Anda di halaman 1dari 26

Tanggung Jawab dan Tanggung Gugat Perawat

Bab 2
Tinjauan Materi
2.1 Pengertian Tanggung Jawab Perawat
Tanggung jawab perawat berarti keadaan yang dapat dipercaya dan terpercaya. Sebutan
ini menunjukkan bahwa perawat professional menampilkan kinerja secara hati – hati, teliti dan
kegiatan perawat dilaporkan secara jujur.(Koziers 1983:25) Klien merasa yakin bahwa perawat
bertanggung jawab dan memiliki kemampuan, pengetahuan dan keahlian yang relevan dengan
disiplin ilmunya.

Kepercayaan tumbuh dalam diri klien, karena kecemasan akan muncul bila klien merasa
tidak yakin bahwa perawat yang merawatnya kurang terampil, pendidikannya tidak memadai dan
kurang berpengalaman. Klien tidak yakin bahwa perawat memiliki integritas dalam sikap,
keterampilan, pengetahuan (integrity) dan kompetensi.

Beberapa cara dimana perawat dapat mengkomunikasikan tanggung jawabnya :


1. Menyampaikan perhatian dan rasa hormat pada klien (sincere intereset)
Contoh : “Mohon maaf bu demi kenyamanan ibu dan kesehatan ibu saya akan mengganti balutan
atau mengganti spreinya”.
2. Bila perawat terpaksa menunda pelayanan, maka perawat bersedia memberikan penjelasan
dengan ramah kepada kliennya (explanantion about the delay). Misalnya ; “Mohon maaf pak
saya memprioritaskan dulu klien yang gawat dan darurat sehingga harus meninggalkan bapak
sejenak”.
3. Menunjukan kepada klien sikap menghargai (respect) yang ditunjukkan dengan perilaku
perawat. misalnya mengucapkan salam, tersenyum, membungkuk, bersalaman dsb.
4. Berbicara dengan klien yang berorientasi pada perasaan klien (subjects the patiens desires)
bukan pada kepentingan atau keinginan perawat misalnya “Coba ibu jelaskan bagaimana
perasaan ibu saat ini”. Sedangkan apabila perawat berorientasi pada kepentingan perawat ; “
Apakah bapak tidak paham bahwa pekerjaan saya itu banyak, dari pagi sampai siang, mohon
pengertiannya pak, jangan mau dilayani terus”

5. Tidak mendiskusikan klien lain di depan pasien dengan maksud menghina (derogatory)
,misalnya “ pasien yang ini mungkin harapan sembuhnya lebih kecil dibanding pasien yang tadi”
6. Menerima sikap kritis klien dan mencoba memahami klien dalam sudut pandang klien (see the
patient point of view). Misalnya perawat tetap bersikap bijaksana saat klien menyatakan bahwa
obatnya tidak cocok atau diagnosanya mungkin salah.

Pengertian Tanggung Jawab menurut Barbara kozier (dalam Fundamental of nursing 1983:25)
Tanggung jawab perawat berarti keadaan yang dapat dipercaya dan terpercaya. Sebutan
ini menunjukan bahwa perawat professional menampilkan kinerja secara hati-hati, teliti dan
kegiatan perawat dilaporkan secara jujur.

Pengertian Tanggung jawab perawat menurut ANA


Penerapan ketentuan hukum (eksekusi) terhadap tugas-tugas yang berhubungan dengan
peran tertentu dari perawat, agar tetap kompeten dalam Pengetahuan, Sikap dan bekerja sesuai
kode etik (ANA, 1985).
Menurut pengertian tersebut, agar memiliki tanggung jawab maka perawat diberikan ketentuan
hukum dengan maksud agar pelayanan perawatannya tetap sesuai standar.Misalnya hukum
mengatur apabila perawat melakukan kegiatan kriminalitas, memalsukan ijazah, melakukan
pungutan liar dsb. Tanggung jawab perawat ditunjukan dengan cara siap menerima hukuman
(punishment) secara hukum kalau perawat terbukti bersalah atau melanggar hukum.

Pengertian Responsibility menurut Berten , (1993:133)


Keharusan seseorang sebagai mahluk rasional dan bebas untuk tidak.mengelak serta
memberikan penjelasan mengenai perbuatannya, secara retrosfektif atau prosfektif (Bertens,
1993:133). Berdasarkan pengertain di atas tanggung jawab diartikan sebagai kesiapan
memberikan jawaban atas tindakan-tindakan yang sudah dilakukan perawat pada masa lalu atau
tindakan yang akan berakibat di masa yang akan datang. Misalnya bila perawat dengan sengaja
memasang alat kontrasepsi tanpa persetujuan klien maka akan berdampak pada masa depan
klien. Klien tidak akan punya keturunan padahal memiliki keturunan adalah hak semua manusia.
Perawat secara retrospektif harus bisa mempertanggung-jawabkan meskipun tindakan perawat
tersebut diangap benar menurut pertimbangan medis.
Kode Etik Perawat
Kode etik Keperawatan Indonesia telah disusun oleh Dewan Pimpinan Pusat Perawat
Nasional Indonesia, melalui Munas PPNI di Jakarta pada tanggal 29 November 1989. Kode etik
tersebut terdiri atas 5 BAB dan 17 Pasal, dimana:

 BAB 1 menjelaskan tentang tanggung jawab perawat terhadap individu, keluarga dan
masyarakat (4 pasal)
 BAB 2 menjelaskan tentang tanggung jawab perawat terhadap tugasnya (5 pasal)
 BAB 3 menjelaskan tentang tanggung jawab terhadap sesama perawat dan profesi
kesehatan lainnya (2 pasal)
 BAB 4 menjelaskan tentang tanggung jawab perawat terhadap profesi keperawatan (4
pasal)
 BAB 5 menjelaskan tanggung jawab perawat terhadap pemerintah, bangsa, dan tanah air
(2 pasal)

2.2 Jenis atau macam-macam tanggung jawab perawat


Tanggung jawab (Responsibility) perawat dapat diidentifikasi sebagai berikut :
1. Responsibility to God (tanggung jawab utama terhadap Tuhannya)
2. Responsibility to Client and Society (tanggung jawab terhadap klien dan masyarakat)
3. Tanggung Jawab Perawat terhadap Tugas
4. Responsibility to Colleague and Supervisor (tanggung jawab terhadap rekan sejawat dan
atasan)
5. Tanggung Jawab Perawat terhadap Profesi
6. Tanggung Jawab Perawat terhadap Negara
1. Tanggung jawab perawat terhadap Tuhannya saat merawat klien
Dalam sudut pandang etika Normatif, tanggung jawab perawat yang paling utama adalah
tanggung jawab di hadapan Tuhannya. Sesungguhnya penglihatan, pendengaran dan hati akan
dimintai pertanggung jawabannya di hadapan Tuhan.

2. Tanggung Jawab Perawat terhadap Klien


Dalam memberikan pelayanan keperawatan kepada individu, keluarga, atau komunitas, perawat
sangat memerlukan etika keperawatan yang merupakan filsafat yang mengarahkan tanggung
jawab moral yang mendasar terhadap pelaksanaan praktik keperawatan, dimana inti dari falsafah
tersebut adalah hak dan martabat manusia.
Untuk memelihara dan meningkatkan kepercayaan masyarakat, diperlukan peraturan tentang
hubungan antara perawat dengan masyarakat, yaitu sebagai berikut :
1. Perawat, dalam melaksanakan pengabdiannya, senantiasa berpedoman pada tanggung
jawab yang bersumber dari adanya kebutuhan terhadap keperawatan individu, keluarga, dan
masyarakat.
2. Perawat, dalam melaksanakan pengabdian dibidang keperawatan, memelihara suasana
lingkungan yang menghormati nilai-nilai budaya, adapt istiadat dan kelangsungan hidup
beragama dari individu, keluarga, dan masyarakat.
3. Perawat, dalam melaksanakan kewajibannya terhadap individu, keluarga, dan
masyarakat, senantiasa diladasi rasa tulus ikhlas sesuai dengan martabat dan tradisi luhur
keperawatan.
4. Perawat menjalin hubungan kerjasama dengan individu, keluarga, dan masyarakat,
khususnya dalam mengambil prakarsa dan mengadakan upaya kesehatan, serta upaya
kesejahteraan pada umumnya sebagai bagian dari tugas dan kewajiban bagi kepentingan
masyarakat.

3. Tanggung Jawab Perawat terhadap Tugas


1. Perawat memelihara mutu pelayanan keperawatan yang tinggi disertai kejujuran
profesional dalam menerapkan pengetahuan serta keterampilan keperawatan sesuai dengan
kebutuhan individu, keluarga, dan masyarakat.
2. Perawat wajib merahasiakan segala sesuatu yang diketahuinya sehubungan dengan
tugas yang diprcayakan kepadanya, kecuali jika diperlukan oleh pihak yang berwenang sesuai
denagan ketentuan hokum yang berlaku.
3. Perawat tidak akan menggunakan pengetahuan dan keterampilan keperawatan yang
dimilikinya untuk tujuan yang bertentangan dengan norma-norma kemanusian.
4. Perawat dalam menunaikan tugas dan kewajibannya, senantiasa berusaha dengan
penuh kesadaran agar tidak terpengaruh oleh pertimbangan kebangsaan, kesukuan, warna kulit,
umur, jenis kelamin, aliran politik, agama yang dianut, dan kedudukan sosial.
5. Perawat mengutamakan perlindungan dan keselamatan pasien atau klien dalam
melaksaakan tugas keerawatannya, serta matang dalam mempertimbangkan kemempuan jika
menerima atau mengalih-tugaskan tanggung jawab yang ada hubungannya dengan kaperawatan.

4. Tanggung Jawab Perawat terhadap Sejawat


Tanggung jawab perawat terhadap sesama perawat dan profesi kesehatan lain adalah sebagai
berikut :
1. Perawat memelihara hubungan baik antar sesama perawat dan tenaga kesehatan
lainnya, baik dalam memelihara keserasian suasana lingkungan kerja maupun dalam mencapai
tujuan pelayanan kesehatan secara menyeluruh.
2. Perawat menyebarluaskan pengetahuan, keterampilan, dan pengalamannya kepada
sesame perawat, serta menerima pengetahuan dan pengalaman dari profesi dalam rangka
meningkatkan kemampuan dalam bidang keperawatan.

5. Tanggung Jawab Perawat terhadap Profesi


1. Perawat berupaya meningkatkan kemampuan profesionalnya secara sendiri-sendiri dan
bersama-sama dengan jalan menambah ilmu pengetahuan, keterampilan, dan pengalaman yang
bermanfaat bagi perkembangan keperawatan.
2. Perawat menjunjung tinggi nama baik profesi keperawatan dengan menunjukan
perilaku dan sifat-sifat pribadi yang luhur.
3. Perawat berperan dalam menentukan pembakuan pendidikan dan pelayanan
keperawatan, serta menerapkannya dalam kegiatan pelayanan dan pendidikan keperawatan.
4. Perawat secara bersama-sama membina dan memelihara mutu organisasi profesi
keperawatan sebagai sarana pengabdiannya.

6. Tanggung Jawab Perawat terhadap Negara


1. Perawat melaksanakan ketentuan-ketentuan sebagai kebijaksanaan yang telah
digariskan oleh pemerintah dalam bidang kesehatan dan keperawatan.
2. Perawat berperan secara aktif dalam menyumbangkan pikiran kepada pemerintah
dalam meningkatkan pelayanan kesehatan dan keperawatan kepada masyarakat.

2.3 Pengertian Tanggung Gugat Perawat


Barbara kozier (dalam Fundamental of nursing 1983:7, 25)
Acountability : dapat diartikan sebagai bentuk partisipasi perawat dalam membuat suatu
keputusan dan belajar dengan keputusan itu konsekuensi-konsekunsinya.

Tanggung Gugat dapat diartikan sebagai bentuk partisipasi perawat dalam membuat suatu
keputusan dan belajar dengan keputusan itu konsekuensi-konsekunsinya. Perawat hendaknya
memiliki tanggung gugat artinya bila ada pihak yang menggugat ia menyatakan siap dan berani
menghadapinya. Terutama yang berkaitan dengan kegiatan-kegiatan profesinya. Perawat harus
mampu untuk menjelaskan kegiatan atau tindakan yang dilakukannya.
Hal ini bisa dijelaskan dengan mengajukan tiga pertanyaan berikut :
1. Kepada siap tanggung gugat itu ditujukan?
2. Apa saja dari perawat yang dikenakan tanggung gugat?
3. Dengan kriteria apa saja tangung gugat perawat diukur baik buruknya?

1) Kepada siapa tanggung gugat itu ditujukan ?


Sebagai tenaga perawat kesehatan prawat memiliki tanggung gugat terhadap klien, sedangkan
sebagai pekerja atau karyawan perawat memilki tanggung jawab terhadap direktur, sebagai
profesional perawat memilki tanggung gugat terhadap ikatan profesi dan sebagai anggota team
kesehatan perawat memiliki tanggung gugat terhadap ketua tim biasanya dokter sebagai
contoh: perawat memberikan injeksi terhadap klien. Injeksi ditentukan berdasarkan advis dan
kolaborasi dengan dokter, perawat membuat daftar biaya dari tindakan dan pengobatan yang
diberikan yang harus dibayarkan ke pihak rumah sakit.Dalam contoh tersebut perawat memiliki
tanggung gugat terhadap klien, dokter, RS dan profesinya.

2) Apa saja dari perawat yang dikenakan tanggung gugat?


Perawat memilki tanggung gugat dari seluruh kegitan professional yang dilakukannya mulai dari
mengganti laken, pemberian obat sampai persiapan pulang.Hal ini bisa diobservasi atau diukur
kinerjanya.

3) Dengan kriteria apa saja tangung gugat perawat diukur baik buruknya?
Ikatan perawat, PPNI atau Asosiasi perawat atau Asosiasi Rumah sakit telah menyusun
standar yang memiliki krirteria-kriteria tertentu dengan cara membandingkan apa-apa yang
dikerjakan perawat dengan standar yang tercantum.baik itu dalam input, proses atau outputnya.
Misalnya apakah perawat mencuci tangan sesuai standar melalui 5 tahap yaitu.Mencuci kuku,
telapak tangan, punggung tangan, pakai sabun di air mengalir selama 3 kali dan sebagainya.

2.4 Jenis atau macam-macam tanggung gugat perawat


Istilah tanggung gugat, merupakan istilah yang baru berkembang untuk meminta
pertanggung jawaban seseorang karena kelalaiannya menimbulkan kerugian bagi pihak lain. Di
bidang pelayanan kesehatan, persoalan tanggung gugat terjadi sebagai akibat adanya hubungan
hukum antara tenaga medis ( dokter, bidan, perawat) dengan pengguna jasa ( pasien) yang diatur
dalam perjanjian. Tanggung Gugat dapat diartikan sebagai bentuk partisipasi perawat dalam
membuat suatu keputusan dan belajar dengan keputusan itu konsekuensi-konsekunsinya. Perawat
hendaknya memiliki tanggung gugat artinya bila ada pihak yang menggugat ia menyatakan siap
dan berani menghadapinya. Terutama yang berkaitan dengan kegiatan-kegiatan
profesinya.Perawat harus mampu untuk menjelaskan kegiatan atau tindakan yang dilakukannya.
Macam-Macam Jenis Tanggung Gugat
a. Contractual Liability.
Tanggung gugat jenis ini muncul karena adanya ingkar janji, yaitu tidak dilaksanakannya sesuatu
kewajiban (prestasi) atau tidak dipenuhinya sesuatu hak pihak lain sebagai akibat adanya
hubungan kontraktual. Dalam kaitannya dengan hubungan terapetik, kewajiban atau prestasi
yang harus dilaksanakan oleh health care provider adalah berupa upaya (effort), bukan hasil
(result). Karena itu dokter atau tenaga kesehatan lain hanya bertanggunggugat atas upaya medik
yang tidak memenuhi standar, atau dengan kata lain, upaya medik yang dapat dikatagorikan
sebagai civil malpractice
b. Liability in Tort
Tanggung gugat jenis ini merupakan tanggung gugat yang tidak didasarkan atas adanya
contractual obligation, tetapi atas perbuatan melawan hukum . Pengertian melawan hukum tidak
hanya terbatas pada perbuatan yang berlawanan dengan hukum, kewajiban hukum diri sendiri
atau kewajiban hukum orang lain saja tetapi juga yang berlawanan dengan kesusilaan yang baik
& berlawanan dengan ketelitian yang patut dilakukan dalam pergaulan hidup terhadap orang lain
atau benda orang lain (Hogeraad, 31 Januari 1919).
c. Strict Liability
Tanggung gugat jenis ini sering disebut tanggung gugat tanpa kesalahan (liability whitout fault)
mengingat seseorang harus bertanggung jawab meskipun tidak melakukan kesalahan apa-apa;
baik yang bersifat intensional, recklessness ataupun negligence. Tanggung gugat seperti ini
biasanya berlaku bagi product sold atau article of commerce, dimana produsen harus membayar
ganti rugi atas terjadinya malapetaka akibat produk yang dihasilkannya, kecuali produsen telah
memberikan peringatan akan kemungkinan terjadinya risiko tersebut
d. Vicarious Liability
Tanggung gugat jenis ini timbul akibat kesalahan yang dibuat oleh bawahannya
(subordinate).Dalam kaitannya dengan pelayanan medik maka RS (sebagai employer) dapat
bertanggung gugat atas kesalahan yang dibuat oleh tenaga kesehatan yang bekerja dalam
kedudukan sebagai sub-ordinate (employee).

Bab 3
Kasus
3.1 Kasus tanggung jawab perawat dengan pasien
Tn.T umur 55 tahun, dirawat di ruang 206 perawatan neurologi Rumah Sakit AA, tn.T
dirawat memasuki hari ketujuh perawatan. Tn.T dirawat di ruang tersebut dengan diagnosa
medis stroke iskemic, dengan kondisi saat masuk Tn.T tidak sadar, tidak dapat makan, TD:
170/100, RR: 24 x/mt, N: 68 x/mt. Kondisi pada hari ketujuh perawatan didapatkan Kesadaran
compos mentis, TD: 150/100, N: 68, hemiparese/kelumpuhan anggota gerak dextra atas dan
bawah, bicara pelo, mulut mencong kiri. Tn.T dapat mengerti bila diajak bicara dan dapat
menjawab pertanyaan dengan baik tetapi jawaban Tn.T tidak jelas (pelo). Tetapi saat sore hari
sekitar pukul 17.00 WIB terdengar bunyi gelas plastik jatuh dan setelah itu terdengar bunyi
seseorang jatuh dari tempat tidur, diruang 206 dimana tempat Tn.T dirawat. Saat itu juga perawat
yang mendengar suara tersebut mendatangi dan masuk ruang 206, saat itu perawat mendapati
Tn.T sudah berada dilantai dibawah tempat tidurnya dengan barang-barang disekitarnya
berantakan.
Ketika peristiwa itu terjadi keluarga Tn.T sedang berada dikamar mandi, dengan adanya
peristiwa itu keluarga juga langsung mendatangi Tn.T, keluarga juga terkejut dengan peristiwa
itu, keluarga menanyakan kenapa terjadi hal itu dan mengapa, keluarga tampak kesal dengan
kejadian itu. Perawat dan keluarga menanyakan kepada Tn.T kenapa bapak jatuh, Tn.T
mengatakan ”saya akan mengambil minum tiba-tiba saya jatuh, karena tidak ada pengangan pada
tempat tidurnya”, perawat bertanya lagi, “kenapa bapak tidak minta tolong kami” kata Tn.T
“saya pikir kan hanya mengambil air minum aja”.
Dua jam sebelum kejadian, perawat merapikan tempat tidur Tn.T dan perawat
memberikan obat injeksi untuk penurun darah tinggi (captopril) tetapi perawat lupa memasng
side drill tempat tidur Tn.T kembali. Tetapi saat itu juga perawat memberitahukan pada pasien
dan keluarga, bila butuh sesuatu dapat memanggil perawat dengan alat yang tersedia.

ANALISA KASUS
Contoh kasus di atas merupakan salah satu bentuk kasus kelalaian dari perawat dalam
memberikan asuhan keperawatan, seharusnya perawat memberikan rasa aman dan nyaman
kepada pasien (Tn.T). rasa nyaman dan aman salah satunya dengan menjamin bahwa Tn.T tidak
akan terjadi injuri/cedera, karena kondisi Tn.T mengalami kelumpuhan seluruh anggota gerak
kanan, sehingga mengalami kesulitan dalam beraktifitas atau menggerakan tubuhnya.
Pada kasus diatas menunjukkan bahwa kelalaian perawat dalam hal ini lupa atau tidak
memasang pengaman tempat tidur (side drill) setelah memberikan obat injeksi captopril,
sehingga dengan tidak adanya penghalang tempat tidur membuat Tn.T merasa leluasa bergerak
dari tempat tidurnya tetapi kondisi inilah yang menyebabkan Tn.T terjatuh.
Bila melihat dari hubungan perawat – pasien dan juga tenaga kesehatan lain tergambar pada
bentuk pelayanan praktek keperawatan, baik dari kode etik dan standar praktek atau ilmu
keperawatan. Pada praktek keperawatan, perawat dituntut untuk dapat bertanggung jawab baik
etik, disiplin dan hukum. Dan prinsipnya dalam melakukan praktek keperawatan, perawat harus
memperhatikan beberapa hal, yaitu: Melakukan praktek keperawatan dengan ketelitian dan
kecermatan, sesuai standar praktek keperawatan, melakukan kegiatan sesuai kompetensinya, dan
mempunyai upaya peningkatan kesejaterahan serta kesembuhan pasien sebagai tujuan praktek.
Kelalaian implikasinya dapat dilihat dari segi etik dan hukum, bila penyelesaiannya dari
segi etik maka penyelesaiannya diserahkan dan ditangani oleh profesinya sendiri dalam hal ini
dewan kode etik profesi yang ada diorganisasi profesi, dan bila penyelesaian dari segi hukum
maka harus dilihat apakah hal ini sebagai bentuk pelanggaran pidana atau perdata atau
keduannya dan ini membutuhkan pakar dalam bidang hukum atau pihak yang berkompeten
dibidang hukum.
Bila dilihat dari beberapa teori diatas, maka kasus Tn.T, merupakan kelalaian dengan alasan,
sebagai berikut:
1. Kasus kelalaian Tn.T terjadi karena perawat tidak melakukan tindakan keperawatan yang
merupakan kewajiban perawat terhadap pasien, dalam hal ini perawat tidak melakukan tindakan
keperawatan sesuai standar profesi keperawatan, dan bentuk kelalaian perawat ini termasuk
dalam bentuk Nonfeasance.
Terdapat beberapa hal yang memungkinkan perawat tidak melakukan tindakan keperawatan
dengan benar, diantaranya sebagai berikut:
a. Perawat tidak kompeten (tidak sesuai dengan kompetensinya)
b. Perawat tidak mengetahui SAK dan SOP
c. Perawat tidak memahami standar praktek keperawatan
d. Rencana keperawatan yang dibuat tidak lengkap
e. Supervise dari ketua tim, kepala ruangan atau perawat primer tidak dijalankan dengan baik
f. Tidak mempunyai tool evaluasi yang benar dalam supervise keperawatan
g. Kurangnya komunikasi perawat kepada pasien dan kelaurga tentang segala sesuatu yang
berkaitan dengan perawatan pasien. Karena kerjasama pasien dan keluarga merupakan hal yang
penting.
h. Kurang atau tidak melibatkan keluarga dalam merencanakan asuhan keperawatan

2. Dampak – dampak kelalaian


Dampak dari kelalaian secara umum dapat dilihat baik sebagai pelanggaran etik dan pelanggaran
hukum, yang jelas mempunyai dampak bagi pelaku, penerima, dan organisasi profesi dan
administrasi.
a. Terhadap Pasien
1. Terjadinya kecelakaan atau injury dan dapat menimbulkan masalah keperawatan baru
2. Biaya Rumah Sakit bertambah akibat bertambahnya hari rawat
3. Kemungkinan terjadi komplikasi/munculnya masalah kesehatan/keperawatan lainnya.
4. Terdapat pelanggaran hak dari pasien, yaitu mendapatkan perawatan sesuai dengan standar yang
benar.
5. Pasien dalam hal ini keluarga pasien dapat menuntut pihak Rumah Sakit atau perawat secara
peroangan sesuai dengan ketententuan yang berlaku, yaitu KUHP.
b. Perawat sebagai individu/pribadi
1. perawat tidak dipercaya oleh pasien, keluarga dan juga pihak profesi sendiri, karena telah
melanggar prinsip-prinsip moral/etik keperawatan, antara lain:
 Beneficience, yaitu tidak melakukan hal yang sebaiknya dan merugikan pasien
 Veracity, yaitu tidak mengatakan kepada pasien tentang tindakan-tindakan yang harus dilakukan
oleh pasien dan keluarga untuk dapat mencegah pasien jatuh dari tempat tidur
 Avoiding killing, yaitu perawat tidak menghargai kehidupan manusia, jatuhnya pasien akan
menambah penderitaan pasien dan keluarga.
 Fidelity, yaitu perawat tidak setia pad komitmennya karena perawat tidak mempunyai rasa
“caring” terhadap pasien dan keluarga, yang seharusnya sifat caring ini selalu menjadi dasar dari
pemberian bantuan kepada pasien.
2. Perawat akan menghadapai tuntutan hukum dari keluarga pasien dan ganti rugi atas kelalaiannya.
Sesuai KUHP.
3. Terdapat unsur kelalaian dari perawat, maka perawat akan mendapat peringatan baik dari
atasannya (Kepala ruang – Direktur RS) dan juga organisasi profesinya.
c. Bagi Rumah Sakit
1. Kurangnya kepercayaan masyarakat untuk memanfaatkan fasilitas pelayanan kesehatan RS
2. Menurunnya kualitas keperawatan, dan kemungkinan melanggar visi misi Rumah Sakit
3. Kemungkinan RS dapat dituntut baik secara hukum pidana dan perdata karena melakukan
kelalaian terhadap pasien
4. Standarisasi pelayanan Rumah Sakit akan dipertanyakan baik secara administrasi dan procedural
d. Bagi profesi
1. Kepercayaan masyarakat terhadap profesi keperawatan berkurang, karena menganggap organisasi
profesi tidak dapat menjamin kepada masyarakat bahwa perawat yang melakukan asuhan
keperawatan adalah perawat yang sudah kompeten dan memenuhi standar keperawatan.
2. Masyarakat atau keluarga pasien akan mempertanyakan mutu dan standarisasi perawat yang telah
dihasilkan oleh pendidikan keperawatan
3. Hal yang perlu dilakukan dalam upaya pencegahan dan perlindungan bagi penerima pelayanan
asuhan keperawatan, adalah sebagai berikut:
Bagi Profesi atau Organisasi Profesi keperawatan :
a. Bagi perawat secara individu harus melakukan tindakan keperawatan/praktek keperawatan
dengan kecermatan dan ketelitian tidak ceroboh.
b. Perlunya standarisasi praktek keperawatan yang di buat oleh organisasi profesi dengan jelas dan
tegas.
c. Perlunya suatu badan atau konsil keperawatan yang menyeleksi perawat yang sebelum bekerja
pada pelayanan keperawatan dan melakukan praktek keperawatan.
d. Memberlakukan segala ketentuan/perundangan yang ada kepada perawat/praktisi keperawatan
sebelum memberikan praktek keperawatan sehingga dapat dipertanggung jawabkan baik secara
administrasi dan hukum, missal: SIP dikeluarkan dengan sudah melewati proses-proses tertentu.

3.1 Kasus tanggung gugat perawat


Klien meminta untuk diaborsi demi keselamatan ibunya, suaminya setuju tetap ia mengatakan
pada perawat bahwa ia kan selalu tersiksa dengan pikiran-pikiran bahwa ia setuju
membinasakan makhluk yang ia bantu pembentukannya. Si istri juga mengatakan kepada
perawat itu bahwa ia juga setuju untuk melakukan aborsi tersebut demi keselamatanya.
Solusi dan pembahasan: sebagai tenaga perawat kersehatan, seorang perawat harus mempunyai
tunggung gugat terhadap kliennya. Perawat melakukan perannya sebagai advokasi, edukasi,
dan kolaborasi, jadi seorang perawat juga harus melindungi hak-hak pasien tentang
masalah aborsi ini sehingga perawat tidak bertindak sendiri melainkan membutukan kerjasama
dari tim lain. Dan masalah tentang edukasinya perawat memberikan informasi tentang
bahayanya aborsi bagi kesehatan klien dan tidak hanya kepentingan kesehatannya saja tetapi
seorang perawat juga har us mampu membangkitkan spiritual si klien tentang aborsi ini.

Bab 4
Penutup
4.1 Kesimpulan
Perawat memiliki tanggung jawab dan tanggung gugat dalam melakukan praktik
keperawatannya.Tangung jawab perawat berarti keadaan yang dapat dipercaya dan
terpercaya.Tanggung jawab perawat diidentifikasi menjadi beberapa jenis, yaitu tanggung jawab
terhadap klien baik individu, keluarga maupun masyarakat, tanggung jawab terhadap tugas dan
kewajibannya, tanggung jawab terhadap sesame perawat dan tenaga kesehatan lain, serta
tanggung jawab terhadap pemerintah.

Tanggung gugat dapat diartikan sebagai bentuk partisipasi perawat dalam membuat suatu
keputusan dan belajar dengan keputusan itu konsekuensi-konsekunsinya. Perawat hendaknya
memiliki tanggung gugat artinya bila ada pihak yang menggugat ia menyatakan siap dan berani
menghadapinya. Terutama yang berkaitan dengan kegiatan-kegiatan profesinya.Tanggung gugat
memicu evaluasi efektifitas perawat dalam praktik.Tanggung gugat membutuhkan evaluasi
kinerja perawatan dalam memberikan perawatan kesehatan.

4.2 Saran
1. Sebaiknya seorang perawat harus lebih memahami apa saja tanggung jawab dan tanggung
gugat dalam keperawatn.
2. Dalam menghadapi situasi yang memerlukan keputusan untuk mengambil tindakan, seorang
perawat harus mampu memberikan tindakan sesuai dengan norma hukum yang berlaku.

Daftar Pustaka
Nila, Hj. Ismani (2001). Etika Keperawatan. Jakarta: Widya Medika. Potter, Patricia A. (2005).
Fundamental of Nursing: Concepts, Proses adn Practice 1st Edition. Jakarta:EGC.

http://addy1571.files.wordpress.com/2008/12/tanggung-jawab-dan-tanggung-gugat-perawat-
dalam-sudut-pandan.pdf (di unduh pada tanggal 2 April 2013 Pukul 21.08)

Ismani Nila. (2000). Etika Keperawatan. Jakarta: Widya Medika

Yosep Iyus. (2009). Tanggung Jawab dan Tanggung Gugat dalam Sudut Pandang Etik.
http://virgiyatitd.blogspot.co.id/2013/04/tanggung-jawab-dan-tanggung-gugat.html
TANGGUNG JAWAB DAN TANGGUNG GUGAT DALAM PRAKTIK
KEPERAWATAN

1. TANGGUNG JAWAB DALAM PRAKTIK KEPERAWATAN


Tanggung jawab perawat telah termuat dalam kode etik yang telah disusun dan disahkan
oleh organisasi atau wadah yang membina profesi keperawatan. Wadah yang membina profesi
keperawatan di Indonesia ialah Dewan Pimpinan Pusat Musyawarah Nasional PPNI di Jakarta
pada tanggal 29 November 1989. Hingga saat ini, rumusan itu masih relevan dan berlaku serta
menjadi acuan keperawatan.
Tanggung jawab perawat sebagaimana yang dirumuskan dalam kode etik keperawatan
Indonesia tersebut terdiri dari 5 bab dan 16 pasal. Bab 1 terdiri dari empat pasal, menjelaskan
tentang tanggung jawab perawat terhadap individu, keluarga dan masyarakat. Bab 2 menjelaskan
tentang tanggung jawab perawat terhadap tugasnya. Bab 3 terdiri dari dual pasal , menjelaskan
tanggung jawab perawat terhadap sesame perawat dan profesi kesehatan lain. Bab 4 terdiri dari
empat pasal menjelaskan tanggung jawab perawat terhadap profesi keperawatan. Bab 5 terdiri
dari dua pasal , menjelaskan tentang tanggung jawab perawat terhadap pemerintah, bangsa dan
tanah air.

A. PENGERTIAN TANGGUNG GUGAT


Tanggung jawab perawat berarti keadaan yang dapat dipercaya dan terpercaya. Sebutan
ini menunjukan bahwa perawat professional menampilkan kinerja secara hati-hati, teliti dan
kegiatan perawat dilaporkan secara jujur. Pengertian Tanggung Jawab menurut Barbara kozier
(dalam Fundamental of nursing 1983:25) adalah tanggung jawab perawat berarti keadaan yang
dapat dipercaya dan terpercaya. Sebutan ini menunjukan bahwa perawat professional
menampilkan kinerja secara hati-hati, teliti dan kegiatan perawat dilaporkan secara jujur.
Pengertian Tanggung jawab perawat menurut ANA yaitu penerapan ketentuan hukum (eksekusi)
terhadap tugas-tugas yang berhubungan dengan peran tertentu dari perawat, agar tetap kompeten
dalam Pengetahuan, Sikap dan bekerja sesuai kode etik (ANA, 1985). Menurut pengertian
tersebut, agar memiliki tanggung jawab maka perawat diberikan ketentuan hukum dengan
maksud agar pelayanan perawatannya tetap sesuai standar. Misalnya hukum mengatur apabila
perawat melakukan kegiatan kriminalitas, memalsukan ijazah, melakukan pungutan liar .
Tanggung jawab perawat ditunjukan dengan cara siap menerima hukuman (punishment) secara
hukum kalau perawat terbukti bersalah atau melanggar hokum. Berdasarkan pengertain di atas
tanggung jawab diartikan sebagai kesiapan memberikan jawaban atas tindakan-tindakan yang
sudah dilakukan perawat pada masa lalu atau tindakan yang akan berakibat di masa yang akan
datang..

B. JENIS – JENIS TANGGUNG JAWAB PERAWAT


I. Tanggung Jawab Perawat Terhadap Klien
Fungsi dari perawat tertentu tidak bisa dipisahkan dari kepercayaan klien dan masyarakat secra
luas. Jika masyarakat tidak memberikan kepercayaan kepada perawat maka keberadaan dan
eksistensi perawat dalam dunia kesehatan dianggap tidak berguna. Oleh karena itu, menjaga
kepercayaan masyarakat terhadap perawat adalah keniscayaan. Perawat memiliki banyak
tanggung jawab terhadap klien yang harus dilakukan secara nyata, sebagai berikut:
1. Dalam setiap menjalankan fungsinya sebagai perawat dan menjalankan pengabdiannya dalam
dunia keperawatan , setiap perawat hendaknya selalu berpedoman pada tanggung jawab yang
bersumber pada adanya kebutuhan terhadapbkeperawatan individu, keluarga dan masyarakat
2. Dalam menjalankan profesi sebagai perawat, tanggung jawab yang harus dilaksanakan adalam
memelihara suasana lingkungan yang menghormati nilai-nilai budaya, adat istiadat, dan
kelangsungan hidup beragama dari individu, keluarga, dan masyarakat. Artinya seorang perawat
dituntut untuk beradaptasi dengan adat istiadat dilingkungan yang ditempatinya. Jngan sampai
perawat memaksakan sebuah norma di tengah masyarakat, sementara norma tersebut tidak sesuai
dengan tradisi dan budaya setempat
3. Dalam setiap melaksanakan kewajibanya terhadap individu keluarga dan masyarakat, senantiasa
dilandasi rasa tulus ikhlas sesuai dengan martabat dan tradisi luhur keperawatan. Artinya ,
seorang perawat bertanggung jawab unruk melaksanakan prinsip dan etika keperawatan tidak
hanya dalaminstitusi keperawatan (kesehatan) ketika ia bekerja secara formal, tetapi juga
ditengah masyarakat , keluarga dan terhadap pribadi.
4. Setiap menjalankan fungsinya , perawat bertanggung jawab untuk selalu menjalain hubungan
kerjasama dengan individu, keluarga dan masyarakat, khususnya dalam mengambil prakarsa dan
mengadakan upaya kesehatan, serta upaya kesejahteraan pada umumnya, baik secara formal
maupun informal. Formal dalam arti kegiatan yang diprakarsai oleh institusi yang menaungi
perawat atau tempat ia bekerja. Sedangkan nonformal adalah kegiatan yang diprakarsai secara
pribadi atau swadaya. Langkah ini sebagai bagian dari tugas perawat dan kewajiaban perawat
bagi kepentingan masyarakat luas.

II. Tanggung Jawab Perawat Terhadap Tugas


Selain memiliki tanggung jawab kepeda klien perawat juga memiliki tanggung jawab terhadap
tugas yang diembannya. Inilah tanggung jaeab perawat terhadap tugasnya :
1. Seorang perawat memiliki tanggung jawab untuk memelihara mutu pelayanan keperawatan yang
tinggi disertai kejujuran professional dalam menerapkan pengetahuan serta keterampialan
keperawatan sesuai dengan kebutuhan individu, keluarga dan masyarakat. Dengan kata lain ,
ketika menjalankan tugasnya perawat harus memiliki keterampilan dan keahlian yang mempuni
agar tugas yang dijalankan sesuai dengan kaidah – kaidah kedokteran ( keperawatan), tidak
secara serampangan. Tugas perawat berkaitan erat dengan keselamatan jiwa banyak orang.
2. Seorang perawat bertanggung jawab untuk merahasiakan segala sesuatu yang diketahui
sehhubungan dengan tugas yang dipercayakan terhadapnya, kecuali diperlukan oleh pihak yang
berwenang sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Dengan kata lain ada beberapa informasi yang
harus diketahui oleh public (pasien) dan ada beberapa informasi yang tidak boleh dibocorkan
kepada siapapun kecuali atas persetujuan institusi yang menanunginya. Mengacu pada ketentuan
KUHP, perawat yang membuka rahasia akan dikenakan sangsi hokum. Pasal 322 menyatakan
dnegan tegas , barang siapa dengan sengaja membuka suatu rahasia , yang menurut jawabatnya
atau pekerjaannya , baik sekarang maupun dahulu, ia diwajibkan menyimpannya , dihukum
penjara selama-lamanya sembilan bulan.
3. Dalam setiap melaksanakan tugasnya sebagai perawat, pekerja tidak diperkenankan
menggunakan pengetahuan dan keterampilan keperawat yang dimilikinya dengan tujuan yang
bertentangan dengan norma-norma kemanusiaan. Misalnya, memberikan memberikan informasi
kepada khalayak bagaimana cara mengugurkan bayi secara mudah dan alamiah sehingga
memicu banyak orang untuk mengugurkan kandungannya dan lain-lain. Pengetahuan itu
sebiknya disimpan untuk diri sendiri dan dipergunakan untuk kepentingan orang banyak.
4. Dalam setiap menjalankan tugas dan kewajiabanya seorang perawata senantiasa bertanggung
jawab untuk bersikap netral , independen dan objektif. Artinya ketika menjalankan tugasnya
sebagai perawat , dengan penuh kesadaran seorang perawat tidak boleh terpengaruh oleh
pertimbangan kebangsaan, kesukuan, warna kulit, umur, jenis kelamin aliran politik,agama yang
dianur, budaya dan adat istiadat , serta kedudukan sosial.
5. Setiap perawat bertanggung jawab untuk mengutamakan perlindungan dan keselamatan pasien
atau klien dalam setiap melaksanakan tugas keperwatanya, baik di institusi maupun diluar
institusi yaitu keselamayan jiwa pasien. Tidak hanya itu perawat juga harus matang dalam
mampertimbnagkan kemampuannya jika menerimaatau mengalihtugas tanggung jawab yang ada
hubungannya dengan dunia keperawatan.
6. Perawat harus memenuhi kebikanjakan dan prosedur risiko tinggi yang ada di lembaga. Standar
praktik keperawatan member instruksi bahwa perawat harus membantu dalam mempertahankan
lingkungan yang aman dan harus memastikan penyelesaian masalah keselamatan yang terjadi
selama jam dinas.
7. Perawat harus member tahu dokter pada saat kedatangan pasien maupun selama hospitalisasi
jika pasien mengalami gejala kondisi medis. Perawat juga harus mendokumentasikan bahwa
dokter telah diberi tahu. (Melakukan hal yang hanya dapat melindungi perawat dari adanya
dampak di kemudian hari). Intensitas komunikasi antara perawat dengan dokter akan menjadi
pelindung hukum bagi perawat. Oleh karena itu, perawat harus mencatat setiap upaya yang
dilakukan untuk menghubungi dokter, waktu, dan isi pesan yang ditinggalkan, segala aktivitas
ditempat ia kerja, fakta yang meyakinkan di semua percakapan, dan upaya-upaya untuk
berkomunikasi dengan orang lain tentang situasi tersebut, termasuk dengan siapa percakapan itu
terjadi dan apa yang dikatakan.

III. Tanggung Jawab Perawat Terhadap Sejawat


Seorang perawat juga memiliki tanggung jawab terhadap sejawat atau terhadap sesame
perawatdan profesi kesehtan lin. Tanggung jawab perawat terhadap sesame perawat dan profesi
kesehtan lainnya adalah sebagai berikut:
1. Baik ketika melaksanakan tugs maupun tidak setiap perawat bertanggung jawab untuk
memelihara hubungan dengan baik antara sesame perawat dan tenaga kesehtan lainnya, seperti
bidan, dokterdan lain-lain, baik dalam memelihara keserasian suasana lingkungan kerja maupun
dalam mencapai tujuan pelayanan kesehatan secara menyeluruh. Janga sampai antara perawat
dengan perawat lainya terjadi persaingan yang tidak sehat hanyak untuk merebut pasien.
2. Perawat juga bertanggung jawab untuk menyebarluaskan ilmu pengetahuan, keterampilan,
keahlian,dan pengalamanya dalam dunia keperawatankepada semua perawat, serta menerima
pengetahuan dan pengalaman dari profesi dalam rangka meningkatkan kemampuan dalam bidan
keperawatan.

IV. Tangggung Jawab Perawat Terhadap Profesi


Perawat memiliki tanggung jawab terhadap profesi yang dipegangnya . Tanggung jawab
terhadap profesiadalah sebagai berikut:
1. Selama menyandang profesi sebagai perawat, setiap perawat bertanggung jawab untuk
meningkatkan kemampuan profesionalnya secara sendiri-sendiri dan atau bersama-samadengan
jalan menambah ilmu pengetahuan, keterampilan dan pengalaman yang bermanfaat bagi
perkemabagan keperawatan. Dengan kata lain setiap perawat memelihara dan meningkatkan
kopetensi dibidang keperawatan melalui belajar terus meneru. Perawat senantiasa memelihara
mutu pelayanan keperawatan yang tinggi serta kejujuran professional dalam menerapkan
pengetahuan dan keterampialn keperawatan sesuai dengan kebutuhan pasien. Misalnya
melanjutkan studi keperawatan ke jenjang yang lebih tingg, seperti S1 Keperawatan , S2
Keperawatan bahkan bila perlu S3 Keperawatan. Deangan upaya tersebut maka keahlian dan
profesionalisme perawat akan selalu meningkat sehingga akan mempengaruhi pula peningkatkan
kualitas pelayanan terhadap pasien.
2. Setiap perawat bertanggung jawab untuk menjungjung tinggi nama baik profesi keperawatan
dengan nenunjukan perilaku dan sifat-sifat pribadi yang luhur. Ini penting dilakukan karena
setiap tindakan yang dilakukan oleh perawat akan menjadi cermin dari institusi atau profesi yang
disandang. Artinya jika sikap dan tindakan perawat baik, institusi atau profesi kepera wtan akan
dinilai baik oleh halayak. Jika selama ini profesi perawat sering diragukan oleh pasien dalam
pelayanan kesehatan hal ini sebenarnya disebabkan oleh prilaku dan sifat pribadi perawat.
3. Selama menyandang profesi sebagai perawat, setiap perawat bertanggung jawab ikut terlibat
(berperan) dalam menentukan pembakuan pendidikan dan pelayanan keperawatan serta
menerapkannya dalam kegiatan pelayanan dan pendidikan keperawatan
4. Selama menyandang profesi sebagai perawat, setiap perawat secara bersama-sama bertanggung
jawab membina dan memelihara mutu organisasi profesi perawat sebagai sarana dedikasi dan
pengabdian.
V. Tanggung Jawab Perawat Terhadap Negara
Setiap perawat memiliki tanggung jawab terhadap pemerintah yang harus dijalankannya selama
menyandang profesi keperawatan. Inilah tanggung jawab terakhir dari seorang perawat yang
harus diembannya selama menjalani profesi sebagai perawat. Berikut adalah tanggung jawab
perawat terhadap Negara atau pemerintahan:
1. Selama menyandang profesi sebagai perawat, setiap perawat senantiasa bertanggung jawab
untuk selalu melaksanakan ketentuan-ketentuan sebagai kebijaksanaan yang telah digariskan
oleh pemerintah atau Negara dalam bidang kesehatan dan keperawatan
2. Perawat juga bertanggung jawab untuk berperan aktif dalam menyumbangkan pikiran kepada
pemerintah dalam meningkatkan pelayanan kesehatan dan keperawatan kepada masyarakat.
Dengan kata lain perawat tidak hanya dituntut melaksanakan ketentuan pemerintahan tetapi juga
dituntut untuk memberikan masukan, kritik,dan sasaran membangun kepada pemerintah dalam
dunia keperawatan , baik dalam kebijakan, anggaran atau hal lainnya.

2. TANGGUNG GUGAT DALAM PRAKTIK KEPERAWATAN


A. PENGERTIAN TANGGUNG GUGAT
Tanggung gugat, merupakan istilah yang baru berkembang untuk meminta pertanggung
jawaban seseorang karena kelalaiannya menimbulkan kerugian bagi pihak lain. Di bidang
pelayanan kesehatan, persoalan tanggung gugat terjadi sebagai akibat adanya hubungan hukum
antara tenaga medis ( dokter, bidan, perawat) dengan pengguna jasa ( pasien) yang diatur dalam
perjanjian. Tanggung Gugat dapat diartikan sebagai bentuk partisipasi perawat dalam membuat
suatu keputusan dan belajar dengan keputusan itu konsekuensi-konsekunsinya. Perawat
hendaknya memiliki tanggung gugat artinya bila ada pihak yang menggugat ia menyatakan siap
dan berani menghadapinya. Terutama yang berkaitan dengan kegiatan-kegiatan profesinya.
Perawat harus mampu untuk menjelaskan kegiatan atau tindakan yang dilakukannya.
Barbara kozier (dalam Fundamental of nursing 1983:7, 25) Tanggung gugat atau
Acountability : dapat diartikan sebagai bentuk partisipasi perawat dalam membuat suatu
keputusan dan belajar dengan keputusan itu konsekuensi-konsekunsinya. Perawat hendaknya
memiliki tanggung gugat artinya bila ada pihak yang menggugat ia menyatakan siap dan berani
menghadapinya. Terutama yang berkaitan dengan kegiatan-kegiatan profesinya. Perawat harus
mampu untuk menjelaskan kegiatan atau tindakan yang dilakukannya.Hal ini bisa dijelaskan
dengan mengajukan tiga pertanyaan berikut :
1. Kepada siap tanggung gugat itu ditujukan?
2. Apa saja dari perawat yang dikenakan tanggung gugat?
3. Dengan kriteria apa saja tangung gugat perawat diukur baik buruknya?

1) Kepada siapa tanggung gugat itu ditujukan ?


Sebagai tenaga perawat kesehatan prawat memiliki tanggung gugat terhadap klien, sedangkan
sebagai pekerja atau karyawan perawat memilki tanggung jawab terhadap direktur, sebagai
profesional perawat memilki tanggung gugat terhadap ikatan profesi dan sebagai anggota team
kesehatan perawat memiliki tanggung gugat terhadap ketua tim biasanya dokter sebagai
contoh: perawat memberikan injeksi terhadap klien. Injeksi ditentukan berdasarkan advis dan
kolaborasi dengan dokter, perawat membuat daftar biaya dari tindakan dan pengobatan yang
diberikan yang harus dibayarkan ke pihak rumah sakit.Dalam contoh tersebut perawat memiliki
tanggung gugat terhadap klien, dokter, RS dan profesinya.

2) Apa saja dari perawat yang dikenakan tanggung gugat?


Perawat memilki tanggung gugat dari seluruh kegitan professional yang dilakukannya mulai dari
mengganti laken, pemberian obat sampai persiapan pulang.Hal ini bisa diobservasi atau diukur
kinerjanya.

3) Dengan kriteria apa saja tangung gugat perawat diukur baik buruknya?
Ikatan perawat, PPNI atau Asosiasi perawat atau Asosiasi Rumah sakit telah menyusun standar
yang memiliki krirteria-kriteria tertentu dengan cara membandingkan apa-apa yang dikerjakan
perawat dengan standar yang tercantum.baik itu dalam input, proses atau outputnya. Misalnya
apakah perawat mencuci tangan sesuai standar melalui 5 tahap yaitu.Mencuci kuku, telapak
tangan, punggung tangan, pakai sabun di air mengalir selama 3 kali dan sebagainya.

B. JENIS ATAU MACAM-MACAM TANGGUNG GUGAT PERAWAT


Macam-Macam Tanggung Gugat Yaitu:
1. Contractual Liability.
Tanggung gugat jenis ini muncul karena adanya ingkar janji, yaitu tidak dilaksanakannya sesuatu
kewajiban (prestasi) atau tidak dipenuhinya sesuatu hak pihak lain sebagai akibat adanya
hubungan kontraktual. Dalam kaitannya dengan hubungan terapetik, kewajiban atau prestasi
yang harus dilaksanakan oleh health care provider adalah berupa upaya (effort), bukan hasil
(result). Karena itu dokter atau tenaga kesehatan lain hanya bertanggunggugat atas upaya medik
yang tidak memenuhi standar, atau dengan kata lain, upaya medik yang dapat dikatagorikan
sebagai civil malpractice
2. Liability in Tort
Tanggung gugat jenis ini merupakan tanggung gugat yang tidak didasarkan atas adanya
contractual obligation, tetapi atas perbuatan melawan hukum . Pengertian melawan hukum tidak
hanya terbatas pada perbuatan yang berlawanan dengan hukum, kewajiban hukum diri sendiri
atau kewajiban hukum orang lain saja tetapi juga yang berlawanan dengan kesusilaan yang baik
& berlawanan dengan ketelitian yang patut dilakukan dalam pergaulan hidup terhadap orang lain
atau benda orang lain (Hogeraad, 31 Januari 1919).
3. Strict Liability
Tanggung gugat jenis ini sering disebut tanggung gugat tanpa kesalahan (liability whitout fault)
mengingat seseorang harus bertanggung jawab meskipun tidak melakukan kesalahan apa-apa;
baik yang bersifat intensional, recklessness ataupun negligence. Tanggung gugat seperti ini
biasanya berlaku bagi product sold atau article of commerce, dimana produsen harus membayar
ganti rugi atas terjadinya malapetaka akibat produk yang dihasilkannya, kecuali produsen telah
memberikan peringatan akan kemungkinan terjadinya risiko tersebut
4. Vicarious Liability
Tanggung gugat jenis ini timbul akibat kesalahan yang dibuat oleh bawahannya
(subordinate).Dalam kaitannya dengan pelayanan medik maka RS (sebagai employer) dapat
bertanggung gugat atas kesalahan yang dibuat oleh tenaga kesehatan yang bekerja dalam
kedudukan sebagai sub-ordinate (employee).

DAFTAR PUSTAKA
Amelia,Nindy.2013.Prinsip Etika Keperawatan.Jogjakarta: D-Medika
Ismani,Nila.2001.Etika Keperawatan.Jakarta:Widya Medika
Nila, Hj. Ismani (2001). Etika Keperawatan. Jakarta: Widya Medika.
Potter, Patricia A. (2005). Fundamental of Nursing: Concepts, Proses adn Practice 1st Edition.
Jakarta:EGC.
Salam, Burhanuddin.2000.Etika Individual Pola Dasar Filsafat Moral.Jakarta: PT Rineka Cipta
Virgi.2013. Tanggung Jawab dan Tanggung Gugat .
http://virgiyatitd.blogspot.com/2013/04/tanggung-jawab-dan-tanggung-gugat.html (
diakses tanggal 11 September 2014)
Wulan,Kencana dan Hastuti.2011.Penghantar Etika Keperawatan.Jakarta: PT Prestasi Pustakarya
http://daek-chin.blogspot.co.id/2014/10/tanggung-jawab-dan-tanggung-gugat-dalam.html

Tanggung Jawab dan Tanggung Gugat Keperawatan

Posted by: derius21 on: December 15, 2009

 In: Materi Kuliah


 Leave a Comment

TANGGUNG JAWAB DAN TANGGUNG GUGAT DALAM KEPERAWATAN

A.Pengertian Tanggung Jawab

Tanggung jawab perawat berarti keadaan yang dapat dipercaya dan terpercaya. Sebutan ini
menunjukkan bahwa perawat professional menampilkan kinerja secara hati – hati, teliti dan
kegiatan perawat dilaporkan secara jujur.(Koziers 1983:25)

Kepercayaan akan tumbuh, apabila perawat memiliki kemampuan, terampil, dan keahlian yang
relevan dengan disiplin ilmunya. Kecemasan klien akan timbul apabila klien merasa bahwa
perawat yang merawatnya kurang terampil, tidak memiliki keahlian, dan pendidikan tidak
memadai. Berikut beberapa cara perawat mengkomunikasikan rasa tanggung jawabnya :

1. Menyampaikan perhatian dan rasa hormat pada klien.Contoh: “Mohon maaf bu demi
kenyamanan ibu dan kesehatan ibu saya akan mengganti balutan atau mengganti spreinya”.

2. Bila perawat terpaksa menunda pelayanan, maka perawat bersedia memberikan penjelasan
dengan ramah kepada kliennya. Misalnya: “Mohon maaf pak saya memprioritaskan dulu klien
yang gawat dan darurat sehingga harus meninggalkan bapak sejenak”.

3. Menunjukan kepada klien sikap menghargai yang ditunjukkan dengan perilaku perawat.
Misalnya mengucapkan salam, tersenyum, membungkuk, bersalaman dsb.
4. Berbicara dengan klien yang berorientasi pada perasaan bukan pada kepentingan atau
keinginan perawat misalnya “Coba ibu jelaskan bagaimana perasaan ibu saat ini”. Sedangkan
apabila perawat berorientasi pada kepentingan perawat: “Apakah bapak tidak paham bahwa
pekerjaan saya itu banyak, dari pagi sampai siang, mohon pengertiannya pak, jangan mau
dilayani terus”

5. Tidak mendiskusikan klien lain di depan pasien dengan maksud menghina misalnya “pasien
yang ini mungkin harapan sembuhnya lebih kecil dibanding pasien yang tadi”

6. Menerima sikap kritis klien dan mencoba memahami klien dalam sudut pandang klien.
Misalnya perawat tetap bersikap bijaksana saat klien menyatakan bahwa obatnya tidak cocok
atau diagnosanya mungkin salah.

B. Jenis Tanggung Jawab Perawat

Tanggung jawab perawat dapat diidentifikasi sebagai berikut :

1. Tanggung jawab utama terhadap tuhannya. Dalam sudut pandang etika Normatif, tanggung
jawab perawat yang paling utama adalah tanggung jawab di hadapan Tuhannya. Sesungguhnya
penglihatan, pendengaran dan hati akan dimintai pertanggung jawabannya di hadapan Tuhan.
Dalam sudut pandang Etik pertanggung jawaban perawat terhadap Tuhannya terutama yang
menyangkut hal-hal berikut ini :

a. Apakah perawat berangkat menuju tugasnya dengan niat ikhlas karena Tuhan ?

b. Apakah perawat mendo’akan klien selama dirawat dan memohon kepada Tuhan untuk
kesembuhannya ?

c. Apakah perawat mengajarkan kepada klien hikmah dari sakit ?

d. Apakah perawat menjelaskan mafaat do’a untuk kesembuhannya ?

e. Apakah perawat memfasilitasi klien untuk beribadah selama di R S ?

f. Apakah perawat melakukan kolaborasi dalam pemenuhan kebutuhan spiritual klien?

2. Tanggung jawab terhadap klien dan masyarakat.

Tanggung jawab merupakan aspek terpenting dalam etika perawat. Tanggung jawab adalah
kesediaan seseorang dalam menghadapi kemungkinan paling buruk sekalipun, memberikan
kompensasi dan informasi terhadap apa yang dilaksanakannya dalam melaksanakan tugas.
Tanggung jawab perawat terhadap klien berfokus terhadap apa yang dilakukannya terhadap
klien. Contoh bentuk tanggung jawab perawat terhadap klien: mengenal kondisi klien, merawat
klien selama jam dinas, tanggung jawab dalam pendokumentasian, menjaga keselamatan klien,
bertanggung jawab bila terjadi penurunan kondisi klien, dan sebagainya. Tanggung jawab
perawat juga erat hubungannya dengan tugas utama perawat yaitu care. Seperti dalam tugas –
tugas yang didelegasikan misalnya dalam pemberian obat. Meskipun ini adalah tugas yang
didelegasikan, perawat harus turut bertanggung jawab meskipung kesalahan utama terkadang
terletak pada atasan yang member delegasi. Etika perawat juga melandasi perawat untuk
memiliki tanggung jawab, terutama memandang manusia sebagai makhluk yang unik dan utuh.
Unik artinya individu bersifat khas dan tidak bisa disamakan dengan individu lain. Utuh artinya
manusia memiliki kebutuhan yang kompleks dan saling berkaitan. Berbagai tanggung jawab
lainnya dari perawat terhadap kliennya seperti bertanggung jawab dalam memelihara suasana
lingkungan yang menghormati nilai budaya dan agama dari individu selama melaksanakan
pengabdian di bidang keperawatan serta bertanggung jawab dalam menjalin kerja sama dengan
individu, keluarga, dan masyarakat khususnya dalam mengadakan upaya kesehatan dan
kesejahteraan.

3. Tanggung jawab terhadap rekan sejawat dan atasan. Ada beberapa hal yang berkaitan dengan
tanggu ng jawab perawat terhadap rekan sejawat atau atasan. Diantaranya adalah sebagai berikut:

a. Membuat pencatatan yang lengkap (pendokumentasian) tentang kapan melakukan tindakan

b. keperawatan, berapa kali, dimana dengan cara apa dan siapa yang melakukan. Misalnya
perawat A melakuan pemasangan infus pada lengan kanan vena brchialis , dan pemberian cairan
RL sebanyak 5 kolf, infus dicabut malam senin tanggal 30 juni 2007 jam 21.00. Kemudian
dibubuhi tanda tangan dan nama jelas perawat.

c. Mengajarkan pengetahuan perawat terhadap perawat lain yang belum mampu atau belum
mahir melakukannya. Misalnya perawat belum mahir memasang EKG diajar oleh perawat yang
sudah mahir. Untuk melindungi masyarakat dari kesalahan, perawat baru dilatih oleh perawat
senior yang sudah mahir, meskipun secara akademik sudah dinyatakan kompeten tetapi kondisi
lingkungan dan lapangan seringkali menuntut adaptasi khusus.

d. Memberikan teguran bila rekan sejawat melakukan kesalahan atau menyalahi standar.

e. Perawat bertanggung jawab bila perawat lain merokok di ruangan, memalsukan obat,
mengambil barang klien yang bukan haknya, memalsukan tanda tangan, memungut uang di luar
prosedur resmi, melakukan tindakan keperawatan di luar standar, misalnya memasang NGT
tanpa menjaga sterilitas.

f. Memberikan kesaksian di pengadilan tentang suatu kasus yang dialami klien. Bila terjadi
gugatan akibat kasus-kasus malpraktek seperti aborsi, infeski nosokomial, kesalahan diagnostik,
kesalahan pemberian obat, klien terjatuh, overhidrasi, keracunan obat, over dosis dsb. Perawat
berkewajiban untuk menjadi saksi dengan menyertakan bukti-bukti yang memadai.

4. Tanggung jawab terhadap profesi. Berikut tanggung jawab perawat terhadap profesi adalah :

a. Perawat bertanggung jawab dalam upaya untuk meningkatkan kemampuan profesionalnya


secara individu ataupun berkelompok melaui penambahan ilmu pengetahuan, keterampilan, dan
pengalaman.
b. Perawat bertanggung jawab dalam menjunjung tinggi nama baik profesi keperawatan dengan
menunjukkan sikap dan pribadi yang terpuji.

c. Perawat bertanggung jawab dalam menentukan pelayanan keperawatan yang professional dan
menerapkannya dalam kegiatan pelayanan keperawatan.

d. Perawat bertanggung jawab secara bersama membina dan memelihara mutu organisasi profesi
keperawatan sebagai sarana pengabdian.

5. Tanggung jawab terhadap negara. Berikut tanggung jawab perawat terhadap negara adalah :

a. Perawat bertanggung jawab dalam melaksanakan ketentuan yang telah digarikan oleh
pemerintah dalam bidang kesehatan dan keperawatan.

b. Perawat bertanggung jawab dalam melaksanakan peran aktif menyumbangkan pikiran kepada
pemerintah dalam meningkatkan pelayanan kesehatan dan keperawatan kepara masyarakat.

C. Pengertian Tanggung Gugat (Akuntability) Akuntability dapat diartikan sebagai bentuk


partisipasi perawat dalam membuat suatu keputusan dan belajar dengan keputusan itu
konsekuensi – konsekuensinya. Perawat hendaknya memiliki tanggung gugat artinya bila ada
pihak yang menggugat ia mengatakan siap dan berani menghadapinya. Perawat harus mampu
dalam menjelaskan segala tindakannya. Hal ini bisa dijelaskan dengan menjelaskan tiga
pertanyaan berikut:

1. Kepada siapa tanggung gugat itu ditujukan ? Sebagai tenaga perawat kesehatan prawat
memiliki tanggung gugat terhadap klien, sedangkan sebagai pekerja atau karyawan perawat
memilki tanggung gugat terhadap direktur, sebagai profesional perawat memilki tanggung gugat
terhadap ikatan profesi dan sebagai anggota team kesehatan perawat memiliki tanggung gu gat
terhadap ketua tim biasanya dokter sebagai contoh perawat memberikan injeksi terhadap klien.
Injeksi ditentukan berdasarkan petunjuk dan kolaborasi dengan dokter, perawat membuat daftar
biaya dari tindakan dan pengobatan yang diberikan yang harus dibayarkan ke pihak rumah sakit.
Dalam contoh tersebut perawat memiliki tanggung gugat terhadap klien, dokter, RS dan
profesinya.

2. Apa saja dari perawat yang dikenakan tanggung gugat? Perawat memilki tanggung gugat dari
seluruh kegitan professional yang dilakukannya mulai dari mengganti laken, pemberian obat
sampai persiapan pulang. Hal ini bisa diobservasi atau diukur kinerjanya.

3. Dengan kriteria apa saja tangung gugat perawat diukur baik buruknya? Ikatan perawat, PPNI
atau Asosiasi perawat atau Asosiasi Rumah sakit telah menyusun standar yang memiliki
krirteria-kriteria tertentu dengan cara membandingkan apa-apa yang dikerjakan perawat dengan
standar yang tercantum.baik itu dalam input, proses atau outputnya. Misalnya apakah perawat
mencuci tangan sesuai standar melalui 5 tahap yaitu. Mencuci kuku, telapak tangan, punggung
tangan, pakai sabun di air mengalir selama 3 kali dsb.

Referensi:
Ismani Nila. (2000). Etika Keperawatan. Jakarta: Widya Medika

Yosep Iyus. (2009). Tanggung Jawab dan Tanggung Gugat dalam Sudut Pandang Etik.

Disusun oleh:

KLP 5 KEPROF TINGKAT 2A POLTEKKES BKL PRODI KEP CURUP

Tanggung Jawab dan Tanggung Gugat Keperawatan

Posted by: derius21 on: December 15, 2009

 In: Materi Kuliah


 Leave a Comment

TANGGUNG JAWAB DAN TANGGUNG GUGAT DALAM KEPERAWATAN

A.Pengertian Tanggung Jawab

Tanggung jawab perawat berarti keadaan yang dapat dipercaya dan terpercaya. Sebutan ini
menunjukkan bahwa perawat professional menampilkan kinerja secara hati – hati, teliti dan
kegiatan perawat dilaporkan secara jujur.(Koziers 1983:25)

Kepercayaan akan tumbuh, apabila perawat memiliki kemampuan, terampil, dan keahlian yang
relevan dengan disiplin ilmunya. Kecemasan klien akan timbul apabila klien merasa bahwa
perawat yang merawatnya kurang terampil, tidak memiliki keahlian, dan pendidikan tidak
memadai. Berikut beberapa cara perawat mengkomunikasikan rasa tanggung jawabnya :

1. Menyampaikan perhatian dan rasa hormat pada klien.Contoh: “Mohon maaf bu demi
kenyamanan ibu dan kesehatan ibu saya akan mengganti balutan atau mengganti spreinya”.

2. Bila perawat terpaksa menunda pelayanan, maka perawat bersedia memberikan penjelasan
dengan ramah kepada kliennya. Misalnya: “Mohon maaf pak saya memprioritaskan dulu klien
yang gawat dan darurat sehingga harus meninggalkan bapak sejenak”.

3. Menunjukan kepada klien sikap menghargai yang ditunjukkan dengan perilaku perawat.
Misalnya mengucapkan salam, tersenyum, membungkuk, bersalaman dsb.

4. Berbicara dengan klien yang berorientasi pada perasaan bukan pada kepentingan atau
keinginan perawat misalnya “Coba ibu jelaskan bagaimana perasaan ibu saat ini”. Sedangkan
apabila perawat berorientasi pada kepentingan perawat: “Apakah bapak tidak paham bahwa
pekerjaan saya itu banyak, dari pagi sampai siang, mohon pengertiannya pak, jangan mau
dilayani terus”
5. Tidak mendiskusikan klien lain di depan pasien dengan maksud menghina misalnya “pasien
yang ini mungkin harapan sembuhnya lebih kecil dibanding pasien yang tadi”

6. Menerima sikap kritis klien dan mencoba memahami klien dalam sudut pandang klien.
Misalnya perawat tetap bersikap bijaksana saat klien menyatakan bahwa obatnya tidak cocok
atau diagnosanya mungkin salah.

B. Jenis Tanggung Jawab Perawat

Tanggung jawab perawat dapat diidentifikasi sebagai berikut :

1. Tanggung jawab utama terhadap tuhannya. Dalam sudut pandang etika Normatif, tanggung
jawab perawat yang paling utama adalah tanggung jawab di hadapan Tuhannya. Sesungguhnya
penglihatan, pendengaran dan hati akan dimintai pertanggung jawabannya di hadapan Tuhan.
Dalam sudut pandang Etik pertanggung jawaban perawat terhadap Tuhannya terutama yang
menyangkut hal-hal berikut ini :

a. Apakah perawat berangkat menuju tugasnya dengan niat ikhlas karena Tuhan ?

b. Apakah perawat mendo’akan klien selama dirawat dan memohon kepada Tuhan untuk
kesembuhannya ?

c. Apakah perawat mengajarkan kepada klien hikmah dari sakit ?

d. Apakah perawat menjelaskan mafaat do’a untuk kesembuhannya ?

e. Apakah perawat memfasilitasi klien untuk beribadah selama di R S ?

f. Apakah perawat melakukan kolaborasi dalam pemenuhan kebutuhan spiritual klien?

2. Tanggung jawab terhadap klien dan masyarakat.

Tanggung jawab merupakan aspek terpenting dalam etika perawat. Tanggung jawab adalah
kesediaan seseorang dalam menghadapi kemungkinan paling buruk sekalipun, memberikan
kompensasi dan informasi terhadap apa yang dilaksanakannya dalam melaksanakan tugas.
Tanggung jawab perawat terhadap klien berfokus terhadap apa yang dilakukannya terhadap
klien. Contoh bentuk tanggung jawab perawat terhadap klien: mengenal kondisi klien, merawat
klien selama jam dinas, tanggung jawab dalam pendokumentasian, menjaga keselamatan klien,
bertanggung jawab bila terjadi penurunan kondisi klien, dan sebagainya. Tanggung jawab
perawat juga erat hubungannya dengan tugas utama perawat yaitu care. Seperti dalam tugas –
tugas yang didelegasikan misalnya dalam pemberian obat. Meskipun ini adalah tugas yang
didelegasikan, perawat harus turut bertanggung jawab meskipung kesalahan utama terkadang
terletak pada atasan yang member delegasi. Etika perawat juga melandasi perawat untuk
memiliki tanggung jawab, terutama memandang manusia sebagai makhluk yang unik dan utuh.
Unik artinya individu bersifat khas dan tidak bisa disamakan dengan individu lain. Utuh artinya
manusia memiliki kebutuhan yang kompleks dan saling berkaitan. Berbagai tanggung jawab
lainnya dari perawat terhadap kliennya seperti bertanggung jawab dalam memelihara suasana
lingkungan yang menghormati nilai budaya dan agama dari individu selama melaksanakan
pengabdian di bidang keperawatan serta bertanggung jawab dalam menjalin kerja sama dengan
individu, keluarga, dan masyarakat khususnya dalam mengadakan upaya kesehatan dan
kesejahteraan.

3. Tanggung jawab terhadap rekan sejawat dan atasan. Ada beberapa hal yang berkaitan dengan
tanggu ng jawab perawat terhadap rekan sejawat atau atasan. Diantaranya adalah sebagai berikut:

a. Membuat pencatatan yang lengkap (pendokumentasian) tentang kapan melakukan tindakan

b. keperawatan, berapa kali, dimana dengan cara apa dan siapa yang melakukan. Misalnya
perawat A melakuan pemasangan infus pada lengan kanan vena brchialis , dan pemberian cairan
RL sebanyak 5 kolf, infus dicabut malam senin tanggal 30 juni 2007 jam 21.00. Kemudian
dibubuhi tanda tangan dan nama jelas perawat.

c. Mengajarkan pengetahuan perawat terhadap perawat lain yang belum mampu atau belum
mahir melakukannya. Misalnya perawat belum mahir memasang EKG diajar oleh perawat yang
sudah mahir. Untuk melindungi masyarakat dari kesalahan, perawat baru dilatih oleh perawat
senior yang sudah mahir, meskipun secara akademik sudah dinyatakan kompeten tetapi kondisi
lingkungan dan lapangan seringkali menuntut adaptasi khusus.

d. Memberikan teguran bila rekan sejawat melakukan kesalahan atau menyalahi standar.

e. Perawat bertanggung jawab bila perawat lain merokok di ruangan, memalsukan obat,
mengambil barang klien yang bukan haknya, memalsukan tanda tangan, memungut uang di luar
prosedur resmi, melakukan tindakan keperawatan di luar standar, misalnya memasang NGT
tanpa menjaga sterilitas.

f. Memberikan kesaksian di pengadilan tentang suatu kasus yang dialami klien. Bila terjadi
gugatan akibat kasus-kasus malpraktek seperti aborsi, infeski nosokomial, kesalahan diagnostik,
kesalahan pemberian obat, klien terjatuh, overhidrasi, keracunan obat, over dosis dsb. Perawat
berkewajiban untuk menjadi saksi dengan menyertakan bukti-bukti yang memadai.

4. Tanggung jawab terhadap profesi. Berikut tanggung jawab perawat terhadap profesi adalah :

a. Perawat bertanggung jawab dalam upaya untuk meningkatkan kemampuan profesionalnya


secara individu ataupun berkelompok melaui penambahan ilmu pengetahuan, keterampilan, dan
pengalaman.

b. Perawat bertanggung jawab dalam menjunjung tinggi nama baik profesi keperawatan dengan
menunjukkan sikap dan pribadi yang terpuji.

c. Perawat bertanggung jawab dalam menentukan pelayanan keperawatan yang professional dan
menerapkannya dalam kegiatan pelayanan keperawatan.
d. Perawat bertanggung jawab secara bersama membina dan memelihara mutu organisasi profesi
keperawatan sebagai sarana pengabdian.

5. Tanggung jawab terhadap negara. Berikut tanggung jawab perawat terhadap negara adalah :

a. Perawat bertanggung jawab dalam melaksanakan ketentuan yang telah digarikan oleh
pemerintah dalam bidang kesehatan dan keperawatan.

b. Perawat bertanggung jawab dalam melaksanakan peran aktif menyumbangkan pikiran kepada
pemerintah dalam meningkatkan pelayanan kesehatan dan keperawatan kepara masyarakat.

C. Pengertian Tanggung Gugat (Akuntability) Akuntability dapat diartikan sebagai bentuk


partisipasi perawat dalam membuat suatu keputusan dan belajar dengan keputusan itu
konsekuensi – konsekuensinya. Perawat hendaknya memiliki tanggung gugat artinya bila ada
pihak yang menggugat ia mengatakan siap dan berani menghadapinya. Perawat harus mampu
dalam menjelaskan segala tindakannya. Hal ini bisa dijelaskan dengan menjelaskan tiga
pertanyaan berikut:

1. Kepada siapa tanggung gugat itu ditujukan ? Sebagai tenaga perawat kesehatan prawat
memiliki tanggung gugat terhadap klien, sedangkan sebagai pekerja atau karyawan perawat
memilki tanggung gugat terhadap direktur, sebagai profesional perawat memilki tanggung gugat
terhadap ikatan profesi dan sebagai anggota team kesehatan perawat memiliki tanggung gu gat
terhadap ketua tim biasanya dokter sebagai contoh perawat memberikan injeksi terhadap klien.
Injeksi ditentukan berdasarkan petunjuk dan kolaborasi dengan dokter, perawat membuat daftar
biaya dari tindakan dan pengobatan yang diberikan yang harus dibayarkan ke pihak rumah sakit.
Dalam contoh tersebut perawat memiliki tanggung gugat terhadap klien, dokter, RS dan
profesinya.

2. Apa saja dari perawat yang dikenakan tanggung gugat? Perawat memilki tanggung gugat dari
seluruh kegitan professional yang dilakukannya mulai dari mengganti laken, pemberian obat
sampai persiapan pulang. Hal ini bisa diobservasi atau diukur kinerjanya.

3. Dengan kriteria apa saja tangung gugat perawat diukur baik buruknya? Ikatan perawat, PPNI
atau Asosiasi perawat atau Asosiasi Rumah sakit telah menyusun standar yang memiliki
krirteria-kriteria tertentu dengan cara membandingkan apa-apa yang dikerjakan perawat dengan
standar yang tercantum.baik itu dalam input, proses atau outputnya. Misalnya apakah perawat
mencuci tangan sesuai standar melalui 5 tahap yaitu. Mencuci kuku, telapak tangan, punggung
tangan, pakai sabun di air mengalir selama 3 kali dsb.

Referensi:

Ismani Nila. (2000). Etika Keperawatan. Jakarta: Widya Medika

Yosep Iyus. (2009). Tanggung Jawab dan Tanggung Gugat dalam Sudut Pandang Etik.

Disusun oleh:
KLP 5 KEPROF TINGKAT 2A POLTEKKES BKL PRODI KEP CURUP