Anda di halaman 1dari 16

PLKH PERDATA

Legal Opinion Bank BNI Cabang Purwokerto

Oleh :

Riyan Adiputra

E1A113007

KEMENTERIAN RISET TEKNOLOGI DAN PENDIDIKAN TINGGI


UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN
FAKULTAS HUKUM
PURWOKERTO
2016
Tinjauan Yuridis terhadap Kredit Macet Bank BNI

MEMORANDUM HUKUM

Kepada : BNI Cabang Purwokerto

Dari : Riyan Adiputra, S.H

Perihal : Pendapat Hukum atas penyelesaian Kredit Macet yang dilakukan oleh Ahmad
Daroji terhadap Bank BNI.

 Kasus Posisi (Brief)

Ahmad Daroji mengajukan kredit ke BNI Cabang Purwokerto untuk usaha bahan
bangunan). Pada tanggal 24 September 2007 dilakukan perjanjian kredit, BNI meminjamkan
uang sebesar Rp 150.000.000 (seratus lima puluh juta) kepada Ahmad Daroji, jangka waktu
pelunasan satu tahun sejak 24 September 2007 - 23 September 2008. Sebagai jaminan adalah
dua kavling beserta bangunan toko yang ada diatasnya yang akan dibeli Ahmad Daroji dan telah
disetujui BNI. Dengan uang pinjaman dan tambahan uang pribadi, Ahmad Daroji membeli dua
kavling milik Darmanto yang terletak di jalan Manggis No. 25-26 Purwokerto tepat dibelakang
Klinik Bersalin milik PEMDA setempat, dengan rincian sebagai berikut :

1. Tanah seluas 50 m2 dengan hak milik beserta bangunan diatasnya senilai Rp 75.000.000,
2. Tanah seluas 100 m2 dengan hak milik beserta bangunan diatasnya senilai Rp
100.000.000,-
Kedua bidang kavling tersebut kemudian diikat dengan Sertifikat Hak Tanggungan
(sekaligus dijadikan jaminan) jangka waktu berakhir Ahmad Daroji belum dapat mengembalikan
pinjaman tersebut.Sebagai jalan keluar BNI bersedia memberikan kredit kedua sebesar Rp
200.000.000,- (dua ratus juta rupiah) dalam jangka waktu pelunasan 1 tahun, yaitu 24 September
2008 – 23 September 2009 yang langsung dipotong Rp150.000.000,- (seratus lima puluh juta),
beserta bunga 1,5% setiap bulan, untuk melunasi kredit yang pertama dan diletakkan pula
Sertifikat Hak Tanggungan diatasnya.

Perjanjian kredit kedua berakhir Ahmad Daroji belum juga dapat melunasi
hutangnya.Dengan mengingat nilai kedua tanah dan bangunan yang ada, pihak BNI masih
memberikan kelonggaran waktu pelunasan dengan memperpanjang kredit satu tahun berikutnya,
23 September 2010.Berdasarkan rencana tata ruang PEMDA ternyata tanah milik Ahmad Daroji
termasuk kawasan pengembangan Rumah Sakit.

Selanjutnya tanggal 17 Mei 2010 Panitia Pengadaan Tanah beserta aparat Pemda
memberikan ganti rugi sebesar Rp 200.000.000,- (dua ratus juta rupiah). Panitia Pengadaan tanah
kesulitan menemukan Ahmad Daroji, sehingga uang dititpkan ke Pengadilan Negri Purwokerto.
Mengetahui uang ganti rugi dititipkan di Pengadilan Negeri. Ahmad Daroji menghubungi BNI
dan menyatakan bahwa tanah dan bangunan dibebaskan dan berubah dalam bentuk uang.
Ahmad Daroji menyatakan pula kepada BNI bahwa uang yang dititipkan itu adalah untuk
pelunasan hutangnya, dan sejak saat itu Ahmad Daroji tidak mau lagi membayar hutangnya lagi
dan meminta BNI mengeluarkan surat pelunasan hutang.

 Legal Question

1. Dapatkah Panitia Pengadaan Tanah menitipkan uang pembebasan tanah ke PN?


2. Dengan dititipkan uang tersebut di PN, dapatkah ganti kerugian itu dijadikan pelunasan
utang Ahmad Daroji walaupun nilai kredit lebih kecil?
3. Dapatkah BNI menyatakan bahwa Ahmad Daroji telah melakukan wanprestasi apabila
Ahmad tidak mau lagi membayar hutangnya kepada BNI, karena tanah beserta
bangunannya yang ada diatasnya telah dibebaskan?
4. Sejak kapan Ahmad Daroji dapat diaktakan melakukan wanprestasi?
5. Bagaimana kedudukan pemegang Hak Tanggungan terhadap objek Hak Tanggungan
dengan dibebaskannya tanah tersebut?
6. Dapatkah pihak Bank BNI meminta sisa pelunasan hutang Ahmad Daroji kepada
Pemerintah Daerah?
 Ringkasan Jawaban
1. Panitia Pengadaan Tanah tidak dapat menitipkan uang ganti rugi tanah milik Ahmad Daroji
kepada PN, dengan alasan pemegang hak sulit ditemukan, namun demikian Ahmad Daroji
berhak atas uang ganti rugi karena Ahmad Daroji telah melepaskan hubungan hukum
tanahnya secara sukarela kepada Pemerintah Daerah.

2. Ahmad Daroji tidak dapat menyatakan uang ganti kerugian itu sebagai pelunasan utang dan
minta pelunasan utang kepada BNI, akan tetapi uang ganti rugi tersebut hanya dapat
dipergunakan pembayaran sebagian utang yang timbul dari perjanjian kredit antara BNI dan
Ahmad Daroji.

3. Ketika Ahmad Daroji tidak melaksanakan kewajiban berdasarkan perjanjian yang telah
dibuatnya, BNI harus segera memperingatkan Ahmad Daroji agar melunasi utangnya, dengan
memberikan surat peringatan. Apabila Ahmad Daroji tidak memenuhi kewajibannya, maka
Ahmad Daroji dalam keadaan wanprestasi.

4. Ahmad Daroji dinyatakan wanprestasi apabila telah melewati batas waktu yang telah
diperjanjikan, dalam posisi kasus Ahmad Daroji tidak dapat melunasi hutangnya sesuai
tenggang waktu yang telah ditentukan dan apabila telah diterbitkan somasi maka Ahmad
Daroji dapat dikategorikan telah melakukan wanprestasi, berdasarkan Pasal 1238
KUHPerdata.

5. Kedudukan pemegang hak tanggungan terhadap objek hak tanggungan dengan


dibebaskannya tanah milik debitur menjadi hapus tetapi hal tersebut tidak menyebabkan
hapusnya utang yang dijamin dengan hak tanggungan tersebut. . Kreditur menjadi kreditur
konkuren yang hanya dijamin dengan SKMHT. Alasan hapusnya Hak Tanggungan yang
disebabkan karena hapusnya hak atas tanah yang dibebani Hak Tanggungan meliputi
keberadaan dari bidang tanah tertentu yang dijaminkan. Selain itu, mengenai hapusnnya Hak
Tanggungan karena hapusnya hak atas tanah yang dibebani Hak Tanggungan adalah logis,
karena keberadaan suatu Hak Tanggungan hanya mungkin bila telah atau masih ada objek
yang dibebani dengan Hak Tanggungan itu.
6. Pihak BNI tidak dapat meminta sisa pelunasan hutang Ahmad Daroji kepada Pemerintah
Daerah karena pihak yang berhutang adalah Ahmad Daroji dengan pihak BNI Cabang
Purwokerto. Sisa hutang tersebut hanya dapat dimintakan atau ditagih kepada Ahmad Daroji
terhadap harta miliknya baik yang ada maupun harta yang aka nada dikemudian hari.

 Legal Audit

Peraturan perundang-undangan yang berhubungan untuk diterapkan dalam kasus ini adalah :

1. Pengaturan tentang Panitia Pengadaan Tanah yang telah menitipkan uang pembebasan
tanah ke PN.
 Peraturan Presiden Nomor 36 tahun 2005 Pasal 16 ayat 1 dan ayat 2
Pasal 16 ayat 1 :
“Ganti rugi diserahkan langsung kepada:pemegang hak atas tanah atau yang
berhak sesuai dengan peraturan perundang-undangan; atau nadzir bagi tanah
wakaf “
Pasal 16 ayat 2 :
“Dalam hal tanah, bangunan, tanaman, atau benda yang berkaitan dengan tanah
dimiliki bersama-sama oleh beberapa orang, sedangkan satu atau beberapa
orang pemegang hak atas tanah tidak dapat ditemukan, maka ganti rugi yang
menjadi hak orang yang tidak dapat ditemukan tersebut.”
 Pasal 1393 KUHPerdata
“Pembayaran harus dilakukan di tempat yang ditetapkan dalam perjanjian, jika
dalam perjanjian tidak ditetapkan suatu tempat, maka pembayaran mengenai
suatu barang yang sudah ditentukan, harus terjadi di tempat barang itu berada
sewaktuperjanjian dibuat.”

2. Pengaturan tentang dapatkah ganti kerugian itu dijadikan pelunasan utang oleh Ahmad
Daroji walaupun ganti kerugian lebih kecil dari kredit.
 Pasal 1131 KUHPerdata
Pasal ini relevan dengan sejauh mana harta debitur dapat diambil untuk menjadi
jaminan pelunasan hutang. Apabila pada saat iniahad daroji belum memiliki uang
untuk mebayar hutangnya, maka ketika Ahmad daroji memiliki uang dikemudian
hari, uang tersebut akan dijadikan dalam pelunasan hutangnya.
 Pasal 1320 KUHPerdata
Pasal ini relevan untuk apakah perjanjian antara BNI dan Ahmad Daroji
memenuhi syarat-syarat untuk sahnya perjanjian.
 Pasal 1321 KUHPerdata
Perjanjian pokok peminjaman uang tersebut tidak sah apabila dilakukan dengan
kekhilafan, penpuan atau bahkan dengan paksaan.
 Pasal 1338 KUHPerdata
Tentang akibat dari sahnya suatu perjanjian,sahnya perjanjian yang dibuat oleh
ahmad daroji dan pihak BNI, mengakibatkan perjanjian yang dibuat berlaku
sebagai Undang-Undang bagi mereka yang membuatnya.
 Pasal 1393 KUHPerdata
Pasal ini menerangkan tentang tempat pembayaran mana yang harus ditentukan
dalam pembayaran hutang.Tempat pembayaran hutang seharusnya dapat
dilakukan di tempat perjanjian hutang tersebut dilakukan atau apabila kreditur
masih diam dalam keadaanya maka dapat dilakukan di tempat kreditur.
 Pasal 1397 KUHPerdata
Relevansi dengan pembayaran bunga.Apabila pembayaran yang dilakukan tidak
mencukupi untuk melunasi hutangnya maka pembayaran dilakukan untuk
melunasi bunganya terlebih dahulu.
 Pasal 1 angka 11 UU No. 10 tahun 1998
Menjelaskan tentang pengertian Kredit. Di dalam perjanjian kredit tersebut
dijelaskan bahwa kredit merupakan kesepakatan pinjam-meminjam antara bank
dengan pihak lain. Yang mewajibkan debitur melunasi hutangnya tersebut dalama
jangka waktu yang telah ditentukan.
 Pasal 8 UU No. 8 tahun 1998
Pasal ini relevan dengan Bank dalam memberikan kredit itu sudah mengetahui
bahwa debitur tersebut beritikad baik dan memiliki kewajiban untuk
membayarkan hutangnya.
 Pasal 1765 KUHPerdata
Pasal ini menjelaskan bahwa boleh diadakannya suatu buanga terhadap perjanjian
pinjam-meminjam.
 Pasal 1767 KUHPerdata
Bunga itu dapat ditentukan oleh UU maupun sudah ditentukan secra atertulis
didalam suatu perjanjian tersebut.

3. Pengaturan tentang BNI menyatakan bahwa Ahmad Daroji telah melakukan wanprestasi
 Pasal 1 UU No. 1 tahun 1960
Bahwa dijelaskan Hak Milik dapat dijadikan sebagai jamian pelunasan hutang
dengan dibebani Hak Tanggungan
 Pasal 1 UU Hak Tanggungan
“Hak Tanggungan atas tanah beserta benda-benda yang berkaitandengan tanah,
yang selanjutnya disebut Hak Tanggungan, adalah hak jaminan yangdibebankan
pada hak atas tanah sebagaimana dimaksud dalam Undang-Undang Nomor
5Tahun 1960 tentang Peraturan Dasar Pokok-Pokok Agraria, berikut atau tidak
berikut benda-benda lain yang merupakan satu kesatuan dengan tanah itu, untuk
pelunasan utang tertentu, yang memberikan kedudukan yang diutamakan kepada
kreditor tertentu terhadap kreditor-kreditor lain.”
 Pasal 10 UU Hak Tanggungan
Hak tanggungan dijaminkan untuk pelunasan hutang.Dan Hak Tanggungan
tersebut harus di daftarkan kepada Pejabat Pembuat Akta Tanah untuk dibuatkan
sertifikat Hak Tanggungan.
 Pasal 18 ayat 4 UU Hak Tanggungan
Hapusnya hak tanggungan karna hapusnya hak atas tanah yang dibebani Hak
Tanggungan.
 Pasal 1234 KUHPerdata
Tiap-tiap perikatan yang dibuat itu untuk memeri sesuatu, berbuat sesuatu dan
untuk tidak berbuat sesuatu.
 Pasal 1238 KUHPerdata
Pernyataan lalai bagi Debitur apabila, ketika dia sudah diberikan suatu surat
perintah telah dinyatakan lalai berdasarkan lewatnya jangka waktu yang telah
ditentukan. Yang menyatakan bahwa Debitur wanprestasi.
 Pasal 1239 KUHPerdata
Ketika debitur dinyataan wanprestasi maka debitur harus memberikan
penggantian biaya, rugi dan bunga.
 Pasal 1243 KUHPerdata
Penggantian biaya, rugi dan bunga karna debitur wanprestasi baru dapat
dilakukan apabila dalam jangka waktu yang telah di lampauinya.
 Pasal 1267 KUHPerdata
Memperkuat tanggung jawab debitur, apabila debitur wanprestasi.

4. Pengaturan tentang kedudukan pemegang Hak Tanggungan terhadap objek Hak


Tanggungan dengan dibebaskannya tanah tersebut.
 Pasal 18 UU Nomor 4 Tahun 1996 Tentang Hak Tanggungan Atas Tanah Beserta
Benda-Benda yang Berkaitan dengan Tanah
(1). HakTanggungan hapus karena hal-hal sebagai berikut:
a. hapusnya utang yang dijamin dengan Hak Tanggungan;
b. dilepaskannya Hak Tanggungan oleh pemegang Hak Tanggungan;
c. pembersihan Hak Tanggungan berdasarkan penetapan peringkat oleh Ketua
Pengadilan Negeri;
d. hapusnya hak atas tanah yang dibebani Hak Tanggungan.
(2). Hapusnya Hak Tanggungan karena dilepaskan oleh pemegangnya dilakukan
dengan pemberian pernyataan tertulis mengenai dilepaskannya Hak Tanggungan
tersebut oleh pemegang Hak Tanggungan kepada pemberi Hak Tanggungan.
(3). Hapusnya Hak Tanggungan karena pembersihan Hak Tanggungan berdasarkan
penetapan peringkat oleh Ketua Pengadilan Negeri terjadi karenapermohonan
pembeli hak atas tanah yang dibebani Hak Tanggungan tersebut agarhak atas
tanah yang dibelinya itu dibersihkan dari beban Hak Tanggungan sebagaimana
diatur dalam Pasal 19.
(4). Hapusnya Hak Tanggungan karena hapusnya hak atas tanah yang dibeban Hak
Tanggungan tidak menyebabkan hapusnya utang yang dijamin.
5. Pengaturan tentang pihak Bank BNI meminta sisa pelunasan hutang Ahmad Daroji
kepada Pemerintah Daerah
 Pasal 1131 KUHPerdata
Segala kebendaan si berhutang, baik yang bergerak maupun yang tak bergerak,
baik yang sudah ada maupun yang baru akan ada di kemudian hari, menjadi
tanggungan untuk segala perikatan perseorangan.
 Pasal 1404 KUHPerdata
Jika si berpiutang menolak pembayaran, maka si berutang dapat melakukan
penawaran pembayaran tunai apa yang diutangnya, dan jika si berpiutang
menolaknya, menitipkan uang atau barangnya kepada Pengadilan.
Penawaran yang sedemikian, diikuti dengan penitipan, membebaskan si berutang,
dan berlaku baginya sebagai pembayaran, asal penawaran itu telah dilakukan
dengan cara menurut undang-undang; sedangkan apa yang dititipkan secara itu
tetap atas tanggungan si berpiutang.
 Pasal 2 ayat (1) dan (2) Peraturan Presiden Nomor 36 Tahun 2005 jo Peraturan
Presiden Nomor 65 Tahun 2006
Ayat 1 :
Pengadaan tanah bagi pelaksanaan pembangunan untuk kepentingan umum oleh
pemerintah atau pemerintah daerah dilaksanakan dengan cara pelepasan atau
penyerahan hak atas tanah.
Ayat 2 :
Pengadaan tanah selain bagi pelaksanaan pembangunan untuk kepentingan umum
oleh pemerintah atau pemerintah daerah dilakukan dengan jual beli, tukar
menukar, atau cara lain yang disepakati secara sukarela oleh pihak-pihak yang
bersangkutan.
 Legal Opinion
1. Panitia Pengadaan Tanah tidak dapat menitipkan uang pembebasan tanah ke PN Purwokerto

Karena terjadinya perluasan Rumah Sakit tersebut, PEMDA memberikan ganti rugi
atas pembebasan tanah untuk pembangunan Rumah Sakit karena Ahmad Daroji tidak
diketemukan kemudian uang tersebut dititipkan di Pengadilan Negeri Purwokerto.
Seharusnya Panitia Pengadaan Tanah tidak dapat menitipkan uang ganti rugi tanah milik
Ahmad Daroji kepada PN, dengan alasan pemegang hak sulit ditemukan, berdasarkan pasal
16 ayat 1 dan ayat 2 PP No.36 tahun 2005 yang menyatakan bahwa ganti rugi tersebut harus
diserahkan langsung oleh pemegang hak atas tanah tersebut. Ketika pemegang hak atas tanah
tersebut terdiri lebih dari satu orang dan satu orang atau beberapa anggotanya tidak dapat
diketemukan maka hal ganti rugi tersebut boleh dititipkan kepada PN.Sedangkan berdasarkan
kasus diatas ini, pemegang hak atas tanah tersebut hanya terdiri dari satu orang saja maka
seharusnya ganti rugi tersebut langsung diberikan kepada Ahmad Daroji.Hal tersebut
seharusnya tidak boleh dilakukan, penggantian pembebasan tanah tersebut harusnya
diberikan langsung kepada pemiliknya, bukan dititipkan kepada Pengadilan Negeri
Purwokerto atas alasan apapun.Demikian Ahmad Daroji berhak atas uang ganti rugi karena
Ahmad Daroji telah melepaskan hubungan hukum tanahnya secara sukarela kepada PEMDA.

2. Ganti kerugian itu dapat dijadikan sebagai pelunasan hutang Ahmad Daroji walaupun nilai
kredit lebih kecil

Ahmad Daroji meminjam uang kepada BNI karna ingin membangun usaha.
Perjanjian antara kedua belah pihak antara BNI dengan Ahmad Daroji, sesuai dengan pasal
1320 KUHPerdata adalah perjanjian tersebut adalah perjanjian yang sah sesuai dengan
syarat-syarat perjanjian yang ada didalam pasal tersebut, yaitu :

1. Sepakat
Bertemunya kedua kehendak yang diucapkan.Ahmad Daroji meminta pinjaman kredit
kepada Bank dan kemudian BNI mengkendaki untuk memberikan kredit kepada
Ahmad Daroji.
2. Cakap
Kedua belah pihak merupakan pihakpihak yang sudah cakap menurut ketentuan yang
ditentukan oleh UU.
3. Hal tertentu
Hal tertentu yang dimaksud adalah pinjaman sejumlah uang kepada BNI untuk
membangun usaha.
4. Causa yang halal
Causa yang ditentukan dalam perjanjian tersebut adalah tidak bertentangan dengan
UU dan ketertiban hukum.

Karena terpenuhinya semua unsur-unsur dalam perjanjian, maka perjanjian antara


Ahmad Daroji dengan BNI adalah perjanjian yang sah.Ketika perjanjian tersebut sah maka
kekuatan dari perjanjian tersebut adalah berlaku seperti Undang-Undang bagi mereka yang
membuatnya.Artinya munculah hak dan kewajiban dari kedua belah pihak. Dan tidak dapat
dibatalkannya surat perjanjian terseut kecuali dikehendaki oleh kedua belah pihak tersebut,
dan harus adanya itikad baik dari kedua belah pihak terhadap perjajian tersebut, sesuai
dengan ketentuan pasal 1338 KUHPerdata. Kredit itu merupakan pinjaman yang diberikan
oleh bank, yang dibayarkan berdasarkan jangka waktu yang telah ditentukan. Ketika
memberikan kredit BNI biasanya wajib mempunyai keyakinan berdasarkan analisis yang
mendalam atau itikad baik dan kemampuan serta kesanggupan Nasabah Debitur untuk
melunasi utangnya atau mengembalikan pembiayaan, sehingga ketika memberikan kredit
kepada Ahmad Daroji berarti BNI sudah yakin bahwa Ahmad Daroji memiliki itikad baik
dan sudah yakin bahwa debitur tersebut dapat mengembalikan pinjaman tersebut. Hal ini
dijelaskan dalam pasal 8 UU No. 10 tahun 1998 tentang Perbankan.

Toko yang merupakan milik Ahmad Daroji dapat dijadikan sebagai Hak
Tanggunggan sesuai dengan pasal 1 UUPA.Hak tanggungan merupakan hak jaminan yang
digunakan sebagai pelunasan hutang.Ketika suatu hak milik diletakkan suatu Hak
Tanggungan maka Hak tanggungan tersebut harus dilaporkan kepada Pejabat Pembuat Akta
Tanah untuk dibuatkan suatu Sertifikat Hak Tanggungan.

Namun pada waktu yang telah ditentukan tersebut Ahmad Daroji belum dapat
melunasi hutang-hutangnya, hingga diberikan lagi pinjaman yang berikutnya. Berarti ketika
diberikannya pinjaman yang kedua maka BNI juga meyakini bahwa Ahmad Daroji dapat
mengembalikan pinjaman tersebut.Sampai pada toko milik Ahmad Daroji ingin dijadikan
sebagai perluasan Rumah sakit.Namun Ahmad pun belum dapat melunasi hutangnya
pula.Ketika sudah dilakukan pembebasan tanah terhadap hak milik Ahmad Daroji.Maka
Ahmad Daroji berhak atas uang ganti rugi karena Ahmad Daroji telah melepaskan hubungan
hukum tanahnya secara sukarela kepada PEMDA.

Dengan hapusnya hak atas tanah tersebut maka hapuslah objek hak tanggunggan
tersebut sesuai dengan pasal 18 ayat 4 UUHT.Tetapi hapusnya objek hak tanggungan
tersebut tidak menghapuskan kewajiban debitur untuk melunasi pembayaran
hutangnya.Perjanjian pelunasan hutang tersebut tetap melekat pada diri si Debitur.
Berdasarkan pasal 1131 KUHPerdata, harta debitur yang ada dan yang akan ada dapat
menjadi pelunasan hutang tersebut. Sehingga ketika muncul uang sebagai penggatian
pembebasan tanah milik Ahmad Daroji maka uang tersebut dapat dijadikan sebagai
pelunasan hutang kepada BNI.

Ahmad Daroji menyatakan ketika uang pembebasan tanah yang ada di Pengadilan
Negeri, akan dia jadikan sebagai pelunasan hutangnya dan tidak mau membayarkan
hutangnya lagi karena objek jaminannya telah musnah. Berdasarkan hal tersebut, artinya
maksud dari Ahmad Daroji adalah pembayaran hutang tersebut dilakukan di Pengadilan
Negeri, hal tersebut tidak boleh dilakukan karena sesuai dengan pasal 1393 KUHPerdata,
pembayaran hutang itu dilakukan di tempat perjanjian tersebut dibuat. Perjanjian pinjam-
meminjam itu terjadi di kantor Bank BNI, maka dalam hal pembayaran hutangnya pun harus
dilakukan di Bank BNI. Diluar tempat tersebut boleh dilakukan dan itu hanya dapat
dilakukan di kediaman debitur.Maka apabila pembayaran tersebut dilakukan di Pengadilan
Negeri itu tidak sah, karena tidak diperbolehkan di dalam UU.

3. BNI dapat menyatakan bahwa Ahmad Daroji telah melakukan wanprestasi

Ahmad Daroji menyatakan bahwa uang penggantian tersebut dibayarkan sebagai


pelunasan hutang tersebut dan tidak mau membayarkan hutangnya lagi. Uang penggantian
pembebasan tanah milik Ahmad Daroji hanya sebesar Rp 200.000.000,- (dua ratus juta
rupiah) sedangkan hutangnya mencapai Rp 300.000.000,- (tiga ratus juta rupiah) yang
dihitung sejak diberikannya kredit pertama hingga kredit kedua, dan belum termasuk
bunganya. Maka ketika pembayaran yang dilakukan tidak mencukupi untuk melunasi hutang
maka pembayaran dilakukan untuk melunasi bunganya terlebih dahulu, sesuai yang diatur
dalam pasal 1397 KUHPerdata.Boleh diberlakukannnya bunga atas suatu pinjaman terhadap
barang yang habis karna pemakaiannya dan bunga tersebut sudah ditetukan didalam UU dan
ditentukan didalam perjanjian tersebut.Diatur didalam pasal 1765 dan 1767
KUHPerdata.Berdasarkan hal tersebut, uang milik Ahmad Daroji hanya dapat dibayarkan
sebagai pelunasan bunganya dulu dan masih menyisakan hutang pokoknya karna uang
miliknya tidak mencukupi untuk membayarkan hutang secara keseluruhan.

Berdasarkan pernyataan yang diberikan oleh Ahmad Daroji maka hal tersebut sangat
merugikan pihak BNI yang berlaku sebagai Kreditur.Ahmad Daroji sudah telat dalam
membayarkan hutangnya dan ketika membayar pun juga masih belum cukup untuk melunasi
seluruh hutangnya sehingga masih ada sisa hutangnya.Maka untuk menjerat Ahmad Daroji
agar tetap melaksanakan kewajibannya. Hal pertama yang seharusnya dilakukan oleh BNI
memperingatkan kepada debitur bahwa debitur lalai dengan memberikan surat peritah atau
akta sejenis tersebut. Maka dengan munculnya surat tersebut, pada saat itu juga Debitur
dinyatakan wanprestasi, sesuai yang dijelaskan dalam pasal 1238 KUHPerdata. Ahmad
Daroji dinyatakan wanprestasi karna berdasarkan kasus diatas, Ahmad Daroji sudah telat dan
tidak membayarkan hutangnya sampai jangka waktu yang telah ditentukan hingga objek Hak
Tanggungan tersebut musnah.Sesuai yang ditentukan dalam hukum perdata ketika seseorang
dalam hal ini Ahmad Daroji tidak berprestasi dan bahkan telat berprestasi maka Ahmad
Daroji dapat dinyatakan sebagai wanprestasi.

Konsekuensi dari seseorang yang wanprestasi dalam penyelesaiannya adalah Ahmad


Daroji tetap harus membayarkan kewajibannya yaitu melunasi hutangnya. Apabila dia tetap
menyangkal, tidak memiliki harta benda lagi untuk membayarkan hutangnya maka
berdasarkan pasal 1131 KUHPerdata, harta debitur yang ada dan yang akan ada dapat
menjadi pelunasan hutang tersebut, dan kewajiban memberikan penggantian biaya, rugi
beserta bunganya, hal tersebut baru dapat dilakukan apabila dalam jangka waktu yang telah
ditentukan si debitur tetap tidak berprestasi. Sesuai yang diatur dalam pasal 1239 dan 1234
KUHPerdata.
Berdasarkan ketentuan pasal 1131 KUHPerdata, maka untuk pelunasan hutangnya
bisa sampai mengambil harta pribadinya debitur.Kreditur dapat melakukan hal tersebut
dengan mengajukan gugatan perdata ke Pengadilan Negeri.Sehingga ketika kreditur sudah
memiliki kekuatan hukum yang tetap eksekusi dapat segera dilakukan.Berdasarkan pasal
1267 KUHPerdata, yaitu untuk memperkuat tanggung jawab Debitur apabila Debitur
wanprestasi.

4. Kedudukan Pemegang Hak Tanggungan terhadap Objek Hak Tanggungan dengan


dibebaskan Tanahnya
Berdasarkan Pasal 18 Nomor 4 Tahun 1996 Tentang Hak Tanggungan Atas
Tanah Beserta Benda-Benda yang Berkaitan dengan Tanah, kedudukan pemegang hak
tanggungan terhadap objek hak tanggungan dengan dibebaskannya tanah milik debitur
menjadi hapus tetapi hal tersebut tidak menyebabkan hapusnya utang yang dijamin dengan
hak tanggungan tersebut. Kreditur menjadi kreditur konkuren yang hanya dijamin dengan
SKMHT, yang artinya pelunasan sisa hutang debitur kepada BNI sama dengan kreditur
lainnya, jadi apabila ada penjualan benda- benda debitur dari harta yang akan ada
dikemudian hari tidak harus mendahulukan pelunasan sisa hutang kepada BNI. Alasan
hapusnya Hak Tanggungan yang disebabkan karena hapusnya hak atas tanah yang
dibebani Hak Tanggungan tidak lain dan tidak bukan adalah sebagai akibat tidak
terpenuhinya syarat objektif sahnya perjanjian, khususnya yang berhubungan dengan
kewajiban adanya objek tertentu, yang salah satunya meliputi keberadaan dari bidang
tanah tertentu yang dijaminkan. Selain itu, mengenai hapusnnya Hak Tanggungan karena
hapusnya hak atas tanah yang dibebani Hak Tanggungan adalah logis, karena keberadaan
suatu Hak Tanggungan hanya mungkin bila telah atau masih ada objek yang dibebani dengan
Hak Tanggungan itu. Objek dari Hak Tanggungan adalah hak-hak atas tanah yang berupa
Hak Milik, Hak Guna Usaha, Hak Guna Bangunan, dan Hak Pakai atas tanah negara. Karena
itu Hak Tanggungan akan hapus apabila hak-hak atas tanah itu hapus atau berakhir.

5. Bank BNI tidak dapat meminta sisa pelunasan hutang Ahmad Daroji kepada Pemerintah
Daerah
Pihak Bank tidak dapat meminta pelunasan hutang ke Pemerintah, melainkan ke
Ahmad Daroji dikarenakan sesuai dengan Pasal 1131 KUHPerdata yang menyebutkan
“segala kebendaan si berhutang, baik yang bergerak maupun yang tak bergerak, baik yang
sudah ada maupun yang baru akan ada dikemudian hari, menjadi tanggungan untuk segala
perikatan perseorangan” yang berarti Ahmad Daroji tidak dapat melepaskan kewajibannya
untuk membayar sisa pelunasan utangnya kepada pihak BNI hanya karena yang menjadi
objek tanggungan telah ilang, dan wajib membayar dengar harta yang akan ada dikemudian
hari.

Selain itu, berdasarkan pasal 1404 KUHPerdata juga pembayaran hutang akan lunas
jika pihak BNI yang menjadi pihak yang berpiutang tidak menyetujui pembayaran dititipkan
di Pengadilan Negeri akan tetapi jumlahnya sesuai. Sedangkan pada kasus ini, jumlah biaya
hutang yang dibayarkan kurang dari total hutang yang dibayarkan.

Berdasarkan pasal 2 ayat (1 dan 2 ) Perpres Nomor 65 tahun 2006 yang menyebutkan
pengadaan tanah untuk kepentingan umum dapat dilakukan pemerintah dengan cara
peralihan hak yaitu melalui jual beli antara pihak yang mempunyai tanah dengan hak yang
membutuhkan tanah.

 Kesimpulan

Berdasarkan uraian kasus di atas kedudukan BNI sebagai kreditur dapat dikatakan
kurang berhati-hati dalam memberikan kredit karena nilai jamnian debitur sebesar
Rp.175.000.000,- sedangkan nilai kredit yang diberikan adalah Rp. 200.000.000,- beserta bunga,
berarti pihak BNI kurang memeperhatikan pasal 8 UU No.7 tahun 1992 yang merumuskan
mengenai hal-hal yang harus diperhatikan bank dalam memberi kredit salah satunya adalah nilai
agunan.
Panitia Pengadaan Tanah tidak dapat menitipkan uang ganti rugi tanah milik Ahmad
Daroji kepada PN, dengan alasan pemegang hak sulit ditemukan. Berdasarkan pasal 16 ayat 1
dan ayat 2 PP No.36 tahun 2005 yang menyatakan bahwa ganti rugi tersebut harus diserahkan
langsung oleh pemegang hak atas tanah tersebut. Ketika pemegang hak atas tanah tersebut terdiri
lebih dari satu orang dan satu orang atau beberapa anggotanya tidak dapat diketemukan maka hal
ganti rugi tersebut boleh dititipkan kepada PN. Namun dalam kasus ini tanah tersebut hanya
dimiliki oleh satu orang yaitu Ahmad Daroji, maka tidaklah sah apabila uang tersebut dititipkan
ke Pengadilan Negeri dengan alasan Ahmad Daroji tidak dapat ditemui.
Dengan dititipkannya uang tersebut ke PN, maka uang tersebut dapat dijadikan pelunasan
hutang kepada pihak BNI namun hanya untuk hutang yang sebagian saja karena hutang kepada
pihak BNI lebih besar Rp. 200.000.000,- + bunga dibandingkan dengan uang yang dititipkan
Panitia Pengadaan Tanah pada BNI atas ganti kerugian kepada Ahmad Daroji sebesar Rp.
200.000.000,-. Namun pelunasan hutang tersebut akan sah apabila dilakukan di tempat dimana
perjanjian kredit tersebut diperjanjikan yaitu di BNI Cabang Purwokerto.

Pihak BNI dapat menyatakan Ahmad Daroji telah melakukan Wanprestasi apabila
Ahmad Daroji sebagai Debitur tidak melaksanakan kewajibannya untuk mengembalikan
pinjaman sejumlah yang sama apabila sudah melebihi jatuh tempo pelunasan. Dengan adanya
Wanprestasi tersebut maka timbullah hak Kreditur (Pihak BNI) untuk menagih atau menuntut
pelunasan hutang kepada Debitur.Diatur juga didalam UU maka debitur harus membayarkan
ganti rugi tersebut yang berupa biaya, bunga dan kerugian.

Dengan adanya kekurangan atas hutang Ahmad Daroji tersebut, maka pihak BNI dapat
meminta kekurangan hutang tersebut kepada Ahmad Daroji terhadap harta yang ada dan yang
akan ada milik Debitur. Namun apabila masih kurang, maka pihak Kreditur dapat mengajukan ke
Pengadilan atau mengadakan perjanjian lagi dengan Debitur untuk melunasi hutang tersebut.

Purwokerto, 10 Oktober 2015


Advokat dan Penasehat Hukum,

Riyan Adiputra, S.H