Anda di halaman 1dari 36

RUMAH TINGGAL

ROBI RAMDANI

212017064
KAJIAN LITERATUR

Teori Arsitektur
PENGERTIAN DAN FUNGSI RUMAH TINGGAL

Rumah bagi sebagian dari kita masih menganggap sebagai suatu kebutuhan papan namun semakin kompleksnya masyarakat dan
berkembangnya peradaban manusia. Kini rumah tinggal bukan hanya sebatas itu saja numun juga merupakan indikator bagi setiap individu
yang menunjukan penegasan status sosial dari sebuah kemapanan. Sebelum kita memutuskan untuk membeli atau membangun sebuah
tempat tinggal maka kita perlu memahami lebih dalam lagi apa definisi dan fungsinya, terlepas dari apa tujuannya apakah akan digunakan
sebagai tempat tinggal atau investasi.

Definisi Rumah Tinggal:

1. Dalam pengertian yang luas, rumah bukan hanya sebuah bangunan (struktural), melainkan juga tempat kediaman yang memenuhi
syarat-syarat kehidupan yang layak, dipandang dari berbagai segi kehidupan masyarakat. Rumah dapat dimengerti sebagai tempat
perlindungan, untuk menikmati kehidupan, beristirahat dan bersuka ria bersama keluarga. Di dalam rumah, penghuni memperoleh kesan
pertama dari kehidupannya di dalam dunia ini. Rumah harus menjamin kepentingan keluarga, yaitu untuk tumbuh, memberi kemungkinan
untuk hidup bergaul dengan tetangganya, dan lebih dari itu, rumah harus memberi ketenangan, kesenangan, kebahagiaan, dan
kenyamanan pada segala peristiwa hidupnya. (Frick,2006:1).

2. Rumah merupakan sebuah bangunan, tempat manusia tinggal dan melangsungkan kehidupannya. Disamping itu rumah juga
merupakan tempat berlangsungnya proses sosialisasi pada saat seorang individu diperkenalkan kepada norma dan adat kebiasaan yang
berlaku di dalam suatu masyarakat.Jadi setiap perumahan memiliki sistem nilai yang berlaku bagi warganya.Sistem nilai tersebut berbeda
antara satu perumahan dengan perumahan yang lain, tergantung pada daerah ataupun keadaan masyarakat setempat. (Sarwono dalam
Budihardjo, 1998 : 148).

3. Rumah adalah bangunan yang berfungsi sebagai tempat tinggal atau hunian dan sarana pembinaan keluarga. (UU No.4 Tahun 1992
tentang Perumahan dan Permukiman).

4. Rumah adalah bangunan untuk tempat tinggal (Kamus Bahasa Indonesia, 1997).

Teori Arsitektur
5. Dalam arti umum, rumah adalah bangunan yang dijadikan tempat tinggal selama jangka waktu tertentu. Rumah bisa menjadi tempat
tinggal manusia maupun hewan, namun tempat tinggal yang khusus bagi hewan biasa disebut sangkar, sarang, atau kandang. Sedangkan
dalam arti khusus, rumah mengacu pada konsep-konsep sosial-kemasyarakatan yang terjalin di dalam bangunan tempat tinggal, seperti
keluarga, tempat bertumbuh, makan, tidur,beraktivitas, dll. (Wikipedia, 2012).

6. Rumah merupakan suatu bangunan, tempat manusia tinggal dan melangsungkan kehidupannya. Disamping itu rumah juga merupakan
tempat berlangsungnya proses sosialisasi pada saat seorang individu diperkenalkan kepada norma dan adat kebiasaan yang berlaku di
dalam suatu masyarakat. Jadi setiap perumahan memiliki sistem nilai yang berlaku bagi warganya. Sistem nilai tersebut berbeda antara
satu perumahan dengan perumahan yang lain, tergantung pada daerah ataupun keadaan masyarakat setempat. (Sarwono dalam
Budihardjo, 1998 : 148).

Fungsi Rumah Tinggal:

1. Turner (dalam Jenie, 2001 : 45), mendefinisikan tiga fungsi utama yang terkandung dalam sebuah rumah tempat bermukim, yaitu:

o Rumah sebagai penunjang identitas keluarga (identity) yang diwujudkan pada kualitas hunian atau perlindungan yang diberikan oleh
rumah. Kebutuhan akan tempat tinggal dimaksudkan agar penghuni dapat memiliki tempat berteduh guna melindungi diri dari iklim setempat.

o Rumah sebagai penunjang kesempatan (opportunity) keluarga untuk berkembang dalam kehidupan sosial budaya dan ekonomi atau
fungsi pengemban keluarga. Kebutuhan berupa akses ini diterjemahkan dalam pemenuhan kebutuhan sosial dan kemudahan ke tempat kerja
guna mendapatkan sumber penghasilan.

o Rumah sebagai penunjang rasa aman (security) dalam arti terjaminnya. keadaan keluarga di masa depan setelah mendapatkan
rumah. Jaminan keamanan atas lingkungan perumahan yang ditempati serta jaminan keamanan berupa kepemilikan rumah dan lahan (the
form of tenure).

2. Rumah berfungsi sebagai wadah untuk lembaga terkecil masyarakat manusia,yang sekaligus dapat dipandang sebagai “shelter” bagi
tumbuhnya rasa aman atau terlindung. Rumah juga berfungsi sebagai wadah bagi berlangsungnya segala aktivitas manusia yang bersifat intern

Teori Arsitektur
dan pribadi. Jadi, rumah tidak semata-mata merupakan tempat bernaung untuk melindungi diri dari segala bahaya, gangguan dan pengaruh fisik
belakang melainkan juga merupakan tempat bernaung untuk melindungi diri dari segala bahaya, gangguan, dan pengaruh fisik belaka, melainkan
juga merupakan tempat tinggal, tempat berisitirahat setelah menjalani perjuangan hidup sehari-hari. (Ridho, 2001 : 18)

3. Secara garis besar, rumah memiliki fungsi (Doxiadis dalam Dian, 2009), yaitu:

o Rumah harus memenuhi kebutuhan pokok jasmani manusia.

o Rumah harus memenuhi kebutuhan pokok rohani manusia.

o Rumah harus melindungi manusia dari penularan penyakit.

o Rumah harus melindungi manusia dari gangguan luar.

o Rumah menunjukan tempat tinggal.

o Rumah merupakan mediasi antara manusia dan dunia.

o Rumah merupakan arsenal, yaitu tempat manusia mendapatkan kekuatan kembali.

4. Menurut Johan Silas (2002) rumah mengandung pengertian:

o Sebagai tempat penyelenggaraan kehidupan dan penghidupan keluarga; rumah harus memenuhi kebutuhan yang bersifat biologis
seperti makan, belajar, dan lain-lain, juga memenuhi kebutuhan non biologis, seperti bercengkrama dengan anggota keluarga atau dengan
tetangga.

o Rumah berfungsi sebagai sarana investasi; rumah mempunyai nilai investasi yang bersifat moneter yang dapat diukur dengan uang
dan non moneter yang tidak dapat diukur dengan uang., tetapi lebih pada keuntungan moral dan kebahagiaan keluarga.

o Rumah sebagai sarana berusaha; melalui rumah penghuni dapat meningkatkan pendapatannya guna kelangsungan hidupnya.

Teori Arsitektur
o Rumah sebagai tempat bernaung harus memenuhi kebutuhan ruang akan kegiatan bagi penghuninya. Terdapat beberapa ruang
pokok yang ada pada sebuah rumah, yaitu ruang tidur, ruang belajar atau ruang kerja, ruang keluarga, ruang services seperti dapur, dan teras
atau ruang tamu. Makna yang terkandung didalam kebutuhan ruang-ruang tersebut mencerminkan bahwa rumah adalah tempat untuk
istirahat, tempat untuk mengaktualisasikan diri guna meningkatkan mutu kehidupan, rumah sebagai tempat sosialisasi utamanya dengan
keluarga, rumah sebagai tempat menyediakan kebutuhan jasmani dan rohani, serta rumah sebagai tempat bernaung.

KARAKTERISTIK RUMAH TINGGAL

1. Karakteristik Hunian Tempat Tinggal atau Rumah

John Turner dalam Sabari (1999) mengemukakan beberapa dimensi yang bergerak paralel dengan mobilitas tempat tinggal, ada 4
dimensi yang perlu diperhatikan dalam mencoba memahami dinamika perubahan tempat tinggal pada suatu kota.

Teori Arsitektur
a. Dimensi Lokasi

Dimensi ini mengacu pada tempat-tempat yang dianggap paling cocok untuk bertempat tinggal dalam kondisi dirinya (lebih ditekankan
pada penghasilan dan siklus kehidupannya), lokasi dalam konteks ini berkaitan erat dengan jarak terhadap tempat kerja
(accessibilitytoemployment).

b. Dimensi Perumahan

Dimensi ini berkaitan dengan aspirasi perorangan atau sekelompok orang terhadap macam dan type rumah yang diinginkan sesuai
dengan penghasilan dan siklus kehidupannya.

c. Dimensi Siklus Kehidupan,

Dimensi ini membahas tentang tahap-tahap seseorang mulai menapak dalam kehidupan mandirinya, dimana semua kebutuhan
hidupnya ditopang oleh penghasilannya sendiri.

d. Dimensi Penghasilan,

Dimensi ini berkaitan dengan besar kecilnya penghasilan seseorang yang dikaikan dengan lamanya menetap di suatu kota.

Teori diatas didasarkan pada asas keseimbangan, dimana mengandung pengertian bahwa mereka yang lebih kuat ekonominya akan
memperoleh sesuatu yang lebih baik dalam hal lokasi perumahan. Kondisi ini merupakan gabungan dari 3 prioritas dalam lingkungan
perumahan yaitu;

a) Masalah penguasaan tempat tinggal, dengan melihat kemampuan ekonomi seseorang akan mampu memutuskan yang terbaik
buat dirinya apakah menyewa atau memiliki perumahan

b) Masalah lokasi, disini seseorang harus menentukan lokasi tempat tinggal yang dianggap paling sesuai. Apakah dekat dengan
pusat kota, dekat dengan tempat kerja atau di daerah pinggiran kota.

c) Masalah rumahnya sendiri, seseorang harus menentukan apakah jenis rumah yang sangat sederhana, menengah ataupun mewah.

Ada strata sosial yang ikut berpengaruh terhadap perilaku masyarakat dalam menentukan pilihan terhadap tempat tinggal, yaitu:

Teori Arsitektur
a) Bridgeheaders

Golongan yang baru datang ke kota, yaitu golongan yang dengan segala keterbatasannya belum mampu mengangkat dirinya ke
jenjang sosial ekonomi yang lebih tinggi. Pada umumnya pasangan keluarga muda atau bujangan, dan terpaksa harus menyewa
tempat tinggal.

b) Consolidators

Golongan yang sudah agak lama tinggal di perkotaan, yaitu golongan yang ekonominya mulai meningkat dan membeli lahan atau
rumah dengan kualitas sedang.

c) Status Seeker

Golongan yang sudah lama tinggal di kota, yaitu golongan yang ekonominya sudah mapan. Golongan ini menginginkan suatu kondisi
yang mengakibatkan statusnya diakui dalam statum sosial.

Jenis- Jenis Rumah Tinggal

Menurut Richard Untermann& Robert Small (1986) dalam dalam buku Perencanaan Tapak untuk Perumahan, maka ada beberapa tipe
perumahan antara lain:

A. Rumah Tinggal Tunggal/ Detached

Teori Arsitektur
Rumah tinggal tunggal atau rumah terpisah adalah rumah tinggal yang berdiri sendiri. Rumah tinggal tunggal dipakai biasanya hanya untuk
satu keluarga dan jarak antar rumahnya berjauhan. Selain itu cottage, villa, bungalow, dan mansion juga termasuk dalam kelompok rumah
tinggal tunggal. Rumah tinggal tunggal dibangun diatas tanah yang besarnya lebih besar dari bangunannya. Rumah tersebut dikelilingi oleh
halaman atau yard .

B. Rumah Tinggal Koppel ( Semi Detached )

Rumah Tinggal kopel adalah Rumah Tinggal Tunggal yang di sekat sama besar antara Kiri dan
Kanan, biasanya rumah tinggal kopel ini untuk disewakan pemiliknya untuk menghemat lahan
bangunan.

C. Rumah Kota (TownHouse)

Adalah sama seperti rumah gandeng dengan penambahan tempat parkir di dalam bangunannya. Parkir di bagian dalam memerlukan halaman
depan yang lebih lebar (untuk menampung pengemudi dan jalan masuk dan ruangan bagian dalam untuk kegunaan tertentu) dan kadang-
kadang dibuat dengan suatu kedalaman kira-kira 150 feet. Rumah kota menawarkan kenyamanan yang tinggi untuk sebuah keluarga tunggal
kecuali bila dibuat tanpa halaman samping.

Teori Arsitektur
D. Rumah Susun (Flat)

Rumah yang flesibel, yaitu mampu menyesuaikan berbagai konfigurasi. Kerugian utama rumah
susun adalah BC yang mengurangi unit-unit yang dapat diorientasikan ke permukaan tanah.
Rumah susun umumnya berisi ganda, artinya mempunyai ruang-ruang yang berada di luar pada
unit-unit tersebut.

E. Rumah berpekarangan Dalam (PatioHouse)

Teori Arsitektur
Adalah suatu variasi pada rumah "ranch” berlantai satu tradisional. Dengan pintu masuk di
bagian tengah, ruang tamu terletak pada sisi dan ruang-ruang tidur pada sisi lainnya. Untuk
menyesuaikan pada bidang tanah yang sempit, bentuk tersebut "dibengkokkan” dan ruang-
ruang pribadinya dikitari oleh pemagaran. Dengan menghilangkan halaman-halaman samping
dan depan, rumah "ranch” tersebut kini menjadi rumah berpekarangan dalam (patio).

F. Maisonet (Maisonette)

Adalah sebuah tipe standar dari bangunan berkapasitas tinggi dan bertingkat rendah. Yang
telah dipergunakan secara luas di seluruh dunia. Dikatakan berkepadatan tinggi karena
merupakan suatu penumpukan vertikal maksimum dari sebuah unit berlantai dua di atas
unit bangunan lainnya, dengan dua tahapan tangga untuk lantai utama dari unit yang
terletak lebih atas.

G. Rumah teras bertingkat (TerraceHouse)

Teori Arsitektur
Rumah gandeng dan berpekarangan dalam dapat saja dibuat menjenjang ke atas
maupun ke bawah sebuah perbukitan guna meningkatkan arah pandangan, dan
memberikan orientasi yang lebih baik, juga memungkinkan taman-taman atau teras-
teras di atas atap-atap dari unit-unit di bawahnya.

H. Rumah Gandeng (RowHouses)

Rumah gandeng berasal dari rumah berlantai dua tradisional yang terletak di atas
sebidang petak yang sempit.. Fung-fungsi "tempat tinggal” dasarnya terletak pada lantai
bawah: meliputi ruang tamu, ruang makan, dapur, kamar mandi kecil dan kemungkinan
sebuah ruang belajar.

1). Rumah : jenis, garis sempadan, syarat & kegunaannya

Teori Arsitektur
Sesuai hirarki kebutuhan dari Abraham Maslow, setelah manusia terpenuhi kebutuhan jasmaniahnya ( sandang, pangan dan kesehatan
), maka kebutuhan akan rumah merupakan salah satu motivasi untuk mengembangkan kehidupan yang lebih baik dan tinggi. Dengan memiliki
rumah, walaupun kecil, secara hakiki pemilik telah menguasai ruang yang dapat diatur sesuka hatinya, sesuai seleranya. Ruang tsb akan
memberikan respon terhadapnya, artinya dapat tercipta suasana timbal balik dan saling menghidupkan. Dengan demikian,
suasana home telah tercipta pada house tsb. Bukan lagi sekedar menghindari hujan dan panas, tetapi memberikan ketenangan, kesenangan,
bahkan kenangan akan segala peristiwa dalam kehidupannya.

Karena rumah telah menjadi satu dengan hidupnya, maka tercipta mikro kosmos ( rumah dan suasananya ) terpadu dengan makro
kosmos ( lingkungan kota, daerah, negara, dunia, alam ), secara harmonis yang saling mempengaruhi. Hubungan yang tidak serasi akan
mengakibatkan ketidaktenangan dan ketidakstabilan hidup. Menyadari hal tersebut, disepakati untuk membangun rumah untuk memenuhi
kebutuhan rakyat banyak. Untuk membangun rumah yang layak, sehat untuk dihuni, berikut ini dasar2 perencanaan rumah dari segi bentuk,
jenis, serta aturan tata kota
untuk membangun rumah
2). Rumah berdasarkan bentuk penggunaannya
tinggal :
 Rumah tunggal : punya satu pintu bebas dengan jalan masuk sendiri, misalnya rumah di kota, villa
Rumah bukan tempat
 Rumah majemuk : punya beberapa pintu masuk tinggal : misalnya rumah
yang bersifat darurat, non
 Rumah berpindah tempat : misalnya trailer pada rumah mobile permanen, untuk
menanggulangi keadaan
darurat, akibat bencana alam

3). Rumah berdasarkan jenisnya

Rumah tunggal. Berdiri sendiri dalam persil, terpisah dengan rumah di sebelahnya. Tingkat privasi & kenyamanannya yang tertinggi.

Rumah deret. Ingat rumahnya Huxtable di CosbyShow juga seperti ini. Rumah- rumah di Eropa & Amerika ini diikuti sebagian pemukiman elit
di Indonesia.

 Rumah tunggal ( detachedhouses ) : rumah berdiri sendiri pada persil, terpisah dengan rumah di sebelahnya.

Teori Arsitektur
 Rumah kopel ( semi detachedhouses ) : rumah yang umumnya berada pada satu persil, satu bangunan terdiri dari 2 unit rumah dengan
satu atap.

 Rumah deret ( rowhouses ) : jenis hunian yang unitnya menempel satu sama lain, umumnya maksimal 6 unit berderet.

 Rumah tipe Maisonettee : terdiri 2 lantai, bisa berupa satu unit tersendiri, bisa berderet, dapat berada dalam massa yang besar,
umumnya lantai satu untuk kegiatan umum ( ruang tamu, keluarga, makan, dapur ) dan lantai 2 khusus ruang tidur. Luas bangunan
antara 40-70 m2 ( jumlah luas lantai atas dan bawah ).

 Luas persil antara 45 – 165 m2. Kecuali untuk persil di sudut, dapat ditambah pada sisi sejajar dengan jalan samping, sesuai ketentuan
minimum lebar GSB ( Garis Sempadan Bangunan ).

 Apartemen : bangunan besar bertingkat banyak, terdiri unit2 hunian, setiap unit terdiri 1 – 3 lantai.

 Rumah inti : hanya terdiri ruang2 pokok ( tidak lengkap ) yaitu ; WC, kamar tidur, dapur dan satu ruang serbaguna, yang
perkembangannya di kemudian hari dilakukan penghuni sendiri sesuai arahan dari pengelola. Luas minimum 12 m2, dimungkinkan
pengembangannya menjadi rumah sederhana lengkap seluas minimum 36 m2. Rumah sub inti : hanya terdiri kamar mandi/ WC dan
satu ruang serbaguna.

 Rumah tumbuh : rumah yang dibangun secara bertahap sesuai kemampuan penghuni, tetapi denah keseluruhannya telah dirancang.

 Rumah berjenjang ( terracehouse ) : memiliki taman, umumnya bertingkat, dibangun pada tapak yang berlereng/ miring.

 Rumah spit level ( Spit level house ) : memiliki mezanin untuk ruang keluarga dan ruang tamu terpisah lantainya, tapi secara split.

 Court houses : rumah yang mengelilingi satu ruang terbuka di tengah, rumah yang beratrium.

Teori Arsitektur
Syarat Rumah Sehat dan Bahagia Menurut
Feng Shui

Teori Arsitektur
Ilmu Feng Shui yang diterapkan dalam mendesain rumah ternyata tidak hanya sebatas pada kepercayaan semata.
Untuk sebagian orang yang memahami filosofi di dalamnya, mereka sadar bahwa Feng Shui dapat membuat rumah
menjadi lebih sehat dan rapi.

Penataan feng shui yang tepat juga dapat memberi rasa saling terhubung antara penghuni dengan rumah. Secara
praktis, feng shui dapat membuat rumah terasa lebih nyaman ditempati.

Lalu, bagaimana caranya membuat rumah lebih sehat dan membuat bahagia penghuninya dengan penataan ruang
sesuai feng shui? Berikut ini ada beberapa make over yang mudah diterapkan, sesuai panduan dari ahli feng shui, Laura
Benko.

Teori Arsitektur
Hindari cahaya masuk dan keluar secara langsung

“Ketika ada celah masuk cahaya melalui pintu masuk yang berhadapan langsung dengan pintu keluar maka energi (chi)
akan keluar rumah dengan cepat,” ucap Benko.

Untuk mengantisipasi hal ini, coba letakkan pintu belakang di posisi yang sedikit bergeser dari pintu depan.

Dengan begitu cahaya bisa diserap masuk ke ruangan dengan maksimal tapi tidak terlalu terang. Sebagai tambahan,
Anda juga bisa membuat pergerakan chi lebih lambat dengan menambah keset di lantai serta pajangan di dinding.

Teori Arsitektur
Buat rumah selalu bersih

Mungkin tidak mudah mewujudkan rumah yang rapi dan bersih dengan hadirnya ragam perabot di dalamnya. Untuk itu,
ketika membuat denah pemetaan ruang, pastikan Anda merencanakannya dengan matang.

Teori Arsitektur
Kurangi perabot kecil yang memenuhi ruangan dan berusaha buat rumah terlihat sesimpel mungkin. Dengan begitu
rumah Anda bisa menjadi lingkungan yang sehat dan bersih karena tidak ada debu yang menumpuk.

Pastikan jalan masuk terlihat rapi

“Jalan masuk ke dalam rumah adalah hal yang paling penting dalam ilmu feng shui,” ucap Benko. Sebagai pintu utama
masuknya energi ke dalam rumah, pastikan area dalam pintu masuk terlihat lega. Sebagai tips, coba tambahkan sebuah
kaca pada foyer. Menurut Benko, kaca dapat membuat ruangan terkesan luas dan menyebarkan cahaya dengan baik.

Teori Arsitektur
Seimbangkan lima elemen

Lima elemen yang terdiri dari tanah, kayu, api, air dan besi dapat ditampilkan dalam desain rumah Anda, baik secara fisik
atau simbolik. Sebagai contoh, Anda bisa membawa elemen api dengan pilihan warna cat yang hangat seperti merah
dan oranye. Atau secara fisik bisa diwakili dengan hadirnya perapian atau lilin bakar di dalam ruangan.

Teori Arsitektur
Menurut Benko, intinya adalah membuat ruangan terlihat seimbang dengan elemen yang berbeda-beda. Coba
perhatikan lagi padanan warna atau elemen yang ada di rumah Anda, bisa saja ada ketidak seimbangan yang
mempengaruhi emosi secara langsung.

Buang Simbol Negatif

Jika diperhatikan lebih mendalam, menurut Benko, “Simbolisme secara langsung dapat mempengaruhi kehidupan
sehari-hari. Mulai dari sejarah sampai dengan poster film, kita selalu dipengaruhi oleh ragam simbol-simbol.

Teori Arsitektur
Begitupun di dalam rumah, simbol dapat berpengaruh besar terhadap kehidupan sehari-hari.” Kata Benko. Untuk itu
Benko menyarankan agar tidak memajang simbol negatif di dalam rumah. Simbol negatif ini juga bisa terlihat dari kaca
yang digantung terlalu tinggi.

Maksimalkan cahaya alami dari cermin dan jendela

Semua tentu tahu bahwa cahaya alami dapat membuat perasaan lebih bahagia dan positif. Cermin merupakan elemen
penting dalam feng shui, karena dapat membuat ruangan lebih lega dan terlihat cerah. Sebagai tips, ketika ingin

Teori Arsitektur
menggantungkan cermin, pastikan ia menghadap ke arah masuknya cahaya sehingga membuat ruangan terlihat lebih
bercahaya.

Sumber:

 Asteriani, Febby (2005). “Analisis Peringkat Faktor-Faktor Pemilihan Lokasi Ruko Dari Sudut Pandang Pengguna dan Pengembang
Ruko Di Kota Pekanbaru”. Tesis S-2 MPKD, UGM, Yogyakarta.
 Yunus, Sabari, (1994). Teori dan Model Struktur Keruangan Kota, Fakultas Geografi UGM, Yogyakarta.
 http://perencanaankota.blogspot.com/2012/08/karakteristik-hunian-tempat-tinggal.html
 http://ruslandelan.blogspot.com/2012/10/jenis-jenis-rumah.html#pages/2
 https://www.rumah.com/berita-properti/2016/4/123113/syarat-rumah-sehat-dan-bahagia-menurut-feng-shui
 http://sindoroteknik.com/definisi-dan-fungsi-rumah-tinggal/

Teori Arsitektur
STUDI BANDING

Teori Arsitektur
Lean House /
Teerachai
Leesuraplanon

Architects

Teerachai Leesuraplanon

Location

, Thailand

Area

420.0 m2

Project Year

2018

Photographs

Rungkit Charoenwat

Manufacturers

SCG, Onduline

Civil Engineer
Teori Arsitektur
Somporn Bhatrabhuribharsana

Contractor
"Baan Ing Gaya" (Lean House) dirancang untuk menanggapi perubahan gaya hidup
seorang pria China-Thailand, berusia 73 tahun, klien rumah tersebut. Perubahannya tidak
hanya bergerak dari tinggal di bangunan komersial bertingkat 4 ke rumah berlantai satu, tapi
juga mengubah pikiran dan perasaan untuk menyesuaikan diri dengan konteks baru. Oleh
Teori Arsitektur
karena itu, desain memperhitungkan keseimbangan dan pencampuran antara "Convention
vs Science", "Rasa aman vs. Kenyamanan hidup baru di tempat terbuka" dan "arsitektur
Cina dan Thailand"

Meski di tahun-tahun tuanya, pemilik rumah menyambut pemikiran rasional dan


modern. Namun, sebagai keturunan Tionghoa-Thailand, dia tidak mengabaikan
kepercayaan pada Feng Shui yang tidak hanya mempengaruhi orientasi rumah di tanah
yang luas tetapi juga menghadap rumah ke arah jalan timur laut dan lokasi kamar tidur
utama. . Selain itu, perancang telah menggunakan data klimatologis dan analisis lokasi

Teori Arsitektur
untuk menentukan aula tengah, yang merupakan jantung rumah ini, menghadap ke selatan
dengan pemandangan pepohonan raksasa Garjan di kuil: pemandangan terbaik dari daerah
ini. Jadi, aula ini mencakup ventilasi dan kenyamanan yang tidak pernah diterima klien saat
tinggal di gedung komersial.
Selain itu, terletak di lansekap Angthong yang subur, bangunan ini dirancang
berdasarkan elemen dasar arsitektur, termasuk bahan yang tersedia secara lokal seperti
kayu, baja, dan beton. Namun, materi yang paling penting adalah "batu bata Angthong
buatan lokal" dengan maksud untuk menunjukkan keaslian materi untuk mencerminkan nilai
sebenarnya dan menciptakan harmoni dengan lanskap pedesaan yang mengelilinginya.
Selain itu, karena lokasi yang berada di lahan terbuka tanpa pohon yang rimbun beserta
konsep keselamatannya, arsiteknya telah menciptakan ruang sekeliling bangunan
disekitarnya, sehingga memungkinkan cahaya bersinar melalui panel semi transparan yang
dibangun untuk alasan keamanan. Serta, cahaya dan bayangan pada bidang arsitektur itu
sendiri muncul dan berubah sesuai dengan momen yang berbeda dalam seharinya: contoh
bagusnya kekuatan alam memberi nilai lebih pada ruang.

Teori Arsitektur
Mengenai rasa aman yang diketahui pemilik rumah
sebelumnya, faktor inilah yang pertama kali difokuskan
oleh perancang dengan konteks baru: dengan
merancang pagar transparan, membiarkan area itu
sebagai halaman depan untuk penglihatan yang jelas, dan menciptakan dinding yang besar
untuk mencegah area pribadi dari mata orang yang lewat. Namun, untuk mengurangi

Teori Arsitektur
soliditas dinding, perancang telah menciptakan pola batu bata tertentu untuk membuat
dinding bata berpori dan telah memasang jendela geser kaca bening di dalam dinding untuk
menghadirkan dua lapisan keamanan.

Teori Arsitektur
Teori Arsitektur
Teori Arsitektur
Teori Arsitektur
Teori Arsitektur
Teori Arsitektur
Teori Arsitektur