Anda di halaman 1dari 9

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Salah satu kerajinan yang dapat dibentuk menjadi berbagai rupa ialah boneka,
contohnya saja bentuk manusia, hewan, tumbuhan, tokoh kartun, atau bentuk yang
biasa seperti bantal, dan lain sebagianya. Boneka merupakan salah satu pilihan
yang banyak digemari orang untuk menjadikannya sebuah hadiah bagi orang-
orang terdekat atau tersayang mereka karena sifatnya yang “luwes”. Boneka
sangat mudah sekali ditemukan atau diperoleh di toko-toko maupun dipusat
perbelanjaan lainnya. Bentuk serta mimik wajah boneka yang variatif dan selalu
berkembang setiap waktu membuat bisnis ini cukup menjanjikan. Tapi pada saat
ini, banyak orang yang mencari dimana mereka dapat mendapatkan boneka sesuai
dengan gambaran atau karakter seseorang yang mereka inginkan untuk
mendapatkan boneka yang “special” atau “berbeda” dengan milik kebanyakan
orang.

Dikarenakannya, saya memiliki ide untuk mengembangkan usaha boneka


dengan desain “custom”. Custom disini yang saya maksudkan ialah boneka
dimana desain karakter, mimic wajah, keseluruhan bentuk fisik bonekanya
dirancang berdasarkan keinginan atau permintaan dari customer, sehingga
customer akan memiliki boneka yang unik maupun tidak pasaran seperti milik
kebanyakan orang.

1
BAB II

BUSINESS PLAN

A. Visi dan Misi

Visi :
“Menyediakan jasa custom boneka yang di design lucu dengan menggunakan
bahan berkualitas guna memuaskan para konsumen”

Misi :
1. Kepuasan pelanggan adalah tujuan utama kami.
2. Mengutamakan kualitas bahan yang digunakan.
3. Mampu menyediakan segala design boneka sesuai keinginan konsumen.
4. Mampu menyediakan segala design boneka yang mengikuti tren.
5. Mengembangkan usaha kecil ini menjadi wirausaha yang menjanjikan
dikemudian hari.

B. Identifikasi Usaha

Usaha yang dijalankan ini direncanakan oleh:


Nama : Florina Aldila
Nama Usaha : Florina’s Doll Custom
Alamat : Perumahan Bumi Asri Sengkaling BB-15, Kelurahan
Mulyoagung, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang
No. Telepon Usaha : 081218684919
E-mail Usaha : florinaaldila@outlook.com

C. Ruang Lingkup Usaha

Usaha ini termasuk usaha kecil yang diharpakan skala bisnisnya dapat
berkembang sampai internasional. Untuk awalnya akan dipasarkan via online,
konsumen dari berbagai daerah ataupun negara tetap akan dilayani.

2
BAB III

ANALISIS USAHA

A. Analisis Produksi

Usaha ini mendesign karakter boneka, ukuran, bentuk yang sesuai dengan
pesanan pelanggan, sistem bisnis ini mendesain dan melakukan produksi bila ada
pesanan dari pelanggan.

B. Analisis Persaingan Usaha

Analisis SWOT pada intinya dilakukan dengan melihat proses internal dan
eksternal dalam mendeteksi faktor positif atau negatif yang berimplikasi pada
keseluruhan hasil analisa. Analisis ini didasarkan pada logika bahwa kekuatan
(Strength) dan peluang (Opportunities) dapat dimaksimalkan dan secara simultan
kelemahan (Weakness) dengan ancaman (Threat) dapat diminimalkan agar tidak
menjadi penghalang dalam mencapai tujuan. Analisis ini melibatkan dua faktor,
yaitu kekuatan dan kelemahan yang merupakan faktor internal, serta peluang dan
ancaman yang merupakan faktor eksternal.

a. Strength (Kekuatan)
Keunggulan yang dapat diberikan kepada konsumen yang dimiliki oleh
produk kami dibanding dengan produk boneka yang lain, yaitu:
 Memiliki bentuk yang berbeda dari yang lainnya karena pembuatan
berdasarkan atas pesanan pelanggan.
 Bahan yang digunakan dalam pembuatan boneka menggunakan bahan
yang kualitasnya tinggi.
b. Weakness (kelemahan)
Pembuatan boneka yang berdasarkan pesanan, membutuhkan waktu yang
cukup lama, karena pesanan dari pelanggan yang berbeda-beda tingkat
kesulitannya.
Selain itu karena kami hanya memproduksi boneka yang custom (sesuai
pesanan) jika tidak ada pesanan kita juga tidak akan berproduksi.
c. Opportunity (Peluang)
Usaha kami mencoba untuk mewujudkan sebuah sketsa wajah untuk menjadi

3
4

sebuah boneka yang diinginkan pelanggan, karena pembuatan boneka


berdasarkan pesanan, maka kami memiliki produk yang berbeda dengan
perusahaan pembuat boneka lainnya.
d. Threats (Ancaman)
Pembuatan boneka yang berdasarkan atas pesanan pelanggan, membuat
pesaing mudah saja untuk meniru ide bisnis ini.

C. Segmentasi Pasar
a. Geografis
Dikarenakan usaha ini tergolong bisnis online, maka pasar yang ditargetkan
adalah global (segala penjuru dunia).
b. Demografis
Membagi pasar kedalam kelompok-kelompok berdasarkan variabel
demografi, yaitu adalah masyarakat umum.
c. Strategi Pemasaran
Untuk permulaan, kami memproduksi beberapa boneka karakter sebagai
contoh nyata produksi. Setelah itu kami akan memasarkannya melalui media
online dan media sosial.
BAB IV

RENCANA PRODUKSI

A. Bahan Baku dan Bahan Sampingan

Bahan baku digunakan untuk produksi boneka adalah sebagai berikut :

 Isi bagian dalam:


- Dacron: bahan ini terbuat dari serat kapas dan umumnya digunakan di
hampir setiap boneka, tetapi dacron yang saya pilih memiliki kualitas yang
tinggi.
 Bahan bagian luar boneka:
Bermacam jenis kain yang tentunya berkualitas baik
- Rasfur: bahan ini mempunyai ciri khas dengan bulu-bulunya yang
panjang. Harga bahan ini tergolong mahal. Tingkat harga bahan rasfur
tergantung panjang bulu, makin panjang bulu, maka harga bahan semakin
tinggi. Warna umum bahan rasfur ini berwarna soft.
- Velboa: sering digunakan untuk boneka-boneka pada umumnya. Bahan
velboa memiliki ciri berbulu pendek. Harga bahan ini relatif lebih murah
dan pilihan warna yang tersedia pun cukup beragam, ada warna gelap dan
cerah.
- Yelvo: bahan ini memiliki bulu yang pendek layaknya velboa namun
ketika disentuh oleh tangan terasa lebih lembut di bandingkan velboa.
Harga bahan yelvoa cenderung mahal karena produk impor. Bahan ini
juga mempunyai tingkat elastisitas yang tinggi (lebih melar).
 Aksesoris; bahan-bahan ini berupa manik-manik dan kancing sebagai
hiasan.

B. Peralatan dan Perlengkapan

Laptop (untuk mendesain), pensil, penghapus, penggaris, kertas, gunting,


pewarna, peralatan jahit, peralatan cetak, dan kain yang digunakan.

C. Proses Produksi

5
6

1) Desain overall boneka di laptop, menggambar karakter sesuai pesanan,


menonjolkan ‘special feature’ agar mirip dengan karakter yang dibuat.
2) Pembuatan pola yang disesuaikan dengan permintaan pelanggan.
3) Pembentukan MAL (moulding). MAL disini adalah cetakan yakni contoh
produk yang telah jadi dan siap untuk di produksi. Ukuran dan bentuk
dalam MAL ini berarti tak boleh diubah-ubah lagi.
4) Proses penjahitan pola. MAL yang berupa potongan-potongan boneka
akan disatukan dan siap untuk dijahit. Penjahitan dilakukan dengan mesin
jahit.
5) Pengisian dacron; dalam proses penjahitan tidak semua dijahit hal ini
dikarenakan nantinya boneka akan dimasukkan isi dalam. Pengisian
dacron tidak dibuat penuh karena dapat merusak keindahan bentuk boneka
(bantet).
6) Penambahan pakaian dan juga aksesoris boneka.
BAB V

ANGGARAN

A. Biaya Awal

Hal yang pertama yang akan dihitung terkait anggaran adalah biaya per
unit dari pengerjaan setiap barang atau jasa. Ini menjadi hal yang penting untuk
tujuan penetapan harga. Apakah harga yang diberikan sudah sesuai atau tidak,
maka perlu diketahui biaya per unitnya. Selanjutnya juga dapat ditentukan
keuntungan yang akan diambil.
Disini saya memperhitungkan dua komponen utama, yaitu biaya tetap dan
biaya variabel. Di dalamnya terdapat berbagai jenis biaya. Berikut adalah uraian
biaya tetap dan biaya variabel yang dibebankan ke produk.

Biaya Tetap

Nama Jumlah Harga

Mesin jahit 1 Rp 2.399.000

Gunting 2 (@10.000) Rp 20.000

Total Rp 2.419.000

7
8

Biaya Variabel

Nama Jumlah Harga

Dakron 2kg (@30.500) Rp 61.000

Kain Rasfur 1 roll – 45 meter (@40.000) Rp 1.800.000

Kain Velboa 1 roll – 45 meter (@23.000) Rp 1.035.000

Kain Yelvo 1 roll – 45 meter (@42.500) Rp 1.912.500

Kertas 10 (@6.000) Rp.60.000

Benang 3 lusin (12.000/lusin) Rp 36.000

Manik-manik 2 lusin (1.100/lusin) Rp 2.200

Jarum Jahit 1 pack Rp 10.000

Tenaga kerja 20.000 per unit (x100unit) Rp.2.000.000

Total Rp 6.916.700

B. Harga per Unit


Harga jual 1 unit boneka custom (termasuk jasa design) adalah Rp
150.000. Keuntungan yang diambil per unit boneka adalah Rp 75.000. Target
penjualan boneka per bulan adalah 100 unit.
C. Modal Awal
Total Biaya Awal
= Biaya variabel + Biaya tetap
= Rp 2.419.000 + Rp 6.916.700
= Rp 9.335.700
D. Pengembalian Modal
Total modal awal : keuntungan per bulan
= Rp 8.355.700 : Rp 7.500.000
= 1,2 bulan (32 hari)
9