Anda di halaman 1dari 13

TUGAS 1 : EKSPLORASI AGENSI PUPUK HAYATI

PAPER

Disusun Oleh :

Rangga Dony S 20160210083

PROGRAM STUDI AGROTEKNOLOGI


FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH YOGYAKARTA
YOGYAKARTA

Maret, 2018
5 PRODUK PUPUK HAYATI DAN MANFAAT SERTA MORFOLOGI
MIKROBA DALAM PRODUK

A. Nama Produk: NATURA Pupuk Hayati Unggulan

Manfaat:
1. Meningkatkan penyerapan unsur hara (unsur P)
2. Menahan serangan patogen akar (sebagai bio-protektor)
3. Memperbaiki struktur tanah
4. Meningkatkan ketahanan tanaman terhadap kekeringan dan kelembaban yang
ekstrem
5. Meningkatkan produksi hormon pertumbuhan dan zat pengatur tumbuh.

Mikroba dalam produk


1. Bakteri :
a. Nama Ilmiah : Azotobacter sp.
Menurut Bergey’s Manual of Systematic Bacteriology dalam Madigan et al
(2000) klasifikasi Azotobacter sp. adalah sebagai berikut:
Domain : Bacteria
Filum : Protobacteria
Kelas : Zymobacter
Ordo : Pseudomonadales
Family : Pseudomonadaceae
Genus : Azotobacter
Spesies : Azotobacter sp.
Genus Azotobacter memiliki ciri-ciri sel yang berbentuk batang atau kokus
dengan diameter 1,5 – 2 ȝm. Mikroba ini bersifat aerobic dan Gram negatif. Beberapa
spesies ada yang motil dan ada yang non-motil. Genus ini termasuk kedalam mikroba
fiksasi nitrogen non-simbiosis, dan beberapa spesies ada yang mampu berasosiasi
dengan akar. pH optimum untuk pertumbuhan dan fiksasi nitrogen adalah 7 – 7,5.
Habitat mikrobaini kebanyakan pada tanah (Holt et al, 2000).

Fungsi mekanisme Azotobacter sp adalah dapat memfiksasi nitrogen bebas


dan tidak bersimbiosis dengan tanaman. Azotobacter sp. mengkonversi dinitrogen
menjadi ammonium melalui reduksi elektron dan protonasi gas dinitrogen (Hendarsah
dan Simarmata, 2004) dengan bantuan enzim azotase. Molekul nitrogen bebas diubah
menjadi nitrogen sel. Nitrogen yang terikat pada struktur tubuh bakteri ini dilepas
dalam bentuk organik sebagai sekresi atau setelah Azotobacter sp. itu mati
(Suriawiria, 1980).

2. Jamur
a. Nama Ilmiah : Trichoderma sp.
Klasifikasi cendawan Trichoderma spp adalah sebagai berikut :
Kelas : Deuteromycetes
Ordo : Moniliales
Famili : Moniliaceae
Genus : Trichoderma
Species : Trichoderma sp

Beberapa ciri morfologi jamur Trichoderma sp. yang menonjol yaitu


koloninya berwarna hijau muda sampai hijau tua yang memproduksi konidia
aseksual berbentuk globus dengan konidia tersusun seperti buah anggur dengan
pertumbuhan yang sangat cepat. Jamur tersebut merupakan salah satu jenis
jamur mikro parasitic yang artinya bersifat parasit terhadap jenis jamur lain
(Indriani, 2007).

Mekanisme dan fungsi Trichoderma sp. Adalah sebagai organisme


pengurai serta sebagai agen hayati dan stimulator pertumbuhan tanaman. Selain
itu Trichoderma sp juga memiliki fungsi sebagai agen biokontrol karena
sifatnya antagonis bagi cendawan patogen (Kennedy dan Gewin, 1997).
B. Nama Produk : Tanisoy

Manfaat :

1. Memacu pertumbuhan bintil akar pada perakaran tanaman.


2. Meningkatkan pengikatan Nitrogen sehingga dapat mengurangi pemakaian Pupuk
N minimal 75% dari jumlah pemakaian pupuk N biasa.
3. Meningkatkan kelarutan fosfat dalam tanah sehingga dapat mengurangi
4. penggunaan pupuk P dari jumlah pemakaian pupuk P biasa.
5. Meningkatkan produksi dan kualitas hasil kedelai dan kualitas tanah

Mikroba dalam produk :


a. Nama Ilmiah : Rhizobium leguminosorum
Klasifikasi: Kingdom : Plantae
Divisi : Schizophyta
Kelas : Schizomycetes
Ordo : Eubacteriaceae
Familia : Rhizobiaceae
Genus : Rhizobium
Spesies : Rhizobium leguminosorum
Morfologi Rhizobium berbentuk batang dengan ukuran antara 0,5-0,9 x 1,2-3
ȝm. Mikroba ini bersifat aerobic dan Gram negatif. Bergerak atau motil karna memiliki
flagella. Dapat tumbuh baik pada keadaan oksigen minimum 1.0 kPa, suhu optimum
pertumbuhan adalah 25-30oC, pH optimum untuk tumbuh adalah 6-7. Koloninya
berbentuk bulat sirkuler, cembung dan semitranslucent. Diameter koloninya 2-4 mm
pada 3-5 hari jika tumbuh pada media mannitol salt agar. Mikroba ini terdapat pada
nodul akar tanaman dan termasuk ke dalam mikroba penambat nitrogen yang
bersimbiosis (Holt et al, 2000).

Fungsi mekanisme Bakteri Rhizobium merupakan salah satu jenis bakteri


penambat nitrogen yang mampu bersimbiosis dengan tanaman, terutama pada tanaman
leguminosae. Rhizobium masuk ke dalam akar legum melalui rambut akar atau secara
langsung ke titik munculnya akar lateral. Rambut akar merupakan bagian tanaman yang
pertama kali dapat memberikan respon karena terinfeksi Rhizobium. Di dalam bintil
akar tidak hanya terdapat satu strain Rhizobium saja, mungkin dua atau lebih strain
hidup bersama-sama di dalam satu bintil akar. Meskipun demikian, beberapa genus
hanya ditemukan pada tanaman inang tertentu (spesifik) saja. Strain Rhizobium mampu
menginfeksi legum dengan melepaskan polisakarida spesifik yang menyebabkan lebih
banyak aktivitas pektolitik oleh akar. Beberapa berpendapat bahwa robekan mekanik
terjadi di mana Rhizobium masuk ke dinding rambut akar yang pecah dan Rhizobium
terperangkap sampai rambut akar yang telah berubah bentuk terbungkus kembali.
Terbentuknya nodula akar dimulai dengan masuknya infeksi benang dan berpenetrasi
ke dalam akar dari sel ke sel. Sel ini terbagi membentuk jaringan nodula di mana bakteri
ini membelah dan menggandakan diri. Batas pemisah pun berkembang, lokasi pusat di
mana bakteri berada dinamakan zona bakteri yang ditandai dengan adanya nodula dari
bakteri yang menyerangnya, sedangkan jaringan bebas dinamakan korteks nodula.
Jaringan nodula tumbuh dalam berbagai ukuran, mendorong dirinya melalui akar dan
kemudian muncul sebagai tambahan dalam sistem perakaran. Ukuran dan bentuknya
bergantung pada spesies dan tanaman legumnya. Fiksasi nitrogen melibatkan
penggunaan ATP dan proses reduksi ekuivalen yang berasal dari metabolisme primer.
Semua reaksi yang terjadi dikatalisis oleh nitrogenase. Enzim ini mengandung 2
molekul nutrien yaitu molekul protein besi dan 1 molekul protein molibden besi. Reaksi
ini berlangsung ketika molekul N2 terikat pada kompleks enzim nitrogenase. Protein
Fe mula-mula direduksi oleh elektron yang diberikan oleh ferredoksin. Kemudian Fe
reduksi mengikat ATP dan mereduksi protein molibden besi yang memberikan elektron
pada N2 sehingga menghasilkan NH=NH. Pada dua daur berikutnya prosesi ini
(masing-masing membutuhkan elektron yang disumbangkan oleh ferredoksin) NH=NH
direduksi menjadi H2N-NH2 dan selanjutnya direduksi menjadi NH3 tergantung pada
jenis mikrobanya, ferredoksin reduksi yang memasok elektron untuk proses ini
diperoleh melalui fotosintesis, respirasi atau fermentasi. Produk akhir dari proses
pengikatan nitrogen adalah Amoniak (NH3) dan air. Enzim nitrogenase akan hancur
ketika kontak dengan oksigen. Oleh karena itu, proses pengikatan nitrogen hanya terjadi
pada kondisi anaerob (tanpa oksigen) atau oksigen yang dinetralkan dengan bahan
kimia lain seperti Leghemoglobin (Suriawiria, 1980).

C. Bakteri Azospirilum sp. Produk : TiaraDika

Manfaat : Pupuk Hayati Cair Tiaradika juga menghasilkan metabolit pengatur tumbuh
yang berfungsi untuk memacu mitosis jaringan meristem pada titik tumbuh pucuk,
kuncup bunga, stolon, dan menstimulir akar agar berkembang dengan baik. Fungsi-
fungsi lain dari Pupuk Hayati Cair Tiaradika adalah sebagai berikut : melindungi akar
dari gangguan hama dan penyakit, sebagai bioaktivator perombak bahan organik, dan
sebagai penawar racun beberapa logam berat.

Mikroba dalam produk


1. Bakteri
a. Nama Ilmiah : Azospirilum sp.
Klasifikasi :
Kingdom : Bakteri
Filum : Proteobacteria
Kelas : Alphaproteobacteria
Ordo : Rhodospirillales
Famili : Rhodospirillalezeae
Genus : Azospirilum
Spesies : Azospirilum sp.

(Tortora, 2002)
Azospirillum sp. merupakan bakteri gram negate berbentuk spiral atau batang
pendek, motil (bergerak cepat dan bebas karena terdapat flagela) dan bersifat
katalase positif. bentuk koloni yaitu bulat tidak teratur permukaan halus
mengkilap, elevasi rata dan bagian tepi rata dan berwarna merah muda sampai
merah tua.
fungsi mekanisme dari bakteri ini adalah menambat nitrogen pelarut fosfat,
merombak bahan organik di dalam tanah dan menghasilkan horrmonn pertumuhan
yang bertujuan untuk menambah hara dan mempercepat proses pertumtuhan pada
tanaman (Suriawiria, 1980)

D. Produk FloraOne ProtectoR

Manfaat :

1. Melindungi tanaman dari serangan penyakit : akar gada (sawi, koi, kobis),
kresek (padi), layu/ lemas (cabe, tomat, melon, bawang merah, kentang),
kriting & bulai (cabe), jagung bulai, dll.
2. Menyuburkan, memperbaiki struktur dan pH tanah.
3. Mempercepat dan meningkatkan produksi
4. Memperpanjang masa produksi
5. Mempercepat perkecambahan biji dan pertumbuhan tanaman
6. Mengefisienkan pemupukan dan menekankan biaya produksi
7. Mengurangi pemakaian fungisida, pupuk kompos dan pupuk kimia
hingga 50%.
8. Meningkatkan system perakaran yang besar dan banyak, menambah
kemampuan akar mengikat air sehingga tanaman lebih tahan kekeringan di
musim kemarau.

Mikroba dalam produk :


1. Bakteri
a. Nama Ilmiah : Bacillus sp.
Menurut bergey’s manual of systematic bacteriology, second edition
dalam Madigan et al (2003) klasifikasi Bacillus sp. Adalah sebagai berikut :
Domain : Bacteria
Filum : Firmicutes
Kelas : Bacilli
Ordo : Bacillales
Family : Bacillales
Genus : Bacillus
Spesies : Bacillus sp.
MorfologiBacillus sp. merupakan mikroba berbentuk batang dan bersifat
Gram positif, tidak memiliki flagella (non motil), bersifat aerob obligat atau
anaerob fakultatif (pelezar dan Chan, 1986). Mikroba genus Bacillus sp. Tersusun
berderet seperti rantai, membentuk endospora (sentral) dan mempunyai habitat di
tanah, air dan debu (Holt et al, 2000).
Fungsi mekanisme Bacillus sp. Adalah sebagai antibakteri, antijamur,
pemacu pertumbuhan tanaman dan penginduksi ketahanan sistemik. Salah satu
mekanisme Bacillus yaitu memiliki sifat antagonis dengan menghasilkan metabolit
sekunder berupa antibiotik atau senyawa mirip antibiotik seperti enzim pelisis,
senyawa yang mudah menguap, siderofor, dan substansi toksik lainnya (Rahayu.
dkk, 2013).
2. Jamur

a. Nama Ilmiah : Aspergillus niger

Berikut ini adalah klasifikasi dari Aspergillus niger :

Kingdom : Myceteae
Divisi : Amastigomycota
Kelas : Ascomycetes
Ordo : Eurotiales
Family : Euroticeae
Genus : Aspergillus
Spesies : Aspergillus niger (Yulina, 2013)

Mofologi Aspergillus adalah mikroba jenis


kapang mesofilik yang tumbuh pada suhu 35ºC-37ºC (optimum), 6ºC-8ºC
(minimum), 45ºC-47ºC (maksimum), pH 2,2-8,8, kelembaban 80-90%, dan
memerlukan oksigen yang cukup (aerobik). Aspergillus niger memiliki bulu
dasar berwarna putih dan
lapisan konidiospora tebal berwarna coklat gelap sampai hitam. Hifa bersekat
dan memiliki banyak inti (multiseluler), kepala konidia bulat, berwarna hita
m, cenderung memisah menjadi bagian-bagian yang lebih longgar dengan
bertambahnya umur. Konidiospora memiliki dinding yang halus, hialin tetapi juga
berwarna coklat. Habitat spesies ini kosmopolit didaerah tropis dan subtropis,
dan mudah diisolasi dari tanah, udara, air, rempah-rempah, kapas, buah-buahan,
gandum, beras, jagung, tebu, ketimun, kopi, teh, coklat serta serasah dedaunan
(Fardiaz, 1992).

Fungsi dan mekanisme Aspergillus niger menghasilkan enzim amilase


dan glukoamilase yang berperan mengurai pati menjadi glukosa
dengan kata kain gula sederhana dan sebagai cendawan pelarut fosfat
(biofosfat) untuk menyediakan P untuk pertumbuhan tanaman Aspergillus niger
merupakan salah satu contoh cendawan yang dapat dimanfaatkan sebagai agen
pupuk hayati karena dapat meningkatkan pertumbuhan tanaman inang. Mekanisme
peningkatan pertumbuhan melalui produksi berbagai asam-asam organik seperti
asam sitrat, oksalat dan malat yang berfungsi sebagai senyawa penting dalam
proses dekomposisi bahan organik dan proses mineralisasi unsur hara. Selain itu
cendawan ini juga mampu menghasilkan hormon tumbuh bagi tumbuhan
dalam jumlah yang cukup baik (Yulina, 2013)

E. Nama Produk : Natural VITURA

Manfaat:
1. Berguna untuk membasmi ulat. Dalam hal ini ulat yang menjadi sasaran adalah ulat
grayak, karena merupakan salah satu ulat yang paling banyak mengganggu tanaman.
2. Membuat ulat tidak menyebar ke bagian tanaman lainnya.
3. Membuat lahan pertanian sekitar menjadi semakin subur.

Bahan aktif dalam produk


1. Virus
a. Spodoptera litura – Nuclear Polyhedrosis Virus
Nama umum : Spodoptera litura (fabricius)
Kingdom : Animalia
Filum : Arthropoda
Kelas : Insecta
Ordo : Lepidoptera
Family : Noctuidae
Subfamily : Amphipyrinae
Genus : Spodoptera
Species : Spodoptera litura
(Mheizydta Radtna, 2012)

Morfologi Virus ini berbentuk batang dan terdapat dalam inclusion


bodies yang disebut polihedra. Polihedra berbentuk kristal bersegi banyak
dan terdapat didalam inti sel yang rentan dari serangga inang, seperti
hemolimfa, badan lemak, hypodermis dan Matriks trakea. Polihedra
berukuran 0,5–15 µm dan mengandung partikel virus (virion). Virion
berbentuk batang, berukuran 40–70 nm x 250–400 nm dan mengandung
molekul deoxy-ribonucleid acid (DNA) (iggnoffo and Couch, 1981, Tanada
dan Kaya, 1993). Morfologi polihedra dan virion dapat dilihat dengan
menggunakan mikroskop elektron.
Fungsi NPV yaitu sebagai agensia pengendali hayati pada beberapa
jenis serangga berstatus OPT, khususnya ulat grayak (Arifin, M., 1997).
Mekanisme NPV dalam agensi hayati adalah Pemanfaatan NPV sebagai
agens hayati sangat efektif untuk mengendalikan S. litura. NPV ini didapat
dengan cara mengambil dan memperbanyak virus yang berasal dari hama
tersebut (Young, 2003).
DAFTAR PUSTAKA

Arifin, M. 1997. Penggunaan Virus (NPV) dalam penanganan OPT dan Implementasinya di
Lapangan. Makalah Balitbio, Pertemuan Koordinasi Penanganan OPT dan Perumusan
Komponen PHT Spesifik.

Fardiaz, S. 1992. Mikrobiologi Pangan. Gramedia Pustaka Utama, Jakarta.

Holt. J.G., et al. 2000. Bergey’s Manual Determinative Bacteriology. Baltimore: Williamn and
Wilkins Baltimore

Indriani, Y. H. 2007. Membuat Kompos Secara Kilat. Penebar Swadaya. Jakarta.

Kennedy, A.C. and V.L. Gewin. 1997. Soil microbial diversity: Present and future
considerations. Soil Sci. 162:607-617

Madigan M. T., J. Martinko, J. Parker, et al. 2003, Brock Biology of Microorganisms, 10th ed.,
Pearson Education, Inc., New York.

Mheizydta Radtna. 2012. Bioinsektidisa Virus.


http://mradtna.blogspot.co.id/2012/01/bioinsektisida-virus.html. Diakses pada 17
Maret 2018.

Pelczar, M.J. & E.C.S. Chan, 1986, Penterjemah , Ratna Siri Hadioetomo dkk. Dasar-Dasar
Mikrobiologi 1, Universitas Indonesia Press. Jakarta

Rahayu, Kuswanto, dan Sudarmadji, S. 1989. Mikrobiologi Pangan. Pusat Antar Universitas
Gadjah Mada. Yogyakarta

Suriawiria,Unus, 1980. Mikrobiologi Umum. Departemen Biologi FMIPA. ITB. Bandung

Tortora Gerard J.,et al.1992. Microbiology an Introduction. Fouth edition. The


Benjamin/Cummings Publishing Company,Inc.

Yulina. 2013. Antibacterial Effect of Granati Fructus Cortex Extract on Streptococus mutans

Invitro. Aceh: Journal of Dentistry Indonesia 2013, Vol.20, No.1, 5-8

Young, S. 2003. Persistence of viruses in the environment.

www.agctr.Isu.edu/s265/young.htm. Diakses pada 18 Maret 2018.