Anda di halaman 1dari 39

KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena berkat-Nya penulis
dapat mengerjakan tugas makalah yang berjudul “ Arti dan Prinsip-prinsip
Komunikasi Audio” dengan lancar. Meskipun terdapat kendala dalam penulisan
makalah ini, namun penulis dapat menyelesaikan pembuatan makalah dengan
tepat waktu.

Makalah tentang Arti dan Prinsip-prinsip Komunikasi Audio ini


membahas tentang dasar dari komunikasi audio, macam-macam komunikasi,alat
yang dipergunakan, dan prinsip-prinsip dari komunikasi audio itu sendiri. Dengan
makalah ini, penulis berharap agar pembaca lebih memahami apa dan bagaimana
komunikasi audio itu dipergunakan diberbagai lingkungan, khususnya pada
lingkungan pendidikan.

Ucapan terima kasih kami sampaikan kepada semua pihak yang telah
membantu dalam menyiapkan, memberikan masukan, dan menyusun makalah ini,
dan tidak lupa penulis mengucapkan terima kasih kepada dosen pengampu mata
kuliah Komunikasi Pendidikan yaitu Dr. Rina Rifqie Mariana, M.P. yang
sekaligus sebagai pembimbing dalam pembuatan makalah ini.

Penulis menyadari bahwa dalam pembuatan makalah ini masih jauh dari
sempurna dan perlu adanya perbaikan dalam hal isi atau makna yang terkandung
di dalam makalah. Oleh karena itu, penulis mengharapkan adanya saran ataupun
kritik yang membangun.

Penulis mohon maaf apabila dalam pembuatan makalah ini terdapat


kesalahan baik itu penulis maupun penyusunan yang telah penulis lakukan dan
semoga makalah ini dapat bermanfaat.

Malang, 18 Februari 2018

Penulis

i
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR....................................................................................i
DAFTAR ISI.................................................................................................ii
BAB I PENDAHULUAN...........................................................................iii
1.1 Latar Belakang..........................................................................................1
1.2 Rumusan Masalah.....................................................................................1
1.3 Tujuan Penulsan........................................................................................2
BAB II PEMBAHASAN..............................................................................3

2.1 Pengertian Komunikasi Audio..................................................................3

2.2. Teori Komunikasi Visual.........................................................................3

2.3. Manfaat,Pentingnya dan Tujuan Komunikasi Audio..............................5

2.4. Prinsip Komunikasi Audio & Prinsip Penggunaan Bahasa.....................9

2.5. Kelebihan Komunikasi Audio.................................................................16

2.6. Gangguan Komunikasi Audio.................................................................16

2.7 Pengembangan Kecakapan Mendengarkan .............................................18

2.8 Bentuk-Bentuk Audio ..............................................................................18

2.9 Media Visual ...........................................................................................21

2.10 Jenis-jenis Media Visual.........................................................................26

2.11 Peran Komunikasi Visual dalam pembelajaran


dan Aspek Virtual Literasi.......................................................................28
BAB III PENUTUP........................................................................................37
Kesimpulan.....................................................................................................37
Saran...............................................................................................................37
DAFTAR RUJUKAN.....................................................................................38

ii
iii
BAB I

PENDAHULUAN

1.1. Latar belakang


Komunikasi merupakan suatu proses dimana seseorang atau beberapa
orang,kelompok,organisasi dan masyarakat menciptakan dan menggunakan
informasi agar terhubung dengan lingkungan dan orang lain. komunikasi dapat di
lakukan secara lisan atau verbal , komunikasi dapat di lakukan dengan
menggunakan gesture tubuh,menunjukan sikap tertentu,misalnya
tersenyum,menggelengkan kepala,mengangkat bahu dan itu disebut komunikasi
non verbal.
Komunikasi audio merupakan bentuk komunikasi yang di lakukan dan
terjadi melalui media audio. Media audio itu sendiri adalah media untuk
menyampaikan pesan yang akan di sampaikan dalam bentuk lambang-lambang
auditif,baik verbal maupun non verbal. Komunikasi audio proses seseorang untuk
dapat bertukar informasi juga berinteraksi dengan orang dan lingkungannya
melalui auditif baik dalam bentuk komunikasi verbal maupun non verbal.
Di dalam makalah ini akan di jelaskan apa pengertian dari komunikasi
audio itu sendiri serta teori ,manfaat,tujuan,prinsip dan gangguan
1.2. Rumusan masalah
1.2.1. Apa definisi dari komunikasi audio ?
1.2.1. Apa saja teori dalam komunikasi visual ?
1.2.3. Apa manfaat dan pentingnya komunikasi audio ?
1.2.4. Apa saja prinsip dari komunikasi audio dan prinsip dari penggunaan
bahasa ?
1.2.5. Apa kelebihan dari Komunikasi audio ?
1.2.6. Apa sajakah gangguan dari komunikasi audio ?
1.2.7. Apa definisi dari Media Visual ?
1.2.8. Apa peran dan aspek dari komunikasi visual ?
1.2.9. Apakah problema dalam mendengarkan?

1.3. Tujuan
1.3.1 memahami definisi dari komunikasi audio
1.3.2. memahami tentang teori dari komunikasi audio
1.3.3. mengetahui apa manfaat,pentingnya dan tujuan komunikasi audio
1.3.4. memahami prinsip komunikasi dan prinsip penggunaan bahasa
1.3.5. mengetahui kelebihan dari komunikasi audio

1
1.3.6. mengetahui apa saja gangguan dari komunikasi audio
1.3.7. memahami definisi media visual
1.3.8. memahami peran dan aspek dari komunikasi visual
1.3.9. mengetahui problema dalam mendengarkan

BAB II

PEMBAHASAN

2.1 Pengertian Komunikasi Audio

Komunikasi audio adalah bentuk komunikasi yang dilakukan dan terjadi melalui
media audio. Komunikasi itu sendiri didefinisikan sebagai "suatu proses seseorang
atau beberapa orang, kelompok, organisasi, dan masyarakat yang menciptakan
juga menggunakan informasi agar terhubung dengan lingkungan dan orang lain".
Sedangkan media audio itu sendiri adalah " media untuk menyampaikan pesan
yang akan disampaikan dalam bentuk lambang – lambang auditif, baik verbal
(kedalam kata – kata atau bahasa lisan ) maupun non verbal." [2]. jadi komunikasi
audio adalah proses seseorang untuk dapat bertukar informasi juga berinteraksi
dengan orang dan lingkungannya melalui lambang auditif (audio) baik dalam
bentuk komunikasi verbal maupun non verbal.

2
Komunikasi visual, sesuai namanya,adalah komunikasi melalui
penglihatan. Komunikasi visual merupakan sebuah rangkaian proses penyampaian
kehednak atau maksud tertentu kepada pihak lain dengan penggunaan media
penggambaran yang hanya terbaca oleh indera penglihatan. Komunikasi visual
mengkombinasikan seni,lambing,tipografi,gambar,desain grafis,ilustrasi, dan
warna dalam penyampaiannya.

2.2. Teori Komunikasi Visual

2.2.1. Teori Sensualo


Menurut jerman max Wertheimer

menyimpulan bahwa mata yang mengambil semua ransangan visual dan otak
mengatur sensasi menjadi gambar koheren.tanpa otak menghubungkan unsur-
sunsur sensual individu,fenomena gerakan tidak akan terjadi.gagasannya
mengarah pada pernyataan terkenal “keseluruhan berbeda dengan jumlah bagian-
bagiannya” dengan kata lain presepsi adalah hasil dari kombinasi sensasi dan
bukan unsur sensual individu

Menurut gestalt

Presepsi visual adalah perhatiannya terhadap bentuk individu yang


membentuk isi gambar itu.setiap analisis dari suatu gambar harus mulai dengan
berkonsentrasi pada bentuk mereka yang secara alamiah muncul dalam gambar
apapun. Warna,bentuk, kedalaman,dan gerakan semua karakteristik dasar dari
suatu gambar. Gestalt mengajarkan komunikastor visual untuk menggabungkan
elemen-elemen dasar menjadi keseluruhan bermakna. Pendekatan juga
mengajarkaan seniaman grafis untuk memusatkan perhatian pada unsur-unsur
tertentu dengan bermain terhadap prinip-prinsip gestalt. Misalnya, logao
perusahaaan (atau merek dagang) akan melihat dalam iklan jika memiliki
dissimiliar bentuk,ukuran, atau lokasi dalam kaitannya dengan unsur-unsur lain
dalam tata letak

Constructivism

3
Pada tahun 1970,Hochberg Julian, seorang professor psikologi di
universitas Columbia,menemukan bahwa mata dari pengamat terus bergerak
karena mereka memindai gambar.fiksasi ini focus cepat menggabungkan semua
dalam memori jangka pendek pemirsa untuk membantu membangun sebuah
gambaran mental dari sebuah pemandangan.dengan fiksasi mata pendek,pikiran
menggabungkan ke gambar utuh. Utnuk hocohberg, pendekatan gestalt di
gambarkan sebagai terlalu pasif.sebaliknya,konstruktivisme menekankan gerkan
mata pemirsa dalam keadaan aktif presepsi.

2.2.2.Teori Perseptual

Bendera yang ditinggikan di atas stadion sepak bola dan ditonton takzim
selama menyanyikan lagu kebangsaan di tribun dan di lapangan adalah sebuah
tanda. Tangan kanan ditempatkan di dekat dada selama menyanyikan lagu
kebangsaan adalah suatu tanda. Kata-kata yang dikeluarkan dalam program
tentang pemain sepak bola di lapangan adalah tanda-tanda. Close-up foto-foto
pemain berjongkok dan menunggu menjentikkan bola selama pertandingan adalah
tanda-tanda. Angka yang menyala di papan angka adalah tanda-tanda. The “high-
five” menampar seorang teman setelah tim touchdown adalah tanda. Siluet
sederhana menggambarkan seorang laki-laki di atas pintu kamar pria adalah
sebuah tanda.

Semiotika

Semiotika adalah studi atau ilmu tanda. Sebenarnya,itu adalah puncak dari
lagu Aldous huxley’s semakin banyak yang anda tahu,semakin banyak anda lihat.
Demikian,gambar akan jauh lebih menarik dan berkesan jika tanda-tanda yang di
mengerti di gunakan dalam gambar. Studi semiotika sangat penting karena tanda-
tanda menembus setiap pesan. Semiotika sistem penuliasan yang di gunakan
dalam tarian,musik,logika,matematika, dan kimia , dan semiotika perkotaan, di
mana kota dianggap sebagai symbol sosial.

Kognitif

Menurut pendekatan kognitif,pemirsa tidak hanya menyaksikan objek


cahaya terstuktur,seperti dalam teori getalt, tapi aktif tiba pada suatu kesimpulan

4
dengan presepsi melalui operasi mental. Orang yang berkembang Carolyn
mengidentifikasi kegiatan mental yang dapat mempengaruhi presepsi visual:
memori, proyeksi, harapan,sektivitas ,pembiasaan,ciri khas,disonansi,budaya, dan
kata-kata.

2.3. Manfaat,Pentingnya dan Tujuan Komunikasi Audio

2.3.1. Manfaat Komunikasi Audio

a. Mengetahui, memahami semua informasi yang diperlukan


b. Mempererat tali persaudaraan antar pribadi, kelompok, golongan,bangsa
dan negara
c. Dengan komunikasi kita dapat mengetahui kebijakan dan peraturan
perundang- undangan Negara
d. Komunikasi berguna bagi organisasi atau kelompok guna melakukan
dan menciptakan kerjasama yang baik
e. Komunikasi dilakukan untuk proses sosial berwarga negara
f. Komunikasi juga berguna untuk mengambik keputusan yang tepat.

2.3.2. Pentingnya Komunikasi Audio

Media berbasis audio sendiri terdiri dari dua jenis yaitu media komunikasi
sinkron dan media komunikasi asinkron. Contoh macam-macam media
komunikasi berbasis audio sinkron adalah land line telephones, cell phone,
internet phones, short-waves radio, audio conferencing, dan transportation
dispatching. Sementara itu yang termasuk ke dalam media komunikasi berbasis
audio asinkron adalah audio podcast, radio broadcast, internet
radio, dan voicemail. Beberapa media berbasis audio digunakan secara sinkron
atau asinkron. Misalnya, panggilan telepon terekam dari seseorang yang
dikirimkan melalui telepon atau seorang operator yang mengumumkan informasi
melalui pengeras suara.

Dari uraian singkat di atas dapat disimpulkan bahwa yang dimaksud


dengan komunikasi audio adalah komunikasi yang dilakukan oleh pengirim pesan

5
melalui media berbasis audio untuk menyampaikan atau bertukar informasi baik
verbal maupun nonverbal kepada penerima pesan.

2.3.3. Tujuan Komunikasi Audio

Sebagaimana bentuk komunikasi lainnya, komunikasi audio juga


memiliki beberapa fungsi, diantaranya adalah :

a. Menyampaikan informasi

Sebagaimana bentuk atau konteks komunikasi lainnya, fungsi komunikasi


audio yang pertama adalah untuk menyampaikan informasi. Hal ini dapat kita
temui di supermarket tentang promo yang sedang berlaku, bandara terkait dengan
informasi keberangkatan dan kedatangan, presentasi dalam rapat skala besar, dan
lain sebagainya.

b. Mengirim makna

Media berbasis audio merupakan saluran informasi tambahan yang dapat


digunakan untuk menyampaikan atau mengirimkan makna kepada penerima
pesan. Komunikasi yang dilakukan melalui media berbasis audio dapat membantu
dalam proses penyajian informasi sehingga jika makna yang terkandung dalam
suatu informasi dirasa tidak jelas hanya dengan menggunakan informasi visual,
maka komunikasi audio dapat memberikan penjelasan terkait informasi yang
disajikan. Hal ini dapat diterapkan misalnya dalam bidang komunikasi bisnis.

c Mempengaruhi sikap

Media berbasis audio juga seringkali digunakan dalam kegiatan ekonomi


atau komunikasi pemasaran. Media berbasis audio biasanya digunakan sebagai
salah satu bagian dari strategi pemasaran produk baru ataupun strategi komunikasi
pemasaran yang efektif menurut para ahli. Harapannya adalah konsumen dapat
tertarik dan kemudian bersedia membeli produk yang ditawarkan.

d. Memobilisasi massa

6
Komunikasi yang dilakukan melalui media berbasis audio seringkali
diterapkan untuk memobilisasi massa khususnya dalam bidang komunikasi
politik. Pada berbagai pesta demokrasi di Indonesia baik Pilkada, Pileg atau
Pilpres, akan kita temui berbagai peristiwa yang bertujuan untuk memobilisasi
massa untuk datang ke tempat kampanye atau turut serta dalam kampanye.
Berbagai janji politik yang disampaikan melalui pidato yang berapi-api atau
dihadirkannya grup band ternama merupakan cara-cara yang digunakan untuk
memobilisasi massa dengan harapan saat pemilihan tiba mereka akan terpilih.

e. Pembelajaran

Sebagai salah satu media komunikasi politik, komunikasi melalui media


berbasis audio dapat juga diterapkan dalam bidang pendidikan atau komunikasi
pembelajaran dan sekaligus merupakan salah satu ciri-ciri media pembelajaran.
Berbagai macam media pembelajaran yang berbasis audio dapat digunakan oleh
peserta didik yang sesuai dengan gaya belajar yang dimiliki oleh peserta didik.
Misalnya, beberapa peserta didik dapat menyerap ilmu atau pelajaran dengan
lebih baik melalui pendengaran dibandingkan dengan membaca sebuah buku teks.

f. Menambah sensasi realitas

Komunikasi yang dilakukan melalui media berbasis audio dapat


menambah sensasi realitas. Asosiasi budaya dengan musik memungkinkan kita
untuk menyampaikan emosi, periode waktu, lokasi geografis, dan lain sebagainya.
Perlu dipahami bahwa makna mungkin akan berbeda dalam budaya yang berbeda.

g. Membentuk persepsi atau daya imaji

Komunikasi yang dilakukan melalui media berbasis audio seperti radio


misalnya dapat membentuk persepsi pendengarnya. Hal ini diulas secara
mendalam dalam teori jarum hipodermik yang merupakan teori efek media
massa pertama yang berusaha menjelaskan efek media massa terhadap khalayak

7
massa. Teori jarum hipodermik yang dicetuskan oleh Harold Lasswell
mengasumsikan bahwa pesan media seperti peluru yang ditembakkan ke dalam
kepala khalayak. Contoh penerapan teori ini adalah efek disiarkannya sandiwara
radio yang berjudul War of the Worlds yang menceritakan serangan alien yang
mengancam kehidupan manusia di Bumi. Siaran ini mengakibatkan orang
berbondong-bondong keluar rumah untuk menyelamatkan diri dan negara dalam
berada dalam keadaan kacau akibat siaran radio ini.

h. Mengarahkan perhatian

Komunikasi yang dilakukan melalui media berbasis audio dapat


mengarahkan perhatian pada peristiwa atau kejadian tertentu. Misalnya, suara
sirine patroli pengawal menandakan bahwa ada pejabat yang sedang melewati
jalan tertentu.

i. Memudahkan komunikasi

Komunikasi yang dilakukan melalui media berbasis audio dapat


memudahkan komunikasi itu sendiri. Hal ini dikarenakan orang cenderung
memberikan respon lebih baik terhadap kata-kata yang diucapkankan
dibandingkan dengan media komunikasi lainnya.

j. Hiburan

Musik yang kita dengar melalui media berbasis audio dapat memberikan
rasa nyaman serta rileks setelah kita melewati hari yang panjang dan sibuk dengan
segala rutinitas. Musik yang kita dengar bisa melalui radio ataupun berkas dengan
format tertentu. Format berkas yang paling populer adalah MP3 karena
kemampuannya dalam menyimpan berkas dengan kualitas audio. Selain itu, kita
juga mendengar musik melalui komputer atau telepon pintar
secara streaming yakni mendengarkan musik melalui internet.

2.4. Prinsip Komunikasi Audio & Prinsip Penggunaan Bahasa

8
2.4.1. Prinsip Komunikasi Audio

Mengingat komunikasi audio merupakan komunikasi verbal yang


diucapkan, maka prinsip penggunaan bahasa sama dengan prinsip-prinsip
komunikasi audio. Prinsip Komunikasi Audio adalah sebagai berikut:

1. Kata-kata adalah simbol dari hal-hal nyata tetapi bukan hal-hal itu sendiri.
2. Arti terletak dalam diri individu bukan dalam kata-kata.
3. Semua hal mengalami perubahan, yang tetap adalah perubahan itu sendiri.
4. Hindari orientasi yang bersifat kaku Keuntungan menggunakan fasilitas
komkasi audio ialah, kita bisa berkomunikasi dengan seseorang dizona
yang berbeda atau tempat yang berbeda, tanpa harus berada di zona atau
tempat yang bersamaan.

2.4.2. Prinsip penggunaan Bahasa

Prinsip-prinsip komunikasi seperti halnya fungsi dan definisi komunikasi


mempunyai uraian yang beragam sesuai dengan konsep yang dikembangkan oleh
masing-masing pakar. Istilah prinsip oleh William B. Gudykunst disebut asumsi-
asumsi komunikasi. Larry A.Samovar dan Richard E.Porter menyebutnya
karakteristik komunikasi. Deddy Mulyana, Ph.D membuat istilah baru yaitu
prinsip-prinsip komunikasi. Terdapat 12 prinsip komunikasi yang dikatakan
sebagai penjabaran lebih jauh dari definisi dan hakekat komunikasi yaitu :

Prinsip 1 : Komunikasi adalah suatu proses simbolik


Komunikasi adalah sesuatu yang bersifat dinamis, sirkular dan tidak
berakhir pada suatu titik, tetapi terus berkelanjutan. Salah satu kebutuhan pokok
manusia, seperti dikatakan oleh Susanne K. Langer, adalah kebutuhan simbolisasi
atau penggunaan lambang. Manusia memang satu-satunya hewan yang
menggunakan lambang, dan itulah yang membedakan manusia dengan makhluk
lainnya. Ernst Cassier mengatakan bahwa keunggulan manusia atas makhluk
lainnya adalah keistimewaan mereka sebagai animal symbolicum.

9
Lambang atau simbol adalah ssuatu yang digunakan untuk menunjuk
sesuatu lainnya, berdasarkan kesepakatan sekelompok orang. Lambang meliputi
kata-kata (pesan verbal), perilaku non-verbal, dan objek yang maknanya
disepakati bersama, misalnya memasang bendera dihalaman rumah untuk
menyatakan penghormatan atau kecintaan kepada negara. Kemampuan manusia
menggunakan lambnag verbal memungkinkan perkembangan bahasa dan
menangani hubungan antara manusia dan objek ( baik nyata ataupun abstrak)
tanpa kehadiran manusia dan objek tersebut.

Lambang adalah salah satu kategori tanda. Hubungan antara tanda dengan
objek dapat juga direpresentasikan oleh ikon dan indeks, namun ikon dan indeks
tidak memerlukan kesepakatan. Ikon adalah suatu benda fisik (dua atau tiga
dimensi) yang menyerupai apa yang direpresenasikannya. Representasi ini
ditandai dengan kemiripan. Misalnya patung Soekarno adalah ikon Soekarno, dan
foto pada KTP Anda adalah ikon Anda.

Berbeda denfan lambang dan ikon, indeks adalah tanda yang secara
alamiah mempresentasikan objek lainnya. Istilah lain yang sering digunakan
untuk indeks adalah sinyal (signal), yang dalam bahasa sehari-hari disebut juga
gejala (symptom). Indeks muncul berdasarkan hubunagn antara sebab dan akibat
yang punya kedekatan eksistensi. Misalnya awan gelap adalah indeks hujan yang
akan turun, sedangkan asap itu disepakati sebagai tanda bagi masyarakat untuk
berkumpul misalnya, seperti dalam dalam kasus suku primitif, maka asap menjadi
lambang karena maknanya telah disepakati bersama.
Prinsip 2 : Setiap perilaku mempunyai potensi komunikasi
Setiap orang tidak bebas nilai, pada saat orang tersebut tidak bermaksud
mengkomunikasikan sesuatu, tetapi dimaknai oleh orang lain maka orang tersebut
sudah terlibat dalam proses berkomunikasi. Gerak tubuh, ekspresi wajah
(komunikasi non verbal) seseorang dapat dimaknai oleh orang lain menjadi suatu
stimulus. Kita tidak dapat tidak berkomunikasi (We cannot not communicate).
Tidak berarti bahwa semua perilaku adalah komuniaksi. Alih-alih, komunikasi
terjadi bila seseorang memberi makna pada perilaku orang lain atau perilakunya
sendiri.

10
Cobalah Anda minta seseorang untuk tidak berkomunikasi. Amat sulit
baginya untuk berbuat demikian, karena setiap perilakunya punya potensi untuk
ditafsirkan. Kalau ia tersenyum, ia ditafsirkan bahagia; kalau ia cemberut, ia
ditafsirkan ngambek. Bahkan ketika kita berdiam diri sekalipun, ketika kita
mengundurkan diri dari komunikasi dan lalu menyendiri, sebenarnya kita
mengkomunikasikan banyak pesan. Orang lain mungkin akan menafsirkan diam
kita sebagai malu, segan, ragu-ragu, tidak setuju, tidak perduli, marah, atau
bahkan sebagai malas atau bodoh.

Prinsip 3 : Komunikasi punya dimensi isi dan hubungan

Setiap pesan komunikasi mempunyai dimensi isi dimana dari dimensi isi
tersebut kita bisa memprediksi dimensi hubungan yang ada diantara pihak-pihak
yang melakukan proses komunikasi. Percakapan diantara dua orang sahabat dan
antara dosen dan mahasiswa di kelas berbeda memiliki dimesi isi yang berbeda.

Dimensi isi disandi secara verbal, sementara dimensi hubungan disandi


secara nonverbal. Dimensi isi menunjukkan muatan (isi) komunikasi, yaitu apa
yang dikatakan. Sedangkan dimensi hubungan menunjukkan bagaimana cara
mengatakannya yang juga mengisyaratkan bagaimana hubungan para peserta
komunikasi itu dan bagaimana seharusnya pesan itu ditafsirkan. Sebagai contoh,
kalimat “Aku benci kamu” yang diucapkan dengan nada menggoda mungkin
sekali justru berarti sebaliknya.

Dalam komunikasi massa, dimensi isi merujuk pada isi pesan, sedangkan
dimensi hubungan merujuk kepada unsur-unsur lain, termasuk juga jenis saluran
yang digunakan untuk menyampaiakn pesan tersebut. Pengaruh suatu berita atau
artikel dalam surat kabar misalnya, bukan hanya bergantung pada isinya, namun
juga siapa penulisnya, tata letak (lay-out)-nya, jenis huruf yang digunakan, warna
tulisan dan sebagainya. Pesan yang sama dapat menimbulkan pengaruh berbeda
bila disampaikan orang berbeda. Biasanya artikel yang ditulis orang yang sudah
dikenal akan dianggap lebih berbobot bila dibandingkan dengan tulisan orang
yang belum dikenal. Bila dimengerti maka redaktur surat kabar atau majalh akan
lebih memprioritaskan tulisan orang-orang yang sudah dikenal sebelumnya.

11
Prinsip 4 : Komunikasi itu berlangsung dalam berbagai tingkat
kesengajaan

Setiap tindakan komunikasi yang dilakukan oleh seseorang bisa terjadi


mulai dari tingkat kesengajaan yang rendah artinya tindakan komunikasi yang
tidak direncanakan (apa saja yang akan dikatakan atau apa saja yang akan
dilakukan secara rinci dan detail), sampai pada tindakan komunikasi yang betul-
betul disengaja (pihak komunikan mengharapkan respon dan berharap tujuannya
tercapai).

Kesengajaan bukanlah syarat untuk terjadinya komuniaksi. Meskipun kita


sama sekali tidak bermaksud menyampaikan pesan kepada orang lain, perilaku
kita potensial ditafsirkan orang lain. Kita tidak dapat mengendalikan orang lain
untuk menafsirkan atau tidak menafsirkan perilaku kita. Membatasi komunikasi
sebagai proses yang disengaja adalah menganggap komuniaksi sebagai instrumen
seperti dalam persuasi.

Niat atau kesengajaan bukanlah syarat mutlak bagi seseorang untuk


berkomunikasi. Dalam komunikasi antara orang-orang berbeda budaya
ketidaksengajaan berkomunikasi ini lebih relevan lagi untuk kita perhatikan.
Banyak kesalahpahaman antarbudaya sebenarnya disebabkan oleh perilaku
seseorang yang tidak disengaja yang dipersepsi, ditafsirkan, dan direspons oleh
orang lain dari budaya lain. Misalkan dalam tindakan menyentuh wanita di Arab
Saudi yang diperkenalkan kepada Anda, yang sebenarnya tidak Anda sengaja,
dapat menyampaiakn pesan negatif yang menghambat pertemuan tersebut.

Prinsip 5 : Komunikasi terjadi dalam konteks ruang dan waktu

Pesan komunikasi yang dikirimkan oleh pihak komunikan baik secara


verbal maupun non-verbal disesuaikan dengan tempat, dimana proses komunikasi
itu berlangsung, kepada siapa pesan itu dikirimkan dan kapan komunikasi itu
berlangsung.

Makna pesan juga bergantung pada konteks fisik dan ruang (termasuk
iklim, suhu, intensitas cahaya, dan sebagainya), waktu, sosial dan psikologis.
Topik-topik yang lazim dipercakapkan di rumah, tempat kerja, atau tempat

12
hiburan seperti “lelucon,” “ acara televisi,” “mobil,” “bisnis,” atau “perdagangan”
terasa kurang sopan bila dikemukakan dimasjid.

Waktu juga mempengaruhi makna terhadap suatu pesan. Dering telepon


pada tengah malam atau dini hari akan dipersepsi lain bila dibandingkan dengan
dering telpon pada siang hari.Dering telepon pertama itu mungkin berita sangat
penting (darurat) , misalnya untuk mengbarkan orang sakit, kecelakaan atau
meninggal dunia atau upaya orang jahat untuk mengetes apakah dirumah ada
orang atau tidak.

Prinsip 6 : Komunikasi melibatkan prediksi peserta komunikasi

Tidak dapat dibayangkan jika orang melakukan tindakan komunikasi di


luar norma yang berlaku di masyarakat. Jika kita tersenyum maka kita dapat
memprediksi bahwa pihak penerima akan membalas dengan senyuman, jika kita
menyapa seseorang maka orang tersebut akan membalas sapaan kita. Prediksi
seperti itu akan membuat seseorang menjadi tenang dalam melakukan proses
komunikasi.

Ketika orang-orang berkomunikasi, mereka meramalkan efek perilaku


komunikasi mereka. Dengan kata lain, komunikasi juga terikat oleh aturan atau
tatakrama. Artinya , orang-orang memilih strategi tertentu berdasarkan bagaimana
orang yang menerima pesan akan merespons. Prediksi ini tidak selalu disadari dan
sering berlangsung cepat. Kita dapat memprediksi perilaku komunikasi orang lain
berdasarkan peran sosialnya.

Prinsip 7 : Komunikasi itu bersifat sistemik

Dalam diri setiap orang mengandung sisi internal yang dipengaruhi oleh
latar belakang budaya, nilai, adat, pengalaman dan pendidikan. Bagaimana
seseorang berkomunikasi dipengaruhi oleh beberapa hal internal tersebut. Sisi
internal seperti lingkungan keluarga dan lingkungan dimana dia bersosialisasi
mempengaruhi bagaimana dia melakukan tindakan komunikasi.

Setiap individu adalah suatu sistem yang hidup (a living system). Organ-
organ dalam tubuh kita saling berhubungan. Kerusakan pada mata dapat membuat

13
kepala kita pusing. Bahkan unsur diri kita yang bersifat jasmani juga berhubungan
dengan unsur kita yang bersifat rohani. Kemarahan membuat jantung kita
berdetak lebih cepat dan berkeringat. Setidaknya dua sistem dasar beroperasi
dalam transaksi komunikasi itu: Sistem Internal dan Sistem Eksternal. Sistem
internal adalah seluruh sistem nilai yang dibawa oleh individu ketika ia
berpartisipasi dalam komunikasi yang ia cerap selama sosialisasinya dalam
berbagai lingkungan sosialnya (keluarga, masyarakat,setempat, kelompok suku,
kelompok agama, lembaga pendidikan, kelompok sebaya, tempat kerja, dan
sebagainya).

Berbeda dengan sistem internal, sistem eksteernal terdiri dari unsur-unsur


dalam lingkungan di luar individu, termasuk kata-kata yang ia pilih untuk
berbicara, isyarat fisik peserta komunikasi, kegaduhan di sekitarnya, penataan
ruangan, cahaya, dan temperatur ruangan. Elemen-elemen ini adalah stimuli
publik yang terbuka bagi setiap peserta komunikasi dalam setiap transaksi
komunikasi.

Prinsip 8 : Semakin mirip latar belakang sosial budaya semakin


efektiflah komunikasi

Jika dua orang melakukan komunikasi berasal dari suku yang sama,
pendidikan yang sama, maka ada kecenderungan dua pihak tersebut mempunyai
bahan yang sama untuk saling dikomunikasikan. Kedua pihak mempunyai makna
yang sama terhadap simbol-simbol yang saling dipertukarkan.

Komunikasi yang efektif adalah komunikasi yang hasilnya sesuai dengan


harapan para pesertanya (orang-orang yang sedang berkomunikasi). Dalam
kenyataannya, tidak pernah ada dua manusia yang persis sama, meskupun mereka
kembar yang dilahirkan dan diasuh dalam keluarga yangsama, diberi makanan
yang sama dan di didik dengan cara yang sama. Namun adanya kesamaan sekali
lagi akan mendorong orang-orang untuk saling tertarik dan pada gilirannya karena
kesamaan tersebut komunikasi mereka menjadi lebih efektif.

Prinsip 9 : Komunikasi bersifat nonsekuensial

14
Proses komunikasi bersifat sirkular dalam arti tidak berlangsung satu arah.
Melibatkan respon atau tanggapan sebagai bukti bahwa pesan yang dikirimkan itu
diterima dan dimengerti.

Prinsip 10 : Komunikasi bersifat prosesual, dinamis dan transaksional

Konsekuensi dari prinsip bahwa komunikasi adalah sebuah proses adalah


komunikasi itu dinamis dan transaksional. Ada proses saling memberi dan
menerima informasi diantara pihak-pihak yang melakukan komunikasi.

Prinsip 11 : komunikasi bersifat irreversible

Setiap orang yang melakukan proses komunikasi tidak dapat mengontrol


sedemikian rupa terhadap efek yang ditimbulkan oleh pesan yang dikirimkan.
Komunikasi tidak dapat ditarik kembali, jika seseorang sudah berkata menyakiti
orang lain, maka efek sakit hati tidak akan hilang begitu saja pada diri orang lain
tersebut.

Prinsip 12 : Komunikasi bukan panasea untuk menyelesaikan


berbagai masalah

Dalam arti bahwa komunikasi bukan satu-satunya obat mujarab yang


dapat digunakan untuk menyelesaikan masalah. Banyak persoalan dan konflik
antar manusia disebabkan oleh masaalh komunikasi. Namun komunikasi bukanlah
panasea (obat mujrab) untuk menyelesaikan persoalan atau konflik itu, karena
konflik atau persoalan tersebut mungkin berkaitan denagn masalah struktural.

2.5. Kelebihan Komunikasi Audio

a. Komunikasi mudah di pahami tanpa harus menjelaskan lebih lanjut.


b. Melengkapi/mempertegas komunikasi verbal.
c. Melalui perilaku non verbal seseorang kita dapat mengetahui suasana
emosional orang tersebut.
d. Perilaku non verbal dapat menggantikan perilaku verbal.
e. Perilaku non verbal lebih jujur dari pada perilaku verbal, contoh:
seorang dosen melihat jam tangannya beberapa kali,padahal dia

15
mengatakan bahwa dia mempunyau banyak waktu untuk berbicara
dengan mahasiswanya.

2.6. Gangguan Komunikasi Audio

a. Mendengar Dan Mendengarkan


Mendengar dan mendengarkan adalah dua hal yang berbeda meskipun
keduanya berhubungan. Secara sederhana, kita bisa katakan bahwa mendengar
adalah proses fisiologis, dimana mendengarkan adalah proses psikologis. Secara
fisiologis, mendengar adalah proses saat gelombang suara memasuki telinga
bagian luar ditransmisikan ke gendang telinga, dikonversi menjadi vibrasi
mekanik di telinga tengah dan diubah di telinga bagian dalam menjadi impuls
elektrik yang dikirim ke otak.
Proses psikologis mendengarkan dimulai ketika ‘kesadaran seseorang dan
perhatian akan bunyi (penerimaan), diteruskan dengan identifikasi dan pengenalan
sinyal sinyal auditory yang khusus (decoding) dan diakhiri dengan pemahaman.
Baik mendengar maupun mendengarkan, keduanya merupakan proses dalam
mengajar dan belajar. Seperti komunikasi visual dan pembelajaran, suatu pesan
disandikan oleh pengirim dan isi sandi diuraikan (dibaca) oleh penerima. Kualitas
pesan yang disandikan dipengaruhi oleh kemampuan pengirim untuk menyatakan
pesan dengan jelas dan logis.
Pemahaman untuk membaca sandi dipengaruhi oleh kemampuan penerima dalam
memahami pesan. Efisiensi komunikasi juga dipengaruhi oleh jalannya pesan dari
pengirim ke penerima. Gangguan dalam komunikasi audio bisa terjadi di berbagai
titik pada proses: encoding, mendengar, mendengarkan atau decoding. Ketepatan
penyandian pesan (encoding) tergantung pada kecakapan pengirim untuk
mengorganisasikan dan mempresentasikannya. Contohnya, kosa kata yang
digunakan dalam pesan haruslah yang diketahui oleh penerima. Transmisi dan
penerimaan bisa terhambat oleh berbagai penghambat. Pertama, volume suara
mungkin terlalu keras atau terlalu pelan. Jika terlalu pelan, kita kesulitan
memahami makna yang tepat. Jika terlalu keras, kita mencoba untuk melindungi
telinga kita, menghalangi suara yang mengganggu.

16
Kedua, suara yang monoton seperti suara guru yang membosankan, bisa
memicu kelelahan auditory (pendengaran). Kelelahan auditory merupakan proses
fisiologis dan psikologis menghilangkan atau kehilangan ‘perhatian’ secara
bertahap pada suatu suara. Mekanisme saraf mentransmisi suara ke otak menjadi
lelah bila “membawa muatan yang sama” terus menerus. Disamping itu, perhatian
anda pada suara berkurang karena “kabar yang sudah basi” dan tidak lagi tertarik.
Otak memiliki kemampuan untuk menyaring suara dari luar yang tidak diinginkan
atau tidak diperlukan untuk diperhatikan.

Ketiga, kemampuan seseorang untuk mendengar secara fisiologis bisa


terganggu. Saat siswa mengalami flu, mungkin saja kemampuan mendengarnya
pada kelas yang gaduh akan berkurang. Perbedaan kemampuan untuk mendengar
dengan detail dapat menyebabkan siswa kesulitan membedakan antara kata kata
dan frase berpotensi membingungkan.

Pesan bisa juga dipengaruhi oleh kecakapan atau ketidakmampuan


mendengarkan si penerima. Penerima harus mampu mengatur dan
mempertahankan konsentrasi pada saat menerima serangkaian suara (pesan).
Mereka harus memiliki kecakapan untuk berpikir lebih dahulu saat menerima
pesan (kita berpikir lebih cepat dari pada mendengar, membaca atau menulis dan
menggunakan perbedaan waktu ini untuk mengorganisasikan dan memasukkan
informasi untuk memahaminya.

Yang terakhir, komunikasi dapat terputus karena kurangnya latar belakang


pengalaman penerima untuk memasukkan dan kemudian memahami pesan.

2.7 Pengembangan Kecakapan Mendengarkan

Hingga saat ini, perhatian terbesar pada pendidikan formal diberikan pada
kemampuan membaca dan menulis, hanya sedikit pada kemampuan berbicara dan
hampir tidak ada perhatian pada kemampuan mendengarkan. Saat ini, pendidik
memahami mendengar sebagai kecakapan, yang seperti kecakapan lainnya yang
bisa diperbaiki dengan praktek.

17
Kemampuan mendengar adalah fondasi kemampuan mendengarkan. Oleh
karena itu, yang harus dipahami lebih dahulu adalah apakah semua siswa anda
dapat mendengar dengan normal.

Anda dapat meningkatkan kemampuan mendengarkan siswa dengan


teknik teknik dibawah ini:

 Memandu listening. Untuk memandu listening, beri siswa beberapa


tujuan dan pertanyaan sebelumnya.
 Beri petunjuk. Berikan petunjuk pada siswa secara individual atau
kelompok dengan audiotape
 Perintahkan pada siswa untuk mendengarkan tentang ide pokok, detail
atau kesimpulan
 Gunakan hubungan kata kata (context) dalam listening
 Menganalisa struktur sebuah presentasi. Perintahkan siswa untuk
menganalisa dan mengorgaisasikan presentasi lisan
 Membedakan informasi yang relevan dan tidak relevan

2.8 Bentuk-Bentuk Audio


Dua bentuk utama audio dibedakan menjadi dua yaitu digital dan analog.
Pada rekaman digital, suara (baik dalam bentuk music, pidato, atau suara lain)
ditransformasi menjadi informasi biner- seri 1 dan 0, sama dengan kode
matematik yang digunakan dalam computer.
File file digital di simpan pada penyimpan digital seperti seperti CD, hard
disk komputer, flash disk atau recoder digital ‘kecil’. File file digital biasanya
disimpan dalam format MP3 dan format WAV.
Mari kita bandingkan kaset dan compact disc (CD) dengan melihat
kelebihan dan kekurangan sebagai audio yang paling sering digunakan dalam
proses pembelajaran.

 Kaset (audiotapes)

Kelebihan utama dari kaset adalah anda dapat merekam sendiri dengan
mudah dan murah dan apabila isinya tidak berguna lagi, anda dapat
menghapusnya dan menggunakan kaset untuk merekam lagi. Kaset tidak mudah
rusak dan mudah disimpan. Tidak seperti disc, kaset yang rusak bisa diperbaiki
meskipun tidak mudah.

18
Tentunya, ada kelemahan kaset. Bunyi bunyi yang melatar belakangi atau
‘dengungan’ mekanis seringkali terekam bersama dengan materi. Kegaduhan
meskipun dalam tingkatan yang rendah dapat merusak hasil rekaman.

Peralatan audio yang dulunya paling sering ada dikelas adalah tape
recorder dengan kasetnya. Kaset di bedakan dengan lamanya merekam.
Contohnya, C -60 adalah kaset yang dapat merekam selama 60 menit, 30 menit
masing masing sisi. Kaset tersedia dalam berbagai ukuran (panjangnya pita).
Ukuran kasetnya sama sehingga bisa diputar di berbagai “mesin pemutar kaset”.

 Compact Disc (CD)

Disc memiliki diameter 12 cm, mampu menyimpan informasi yang luar


biasa. CD sekarang memuat hingga 80 menit music.

Teknologi pada CD membuatnya menjadi program pendidikan yang


menarik. Pengguna bisa memilih dengan cepat bagian disc yang mau diputar dan
dapat memprogramnya untuk diurutkan sesuai keinginan. Informasi dapat dipilih
oleh pebelajar atau diprogram oleh instruktur. Kelebihan utama CD adalah tahan
terhadap kerusakan. Noda dapat dibersihkan dan goresan yang biasa tidak
mempengaruhi saat diputar kembali. Dan jika ada goresan yang dapat
mempengaruhi kualitas sinyal audio, sekarang tersedia resin (damar) untuk
memperbaiki disc.

Kebanyakan computer dilengkapi fasilitas untuk membuat atau “membakar”


CD audio, sehingga guru dan siswa mudah merekamnya. Dalam mengcopi kita
harus melihat apakah ada hak cipta atau tidak.

 MP3

Satu penemuan baru audio adalah bahwa file audio bisa didapat dari
computer dan internet. MP3 (MPEG Audio Layer 3) adalah bentuk audio yang
dimampatkan sehingga membuat file audio yang besar disusutkan menjadi file
yang lebih kecil yang dapat dengan cepat dan dengan mudah di unduh dari
internet. Teknologi kompresi pada MP3 ini mengurangi waktu yang diperlukan
untuk mendownload atau meng up load dan juga space yang diperlukan. MP3
menggunakan standard “terbuka” yang artinya tersedia buat siapa saja yang

19
mengakses internet. Software computer anda perlu menggunakan file file MP3
yang bebas untuk digunakan. Banyak file audio yang juga gratis dan tersedia
untuk di download dengan harga murah.

 WAV

File file WAV saat ini paling banyak digunakan untuk menyimpan dan
menggunakan audio. File WAV adalah versi digital dari audio analog yang dibuat
dengan sound card computer dan software untuk mengkonversi dan
menyimpannya dalam bentuk digital. File audio WAV dapat disimpan dalam
berbagai alat penyimpan digital seperti CD, USB (flash disk) atau network drive
untuk diputar kembali dengan computer dan dibawa kedalam kelas.

 Audio Digital yang bisa diakses

Anda dapat mengakses dan mendengarkan file audio digital dengan


berbagai cara, seperti audio streaming, podcasting, radio internet dan player
digital. File audio kadang tersedia dalam bentuk audio streaming, yang artinya file
tersebut dikirim sebagai paket untuk pengguna, memungkinkan pengguna
mendengarkan satu bagian file sementara bagian lain masih didownload. MP3
tersedia bagi siapa saja yang mengkases internet. Software di computer anda
perlu memainkan file audio MP3 yang gratis untuk digunakan. Plug in
(masukkan) player media seperti windows media player untuk membuat siswa
anda bisa mendengarkan audio streaming.

Podcast berasal dari kata iPod dan broadcasting, adalah file audio dalam
bentuk MP3 yang didistribusikan melalui internet. File file audio ini bisa dikirim
secara otomatis ke pelanggan dan disimpan dalam computer untuk didengarkan
saat diperlukan oleh pelanggan.

Siaran radio internet menggunakan internet untuk menjadi stasiun radio


online yang memiliki banyak program seperti music, olah raga, ilmu pengetahuan,
cuaca local, berita nasional dan dunia. Kelas computer bisa menggunakan radio
internet.

20
Portable digital audio player memungkinkan memungkinkan pengguna
membawa audio file. Juga disebut portable digital music player karena paling
banyak orang menggunakannya untuk mendengarkan music. Misalnya iPod
Apple, seperti walkman, sesuai untuk ditenteng atau dikantongi. Tidak seperti
walkman, iPod mampu menyimpan ribuan lagu atau file suara.

2.9 Media Visual

Usaha pengklasifikasian media dapat mengungkapkan karakteristik atau


ciri-ciri suatu media berbeda menurut tujuan atau maksudnya pengelompokannya.
Dari contoh pengelompokan yang diadakan oleh para ahli (Schramm), kita dapat
melihat media karakteristik ekonomisnya, lingkup sasarannya yang dapat diliput,
dan kemudahan kontrol pemakai. Karakteristik media juga dapat dilihat menurut
kemampuan membangkitkan rangsangan indera penglihatan, pendengaran,
perabaan, pengecapan maupun penciuman atau kesesuaiannya dengan tingkat
hierarki belajar seperti yang digarap oleh Gagne, dan sebagainya.

Karakteristik media sebagaimana dikemukakan oleh Kemp (1975)


merupakan dasar pemilihan media sesuai dengan situasi belajar tertentu. Dia
mengatakan “The question of what media attributesare necessary for a given
learnign for situation becomes the basis for media selection”. Jadi klasifikasi
media, karakteristik media, dan pemilihan media merupakan kesatuan yang tak
terpisahkan dalam penentuan strategi pembelajaran.
Untuk tujuan-tujuan praktis dibawah ini akan dibahas karakteristik beberapa jenis
media yang lazim dipakai dalam kegiatan belajar mengajar khususnya di
Indonesia.

 Media Grafis

Media grafis termasuk media visual. Sebagaimana media yang lain


media grafis berfungsi untuk menyalurkan pesan. Saluran yang dipakai
menyangkut indera penglihatan. Pesan yang akan disampaikan dituangkan
kedalam simbol-simbol komunikasi visual. Selain itu media grafis juga berfungsi

21
pula untuk menarik perhatian, memperjelas sajian ide, mengilustrasikan atau
menghiasi fakta yang mungkin akan cepat dilupakan atau diabaikan bila tidak
digrafiskan.
Selain sederhana dan mudah pembuatannya media grafis termasuk media yang
relatif murah ditinjau dari segi biayanya. Beberapa media grafis dengan ciri-
cirinya adalah sebagai berkut:

a. Gambar atau Foto

Diantara media pendidikan, gambar/foto adalah media yang paling mudah


dipakai. Dia merupakan bahasa yang umum yang dapat dimengerti dan dinikmati
dimana-mana.
Beberapa kelebihan media gambar foto yang lain dijelaskan dibawah

ini.
1. Sifatnya konkret; lebih realistis menunjukan pokok masalah
dibandingkan dengan media verbal semata.
2. Gambar dapat mengatasi ruang dan waktu.
3. Media gambar/foto dapat mengatasi keterbatasan pengamatan kita.
4. Foto dapat memperjelas suatu masalah, dalam bidang apa saja dan
untuk tingkat usia berapa saja, sehingga dapat mencegah atau
membetulkan kesalahpahaman.
5. Foto harganay murah dan gampang didapat serta digunakan, tanpa
memerlukan peralatan khusus.
Selain kelebihan tersebut, gambar/foto mempunyai beberapa kelemahan yaitu:
1. Gambar/foto hanya menekankan persepsi indera mata.
2. Gambar/foto benda yang terlalu kompleks kurang efektif untuk
kegiatan pembelajaran.
3. Ukurannya sangat terbatas untuk kelompok besa.
Untuk dijadikan sebagai media pembelajaran baik, media foto setidaknya
mempunyai beberapa syarat:
1. Autentik
2. Sederhana
3. Berukuran yang relatif

b. Sketsa

Sketsa adalah gambar yang sederhana, atau draft kasar yang melukiskan
bagian-bagian pokoknya tanpa detail. Dengan sketsa selain dapat menarik

22
perhatian siswa, menghindari verbalisme dan dapat memperjelas penyampaian
pesan.

c. Diagram

Sebagai suatu gambar yang sedrhana yang menggunkan garis-garis dan


simbol-simbol, diagram atau skema menggambarkan struktur dari objek secara
garis besar. Diagram menunjukan hubungan yang ada antara komponen dan sifat-
sifat proses yang ada disitu. Kriteria diagram yang baik untuk dijadkan sebagai
media pembelajaran adalah sebagai berikut:
1. Benar, digambar rapi, diberi titel, label dan penjelasan-penjelasan yang
perlu.
2. Cukup besar dan ditempatkan secara strategis
3. Penyusunannya disesuaikan dengan pola membaca yang umum yaitu
dari kiri ke kanan dan dari atas kebawah.

d. Bagan/Chart

Seperti halnya media grafis yang lain, Bagan atau chart termasuk media
visual. Fungsinya yang pokok adalah menyampaikan ide-ide atau konsep-konsep
yang sulit bila hanya disampaikan secara tertulis atau lisan secara visual. Bagan
juga mampu memberikan ringkasan butir-butir penting dari suatu presentasi.
Sebagai media yang baik, bagan haruslah:
1. Dapat dimengerti anak
2. Sederhana dan lugas, tidak rumit dan berbelit-belit.
3. Diganti pada waktu tertentu agar selain tetap termasa juga tak
kehilangan daya tarik.

e. Grafik (Graphs)

Sebagai suatu media visual, grafik adalah gambar sederhana yang


menggunakan titik-titik, garis atau gambar. Untuk melengkapinya seringkali
simbol-simbol verbal digunakan pula dsitu.

23
Fungsi grafik adalah untuk menggambarkan data kuantitatif secara teliti,
menerangkan perkembangan atau perbandingan sesuatu objek atau peristiwa yang
saling berhubungan secara singkat dan jelas.
Sebagai media pendidikan yang baik, media grafik harus mampu
memenuhi beberapa kriteria-kriteria, diantaranya:
1. Jelas untuk dilihat oleh seluruh kelas
2. Hanya menyajikan satu ide setiap grafik
3. Ada jarak/ruang kosong antara kolom-kolom bagiannya.
4. Warna yang digunakan kontras dan harmonis.
5. Berjudul dan ringkas
6. Sederhana (simplicity)
7. Mudah dibaca (legibility)
8. Praktis, mudah (manageability)
9. Menggambarkan kenyataan (realisme)
10. Menarik (attractiveness
11. Jelas dan tak memerlukan informasi tambahan (appropiateness
12. Telioti (accuracy))
Ada beberapa jenis grafik yang dapat kita gunakan diantaranya adalah
grafik garis (line graphs), grafik batang (bargraphs), grafik lengkaran (circle atau
pie graphs) dan grafik gambar (pictorial graphs).

f. Kartun

Kartun merupakan salah satu bentuk komunikasi grafis adalah suatu


gambar interpretatif yang menggunakan simbol-simbol untuk menyampaikan
sesuatu pesan secara cepat dan ringkas atau sesuatu sikap terhadap orang, situasi,
atau kejadian-kejadian tertentu.

g. Poster

Poster tidak hanya penting untuk menyampaikan kesan-kesan tertentu


tetapi dia mampu pula untuk mempengaruhi dan memotivasi tingkah laku orang
yang melihatnya. Poster berfungsi untuk mempengaruhi orang-orang untuk
membeli produk baru darei sesuatu perusahaan, untuk mengikuti program
keluarga berencana atau untuk menyayangi binatang dapat dituangkan lewat
poster.

Kriteria poster yang baik hendaklah;

24
1. Sedehana
2. Menyajikan satu ide dan untuk mencapai suatu tujuan yang pokok
3. Bewarna
4. Slogannya ringkas dan jitu
5. Tulisannya jelas
6. Motif dan disain bervariasi.

h. Peta dan Globe

Peta dan globe berfungsi untuk menyajikan data-data lokasi. Alasan


kenapa peta dipakai sebagai media dalam KBM:
1. Memungkinkan siswa mengerti tentang suatu posisi daerah.
2. Dapat merangsang minat siswa terhadap penduduk dan pengaruh-
pengaruh geografis.
3. Memungkinkan siswa memperoleh gamabaran tentangimigrasi dan
distribusi penduduk, tumbuh-tunbuhan dan kehidupan hewan serta
bentuk muka bumi sebenarnya.

i. Papan Flanel/ Flannel Board

Papan Flannel adalah media grafis yang efektif sekali untuk menyajikan
pesan-pesan tertentukepada sasaran tertentu pula. Papan berlapis kain flanel ini
dapat dilipat sehingga praktis. Gambar-gambar yang akan disajikan dapat
dipasang dan dicopot dengan mudahse hingga dapat dipakai berkali-kali.

2.10 Jenis-jenis Media Visual

Ø Media yang tidak diproyeksikan


1. Media realita
Media realita adalah benda nyata. Benda tersebut tidak harus dihadirkan di
ruang kelas, tetapi siswa dapat melihat langsung ke obyek. Kelebihan dari media
realia ini adalah dapat memberikan pengalaman nyata kepada siswa. Misal untuk
mempelajari keanekaragaman makhluk hidup, klasifikasi makhluk hidup,
ekosistem, dan organ tanaman.
2. Model.
Adalah benda tiruan dalam wujud tiga dimensi yang merupakan
representasi atau pengganti dari benda yang sesungguhnya. Penggunaan model

25
untuk mengatasi kendala tertentu sebagai pengganti realia. Misal untuk
mempelajari sistem gerak, pencernaan, pernafasan, peredaran darah, sistem
ekskresi, dan syaraf pada hewan.
3. Media grafis
Yaitu tergolong media visual yang menyalurkan pesan melalui simbol-
simbol visual. Fungsi dari media grafis adalah menarik perhatian, memperjelas
sajian pelajaran, dan mengilustrasikan suatu fakta atau konsep yang mudah
terlupakan jika hanya dilakukan melalui penjelasan verbal. Jenis-jenis media
grafis adalah:

 gambar / foto: paling umum digunakan


 sketsa: gambar sederhana atau draft kasar yang melukiskan bagian
pokok tanpa detail. Dengan sketsa dapat menarik perhatian siswa,
menghindarkan verbalisme, dan memperjelas pesan.
 diagram / skema: gambar sederhana yang menggunakan garis dan
simbol untuk menggambarkan struktur dari obyek tertentu secara
garis besar. Misal untuk mempelajari organisasi kehidupan dari sel
samapai organisme.
 bagan / chart: menyajikan ide atau konsep yang sulit sehingga
lebih mudah dicerna siswa. Selain itu bagan mampu memberikan
ringkasan butir-butir penting dari penyajian. Dalam bagan sering
dijumpai bentuk grafis lain, seperti: gambar, diagram, kartun, atau
lambang verbal.
 grafik: gambar sederhana yang menggunakan garis, titik, simbol
verbal atau bentuk tertentu yang menggambarkan data kuantitatif.
Misalnya untuk mempelajari pertumbuhan.
 Media proyeksi

1. Transparansi OHP
Merupakan alat bantu mengajar tatap muka sejati, sebab tata letak ruang
kelas tetap seperti biasa, guru dapat bertatap muka dengan siswa (tanpa harus
membelakangi siswa). Perangkat media transparansi meliputi perangkat lunak
(Overhead transparancy / OHT) dan perangkat keras (Overhead projector / OHP).
Teknik pembuatan media transparansi, yaitu:
- Mengambil dari bahan cetak dengan teknik tertentu
- Membuat sendiri secara manual

26
2. Film bingkai / slide
Film bingkai / slide adalah film transparan yang umumnya berukuran 35
mm dan diberi bingkai 2X2 inci. Dalam satu paket berisi beberapa film bingkai
yang terpisah satu sama lain. Manfaat film bingkai hampir sama dengan
transparansi OHP, hanya kualitas visual yang dihasilkan lebih bagus. Sedangkan
kelemahannya adalah beaya produksi dan peralatan lebih mahal serta kurang
praktis. Untuk menyajikan dibutuhkan proyektor slide.

2.11 Peran Komunikasi Visual dalam pembelajaran & Aspek Virtual Literasi
2.11.1. Peran Komunikasi Visual dalam pembelajaran
Peranan visual dalam pembelajaran adalah sebagai sarana untuk
menyediakan atau memberikan referensi yang konkret tentang sebuah ide. Kata-
kata tidak dapat mewakili atau menyuarakan benda karena visual bersifat iconic.
Beberapa manfaat visual dalam pembelajaran antara lain, visual dapat memotivasi
para pelajar dengan cara menarik perhatian mereka, mempertahankan perhatian
serta mendapatkan respon-respon emosional. Selain itu, visual juga dapat
menyederhanakan informasi yang sulit untuk dijelaskan dengan kata-kata.

2.11.2. Aspek Virtual Literasi


Visual Literasi ( visual literacy) adalah kemampuan pebelajar untuk
menganalisis sebuah pesan visual dalam pembelajaran. sedangkan istilah melek
dulu hanya digunakan untuk merujuk pada membaca dan menulis informasi
verbal, menggunakan istilah visual literacy untuk merujuk pada kemampuan
belajar untuk menginterpretasikan pesan visual secara akurat dan untuk membuat
pesan tersebut. penelitian tentang keaksaraan visual menguji pengaruh dari sistem
pengolahan visual pada perolehan pengetahuan, keterampilan dan sikap Visual
Literacy dapat dikembangkan melalui dua macam pendekatan:

1. Decoding ialah proses interpretasi visual

Dengan melihat sebuah tampilan visual tidak berarti bahwa seorang


pebelajar dapat belajar dari tampilan tersebut. Pebelajar harus dibimbing untuk
dapat memiliki pemikiran yang jelas dan benar tentang tampilan visual tersebut.

27
Aspek visual literacy yang pertama adalah kemampuan untuk menginterpretasi
dan menemukan makna dari stimulus yang ada di lingkungan sekitar.

a. Developmental Effects Banyak variable yang mempengaruhi seorang pebelajar


dalam memaknai sebuah tampilan visual. Anak-anak sampai pada usia 12 tahun
cenderung memaknai tampilan visual secara parsial. Disisi lain, anak yang lebih
dewasa cenderung mampu untuk menggambarkan kembali pesan yang ingin
disampaikan dari sebuah tampilan visual. Gambar-gambar abstrak atau rangkaian
gambar diam (still pictures) kurang sesuai untuk anak-anak (sampai usia 12
tahun).

b. Cultural Effects Dalam mengajar, harus disadari bahwa kemampuan pebelajar


untuk menginterpretasi sebuah tampilan visual dapat dipengaruhi oleh latar
belakang kebudayaannya. Misalnya, seorang pebelajar yang berasal dari keluarga
sederhana akan memiliki pemahaman yang berbeda mengenai suatu tampilan
visual dengan pebelajar yang berasal dari keluarga menengah atas.
c. Visual Preferences Dalam memilih tampilan visual, guru sebaiknya memilih
tampilan visual yang paling efektif daripada memilih tampilan visual yang
disukai. Misalnya, pembelajaran untuk anak-anak lebih cocok menggunakan
tampilan visual yang sederhana dan tidak menggunakan banyak ilustrasi. Di sisi
lain, tampilan visual pembelajaran untuk anak-anak yang lebih dewasa lebih
cocok menggunakan ilustrasi-ilustrasi yang lebih kompleks. Kebanyakan
pebelajar lebih menyukai tampilan visual yang berwarna daripada tampilan visual
hitam-putih. Sebenarnya tidak ada perbedaan yang signifikan antara kedua hal
tersebut kecuali ketika ada hubungan antara topik yang sedang dipelajari dengan
eksistensi warna. Selain warna, pebelajar lebih suka tampilan visual dengan
menggunakan foto daripada line drawings (sekalipun dalam beberapa situasi, line
drawings lebih sesuai digunakan dalam pembelajaran). Pada dasarnya, tampilan
visual yang sederhana akan lebih efektif bila digunakan dalam pembelajaran.
Perbedaan latar belakang mempengaruhi kemampuan setiap pebelajar dalam
menginterpretasikan sebuah tampilan visual. Seorang guru dapat membantu
mengembangkan kemampuan visual pebelajar membiarkan mereka untuk
“menggunakannya”, misalnya, setiap pebelajar dapat belajar dengan melihat dan
menganalisa tampilan visual.

28
2. Encoding Encoding ialah mencipatakan visual.
Kemampuan pebelajar untuk menciptakan sebuah tampilan visual. Sama
halnya dengan menulis yang dapat menjadi stimuli untuk membaca, memproduksi
media juga dapat menjadi cara yang efektif untuk mengerti tentang media.
Tujuan Sebuah Desain Visual dalam Komunikasi Setidaknya ada empat tujuan
dasar desain visual yaitu:
a) Ensure Legibility
Sebuah tampilan visual tidak akan dapat berfungsi sampai tampilan itu
dapat terbaca oleh setiap orang yang melihatnya. Keterbacaan (legibility)
berhubungan dengan kualitas huruf pada tampilan dalam tingkat kemudahannya
untuk dibaca. Tujuan akhir dari sebuah tampilan desain visual yang baik adalah
untuk menyingkirkan sebanyak mungkin halangan yang mengganggu
penyampaian sebuah pesan pembelajaran.
b) Reduce Effort
Seorang desainer pasti merindukan agar pesan yang disampaikan melalui
sebuah tampilan dapat diterima dengan baik. Oleh karena itu ia akan berusaha
untuk meminimalisir usaha-usaha yang mungkin dibutuhkan oleh setiap orang
untuk menangkap isi pesan tampilan visual tersebut.
c) Increase Active Engagement
Sebuah pesan tidak akan dapat bertahan sampai pesan itu mendapat
perhatian. Hal inilah yang menjadi dasar dari salah satu tujuan desain visual.
Sebuah desain sebaiknya dibuat semenarik mungkin untuk menarik perhatian
viewer dan untuk membuat mereka memikirkan tentang pesan yang sedang
disampaikan.
d) Focus Attention
Setelah mendapatkan perhatian viewer, langkah selanjutnya adalah
bagaimana mengarahkan perhatian mereka pada bagian terpenting dari tampilan
pesan visual yang telah dibuat.
F. Proses Desain Visual
1. Elements Langkah pertama dalam mendesain sebuah tampilan visual adalah
dengan mengumpulkan atau membuat ilustrasi gambar dan desain teks yang akan
digunakan.
a) Visual Elements Tiga kategori simbol visual:

29
(1) Realistic visuals menggambarkan objek secara aktual atau sesuai
dengan kenyataan yang sebenarnya. Sebuah objek atau peristiwa aktual akan
selalu memiliki aspek yang tidak dapat diilustrasikan sekalipun dalam gambar tiga
dimensi.
(2) Analogic visuals menggambarkan sebuah konsep atau topik dengan
menggunakan benda lain yang memiliki kemiripan.
(3) Organizational visuals meliputi: diagram, peta, skema, dll. Grafik
seperti ini menunjukkan hubungan antara poin-poin utama atau konsep dalam
materi.
b) Verbal Elements Huruf adalah bagian terkecil dari sebuah kata. Sedangkan kata
adalah bagian terkecil dari sebuah gagasan. Sebuah gagasan yang baik dan telah
tersusun lewat pemilihan kata yang menarik bisa saja berakhir sia-sia karena
kegagalan dalam memilih huruf.
1) Letter Style Jenis huruf yang dipilih sebaiknya konsisten dan harmonis
dengan elemen lain yang ada dalam sebuah desain visual. Untuk keperluan desain
pesan pembelajaran, jenis huruf yang sederhana lebih diutamakan. Misalnya
huruf-huruf jenis Serif atau Sanserif.
2) Number of Lettering Style Sebuah tampilan visual atau rangkaian
tampilan visual sebaiknya tidak menggunakan lebih dari dua jenis huruf dan
kedua jenis huruf ini harus sesuai satu dengan yang lain.
3) Capitals Untuk mendapatkan hasil tampilan yang legibel, maka
gunakanlah huruf kecil. Huruf kapital lebih baik dipergunakan hanya pada saat-
saat tertentu saja.
4) Color of Lettering Warna huruf yang dipakai sebaiknya kontras dengan
warna latar belakang (background). Hal ini perlu untuk memudahkan viewer
dalam melihat hasil sebuah tayangan visual.
5) Size of Lettering
6) Spacing Between Letters Jarak antara huruf yang satu dengan yang
lainnya sebaiknya tidak terlalu lebar. Perlu diperhatikan jenis huruf.
7) Spacing Between Lines Jarak vertikal antara tiap baris sangat penting
untuk legibilitas. Apabila jarak antar baris terlalu dekat, akan menyebabkan
tulisan menjadi kabur dan tak terbaca; tetapi apabila jarak antar baris terlalu jauh,
tulisan dalam tayangan akan terlihat kurang menyatu. Sebuah tampilan visual
akan menjadi berarti apabila dapat menarik perhatian viewer yaitu dengan
memperhatikan:

30
a) Surprise Hall mendasar yang dapat menarik perhatian seseorang adalah
karena adanya sesuatu yang tidak terduga. Hal yang tidak terduga ini dapat berupa
penggunaan metafora yang lain dari biasanya, penggunaan permainan warna yang
lebih berani, dll.
b) Texture Kebanyakan tampilan visual adalah dua dimensi. Namun,
seorang desainer dapat membuat tampilan itu menjadi tampilan tiga dimensi
dengan cara memberikan tekstur atau material yang bersifat aktual. Tekstur adalah
karakter tiga dimensi objek atau material.
c) Interaction Viewer dapat diminta untuk memberikan respon terhadap
sebuah tampilan visual dengan cara memanipulasi materi yang ada dalam
tayangan tersebut.
Pattern
a) Alignment
1) Penataan baris rata kiri
• Memiliki tingkat keterbacaan yang baik
• Dianjurkan untuk naskah yang panjang
• Terkesan dinamis tetapi kurang rapi
2) Penataan baris rata kanan
• Memiliki tingkat keterbacaan yang buruk
• Tidak dianjurkan untuk naskah panjang
• Terkesan dinamis
3) Penataan baris rata kiri-kanan
• Memiliki tingkat keterbacaan yang cukup baik terutama jika jarak antar
kata tetap terkontrol dengan baik
• Terkesan rapi tetapi kurang dinamis
• Dengan kontrol yang baik, dianjurkan untuk naskah panjang
4) Penataan baris terpusat di tengah
• Memiliki tingkat keterbacaan yang buruk
• Tidak dianjurkan untuk naskah panjang
b) Shape Cara selanjutnya untuk membuat elemen visual dan elemen
verbal adalah dengan cara memilih dan meletakkannya dalam bentuk yang telah
familiar. Bentuk-bentuk seperti bentuk geometri adalah bentuk yang sesuai karena
mudah ditebak oleh viewer. Prinsip lain yang dapat digunakan sebagai panduan
untuk penempatan elemen visual adalah hukum yang ketiga yaitu elemen
diletakkan pada jarak sepertiga dari bagian pojok kiri atas sebuah tampilan.

c) Balance Ukuran nada, berat dan posisi unsur-unsur dalam sebuah


rancangan tampilan dikendalikan dengan sebuah keseimbangan. Unsur-unsur
yang tertata seimbang terlihat aman dan nyaman oleh mata. Cara menguji

31
keseimbangan adalah dengan cara menguji hubungan bagian kiri dan kanan. Pada
dasarnya, terdapat dua bentuk keseimbangan yaitu formal dan informal.
1) Keseimbangan formal Rancangan yang seimbang formal memiliki
unsur-unsur berat, ukuran, bentuk yang sama pada sisi kanan dan sisi kiri dalam
suatu garis vertical imajiner yang digambarkan di pusat tampilan. Rancangan yang
simetris memberikan kesan stabilitas dan konservatif, tetapi pada suatu saat
terlihat tidak imajinatif. Gambar kupu-kupu di samping simetris. Kedua sisi
memiliki kesamaa dan kekuatan yang seimbang secara visual. Selain itu gambar
kupu-kupu tercermin kembali.
2) Keseimbangan informal Dalam keseimbangan informal, objek
ditempatkan secara acak dalam halaman tetapi secara keseluruhan tampak
seimbang. Bentuk penyusunan ini memerlukan pemikiran daripada keseimbangan
formal bersimetris sederhana, tetapi efeknya dapat imajinatif dan dinamis.
Gambar kupu-kupu di samping asimteris. Kedua sisi memiliki kekuatan visual
yang hampir sama tetapi gambar kupu-kupu tersebut tidak tercermin kembali.

d) Style Style ditentukan oleh perbedaan kondisi yang ada di lapangan. Tampilan
rancangan yang ditujukan untuk pembelajaran anak-anak akan memiliki tampilan
rancangan yang berbeda dengan desain pembelajaran yang ditujukan untuk
pebelajar dewasa.
e) Color Scheme Warna merupakan unsur visual yang penting dan merupakan
gejala penglihatan yang paling menarik. Warna dapat berperan sebagai berikut:
1) Memberikan kesan realistik
2) Berfungsi sebagai pemisah antara elemen visual yang satu dengan yang lain
3) Membangkitkan perhatian
4) Memiliki bahasa psikologis untuk menguatkan mood pesan
5) Meningkatkan tampilan astistik Berikut ini adalah saran kombinasi warna
untuk background dan foreground (Color in Instructional Communication):
Background Foreground Images & Text Highlights White Light grey Blue Light
blue Light yellow Dark blue Blue, green, black Light yellow, white Dark blue,
dark green Violet, brown Red, orange Red Yellow, red Red-orange Red

f) Color Appeal Warna-warna seperti biru, hijau dan ungu termasuk warna-warna
dingin; sedangkan merah dan oranye tergolong warna yang hangat. Ketika
memilih warna, seorang desainer perlu memperhatikan situasi emosional apa yang
ingin didapatkan melalui sebuah tampilan.
3. Arrangement

32
a. Proximity Prinsip proximity adalah pengelompokkan elemen. Elemen
yang saling berhubungan diletakkan saling berdekatan, sedangkan elemen yang
tidak berhubungan sedapat mungkin dijauhkan sehingga viewer dapat dengan
mudah menangkap makna sebuah tayangan.

b. Directionals Viewer melihat sebuah tampilan dengan mengarahkan


perhatiannya ke tiap bagian tampilan secara bergantian. Seorang desainer dapat
mengatur perhatian viewer dengan cara memberikan arahan dalam tampilan dan
inilah yang disebut dengan directionals. Ada beberapa cara yang dapat digunakan
untuk menarik perhatian viewer. Misalnya dengan menggunakan tanda panah,
menggunakan huruf bold, menggunakan bullets, dsb. Selain tiga contoh
sebelumnya, elemen warna juga dapat digunakan untuk menarik perhatian.
Warna-warna yang berani akan menarik perhatian dengan cepat apabila
dikombinasikan dengan warna-warna gelap.

c. Figure-Ground Contrast Figure-ground contrast adalah upaya untuk


membuat penonjolan sebuah unsur atau kelompok unsur melalui berbagai cara:
kontras nada, kontras arah, kontras ukuran, kontras bentuk. Prinsip sederhana
untuk figure-ground contrast adalah figur berwarna terang lebih cocok
menggunakan background berwana gelap. Sebaliknya, figure berwarna gelap
lebih cocok menggunakan background berwarna terang.
d. Consistency Dalam proses pembuatan sebuah rangkaian tampilan
visual, konsistensi adalah sebuah prinsip dasar yang tidak boleh dilupakan. Hal ini
bertujuan untuk tidak membingungkan viewer.
G. Visual Planning Tools
1. Storyboard Storyboarding adalah sebuah metode perencanaan. Ketika
mendesain sekelompok tampilan visual, misalnya sebuah slide set atau video,
maka diperlukan sebuah metode bagaimana cara menyusun dan menyusun
kembali keseluruhan sekuens dalam sebuah rangkaian visual.
2. Types of Letters Pemilihan jenis tulisan yang akan digunakan dalam
sebuah tampilan visual perlu disesuaikan dengan pesan apa yang ingin
disampaikan oleh desainer.

2.9. Konsep yang Salah dalam problema mendengarkan

33
Kegagalan dalam mendengarkan dapat terjadi sebagai akibat dari adanya
asumsi yang salah mengenai mendengarkan, kebiasaan mendengarkan yang keliru
dan pengabaian terhadap teknik mendengarkan yang baik.

1. Kemampuan mendengarkan merupakan hal yang berhubungan dengan


intelegensi (kecerdasan). Banyak orang mengannggap kemampuan
mendengarkan dipengaruhi oleh tingkat intelegensi saja. Namun
sebenarnya, pengalaman seseorang dengan kemampuan emosi dan
psikologinya juga berperan dalam proses mendengarkan.
2. Proses mendengarkan yang telah berlangsung sehari-hari menyebabkan
seseorang tidak menganggap penting kebutuhan untuk latihan
mendengarkan secara khusus. Seseorang beranggapan bahwa
kemampuan mendengarkan secara otomatis akan berkembang sejalan
dengan pertumbuhannya. Namun latihan khusus mendengarkan tetap
dibutuhkan karena dapat memperbaiki kemampuan mendengarkan
seseorang.
3. Perbaikan dalam kemampuan membaca juga memperbaiki kemampuan
mendengarkan. Riset dalam pendidikan telah membuktikan bahwa hal
ini tidak benar cara terbaik untuk memperbaiki keterampilan
mendengarkan adalah menerima latihan dalam keterampilan
mendengarkan tersebut.
4. Mendengarkan itu mudah. Asumsi bahwa mendengarkan merupakan
kegiatan yang bersifat santai bagi pedengar untuk menerima informasi
dan pendengar dapat secara pasif menerima informasi yang
disampaikan kepadanya. Mendengarkan adalah proses mendengar yang
membutuhkan kemampuan untuk memahami, pendengar harus
mendengarkan secara kritis dan informatif, sehngga informasi yang
diberikan dapat dipahami oleh pendengar.

Kegagalan dalam mendengarkan juga dapat disebabkan oleh adanya kebiasaan


yang jelek dalam mendengarkan. Ada 6 masalah yaitu :
1. Sikap tergesa-gesa untuk memtuskan bahwa hal yang harus
didengarkan adalah tidak menarik atau tidak berguna.
2. Adanya usaha menghindari atau menjauhi bahan-bahan
yang sulit.
3. Mengkritik penampilan fisik dan cara penyampaiannya.

34
4. Perhatian yang palsu
5. Mendengarkan hanya untuk fakta-fakta
6. Mendengarkan kata-kata dapat membangkitkan emosinya
sehingga dapat menimbulkan pertentangan atau
antagonisme pribadi.

BAB III
PENUTUP

Kesimpulan
Berdasarkan pembahasan yang telah dipaparkan, dapat diambil beberapa
kesimpulan yaitu komunikasi audio adalah proses seseorang untuk dapat bertukar
informasi juga berinteraksi dengan orang dan lingkungannya melalui lambang
auditif (audio) baik dalam bentuk komunikasi verbal maupun non verbal, di dalam
komunikasi audio terdapat prinsip dalam berkomunikasi, alat, dan kendala yang
terjadi di dalam komunikasi sehingga pada komunikasi audio tidak sebatas
hubungan satu orang dengan yang lain.

Saran
Berdasarkan kesimpulan yang telah dipaparkan, maka saran yang dapat
dituliskan adalah ketika melakukan komunikasi 2 arah maka harus memperhatikan
prinsip dan etika komunikasi sehingga lingkungan yang berada dalam wilayah
komunikasi menjadi lebih nyaman.

35
DAFTAR PUSTAKA

https://khusnia.wordpress.com/pengantar-ilmu-komunikasi/03-prinsip-prinsip-
komunikasi/

https://www.academia.edu/7646349/KELEBIHAN_DAN_KELEMAHAN_DALAM_KOMUNI
KASI_VERBAL_DAN_KOMUNIKASI_NON_VERBAL?auto=download

https://id.wikipedia.org/wiki/Komunikasi_audio

Aprilian, Eva. 2014. Audio untuk Media Pembelajaran. (Online).


(http://evaaprilian27.blogspot.co.id/2014/01/normal-0-false-false-false-in-
x-none-x.html, diakses tanggal 17 Februari 2018)

Rifki, Senny. 2011. Karakteristik Media Visual dan Jenis-Jenisnya. (online).


(http://sennyrifki.blogspot.co.id/2011/04/karakteristik-media-visual-dan-
jenis.html, diakses tanggal 17 Februari 2018).

http://anaksastra.blogspot.com/2009/05/analisis-semiotik.html
http://puslit2.petra.ac.id/ejournal/index.php/dkv/article/viewFile/16093/16085
http://id.wikipedia.org/wiki/Gestalt
http://id.wikipedia.org/wiki/Komunikasi_visual
Lester, Paul Martin dan Tovee, Martin. 2005. Upper Sadler River, NJ: Prentice
Hall. (page50-54)

http://isknews.com/peran-komunikasi-visual-dalam-pembelajaran/

https://sumberrbelajar.wordpress.com/peran-visualisasi-dalam-pembelajaran/

36