Anda di halaman 1dari 18

Tugas Statistika Kendali Mutu

a. LEMBAR PEMERIKSAAN

KEGIATAN PRATIKUM

1. Apa saja yang harus diperhatikan dalam membuat lembar pemeriksaan? Jelaskan !

Jawab :

Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam membuat Check Sheet antara lain, yaitu:

- Sasarannya harus jelas

Dalam membuat check sheet kita harus mengetahui dulu untuk apa kita

membuat cheek sheet kemudian kepada siapa check sheet itu akan diberikan .

Karena jika kita tidak tahu kepada siapa kita akan memberikan cheek sheet

maka akan dikhawatirkan isi dari check sheet itu tidak sesuai dengan sasaran

yang akan dituju.

- Keterangan yang diperlukan memenuhi sasaran

Sama hal nya dengan poin yang pertama tadi. Kita dituntut untuk

mengetahui sasaran yang akan dituju terlebih dahulu. Setelah itu baru kita bias

menyesuaikan keterangan – keterangan yang ada pada check sheet. Sehingga

antara isi check sheet tersebut dengan sasaran yang akan kita tuju tidak

bertentangan.

- Dapat diisi dengan mudah dan cepat

Check sheet harus dapat diisi dengan mudah dan cepat oleh narasumber.

Karena kalau terlalu sulit akan dikhawatirkan narasumber tersebut akan jenuh

dan tidak mau mengisi check sheet.

- Dapat disimpulkan dengan cepat


Check sheet diharapkan dapat memberikan informasi dengan mudah ,

sehingga kita dapat menyimpulkan informasi dari check sheet tersebut dengan

cepat.

2. Jelaskan beberapa jenis check sheet.

Jawab :

a. Process Distribution Check Sheet

Check sheet ini mengukur frekuensi satu item di berbagai

pengukuran, secara visual menunjukkan distribusi yang interpretasikan

sebagai histogram-histogram.

Gambar 1 di bawah ini menunjukan contoh process distribution check sheet.

Gambar 1. Pemeriksaan Ketebalan Item dengan Process Distribution Check Sheet

Seperti terlihat pada Gambar 1, analisis check sheet ini akan menggunakan

teori kurva normal seperti yang ada dalam ilmu statistik. Ketika pengukuran selesai,

pemeriksaan check sheet harus bisa menjawab pertanyaan-pertanyaan sebagai berikut:


 Apakah tanda cek membentuk kurva lonceng (kurva normal)? Apakah

berbentuk miring (skewness )? Apakah ada lebih dari satu puncak? Apakah ada

outlier?

 Apakah tanda cek jatuh seluruhnya diantara garis LSL (lower specification

limit) dan USL (upper specification limit)? Atau sebagian besar tanda cek jatuh

di luar garis LSL atau USL?

Jika terbukti data tidak normal atau jika data signifikan di dekat atau di luar

garis LSL/USL, maka usaha improvement harus dilakukan untuk menghilangkan

special cause of variation, yaitu: variasi yang terjadi karena faktor eksternal (dari luar

sistem).

b. Defective Item Check Sheet

Check sheet ini menghitung dan mengklasifikasikan cacat menurut jenisnya,

seperti terlihat pada Gambar 2 di bawah ini. Hasil check sheet ini dapat dijadikan

analisis Pareto, di mana data kemudian akan diurutkan dari yang terbesar sampai

dengan yang terkecil. Asumsi analisis Pareto adalah mengidentifikasi 20% penyebab

masalah vital (ranking tertinggi) untuk mewujudkan 80% improvement secara

keseluruhan.
Gambar 2. Defective Item Check Sheet pada Final Inspection di Lini Sewing Pabrik Sepatu

c. Defect Location Check Sheet (atau Location Plot atau Concentration Diagram)

Check sheet ini menggunakan gambar item untuk ditandai posisi cacatnya

sehingga dapat diketahui di mana cacat terbanyak terjadi dalam proses, seperti terlihat

pada Gambar 3 di bawah ini.

Gambar 3. Defect Location Check Sheet untuk Upper Sepatu

d. Defective Cause Check Sheet

Check sheet ini bertujuan untuk mengkorelasikan sebab dan akibat dengan

memasukkan faktor-faktor penyebab yang mungkin, seperti waktu, operator, mesin,

dan lokasi.

Sebagai contoh lihat Gambar 4, nama-nama operator, jam sebelum makan

siang, jam setelah makan siang, dan beberapa workstation dirangkum pada selembar

check sheet dalam rangka mengidentifikasi trend di lintas kelompok. Contoh check

sheet di bawah ini menunjukan bahwa jam setelah makan siang di workstation 2
tampak paling rentan terhadap cacat. Tindak lanjutnya adalah pada kebiasaan makan

siang operator, ditambah pemeriksaan kondisi, perilaku operator, dan kinerja operasi

di workstation 2 setelah jam makan siang.

Gambar 4. Defective Cause Check Sheet pada 2 Workstation

e. Check-up Confirmation Check Sheet (atau Checklist)

Check sheet ini berisi daftar tindakan atau hasil tindakan yang akan dicentang

ketika telah selesai dilakukan (lihat Gambar 5). Setelah selesai dicentang seluruhnya,

check sheet ini menjadi semacam sertifikat penyelesaian. Di tempat kerja, saya sering

membuat checklist sederhana pada sticky note (lihat Gambar 6), bagi saya ini

membantu mengingat pekerjaan pokok saya yang kadang terlupakan akibat over-load

pekerjaan atau karena ada tambahan project.


Gambar 5. Check-up Confirmation Check Sheet pada Form Inspeksi SHAPE (Safety, Health,

Attitude, People & Environment)

3. Buatlah lembar pemeriksaan dan interpretasikan dari soal berikut :

Dr. Frans Melik, Direktur Pengelola “M. C. SEHAT’i”, baru-baru ini

mengadakan survey melalui penyebaran kuesioner, guna menganalisa faktor-faktor

penyebab pasien yang semakin menurun karena akibat penurunan ini pendapatan M.

C. SEHAT’i juga turun sampai 20% dibandingkan dengan bulan yang sama periode

tahun lalu.Hasil kuesioner dari 1000 responden telah diringkas seperti dibawah ini,

untuk memudahkan, terlebih dahulu diberi kode pada masing-masing jawaban

responden.

Penyebab
KODE

Obat-obatan di apotek (Klinik) kurang lengkap


A
Dokter ahli (spesialis) tidak lengkap
B

Tidak punya kartu berobat


C

Tidak tahu ada “Klinik Sehat Krina”


D

Pelayanan di Klinik kurang baik


E

Lokasi Klinik jauh dari rumah


F

Ruang tunggu Klinik kurang nyaman


G

Belum tahu prosedur pendaftarannya


H

RingkasanHasilKuesioner
Lembarpemeriksaan (check sheet) dananalisis data:

Penyebab Kode Tabulasi Frekuensi

Obat-obatan di apotek (Klinik) ||||| ||||| ||||| |||| 19


A
kuranglengkap

Dokterahli (spesialis) ||||| ||||| ||||| ||||| || 22


B
tidaklengkap

Tidakpunyakartuberobat C ||||| ||||| |||| 14

Tidaktahuada ||||| ||||| ||||| ||||| ||||| ||| 28


D
“KlinikSehatKrina”

Pelayanan di Klinikkurangbaik E ||||| ||||| ||||| ||||| ||| 23

LokasiKlinikjauhdarirumah F ||||| ||||| ||||| ||||| ||||| ||||| ||||| ||||| ||||| ||||| || 52

RuangtungguKlinikkurangnyam ||||| ||||| ||||| | 16


G
an

Belumtahuprosedurpendaftaran ||||| ||||| ||||| ||||| ||||| ||||| | 31


H
nya

Jumlah 205

b. DIAGRAM PARETO

KEGIATAN PRATIKUM

1. Sebutkan langkah-langkah penyusunan diagram pareto.

Jawab :

Langkah-langkah pembuatan diagram pareto, yaitu sebagai berikut.

 Stratifikasi permasalahan dan nyatakan dalam angka.

 Tentukan jangka waktu pengumpulan data.


Untuk memudahkan melihat perbandingan hasil sebelum dan sesudah

perbaikan, jangka waktu pengumpulan data sebelum dan sesudah perbaikan

dibuat sama.

 Atur masing masing penyebab secara berurutan sesuai dengan besarnya nilai

dalam grafik kolom. Penyebab dengan nilai lebih besar terletak di sisi

paling kiri dan seterusnya.

 Gambarkan grafik garis yang menunjukkan jumlah persentase (total =

100%) pada bagian atas grafik kolom Dimulai dengan nilai yang terbesar

dan di bagian bawah masing masing kolom dituliskan keterangan kolom

tersebut.

 Pada bagian atas berikan keterangan atau nama diagram dan jumlah unit

seluruhnya.

2. Hitung frekuensi kumulatif dan persentase kumulatif dari survey (penyebaran

kuesioner) faktor-faktor penyebab pasien yang semakin menurun di M. C. SEHAT’i

Penyebab Kode Frekuens Frek Frek

i u- u-

ensik ensik

umul- umul-

atif atif

(%)

Obat-obatan di apotek (Klinik) kuranglengkap A 19 19 9.26

Dokterahli (spesialis) tidaklengkap B 22 41 20

Tidakpunyakartuberobat C 14 55 26.82

Tidaktahuada “KlinikSehatKrina” D 28 83 40.48


Pelayanan di Klinikkurangbaik E 23 106 51.7

LokasiKlinikjauhdarirumah F 52 158 77.07

RuangtungguKlinikkurangnyaman G 16 174 84.87

Belumtahuprosedurpendaftarannya H 31 205 100

Jumlah 205

3. Buatlah diagram pareto dan langkah-langkah membuat diagram pareto pada minitab

16, serta analisis data.

Jawab :

a. Inputkan data ke dalam worksheet minitab

b. Klik Stat – Quality Control – Paretto Char


c. Kemudian akan muncul kotak dialog seperti berikut. Kemudian inputkan

seperti gambar berikut ini :

d. Klik Ok. Akan muncul diagram paretto seperti berikut ini

Pareto Chart of Penyebab


200 100
80
Frekuensi

150
Percent

60
100
40
50 20
0 0
Penyebab a” ik t
ah ny
a
in ba ka
p
ka
p an ba
rum ran Kr n g e ng e ng y am e ro
ri ta t l l n b
af ha ra ak ng
da Se ku ng rtu
uh e nd i k ik ) tid ura ura ka
ja p in k k a
ik ur lin Kl ia
lis ik ) ik ny
“K di in pu
K lin sed da n p es K lin Kl k
si o a na (s ( gu da
ka pr hu ya li te
k
ng Ti
Lo hu ta e la ah po tu
ta k P e r a g
m da kt di an
lu Ti Do n Ru
Be a ta
b
t-o
ba
O
Frekuensi 52 31 28 23 22 19 16 14
Percent 25.4 15.1 13.7 11.2 10.7 9.3 7.8 6.8

Dari Diagram pareto diatas dapat diketahui bahwa penyebab yang paling

berpengaruh turunnya pasien yang berobat di klinik tersebut karena Lokasi Klinik

yang jauh dari rumah dengan persentasi sebesar 25.4 %. Kemudian sebesar 15.1 %

persen responden menjawab karena tidak mengetahui prosedur pendaftaran di klinik


tersebut. selain itu yang paling tidak berpengaruh yaitu tidak punya kartu berobat

yang memiliki frekuensi sebesar 14 dengan persentasi 6.8 %.

Bila kita hubungkan dengan check sheet sebelumnya maka dapat kita ketahui

bahwa tidak ada perbedaan antara check sheet dengan diagram pareto.Tapi pada

diagram pareto lebih jelas karena disertakan dengan grafik juga persentasi dan

frekuensi.

c. HISTOGRAM

KEGIATAN PRATIKUM

1. Sebutkan langkah-langkah penyusunan histogram

Jawab :

e. Mengumpulkan data Pengukuran

Data yang untuk membuat Histogram adalah data pengukuran yang

berbentuk Numerik.

f. Menentukan besarnya Range

Sebelum menentukan Besarnya nilai Range, kita perlu mengetahui

Nilai terbesar dan Nilai Terkecil dari seluruh data pengukuran kita. Cara untuk

menghitung Nilai Range (R) adalah :

R = Xmaks – Xmins

Atau

Range = Nilai terbesar – Nilai terkecil


g. MenentukanBanyaknyaKelas Interval

SebagaiPedoman, terdapatTabel yang menentukanKelas Interval-

nyasesuaidenganbanyaknyaJumlah Sample Unit pada Data Pengukuran.

Atau bisa menggunakan rumus :

C = 1 + 3,3 log(n)

h. MenentukanLebarKelas Interval

Yang menentukanLebarsetiapkelas Interval adalahpembagian Range

danBanyaknya Interval Kelas.

i. Menentukan Batas untuksetiapKelas Interval

Untukmenentukan Batas untuksetiapkelas Interval, kitamemakairumus :

Nilaiterendah – ½ x unit pengukuran

j. MenentukanNilai Tengah setiapKelas Interval :

k. MenentukanFrekuensidariSetiapKelas Interval
Untukmempermudahperhitungan, pakailahtanda “Tally” pengelompokkan 5

(lima) untukmenghitungsatu per satu jumlahfrekuensi yang jatuhdalamkelas

Interval.

f. MembuatGrafik Histogram

 MembuatGaris Horizontal denganmenggunakanskalaberdasarkanpada unit

pengukuran data

 MembuatGarisVertikaldenganmenggunakanskalafrekuensi

 MenggambarkanGrafikBatang, tingginyasesuaidenganFrekuensisetiapKelas

Interval

 JikaterdapatbatasanSpesifikasi yang ditentukanoleh Customer (Pelanggan)

makatariklahgarisvertikalsesuaidenganspesifikasitersebut.

2. Data perolehan suara untuk partai PKS

Perolehan Suara
No Perolehan Suara PKS
No PKS

1 9.671 30 36.583

2 17.487 31 36.911

3 18.242 32 37.114

4 18.930 33 37.718

5 19.294 34 38.871

6 22.094 35 40.472

7 22.310 36 40.484

8 24.750 37 42.446
9 26.233 38 42.553

10 26.592 39 43.288

11 26.650 40 44.039

12 27.078 41 46.179

13 27.214 42 46.205

14 27.362 43 50.914

15 28.228 44 51.338

16 28.775 45 55.117

17 29.071 46 57.199

18 29.819 47 57.253

19 30.355 48 58.478

20 31.293 49 71.020

21 31.390 50 72.409

22 31.533 51 77.250

23 32.760 52 84.946

24 33.223 53 88.407

25 33.934 54 99.348

26 35.165 55 105.412

27 35.980 56 106.521

28 36.515 57 119.287

29 36.556
3. Buatlah histogram dan langkah-langkah membuat histogram pada minitab 16, serta

analisis data.

Jawab :

a. Inputkan data kedalam worksheet minitab

b. Pilih Graph – Histogram

c. Maka akan muncul kotak dialog seperti dibawah ini. Kemudian pilaih with

fit.
d. Kemudian akanmuncul kotak dialog seperti pada gambar . kemudian

inputkan nama variable ke kolom variables.

e. Maka akan muncul histogram seperti berikut ini :

Histogram of PKS
Normal

Mean 43619
25
StDev 24191
N 57

20
Frequency

15

10

0
0 30000 60000 90000 120000
PKS
Descriptive Statistics: PKS

Variable N N* Mean SE Mean StDev Minimum Q1 Median Q3 Maximum


PKS 57 0 43619 3204 24191 9671 27795 36556 51126 119287

Berdasarkan histogram diatas dapat diketahui bahwa dari 57 wilayah

Indonesia yang memilih Partai PKS tersebut tidak berdistribusi normal dan juga

termasuk dalam kurva positiv karena data tersebut dapat dikategorikan menjulur ke

kanan. Hal ini disebabkan karena banyak data dari ke 57 wilayah yang lebih rendah

dari rata rata atau dari histogram tersebut lebih banyak yang berada di sebelah kiri.

Lalu bila dilihat dari nilai maximum dan nilai minimum dari data tersebut adalah

9.67 dan 119.29 dimana memiliki nilai rentang yang cukup besar . kemudiankita juga

dapat mengetahui bahwa data ini memiliki nilai keberagaman yang cukup besar. Jadi,

dari histogram tersebut dapat diketahui bahwa lebih dominan dari wilayah 1 sampai

sekitar wilayah ke 30 yang memilih partai PKS.