Anda di halaman 1dari 6

Satuan Acara Penyuluhan

Pokok Bahasan : Kebutuhan rasa aman dan nyaman (Bebas Nyeri)


Sub Pokok Bahasan : Pengertian Rasa aman dan Nyaman, tujuan rasa aman dan nyaman,
Penyebab gangguan rasa nyaman (Nyeri) ,faktor-faktor yang mem
pengaruhi rasa aman dan nyaman, dan Cara mencegah gangguan rasa
nyaman (nyeri)
Sasaran : Klien dan Keluarga
Target : Ny. H
Hari/ Tanggal : Kamis, 22 Oktober 2015
Waktu : Pukul 10.00 – 10.30 WIB
Tempat : di Ruang Bougenville
Penyuluh : Eva Octariani

I. TUJUAN
A. Tujuan Umum
Setelah dilakukan penyuluhan mengenai kebutuhan rasa aman dan nyaman diharapkan kelayan m
emahami mengenai kebutuhan rasa aman dan nyaman yang harus diperhatikan oleh masing-masing. .
B. Tujuan Khusus
Setelah mengikuti penyuluhan selama 1 x 30 menit diharapkan klien dapat menjelaskan ulang
tentang:
A. Menjelaskan pengertian Kebutuhan rasa aman dan nyaman.
B. Menyebutkan dan menjelaskan tujuan Kebutuhan rasa aman dan nyaman.
C. Penyebab Gangguan Rasa nyaman (Nyeri)
D. Menyebutkan dan menjelaskan factor-faktor yang mempengaruhi Kebutuhan rasa aman
dan nyaman
E. Cara mencegah Gangguan rasa nyaman (nyeri)

II. MATERI
1) Pengertian Kebutuhan rasa aman dan nyaman
2) Tujuan Kebutuhan rasa aman dan nyaman
3) Penyebab Gangguan rasa Aman (Nyeri)
4) Faktor-faktor yang mempengaruhi Kebutuhan rasa aman dan nyaman.
5) Cara mencegah gangguan rasa nyaman (nyeri)
III. Garis Besar Materi
Keamanan (rasa aman) adalah keadaan bebas dari cidera fisik dan psiologis atau dapat
juga dikatakan keadaan aman dan tentram (Potter & Perry, 2006).
Kenyamanan (Bebas Nyeri) adalah keadaan dimana individu merasakan sensasi yang
tidak menyenangkan dan berespons terhadap suatu rangsangan yang berbahaya (Carpenot
o, Lynda, Jual. 2000).

IV. Metode
1) Ceramah
2) Tanya Jawab
I. Media
1) Leaflet
2) Materi SAP

I. Proses pelaksaaan
No Kegiatan Respon peserta Waktu
Pendahuluan
- Memberi salam - Menjawab salam
1 - Menyampaikan pokok bahasan - Menyimak
5 menit
- Menyampaikan tujuan - Menyimak

Isi
1. Pengertian Kebutuhan rasa aman dan
nyaman.
2. Tujuan Kebutuhan rasa aman dan
nyaman
2 3. Penyebab gangguan rasa nyaman Memperhatikan
15 menit
(nyeri)
4. Faktor-faktor yang mempengaruhi
Kebutuhan rasa aman dan nyaman.
5. Cara mencegah gangguan rasa nyaman
(Nyeri)

Penutup
-Menyampaikan ja
- Diskusi
3 waban
- Kesimpulan 10 menit
-Mendengarkan
- Memberikan salam penutup
-Menjawab salam
I. Setting Tempat
Berhadapan dengan pendengar didalam suatu ruangan.

II. Evaluasi
Secara Lisan dan observasi langsung
Pertanyaan untuk klien :
1) Apa Tujuan Kebutuhan rasa aman dan nyaman (bebas Nyeri) ?
2) Cara mencegah gangguan rasa nyaman (nyeri)?

MATERI KEBUTUHAN RASA AMAN DAN NYAMAN (BEBAS NYERI)


A. Pengertian Kebutuhan rasa Aman dan Nyaman
Keamanan (rasa aman) adalah keadaan bebas dari cidera fisik dan psiologis atau dapa
t juga dikatakan keadaan aman dan tentram (Potter & Perry, 2006).
Kenyamanan (Bebas Nyeri) adalah keadaan dimana individu merasakan sensa
si yang tidak menyenangkan dan berespons terhadap suatu rangsangan yang berbahay
a (Carpenoto, Lynda, Jual. 2000).
Nyeri merupakan pengelaman sensori yang tidak menyenangkan yang bersifat
subyektif, yang diakibatkan oleh kerusakan jaringan dan kerusakan potensial.

B. Tujuan Kebutuhan rasa Aman dan Nyaman


Keamanan :
1. Untuk melindungi diri dari bahaya fisik
2. Untuk melindungi dari dari bahaya psikologis.
Kenyamanan :
1. Kebutuhan akan ketentraman (suatu kepuasan untuk meningkatkan
penampilam sehari-hari)
2. Kebutuhan kelegaan (kebutuhan telah terpenuhi)
3. Kebutuhan akan transenden (keadaan tentang sesuatu yang melebihi masalah
dan nyeri)

C. Penyebab terjadinya Gangguan rasa nyaman (nyeri)


1. Trauma

2. Gangguan pada jaringan tubuh, misalnya edema

3. Tumor

4. Iskemia pada jaringan

5. Spasme otot

D. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Kebutuhan rasa aman dan nyaman


1. Emosi

Kecemasan, depresi, dan marah akan mudah terjadi dan mempengaruhi keama
nan dan kenyamanan.

2. Status Mobilisasi

Keterbatasan aktivitas, kelemahan otot, dan esadaran menurun memudahkan ter


jadinya resiko injuri.
1. Gangguan persepsi sensori

Mempengaruhi adaptasi terhadap rangsangan yang berbahaya seperti seperti gangg


uan penciuman dan penglihatan.

2. Keadaan imunitas

Gangguan ini akan menimbulkan daya tahan tubuh kurang sehingga mudah tersera
ng penyakit.
3. Tingkat kesadaran

Pada klien yang koma respon akan menurun terhadap rangsangan, dan kurang tidur
.
4. Informasi atau komunikasi

Gangguan komunikasi seperti aphasia, atau tidak dapat membaca sehingga m


enimbulkan kecelakaan
5. Gangguan tingkat pengetahuan

6. Penggunaan antibiotik yang tida rasional

Antibiotik dapat menimbulkan syok


7. Status nutrisi

Keadaan kurang nutrisi dapat menimbulkan kelemahan dan mudah menimbul


kan penyakit dan dapat menimbulkan penyakit tertentu.
8. Usia

Pembedaan perkembangan yang ditemukan antara kelompok usia dan anak-an


ak dan lansia mempengaruhi reaksi terhadap nyeri.

F. Cara mencegah Gangguan rasa nyaman (Nyeri)

1. Teknik Relaksasi

Yaitu dengan cara menarik nafas dalam-dalam dapat meringankan sakit kepala,
punggung, nyeri sendi, dan nyeri yang disebabkan kanker. Teknik nafas dalam dapat d
igunakan untuk meringankan pikiran tubuh sehingga nyeri tubuh dapat dikurangi, hal
ini dapat terjadi dengan mempertimbangkan adanya hubungan pikiran dan tubuh. Te
knik ini mampu menggabungkan elemen seperti kesadaran tubuh, pernafasan, gerakan
, dan meditasi dalam satu aliran.
Caranya, bernafaslah sampai hitungan keempat, coba untuk mengisi paru-paru
dengan udara dari bawah hingga atas dengan mendorong perut anda, dan ikuti sampai
mencapai tulung rusuk bagian bawah hingga akhirnya. Pastikan bagian dada anda pen
uh akan udara, tahan selama tiga detik, kemudian hembuskan.
2. Teknik Distraksi

Distraksi adalah suatu metode untuk menghilangkan nyeri dengan cara mengalihkan p
erhatian klien pada hal-hal lain sehingga klien lupa terhadap nyeri yang dialaminya.
Caranya yaitu dengan memberikan relaksasi dengan musik lembut dan sambil
menutup mata.

Daftar Pustaka

Potter dan Perry. 2005. Fundamental Keperawatan. Jakarta: EGC