Anda di halaman 1dari 10

MAKALAH

STRUKTUR TUMBUHAN
“Struktur dan Tipe-tipe Bunga”

Kelompok : 1 (Satu)
Anggota : 1. Annisa Rahma Dieni C (A1C417031)
2. Cindy Thalia (A1C417003)
3. Erin Elpiza (A1C4170 75)
4. Prilly Helena (A1C417037)

Dosen Pembimbing: Dra. Muswita. M,si

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI


JURUSAN PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS JAMBI
2018
STRUKTUR/BAGIAN DAN TIPE-TIPE BUNGA

Bunga atau kembang (bahasa Latin: flos) adalah alat reproduksi seksual pada tumbuhan
berbunga (divisio Magnoliophyta atau Angiospermae, “tumbuhan berbiji tertutup”). Pada
bunga terdapat organ reproduksi, yaitu benang sari dan putik.

Bunga (flos) merupakan salah satu organ tubuh tumbuhan yang berfungsi sebagai alat
perkembangbiakan secara generatif yang memiliki bentuk dan susunan yang berbeda-beda
menurut jenisnya, tetapi bagi tumbuhan yang berbiji, alat tersebut lazimnya merupakan
bagian tumbuhan yang kita kenal sebagai bunga. Jika kita memperhatikan suatu bunga,
mudahlah diketahui bahwa bunga adalah penjelmaan suatu tunas (batang dan daun-daun)
yang bentuk, warna dan susunannya disesuaikan dengan kepentingan tumbuhan, sehingga
pada bunga ini dapat berlangsung penyerbukan dan pembuahan, dan akhirnya dapat
dihasilkan alat-alat perkembangbiakan. Mengingat pentingnya bunga pada tumbuhan, pada
bunga terdapat sifat-sifat yang merupakan penyesuaian untuk melaksanakan tugasnya sebagai
penghasil alat perkembangbiakan yang sebaik-baiknya. Umumnya dari suatu bunga sifat-sifat
yang amat menarik ialah bentuk bunga seluruhnya dan bentuk bagian-bagiannya, warnanya,
baunya, ada dan tidaknya madu ataupun zat lain.

Pada bunga yang memiliki warna cerah befungsi sebagai pemikat hewan pembantu
penyerbukan. Bunga yang menghasilkan panas dan mengeluarkan aroma yang khas bertujuan
memikat hewan untuk membantu penyerbukkan.

Bunga dianggap sebagai organ yang bertahan pada kondisi yang kurnag beruntung bagi
pertumbuhan. Sejumlah tumbuhan akan segera membentuk bunga apabila mengalami
kekurangan air atau bersuhu rendah.

1. Struktur/ Bagian-Bagian Bunga


Bagian-Bagian Bunga Secara Umum

a. Bagian Induk Tangkai Bunga

Bagian ini memiliki fungsi sebagai penopang atau penyangga. Selain itu bagian
induk tangkai bunga juga bisa sebagai penghubung antara sebuah ranting dengan
tangkai. Bagian ini mempunyai nama latin yaitu Rachis Pedunculus Communis.
Biasanya orang juga lebih mengenalnya dengan sebutan ibu tangkai bunga.
2. Bagian Tangkai Bunga

Bagian ini memiliki nama latin yaitu Pedicellus. Tangkai Bunga mempunyai fungsi
yang berbeda dengan bagian induk tangkai. Bagian tangkai bunga adalah bagian yang
berada di bawah bunga paling terakhir diantara bagian-bagian yang lainnya.
Pada dasarnya bagian ini sering sekali sebagai tempat untuk memetik sebuah bunga.
sehingga tempatnya berada dibawah bunga.
3. Bagian Dasar Bunga
Bagian ini merupakan bagian ujung bunga sesudah bagian tangkai bunga. Dasar
bunga mempunyai sebuah bahasa latin yaitu Receptacle. Bagian dasar bunga
mempunyai fungsi sebagai tempat meletakkan dan bertumpunya mahkota dan bagian-
bagia bunga lainnya.
4. Bagian Daun Pelindung
Bagian daun pelindung memiliki istilah latin yang bernama Brachtea. Bagian ini
mempunyai fungsi untuk tempat tumbuhnya sebuah bunga. Pada bagian daun
diketiaknya ditumbuhi bunga, selain itu bunga ini juga sebagai pelindung bunga dan
termasuk bagian bunga yang paling terakhir.

5. Bagian Daun Tangkai Bunga

Urutan selanjutnya yaitu bagian daun tangkai bunga, bagian ini memiliki nama
latin yang bernama Brachteola. Daun tangkai bunga memiliki fungsi sebagai daun
pelindung, dan letaknya berada pada pangkal tangkai bunga.

6. Bagian Kelopak bunga

Kelopak bunga merupakan salah satu bagian bunga yang memiliki fungsi sebagai
pelindung dan juga penyelimut mahkota bunga ketika bunga itu kancup maupun mekar.
Bagian ini sering disebut dengan Sepal, dan merupakan bagian yang mempunyai peran
penting dalam suatu tanaman.

Kelopak bunga akan ikut mambuka, jika bunga tersebut sudah mulai mekar dan
membiarkan bunga mekar dengan sendirinya. Saat bunga sudah mekar dengan
sempurna, kelopak bunga akan otomatis membentuk menyerupai daun dengan warna
hijau.

7. Bagian Mahkota Bunga

Mahkota adalah bagian yang paling menarik dan indah, sehingga banyak orang
yang suka dengan bagian bunga ini. Mahkota bunga mempunyai beraneka ragam warna
yang enak dipandang.

Mahkota memiliki nama latin yang bernama Corolla. Para pecinta bunga
menyampaikan bahwa mahkota adalah sebagai perhiasannya sebuah bunga. tidak hanya
orang yang suka dengan mahkota, serangga juga tertarik dengan bagian bunga ini,
karena corak dan warna mahkota bunga yang beraneka ragam.
Dengan adanya serangga yang sering menempel pada bunga, membantu terjadinya
proses penyerbukan. Dari hal tersebut, bisa dikatakan bahwa salah satu fungsi mahkota
yaitu membantu proses penyerbukan sebuah bunga.
Mahkota ini terlatak dibagian luar dari unsur bunga. Bagian ini dijadikan sebagai
salah satu penanda untuk menilai keindahan dan kecantikan sebuah tanaman.

8. Bagian Benang Sari

Bagian ini merupakan bagian alat kelamin jantan dari bunga, benang sari memiliki
nama latin yaitu stamen. Bagian benang sari mempunyai fungsi sebagai pendukung
proses perkembangbiakan dan reproduksi bunga.

Dengan adanya benang sari ini nantinya akan menghasilkan tanaman baru. Benang
sari dibagi menjadi tiga kategori yaitu kepala sari atau atheral, serbuk sari atau polen
dan tangkai sari atau filament.

9. Bagian Putik Bunga

Bagian ini merupakan bagian alat kelamin betina bunga, putik bunga mempunyai
nama latin yang bernama pistil. Fungsi dari bagian ini sama dengan bagian benang sari
sama-sama alat untuk perkembangbiakan, yang membedakan hanya gendernya.

Bagian putik bunga terdapat dua bagian yaitu bakal bunga (carpell) dan juga bakal
biji (ovalum). Bagian ini terletak di tengah-tengah bagian bunga yang kemudian
dikelilingi pleh benang sari.

10. Bakal Biji (Ovulum)

Bakal biji (ovulum) berfungsi sebagai tempat terjadinya proses pembentukkan biji
untuk kemudian menghasilkan biji yang matang. Ovulum sangat berperan akti dalam
upaya pelestarian tanaman agar tetap ada generasi berikutnya.

Berdasarkan kelengkapan bagian bunga

a. Bunga Lengkap

Bunga bisa dikatakan lengkap apabila memiliki kelopak, mahkota, benang sari, dan
putik. Misalnya bunga yang mempunyai bagian-bagian lengkap yaitu bunga sepatu,
tembakau, mawar, melati, dan terung.

Pada umumnya bunga yang memiliki bagian lengkap yaitu mempunyai dua macam
alat kelamin, betina dan jantan. Biasanya para pakar bunga menyebutnya bunga
berkelamin ganda (hermafrodit). Tapi, perlu diketahui bahwa bunga yang mempunyai
kelamin ganda belum tentu jenis bunga lengkap.

b. Bunga Tidak Lengkap

Bunga dikatakan tidak lengkap bila tidak memiliki bagian-bagian bunga lengkap,
seperti alat kelamin bunga dan perhiasan bunga. bunga tidak lengkap di bagi menjadi dua
bagian :

Perhiasan bunga tidak lengkap, merupakan bagian bunga yang tidak mempunyai
struktur keindahan dan kecantikan. Bunga seperti ini biasanya dikatakan sebagai bunga
telanjang.
Alat kelamin tidak lengkap, adalah bunga yang hanya memiliki satu alat reproduksi.
Terkadang para botani juga menyebutkan dengan berkelamin tunggal, bisa itu jantan
ataupun betina. Misalnya bunga yang hanya mempunyai alat kelamin tunggal yaitu
bunga mentimun, bunga salak, bunga pita, dan bunga matahari.
Selain dikatakan sebagai bunga berkelamin tunggal, bunga ini juga sering disebut
bunga mandul.
TIPE-TIPE BUNGA (jumlah, letak, kelengkapan dan kelamin )
Pada suatu tumbuhan kadang hanya terdapat satu bunga saja, misalnya Bunga Coklat
(Zephyranthus rosea Lindl.), tetapi umumnya pada suatu tumbuhan dapat ditemukan
banyak bunga. Tumbuhan yang hanya menghasilkan satu bunga saja disebut tumbuhan
berbunga tunggal (planta uniflora), sedangkan tumbuhan dapat menghasilkan banyak
bunga disebut tumbuhan berbunga banyak (planta multiflora).

Jika suatu tumbuhan hanya mempunya satu bunga saja, biasanya bunga terdapat pada
ujung batang. Jika suatu tumbuhan mempunya bunga banyak, biasanya bunga dapat
sebagian terdapat dalam ketiak-ketiak daun dan sebagian terdapat pada ujung batang atau
cabang-cabang. Jika menurut tempatnya pada tumbuhan, maka tata letak bunga dapat
dibedakan:

1. Bunga pada ujung batang (flos terminalis) contohnya kembang merak (Caesalpinia
pulcherrima Swartz).

2. Bunga diketiak daun (flos lateralis) contohnya kembang sepatu (Hibiscus rosa-
sinensis L)
Menurut jumlahnya pada tumbuhan bunga dibedakan menjadi dua yaitu:

1. Tumbuhan berbunga tunggal (planta uniflora)

Tumbuhan yang hanya mempunyai satu bunga saja dinamakan tumbuhan


berbunga tunggal (planta uniforal). Sedangkan lainnya tumbuhan berbunga banyak
(planta multifloral). Bunga pada umumnya mempunyai bagian-bagian yang terdiri
dari :
a. Tangkai bunga (pedicellus)
b. Dasar bunga (receptaculum)
c. Hiasan bunga (perianthium)
d. Alat-alat kelamin jantan (androecium)
e. Alat-alat kelamin betina (gynaecium)

Bagian-bagian hiasan bunga pada umumnya tersusun dalam lingkaran, yaitu :


1. Kelopak (calyx)
2. Tajuk bunga atau mahkota bunga (corolla)

Pada suatu bunga sering kita dapati tidak ada hiasan bunganya. Bunga yang
demikian dinamakan bunga telanjang (flos nudus), atau hiasan bunga yang tidak
adapat dibedakan dalam kelopak atau mahkotanya, dengan kata lain kelopak dan
mahkota sama baik bentuk dan warnanya. Hiasan bunga yang demikian dinamakan
tenda bunga (perigonium).

Berdasarkan bagian-bagian yang terdapat pada bunga kecuali tangkai dan


dasar bunga, maka bunga dapat dibedakan dalam :
1. Bunga lengkap atau bunga sempurna (flos completus)
2. Bunga tidak lengkap atau bunga tidak sempurna (flos in-completus)

Bunga adalah penjelmaan suatu tunas (batang dan daun-daun) yang bentuk,
warna, dan susunannya disesuaikan dengan kepentingan tumbuhan, sehingga pada
bunga ini dapat berlangsung penyerbukan dan pembuahan, dan akhirnya dapat
dihasilkan alat-alat perkembangbiakan. Sifat-sifat bunga yang amat menarik, yaitu
:
1. Bentuk bunga seluruhnya dan bentuk bagian-bagiannya.
2. Warnanya.
3. Baunya.
4. Ada dan tidaknya madu ataupun zat lain.

2. Tumbuhan Berbunga Banyak (planta multifora)


Suatu bunga majemuk harus dapat dibedakan cabang-cabang yang mendukung
sejumlah bunga di ketiaknya. Pada suatu bunga majemuk sumbu yang mendukung
bunga-bunga yang tidak lagi berguna sebagai alat untuk asimilasi. Walaupun
demikian menurut kenyataannya seringkali tidak mudah untuk membedakan suatu
bunga majemuk dari cabang yang mempunyai bunga-bunga di ketiaknya.

Jumlah bunga pada tumbuhan sangat banyak, letaknya dapat:


 Terpencar atau terpisah-pisah (flores sparsi), misalnya pada Bunga Kembang
Sepatu (Hibiscus rosa-senensis L.).
 Berkumpul membentuk rangkaian dengan susunan yang beraneka ragam.
Suatu rangkaian bunga disebut juga bunga majemuk (anthotaxis atau
anflorescentia), misalnya pada Bunga Kembang Merak (Caesalpinia
pulcherrima Swartz.).
DAFTAR RUJUKAN

- Tjitrosoepomo, Gembong. 2009. MORFOLOGI TUMBUHAN.


Yogyakarta: Universitas Gajah Mada.

Anda mungkin juga menyukai