Anda di halaman 1dari 6

Assalamu’alaykum wrwb berbangsa dan bernegara.

Peradaban barat sekuler benar-benar sumber


petaka dan kepedihan dunia juga Indonesia.
1. MENYOAL DEKLARASI KEBANGSAAN DI PERGURUAN TINGGI Realitas ini menunjukan sungguh salah alamat ketika deklarasi
kebangsaan bukan untuk melawan neoliberalisme, akan tetapi melawan
Oleh: Dr.Rini Syafri (Pemerhati Kebijakan Publik) gerakan dan paham radikalisme. Dan paham radikalisme yang dimaksud
adalah syariat Islam khususnya tentang khilafah.
Perguruan tinggi harus berkomitmen terhadap peran dan Bagaimana tidak, sejarah membuktikan peradaban Islam dalam
fungsinya. Terutama hari ini, ketika Indonesia tengah dibelit berbagai naungan khilafah benar-benar menjadi penebar rahmat bagi seluruh alam
persoalan serius. Sementara kemajuan riset dan teknologi tidak banyak kurang lebih tiga belas abad lamanya. Pembebas bangsa ini dan dunia dari
bermanfaat dalam peningkatan kesejahteraan rakyat dan kemandirian kebodohan, pencerdas akal fikiran dari paham-paham primitif. Inspirator
bangsa, sebagaimana kita saksikan bersama. barat dalam banyak kebaikan termasuk kemajuan riset dan teknologi.,,
Kemajuan riset dan tekhnologi pangan misalnya tidak banyak Itu semua karena khilafah syariat Allah swt, kehadirannnya didesain
membantu kemudahan akses pangan publik. Harga pangan tetap sebagai rahmat bagi seluruh alam. Hari ini, kunci solusi persoalan
melambung, di tengah-tengah potensi sumber daya alam pertanian yang Indonesia bahkan dunia adalah kembali pada kehidupan Islam, khilafah
berlimpah. Sementara itu kehidupan para petani dan nelayan semakin Islam. Lebih dari pada itu khilafah adalah ajaran Islam yang diwajibkan
susah. Allah swt kepada kita semua.
Demikian pula tempat tinggal dan pemukiman layak huni, kian jauh Berdasarkan semua itu, semestinya deklarasi perguruan tinggi
dari jangkauan kantong rakyat umumnya. Pada hal teknologi konstruksi seluruh Indonesia adalah berkomitmen untuk melawan neokolonialisme,
dan bangunan serta potensi sumber daya alam perumahan tersedia neoimperialisme, neoliberalisme dan keseluruhan sistem kehidupan sekuler
berlimpah. Akses terhadap air bersih, listrik, gas, BBM juga tidak mudah. kufur dan peradaban kufur barat yang usang dan batil. Di samping
Harus dibayar mahal meski potensinya berlimpah dan riset serta teknologi menegaskan komitmen sebagai pilar peradaban Islam. Sehingga kemajuan
aspek ini begitu maju. sain dan teknologi sesungguhnya dapat diraih. Manfaatnya bagi
Hal serupa pada kesehatan, jutaan jiwa kesulitan memperoleh jasa peningkatan kesejahteraan setiap insan dan kemandirian negarapun jadi
dokter, peralatan medis dan obat-obatan, di saat riset kesehatan dan kenyataan.
farmasi maju pesat. Demikian pula riset dan teknologi transportasi yang Allahu A’lam.
canggih tidak banyak manfaatnya bagi kemudahan setiap orang memenuhi
hajat transportasi publik yang murah, aman dan nyaman.
Sementara itu sistem pendidikan yang berkiblat ke Barat sangat 2. WAWASAN KEBANGSAAN WAJIB MELEK SEJARAH
membebani masyarakat, dan menyingkirkan hak kaum papa dan miskin.
Out put-nyapun hanyalah pekerja terdidik sesuai kepentingan industrialisasi Sesungguhnya umat Islam memiliki peran sangat penting dalam
dan kebutuhan hegemoni terselubung. perjuangan kemerdekaan Indonesia dan dalam menumbuhkan kebangkitan.
Cukup mudah membuktikan pupusnya kedaulatan bangsa. Hampir Peperangan yang terjadi pada abad ke-19 melawan penjajah Belanda
semua kebutuhan masyarakat dipenuhi melalui impor. Pembangunan selalu bernafaskan jihad. Ketika Pangeran Diponegoro memanggil
sangat tergantung pada modal dan kemauan asing, termasuk dalam hal sukarelawan, kebanyakan dari mereka yang tergugah adalah para ulama
riset dan kemajuan teknologi. Akhirnya yang tersisa hanyalah kehinaan, dan ustadz dari berbagai pelosok desa. Pemberontakan petani menentang
kegetiran hidup dan nestapa. Ratusan juta orang terancam dehumanisasi, penindasan yang berlangsung terus-menerus sepanjang masa penjajahan
kemiskinan sistemik, di samping rentan ditimpa berbagai bencana ekologi selalu di bawah bendera Islam. Demikian pula perlawanan yang dilakukan
yang mematikan. oleh Tengku Cik Di Tiro, Teuku Umar dan diteruskan oleh Cut Nyak Dien
Bahaya neokolonialisme, begitu nyata di depan mata. Kedaulatan dari tahun 1873-1906 adalah jihad melawan “kape-kape” Belanda.
bangsa benar-benar terancam, rentan konflik dan perpecahan. Meski Dalam proses kemerdekaan pun, peran umat sangatlah sentral. Di
pemerintah terus berseru untuk berinovasi dan meraih kemajuan riset dan sana ada tokoh-tokoh umat seperti KH Wahid Hasyim, Ki Bagus
teknologi. Hadikusumo, KH Kahar Muzakkir dan lainnya yang menjadi anggota
Sangat jelas inilah buah pahit kehadiran pemerintah dengan BPUPKI dan PPKI. Mereka bukan sekadar menginginkan Indonesia
konsep-konsep dan mind set neoliberalisme. Beserta keseluruhan sistem merdeka, tetapi juga gigih memperjuangkan Islam sebagai dasar negara.
kehidupan sekuler yang menyingkirkan peran Islam dalam kehidupan Setelah kemerdekaan, peran umat Islam juga tetap sentral. Resolusi Jihad
yang didengungkan oleh KH Hasyim Asy’ari menggetarkan pasukan NICA-
Belanda yang ingin masuk lagi ke Indonesia dengan membonceng pasukan Jadi, SI-lah pelopor yang sebenarnya dari kebangkitan yang bersifat
sekutu. Resolusi ini juga menjadi tonggak penting bagi pembentukan TNI nasional. Lalu mengapa sejarah menempatkan Boedi Oetomo sebagai
melalui Hizbullah yang asalnya terdiri dari para santri dan ulama. pelopor? Dari sini terlihat kecenderungan adanya usaha peminggiran Islam
Namun, sangat disayangkan dalam penulisan sejarah yang ada atau bahkan menghilangkan spirit Islam dari perjuangan menuju
ataupun sejarah yang diajarkan dalam sistem pendidikan sejarah peran kemerdekaan Indonesia.
umat Islam tampaknya tidak terlalu menonjol, dan bila ada pun seolah Demikian “kejam” sejarah meminggirkan peran umat Islam. Bahkan
dalam kerangka patriotisme dan nasionalisme. Salah satu contoh sangat Resolusi Jihad KH Hasyim Asy’ari yang sangat fenomenal itu tidak tertulis
nyata dari penghapusan peran Islam adalah apa yang dialami oleh Sarikat sama sekali dalam sejarah nasional. Ini sangat aneh, karena sesungguhnya
Islam (SI). Sejarah kita mencatat, gagasan kebangkitan itu datang dari tidak pernah ada perlawanan Bung Tomo di Surabaya, yang kemudian
Boedi Oetomo (BO). Karena itu, setiap tanggal 20 Mei, hari lahir BO, dicatat sebagai Hari Pahlawan, tanpa Resolusi Jihad. Resolusi inilah yang
diperingati sebagai Hari Kebangkitan Nasional. Padahal kenyataan mendorong Bung Tomo dan para pemuda Surabaya ketika itu berani
sebenarnya tidaklah seperti itu. BO tidak bisa disebut sebagai organisasi bergerak melawan Belanda.
yang menggagas, apalagi menggerakkan kebangkitan. Menurut Savitri Oleh karena itu, kinilah saatnya membaca ulang sejarah
Scherer dalam thesisnya di Universitas Cornell, Amerika Serikat pada tahun kebangkitan nasional dan sejarah nasional lainnya secara kritis dan
1975, Boedi Oetomo hanyalah sebuah gerakan sosial bagi kepentingan obyektif. Sejarah sebagaimana kisah dalam al-Quran, mengandung ibrah
kelompok priyayi non birokrat yang bersifat lokal dan rasis (Savitri Prasisiti atau pelajaran. Penyimpangan atau penutupan sejarah dari fakta yang
Scherer, “Keselarasan dan Kejanggalan: Pemikiran-pemikiranPriyayi sebenarnya tentu akan menutupi ibrah yang mestinya didapat, yakni spirit
Nasionalis Jawa Abad XX”, Terjemahan Jiman S. Rumbo, Jakarta: Sinar Islam dalam perjuangan negeri ini.
Harapan, 1985). Pasal 2 Anggaran Dasar Boedi Oetomo menyebut: Tujuan Dengan membaca sejarah secara obyektif, akan melahirkan spirit
organisasi untuk menggalang kerjasama guna memajukan tanah dan kebangsaan yang tepat sebagaimana para pendahulu kita yang menjadikan
bangsa Jawa dan Madura secara harmonis. Islam sebagai landasan spirit atas perjuangannya. Pemahaman bahwa
Karena itu, banyak pengamat sejarah yang menolak penyematan setiap Muslim mempunyai kewajiban dalam amar makruf nahi mungkar,
Boedi Oetomo sebagai pelopor kebangkitan nasional. Pelaku dan penulis perjuangan mengusir penjajah, menegakkan ‘izzul Islam wal Muslimin dan
sejarah, KH Firdaus AN, misalnya, dengan tegas mengungkap, “Tidak tidak akan membiarkan negeri Muslim dikuasai oleh kaum penjajah
pernah sekalipun rapat Boedi Oetomo membahas tentang kesadaran
berbangsa dan bernegara yang merdeka. Mereka ini hanya membahas
bagaimana memperbaiki taraf hidup orang-orang Jawa dan Madura di 3. PAHAMI WAWASAN KEBANGSAAN, SUARAKAN KEBENARAN
bawah pemerintahan Ratu Belanda, memperbaiki nasib golongannya SYARIAT ISLAM
sendiri.” Sobat mahasiswa, wawasan Kebangsaan akhir-akhir ini menjadi
Menurut KH Firdaus AN, Boedi Oetomo tidak memiliki andil sedikit wawasan yang disosialisasikan secara massif oleh rezim ke semua civitas
pun dalam perjuangan kemerdekaan, karena mereka terdiri dari para perguruan tinggi. Sesungguhnya apa makna wawasan kebangsaan? Untuk
pegawai negeri yang digaji Belanda untuk mempertahankan penjajahan menjawabnya penting bagi mahasiswa untuk mengjkaji secara mendalam
atas Indonesia. Boedi Oetomo tidak pula turut serta mengantarkan bangsa apa akar masalah Bangsa ini..
ini ke pintu gerbang kemerdekaan, karena telah lebih dulu bubar pada tahun Bila wawasan kebangsaan diartikan sebagai bentuk kepedulian dan
1935. pembelaan terhadap negara, menjaga Negara ini dari Berbagai bentuk
Lalu siapa yang layak disebut sebagai sebagai penggerak Penjajahan makadisinilah Mahasiswa Harus mengambil Peran Terdepan.
kebangkitan dan kesadaran perlawanan terhadap penjajah Belanda? Itulah Namun, bila wawasan kebangsaan diartikan sebagai ketundukan pada
Sarikat Islam (SI). Lihatlah, keanggotan SI berbeda dengan BO yang hanya sekularisme, dan sistem yang menyengsarakan rakyat, maka mahasiswa
untuk suku tertentu. SI terbuka bagi seluruh rakyat Indonesia. Haji harus menolakbahkan WAJIB melakukan perlawanan.
Samanhudi dan HOS Tjokroaminoto berasal dari Jawa Tengah dan Timur, Sudah menjadi kewajiban anak bangsa untuk membela dan
Agus Salim dan Abdoel Moeis dari Sumatera Barat dan AM. Sangaji dari membebaskan Negara ini dari penjajahan. Dan penjajahan yang paling
Maluku. Penyebaran SI juga menasional. Tahun 1916 tercatat ada 181 nyata, setelah penjajahan fisik (militer) berakhir, adalah penjajahan gaya
cabang SI di seluruh Indonesia dengan sekitar 700.000 anggota. Tahun baru (neoimperalisme) melalui penerapan sistem sekular, utamanya di
1919 anggota SI melonjak drastis hingga 2 juta orang. Ini adalah angka bidang ekonomi dengan penerapan ekonomi kapitalis, dan di bidang politik
yang fantastis kala itu. Adapun Boedi Oetomo pada masa jayanya saja penerapan demokrasi yang terbukti telah menimbulkan berbagai bentuk
hanya beranggotakan tak lebih dari 10.000 orang. kerusakan (fasad).UU yang sarat kepentingan asing ditetapkan, seperti UU
Penanaman Modal, Minerba, SDA dan Migas. Bahkan, khusus mengenai di kota itu selama kurang lebih 53 tahun, sebelum akhirnya diperintahkan
penyusunan UU Migas, USAID secara terbuka menyatakan, ''The ADB and Allah bersama para Sahabat berhijrah ke Madinah. Tentang cintanya pada
USAID worked together on drafting a new oil and gas law in 2000.'' (ADB Makkah, Rasulullah berkata, “Demi Allah, sesungguhnya engkau (Makkah)
dan USAID telah bekerjasama untuk membuat draf undang-undang gas dan adalah bumi (negeri) yang paling baik dan paling dicintai di sisi Allah SWT.
minyak yang baru pada tahun 2000). Inilah ancaman nyata bangsa ini, Seandainya aku tidak diusir darimu (Makkah), pasti aku tidak
neoliberalisme dan neoimperialisme. meninggalkanmu.” (Diriwayatkan dari Ibnu Umar bin Adi bin Abil Humra,
Akibatnya rakyat semakin sengsara karena kekayaan alamnya dikutip dari ‘Atiq bin Ghaits al-Biladi).
dirampok secara LEGAL. Konsorsium Pembaruan Agraria (KPA) Sobat penting bagi mahasiswa memahami bagaimana ekspresi
melaporkan bahwa berdasarkan catatan Badan Pemeriksa keuangan (BPK) kecintaan itu harus kita tunjukkan?
dominasi asing di sektor Migas 70%, batu bara, bauksit, nikel dan timah Pertama: Ini yang paling mendasar, kita mestinya tak boleh membiarkan
75%, tembaga dan emas sebesar 85% serta diperkebunan sawit sebesar pihak asing melakukan penguasaan, dominasi apalagi sampai melakukan
50%.7) Selanjutnya, direktur Indonesian Reseources Studies (IRESS), penjajahan terhadap negeri kita ini. Inilah yang ditunjukkan oleh tokoh-tokoh
Marwan Batubara dalam www.tambang.co.id mengatakan bahwa seperti Pangeran Diponegoro, Tjut Nyak Dien, Imam Bonjol dan sebagainya
keuntungan yang didapat PT. Freeport Indonesia dari hasil tambangnya di ketika mereka terus melakukan perlawanan terhadap penjajah Belanda.
Papua mencapai Rp 4000 triliun. Hal ini dihitung dari hasil laporan Begitu juga apa yang dilakukan oleh KH. Hasyim Asy’ari, didukung para
cadangan mineral PT. FI di tahun 2010. Selanjutnya, data tahun 2005 ulama dalam barisan Sabilillah dan para santri Hizbullah, ketika
mengungkapkan, potensi Grasberg (yang dieksploitasi sejak 1988) sekitar menyerukan jihad untuk menolak kedatangan pasukan Belanda yang
2,822 juta ton metrik bijih. Ini belum termasuk potensi Ertsberg yang hendak merampas kemerdekaan Indonesia yang belum lama
diperkirakan mencapai 50 juta ton bijih, dan ini sudah dieksploitasi dari diproklamasikan pada tahun 1945.
1967-1988.8) Berbagai fakta ini menunjukkan bahwa betapa lemahnya Mahasiswa sebagai garda terdepan perubahan harus terus
posisi pemerintah menghadapi penjajah asing. bersikap KRITIS danbersuara kebenaran untuk mengingatkan umat
Memahami Hakikat masalah bangsa, akan menyadarkan terhadap ancaman penjahan baru atau neoimperialisme. Umat harus diberi
mahasiswa untuk mengimplementasikan dengan tepat wawasan tahu, meski negeri ini sudah merdeka, tak berarti penjajahan telah usai.
kebangsaan, yaitu dengan mengembalikan pengaturan Negeri ini dengan Hasrat eksploitasi dan hegemoni negara-negara imperialis tak pernah
syariat Islam kaffah. Hanya Syariat Islam yang tegas dalam mengatur politik padam. Bila penjajahan fisik tak bisa lagi dilakukan, mereka meneruskan
dan Ekonomi. Islam jelas mengharamkan kebebasan kepemilikan- dengan penjajahan ekonomi, politik, juga penjajahan social-budaya. Dari
neoliberalisme, sebaliknya Islam mewajibkan Negara untuk mengelola sinilah, meski sebuah negara, termasuk Indonesia, sudah merdeka, secara
kepemilikan umum diantaranya SDAE kemudian hasilnya untuk politik dan ekonomi, bahkan juga sosial dan budaya, tetap saja dalam
kemaslahatan rakyat. cengkeraman negara-negara imperialis itu.
Peran Mahasiswa menyelamatkan Negara ini, hanyalah dengan
solusi Islam; bukan ke arah sosialisme ataupun kapitalisme yang Selanjutnya, cinta tanah air juga harus ditunjukkan dengan
diatasnamakan Pancasila. Hanya ke arah Islam sajalah kita bisa berharap kewaspadaan terhadap kemungkinan terjadinya disintegrasi. Pasalnya,
terciptanya baldah thayyibah wa rabbun ghafur yang rahmatan lil alamin. Di salah satu strategi negara imperialis dalam melemahkan negeri-negeri
situlah relevansi nyata dari usaha penegakan syariah.. Muslim adalah dengan melancarkan politik pecah belah dan adu domba
Penerapan syariah juga merupakan konsekuensi dari iman kepada Allah (devide et impera). Karena itu harus ditolak dengan tegas gerakan-gerakan
SWT. Syariah pasti membawa rahmat, bagi Muslim maupun non-Muslim. separatisme seperti OPM (Organisasi Papua Merdeka) atau RMS (Republik
Jadi, perjuangan penegakan syariah sesungguhnya adalah implementasi Maluku Selatan) yang nyata-nyata juga didukung oleh negara-negara
wawasan Kebangsaan dan kecintaan pada negeri ini , yaitu untuk imperialis.
membawa negeri ini kepada keberkahan. Indonesia adalah bagian dari
bumi Allah, milik Allah, maka mestinya ditata dengan aturan Allah (syariah). Kedua: Kecintaan pada Indonesia harus ditunjukkan dengan penolakan
terhadap sekularisme, karena sekularisme adalah paham yang ditanamkan
oleh penjajah untuk melemahkan negara terjajah, khususnya negeri-negeri
4. MAHASISWA KRITIS WUJUD CINTA TANAH AIR Muslim termasuk Indonesia. Mereka tahu, Islam yang dipeluk oleh
Sobat mahasiswa cinta pada tanah kelahiran atau tanah air adalah mayoritas penduduk negeri Muslim terbesar di dunia ini akan menjadi
sesuatu yang wajar, Itu pula yang dialami oleh Baginda Rasulullah kekuatan dahsyat bagi perlawanan terhadap segala bentuk penjajahan.
Muhammad saw. Beliau dilahirkan dan dibesarkan di Makkah. Beliau tinggal Karena itu Islam harus dilemahkan. Namun, mereka tahu, menghilangkan
Islam dari benak penduduk negeri ini tidaklah mungkin. Christiaan Snouck kiasan! Orang itu berkata kepada Ubay, “Wahai Abul Mundzir (Abu Ubay),
Hurgronje, orientalis Belanda, lalu memberikan advis kepada Pemerintah engkau bukanlah orang yang suka berkata keji.” Ubay berkata kepada dia,
Belanda tentang bagaimana memperlakukan Islam dan umat Islam di “Sungguh aku mendengar Rasulullah saw. bersabda:
Hindia Belanda ini. Intinya, biarkan Islam di ranah ibadah spiritual seperti ‫َم ْنتَعَ َّزىبِعَزَ اءِ ْال َجا ِه ِليَّ ِة َفأ َ ِعضُّوه َُوالَت َ ْكنُوا‬
shalat, puasa, zakat, haji, dsb. Namun, mereka harus dijauhkan dari ibadah Siapa saja yang berbangga-bangga dengan slogan-slogan jahiliah, suruhlah
sosial-kemasyarakatan dalam bidang politik, ekonomi dan lainnya. ia menggigit kemaluan ayahnya dan tidak usah pakai bahasa kiasan
Pergerakan mahasiswa harus memiliki visi dan misi menghadirkan terhadap dirinya.” (HR. Ahmad).
pemahaman Islam yang syâmilah (menyeluruh) dan kâmilah (sempurna)
dalam diri umat Islam di negeri, sekaligus mengajak umat untuk Karena itu dalam Islam tak ada tempat bagi pengusung ide
mewujudkan Islam dalam realitas kehidupan bermasyarakat dan bernegara primordialisme atau chauvinisme, yang kerap merendahkan bangsa lain dan
guna mengatasi berbagai persoalan yang tengah membelit negeri ini seperti menganggap bangsanya atau rasnya lebih superior.
persoalan kemiskinan, kerusakan moral, korupsi, kriminalitas yang Adalah sebuah misleading dari kaum liberal yang memelintir fakta
merajalela, eksploitasi SDA oleh korporasi asing dan sebagainya. Dengan pluralistik untuk membenarkan ajaran pluralisme. Padahal antara pluralitas
itulah akan terwujud kerahmatan Islam sebagaimana telah dijanjikan oleh dan pluralisme dua hal yang jelas berbeda. Kemajemukan masyarakat
Allah SWT. adalah realita Ilahi. Secara fitrah dan hakiki masyarakat memang plural.
Maka dari itu, sungguh aneh bila ada yang mengatakan kampanye Bahkan adanya sebagian manusia yang tetap memilih berada dalam
syariah islam kaffah berpotensi akan memecah-belah bangsa. Bagaimana kekufuran juga realitas yang diakui Allah SWT (TQS. al-Kahfi [18]: 29).
bisa mereka mengatakan seperti itu, padahal faktanya justru sistem sekular- Dalam aspek akidah, masyarakat yang hidup dalam naungan
kapitalisme-liberal itulah yang telah membuat negara ini selalu dalam Khilafah Islamiyah memiliki corak yang beragam. Wilayah Spanyol dalam
himpitan berbagai persoalan yang tak berkesudahan dalam semua aspek naungan Khilafah dikenal sebagai masyarakat dengan ‘tiga agama’. Di
kehidupan. Mengapa mereka tidak mengatakan sistem sekular itulah yang dalamnya kaum Muslim hidup berdampingan dalam damai dengan umat
telah merusak bangsa dan negara ini? Nasrani dan Yahudi. Justru pada saat kekuasaan diambilalih oleh Ratu
Isabelle terjadilah perpecahan dan genocide. Pemaksaan agama kepada
umat non-Kristen bahkan dengan cara kekerasan. Karena itu menyatakan
5. ISLAM-KHILAFAH dan KEBHINEKAAN bahwa Khilafah akan meniadakan pluralitas adalah kebohongan.
Sementara itu, untuk Konsep pluralisme muncul dengan alasan
Topik kebinekaan dan kemjemukkan umat manusia sudah lama fanatisme agama telah menimbulkan pengkotak-kotakkan masyarakat dan
memiki tempat khusus dalam syariah Islam. Hanya Islam yang mengakui disharmonisasi. Karena itu harus ada cara pandang pluralisme;
keberagamaan manusia baik secara suku bangsa, bahasa, kedudukan mendudukkan semua agama dan keyakinan sama rendah dan sama tinggi,
sosial, bahkan akidah. Allah SWT menjadikan umat manusia beragam dari termasuk sama benarnya. Jadi, tak ada lagi
berbagai sisi; jenis kelamin, suku, warna kulit, bahasa, status ekonomi, juga terminologi kufur dan iman karena keduanya dikaburkan bahkan
posisi di tengah masyarakat. Keberagaman itu adalah realita umat manusia. dihilangkan.
Allah SWT menciptakan manusia dalam ragam suku dan bangsa, misalnya, Sebaliknya, Eropa yang kental liberalismenya justru
agar manusia saling mengenal (TQS al-Hujurat [49]: 13). memperlihatkan naiknya angka kebencian terhadap Islam. Beberapa
Wilayah kekuasaan kaum Muslim sejak rentang zaman Nabi shallallahu negara seperti Jerman, Prancis, Italia, Belanda melarang penggunaan
‘alaihi wa sallam hingga Khilafah Utsmaniyah meliputi Jazirah Arab, benua burqa di tempat-tempat umum. Sikap diskriminasi terhadap umat Islam
Afrika, Asia hingga Eropa. Ulama Islam terdiri dari beragam etnis. Imam al- makin sering terjadi. Ini bukti bahwa liberalisme justru menyuburkan sikap
Bukhari berasal dari kawasan Desa Bukhara di Uzbekistan, Rusia. Imam antitoleransi, khususnya kepada kaum Muslim.
Ibn Hazm berasal dari Cordoba, Spanyol, Imam an-Nawawi berasal dari Sehingga tuduhan mengancam perpecahan bangsa dengan isu
Damaskus, Syam. Ada juga Imam an-Nawawi al-Bantani yang berasal dari SARA yang dituduhkan kepada Islam adalah HOAX alias kebohongan,
Serang, Banten. karena Islam mengakui Keberagaman-pluralistik, namun tidak akan menjual
Ajaran Islam bukan saja menafikan perbedaan suku bangsa dan aqidah untuk memenuhi tuntutan pluralisme. Penyebab perpecahan dan
kabilah, bahkan juga mengharamkan sikap membanggakan suku bangsa kekacauan Bangsasesungguhnya adalah konsep pluralisme yang saat ini
dan keturunan. Ubai bin Kaab ra. pernah mendengar seorang pria berkata, di “paksakan” menjadi standar toleransi guna meraih tujuan politik
“Hai keluarga fulan!” Ubay lalu berkata kepada dia, “Gigitlah kemaluan kekuasaan.
bapakmu!” Ubay mencela dia terang-terangan tanpa memakai bahasa
Putuskanlah perkara mereka menurut apa yang Allah
turunkan dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu
6. KHILAFAH AJARAN ISLAM WAJIB DILAKSANAKAN
Tidak dapat dipungkiri, gagasan khilafah dari sisi mereka dengan meninggalkan kebenaran yang telah
kewajiban menegakkan dan urgensitasnya kian berkembang datang kepadamu. (QS. al-Maidah [5]: 48)
dari hari ke hari. Penerimaan dari masyarakatpun demikian َ‫َوأَنِاحْ ك ُْم َب ْينَ ُه ْمبِ َماأَ ْن َز ََلللَّ ُه َو ََلتَتَّ ِب ْعأ َ ْه َوا َء ُه ْم َواحْ ذَ ْر ُه ْمأ َ ْنيَ ْفتِنُو َك َع ْن َب ْع ِض َماأَ ْن َز ََلللَّ ُه ِإلَ ْيك‬
mengalir tak peduli dengan sebagian pihak yang meragukan Hendaklah kamu memutuskan perkara di antara mereka
dan menghalanginya. Hal itu dapat dipahami karena memang menurut apa yang diturunkan Allah, dan janganlah kamu
faktanya masyarakat dihadapkan dengan dua hal mengikuti hawa nafsu mereka. Dan berhati-hatilah kamu
sekaligus; pertama, dakwah yang demikian gencar sehingga terhadap mereka, supaya mereka tidak memalingkan kamu
alasan normatif terkait kewajiban penerapan syariah dengan dari sebahagian apa yang telah diturunkan Allah
metode penegakkan khilafah lebih mudah diakses dan kepadamu.(QS. al-Maidah [5]: 49).
didiskusikan secara terbuka dan fair; kedua, problem Seruan kepada Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam untuk
kehidupan yang datang silih berganti –meski sudah dicoba memutuskan perkara diantara mereka sesuai dengan apa yang
dengan berbagai solusi- lambat laun menyadarkan umat bahwa diturunkan oleh Allah juga merupakan seruan bagi umat
gagasan khilafah layak jadi salah satu alternatif solusi, bahkan Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam. Yaitu penegakan seluruh
sebagian lagi meyakini sebagai satu-satunya solusi dalam ketentuan hukum syara dalam berbagai bidang politik,
menyelesaikan problem masyarakat dan bangsa. ekonomi, sanksi dsb adalah sesuatu yang wajib. Kewajiban ini
Sobat sebagai seorang Muslim, sesungguhnya Khilafah tidak akan terlaksana tanpa adanya penguasa. Dan kewajiban
adalah bagian dari ajaran Islam yang menuntut untuk yang tidak sempurna kecuali dengan sesuatu maka sesuatu itu
dilaksanakan. Sesungguhnya Allah Swt telah memerintahkan hukumnya menjadi wajib, yakni bahwa mewujudkan penguasa
sejumlah perkara fardhu/wajib kepada kita. Termasuk perkara yang menegakkan syariat hukumnya adalah wajib. Penguasa
yang juga wajib—yang terkategori fardhu kifayah—yaitu itu adalah Khalifah dan sistem pemerintahannya adalah sistem
menegakkan kembali Khilafah—dengan mengangkat seorang khilafah.
khalifah—yang bertugas untuk menerapkan syariah Islam
secara kâffah di tengah-tengah umat sekaligus mengembah Adapun dalil dari al-Sunah, telah diriwayatkan dari Nafi’,
risalah Islam ke seluruh penjuru dunia. Khilafah disebut juga ia berkata: “Abdullah bin Umar telah berkata kepadaku : “aku
dengan istilah Imâmah al-Kubra (Kepemimpinan Agung) atau mendengar Rasulullah saw pernah bersabda:
Imârah al-Mu’minîn (Pemerintahan kaum Mukmin). Ketiga ‫س ِف ْيعُنُ ِق ِهبَ ْيعَةٌ َمات َ ِم ْيتَةجَا ِه ِليَّة‬ َ ‫ام ْن َطا‬
َ ‫ع ٍة َل ِقيَالل َهيَ ْو َما ْل ِق َيا َم ِةَلَ ُحجَّةلَ ُه َو َم ْن َمات َ َولَ ْي‬ ِ ‫َم ْن َخلَعَيَد‬
istilah tersebut adalah sinonim (Dr. Dhiya’ adh-Dhin ar-Ra’is, Siapa saja yang melepaskan tangan dari ketaatan, ia akan
An-Nazhriyyah as-Siyasiyyah al-Islamiyah, hlm. 92-103). menjumpai Allah pada hari kiamat kelak tanpa memiliki hujah,
Khilafah yang juga disebut dengan Imamah, menurut Imam al- dan siapa saja yang mati sedang di pundaknya tidak terdapat
Mawardi ditetapkan sebagai pengganti kenabian dalam urusan baiat, maka ia mati seperti kematian jahiliyah (HR. Muslim)
memelihara agama dan mengurus urusan dunia (Al-Mawardi, Baiat tidak akan terjadi setelah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa
Al-Ahkâm as-Sulthâniyyah, hlm. 3). sallam kecuali kepada Khalifah, bukan yang lain. Hadits
Dalil dari al-Qur’an, bahwa Allah Swt telah berfirman menyeru tersebut mewajibkan adanya baiat di atas pundak setiap
Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam: muslim, yakni adanya Khalifah yang dengan eksistensinya itu
ِ ‫فَاحْ ك ُْمبَ ْينَ ُه ْم ِب َماأَ ْن َز ََلللَّ ُه َو ََلتَت َّ ِب ْعأ َ ْه َوا َء ُه ْمعَ َّماجَا َءك َِمنَا ْلح‬
‫َق‬ terealisasi adanya baiat di atas pundak setiap muslim.
Imam muslim meriwayatkan dari al-A’raj dari Abu Hurairah dari ‫ص ُب َخ ِل ْيفَ ٍة‬ ْ ‫أَجْ َمعُ ْواعَل َىأَنَّ ُه َي ِجبُ َعل َىا ْل ُم‬
ْ َ‫س ِل ِم ْينَن‬
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, Beliau pernah bersabda: Mereka (para sahabat) telah bersepakat bahwa wajib atas
‫ِإنَّ َمااْ ِإل َما ُم ُجنَّةٌيُقَاتَلُ ِم ْن َو َرا ِئ ِه َويُتَّقَى ِب ِه‬ kaum Muslim mengangkat seorang khalifah (al-Nawawi,Syarh
Seorang imam tidak lain laksana perisai, dimana orang-orang Shahîh Muslim, XII/ 205).
akan berperang di belakangnya dan menjadikannya Ulama Ahlus Sunnah yang lain, Ibnu Hajar al-Asqalani, juga
pelindung (HR. Muslim) menegaskan:
Imam Muslim telah meriwayatkan dari Abi Hazim, ia berkata: ‫صبُ َخ ِل ْيفَة ٍَوعَلىَأَنَّ ُو ُج ْو َب ُه ِبالش َّْر ِعالَ ِبا ْلعَ ْق ِل‬ ْ َ‫َوأَجْ َمعُ ْواعَلىَأَنَّ ُهيَ ِجبُن‬
“aku mengikuti mejelis Abu Hurairah selama lima tahun, dan Mereka (para ulama) telah berijmak (bersepakat) bahwa wajib
aku mendengar ia menyampaikan hadits dari Nabi shallallahu mengangkat seorang khalifah dan bahwa kewajiban itu adalah
‘alaihi wa sallam, Beliau pernah bersabda: berdasarkan syariah, bukan berdasarkan akal (Ibnu Hajar al-
‫ َقالُوافَ َماتَأ‬،‫ستَكُونُ ُخ َلفَا ُءفَتَ ْكث ُ ُر‬ َ ‫ِيو‬ َ ‫س ُه ْماْأل َ ْنبِيَا ُء ُك َّل َما َهلَ َكنَبِيٌّ َخلَفَ ُهنَ ِبيٌّ َوإِنَّ ُهالَنَبِيَّبَ ْعد‬ ُ َ‫س َرائِي َلت‬
ُ ‫سو‬ ْ ِ‫كَانَتْبَنُوإ‬ Asqalani, Fath al-Bâri, XII/205).
ْْ‫ستَ ْرعَا ُه ْم‬ ‫اا‬ ‫م‬ ‫ع‬ ‫م‬ ‫ه‬ ُ ‫ل‬‫ئ‬ ‫ا‬‫س‬
ْ َّ َ ْ ُ ِ َ َ ِ ْ ُ َ ْ ‫ه‬ ‫الل‬ َّ
‫ن‬ ‫إ‬َ ‫ف‬‫م‬ ‫ه‬ َّ ‫ق‬‫ح‬‫ُم‬ ‫ه‬ ‫و‬ ُ
‫ط‬ ْ
‫ع‬ َ ‫أل‬ ‫و‬ َ ‫أل‬ْ ‫ا‬‫ف‬َ ‫ل‬‫و‬َ ‫أل‬
ِ َّ ِ َّ ِ َ ْ َ ِ ْْ ‫ا‬ ‫ة‬ ‫ع‬ ‫ي‬‫ب‬‫ب‬ ‫ا‬ ‫و‬ ُ ‫ف‬ :َ
‫ل‬ ‫ا‬َ ‫ق‬‫ا؟‬ َ ‫ن‬‫ر‬ ‫م‬
ُُ Imam Abu Ya’la al-Farra’ juga menyatakan:
Dahulu Bani Israel diurusi dan dipelihara oleh para nabi, setiap ٌ‫اجبَة‬ ِ ‫ام َو‬ ِ ‫صبَةُاْ ِإل َم‬ ْ َ‫ن‬
kali seorang nabi meninggal digantikan oleh nabi yang lain, dan Mengangkat Imam (Khalifah) adalah wajib (Abu Ya’la Al
sesungguhnya tidak ada nabi sesudahku, dan akan ada para Farra’, Al-Ahkâm as-Sulthâniyyah, hlm. 19).
Khalifah, dan mereka banyak, para sahabat bertanya : “lalu apa Imam al-Mawardi (w. 450 H), dari mazhab Syafii:
yang engkau perintahkan kepada kami?” Nabi bersabda : ‫ع ْن ُه ُما َ ْألَصَم‬ َ َّ‫شذ‬ َ ‫اجبٌبِ ْاإلجْ َما ِع َوإِ ْن‬ ِ ‫َاو‬َ ‫ع ْق ُد َها ِل َم ْنيَقُ ْو ُمبِه‬
َ ‫َو‬
“penuhilah baiat yang pertama dan yang pertama, berikanlah Melakukan akad Imamah (Khilafah) bagi orang yang [mampu]
kepada mereka hak mereka, dan sesungguhnya Allah akan melakukannya wajib berdasarkan Ijmak meskipun al-Asham
meminta pertanggung-jawaban mereka atas apa yang mereka menyalahi mereka (ulama) [dengan menolak kewajiban
diminta untuk mengatur dan memeliharanya (HR. Muslim) Khilafah] (Al-Mawardi, al-Ahkam as-Sulthaniyyah,hlm. 5).
Begitulah penegasan para ulama mu’tabar tentang
Sedangkan dalil berupa ijma’ sahabat, maka para kewajiban menegakkan Khilafah Islam sebagai sistem
sahabat –ridhwanaLlâh ‘alayhim– telah bersepakat atas pemerintahan satu-satunya yang sah secara syar’i. Tentu kalau
keharusan pengangkatan Khalifah (pengganti) bagi bukan karena terbatasnya ruang, bisa lebih banyak lagi
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam setelah Beliau wafat. dituliskan pendapat ulama mu’tabar tentang kewajiban
Mereka telah bersepakat untuk mengangkat Abu Bakar mengangkat imam (khalifah) ini.
sebagai Khalifah, lalu Umar bin Khaththab sepeninggal Abu Berdasarkan hal ini, jelaslah hukum menegakkan
Bakar, dan sepeninggal Umar, Utsman bin Affan. Maka ijmak Khilafah adalah fardhu/wajib. Apalagi pada Khilafahlah
sahabat itu merupakan dalil yang jelas dan kuat atas wajibnya bergantung banyak pelaksanaan hukum Islam. Artinya, tanpa
mengangkat Khalifah. Khilafah, banyak hukum Islam—sebagaimana saat ini—tidak
dapat dilaksanakan. Bahkan eksistensi Islam di tengah
Pandangan Ulama tentang Khilafah kehidupan pun bergantung pada adanya Khilafah.
Berdasarkan banyak dalil dari al-Quran, as-Sunnah dan .
Ijmak Sahabat, para ulama Ahlus Sunnah wal Jamaah telah
berijmak (bersepakat) bahwa menegakkan Khilafah di tengah-
tengah umat adalah kewajiban yang telah ditetapkan oleh
syariah. Imam al-Nawawi, seorang ulama Ahlus Sunnah, tegas
menyatakan: