Anda di halaman 1dari 32

MAKALAH RANGKAIAN LISTRIK

TEOREMA SUPERPOSISI

Oleh : Kelompok 3

Meli Gustina 061640351483


Msy. Aulia Hasanah 061640351484
Nadya Muzmadinda 061640351485
Nakiatun Niswah 061640351486
Ratry Agustina 061640351488
Wynda Angraeni Iskandar 061640351489

Dosen Pembimbing : Hj. Lindawati, S.T., M.T.I

POLITEKNIK NEGERI SRIWIJAYA

JURUSAN TEKNIK ELEKTRO

PROGRAM STUDI DIV TEKNIK TELEKOMUNIKASI

2017/2018
KATA PENGANTAR

Puji syukur kami ucapkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena berkat
limpahan Rahmat dan Karunia-Nya kami dapat menyusun makalah ini dengan
baik dan tepat pada waktunya. Dalam Tugas Rangkaian Listrik tentang Teorema
Superposisi.

Makalah ini dapat terselesaikan atas bantuan berbagai pihak yang telah
membantu menyelesaikan tantangan dan hambatan dalam menyelesaikan makalah
ini. Oleh karena itu kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang
telah membantu dalam proses penyusunan makalah ini.

Kami menyadari bahwa masih banyak kekurangan yang mendasar pada


makalah ini. Oleh karena itu kami mengundang pembaca untuk memberikan saran
dan kritik yang dapat membangun. Kritik yang bersifat membangun dari pembaca
kami harapkan untuk penyempurnaan makalah selanjutnya.

Akhir kata semoga makalah ini dapat memberikan manfaat bagi kita sekalian.

Palembang, Januari 2018

Penyusun

2
DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL ........................................................................................................ i

KATA PENGANTAR .................................................................................................... ii

DAFTAR ISI ................................................................................................................... iii

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang ........................................................................................................... 4

1.2 Rumusan Masalah ....................................................................................................... 4

1.3 Tujuan ......................................................................................................................... 4

BAB II PEMBAHASAN

2.2 Pengertian .................................................................................................................... 5

2.2 Sifat-sifat Teorema Superposisi .................................................................................. 7

2.3 Perumusan dan Langkah-langkah Menggunakan Teorema Superposisi .................... 7

2.4 Contoh Soal ............................................................................................................... 16

Daftar Pustaka ............................................................................................................... 32

3
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Dalam mempelajari ilmu yang berhubungan dengan elektro tentunya tidak
akan lepas dengan suatu perhitungan. Perhitungan-perhitungan yang dilakukan
harus berdasarkan kaidah-kaidah, hukum-hukum, dan metode-metode tertentu.
Suatu perhitungan dalam ilmu elektro tidak akan diselesaikan dengan
menggunakan cara yang sama. Tentunya tiap-tiap permasalahan yang
berhubungan dengan keelektroan akan diselesaikan dengan cara yang berbeda,
tergantung apa yang di cari.
Dalam menghitung nilai arus pada suatu rangkaian ada beberapa teorema
atau metode yang digunakan. Teorema-teorema ini dipakai untuk
menganalisis suatu perhitungan sesuai dengan jenis rangkaiannya. Teorema-
teorema tersebut tidak lepas dari Hukum Kirchooff dan Hukum Ohm. Salah
satu teorema tersebut adalah teorema superposisi. Teorema ini digunakan
untuk menganalisis suatu rangkaian dengan sumber lebih dari satu.

1.2 Rumusan Masalah


1. Apa pengertian dari Teorema Superposisi
2. Bagaimana sifat-sifat Teorema Superposisi
3. Bagaimana perumusan dan langkah-langkah menggunakan Teorema
Superposisi
4. Apasaja contoh dari Teorema Superposisi

1.3 Tujuan
1. Memahami pengertian dan sifat-sifat dari Teorema Superposisi
2. Dapat menganalisis suatu permasalahan dengan menggunakan Teorema
Superposisi
3. Mampu menerapakan teorema supeposisi dalam suatu rangkaian listrik
4. Mengetahui berbagai contoh dari Teorema Superposisi

4
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Pengertian
Pada teorema ini hanya berlaku untuk rangkaian yang bersifat linier, dimana
rangkaian linier adalah suatu rangkaian dimana persamaan yang muncul akan
memenuhi jika y =kx, dimana k = konstanta dan x = variabel.

Dalam setiap rangkaian linier dengan beberapa buah sumber tegangan/ sumber
arus dapat dihitung dengan cara :

Menjumlah aljabarkan tegangan/ arus yang disebabkan tiap sumber


independent/bebas yang bekerja sendiri, dengan semua sumber tegangan/
arus independent/ bebas lainnya diganti dengan tahanan dalamnya.

Pengertian dari teorema diatas bahwa jika terdapat n buah sumber bebas maka
dengan teorema superposisi samadengan n buah keadaan rangkaian yang
dianalisis, dimana nantinya n buah keadaan tersebut akan dijumlahkan. Jika
terdapat beberapa buah sumber tak bebas maka tetap saja teorema superposisi
menghitung untuk n buah keadaan dari n buah sumber yang bebasnya.

Rangkaian linier tentu tidak terlepas dari gabungan rangkaian yang


mempunyai sumber independent atau sumber bebas, sumber dependent /
sumber tak bebas linier (sumber dependent arus/ tegangan sebanding dengan
pangkat satu dari tegangan/ arus lain, atau sebanding dengan jumlah pangkat
satu besaran-besaran tersebut) dan elemen resistor (R ), induktor ( L ), dan
kapasitor ( C ).

Teorema superposisi menyatakan bahwa tegangan atau arus yang melalui


seuatu elemen dari sebuah jaringan linear bilateral (semua elemen 2 arah)
yang mengandung lebih dari satu sumber bebas sama dengan jumlah aljabar
tegangan atau arus yang dihasilkan oleh masing masing sumber bebas.
Sebagai contoh, di dalam sebuah rangkaian ada 3 sumber bebas. Teorema di
atas mengatakan bahwa kita dapat mencari sebuah respon yang diberikan
dengan meninjau satu persatu dari ketiga sumber yang bekerja sendiri sendiri
dan menjumlahkam ketiga hasil tersebut.

5
Jadi, jika ada N sumber bebas, maka kita lakukan N percobaan. Setiap sumber
bebas adalah aktif hanya dalam satu eksperimen. Sebuah sumber tegangan
yang tidak aktif diganti dengan sebuah hubung singkat dan sebuah sumber
arus bebas yang tidak aktif diganti dengan sebuah rangkaian terbuka.
Perhatikan bahwa sumber sumber tak bebas pada umumnya adalah aktif dalam
setiap percobaan. Super posisi tidak dapat langsung diterapkan pada
perhitungan daya sebab daya dalam sebuah elemen sebanding dengan kuadrat
arus atau kuadrat tegangan yang tidak linear.

Arus atau tegangan yang melalui sebuah elemen dalam sebuah jaringan linear
dua arah yang memiliki beberapa sumber sama dengan jumlah aljabar arus
atau tegangan yang dihasilkan secara terpisah oleh masing-masing sumber.
Teorema superposisi berlaku untuk semua rangkaian linear dan bilateral.
Dalam teorema superposisi ini terdapat dua atau lebih sumber yang bebas.
Sumber tersebut bisa tegangan dengan tegangan dan bisa tegangan dengan
arus. Sumber-sumber tersebut tidak dapat bekerja secara bersamaan atau
hanya berpatokan pada satu sumber saja. Sumber-sumber ini bekerja satu
persatu. Sumber-sumber tegangan yang akan di tahan sewaktu salah satu
sumber lain (sumber tunggal) bekerja digantikan oleh rangkaian hubung
singkat (short), sumber-sumber arus digantikan dengan rangkaian terbuka
(o.c). Teorema superposisi digunakan untuk menghitung besar arus pada
masing-masing beban dengan menentukan terlebih dahulu arah arus pada
rangkaian. Dibawah ini adalah contoh gambar rangkaian listrik yang dapat di
analisis dengan metode atau teorema superposisi.

Gambar 2.1

6
2.2 Sifat-sifat Teorema Superposisi
Berpatokan pada satu sumber, sumber (E) yang lain di hubung singkat (short)
atau jika pada arus (I) dalam rangkaian terbuka (o.c)

1. Tidak berpengaruh dengan sumbernya


2. Besar I3 akan sama dengan I31 + I32 apabila searah
3. Jika I21 > I22 maka I21 - I22 atau sebaliknya

2.3 Langkah-langkah Analisa Teorema Superposisi

a. Menghitung arus dengan dua sumber tegangan.


1. Berpatokan pada V1 dan pada V2 di short.
- Cari arus yang dihasilkan oleh V1 saja. Ganti sumber tegangan
V2 dengan hubung singkat.

(Gambar 2.2)

- Carilah arus pada I11 dengan menggantikan R1, R2 dan R3


menjadi R4

I11

RT

(Gambar 2.3)

7
R2R3
R T = R1 +
R2 + R3
- Setelah RT di ketahui maka I11, I21, I31 dapat di cari
E1
I11 =
RT
R2
I21 = x I1
R2 + R3 1
R3
I31 = x I1
R2 + R3 1
2. Bepatokan pada V2 saja dan pada V1 di short
 Cari arus yang dihasilkan oleh V2 saja. Ganti sumber tegangan
V1 dengan hubung singkat.

(Gambar 2.4)

 Carilah arus pada I12 dengan menggantikan R1, R2 dan R3


menjadi R5

I12

RT

(Gambar 2.5)

R 2 xR 3
R 5 = R1 +
R2 + R3

8
 Setelah RT di ketahui maka I12, I22, I32 dapat di cari dengan
formula dibawah ini:

E1
I32 =
RT
R2
I22 = x I32
R2 + R3
R3
I12 = x I2
R2 + R3 3

b. Menghitung arus menggunakan sumber tegangan dan arus.

(Gambar 2.6)

1. Berpatokan pada I dan E di hubung singkat


 Cari arus yang dihasilkan oleh I saja.
 Ganti sumber tegangan E dengan hubung singkat. (Lihat
gambar di bawah ini)

(Gambar 2.7)

9
𝑅2
I11 = 𝑥I=
𝑅1 + 𝑅2
𝑅1
I21 = 𝑥I=
𝑅1 + 𝑅2
I31 tidak dicari karena tidak ada arus yang melewati R3

2. Berpatokan pada sumber tegangan (E)


 Cari arus yang dihasilkan oleh tegangan E saja.
 Ganti arus I dengan rangkaian terbuka (o.c)

(Gambar 2.8)

Dari gambar di atas akan di dapat suatu formulasi sebagai


berikut :

E
I12 =
R1 + R 2
E
I22 =
R1 + R 2
E
I32 =
R3

10
Teorema superposisi digunakan untuk memperoleh penyelesaian rangkaian yang
memiliki dua buah sumber atau lebih. Masing-masing sumber akan diperlakukan
sendiri-sendiri dan jumlah aljabarnya diperoleh untuk menentukan besaran
tertentu pada rangkaian yang tidak diketahui. Seperti Gambar 2.9 dibawah ini:

Gambar 2.9. Rangkaian yang dapat di analisis dengan teorema superposisi

Untuk menyelesaikan rangkaian tersebut, kita dapat menggunakan teorema


analisis Superposisi. Pertama kita harus menentukan sumber mana yang dijadikan
patokan. Lalu sumber yang lain harus di-short. Misalkan kita memilih E1 sebagai
sumber tegangan, maka E2 kita short. Perhatikan gambar:

Gambar 2.10. Pada sumber tegangan E1 dan tegangan E2 di short

Pastikan pada V1 => V2 di short


Lalu setelah itu, tentukan arah arus pada rangkaiannya. Pada tahap ini, arus kita
beri nama I11, I21, dan I31. Pada rangkaian terlihat bahwa tahanan pada R3 dan R2
terhubung secara paralel, maka dapat kita cari tahanan penggantinya sebagai R P,
yaitu:
R2 . R3
RP =
R2 + R3
2. 1 2
RP = = Ω
2+ 1 3

11
Gambar 2.11. Hambatan pengganti dari R2 dan R3 menjadi RP

Dari rangkaian pada Gambar 2.11. dapat diperoleh penyelesaian untuk mencari I1,
yaitu:

V 28
I11 = = 2 = 6A
R1 +RP 4+
3

Besar arus yang mengalir pada tahanan pengganti RP sama dengan besar I11,
sedangkan arus I21 dan I31 berada pada tahanan yang terhubung paralel, maka
penyelesaiannya dapat kita peroleh dengan:

R2
I21 = . I11
R2 +R3
2
I21 = .6=4A
3
R3
I31 = . I11
R2 +R3
1
I31 = .6=2A
3

Pada tegangan sumber V2, V1 yang di short. Perhatikan rangkaian berikut:

Gambar 2.12. Pada sumber tegangan E2 dan tegangan E1 di short

12
Pada tegangan yang bersumber dari V2, untuk arus yang mengalir kita namai
dengan I12, I22, dan I32. Tahanan R1 dan R2 dapat digantikan dengan tahanan
pengganti RP, yaitu:

R2 . R3
RP2 =
R2 + R3

2. 1 2
RP2 = = Ω
2+ 1 3

Gambar 2.13. Hambatan pengganti dari R2 dan R3 menjadi RP

Maka dapat diperoleh,


V 7
I22 = = 8 =3A
R3 +RP2 1+
6

R2
I12 = . I22
R1 +R2
2
= .3 = 1 A
6
R1
I32 = . I1 1
R1 +R2
4
= .3=2A
6
Jadi, besar arus yang mengalir melalui R1, R3, dan R2 adalah:
I1 = I11 – I12 = 6 A – 1 A = 5 A

I2 = I21 – I22 = 4 A – 3 A = 1 A

I3 = I31 – I32 = 2 A – 2 A = 0 A

 Contoh teorema superposisi dengan sumber tegangan dan arus

Gambar 2.14. Rangkaian dengan sumber tegangan dan arus

13
Untuk menyelesaikan rangkaian pada Gambar 2.14. yang memiliki dua sumber,
yaitu sumber tegangan dan sumber arus, perlu menggunakan analisis teorema
superposisi. Dalam penyelesaiannya yang pertama adalah men-short-kan salah
satu sumber. Pertama kita short pada sumber tegangan, maka gambar yang
diperoleh sebagai berikut:

Gambar 2.15. Sumber tegangan di short

Pada rangkaian tersebut dapat diperoleh:

R3
I11 = .I
R1 +R3

10 20
= . 10 = A
15 3

R1
I21 = .I
R1 +R3

5 10
= . 10 = A
15 3

Untuk sumber arus yang di short maka didapatkan rangkaian dan hasil sebagai
berikut:

Gambar 1.8. Sumber arus di short

14
Dari rangkaian tersebut dapat diperoleh:

V
I32 =
R2

4,5
= = 0,9 A
5

𝑉 4,5
I12 = I22 = = = 0,3 A
R1 +R3 15

Maka besar arus yang mengalir melalui tahanan R1, R3, dan R2 yaitu:

20
I1 = I11 – I12 = A – 0,3 A = 6,37 A
3

10
I2 = I21 – I22 = A – 0,3 A = 3 A
3

I3 = I32 = 0,9 A

15
2.4 Contoh Soal dari Teorema Superposisi
Contoh 1
Tentukan v1 untuk jaringan gambar 1.1 dengan menerapkan prinsip super
posisi.

Gambar 1.1

(a) (b)

Gambar 1.2

Penyelesaian :
Dengan menganggap sumber arus 2 A bekerja sendiri, sumber tegangan
diganti dengan hubung singkat (E = 0) seperti yang ditunjukkan pada gambar
1.2a.
Sehingga diperoleh :
V1’ = I1R1 = IR1 = 2 x 15 = 30 Volt

Bila sumber tegangan 40 V bekerja sendiri, sumber arus 2 A diganti


dengan sebuah rangkaian terbuka (I = 0) seperti pada gambar 5.2 b dan V1” = 0 V

Jumlah aljabar tegangannya adalah : V1 = V’ + V”1 = 30 + 0 = 30 V

Perlu dicatat bahwa sumber 40 Volt tidak berpengaruh terhadap V1 karena arus
yang melalui resistansi 15 Ω ditentukan oleh sumber arus.

16
Contoh 2
Tentukan I1 untuk jaringan gambar 2.1 !

Gambar 2.1

Penyelesaian :
Untuk E = 0 (hubung-singkat) jaringan Gambar 2.2a menghasilkan, I’1 = 0 A

(a)

(b)

Gambar 2.2

Untuk I = 0 (rangkaian terbuka), jaringan Gambar 2.2b, diperoleh :

30
I”1 = = 5A
6

Jadi, I1 = I’1 + I”1 = 0 + 5 = 5A

Perlu dicatat dalam hal ini bahwa sumber arus tidak berpengaruh terhadap
arus yang melalui resistansi 6 Ohm karena tegangan pada resistansi tersebut tetap
pada E = 30 V.

17
Contoh 3
Gunakan superposisi, tentukan arus yang melalui resistansi 3 Ohm dari Gambar
3.1.
Penyelesaian :
Jika sumber 72 V bekerja sendiri (Gambar 3.2),

Gambar 3.1

Rt = 6 + 2 = 8
𝐸 72
I = Rt = = 9A
8
(6)(9)
I1 = = 6A
6+3

Gambar 3.2

Bila sumber 18 W bekerja sendiri (Gambar 3.3),

Gambar 3.3

RT = 3 + 3 = 6 Ohm
𝐸 18
I2 = = = 3A
RT 6

18
Arus total yang melalui resistansi 3 Ohm ( Gambar 3.3) adalah:
I3 = 3A (searah dengan I1)
I1 = 6A

I2 = 3A

Contoh 4
Gunakan superposisi, carilah arus yang melalui resistansi 6 ohm dari
jaringan gambar 4.1!

Gambar 4.1 Gambar 4.2

Penyelesaian:
Pengaruh sumber 36 V (Gambar 4.2)
𝐸 36
I1 = = = 2A
𝑅𝑟 12+6

Pengaruhsumber 9 A (Gambar 4.2) denganaturanpembagiarus :

(12)(9) 108
I2 = = 18 = 6 A
12+6

I1= 2A I2 = 6A I6Ω=8A

Gambar 4.2 Gambar 4.3

19
Arus total yang melalui resistansi 6 ohm (Gambar 4.3) adalah :
I6Ω = 8 A
Daya nyata ke resistansi 6 ohm adalah :
Daya = 𝐼 2 R = (8)2 (6) = 384 W
Jika daya ke resistansi 6 Ohm dihitung karena pengaruh masing-masing
sumber (kesalahan penggunaan prinsip superposisi) adalah :
P1 = I1 R = (2)(6) = 24 W
P2 = I2R = (6)(6) = 216 W P1 + P2 = / 384 W
Sebab 2 + 6 = 8, tetapi(2)2 + (6)2 = / (8)2

Contoh 5

Carilah arus yang melalui resistansi 2 Ohm pada jaringan gambar 5.1

Gambar 5.1 Gambar 5.2


Penyelesaian:
Pengaruh sumber 12 V (Gambar 5.2).
12 12
I1 = = =2A
2+4 6
Pengaruh sumber 6 V (Gambar 5.3).

𝐸 6
I2 = = = 2A
𝑅𝑟 6

Gambar 5.3 Gambar 5.4

20
Pengaruh sumber 3 A (Gambar 5.4)

(4)(3) 12
I3 = = =2A
2+4 6

Arus total pada resistansi 2 Ohm adalah (gambar 5.5)

Gambar 5.5

Sebagai contoh pemakaian prinsip superposisi pada rangkaian yang


mengandung sebuah sumber tak bebas, lihatlah contoh 6 berikut ini.

Contoh 6
Gunakan superposisi untuk mencari iˣ di dalam rangkaian yang di
perlihatkan pada Gambar 5.18

Gambar 6.1

Penyelesaian:
Dengan sumber 10 V bekerja sendiri, sumber 3A diganti dengan sebuah
rangkaian terbuka. Maka diperoleh persamaan :
-10 + 2iˣ’ + 1iˣ’+2iˣ’ = 0
Sehingga iˣ’ = 2 A

Selanjutnya, bila sumber 3A bekerja sendiri, sumber 10V diganti dengan sebuah
hubung-singkat dan dapat kita tuliskan persamaan simpul :

𝑣′′ v '' - 2iˣ''


+ =3
2 1

Dan V’’ = -2iˣ ”

Akan didapatkan iˣ” = -0,6 A

Jadi iˣ = iˣ’ + iˣ” = 2-0,6 = 1,4 A.

21
Contoh 7

Carilah I1, I2, I3 Penggantinya !


Jawab:
 Apabila Sumber di V1.

R2 x R3 2x4
Rtotal = + R1 = +8
R2 + R3 2+4

8
Rtotal = + 8 = 9,3 Ω
6

𝑉 56
Itotal = = = 6,02𝐴 ( Itotal = I’1 )
𝑅𝑡𝑜𝑡𝑎𝑙 9,3

𝑅3 4
I’2 = x Itotal = x 6.02 = 4.013 𝐴
𝑅2𝑋𝑅3 2+ 4

𝑅2 2
I’3 = x Itotal = x 6.02 = 2.007 𝐴
𝑅3 𝑥 𝑅2 4+2

 Apabila Sumber di V2

𝑅1 𝑥 𝑅3 8𝑥4
Rtotal = + R2 = + 2
𝑅1 + 𝑅3 8+ 4

32
Rtotal = + 2 = 4,7 Ω
12

𝑉 14
Itotal = = = 2,98 A ( Itotal = I’’2 )
𝑅𝑡𝑜𝑡𝑎𝑙 4,7

22
𝑅3 4
I’’1 = x Itotal = x 2.98 = 0.993 𝐴
𝑅1𝑋𝑅3 8+4

𝑅1 8
I’’3 = 𝑅3 𝑥 𝑅1 x Itotal = 4 + 8 𝑥 2.98 = 1.987 𝐴

Jadi :

I1 = I’1 - I’’1 = 6.020 – 0.993 = 5.027 A

I2 = I’2 - I’’2 = 4.013 - 2.980 = 1.033 A

I3 = I’3 + I’’3 = 2.007 + 1.987 = 3.994 A

Contoh 8
Diketahui :
I1 = 3,6 A
I”1 = 6,4 A
R1 = 1 Ω
R2 = 6 Ω
V1 = 34 V
V2 = 12 V

Carilah R3 !
Jawab:
Cari I’1 !
I1 = I’1 - I”1
3,6 = I’1 - 6,4
I’1 = 6,4 + 3,6
I’1 = 10 A
Jadikan I’1 sebagai Itotal

I’1 = Itotal

23
Maka gambarnya adalah seperti ini. Karena I’1 adalah Itotal.

𝑉
I’1 =
𝑅𝑡𝑜𝑡𝑎𝑙

𝑉 34
Rtotal = = 10 = 3,4 Ω
𝐼′1

𝑅2 𝑥 𝑅3 6 𝑥 𝑅3
Rtotal = + 𝑅1 = +1
𝑅2+𝑅3 6+𝑅3

6 𝑥 𝑅3
3,4 – 1 =
6+𝑅3

12 6 𝑥 𝑅3
=
5 6 + 𝑅3

72 + 12R3 = 30R3

72 = 18R3

R3 = 4

Contoh 9

Diketahui :
I2 = 6 A
I’2 = 8,4 A
R1 = 3 Ω
R2 = 1 Ω
V1 = 8 V
V2 = 5.76 V
Carilah R3 !

24
Jawab:

Cari I’’2 !
I2 = I’2 - I”2
6 = 8,4 - I”2
I’’2 = 8,4 - 6
I’’2 = 2,4 A
Jadikan I’’2 sebagai Itotal
I’’2 = Itotal

Maka gambarnya adalah seperti ini. Karena I’’2 adalah Itotal.

𝑉
I’’2 =
𝑅𝑡𝑜𝑡𝑎𝑙

𝑉 5.76
Rtotal = = 2,4 = 2,4 Ω
𝐼′′2

𝑅1 𝑥 𝑅3
Rtotal = + 𝑅2
𝑅1+𝑅3

12 3 𝑥 𝑅3
= + 1
5 3+𝑅3

12 3 𝑥 𝑅3
− 1 =
5 3+𝑅3

7 3 𝑥 𝑅3
=
5 3+𝑅3

21 + 7R3 = 15R3

8R3 = 21

R3 = 2,625 Ω

25
Contoh 10

Sebutkan bunyi teorema superposisi?

Jawab:

Teorema superposisi menyatakan sebagai berikut: bila suatu rangkaian


terdiri dari lebih dari satu sumber dan tahanan-tahanan atau impedansi linier
dan bilateral ,dari arus-arus yang disebabkan oleh tiap-tiap sumber tersendiri
dengan sumber-sumber lainnya dalam keadaan tidak bekerja.

Contoh 11

Jelaskan aturan-aturan dalam menggunakan teorema superposisi?

Jawab:

Aturan 1: suatu sumber yang tidak bekerja memiliki tegangan nol, ini
berarti dapat diganti dengan suatu hubungan singkat (cloced circuit)
Aturan 2: suatu sumber yang tidak bekerja dan memiliki arus nol berarti dapat
diganti dengan suatu hubungan terbuka (open circuit).

Contoh 12

Apa yang dimaksud linier dan bilateral dalam rangkaian superposisi.?

Jawab:

Suatu elemen dikatakan linier apabila antara tegangan pada elemen itu
dan arus yang disebabkan oleh tegangan tersebut mempunyai hubungan yang
linier bila dihubungkan pada elemen itu.
Dan dikatakan bilateral bila arus atau tegangan akan mengalir pada sama besar
untuk kedua arah.

26
Contoh 13

Hitung arus (i) yang mengalir dengan menggunakan Teorema Superposisi?

Penyelesaian :
Pada saat sumber tegangan aktif/bekerja maka arus tidak aktif (diganti
dengan tahanan dalamnya yaitu tak terhingga atau rangkaian open circuit)

maka : i1 = 20 / (10 + 10) = 1 Ampere

Pada saat sumber arus aktif atau bekerja maka sumber tegangan tidak aktif
(diganti dengan tahanan dalamnya yaitu nol atau rangkaian short circuit)

maka i2 = - (10 / (10 + 10)) x 1 = - 0,5 Ampere

sehingga

i = i1 + i2 = 1 - 0,5 = 0,5 Ampere

27
Contoh 14
Hitung arus (i) yang mengalir pada rangkaian di bawah dengan Teorema
Superposisi?

Penyelesaian :

Pada saat Vs = 17 Volt aktif/bekerja maka sumber tegangan 6 V diganti


dengan tahanan dalamnya yaitu nol atau rangkaian short circuit, dan
sumber arus 2 A diganti dengan tahanan dalamnya yaitu tak hingga atau
open circuit.

3 Ω // 3 Ω -> Rp1 = 0 Ω
2 Ω // 2 Ω -> Rp2 = (2 x 2) / (2 + 2) = 1 Ω
VRp2 = (1 / (1 + 3)) x 17 = 17/4 V

Sehingga
i1 = (-VRp2 / 2) = - 17/8 Ampere
Pada saat sumber Vs = 6 V aktif/bekerja maka sumber tegangan 17 V
diganti dengan tahanan dalamnya yaitu nol atau rangkaian short circuit,
dan sumber arus 2 A diganti dengan tahanan dalamnya yaitu tak hingga
atau rangkaian open circuit.

28
3 Ω // 3 Ω -> Rp1 = (3 x 2)/(3+2) = 6/5 Ω
Rs = Rp1 + 2Ω = 6/5 + 2 = 16/5 Ω
Rs // 3 Ω - > Rp2 = (16/5 x 3) / (16/5 +2) = 48/31 Ω
i2 = 6 / Rp2 = (6 / (48/31)) = 31 / 8 Ampere

Pada saat sumber Is = 2 A aktif/bekerja maka sumber tegangan 17 V


diganti dengan tahanan dalamnya yaitu nol atau rangkaian short circuit,
dan sumber tegangan 6 V diganti dengan tahanan dalamnya yaitu nol atau
rangkaian short circuit.

3 Ω // 2 Ω -> Rp1 = (3 x 2)/(3+2) = 6/5 Ω


3 Ω // 0 Ω -> Rp2 = 0 Ω
i3 = (2 / (2 + 5/6)) x 2 = 5/4 Ampere

Sehingga

i = i1 + i2 + i3
= - 17/8 + 31/8 + 5/4
= 3 Ampere

29
Contoh 15
Carilah arus yang melalui rangkaian dibawah ini

7Ω 10 Ω

E1 37 V 5Ω 7V E2

Jawab:

- Berpatokan pada E1 dan E2 di hubung singkat (short)

7Ω 10 Ω

E1 37 V 5Ω 7V E2
Ω

R2R3 10x5
R T = R1 + =7+ = 10,3 Ω
R2 + R3 10 + 5

 Setelah RT di ketahui maka I11, I21, I31 dapat di cari

E1 37
I11 = = = 3,59 A
R T 10,3

30
𝑅2 10
I21 = 𝑥 I11 = x 3,59 = 2,39 A
𝑅2 + 𝑅3 10 + 5

𝑅3 5
I31 = 𝑥 I11 = x 3,59 = 1,19 A
𝑅2 + 𝑅3 10 + 5

- Berpatokan pada E2 dan E1 di hubung singkat (short)

7Ω 10
Ω

E1 37 V
5Ω 7V E2

R1 R 3 7x5
RT = R2 + = 10 + = 12,9 Ω
R1 + R 3 7+5
 Setelah RT di ketahui maka I11, I21, I31 dapat di cari

E2 7
I32 = = = 0,54 A
R T 12,9

R1 7
I22 = x I32 = x 0,54 = 0,315 A
R1 + R 3 7+5

R3 5
I12 = x I11 = x 0,54 = 0,225 A
R1 + R 3 7+5

I1 I2 I3
Patokan E1 3,59 2,39 1,19
Patokan E2 0,225 0,315 0,54
∑I 3,365 A 2,075 A 1,73 A

31
DAFTAR PUSTAKA

Manaf,Abdul.1994.Rangkaian Listrik I.Bandung:Pusat Pengembangan


Pendidikan Politeknik

Dillah Zamzam.(8 Januari 2013). Teorema Superposisi. Diperoleh 21 januari


2018, dari https://www.scribd.com/doc/119464056/Teorema-Superposisi-pdf

Academia.edu.Rangkaian Listrik II. Diakses 21 januari 2018, dari


https://www.academia.edu/4901134/Rangkaian_Listrik_II_Teorema_Node_V
oltage_dan_Superposisi_dalam_Arus_AC

Mohamad Ramdhani. Rangkaian Listrik. Diakses 21 januari 2018, dari


http://dinus.ac.id/repository/docs/ajar/bab-5_rangkaian_listrik.pdf

http://desy_kristyawati.staff.gunadarma.ac.id/Downloads/files/32567/TEORE
MA+SUPERPOSISI.doc diakses 22 Januari 2018

Fandi Herlandi. Teorema Rangkaian. Diakses 22 Januari 2018, dari


https://www.slideshare.net/FandiHerlandi/5-teorema-rangkaian.pdf

32