Anda di halaman 1dari 12

Perhitungan Perencanaan Mesin Geladak kapal tanker 18.

500 DWT
1. Mesin Kemudi (steering gear)
Mesin kemudi ini digunakan untuk menentukan dan mengatur arah haluan
atau manuvering kapal dengan daun kemudi sebagai perantaranya.
a. Menentukan luas daun kemudi
Untuk menentukan luas daun kemudi adalah dengan menggunakan rumus
sebagai berikut .
1,7 𝑥 𝐿 𝑥 𝑇
A = C1 x C2 x C3 x C4 x [ ] (m2)
100

Dimana:
C1 = Faktor untuk kapal tanker = 0,9
C2 = Faktor untuk kemudi tipe umum = 1,0
C3 = Faktor untuk profile kemudi = 1,0
C4 = Faktor untuk perencanaan kemudi = 1,5
L = Panjang kapal (Lpp) = 151,6 m
T = Sarat Kapal = 7,2 m

Maka :
1,7 𝑥 151,6 𝑥 7,2
A = 0,9 x 1,0 x 1,0 x 1,5 x [ ] (m2)
100
= 25,05 m2

b. Menentukan tinggi dan lebar daun kemudi


Daun kemudi dengan ukuran tinggi (h) dan lebar (b) adalah :
A= h x b
Dimana jenis kapal tanker adalah
λ = 1,8 λ = h/b
1,8 = h/b h = 1,8 b
Jadi :
A = hxb
25,05 = 1,8b x b
25,05 = 1,8 b2
25,05
b =√
1,8
= 3,730 m
h = 1,8 x 3,730 m
= 6,714 m
c. Gaya pada daun kemudi
CR = 132 x A x Vs2 x k1 x k2 x k3 x kt (N)
Dimana :
A = Luas kemudi =25,05
Vs = kecepatan kapal = 15 knots
k1 = koefisien luas daun kemudi, (A+2)/3
𝑏2
A = 𝐴

3,7302
A = = 0,555
25,05

k1 = (0,555+2)/3 = 0,851
k2 = Koefisien profile/model kemudi = 1,1
k3 = Koefisien letak kemudi = 0,8 (diluar propeller jet)
kt = koefisien gaya dorong = 1,0 (normal)
Maka :
CR = 132 x 25,05 x 225 x 0,851 x 1,1 x 0,8 x 1,0 (N)
= 557.155,486 N

d. Momen torsi daun kemudi


QR = CR x r
Dimana :
r = 0,1 x c ( c = lebar daun kemudi = A/b)
25,05
A/b = = 6,715
3,730
r = 0,1 x 6,715
= 0,671
Maka :
Qr = 557.155,486 x 0,671
= 373.851,331 N.m

e. Diameter rudder stock/tongkat kemudi (mm)


3
Dt = 4,2 x √𝑄𝑅 𝑋 𝑘𝑟
Dimana :
Dt = diameter tongkat kemudi (mm)
kr = faktor bahan tergantung pada kekuatan tarik (Reh)
= bahan baja karbon cor (Sc 49) = 49 x 9,8 = 480,2 N/mm2
kr = [235/ Reh]0,75
= [235/ 480,2]0,75
= 0,585
Maka :
3
Dt = 4,2 x √373.851,331 x 0,585
= 253,046 mm

f. Daya motor penggerak


1,4 𝑥 𝑄𝑅 𝑥 𝑁𝑚
Nm = HP
1000 𝑥 𝑛𝑠𝑔
Dimana :
𝑄𝑟 = Moment torsi motor penggerak
= 373.851,331 N.m
= 38.148,095 kg.m
ɳ𝑠𝑔 = 0,1 – 0,35 (untuk electric steering gear)
= 0,35
Nm = putaran motor penggerak
= 1/3 x (35/25)
= 0,467
2𝛼 = 700
𝛼 = 350
λ = 25-30, Direncanakan sebasar 25
Maka :
1,4 𝑥 38.851,331 𝑥 0,467
Nm =
1000 𝑥 0,35
= 72,574 Hp x 0,736
= 54,118 Kw

2. Mesin Jangkar (windlass)


a. Data –data

Berdasarkan rumus BKI volume II section 18. Untuk mendapatkan


data-data yang diperlukan harus dicari harga Z terlebih dahulu. Angka
penunjuk (Z) adalah :
Z = D2/3 + 2hB + A/10
Dimana : D = Displasmen kapal
= 24.769,804 ton
h = fb + Σhl
= tinggi efektif diukur dari garis muat musim panas sampai
ke puncak teras rumah geladak = 21,997 m
A = Luas dari pandangan samping bangunan atas (m2),
dengan panjang (L) dan tinggi (h), luasan didapat dari
gambar rencana umum, dengan pengambilan harga
maksimum.

A = 1001,09 m2
B = lebar kapal = 27,6 m
Maka :
Z = D2/3 + 2hB + A/10
Z = 24.769,8042/3 + 2(21,997x 27,6) + 1009,09 / 10
= 2164,056

Spesifikasi jangkar dan rantai jangkar yang diijinkan sesuai dengan


equipment number yang terhitung.

Spesifikasi Jangkar
 Jumlah : 2 buah
 Massa : 6900 kg
 Jenis : Stockless Anchor

Spesifikasi Rantai Jangkar


 Panjang : 605 m
 Diameter : 84 mm
 Jenis : Stud link chain cables

Spesifikasi Tali Tambat


 Panjang : 200 m
 Jumlah : 5 buah
 Breaking point : 450 kN (45.887,22 kg)

Spesifikasi Tali Tarik


 Panjang : 240 m
 Breaking point : 1355 kN (138.171,52 kg)
b. Gaya tarik untuk kabel lifter (Tcl)
Tcl = 2,35 ( Ga + pa.La )
Dimana :
Ga = 6.900 kg ( Berat jangkar )
La = Panjang rantai jangkar yang menggantung ( L/3 )
= 605 ∕ 3
= 201,66 m
Pa = Berat rantai jangkar pada saat bergerak [ kg ]
= 0,0218 × dc2 → dc = a G
= 0,0218 × 842
= 153,82 kg
Maka :
Tcl = 2,35 × {6.900 + ( 153,82 × 201,66)}
= 89.110,451 kg

c. Torsi pada kabel lifter


Torsi pada cable lifter ditentukan dengan rumus sebagai berikut:
(𝑇𝑑 𝑥 𝐷𝑑 )
Mcl =
2 𝑥 𝑛𝑐𝑙

Dimana :
Tcl = 89.110,451 kg ( Gaya tarik pada cable lifter )
Dcl = Diameter efektif cable lifter
= 0,013 × d
= 0,013 × 84 = 1,092 mm
ɳcl = Efisiensi cable lifter ( 0,9 - 0,92 )
= 0,9
Maka :
89110,451 𝑥 1,092
Mcl =
2 𝑥 0,9

= 54.060,340 kg.m
d. Torsi pada poros motor
Torsi yang terjadi pada poros motor ditentukan dengan rumus sebagai
berikut;
𝑀𝑐𝑙
Mm =
ɳ𝑎 𝑥 𝑖𝑎

Dimana :
Mcl = 54.060,340 kg.m ( Momen putar pada cable lifter )
ɳa = Effisiensi mekanis dengan spin gear
= 0,7 s/d 0,85
ia = Rasio mekanisme gigi
= 105 s/d 250 (direncanakan 200)
Maka :
54.060,340
Mm =
(200 𝑥 0,8)

= 337,877 kg.m

e. Daya Windlass (Ne)


Daya rata-rata untuk menggerakkan poros windlass ditentukan dengan
rumus berikut:

𝑀𝑚 𝑥 𝑁𝑚
Ne =
716,20
Dimana :
Mm = 337,877 kg.m ( Momen putar pada poros motor )
Nm = 720 – 1550 rpm (direncanakan menggunakan electric windlass)
= 750 rpm
Maka :
337,877 𝑥 1000
Ne =
716,20

= 346,981 HP
= 255,204 KW
3. Mesin Tali Temali (capstan)
a. Batas beban tarik dari tali capstan tidak boleh melebihi dari rumus yang
dianjurkan.
Tw = Rbr / 6
Dimana :
Rbr = breaking point tali tambat (kg)
= 9.683,995 kg
Maka :
Tw = 9.683,995/6
= 1.613,999 kg

b. Putaran poros tali penggulung (Nw)


𝑉𝑤
Nw = 19,1 x
𝐷𝑤𝑒 𝑥 𝑑𝑤

Dimana :
𝑉𝑤 = Kecepatan tarik capstan = 0,5 m/s
𝑑𝑤 = diameter tali tambat
= 62 mm = 0,062 m
𝐷𝑤𝑒 = Diameter penggerak tali (8-10) dw
= 10 x 0,062
= 0,62 m
Maka :
0,5
Nw = 19,1 x
0,62+0,062

= 14 rpm

c. Torsi pada penggulung (mm)


𝑇𝑤 (𝐷𝑤𝑒+ 𝑑 )
𝑤
Mm =
2 𝑥 𝑖𝑤 𝑥 ɳ𝑤
Dimana :
iw = Nm / Nw (Nm direncanakan 1.000 rpm)
= 1.000 / 14 rpm
= 71,42
ɳ𝑤 = Efisiensi sistem transmisi
= 0,8
Maka :
1.613,999 (0,62+0,062
Mm =
2 𝑥 71,42 𝑥 0,8
= 9,63 kg.m x 9,81
= 94,47 kN

d. Daya pada motor capstan (Ne)


𝑀𝑚 𝑥 𝑁𝑚
Ne =
716,2
Dimana :
Mm = Torsi pada penggulung = 9,63 kg.m
Nm = 1.000 rpm
Maka :
9,63 𝑥 1000
Ne =
716,2

= 13,445 HP x 0,736
= 9,895 Kw

4. Perhitungan Daya Sekoci (Boat Winch)


Sekoci adalah sebagian dari perlengkapan pelayaran yang harus
dipenuhi pada syarat-syarat pada pembuat kapal, termasuk kontruksi,
mekanis serta perlengkapannya untuk menurunkan dan mengangkat sekoci.
Berdasarkan tabel standard sekoci untuk kapasitas 30 orang dengan
spesifikasi sebagai berikut :
a. Panjang sekoci = 7,01 m
b. Lebar sekoci = 2,29 m
c. Tinggi sekoci = 0,88 m
d. Berat sekoci = 1.087 kg
e. Berat perlengkapan = 254 kg
f. Berat penumpang = 2.250 kg
g. Berat total = 3.591 kg
a. Beban yang bekerja unutk menurunkan sekoci
Q = 0,5 (Qb + Qp + kn ) + Qr
Dimana :
Qb = berat penuh rigged boat (3.591-2.250) = 1.341 kg
Qp = Berat penumpang = 2.250 kg
Qf = 0,5 (Qb + Qp)
= 0,05 (1.341 + 2.250 )
= 179,55 kg
kn = 0,9 – 1,1
= 1,0 direncanakan
Maka :
Q = 0,5 (Qb + Qp + kn ) + Qr
= 0,5 (1341 + 2250 x 1,0) + 179,55
= 1.975,05 kg

b. Tegangan maksimum dari boat winch head


0,5 𝑥 (𝑄𝑏 + 1,1𝑄𝑝 ) + 𝑄𝑓
𝑇𝑚𝑎𝑥 =
𝑚. ɳ𝑓. ɳ𝑟. ɳ𝑎𝑠
Dimana :
m = jumlah total blok pada alat penurun sekoci = 10
ɳ𝑓 = Efisiensi alat penurun sekoci
= 1 𝑚 𝑥 𝜀𝑚 x 𝜀𝑚−1 𝜀−1
𝜀 = Koefisien tergantung pada perbandingan diameter blok dengan
diameter penjatuh tackle
= 1,04 -1,06 (dipakai 1,04)
ɳ𝑓 = 0,80
ɳ𝑟 = Efisiensi untuk davit guide roller (0,9 – 0,97)
ɳ𝑠 = Efisiensi untuk snatch block (0,9 -0,97)
= 0,97
a = Jumlah maksimum block antara gavit guide roller dan winch
head = 8 buah
Maka :
0,5 x (1341+1.1x 2250)+ 179,55
Tmax =
10.0,80.0,97.0,978

= 343,242 kg

c. Tegangan minimum dari boat winch head


Besarnya tegangan maksimum dari winch head ditentukan dengan rumus:
0,5 𝑥 (𝑄𝑏 +0,9𝑄𝑝 )+𝑄𝑓
Tmin =
𝑚.ɳ𝑓. ɳ𝑟. ɳ𝑐𝑠

Dimana :
c = Jumlah minimal block = 6 buah
Maka :
0,5 x (1341+0,9x 2250)+ 179,55
Tmin =
10.0,80.0,97.0,976

= 288,148 kg

d. Daya motor yang diperlukan


Diameter hemp fall (df) dipilih dari table sebagai fungsi tegangan
putus, yaitu :
(Tmax + Tmin) x 6 = (343,242 + 288,148) x 6
= 3.788,34 kg
Diameter winch head
Dh = (5-8) x dr
Dh = 7 x 73
= 511 mm
 Torsi pada winch head
(𝑇max + 𝑇𝑚𝑖𝑛 )(𝐷ℎ + 𝑑𝑓 )
Mh =
2
(343,242+288,148)(511+73)
=
2
= 184.365,88 kg.mm = 184,365 kg.m
 Putaran pada winch head
𝑉𝑓
nh = 19,1 x
𝐷ℎ+ 𝐷𝑓

Dimana :
Vf = Kecepatan penurunan sekoci
= 0,3 m/dt, jika menggunakan single sheave block.
0,3
Nh = 19,1 x
0,511+0,073

= 9,81 rpm

 Torsi pada motor listrik


𝑀ℎ
Mmb =
ɳ𝑏𝑤 + 𝑖𝑏𝑤
Dimana :
ibw = perbandingan putaran motor dan putaran winch head.
= nm/nh
nm = Putaran motor (500-1600 rpm untuk motor listrik)
= 1400 rpm (direncanakan)
Ibw = 1400/9,81
= 142,7
ηbw = Efisiensi boat winch = 0,45
Maka :
184,365
Mmb =
0,45 𝑥 142,7

= 2,871 kg.m

 Daya motor listrik


𝑀𝑚𝑏 𝑥 𝑛𝑚
Ne =
716,20
2,871 𝑥 1400
=
716,20

= 5,612 HP x 0,736 kW
= 4,130 kW