Anda di halaman 1dari 13

SISTEM REPRODUKSI PADA KATAK

LAPORAN PRAKTIKUM

Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah

Struktur Perkembangan Hewan II yang dibina oleh Dr. Umie Lestari, M.Si

Disusun Oleh :

Offering G / Kelompok 1

Anggy Ningtyas (160342606347)

Krismonik Dwi Maulida (160342606270)

Muhammad Fadhil (160342606235)

Muly Pramesti (160342606245)

Nur Roudhotul Jannah (160342606205)

The Learning University

UNIVERSITAS NEGERI MALANG

FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

JURUSAN BIOLOGI

September 2017
A. Topik
Sistem reproduksi dan pengamatan sel kelamin pada katak

B. Tujuan
1. Mengenal organ-organ penyusun dan susunan sistem reproduksi pada katak
2. Membadingkan sistem reproduksi pada katak jantan dan katak betina
3. Mengenal struktur spermatozoid dan sel telur pada katak
4. Mengamati sel kelamin pada katak jantan dan katak betina

C. Dasar Teori

Salah satu ciri dari makhluk hidup adalah dapat bereproduksi. Hal ini diperlukan untuk
menjaga agar jenis tidak mengalami kepunahan dan tidak mengalami kepunahan. Reproduksi
dilakukan dengan cara generatif dan vegetatif. Reproduksi vegetatif dilakukan tanpa adanya
peleburan antara gamet jantan dan betina. Sedangkan reproduksi generatif adalah reproduksi
yang terjadi karena adanya peleburan gamet jantan dan betina (Tenzer, 2014).

Pada veterbrata, reproduksinya dilakukan secara generatif atau seksual. Untuk itu
diperlukan adanya sebuah sistem yang menjalankan proses tersebut yaitu sistem reproduksi.
Sistem ini terbagi menjadi sistem reproduksi jantan dan sistem reproduksi betina. Secara
umum sistem reproduksi vertebrata terdiri atas: 1. Kelenjar kelamin (gonad) yang merupakan
organ utama dalam sistem reproduksi; 2. Saluran reproduksi; 3. Kelenjar seks asesori. Sistem
inilah yang berfungsi menghasilkan sel kelamin (gamet), menyalurkan gamet jantan dan
betina, dan pada kelompok hewan tertentu berfungsi pula untuk memelihara embrio yang
berkembang didalamnya (Tenzer, 2014)

Kelas vertebrata memiliki kekhususuan dalam bentuk sistem reproduksi jantannya, pada
dasarnya setiap kelas vertebrata menghasilkan sperma dalam sistem reproduksi jantan yang
memiliki fungsi untuk membuahi sel telur pada organisme betina. Namun karena kekhususan
dan perbedaan dalam bentuk sistem reproduksi tiap-tiap kelas, maka berdasarkan tempatnya,
fertilisasi atau pembuahan sel telur betina oleh sperma jantan dibagi menjadi 2, yaitu
fertilisasi internal maupun eksternal. Pada organisme katak jantan tidak memiliki organ
khusus untuk melakukan kopulasi sehingga fertilisasi terjadi diluar tubuh katak betina.
Katak jantan memiliki sepasang testis yang berada dekat terletak di sebelah ventral ginjal.
Testis dan ginjal dihubungkan oleh saluran vas deferens. Pematangan sperma jantan
dilakukan didalam testis. Apabila sperma telah matang dan siap membuahi, maka sperma
akan disalurkan melalui saluran vas deferens kemudian menuju ke duktus wolffi. Dari duktus
wolffi sperma dialirkan menuju kloaka dan siap untuk melakukan fertilisasi eksternal dengan
ditambahi cairan yang berasal dari vesikula seminalis (Kuramoto dan Joshy, 2000).

Begitu pula dengan katak betina yang memiliki 2 buah ovarium yang didalamnya
memiliki banyak sel-sel telur. Sel telur yang telah matang akan disalurkan melewati oviduk.
Pada organ oviduk terdapat kelenjar-kelenjar yang berfungsi mensekresikan gel yang akan
membungkus oosit sebelum dikeluarkan dari tubuh. Setelah itu barulah telur siap dikeluarkan
melalui uterus.

Didalam organ testis dan ovarium tentu saja terjadi suatu proses pembentukan sel-sel
gamet yang disebut gametogenesis. Proses pembentukan sel gamet jantan disebut
gametogenesis yang menghasilkan spermatozoid, sedangkan proses pembentukan gamet
betina disebut oogenesis yang menghasilkan sel telur. Keseluruhan gametogenesis dibagi
menjadi 3 tahap yaitu tahap perbanyakan (proliferasi), tahapan tumbuh, dan tahapan
berkembang.

Spermatozoid vertebrata terdiri atas bagian kepala, leher, bagian tengah dan ekor yang
berupa flagel panjang. Sperma hewan-hewan yang berbeda, berbeda pula dalam ukuran,
bentuk dan mobilitasnya. Bentuk spermatozoid adalah spesifik spesies, perbedaannya
terutama terletak pada bentuk kepalanya, yaitu dari bulat pipih sampai panjang lancip.

Pada hewan yang tidak memiliki epididimis seperti katak, testis menjadi tempat
perkembangan serta maturasi atau pematangan sperma. Jadi pada hewan-hewan tersebut
sperma yang dikeluarkan merupakan sperma yang matang yang sudah mempunyai motilitas
dan mempunyai kemampuan untuk membuahi sel telur.
D. Alat dan Bahan
Tabel 1: Daftar Alat dan Bahan Praktikum Reproduksi Katak

Alat Bahan
Peralatan Bedah (skapel, penusuk, gunting Katak Jantan dan Betina
bedah, silet)
Papan Bedah Larutan Fisiologis (NaCl 0,9%)
Mikroskop Cahaya Kapas
Cawan Petri
Pipet Tetes
Kaca benda
kaca penutup

E. Prosedur

1. Prosedur pengamatan organ reproduksi katak

setelah di single
pith, katak
diletakkan diatas
papan bedah dengan
Disiapkan terlebih diambil katak bagian ventral
dahulu alat dan kemudian katak di mneghadap ke atas
bahan single pith dan ditancapkan
pada tangan dan
kaki katak
menggunakan
penusuk

kemudian dibedah
katak dimulai
selanjutnya bagian
dengan membuka
kemudian diamati otot rektus
kulit katak
organ-organ abdominalis dibuka
menggunakan
reproduksi katak dengan hati-hati
gunting bedah
yang telah dibedah agar tidak merusak
hingga bagian kulit
organ
abdomen terbuka
semua
2. Prosedur pengamatan Spermatozoid katak

Diambil testis dan diletakkan testis pada kaca


dibersihkan dari jaringan arloji dan direndam cairan
lemak yang menempel fisiologis

diletakkan beberapa tetes


kemudian testis diiris-iris
suspensi testis diatas kaca
selahus mungkin dan
benda, kemudian ditutup
ditambahkan cairan
dengan kaca penutup dan
fisiologis hingga terbentuk
diamati dibawah
suspensi
mikroskop

3. Prosedur Pengamatan Sel telur

diambil organ ovarium dari ovarium diletakkan diatas


tubuh katak betina dengan kaca benda dan ditetesi cairan
hati-hati fisiologis

kemudian, ovarium digerus


selanjutnya, preparat ovarium
perlahan-lahan menggunakan
diamati mulai dari perbesaran
kaca penutup agar tidak
yang kecil dan dicari sel
merusak sel telur yang ada
telurnya
dialamnya
F. Hasil Pengamatan

Tabel 2: Gambar Hasil Pengamatan dan Gambar Referensi Praktikum Reproduksi Katak

Data Referensi
a. Sistem Reproduksi Katak Jantan

Sumber: Treuting, 2012

a b c

a. Testis
b. Vas deferens
c. kloaka
Sumber: Treuting, 2012

b. Sistem Reproduksi Katak Betina

d b c a. Ovarium
b. Sel telur
c. Kloaka
d. oviduk

c. Sperma Katak Jantan

a. Sel sperma Sumber: Treuting, 2012


b. Kepala sel sperma
c. Ekor sel sperma
d. Leher sel sperma
d. Telur Katak Betina Pada Ovarium

a. Sel telur

Sumber: Treuting, 2012


G. Analisis Data

a. Sistem Reproduksi Katak Jantan

Pada bagian yang ditunjuk oleh huruf A merupakan organ testis pada katak jantan
yang berhubungan dengan vas deferens dan ditunjuk dengan huruf B. Vas deferens
berhubungan dengan ginjal yang berhubungan dengan ureter. Ureter berhubungan langsung
dengan kloaka yang merupakan muara dari 3 buah saluran yaitu saluran pencernaan,
reproduksi dan ekskresi.

b. Sistem Reproduksi Katak Betina

Pada bagian yang ditunjuk oleh huruf A merupakan organ ovarium. Organ yang
ditunjuk huruf B adalah ovarium dengan telur di dalamnya. Organ yang ditunjuk C
merupakan kloaka yang merupakan muara dari saluran pencernaan, ekskresi, dan reproduksi.
Organ yang ditunjuk huruf D adalah oviduk atau saluran ovarium

c. Sel Sprematozoa Katak Jantan

Bagian yang ditunjukk oleh huruf A merupakan keseluruhan dari sel sperma katak
jantan. Bagian yang ditunjuk oleh huruf B merupakan ekor sel sperma dan yang ditunjuk oleh
huruf C adalah Kepala sel sperma.

d. Telur Katak Betina Pada Ovarium

Gambar yang ada pada hasil pengamatan pada sub bagian sel telur katak betina
merupakan ovarium dengan telur didalamnya. Gambar yang ada pada sub bagian tersebut
merupakan hasil pengamatan dari ovarium yang dipencet sehingga pecah. Kemudian hasil
pecahan tersebut diamati dibawah mikroskop dan hasilnya sel telur terselubung oleh
membran dengan inti sel ditengah.

H. Pembahasan

a. Sistem Reproduksi Katak Jantan

Sistem reproduksi pada katak jantan terdiri dari testis, vas efferen, kemudian yang
terakhir adalah kloaka. Pada organ testis iniah sperma akan dibentuk dan dimatangkan
sehingga siap untuk membuahi sel telur. Selanjutnya setelah dimatangkan, sperma akan
dialirkan menuju kloaka dengan melewati vas efferen menuju vas deferen yang kemudian
berakhir pada kloaka. Pada vas deferen terdapat vesikula seminalis yang mengeluarkan zat
sekresi yang berfungsi untuk menjaga supaya sperma tetap aman dan hidup. Namun pada
pengamatan kali ini tidak nampak adanya vesikula seminalis, hal tersebut karena vesikula
seminalis belum berkembang dengan baik atau tertutup oleh lemak. Hal ini dikarenakan
vesikula seminalis merupakan pelebaran dari duktus wolffi (Tenzer, 2003). belum lagi lokasi
vesikula seminalis yang berada dibawah jaringan lainnya sehingga tidak tampak pada
pengamatan kali ini.

b. Sistem Reproduksi Katak Betina

Pada pengamatan kali ini, dapat dibuktikan bahwa ovarium katak betina keduanya
berkembang dengan baik. Ovarium pada katak berjumlah sepasang (Mudite, 2011). Ovarium
yang diamati memiliki warna putih kehitaman yang mana warna hitam tersebut adalah sel
telur. Warna hitam ini disebabkan karena sel telur tertutp oleh folikel-folikel. Disebelah
lateral ovarium terdapat saluran yang berfungsi untuk membawa sel telur dari ovarium
menuju kloaka yang disebut saluran oviduk. Pada bagian posterior atau ujung oviduk yang
berhubungan langsung dengan kloaka terdapat bentukan oviduk yang membesar seperti
uterus. namun belum sejati yang bernama ovisac. ovisac ini berfungsi menyimpan telur
sementara sebelum akhirnya dikeluarkan lewat kloaka.

c. Sel Sperma Katak Jantan

Pada pengamatan kali ini sperma katak diamati dengan perbesaran 40x10 sehingga
masih kurang tampak dan hanya bagian kepalanya saja yang tampak. Namun pada dasarnya
setiap sperma memiliki bagian kepala, leher, dan ekor. Kebanyakan sperma dari genus Rana
memiliki spermatozoa dengan bentuk khas, dengan kepala spermatozoa yang tebal dan ekor
yang tipis (Kuramoto dan Joshy, 2000) . kepala dari sperma ini menyimpan inti nukleus yang
jumlah gennya bersifat haploid. Pada bagian leher spermatozoa terdapat mitokondria yang
merupakan sumber energi bagi sel spermatozoa agar dapat bergerak. Bagian ekor pada
sperma merupakan flagel yang tersusun dari mikrotubul dan berfungsi menggerakkan sel.

d. Sel Telur Katak Betina

Pada Praktikum kali ini tidak ditemukannya ovum atau sel telur pada ovarium yang
telah diamati. Namun pada dasarnya telur katak diselubungi oleh sel-sel folikel yang berada
disekeliling sel telur tersebut. Semakin matang sel telur maka warna sel telur akan semakin
hitam. Pada saat telur akan dikeluarkan dari tubuh katak, sel telur akan melalui oviduk yang
dialamnya terdapat kelenjar-kelenjar yang mensekresikan zat seperti jeli untuk menyelubungi
sel telur. Kemudian sebelum dikeluarkan telur-telur tersebut akan disimpan terlebih dahulu
pada bagian oviduk yang mirip seperti uterus sebelum akhirnya dikeluarkan melalui kloaka.

I. Kesimpulan
 Sistem reproduksi katak jantan terdiri dari testis, vas eferens, ureter, dan kloaka. sel-
sel spermatozoa pada katak dibentuk dan dimatangkan pada organ testis.
 Sistem reproduksi katak betina terdiri dari ovarium, saluran reproduksi berupa oviduk,
uterus (berupa kantung telur/ovisac) dan bermuara pada kloaka.
 Sel sperma pada katak memiliki bentuk lonjong dengan kepala berbentuk oval dan
terdapat bagian leher dan ekor.
 Sel telur pada katak betina didalam oleh sel-sel folikel. Sel telur yang telah matang
akan berwarna hitam dan dilepaskan dari ovarium menuju kloaka melalui oviduk.

J. Jawaban Evaluasi

Halaman 153:

1. Sebelum dikeluarkan, sperma pada hewan katak akan disimpan terlebih di dahulu
pada bagian vesikula seminalis, sedangkan pada hewan merpati disimpan pada testis.

Halaman 139:

1. saluran reproduksi atau oviduk pada katak selain berfungsi untuk menyalurkan sel
telur ke uterus, juga untuk menyelimuti sel telur dengan cairan seperti lendir yang
disekresikan oleh sel yang berada di oviduk katak
2. pada hewan katak, sperma akan dikeluarkan melalui vas efferen kemudian menuju ke
kloaka melalui duktus wolfii atau ureter yang mana ureter juga merupakan saluran
pembuangan hasil ekskresi oleh ginjal. Materi yang dihasilkan oleh testis dan ginjal
katak jantan sama-sama akan dikeluarkan melalui suatu saluran yang disebut kloaka.
Pada hewan merpati sperma yang siap dikeluarkan akan keluar dari testis menuju
epididimis. Dari epididimis akan menuju vas deferen yang bagian ujungnya terdapat
kelenjar vesikula seminalis. Saluran vas deferen akan masuk ke kloaka yang pada
bagian masuknya sperma ke kloaka disebut urodaeum. Urodaeum juga merupakan
tempat masuknya hasil sistem urinaria merpati yang berasal dari ginjal menuju
kloaka. Merpati tidak memiliki vesika urinaria untuk menyimpan urin.
DAFTAR RUJUKAN

Adyane, I Ketut Mudite., Ilham, Sevy Tiara., Agil, Muhammad. 2011. Profil Gonad Kodok
Lembu Betina yang Diberi Human Chorionic Gonadotropin dan Ekstrak Hipofisis
Kodok Lokal. Jurnal Veteriner, Vol. 12, No.3, hlm. 208-213.

Kuramoto, Mitsuro., Joshy, S. Hareesh. 2000. Sperm Morphology of Some Indian Frogs as
Revealed by SEM. Current Herpetology, Vol. 19 No.2, hlm. 63-70.

Tenzer, Amy., Judani, Titi., Lestari, Umie. 2003. Struktur Hewan II (BIC 410). Malang:
Universitas Negeri Malang.

Tenzer, Amy., Lestari, Umie., Handayani, Nursasi., Listyorini, Dwi., Gofur, Abdul. 2014.
Struktur Perkembangan Hewan 1 Bagian 2. Malang: Universitas Negeri Malang.

Treuting, Piper M., Dintzis, Suzanne M. 2012. Comparative Anatomy and Histology A Mouse
and Human Atlas. USA : Academic Press.
Staf Dosen Anatomi Hewan. 1990. Diktat Asistensi Anatomi Hewan – Zoologi. Yogtakarta:
Universitas Gadjah Mada.

Wake, Marvalee H. 1978. The Reproductive Biology of Eleutherodactylus jasperi (Amphibia,


Anura, Leptodactylidae), with Comments on the Evolution of Live-Bearing Systems.
Journal of Herpetology, Vol. 12, No. 2, hlm. 121-133.
Lampiran

Sistem reproduksi betina sistem reproduksi jantan

Sel sperma sel telur