Anda di halaman 1dari 12

PANCASILA

PENDIDIKAN PANCASILA

Disusun Oleh :

Dewi Syahputri Rahayu (04.2107.1.03080)


Salsadilla Rizky Nur Khalalya Syahril (04.2017.1.03163)
Muhammad Wira Ikbar (04.2017.1.03075)
Agung Maulana (04.2017.1.03117)
Kristian Ariel (04.2017.1.030)

Dosen Pengampu :
Zainal Alim M.Pdi

INSTITUT TEKNOLOGI ADHI TAMA SURABAYA


2018
Kata Pengantar :

Puji syukur penulis panjatkan kepada Tuhan yang Maha Esa, karena berkat
rahmatnya lah tugas yang diberikan oleh Pak Zainal Alim M.Pdi dengan makalah
yang berjudul “Memahami Pancasila Dalam Konteks Tertata Negaraan RI” ini
dapat diselesaikan tepat waktu.

Tidak lupa penulis mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang
terlibat. Terutama kepada Pak Zainal Alim yang telah membimbing dan
mengarahkan penulis dalam pembuatan makalah terutama pada pokok
pembahasan.

Penulis menyadari bahwa makalah ini masih belum sempurna. Oleh karna
itu, sangat diharapkan masukan, kritik, serta saran-saran yang bersifat
membangun dari pembaca untuk kesempurnaan dikemudian hari.

Surabaya, 13 Maret 2018


Daftar Isi
HALAMAN JUDUL ………………………………………………. i
KATA PENGANTAR ……………………………………………… ii
DAFTAR ISI …………………………………………………………. iii

BAB I PENDAHULUAN …………………………………….. 4


 A. Latar Belakang ………………………………………….. 4
 B. Rumusan Masalah ……………………………………… 4
 C. Tujuan ……………….….….….….…..….….….….... 4

BAB II PEMBAHASAN ………………………………………. 4

 A. Pokok Pikiran Dalam Pembukaan UUD 1945............ 5


 B. Hubungan Pancasila Dengan Pembukaan UUD 1945.... 7
 C. Hubungan Pembukaan UUD 1945 Dengan Proklamasi
Kemerdekaan ....................................................................10

BAB III PENUTUP ……………………………………………… 11


 A. Simpulan …………………………………………………… 11
 B. Saran …………………………………………………………11

DAFTAR PUSTAKA ……………………………………………. 12


BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Pancasila adalah nilai-nila kehidupan Indonesia sejak zaman nenek


moyang sampai dewasa ini.Berdasarkan hal tersebut terdapatlah perbedaan antara
masyarakat Indonesia dengan masyarakat lain.Nilai-nilai kehidupan tersebut
mewujudkan amal perbuatan dan pembawaan serta watek orang Indonesia.Dengan
kata lain masyarakat Indonesia mempunyai ciri sendiri,yang merupakan
kepribadianya.

Dengan nilai-nilai tersebut rakyat Indonesia melihat dan memecahkan


masalah kehidupan ini untuk mengarahkan dan mempedomi dalam kegiatan
kehidupanya bermasyarakat.Demikianlah mereka melaksanakan kehidupan yang
diyakini kebenaranya.Itulah pandangan hidupnya,karena keyakinan yang telah
mendarah daging itulah maka pancasila dijadikan dasar negara serta ideologi
negara.Itulah kebulatan tekad rakyat Indonesia yang ditetapkan pada tanggal 18
Agustus 1945 melalui panitia persiapan kemerdekaan Indonesia.

Untuk mewujudkan masyarakat pancasila,diperlukan suatu hukum yang


berisi norma-norma,aturan-aturan atau ketentuan-ketentuan yang harus
dilaksanakan dan ditaati oleh setiap warga negara Indonesia.Hukum yang
dimaksud adalah UUD 1945 sebagai hukum dasar tertulis di Negara kita.

B. Rumusan Masalah

1. Bagaimana Pokok Pikiran Dalam Pembukaan UUD 1945?

2. Bagaimana Hubungan Pancasila Dengan Pembukaan UUD 1945?

3. Bagaimana Hubungan Pembukaan UUD 1945 Dengan Proklamasi


Kemerdekaan?

C. Tujuan

Dengan di tulisnya makalah ini penulis bertujuan memberikan penjelasan


tentang pengertian,kedudukan dan fungsi pancasila dan bagaimana hubungan
pancasila dengan UUD ’45,penulis berharap dapat membantu memberikan sedikit
gambaran bahwa tujuan mempelajari pancasila adalah untuk memahami makna
dan arti pancasila sebagai ideologi negara Indonesia.Kita sebagai warga negara
Indonesia harus dapat mempelajari pancasila dengan benar yakni dapat di
pertanggungjawabkan baik secara yuridis konstitusional maupun secara
objektif,oleh karena itu setiap orang boleh memberikan pengertian atau tapsiran
menurut pendapat sendiri.
BAB II
PEMBAHASAN

A. Pokok Pikiran Dalam Pembukaan UUD 1945


1. Pokok pikiran Pertama

Negara begitu bunyinya ‘melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh


tumpah darah Indonesia dengan berdasarkan atas persatuan dengan mewujudkan
keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia’ dalam pengertian ini diterima
pengertian negara persatuan, negara yang melindungi dan meliputi segenap
bangsa seluruhnya.
Jadi negaa mengatasi segala paham golongan, mengatasi segala paham
perseorangan. Negara menurut pengertian ini menghendaki persatuan meliputi
segenap bangsa Indonesia, seluruhnya. Inilah suatu dasar negara yang tidak boleh
dilupakan. Rumusan ini menunjukkan pokok pikiran ‘persatuan’ dengan
pengertian yang lazim, negara, penyelenggara negara dan setiap warganegara
wajib mengutamakan kepentingan negara di atas kepentingan golongan ataupun
perseorangan.

2. Pokok pikiran Kedua

Negara hendak mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat, ini


merupakan pokok pikiran ‘keadilan sosial’ yang didasarkan pada kesadaran
bahwa manusia Indonesia mempunyai hak dan kewajiban yang sama untuk
menciptakan keadilan sosial dalam kehidupan masyarakat.

3. Pokok pikiran Ketiga

Yang terkandung dalam Pembukaan UUD 1945, negara yang berkedaulatan


rakyat, berdasarkan atas kerakyatan dan permusyawaratan perwakilan. Oleh
karena itu sistem negara yang termasuk dalam Undang-Undang Dasar harus
berdasarkan kedaulatan rakat dan berdasar asas pemusyawaratan perwakilan.
Aliran ini sesuai dengan sifat masyarakat Indonesia, pokok pikiran ‘kedaulatan
rakyat’ yang menyatakan kedaulatan di tangan rakyat dan dilakukan sepenuhnya
oleh Majelis Permusyawaratan Rakyat.
Namun hasil amandemen UUD 1945 yang tercantum dalam Pasal 6A
‘Presiden dan Wakil Presiden dipilih dalam satu pasangan secara langsung oleh
rakyat’. Hal ini membuktikan bahwa ada perubahan kedaulatan rakyat yang
tadinya dilakukan sepenuhnya oleh MPR, khusus untuk memilih Presiden dan
Wakil Presiden dilakukan sendiri oleh seluruh rakyat Indonesia.

4. Pokok pikiran Keempat

Yang terkandung dalam “Pembukaan “ negara berdasarkan Ketuhan Yang


Maha Esa menurut dasar Kemanusia yang adil dan beradab. Oleh karena itu,
Undang-Undang Dasar harus mengandung isi mewajibkan pemerintah dan
penyelenggara negara yang lain untuk memlihara budi pekerti kemanusia yang
luhur. Hal ini menegaskan pokok pikiran “Ketuhanan Yang Maha Esa menurut
Dasar Kemanusiaan yang Adil dan Beradab”, ini membuktikan bahwa pokok
pikiran ini merupakan dasar falsafat negara Pancasila.

Pokok pikiran ini dalam “Pembukaan” menuntut konsekuensi logis bahwa


Undang-Undang Dasar harus mengandung isi yang mewajibkan pemerintah dan
lain-lain penyelenggara Negara untuk memelihara budipekerti luhur dan
memegang teguh cita-cita moral rakyat yang luhur. Hal ini menegaskan pokok
pikiran Ketuhanan Yang Maha Esa, yang mengandung pengertian taqwa terhadap
Tuhan Yang Maha Esa. Selain itu, pokok pikiran kemanusiaan yang adil dan
beradab mengandung pengertian menjunjung tinggi hak asasi manusia yang luhur.

Makna Pokok Pikiran Pembukaan UUD 1945

Pokok pikiran pertama :

• Negara melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah


Indonesia berdasar atas persatuan. (Pokok pikiran Persatuan Indonesia)
• Hal ini menunjukkan pokok pikiran persatuan. Dengan pengertian yang lazim,
negara penyelenggara negara dan setiap warganegara wajib mengutamakan
kepentingan negara di atas kepentingan golongan ataupun perorangan. Pokok
pikiran ini merupakan penjabaran sila ketiga Pancasila.

Pokok pikiran kedua :

• Negara hendak mewujudkan suatu keadilan sosial bagi seluruh rakyat


Indonesia.(Pokok pikiran Keadilan Sosial)
• Pokok pikiran ini menempatkan suatu tujuan atau cita-cita yang ingin dicapai
dalam Pembukaan, dan merupakan suatu kausa finalis (sebab tujuan) sehingga
dapat menentukan jalan serta aturan-aturan mana yang harus dilaksanakan dalam
UUD untuk sampai pada tujuan itu yang didasari dengan bekal persatuan dan
kesadaran bahwa manusia mempunyai hak dan kewajiban yang sama untuk
menciptakan keadilan sosial dalam kehidupan masyarakat. Pokok pikiran ini
merupakan penjabaran sila kelima Pancasila.

Pokok pikiran ketiga :

Negara yg berkedaulatan rakyat,berdasarkan atas kerakyatan


dan permusyawaratan/ perwakilan. (Pokok pikiran Kedaulatan Rakyat)
• Pokok pikiran ini dalam pembukaan mengandung konsekwensi logis bahwa
sistem negara yang terbentuk dalam UUD harus berdasarkan atas kedaulatan
rakyat dan permusyawaratan/perwakilan. Pokok pikiran ini merupakan
penjabaran dari sila keempat Pancasila.

Pokok pikiran keempat :


Negara berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa menurut dasar kemanusiaan yang
adil dan beradab. (Pokok pikiran Ketuhanan dan kemanusiaan)
• Pokok pikiran ini mengandung konsekwensi logis bahwa UUD harus
mengandung isi yang mewajibkan pemerintah dan lain-lain penyelenggara
negara untuk memelihara budi pekerti kemanusiaan yang luhur.

B. Hubungan antara Pembukaan UUD 1945 dengan Pancasila

Pancasila sebagai dasar Negara Republik Indonesia mempunyai implikasi


bahwa Pancasila terikat oleh suatu kekuatan secara hukum, terikat oleh struktur
kekuasaan secara formal yang meliputi suasana kebatinan atau cita-cita hukum
yang menguasai dasar Negara (Suhadi, 1998). Cita-cita hukum tersebut terangkum
didalam empat pokok pikiran yang terkandung dalam Undang Undang Dasar 1945
yang sama hakikatnya dengan
Pancasila, yaitu :
1. Negara Persatuan “ Melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah
darah Indonesia “
2. Keadilan sosial “Negara hendak mewujudkan keadilan social bagi seluruh
rakyat Indonesia “
3. Kedaulaatan Rakyat “ Neara yang berkedaulatan rakyat berdasarkan atas
kerakyatan /perwakilan.”
4. Ketuhanan dan kemanusiaan “Negara berdasarkan atas ketuhanan yang
menurut dasar kemanusiaan yang adil dan beradap.”
Pembukaan UUD 1945 adalah sumber motivasi dan aspirasi perjuangan dan
tekad bangsa Indonesia yang merupakan sumber cita-cita luhur dan cita cita
mahal, sehingga pembukaan UUD 19445 merupakan tertib jukum yang tertinggi
dan memberikan kemutlakan agi tertib hukum Indonesia
Pembukaan UUD 1945 bersama dengan UUD 1945 diundnagkan dalam berita
Republik Indonesia tahun 11 No 7, ditetapkan oleh PPKI tanggal 18 Agustus
1945. Pada hakekatnya semua aspek penyelenggaraan pemerintah Negara yang
berdasarkan Pancasila terdapat dalam alenia IV pembukaan UUD 1945.
Dengan demikian Pancasila secara yuridis formal ditetapkan sebagai dasar
filsafat Negara Republik Indonesia bersamaan dengan ditetapkan Pembukaan
UUD 1945 dan UUD 1945. Maka Pancasila dan Pembukaan UUD 1945
mempunyai hubungan timbal balik sebagai berikut :

Hubungan Secara Formal

Dengan dicantumkannya Pancasila secara formal di dalam Pembukaan UUD


1945, maka Pancasila memporelehi kedudukan sebagai norma dasar hukum
positif. Dengan demikian tata kehidupan bernegara tidak hanya bertopang pada
asas-asas social, ekonomi, politik, yaitu perpaduan asas-asas kultural, religigius
dan asas-asas kenegaraan yang unsurnya terdapat dalam Pancasila.
Jadi berdasarkan tempat terdapatnya Pancasila secarta formal dapat
disimpulkan sebagai berikut :
a.) Bahwa rumusan Pancasila sebagai Dasar Negara Republik Indonesia adalah
seperti yang tercantum dalam Pembukaan UUD 1945 alenia IV.
b.) Bahwa Pembukaan UUD 1945, berdasarkan pengertian ilmiah, merupakan
pokok kaedah Negara yang Fundamental dan terhadap tertib hukum
Indonesia mempunyai dua macam kedudukan yaitu :
1. Sebagai dasarnya, karena Pembukaan UUD 1945 itulah yang memberi factor-
faktor mutlak bagi adanya tertib hukum Indonesia.
2. Memasukkkan dirinya di dalam tertib hukum sebagai tertib hukum tertinggi.
c.) Bahwa dengan demikian Pembukaan UUD 1945 berkedudukan dan berfungsi,
selain sebagai Mukaddimah dan UUD 1945 dalam kesatuan yang tidak dapat
dipisahkan, juga berkedudukan sebagai suatu yang bereksistensi sendiri, yang
hakikat kedudukan hukumnya berbeda dengan pasal-Pasalnya. Karena
Pembukaan UUD 1945 yang intinya adlah Pancasila tidak tergantung pada
batang tubuh UUD 1945, bahkan sebagai sumbernya.
d.) Bahwa Pancasila dengan demikian dapat disimpulkan mempunyai
hakikat,sifat,kedudukan dan fungsi sebagai pokokkaedah negara yang
fundamental, yang menjelmakan dirinya sebagai dasar kelangsungan hidup
negara Republik Indonesia yang di proklamirkan tanggal 17 Agustus 1945.
e.) Bahwa Pancasila sebagai inti Pembukaan UUD 1945, dengan demikian
mempunyai kedudukan yang kuat, tetap dan tidak dapat di ubah dan terletak
pada kelangsungan hidup Negara Republik Indonesia.

Hubungan secara material


Hubungan pembukaan UUD 1945 dengan Pncasila selain hubungan yang
bersifat formal, sebagaimana di jelaskan di atas juga hubungan secara material
sebagai berikut:

Bilamana kita tinjau kembali proses perumusan Pancasila dan pembukaan UUD
1945, maka secara kronologis, materi yang di bahas oleh BPUPKI yang pertama-
tama adalah dasar filsafat Pncasila baru kemudian Pembukaan UUD 1945. Setelah
pada sidang pertama pembukaan UUD 1945 BPUPKI membicarakan dasar filsafat
negara Pancasila berikutnya tersusunlah piagam jakarata yang di susun oleh
panitia 9, sebagai wujud bentuk pertama pembukaan UUD 1945.
Jadi berdasar urut-urutan tertib hukum Indonesia Pembukaan UUD 1945
adalah sebagai tertib hukum yang tertinggi, adapun tertib hukum Indonesia
bersumber pada Pancasila, atau dengan kata lain sebagai sumber tertib hukum
Indonesia. Hal ini berarti secara material tertib hukum Indonesia dijabarkan dari
nilai-nilai yang terkandung dalam pancasila. Pancasila sebagai sumber tertib
hukum indonesia meliputi sumber nilai, sumber materi, sumber bentuk dan sifat.
Selain itu dalam hubungannya dengan hakikat dan kedudukan pembukaan
UUD 1945 sebagai pokok kaidah negara yang fubdamental, maka sebenarnya
secara material yang merupakan esensi atau inti sari dari pokok kaidah negara
fundamental tersebut tidak lain adalah pancasila.
ORDE LAMA

Pada masa Orde lama, Pancasila dipahami berdasarkan paradigma yang


berkembang pada situasi dunia yang diliputi oleh tajamnya konflik ideologi. Pada
saat itu kondisi politik dan keamanan dalam negeri diliputi oleh kekacauan
dan kondisi sosial-budaya berada dalam suasana transisional dari
masyarakat terjajah (inlander) menjadi masyarakat merdeka. Masa orde lama
adalah masa pencarian bentuk implementasi Pancasila terutma dalam sistem
kenegaraan. Pancasila diimplementasikan dalam bentuk yang berbeda-beda pada
masa orde lama.

Periode 1945-1950

Konstitusi yang digunakan adalah Pancasila dan UUD 1945 yang presidensil
, namun dalam praktek kenegaraan system presidensiil tak dapat diwujudkan.
setelah penjajah dapat diusir, persatuan mulai mendapat tantangan. upaya-
upaya untuk mengganti Pancasila sebagai dasar negara dengan faham komunis
oleh PKI melalui pemberontakan di Madiun tahun 1948 dan oleh
DI/TII yang akan mendirikan negara dengan dasar islam.

Periode 1950-1956
Penerapan Pancasila selama periode ini adalah pancasila diarahkan sebagai
ideology liberal yang ternyata tidak menjamin stabilitas pemerintahan. Walaupun
dasar negara tetap pancasila, tetapi rumusan sila keempat bukan berjiwakan
musyawarh mufakat, melainkan suara terbanyak. Dalam bidang politik, demokrasi
u 1955 yang dianggap paling demokratis.

Periode 1956-1965
Dikenal sebagai periode demokrasi terpimpin. Demokrasi bukan berada
pada kekuasaan rakyat sehingga yang memimpin adalah nilai-
nilai Pancasila tetapi berada pada kekuasaan pribadi presiden Soekarno.
Terjadilah berbagai penyimpangan penafsiran terhadap Pancasila dalam
konstitusi. Akibatnya Soekarno menjadi otoriter, diangkat menjadi presiden
seumur hidup, politik konfrontasi, dan menggabungkan nasionalis, agama, dan
komunis, yang ternyata tidak cocok bagi NKRI.
Terbukti adanya kemerosotan moral di sebagian masyarakat yang tidak lagi hidup
bersendirkan nilai-nilai Pancasila, dan berusaha untuk menggantikan Pancasila
dengan ideologi lainnya.
Dalam mengimplentasikan Pancasila, Bung Karno melakukan pemahaman
Pancasila dengan paradigma yang disebut USDEK. Untuk memberi arah
perjalanan bangsa, beliau menekankan pentingnya memegang teguh UUD 45
, sosialisme ala Indonesia, demokrasi terpimpin, ekonomi terpimpin dan
kepribadian nasional.Hasilnya terjadi kudeta PKI dan kondisi ekonomi yang
memprihatinkan.
C. Hubungan antara proklamasi dengan pembukaan Undang-
Undangan Dasar 1945
Hubungan antara proklamasi dengan pembukaan Undang-Undangan Dasar
1945 sangat erat, karena :

1. Pembukaan Undang-Undag dasar 1945 tidalh lain ialah penuangan jiwa


proklamasi yakni jiwa pancasila.

2. Pembukaan dalam Undang-Undang Dasar 1945 ialah uraian terperinci dari cita-
cita luhur proklamasi kemerdekaan pada 17 Agustus 1945.

Jika proklamasi kemerdekaan ialah suatu “Proclamation of Independence”


maka pembukaan pada Undang-Undang Dasar 1945 ialah pernyataan
kemerdekaan yang mengandung cita-cita luhur proklamasi. Jika mengubah
pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 maka itu berarti kita melakukan
pembubaran Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) Dengan demikian
Pembukaan ialah Deklarasi Kemerdekaan Indonesia yang memuat cita-cita luhur
dari proklamasi Kemerdekaan Indonesia. Sebuah prokalmasi tidak akan
mempunyai arti tanpa deklarasi karena tanpa deklarasi tujuan dari proklamasi
semata-mata hanya sebuah kemerdekaan belaka. Sebaliknya deklarasi baru akan
mempunyai arti dengan adanya proklamasi yang melahirkan kemerdekaan sebagai
sumber hukum dengan terbentuknya Negara Kesatuan Negara Indonesia (NKRI).
BAB III

PENUTUP

A. Kesimpulan

Berdasarkan permasalahan-permasalahan yang telah dijawab pada bab


sebelumnya, yakni bab pembahasan. Maka kami menyimpulkan:

1. Pancasila sebagai dasar negara dan ideologi bangsa merupakn sumber dan
landasan dari berbagai produk hukum termasuk UUD 1945

2. Suasana kebatianan UUD1945 dan cita-cita hukum UUD 1945 tidak lain adalah
bersumber kepada atau dijiwai dasar falsafah negara pancasila.

3. Pancasila itu sendiri memancarkan nilai-nilai luhur yang telah mampu


memberikan semangat kepada dan terpancang dengan khidmat dalam perangkat
UUD 1945.

4. Dalam melakukan amandemen terhadap UUD 1945 harus sesuai dan berdasar
pada pancasila

5. Bagian UUD 1945 yang dapat diamandemen adalah bagian Batang Tubuh.

6. Tata cara pengamandemenan UUD 1945 tertuang dalam pasal 37 ayat 1-4.

7. Tujuan dari amandemen UUD 1945 adalah untuk menyempurnakan UUD yang
sudah ada agar tetap sesuai dengan perkembangan zaman.

B. Saran

Untuk dapat mencapai suatu tujuan yang sama, yaitu menjunjung tinggi dan
menerapkan nilai-nilai luhur pancasila di segala bidang kehidupan bermasyarakat,
berbangsa dan bernegara. Maka , “marilah bersama-sama memahami mendalami
ajaran pancasila secara menyeluruh supaya kita paham dan dapat
mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari, dengan tujuan dapat
mengurangi sedikit demi sedikit hal hal yang dapat mengancam dan
membahayakan pancasila yang tidak hanya datang dari luar tetapi juga dari dalam,
terlebih lagi di era globalisasi sekarang ini.

Amandemen dirasakan perlu, karena makna dan isi dari UUD 45 itu sendiri agar
bisa sesuai dengan perkembangan zaman. Dan selain itu juga agar UUD 45 dapat
terus dijadikan sebagai sumber hukum tertinggi di Indonesia.
Daftar Pustaka :

 http://webcache.googleusercontent.com/search?q=cache:http://diktarabala
ga.blogspot.com/2012/11/makalah-hubungan-pancasila-dan-uud-
1945.html
 http://www.masterpendidikan.com/2017/03/hubungan-proklamasi-dengan-
pembukaan-uud-1945.html