Anda di halaman 1dari 6

Peraturan Perundang-undangan,Persyaratan Tehnis, Prosedur Standar

Madrasah Diniyah Takmiliyah

A. Dasar Hukum
- Undang – undang No.20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional;
- Peraturan Pemerintah No.39 tahun 1992 tentang Peran serta masyarakat
dalam Pendidikan Nasional;
- Peraturan Pemerintah No.73 tahun 1991 tentang Pendidikan Luar Sekolah;
- Peraturan Pemerintah No.19 tahun 2005 tentang Standar Nasional
Pendidikan;
- Peraturan Pemerintah Nomor 55 Tahun 2007 tentang Pendidikan Agama dan
Pendidikan Keagamaan;
- Peraturan Menteri Agama No.3 Tahun 1983 tentang Kurikulum Madrsah
Diniyah Takmiliyah.
- Keputusan Menteri Agama No.18 Tahun 1985 tentang Susunan Organisasi
dari Tata Kerja Departemen Agama yang telah diubah dan disempurnakan
terakhir dengan keputusan Menteri Agama No. 3 tahun 2006.

B. Persyaratan Tehnis
Syarat Pendirian
a. Syarat syarat Pendirian Diniyah Takmiliyah adalah sebagai berikut :
1. Tersedia Tenaga Pengelolah, terdiri dari :
- Kepala Madrasah Diniyah Takmiliyah
- Guru sekurang-kurangnya 2 ( dua ) orang
- Tenaga Administrasi, sekurang-kurangnya 1 ( satu ) orang
2. Tersedia tempat kegiatan belajar mengajar dan kelengkapannya
3. Tersedia calon santri sekurang-kurangnya 15 ( lima belas ) orang
4. Bersedia dan sanggup menyelenggarakan dan mengelolah Madrasah
Diniyah Takmiliyah dibuktikan dengan surat Pernyataan Kepala Diniyah
Takmiliyah.
b. Mekanisme Memulai Penyelenggaraan Program
Pendaftaran Pendirian madrasah Diniyah Takmiliyah dilakukan di Kantor
Kementerian Agama Kabupaten/Kota. Kepala Madrasah mendaftarkan
pendirian dan mengajukan permohonan izin penyelenggaraan Madrasah
Diniyah Takmiliyah kepada Kepala Kantor Kementerian Agama Kab/Kota
setempat. Dalam surat tersebut disebutkan dan dilampirkan hal-hal sebagai
berikut:
1. Nama Madrasah Diniyah Takmiliyah dan alamat lengkap;
2. Nama Kepala Madrasah Diniyah Takmiliyah
3. Jenis atau jenjang Madrasah Diniyah Takmiliyah yang diselenggarakan
(Awwaliyah, Wustha, atau Ulya );
4. Daftar nama siswa/santri, minimal 15 ( lima belas ) orang;
5. Daftar nama guru, minimal 2 ( dua ) orang dan masing-masing mata
pelajaran yang diampu, yaitu: Alquran , Hadits, Aqidah, Fiqih, Tarikh
Islam, dan Bahasa Arab;
6. Daftar nama tenaga administrasi, minimal 1 ( satu ) orang;
7. Sarana berupa ruangan dan peralatan pembelajaran.

Selanjutnya, Kantor Kementerian Agama kab./Kota melalui Seksi Pendidikan Diniyah


dan Pondok Pesantren atau tingkat organisasi sejenis melakukan survei kelokasi
Madrasah Diniyah Takmiliyah yang bersangkutan dalam rangka Verifikasi atas
kesesuaian antara data dan persyaratan yang disampaikan dengan kondisi nyata
dilapangan.Jika hasil verifikasi menunjukkan bahwa pihak pendaftar layak
menyelenggarakan Madrsah Diniyah Takmiliyah, maka Kantor Kementerian Agama
Kabupaten/Kota mengeluarkanSurat Keputusan (SK) tentang izin Penyelenggaraan
Madrasah Diniyah Takmiliyah Awwaliyah/Wustha sesuai dengan yang didaftarkan,
Piagam Penyelenggaraan, Serta Nomor Statistik Madrasah Diniyah Takmiliyah yang
bersangkutan. Keputusan tersebut kemudian dilaporkan oleh Kantor Kementerian
Agama Kabupaten/Kota Kepada Kantor Wilayah Kementerian Agama Propinsi setempat
dan Kementerian Agama RI.

Adapun untuk Madrasah Diniyah Takmiliyah Ulya, SK Penetapan Izin Penyelenggaraan


dan Nomor Statistik dikeluarkan oleh Kantor Wilayah Kementerian Agama Propinsi dan
selanjutnya dilaporkan Kementerian Agama RI.
Kementerian Agama Kantor Kabupaten Maros
Jl. Crysant, Telp. (0411)-371064/Fax. (0411)-3882282 Maros
Email : kemenagkabmaros@yahoo.co.id, kemenag.kabmaros@gmail.com

bu, 26 Oktober 2011

PROPOSAL
IZIN MENDIRIKAN
MADRASAH DINIYAH

MADRASAH DINIYAH MAJELIS ILMI


PONDOK PESANTREN TEBUIRENG
Nomor : 20/A-1/MADIN/MI/TBI/III/’ 08 Jombang, 31 Maret 2008

Lamp : 1 ( SATU) BENDEL

Perihal : PERMOHONAN IZIN MENDIRIKAN MADRASAH DINIYAH( MADIN )

Kepada Yang Terhormat,

Bapak Kakandepag Kabupaten Jombang

Di,-

Jombang

Assalamu’laikum Wr. Wb.

Dengan ini kami yang bertanda tangan di bawah ini, Kepala Bagian Madrasah Diniyah
Majelis Ilmi Pondok Pesantren Tebuireng Jombang mengajukan permohonan kepada
Bapak Kepala Kantor Departemen Agama Kabupaten Jombang agar sudi kiranya untuk
memberikan izin legalitas berdirinya Madrasah Diniyah Pondok Pesantren Tebuireng.

Adapun madrasah tersebut kami beri nama Madrasah Diniyah Majelis Ilmi yang
dikelola dengan cara semi – tradisonal yang disesuaikan.

Sebagai bahan pertimbangan, kami lampirkan beberapa hal sebagai berikut:

1. Proposal pendirian madrasah yang memuat :latar belakang, landasan hukum, tujuan
penanggung jawab. tempat kedudukan dan sumber dana.

2. Daftar riwayat hidup kepala bagian madrasah.

3. Daftar susunan kepengurusan lembaga.

4. Akte notaris pendirian lembaga.

5. Daftar karyawan dan guru.

6. Daftar kurikulum/mata pelajaran.

7. Foto copy akte tanah.

8. Foto copy ijazah guru.

9. Jumlah siswa.

10. Daftar inventaris.


Demikian permohonan ini kami sampaikan. Atas perkenan Bapak memberikan izin
kepada kami, tak lupa kami sampaikan terima kasih teriring doa “Jazakumulloh
Ahsanal Jaza.“

Wassalam ‘mualaikum Wr. Wb.

Kepala Bagian Madrasah Diniyah

Umbaran S.HI

Mengetahui

Pengasuh Pesantren Tebuireng

Ir. KH Salahuddin Wahid.

PROPOSAL

IZIN OPERASIONAL MENDIRIKAN MADRASAH DINIYAH

MAJELIS ILMI PONDOK PESANTREN TEBUIRENG

BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIM

1. Latar Belakang

Sejarah kehidupan yang dibangun manusia telah menghasilkan peradaban, kebudayaan


dan tradisi sebagai wujud karya dan karsa dalam memenuhi kebutuhan dan tuntutan hidup
yang dihadapi. Seiring dengan waktu kemajuan peradaban dan kebudayaan dewasa ini telah
memberikan akibat langsung pada perubahan sosial dan dinamika masyarakat. Dan disadari
atau tidak intensitas dinamika sosial tersebut telah melahirkan aneka ragam persoalan dan
permasalahan yang membutuhkan jawaban serta penanganan segera, tak terkecuali problem
yang bersentuhan langsung dengan dunia pendidikan.

Diakui maupun tidak alur pendidikan dewasa ini sudah dalam tahap mengkhawatirkan.
Lahirnya teori pemisahan antara ilmu umum dengan ilmu agama dinilai justru
menjerumuskan anak didik pada pemahaman dan pemilahan ilmu. Sehingga bila sebuah
pilihan telah dipilih maka ia justru akan mengorbankan pada pilihan yang lain yang pada
akhirnya menghantarkan generasi ke depan menjauh dari ajaran-ajaran agama yang
sebenarnya sudah ia anut sejak lahir.

Di sinilah tantangan kaum pendidik untuk melakukan langkah terobosan-terobosan


demi terciptanya generasi muda yang memiliki mentalitas seimbang antara kecerdasan
intlektual dan kecerdasan mental spiritual
Dalam rangka menciptakan keseimbangan itulah Pondok Pesantren Tebuireng
membentuk Madrasah Diniyah. Pilihan semi klasikal ini dimaksudkan tidak hanya untuk
mempertahankan sistem pendidikan hasil ijtihad para ulama yang telah terbukti sukses
melahirkan jutaan kader potensial tetapi juga untuk mengembangkan dan menyempurnakan
khazanah keilmuan kontemporer sesuai dengan tuntutan zaman.

2. Landasan Pendirian

a. Amanat Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945 dalam upaya ikut mencerdaskan
kehidupan bangsa dan negara.

b. Garis–Garis Besar Haluan Negara yang memuat visi dan misi pembangunan nasonal.
c. UU No. 17 Tahun 2007 Tentang RPJP.

3. Jenis Kegiatan

Adalah kegiatan pendidikan Madrasah Diniyah Majelis Ilmi Pondok Pesantren Tebuireng dengan
akte notaris : Bazron Humam SH. No. 27 tanggal 18-September-1990 M