 3 2 1
Rsp 30 2 1 1
Rsp 31 2 2 1
Rsp 32 2 3 2
Rsp 33 3 2 2
Rsp 34 3 1 1
Rsp 35 1 2 1
Rsp 36 2 3 3
Rsp 37 3 1 2
Rsp 38 2 2 1
Rsp 39 1 3 3
Rsp 40 2 1 3
Rsp 41 3 2 2
Rsp 42 3 2 3
Rsp 43 1 1 3
Rsp 44 3 3 2
Rsp 45 1 2 2
Rsp 46 2 2 1
Rsp 47 1 2 2
Rsp 48 3 3 3
Rsp 49 3 3 2
Rsp 50 3 3 2

Tugas Besar Analisis Kelayakan Page 29


ANALISIS KELAYAKAN “M.O.C!” CAFÉ ICE CREAM 2009

III. Pengetahuan dan Ekspektasi

Variabel
Responden Tertarik Butuh Bersedia
Rsp 1 1 1 2
Rsp 2 2 1 1
Rsp 3 1 1 2
Rsp 4 1 1 2
Rsp 5 1 1 1
Rsp 6 1 1 2
Rsp 7 1 1 2
Rsp 8 1 1 2
Rsp 9 1 1 2
Rsp 10 1 1 1
Rsp 11 2 1 2
Rsp 12 1 1 2
Rsp 13 2 1 2
Rsp 14 1 1 2
Rsp 15 1 1 2
Rsp 16 1 1 1
Rsp 17 2 1 1
Rsp 18 2 1 2
Rsp 19 1 1 2
Rsp 20 1 1 2
Rsp 21 1 1 2
Rsp 22 1 1 2
Rsp 23 1 1 2
Rsp 24 1 1 2
Rsp 25 1 1 2
Rsp 26 2 1 1
Rsp 27 1 1 1
Rsp 28 2 1 2
Rsp 29 1 1 1
Rsp 30 2 2 2
Rsp 31 1 1 1
Rsp 32 2 1 1
Rsp 33 1 1 1
Rsp 34 1 2 1
Rsp 35 2 2 1
Rsp 36 2 1 1
Rsp 37 2 2 1
Rsp 38 2 1 1
Rsp 39 2 1 1
Rsp 40 2 1 1
Rsp 41 1 2 1
Rsp 42 1 1 1
Rsp 43 2 1 2
Rsp 44 1 1 2
Rsp 45 2 2 2
Rsp 46 2 1 1
Rsp 47 1 1 1
Rsp 48 2 1 1
Rsp 49 1 1 1
Rsp 50 2 2 1
30 25
POTENSIAL 60 TERSEDIA 50

Tugas Besar Analisis Kelayakan Page 30