Anda di halaman 1dari 3

MATURASI BASOFIL

Inti mielosit basofilik mengalami perubahan tidak sebanyak yang terjadi pada pembentukan
neutrofil. Pada tahap metamielosit mungkin timbul konstriksi tidak teratur, namun biasanya
berkembang menjadi berlobus dua. Kromatin basofil tetap padat secara tidak sempurna dan
relatif terpulas ringan. Sebaliknya granula spesifik terpulas sangat gelap, dan bila terdapat di atas
inti akan menutupi inti ini. Berbeda dengan granula spesifik eosinofil, granula spesifik basofil
merupakan granula ekskresi.

Sel ini jarang ditemukan dalam darah tepi normal. Sel ini mempunyai banyak granula
sitoplasma yang gelap, menutupi inti, serta mengandung heparin dan histamin. Di dalam
jaringan, basofil berubah menjadi sel mast. Basofil mempunyai tempat perlekatan imunoglobulin
E dan degranulasinya disertai dengan pelepasan histamin.
Basofil

1. Ukuran: 10-14 mikrometer


2. Nucleus: biasnya dua lobus yang digabungkan dengan filament, tidak terlihat adanya
chromatin
a. Nucleoli: tidak terlihat
b.Kromatin: kasa, bergerombol
3. Sitoplasma: lavender hingga tanpa warna
 Granules
a. Primer: jarang
b. Secondary: jumlahnya tidak tentu dengan distribusi yang menyebar. Terkadang dulit
dibedakan dengan nucleus, ungu tua hingga hitam, bentuk irregular. Granula adalah
zat water soluble dan bisa hilang setelah dilakukan pewarnaan sehingga terkadang
hanya terlihat sebagai tempat kosong
4. N/C ratio: dominasi pada sitoplasma
5. Interval:
a. Sumsum tulang: 1%
b.Perifer: 0-1%