Anda di halaman 1dari 27

MAKALAH

PROBLEM BASED LEARNING


TEKNOLOGI MOTOR BENSIN

Disusun Oleh :
Wahyu Arya Ruswanto 16504241004
Saka Gilang Gumelar 16504241017
Dinasti Sabda Dewaji 16504241007
Adhenda Fatah Rais 16504241021
Ridho Tri Nur R 16504241033
Teguh Laksono 16504241012
Achmad Zunaedi 16504241033
Yoni Adi Candra 16504241036
Indra Tri Juniarto 13504244015

PENDIDIKAN TEKNIK OTOMOTIF


FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA
2017
KATA PENGANTAR

Puji syukur kami haturkan kehadirat Allah SWT. yang telah memberikan
rahmat, kemudahan dan kelancaran sehingga kami dapat menyelesaikan makalah
ini dengan baik.
Pembuatan makalah ini utamanya adalah untuk memenuhi kewajiban
mahasiswa dalam menempuh mata kuliah Teknologi Motor Bensin. Dengan
demikian diharapkan agar semua ilmu yang telah didapatkan selama menuntut
ilmu di perkuliahan dapat dituangkan dalam bentuk tulisan, sehingga bisa
menambah wawasan.
Kami menyadari bahwa makalah ini jauh dari kesempurnaan. Untuk itu kritik
dan saran sangat diharapkan demi penyempurnan makalah ini. Tak lupa kami
sampaikan permohonan maaf apabila terdapat kata – kata yang kurang berkenan
dalam makalah ini. Dan akhirnya kami mengucapkan selamat membaca.

Yogyakarta, 15 Desember 2017

Kelompok 3
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar belakang
Perkembangan teknologi pada era sekarang pada bidang otomotif
semakin melesat. Perkembangan pada bidang otomotif salah satunya adalah
dalam perkembangan kendaraan. Kendaraan yang masih diminati oleh
konsumen pada era sekarang adalah kendaraan dengan mesin berbahan bakar
bensin atau gasoline engine.
Para produsen bersaing membuat kendaraan yang sesuai dengan
keinginan konsumen. Salah satu keinginan konsumen adalah kendaraan yang
hemat dalam konsumsi bahan bakar. Dengan mengabaikan faktor lain selain
sistem pada engine, konsumsi bahan bakar pada kendaraan tentunya
dipengaruhi oleh berbagai sistem. Antara lain, sistem bahan bakar, sistem
pengapian, sistem pendingin, sistem pelumasan, sistem pembuangan serta
konstruksi pada mesin.
Konsumsi bahan bakar adalah jumlah bahan bakar yang diperlukan
untuk menempuh suatu jarak tertentu. Apabila terjadi gangguan sistem pada
engine, maka berakibat konsumsi bahan bakar akan meningkat. Seperti
halnya pada mobil yang memiliki berbagai persamaan antara lain volume
silinder, tahun produksi, umur pemakaian, sistem bahan bakar, cara
mengemudikan, beban kendaraan, medan yang dilalui, perawatan kendaraan,
namun untuk konsumsi bahan bakar berbeda.
Perbedaan konsumsi bahan bakar ini tentunya dipengaruhi oleh berbagai
faktor pada engine itu sendiri. Maka dari itu penulis melakukan analisis untuk
mengetahui faktor apa saja yang mempengaruhi konsumsi bahan untuk kasus
diatas.

1.2 Perumusan Masalah


Meninjau dari latar belakang, maka penulis menentukan beberapa rumusan
masalah, anatara lain :
1. Sistem-sistem apa saja yang mempengaruhi konsumsi bahan bakar ditinjau
dari sistem yang ada di engine?
2. Apa fungsi masing-masing sistem pada mesin yang mempengaruhi
konsumsi bahan bakar ?
3. Apa penyebab konsumsi bahan bakar yang berbeda walaupun memiliki
berbagai persamaan antara lain volume silinder, tahun produksi, umur
pemakaian, sistem bahan bakar, cara mengemudikan, beban kendaraan,
medan yang dilalui, perawatan kendaraan ?
1.3 Tujuan

Tujuan dari penulisan ini adalah sebagai berikut :

1. Mengetahui sistem-sistem apa saja yang mempengaruhi konsumsi


bahan bakar ditinjau dari sistem yang ada di engine
2. Mengetahui fungsi masing-masing sistem pada mesin yang
mempengaruhi konsumsi bahan bakar
3. Mengetahui penyebab konsumsi bahan bakar yang berbeda walaupun
memiliki berbagai persamaan antara lain volume silinder, tahun
produksi, umur pemakaian, sistem bahan bakar, cara mengemudikan,
beban kendaraan, medan yang dilalui, perawatan kendaraan
BAB II

KAJIAN PUSTAKA

Pada mesin mobil terdapat berbagai sistem yang mempengaruhi konsumsi


bahan bakar walaupun yang memiliki berbagai persamaan antara lain volume
silinder, tahun produksi, umur pemakaian, sistem bahan bakar, cara
mengemudikan, beban kendaraan, medan yang dilalui, perawatan kendaraan
antara lain adalah sistem bahan bakar, sistem pengapian, sistem pendingin, sistem
pelumas, sistem pembuangan, serta konstruksi dari mesin tersebut. Maka dari itu,
penulis melakukan kajian pustaka sebagai berikut :

A. Sistem Bahan Bakar


Pengertian sistem bahan bakar adalah suatu sistem dimana bahan bakar
dari tangki penyimpanan dialirkan ke silinder dan dikabutkan ke dalamnya
dengan dibantu dengan sebuah pompa (Suhodo, 2002).
Sistem bahan bakar berfungsi untuk mencampur udara dan bahan bakar
dan mengirim campuran tersebut dalam bentuk kabut ke ruang bakar. Cara
pemasukan campuran udara dan bahan bakar tersebut ada dua macam yakni
dengan dihisap atau konvensional dan dengan diinjeksikan atau Electronic
Fuel Injection. Pada makalah ini, penulis menganalisis pada sistem bahan
bakar konvensional.

1. Pengertian Sistem Bahan Bakar Konvensional


Sistem bahan bakar konvensional adalah sistem dimana bentuk
pengabutan bensin dan udara untuk mensuplai ke ruang bakar
menggunakan kevakuman pada karburator.
2. Komponen pada Sistem Bahan Bakar Konvensional
Komponen-komponen yang terdapat pada sistem bahan bakar
konvensional antara lain :
a. Tanki Bahan Bakar
Tangki bahan bakar berfungsi untuk menyimpan bahan bakar yang
diperlukan untuk mesin ketika berjalan. Umumnya tangki bahan bakar
terbuat dari lembaran baja yang tipis. Tangki dilapisi bahan pencegah
karat. Serta dilengkapi dengan penyekat (separator) untuk mencegah
perubahan permukaan bahan bakar pada saat kendaraan melaju di jalan
yang tidak rata.

Gambar 1. Tangki Bahan Bakar


(Sumber : Toyota New Step 1)

b. Saluran Bahan Bakar


Pada sistem bahan bakar terdapat tiga saluran bahan bakar yaitu :
saluran utama yang menyalurkan bahan bakar dari tangki ke pompa
bahan bakar, saluran pengembali yang menyalurkan bahan bakar
kembali dari karburator ke tangki, dan saluran uap bahan bakar yang
menyalurkan gas HC (uap bensin) dari dalam tangki bahan bakar ke
charcoal canister. Saluran bahan bakar yang menghubungkan karburator
dengan pompa bahan bakar menggunakan selang karet karena adanya
getaran mesin.

c. Saringan Bahan Bakar


Saringan bahan bakar berfungsi untuk menyaring kotoran atau air
yang mungkin terdapat di dalam bensin. Dalam saringan terdapat
elemen yang berfungsi untuk menghambat kecepatan aliran bahan
bakar, mencegah masuknya air dan kotoran masuk ke karburator.
Partikel kotoran yang besar mengendap di dasar saringan, sedang
partikel yang kecil disaring oleh elemen.
Gambar 2. Saringan Bahan Bakar
(Sumber : Toyota New Step 1)

d. Pompa Bahan Bakar


Pompa bahan bakar berfungsi untuk memompakan bahan bakar ke
karburator melalui saluran bahan bakar. Jenis pompa bahan bakar yakni
pompa bahan bakar konvensional dan pompa bahan bakar elektronik.

Gambar 3. Pompa Bahan Bakar Konvensional


(Sumber : Toyota New Step 1)
Gambar 4. Pompa Bahan Bakar Elektrik
(Sumber : Toyota New Step 1)

e. Charcoal Canister
Charcoal canister berfungsi untuk menampung sementara uap
bensin yang berasal dari ruang pelampung pada karburator dan uap
bensin yang dikeluarkan dari saluran emission pada saat tekanan di
dalam tangki naik karena bertambahnya temperatur di dalam internal
canister agar tidak terbuang keluar. Uap bensin yang ditampung oleh
charcoal canister dikirim langsung ke intake manifold, kemudian ke
ruang bakar untuk dibakar pada saat mesin hidup.

Gambar 5.Charcoal Canister


(Sumber : Toyota New Step 1)
f. Karburator
Karburator berfungsi untuk merubah bahan bakar dalam bentuk
cair menjadi kabut bahan bakar dan mengalirkan ke dalam silinder
sesuai dengan kebutuhan mesin. Karburator mengirim sejumlah
campuran udara dan bahan bakar melalui intake manifold menuju ruang
bakar sesuai dengan beban dan putaran mesin.

Gambar 6. Karburator
(Sumber : Google.com)
g. Saringan Udara
Menyaring udara kotor yang masuk kedalam ruang bakar. menjaga
kulitas udara yang masuk kedalam ruang bakar tetap bersih.

B. Sistem Pengapian
1. Pengertian
Sistem pengapian pada kendaraan adalah menyediakan percikan
bunga api listrik pada busi untuk membakar campuran udara/bahan
bakar di dalam ruang bakar engine pada akhir langkah kompresi.
2. Komponen pada Sistem Pengapian dan Fungsinya
a. Baterai
Battery berfungsi sebagai penyimpan sumber arus untuk kebutuhan
komponen-komponen pada kendaraan tersebut.
Gambar 7. Baterai
(Sumber : Dokumen Pribadi)
b. Kunci Kontak
Kunci kontak berfungsi untuk memutus dan menghubungkan
sumber arus dari battery ke komponen-komponen pada kendaraan.

Gambar 8. Kunci Kontak


(Sumber : Mobilo.com)
c. Coil
Coil berfungsi untuk mengubah tegangan 12v dari battery menjad
20.000v.

Gambar 9. Coil
(Sumber : Google.com)
d. Platina
Platina berfunsi untuk memutuskan dan mengalirkan arus pada
kumparan primer.
Gambar 10. Platina
(Sumber : Google.com)
e. Condensator
Condensator berfungsi menampung muatan listrik dan mempercepat
pemutusan arus pada platina.

Gambar 11. Condensator


(Sumber : Google.com)

f. Distributor
Distributor berfungsi memutuskan arus listrik dan
menghubungkannya dari kumparan primer koil ke massa agar
terjadi induksi pada rangkaian sekunder koil.Induksi terjadi saat
breaker point terbuka atau terputus.

Gambar 12. Distributor


(Sumber : Google.com)

g. Kabel Tegangan Tinggi


Kebel tegangan tinggi berfungsi untuk megalirkan arus listrik
tegangan tinggi hasil induksi sekunder koil ke busi.

Gambar 13. Kabel Tegangan Tinggi


(Sumber : Google.com)
h. Busi
Busi berfungsi untuk menghasilkan percikan api sehingga bahan
bakar di dalam ruang bakar dapat terbakar.

Gambar 14. Busi


(Sumber : Google.com)
C. Sistem Pendingin
1. Pengertian Sistem Pendingin
suatu sistem yang berfungsi untuk menjaga supaya temperatur mesin
dalam kondisi yang ideal.
2. Komponen dan Fungsinya
a. Radiator
Radiator adalah komponem berbentuk lempengan besi yang
digunakan untuk mendinginkan air pendingin. Prinsip kerja
radiator adalah dengan memindahkan suhu dari air ke udara.
Gambar 15. Radiator
(Sumber : hometue.co.nz)

b. Tutup Radiator
Tutup radiator berfungsi sebagai penutup bagian upper tank
radiator sekaligus menjaga tekanan udara didalam sistem
pendingin. Konstruksi tutup ini tidak seperti tutup botol atau tutup
lain, karena ada mekanisme pengatur tekanan maka ada bagian-
bagian lain didalam tutup ini.

Gambar 16. Tutup Radiator


(Sumber : Google.com)

c. Selang Radiator
Fungsi selang radiator adalah untuk menyalurkan air dari mesin ke
radiator dan kembali ke mesin.
Gambar 17. Selang Radiator
(Sumber : Google.com)
d. Thermostat
Thermostat adalah komponen seperti valve yang berfungsi
mempercepat mesin mencapai suhu kerjanya.

Gambar 17. Selang Radiator


(Sumber : Google.com)
e. Water Jacket
water jacket berfungsi sebagai tempat untuk menyerap panas mesin
secara merata.
f. Reservoir Tank
Tabung ini berfungsi untuk menyimpan air pendingin yang
mengalami penguapan. Saat mesin dalam suhu tinggi, air
pendingin akan menguap dan berakibat pada peningkatan tekanan
udara didalam sistem.
g. Kipas Pendingin
Kipas pendingin berfungsi untuk mendinginkan radiator.
Prinsip kerja cooling fan yakni dengan mengalirkan udara dari luar
melewati sirip radiator. Kipas pendinghin ada dua macam yakni
kipas konvensional dan kipas elektrik.

h. Pompa Air
Fungsi pompa air hanya satu, yakni untuk mensirkulasikan
air pendingin agar bisa berpindah. Pompa air umumnya terletak
didalam water jacket, ketika thermostat menutup pompa ini akan
menimbulkan aliran air didalam water jacket yang membantu
meratakan panas mesin.

i. Thermometer suhu
Thermometer digunakan untuk mengukur suhu air
pendingin. Nantinya hasil dari pengukuran ini akan ditampilkan ke
dashboard mobil. Tapi pada mobil-mobil modern, keberadaan
thermometer ini sudah digantikan oleh sensor ECT.
D. Sistem Pelumasan
1. Pengertian
suatu sistem pemeliharaan/ perawatan terhadap perangkat mesin yang
selalu menampilkan masalah-masalah gerak, gesekan dan panas yang
ketiga proses tersebut paling erat berhubungan dan memegang peranan
penting dalam masalah kestabilan mesin.
2. Viskositas Pelumas
Viskositas pelumas adalah nilai kekentalan oli yang menyatakan
kekentalan oli tersebut.
E. Sistem Pembuangan
1. Pengertian
Sistem pembuangan adalah saluran untuk membuang sisa hasil
pembakaran pada mesin pembakaran dalam.
2. Komponen dan Fungsinya
Sistem pembuangan adalah saluran untuk membuang sisa hasil
pembakaran pada mesin pembakaran dalam.
a. Kepala silinder,
Di mana pipa pembuangan dimulai, kecuali pada mesin dua
langkah di mana saluran pembuangan ditempatkan dibagian
bawah dinding silender.

b. Exhaust manifold
Fungsi Exhaust manifold adalah untuk menyalurkan gas buang
dari mesin ke udara bebas.

c. Catalytic converter
Fungsi catalitic Converter adalah untuk menurunkan kadar gas
beracun, CO, HC dan NOx
d. Knalpot
Knalpot adalah pipa untuk mengalirkan gas hasil pembakaran.

e. Muffler
Muffler berfungsi untuk meredam suara. Pada sepeda motor,
peredam bunyi ada di dalam knalpot sedangkan pada mobil
umumnya terlihat dengan jelas berupa tabung sebelum ujung pipa
pembuangan

F. Konstruksi Mesin
1. Pengertian
Konstruksi mesin adalah satu kesatuan komponen yang sudah
terpasang secara baik dan benar dan menjadi satu kesatuan yang dapat
menggerakan suatu kendaraan.
2. Perbedaan-perbedaan konstruksi mesin.
a. Menurut Bentuk Ruang Bakar
1) Ruang bakar setengah bulat - jenis ruang bakar
Jenis ruang bakar yang pertama adalah ruang bakar
setengan bulat, combustion chamber tipe ini memiliki
permukaan yang lebih kecil bila dibandingkan dengan ruang
bakar yang lain dengan kapasitas mesin yang sama. Ruang bakar
ini mempunyai efisiensi panas yang sangat tinggi, selain itu juga
kontruksi dari ruang bakar jenis ini lebih sempurna. Akan tetapi
combustion chamber tipe ini juga mempunyai kekurangan, yaitu
rumit dalam hal penempatan mekanisme katupnya. Untuk
kontruksi dari macam ruang bakar ini dapat anda lihat pada
gambar dibawah ini :
Gambar.18 Ruang bakar model setengah lingkaran

(Sumber : Google.com)

2) Ruang bakar model baji - macam ruang bakar


Macam ruang bakar yang kedua adalah model baji, model
ruang bakar yang satu ini juga memiliki efisiensi panas yang
baik, selain itu juga mempunyai kontruksi mekanisme
katup yang lebih sederhana lagi bila dibandingkan dengan ruang
bakar setengah bulat. Kontruksi dari ruang bakar tipe baji, dapat
anda lihat pada gambar dibawah ini.

Gambar 19. Ruang bakar model baji

(Sumber : Google.com)

3) Ruang bakar tipe bak mandi - macam ruang bakar


Jenis ruang bakar yang ketiga adalah model bak mandi,
sesuai dengan namanya ruang bakar model ini memang seperti
bak mandi. Kontruksi dari ruang bakar model bak mandi ini
cukup sederhana, sehingga biaya produksinya pun tidak mahal.
Hal ini dikarenakan katup yang digunakan memiliki diameter
yang kecil. Dengan bentuk ruang bakar yang menyerupai bak
mandi, maka nantinya akan terjadi pusaran gas yang berguna
untuk memaksimalkan pembakaran. Sama dengan ruang bakar
yang lain, ruang bakar tipe ini juga mempunya kerugian.
Kerugiannya adalah pada saat menghisap campuran udara dan
bahan bakar, atau pada saat membuang gas hasil pembakaran
kurang sempurna bila dibandingkan dengan jenis ruang bakar
yang lainnya.
Ruang bakar tipe kamar mandi

(Sumber : Google.com)

4) Ruang bakar model pent roof


Macam ruang bakar yang keempat adalah ruang bakar
model pent roof, model ini berbentuk segi empat, dan apabila
dihubungkan ke titik pusat hampir sama dengan atap suatu
bangunan, sehingga disebut dengan pent roof. Karena bentuknya
yang seperti atap rumah, ruang bakar ini digunakan pada mesin
yang memiliki katup dengan jumlah yang melebihi 2 setiap
silindernya.

Ruang bakar model pent roof

(Sumber : Google.com)

Kelebihan dari ruang bakar model ini adalah memberikan


efek semburan gas yaang lebih cepat terbakar, dan penempatan
spark plug berada di tengah dari ruang bakar.
b. Menurut perbandingan Langkah dan Diameter
1) Over Bore
Over Bore adalah engine yang memiliki ciri yaitu : Bore /
diameter silinder- piston memiliki ukuran yang lebih besar daripada
panjang langkah / stroke silinder-piston. Dengan desain Over Bore,
maka engine mampu diajak berputar pada RPM yang tinggi, tenaga
yang besar pada RPM menengah dan tinggi.
2) Long Stroke
Long Stroke memiliki ciri yaitu : Langkah / stroke yang
lebih besar daripada diameter / bore silinder-piston. Engine dengan
tipe ini memiliki karakteristik mampu mengeluarkan tenaga dan
torsi yang besar pada RPM rendah dan menengah. Sehingga
beberapa motor yang ditujukan untuk penggunaan harian dalam
kemacetan kota atau medan berat biasanya mengadopsi engine tipe
ini. Engine tipe ini seringkali diterapkan pada kendaraan yang
didesain memiliki akselerasi yang bagus pada RPM rendah.
3) Square Engine
Square Engine adalah perpaduan dari kedua tipe engine
Over Bore dan Long Stroke. Pada Square engine, panjang langkah
/ stroke dan diameter silinder-piston / bore memiliki ukuran yang
hampir sama.
c. Efisiensi Volumetrik
Efisiensi volumetrik merupakan perbandingan antara jumlah
campuran udara dan bahan bakar yang masuk ke dalam silinder
dibanding dengan ruang yang ada di dalam silinder. Efisiensi
volumetric dapat dirumuskan:
Efisiensi Volumetrik = Campuran udara dan bahan bakarVolume
langkah + Volume kompresi x 100%
Besarnya torsi yang dihasilkan suatu motor sangat dipengaruhi oleh
efisiensi volumetrik. Hal ini dapat dipahami karena torsi yang
dihasilkan tergantung tekanan rata-rata di dalam silinder, tekanan rata-
rata ditentukan dari jumlah campuran bahan bakar yang masuk kedalam
silinder, jumlah campuran bahan bakar yang masuk maksimal ke dalam
silinder tergantung dari efisiensi volumetrik motornya.
Efisiensi volumetrik merupakan parameter efektivitas dari sistem
induksi. Pada motor bensin sistem induksi terdiri dari saringan udara,
karburator, intake manifold, saluran masuk (intake port), pembukaan
katup. Besar efisiensi volumetrik dengan pemasukan alami sebesar 80 -
90 %. Efisiensi volumetrik dipengaruhi oleh beberapa faktor,
diantaranya :
 Perbandingan udara dan bahan bakar, jenis bahan bakar, penguapan
bahan bakar di saluran masuk.
 Perbandingan tekanan saluran buang dengan saluran masuk.
 Perbandingan kompresi
 Putaran mesin
 Disain lubang saluran masuk dan saluran buang
 Geometri, ukuran, tinggi angkat, saat pembukaan katup masuk maupun
katup buang.
BAB III
PEMECAHAN MASALAH
Dari hasil kajian pustaka pada BAB II, dapat dianalisis penyebab
kendaraan yang memiliki berbagai persamaan antara lain volume silinder, tahun
produksi, umur pemakaian, sistem bahan bakar, cara mengemudikan, beban
kendaraan, medan yang dilalui, perawatan kendaraan, namun memiliki konsumsi
bahan bakar berbeda dengan rincian sebagai berikut :
1. Sistem Bahan Bakar
a. Tangki bahan bakar mengalami kebocoran
Tangki bahan bakar yang bocor tentunya sangat merugikan untuk
pengguna kendaraan, karena bahan bakar terbuang sia-sia.
Solusi : Perbaikan pada bagian yang bocor
b. Saluran bahan bakar mengalami kebocoran atau saluran retak
Saluran bahan bakar uang bocor atau retak akan mengakibatkan
bahan bakar tidak seluruhnya dapat tersalurkan ke ruang bakar, hal
ini merugikan pengguna kendaraan, karena bahan bakar terbuang
sia-sia.
Solusi : Mengganti saluran bahan bakar yang bocor atau retak.
c. Saringan bahan bakar Kotor/Sobek
Saringan bensin yang kotor akan mengakibatkan bahan bakar tidak
dapat mengalir secara lancar, dan bahan bakar yang sobek akan
mengakibatkan bahan bakar tidak dapat tersaring.
d. Pompa bahan bakar
Pompa bahan bakar yang sudah mengalami kerusakan tentunya
tidak dapat memompa bahan bakar secara maksimal.
Solusi : Gunakan pompa bahan bakar yang normal.
e. Charcoal canister mengalami kerusakan
Uap bensin tidak dapat ditampung oleh charcoal canister dikirim
langsung ke intake manifold, kemudian ke ruang bakar untuk
dibakar pada saat mesin hidup. Sehingga penggunaan bahan bakar
menjadi lebih boros.
f. Karburator
Banyak sekali sistem yang terdapat di karburator, setiap sistem
mempunyai fungsinya masing-masing. Dapat dipastikan jika
sistem sistem yang terdapat pada karburator tidak berjalan dengan
normal. Tentunya konsumsi bahan bakar akan tidak normal. Serta
setelan ISAS dan IMAS sangat mempengaruhi konsumsi bahan
bakar pada mesin.
2. Sistem Pengapian
a. Baterai
Jika tegangan baterai kurang dari standar, maka tegangan yang
dihasilkan oleh coil tidak akan maksimal, sehingga pembaharan
juga tidak dapat maksimal.
Solusi : Ganti baterai dengan yang memenuhi standar.
b. Kunci Kontak
Ada kemungkinan socket pada kunci kontak mengalami kendor,
sehingga terjadi konslet, yang menyebabkan ketidak stabilan pada
tegangan yang diterima oleh coil.
Solusi : Perbaiki dan cek kondisi kunci kontak.
c. Platina
Penyetelan platina sangat mempengatuhi output yang dikeluarkan
oleh busi, serta berpengaruh pada sudut dwell. Jika sudut dwell
tidak memenuhi standar. Maka diperlukan penyetelan ulang.
Karena dapat menyebabkan pembakaran yang tidak sempurna.
Solusi : Setel sudut dwell secara tepat.
d. Distributor
Distributor berfungsi memutuskan arus listrik dan
menghubungkannya dari kumparan primer koil ke massa agar
terjadi induksi pada rangkaian sekunder koil.Induksi terjadi saat
breaker point terbuka atau terputus. Jika distributor mengalami
kerusakan, maka fungsi dari distributor itu sendiri akan mengalami
gangguan.
Solusi : Perbaiki, Ganti jika diperlukan.

e. Kabel Tegangan Tinggi


Tahanan pada kabel tegangan tinggi akan menghamat arus yang
mengalir menuju busi, sehingga percikan yang dihasilkan oleh busi
tidak dapat maksimal. Sehingga pembakaran tidak dapat maksimal
dan konsumsi bahan bakar tentunya akan meningkat.
Solusi : Cek tahanan kabel tegangan tinggi, jika melebihi standar,
maka perlu dilakukan pergantian

f. Busi
Kondisi busi harus selalu di cek, agar percikan api yang dihasilkan
dapat maksimal. Kondisi busi dengan celah tidak standar tidak
dapat menghasilkan percikan api yang maksimal, begitu pula
dengan busi yang kotor.
Solusi : Setel celah busi, bersihkan busi, ganti busi jika diperlukan
3. Sistem Pendingin
Fungsi dari sistem pendingin adalah untuk menjaga supaya
temperatur mesin dalam kondisi yang ideal.
Namun jika sistem pendingin tidak dapat menjaga temperatur mesin
atau temperatur mesin terlalu tinggi, maka konsumsi bahan bakar akan
meningkat. Hal ini tentunya akan merugikan pengguna kendaraan
tersebut.
Solusi : Periksa seluruh komponen-komponen yang terdapat pada
sistem pendingin. Cek juga volume air pendingin, jika kurang, bisa
ditambahkan sesuai standar.

4. Sistem Pelumas
Penggunaan minyak pelumas sangat mempengaruhi terhadap suhu
kerja mesin, mesin yang menggunakan minyak pelumas tidak sesuai
spesifikasi akan berdampak pada konsumsi bahan bakar. Misalkan
mobil yang seharusnya menggunakan viskositas rendah, namun
pengguna mobil memasukan dengan viskositas tinggi, maka akan
menyebabkan putaran mesin akan terasa berat. Hal ini akan
menyebabkan kosumsi bahan bakar yang meningkat.
Solusi : Gunakan viskositas minyak pelumas sesuai dengan spesifikasi
yang direkomendasikan oleh pabrikan.
5. Saluran Pembuangan
Saluran pembuangan berfungsi untuk membuang sisa hasil
pembakaran pada mesin pembakaran dalam. Jika saluran pembuangan
mengalami penyempitan, maka pembuangan sisa hasil pembakaran
akan terhambat. Serta mungkin juga saluran pembuangan pada exhaust
manifold mengalami kebocoran. Sehingga tekanan pada volume
silinder akan menurun. Hal ini akan mengakibatkan konsumsi bahan
bakar yang meningkat.
Solusi : Bersihkan saluran pembuangan, jika terjadi kebocoran maka
ganti perpak pada exhaust manifold.
6. Konstruksi Mesin
a. Menurut Bentuk Ruang Bakar
Walaupun kapasitas pada mesin sama, namun jika model ruang
bakar berbeda, akan mempengaruhi terhadap konsumsi bahan
bakar. Berdasarkan kajian pustaka pada Bab II, ruang bakar tipe
bak mandi memiliki lebih banyak kerugian dibandingkan dengan
tipe yang lain.
Solusi : Pilih mesin dengan bentuk ruang selain tipe bak mandi,
karena tipe bak mandi dalam membuang gas hasil pembakaran
kurang sempurna jika dibanding jenis ruang bakar lain.
b. Menurut perbandingan Langkah dan Diameter ruang bakar.
Dari tipe Over Bore, Long Stroke, Square Engine memiliki
keunggulan dan kekurangan masing-masing.
Solusi : Bijaklah memilih kendaraan.
c. Menurut Mekanisme Katup
Katup
Bila katup terlalu rapat dapat menyebabkan pemborosan bahan
bakar
karena pembakaran menjadi tidak sempurna. Posisi katup mesin
berubah, katup pada mesin fungsinya seperti pintu di sebuah
gerbang. Sehingga pintu telah rusak maka arus keluar masuk juga
bisa tidak terkontrol. Bila terlalu rapat maka mobil akan boros
BBM, sebab katup akan terbuka lebar kala pengemudi menginjak
pedal gas dalam-dalam. Namun, sebaliknya bila terlalu renggang
mesin mobil akan bersuara berisik.
Solusi : Lakukan penyetelan klep sesuai spesifikasi. Coba lakukan
copression tester, apabila ditemukan kompresi bocor lakukan
proses skur klep.

7. Efisiensi Volumetrik
Efisiensi volumetrik merupakan perbandingan antara jumlah campuran
udara dan bahan bakar yang masuk ke dalam silinder dibanding
dengan ruang yang ada di dalam silinder.

Efisiensi volumetrik dipengaruhi oleh beberapa faktor, diantaranya :


a. Perbandingan udara dan bahan bakar, jenis bahan bakar, penguapan
bahan bakar di saluran masuk.
b. Perbandingan tekanan saluran buang dengan saluran masuk.
c. Perbandingan kompresi
d. Putaran mesin
e. Disain lubang saluran masuk dan saluran buang
f. Geometri, ukuran, tinggi angkat, saat pembukaan katup masuk
maupun katup buang.
Solusi : Perubahan pada mesin akan mempengaruhi efisiensi
volumetrik dan tentunya mempengaruhi konsumsi bahan bakar.
BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Dari masalah di atas, maka kami menyimpulkan bahwa penyebab-penyebab
perbedaan konsumsi bahan bakar walaupun memiliki berbagai persamaan antara
lain volume silinder, tahun produksi, umur pemakaian, sistem bahan bakar, cara
mengemudikan, beban kendaraan, medan yang dilalui, perawatan kendaraan, di
sebabkan karena berbagai faktor yang kompleks. Selain dari pengaruh konstruksi
awal sebuah mesin, juga dipengaruhi oleh kondisi komponen komponen pada
sistem yang bekerja pada mesin tersebut. Permasalahan yang kompleks tersebut
haruslah diimbangi dengan perawatan kendaraan secara intensif dan berkala agar
performa kendaraan dapat selalu prima. Untuk menjaga agar bahan bakar selalu
irit gunakanlah bahan bakar yang sesuai spesifikasi kendaraan dan gunakan
minyak pelumas yang sesuai spesifikasi. Apabila dibutuhkan bahan yang bernilai
oktan tinggi maka itulah yang harus dikonsumsi.
Bijaklah memilih kendaraan, karena setiap kendaraan memiliki karakternya
masing-masing.

3.2 Saran
Untuk pembaca, bijaklah dalam memilih kendaraan, karena setiap
kendaraan memiliki karakternya masing-masing.
DAFTAR PUSTAKA

Sumber 1 (buku) :
Anonim. (1995). New Step 1 Training Manual. Jakarta : PT Toyota –Astra Motor.

Sumber 2 (media cetak, online, dll) :

https://motorplus.gridoto.com/read/04137492/2-cara-tingkatkan-performa-motor-
dengan-filter-udara-custom-atau-replacement?page=all diakses tanggal 15
Desember 2017

Sumber 3 (Ahli, Kepala bengkel, mekanik, SA) :

Drs. Masrukin – 08157776681 (Kepala Bengkel Automotive Center Jepara, Kajur


Teknik Otomotif SMK NU Ma’arif Kudus, Dosen Akademi Komunitas Negeri
Jepara, Asesor LSP-TO Indonesia)