Anda di halaman 1dari 26

BAB I

PENDAHULUAN

LATAR BELAKANG

Dalam konteks perekonomian suatu negara, salah satu wacana yang


menonjol adalah mengenai pertumbuhan ekonomi. Meskipun ada juga wacana lain
mengenai pengangguran, inflasi atau kenaikan harga barang-barang secara
bersamaan, kemiskinan, pemerataan pendapatan dan lain sebagainya. Pertumbuhan
ekonomi menjadi penting dalam konteks perekonomian suatu negara karena dapat
menjadi salah satu ukuran dari pertumbuhan atau pencapaian perekonomian bangsa
tersebut, meskipun tidak bisa dinafikan ukuran-ukuran yang lain
Salah satu hal yang dapat dijadikan motor penggerak bagi pertumbuhan adalah
perdagangan internasional. Salvatore menyatakan bahwa perdagangan dapat
menjadi mesin bagi pertumbuhan ( trade as engine of growth,Salvatore, 2004). Jika
aktifitas perdagangan internasional adalah ekspor dan impor, maka salah satu dari
komponen tersebut atau kedua-duanya dapat menjadi motor penggerak bagi
pertumbuhan. Tambunan (2005) menyatakan pada awal tahun 1980-an Indonesia
menetapkan kebijakan yang berupaexport promotion. Dengan demikian, kebijakan
tersebut menjadikan ekspor sebagai motor penggerak bagi pertumbuhan.

1
BAB II
PEMBAHASAN
WTO (World Trade Organization)

WTO merupakan badan atau organisasi perdagangan dunia yang


mengawasi segala bentuk aktivitas perdagangan di dunia internasional. Terbentuk
sejak tahun 1995, WTO berjalan berdasarkan serangkaian perjanjian yang
dinegosiasikan dan disepakati oleh sejumlah besar negara di dunia dan diratifikasi
melalui parlemen. Tujuan dari perjanjian-perjanjian WTO adalah untuk membantu
produsen barang dan jasa, eksportir dan importir dalam melakukan kegiatannya.
WTO merupakan salah satu subjek hukum dan status resmi bagi para anggotanya,
dengan itulah mereka bisa melakukan perdagangan dengan skala internasional.
Maksud dan tujuan didirikannya badan atau organisasi WTO adalah untuk
menciptakan kesejahteraan bagi para anggotanya melalui perdagangan
internasional yang lebih bebas. WTO memiliki beberapa fungsi, antara lain :
 Menyetujui segala bentuk perputaran barang dan jasa baik dalam lingkup
kerjasama multilateral dan plurilateral, serta bertugas untuk mengawasi
pelaksanaan komitmen akses yang ada di pasar baik di bidang tarif dan non
tarif. Mengawasi segala praktek perdagangan internasional secara regional
dan meninjau kebijaksanaan perdagangan negara atau anggotanya melalui
prosedur notifikasi.
 Sebagai forum tempat penyelesaian berbagai macam jenis sengketa dan
menyediakan mekanisme konsiliasi dengan tujuan untuk mengatasi
sengketa perdagangan yang timbul.

2
 Menyediakan berbagai macam bantuan teknis yang dibutuhkan oleh para
anggotanya, termasuk bagi negara yang sedang berkembang. (
Mengurangi segala bentuk hambatan perdagangan dunia dengan melakukan
program perundingan pertukaran profesi di bidang perdagangan secara terus-
menerus.
Dampak Ekonomi
Dampak WTO terhadap Ekonomi:
• Membantu mempromosikan perdamaian antar negara
• Perselisihan ditangani secara konstruktif
• Aturan memudahkan semua
• Perdagangan bebas mengurangi biaya hidup, memberikan lebih banyak
pilihan produk dan kualitas
• Perdagangan merangsang pertumbuhan ekonomi
• Perdagangan meningkatkan pendapatan negara dan orang-orangnya
• Prinsip dasar membuat hidup lebih efisien
• Pemerintah terlindungi dari lobi
• Sistem mendorong pemerintahan yang lebih baik

Anggota:

No Nama Bergabung

1 Afghanistan 29 July 2016

2 Afrika Selatan 1 January 1995

3 Amerika Serikat 1 January 1995

4 Arab Saudi 11 December 2005

5 Belanda 1 January 1995

6 Cina Taipei 1 January 2002

7 Filipina 1 January 1995

3
8 Inggris Raya 1 January 1995

9 Irlandia 1 January 1995

10 Islandia 1 January 1995

11 Italia 1 January 1995

12 Jamaika 9 March 1995

13 Jepang 1 January 1995

14 Jerman 1 January 1995

15 Kamboja 13 October 2004

16 Kamerun 13 December 1995

17 Kanada 1 January 1995

18 Kirgizstan 20 December 1998

19 Kolombia 30 April 1995

20 Korea Selatan 1 January 1995

21 Kosta Rika 1 January 1995

22 Kroasia 30 November 2000

23 Latvia 10 February 1999

24 Luksemburg 1 January 1995

4
25 Makau 1 January 1995

26 Maladewa 31 May 1995

27 Malta 1 January 1995

28 Maroko 1 January 1995

29 Meksiko 1 January 1995

30 Mesir 30 June 1995

31 Norwegia 1 January 1995

32 Pantai Gading 1 January 1995

33 Papua Nugini 9 June 1996

34 Polandia 1 July 1995

35 Prancis 1 January 1995

36 Republik Afrika Tengah 31 May 1995

37 Republik Ceko 1 January 1995

38 Republik Demokratik Kongo 1 January 1997

39 Republik Dominika 9 March 1995

40 Republik Kongo 27 March 1997

41 Republik Makedonia 4 April 2003

5
42 Rumania 1 January 1995

43 Rusia 22 August 2012

44 Selandia Baru 1 January 1995

45 Siprus 30 July 1995

46 Slovakia 1 January 1995

47 Slovenia 30 July 1995

48 Spanyol 1 January 1995

49 Swedia 1 January 1995

50 Swiss 1 July 1995

51 Tanjung Verde 23 July 2008

52 Uni Emirat Arab 10 April 1996

53 Uni Eropa 1 January 1995

54 Yaman 26 June 2014

55 Yunani 1 January 1995

56 Albania 8 September 2000

57 Angola 23 November 1996

58 Antigua and Barbuda 1 January 1995

6
59 Argentina 1 January 1995

60 Armenia 5 February 2003

61 Australia 1 January 1995

62 Austria 1 January 1995

63 Bahrain 1 January 1995

64 Bangladesh 1 January 1995

65 Barbados 1 January 1995

66 Belgia 1 January 1995

67 Belize 1 January 1995

68 Benin 22 February 1996

69 Bolivia 12 September 1995

70 Botswana 31 May 1995

71 Brasil 1 January 1995

72 Brunei Darussalam 1 January 1995

73 Bulgaria 1 December 1996

74 Burkina Faso 3 June 1995

75 Burundi 23 July 1995

7
76 Chad 19 October 1996

77 Chile 1 January 1995

78 Cina 11 December 2001

79 Cuba 20 April 1995

80 Denmark 1 January 1995

81 Djibouti 31 May 1995

82 Dominika 1 January 1995

83 Ekuador 21 January 1996

84 El Salvador 7 May 1995

85 Estonia 13 November 1999

86 Fiji 14 January 1996

87 Finlandia 1 January 1995

88 Gabon 1 January 1995

89 Gambia 23 October 1996

90 Georgia 14 June 2000

91 Ghana 1 January 1995

92 Grenada 22 February 1996

8
93 Guatemala 21 July 1995

94 Guinea 25 October 1995

95 Guinea-Bissau 31 May 1995

96 Guyana 1 January 1995

97 Haiti 30 January 1996

98 Honduras 1 January 1995

99 Hong Kong 1 January 1995

100 Hungaria 1 January 1995

101 India 1 January 1995

102 Indonesia 1 January 1995

103 Israel 21 April 1995

104 Jordania 11 April 2000

105 Kazakhstan 30 November 2015

106 Kenya 1 January 1995

107 Kepulauan Solomon 26 July 1996

108 Kuwait 1 January 1995

109 Laos 2 February 2013

9
110 Lesotho 31 May 1995

111 Liberia 14 July 2016

112 Liechtenstein 1 September 1995

113 Lithuania 31 May 2001

114 Madagaskar 17 November 1995

115 Malawi 31 May 1995

116 Malaysia 1 January 1995

117 Mali 31 May 1995

118 Mauritania 31 May 1995

119 Mauritius 1 January 1995

120 Moldova 26 July 2001

121 Mongolia 29 January 1997

122 Montenegro 29 April 2012

123 Mozambik 26 August 1995

124 Myanmar 1 January 1995

125 Namibia 1 January 1995

126 Nepal 23 April 2004

10
127 Niger 13 December 1996

128 Nigeria 1 January 1995

129 Nikaragua 3 September 1995

130 Oman 9 November 2000

131 Pakistan 1 January 1995

132 Panama 6 September 1997

133 Paraguay 1 January 1995

134 Peru 1 January 1995

135 Portugal 1 January 1995

136 Qatar 13 January 1996

137 Rwanda 22 May 1996

138 Saint Kitts and Nevis 21 February 1996

139 Saint Lucia 1 January 1995

140 Saint Vincent and the Grenadines 1 January 1995

141 Samoa 10 Mei 2012

142 Senegal 1 January 1995

143 Seychelles 26 April 2015

11
144 Sierra Leone 23 July 1995

145 Singapura 1 January 1995

146 Sri Lanka 1 January 1995

147 Suriname 1 January 1995

148 Swaziland 1 January 1995

149 Tajikistan 2 March 2013

150 Tanzania 1 January 1995

151 Thailand 1 January 1995

152 Togo 31 May 1995

153 Tonga 27 July 2007

154 Trinidad and Tobago 1 March 1995

155 Tunisia 29 March 1995

156 Turki 26 March 1995

157 Uganda 1 January 1995

158 Ukraina 16 May 2008

159 Uruguay 1 January 1995

160 Vanuatu 24 Agustus 2012

12
161 Venezuela 1 January 1995

162 Vietnam 11 January 2007

163 Zambia 1 January 1995

164 Zimbabwe 5 March 1995

13
AFTA (ASEAN Free Trade Area)

AFTA adalah salah satu jenis organisasi perdagangan internasional, namun


tidak seluas WTO cakupannya. Jika WTO mencakup seluruh dunia, namun dalam
AFTA anggotanya dikhususkan bagi negara-negara yang ada di kawasan Asia
Tenggara, yakni Indonesia, Vietnam, Myanmar, Singapura, Malaysia, Thailand,
Kambodja, Brunei Darussalam, Laos dan Thailand. Organisasi ini dibentuk pada
KTT ke IV di Singapura tahun 1992. AFTA memiliki dua tujuan utama yakni :
Untuk meningkatkan daya saing ekonomi terutama dalam bidang
perdagangan dalam upaya untuk menjadikan ASEAN sebagai basis produksi pasar
dunia.
Untuk meningktkan perdagangan antar negara ASEAN dan dunia serta
menarik para investor asing untuk menanmkan modalnya di kawasan ASEAN.
Akhir-akhir ini AFTA mengalami berbagai perkembangan salah satunya
adalah adanya sebuah kesepakatan bersama untuk menghapuskan atau meniadakan
biaya bea masuk impor barang. Adapun produk itu termasuk ke dalam produk
General Exception. Produk yang dimaksud meliputi produk-produk yang secara
permanen tidak perlu dimasukkan ke dalam CEPT AFTA dengan berbagai alasan
yakni faktor keamanan, kesehatan bagi segala makhluk hidup serta untuk
melestarikan berbagai macam objek-objek arkeologi dan budaya

14
Dampak Positif bagi Perekonomian Indonesia :
1. Terbukanya pasar internasional dapat memperluas jangkauan pemasaran
pelaku industry di Indonesia. Jika mampu menguasai pasar internasional, maka hal
itu akan meningkatkan kesempatan kerja dalam negeri maupun meningkatkan
devisa negara.
2. Semakin mudah mengakses modal investasi dari luar negeri. Apabila
investasinya bersifat langsung, misalnya dengan pendirian pabrik di Indonesia
maka akan membuka lapangan kerja. Hal ini bisa mengatasi kelangkaan modal di
Indonesia.
3. Semakin mudah memperoleh barang-barang yang dibutuhkan masyarakat dan
belum bisa diproduksi di Indonesia
Dampak Negative bagi Perekonomian Indonesia :
1. Kemungkinan hilangnya pasar produk ekspor Indonesia karena kalah bersaing
dengan produksi negara lain yang lebih murah dan berkualitas. Misalnya produk
pertanian kita kalah jauh dari Thailand.
2. Membanjirnya produk impor di pasaran Indonesia sehingga mematikan
usaha-usaha di Indonesia. Misalnya, ancaman produk mainan Cina yang lebih
murah bagi industri mainan di tanah air.
3. Ancaman dari sektor keuangan dunia yang semakin bebas dan menjadi ajang
spekulasi. Investasi yang sudah ditanam di Indonesia bisa dengan mudah ditarik
atau dicabut jika dirasa tidak lagi menguntungkan. Hal ini bisa memengaruhi
kestabilan ekonomi.
4. Ancaman masuknya tenaga kerja asing (ekspatriat) di Indonesia yang lebih
profesional SDMnya. Lapangan kerja di Indonesia yang sudah sempit jadi semakin
sempit.

Pada pertemuan para menteri ekonomi ASEAN yang ke-26 di Chiang Mai,
Thailand, bulan September 1994 telah disepakati tiga hal yang mendasar, yakni
sebagai berikut.
Seluruh negara anggota ASEAN sepakat bahwa perdagangan bebas (AFTA)
dipercepat pelaksanaannya dari semula tahun 2010 menjadi tahun 2003.
Jumlah produk yang masuk dalam daftar AFTA (Inclusion List, IL)
ditambah dan semua produk yang masuk Temporary Exclusion List (TEL) secara
bertahap akan masuk dalam IL. Dengan demikian, semua produk TEL diharapkan
masuk IL pada 1 Januari 2000.
Memasukkan semua produk pertanian yang belum diproses ke dalam skema
CEPT (Common Effective Preferential Tariff) yang dibagi dalam 3 kelompok:

15
Immediate Inclusion List (daftar produk) yang segera masuk dalam Inclusion List
mulai berlaku 1 Januari 1996 sehingga tarifnya 0-5% pada tahun 3003.
Temporary Exclusion List akan masuk dalam Inclusion List pada tahun 2003.
Produk-produk sensitif (Sensitive List) yang mendapat perlakuan khusus di luar
skema CEPT.

Negara Anggota AFTA:


Negara yang menjadi anggota AFTA pada awalnya berjumlah 6 negara
yang secara resmi yaitu Indonesia, Thailand, Singapura, Brunei Darussalam, dan
Filipina. Negara yang menjadi anggota ini semakin bertambah dengan seiring
bergabungnya Negara lain kedalam ASEAN yaitu Negara Vietnam di tahun 1995,
Negara Myanmar dan Negara Laos di tahun 1997, serta Negara Kamboja di tahun
1999. Ini membuat Negara yang menjadi anggota AFTA menjadi sepuluh Negara.

16
APEC

APEC merupakan salah satu organisasi yang berfokus pada kerjasama


ekonomi di Asia Pasifik yang didirikan pada tahun 1989. Berbeda dengan
organisasi perdagangan lain seperti WTO dan AFTA yang mengharuskan adanya
sebuah perjanjian atau kesepakatan, namun dalam APEC yang ditekankan adalah
komitmen dan sukarela dari para anggotanya. Keberadaan APEC bertujuan untuk
menguatkan atau mengukuhkan pertumbuhan dan perkembangan ekonomi serta
mempererat komunikasi dan interaksi negara-negara di Asia Pasifik. Selain itu
APEC bisa juga disebut sebagai forum utama guna memfasilitasi kegiatan atau
aktivitas perekonomian yang dilakukan dalam upaya pertumbuhan ekonomi,
kerjasama, perdagangan dan investasi di kawasan Asia Pasifik. Pada dasarnya
APEC merupakan salah satu organisasi perdagangan di kawasan Asia Pasifik guna
untuk menjamin kemajuan dan perkembangan ekonomi guna meningkatkan daya
saing ekonomi dengan negara di kawasan lain.
Tujuan :
1. Meningkatkan perdagangan dan investasi di kawasan Asia Pasifik.
2. Meningkatkan daya saing dari usaha kecil dan menengah.
3. Mendorong pemerataan ekonomi APEC antar anggota.
4. Meningkatkan human security.
5. Mendukung antikorupsi dan transparasi.
6. Mendorong komunikasi lintas budaya.
Dampak Positif APEC bagi Perekonomian Indonesia :
1. Membahas isu-isu ekonomi internasional.
2. Menuju gerbang masyarakat Indonesia yang menganut Liberalisasi
Perdagangan.
3. Peningkatan Human and Capacity Building.
4. Sumber peningkatan potensi ekonomi perdagangan dan investasi
Indonesia.

17
Dampak Negative APEC bagi Perekonomian Indonesia :
1. Membanjirnya produk impor di Indonesia.
2. Banyak pengusaha local yang gulung tikar karena tidak mampu bersaing
dengan produk impor.
3. Sifat masyarakat Indonesia yang konsumerisme.
4. Kesenjangan sosial yang semakin Nampak karena menganut paham
liberalisasi perdagangan.

Anggota APEC:

No. Nama Negara Anggota Ibukota Tahun Bergabung

1 Australia Canberra 1989

2 Brunei Darussalam Bandar Sribegawan 1989

3 Kanada Ottawa 1989

4 Indonesia Jakarta 1989

5 Jepang Tokyo 1989

6 Korea Selatan Seoul 1989

7 Malaysia Kuala Lumpur 1989

8 Selandia Baru Wellington 1989

9 Filipina Manila 1989

10 Singapura Singapura 1989

11 Thailand Bangkok 1989

12 Amerika Serikat Washington DC 1989

China (Republik Rakyat


13 Beijing 1991
China)

14 Hong Kong (China) Hong Kong 1991

15 Taiwan (Republik China)* Taipei 1991

16 Meksiko Mexico City 1993

18
17 Papua Nugini Port Moresby 1993

18 Chile Santiago 1994

19 Peru Lima 1998

20 Rusia Moskwa 1998

21 Vietnam Hanoi 1998

19
OPEC

OPEC merupakan salah satu jenis organisasi perdagangan dunia yang


berfokus pada ekspor minyak. Perlu anda ketahui bahwasannya OPEC berdiri atas
inisiatif atau prakarsa dari lima negara produsen minyak terbesar di dunia yakni
Irak, Iran, Kuwait, Arab, dan Venezuela tepatnya pada tanggal 14 September 1960
bertempat di Baghdad Irak. Saat itu kantor pusat dari OPEC terletak di Wina
Austria. OPEC memiliki beberapa tujuan antara lain :
Menyatukan kebijakan terhadap keberadaan minyak serta perdagangan
minyak, agar terjadi kesinambungan dan sinergi antar pihak sehingga potensi
minyak bisa dikembangkan dan menjadi alat pertumbuhan ekonomi bagi negara-
negara yang bersangkutan.
Memenuhi segala bentuk kebutuhan minyak bumi. Dimana hal ini menjadi
tanggung jawab penuh yang hrus diemban oleh negara-negara yang terkait. Dimana
mereka harus berupaya untuk selalu memnuhi kebutuhan akan minyak.
Menjaga stabilitas harga minyak dunia. Harga menjadi salah satu aspek
penting dimana akan memberikan sumbangsih bagi kesejahteraan rakyat. Ketika
harga minyak tinggi maka banyak manusia yang akan berkeluh kesah, begitu juga
ketika harga minyak murah para produksi juga akan merugi. Untuk itulah
keberadaan OPEC ini diharapkan mampu menstabilkan harga dan menjaga harga
minyak agar semua pihak diuntungkan. Menerapkan berbagai kebijakan yang
bertujuan untuk melindungi negara-negara anggota. Sebagai sebuah organisasi
tentunya harus melindungi dan menjamin kenyamanan bagi para anggotanya. Suatu
organsisai pasti akan membantu anggotanya ketika mendapatkan sebuah masalah.
Pada dasarnya tugas OPEC adalah menjaga dan mempertahankan
penawaran serta permintaan minyak di pasaran. Dengan menerapkan berbagai
kebijakan yang ada seperti menentukan batas maksimal permintaan minyak dan lain
sebagainya. Misalkan ketika terjadi kenaikan harga atau ada salah satu negara
anggota yang kurang maksimal dalam memperoduksi, maka anggota lain

20
diharapkan secara sukarela untuk meningkatkan produksi minyaknya. Dengan
begitu keberadaan dan harga minyak akan tetap stabil.
Bagaimana Pengaruh OPEC di Dunia?
Di dunia internasional, OPEC mewakili kekuatan politik dan ekonomi yang
cukup signifikan. Dua pertiga cadangan minyak dunia serta setengah ekspor minyak
dunia dimiliki negara anggota OPEC. Pada 1970-an, OPEC menunjukkan
kekuatannya dalam pentas politik dunia, ketika mereka melakukan embargo
terhadap Amerika Serikat vvvvvvvvvvvvvvvvvvvvvvvvvvvvvvvvvvvvvvvvvvvvv
Pada masa itu, Perang Yom Kippur meletus di Timur Tengah, antara Israel
yang berperang dengan Mesir dan Suriah. Amerika Serikat kemudian membantu
Israel dalam peperangan tersebut. Sebagai respons atas langkah Amerika, OPEC
lantas menerapkan embargo minyak yang ditargetkan kepada Amerika Serikat dan
sekutu Eropanya. Embargo berlangsung dari tanggal 19 Oktober 1973 hingga 17
Maret 1974.

Embargo itu berdampak sangat luas, meliputi inflasi serta resesi ekonomi di
Amerika Serikat dan negara-negara lain yang menjadi target embargo. Pada waktu
itu, akibat embargo, pemilik mobil di Amerika Serikat dibatasi untuk hanya
membeli bensin pada hari tertentu, serta penerapan plat nomor genap-ganjil untuk
beroperasi bergantian. Embargo minyak juga mendorong produsen mobil
memproduksi kendaraan berukuran lebih kecil dan hemat bahan bakar.

Bahkan setelah embargo berakhir, harga minyak terus naik, dan ekonomi
Amerika Serikat semakin morat-marit. Meski karena hal itu OPEC dianggap telah
berlaku “jahat” dalam arena politik, namun organisasi itu juga memiliki tujuan yang
bisa dijustifikasi.

Selain itu, OPEC berfungsi mencegah anggotanya dimanfaatkan oleh negara-


negara industri, dengan memastikan negara-negara pengekspor minyak
memperoleh harga minyak yang adil.

Saat ini OPEC beranggotakan dua belas negara sebagai berikut:

Tahun
No Negara Regional
Bergabung

1 Arab Saudi Timur Tengah (Asia Barat) 1960

2 Iran Timur Tengah (Asia Barat) 1960

3 Irak Timur Tengah (Asia Barat) 1960

21
Tahun
No Negara Regional
Bergabung

4 Kuwait Timur Tengah (Asia Barat) 1960

5 Venezuela Amerika Selatan 1960

6 Qatar Timur Tengah (Asia Barat) 1961

7 Libya Afrika 1962

8 Uni Emirat Arab Timur Tengah (Asia Barat) 1967

9 Aljazair Afrika 1969

10 Nigeria Afrika 1971

11 Ekuador Amerika Selatan 1973

12 Angola Afrika 2007

Sedangkan negara-negara yang pernah menjadi anggota OPEC namun saat ini
sudah keluar dari OPEC adalah sebagai berikut:

Tahun
No Negara Regional Alasan Keluar
Bergabung

Biaya kontribusi
1 Gabon Afrika 1975 - 1994
OPEC

Menjadi net importir


2 Indonesia Asia Tenggara 1962 – 2009
minyak bum

22
NAFTA

NAFTA merupakan sebuah kesepakatan atau perjanjian perdagangan bebas.


Yang menaungi negara-negara di bagian Amerika Utara dengan markas yang
berada di Washington DC, Ottawa dan Mexico City. NAFTA bisa disebut sebagai
sebuah organisasi yang terdiri dari negara-negara bagian Amerika Utara seperti
Amerika Serikat, Kanada, Meksiko. Dalam sebuah piagam yang disetujui dan
diresmikan oleh seluruh anggota NAFTA berisi tentang beberapa tugas yang harus
dilaksanakan, antara lain hubungan perniagaan, komunikasi, kegiatan kebudayaan,
kewarganegaraan, paspor dan visa, kegiatan sosial dan kegiatan yang berhubungan
dengan kesehatan.
Tujuan :
 Meningkatkan kegiatan ekonomi para anggota;
 Mengusahakan standarisasi barang-barang yang diperdagangkan;
 Meningkatkan pelayanan pada konsumen dengan mengutamakan aspek
keselamatan, kesehatan, dan ramah dengan lingkungan;
 Mengatur keseimbangan ekspor dan impor di antara anggota.
Dampak Positif bagi Perekonomian Indonesia :
1. Memperbesar jangkau pasaran ekspor Indonesia di Negara-negara anggota
NAFTA.
2. Lebih mudah mendapatkan barang-barang yang belum bias di produksi
sendiri oleh Indonesia.
3. Lebih mudah masuknya para investor-investor dari Negara anggota NAFTA.
Dampak Negative bagi Perekonomian Indonesia :
1. Dampak awal pada ASEAN sendiri sebagai suatu wilayah ekonomi di dunia
tidak terlalu besar. Namun karena produk pertanian Indoensia memainkan perarnan
yang besar, baik secara domestic maupun secara regional (ASEAN), maka dampak
yang diterima Idnoensia pun paling besar diantara Negara-negara ASEAN lainnya.

23
2. Efek negatif terhadap ekspor komodits pertanian juga lebih besar
dibandingkan Negara ASEAN lainnya, diantaranya ekspor beras Indonesia akan
turun 70,0%, dibandingkan Malaysia misalnya hanya mengalami penurunan sekitar
2,8%.
Anggota
Tiga Negara Anggota Nafta Adalah:
 Kanada
 Amerika Serikat
 Meksiko

24
BAB III
PENUTUP
Kesimpulan
Pada dasarnya semua organisasi terbentuk dan tercipta oleh beberapa pihak yang
memiliki tujuan yang sama dan ingin mewujudkannya. Semua organisasi pasti
memiliki tujuan yang berbeda-beda sesuai dengan kebutuhan dan keinginan
anggotanya. Selain itu juga potensi yang negara mereka miliki. Demikianlah
penjelasan singkat mengenai organisasi perdagangan yang ada di dunia.

25
Referensi:
https://www.kemlu.go.id/id/kebijakan/kerjasama-multilateral/Pages/World-Trade-
Organization-(WTO).aspx
http://www.dosenpendidikan.net/2016/09/pengertian-afta-dan-tujuan-afta-serta-
negara-negara-anggota-afta.html
http://ilmupengetahuanumum.com/21-negara-anggota-apec-asia-pacific-
economic-cooperation-ibukota/
http://belajar-sampai-mati.blogspot.co.id/2014/08/bagaimana-pengaruh-opec-di-
dunia.html

26