Anda di halaman 1dari 9

LI.

1 Memahami dan Menjelaskan Tanda-tanda Kematian 


PENGOSONGAN ISI LAMBUNG
1.1 Waktu Kematian
Salah satu cara dalam memperkirakan waktu kematian adalah dengan
cara menghitung interval waktu seseorang setelah makan sampai dengan lamanya
makanan tersebut dicerna. Spitz dan Fisher menyatakan bahwa makanan kecil
seperti sandwich dicerna selama 1 jam sedangkan makanan besar membutuhkan
waktu 3 sampai 5 jam untuk dicerna. Sedangkan Adelson menyatakan bahwa
pengosongan lambung tergantung dari ukuran makanan, sebagai contoh makanan
ringan membutuhkan ½ sampai 2 jam untuk dicerna, sedangakan ukuran yang
sedang membutuhkan waktu 3 sampai 4 jam, dan ukuran yang berat 4 sampai 6
jam.

 PERTUMBUHAN RAMBUT

Pengetahuan mengenai rata-rata tumbuh rambut memberi petunjuk


dalam membuat perkiraan kapan saat cukur terakhir. Sejak rambut berhenti
pertumbuhannya pada saat kematian maka panjang dari jenggot mayat mungkin
dapat menjadi pemikiran tentang lamanya waktu antara kematian dan cukur
terakhir. Gonzales dkk, pada tahun 1954 mengatakan rata-rata pertumbuhan
 HUMOR VITREUS rambut adalah 0,4 mm/hari, sedangkan Balthazard seperti yang dikutip oleh
Derobert dan Le Breton tahun 1951 mengatakan rata-rata pertumbuhan rambut
Kandungan potasium dari cairan viterus telah ditetapkan sebagai metode yang adalah 0,5 mm/hari, dan menurut Glaister pada tahun 1973 adalah 1-3
terpercaya dalam menetapkan waktu kematian. Setelah kematian cairan viterus mm/minggu, akan tetapi pada tiap individu mempunyai perbedaan dalam rata
akan berkurang sehingga menyebabkan sklera menjadi kering. pertumbuhan dalam area yang sama, juga variasi rata-rata dari satu tempat ke
tempat lain di muka dan juga berbeda dari satu individu ke individu yang lain.
Selain itu variasi musim atau iklim mempengaruhi metabolisme dari tubuh itu
sendiri. Pada pria rata-rata pertumbuhan rambut pipi adalah 0,25 mm/hari dalam
bulan agustus-oktober di antartica, akan tetapi pada temperatur iklim di Lautan
Pasifik dalm bulan April adalah 0,325 mm.13

Pertumbuhan panjang jenggot diukur dengan mencukur mayat, dan


diletakkannya di antara slide dan gelas objek yang kemudian diukur dibawah
mikroskop 80% dari rambut-rambut ini akan menunjukkan panjang yang sama.13
Observasi terhadap pertumbuhan rambut jenggot dalam menentukan saat mati
harus dilakukan dalam 24 jam pertama sesudah kematian karena sesuadah ini kulit
akan mengkerut dan ini akan menyebabkan rambut akan lebih menonjol di atas
permukaan dalam 48 jam setelah kematian, fenomena ini yang sering dikira
bahwa rambut masih terus tumbuh setelah kematian.
 FLOW CYTOMETRI

Walaupun prosedur flow-cytometry masih dalam tahap eksperimen namun


telah digunakan dalam menentukan waktu kematian.Pada flowcytometry. Metode
yang dilakukan dengan cara membandingkan DNA seseorang yang ingin
diketahui waktu kematiannya dengan seseorang yang telah diketahui waktu
kematiannya. 1


TULANG

Secara kasar perkiraan lamanya kematian dapat dilihat dari keadaan tulang Gambar I : a. Tulang berumur 3 -80 tahun. Kelihatan permukaan pemotongan
seperti : tulang meman carkan warna perak kebiruan pada seluruh
pemotongan
1. Dari Bau Tulang b. Setelah satu abad atau lebih sisa fluoresensi mengerut ke pusat
Bila masih dijumpai bau busuk diperkirakan lamanya kematian sumsum tulang.
kurang dari 5 bulan. Bila tidak berbau busuk lagi kematian c. Sebelum fluoresensi menghilang dengan sempurna pada abad
diperkirkan lebih dari 5 bulan. berikutnya.
2. Warna Tulang
Bila warna tulang masih kekuning-kuningan dapat diperkirakan b. Tes Serologi: Pemeriksaan dengan memakai reaksi Benzidin dimana
kematian kurang dari 7 bulan. Bila warna tulang telah berwarna dipakai campuran Benzidin peroksida. Jika reaksi negatif penilaian
agak keputihan diperkirakan kematian lebih dari 7 bulan. akan lebih berarti. Jika reaksi positif menyingkirkan bahwa tulang
3. Kekompakan Kepadatan Tulang masih baru. Reaksi positif, diperkirakan umur tulang saat kematian
Setelah semua jaringan lunak lenyap, tulang-tulang yang baru sampai 150 tahun. Reaksi ini dapat dipakai pada tulang yang masih
mungkin masih dapat dibedakan dari tulang yang lama dengan utuh ataupun pada tulang yang telah menjadi serbuk.
menentukan kepadatan dan keadaan permukaan tulang.Bila tulang
telah tampak mulai berpori-pori, diperkirakan kematian kurang c. Tes Kimia: Tes Kimia dilakukan dengan metode mikro-Kjeld-hal
dari 1 tahun.Bila tulang telah mempunyai pori-pori yang merata dengan cara mengukur pengurangan jumlah protein dan nitrogen
dan rapuh diperkirakan kematian lebih dari 3 tahun. tulang. Tulang-tulang yang baru mengandung kira-kira 4,5 %
nitrogen, yang akan berkurang dengan cepat. Jika pada pemeriksaan
a. Tes Fisika: Seperti pemeriksaan gambaran fisik dari tulang, tulang mengandung lebih dari 4 % nitrogen, diperkirakan bahwa
fluoresensi cahaya ultra violet dapat menjadi suatu metode lama kematian tidak lebih dari 100 tahun, tetapi jika tulang
pemeriksaan yang berguna. Semua kriteria ini bergantung pada mengandung kurang dari 2,4 %, diperkirakan tidak lebih dari 350
berkurangnya stroma organik dan pembentukan dari kalsifikasi tahun
tulang seperti pengeroposannya.14
 AKTIVITAS SERANGGA
Faktor-faktor lain yang juga digunakan dalam memperkirakan waktu
kematian adalah aktivitas serangga. Seperti semasa hidupnya , tubuh manusia
yang telah meninggal pun masih menarik terhadap beberapa jenis serangga.
Namun dalam setiap tahap dekomposisi, serangga yang timbul pun berbeda-beda. Relaksasi dari otot-otot wajah menyebabkan kulit menimbul sehingga
Hal ini akan dijelaskan lebih lanjut pada sub bab entomologi forensik. orang mati tampak lebih muda dari umur sebenarnya, sedangkan
relaksasi pada otot polos akan mengakibatkan iris dan sfincter ani akan
mengalami dilatasi. Oleh karena itu bila menemukan anus yang
mengalami dilatasi harus hati-hati menyimpulkan sebagai akibat
hubungan seksual perani/anus corong.
4. Perubahan pada mata
Perubahan pada mata meliputi hilangnya reflek kornea dan reflek
cahaya yang menyebabkan kornea menjadi tidak sensitif dan reaksi pupil
yang negative, disebabkan karena kegagalan kelenjar lakrimal untuk
membasahi bola mata.

Gambar 2. Kurva pertumbuhan Protophormia terraenovae mulai B. Tanda Kematian Pasti


dari larva, pupa, dan dewasa (adult) pada suhu 15, 20, 25,
30and 35°C (Amendt et al., 2004a).
1. Livor mortis (lebam jenazah)
1.2 Perubahan Post-Mortem Livor mortis atau lebam mayat terjadi akibat pengendapan eritrosit sesudah
kematian akibat berentinya sirkulasi dan adanya gravitasi bumi . Eritrosit akan
Tanda Kematian dibagi menjadi 2:
menempati bagian terbawah badan dan terjadi pada bagian yang bebas dari
A. Tanda kematian tidak pasti tekanan. Muncul pada menit ke-30 sampai dengan 2 jam. Intensitas lebam jenazah
meningkat dan menetap 8-12 jam. Lebam jenazah normal berwarna merah
1. Berhentinya sistem pernafasan dan sistem sirkulasi. keunguan. Tetapi pada keracunan sianaida (CN) dan karbon monoksida (CO) akan
Secara teoritis, diagnosis kematian sudah dapat ditegakkan jika berwarna merah cerah (cherry red).
jantung dan paru berhenti selama 10 menit. Kadang-kadang jantung
tidak segera berhenti berdenyut setelah nafas terhenti, selain disebabkan 2. Rigor mortis (kaku jenazah)
ketahanan hidup sel tanpa oksigen yang berbeda-beda. Sebagai contoh
Rigor mortis atau kaku jenazah terjadi akibat hilangnya ATP. ATP
pada kasus judicial hanging dimana jantung masih berdenyut selama 15
digunakan untuk memisahkan ikatan aktin dan myosin sehingga terjadi relaksasi
menit walaupun korban sudah diturunkan dari tiang gantungan.
otot. Namun karena pada saat kematian terjadi penurunan cadangan ATP maka
2. Kulit yang pucat
ikatan antara aktin dan myosin akan menetap (menggumpal) dan terjadilah
Kulit muka menjadi pucat ,ini terjadi sebagai akibat berhentinya
kekakuan jenazah. Rigor mortis akan mulai muncul 2 jam postmortem semakin
sirkulasi darah sehingga darah yang berada di kapiler dan venula
bertambah hingga mencapai maksimal pada 12 jam postmortem. Kemudian
dibawah kulit muka akan mengalir ke bagian yang lebih rendah sehingga
setelah itu akan berangsur-angsur menghilang sesuai dengan kemunculannya.
warna kulit muka tampak menjadi lebih pucat.
Pada 12 jam setelah kekakuan maksimal (24 jam postmortem) kaku jenazah sudah
3. Relaksasi otot
tidak ada lagi. Faktor-faktor yang mempengaruhi terjadinya kaku jenazah adalah
Pada saat kematian sampai beberapa saat sesudah kematian , otot-
suhu tubuh, volume otot dan suhu lingkungan. Makin tinggi suhu tubuh makin
otot polos akan mengalami relaksasi sebagai akibat dari hilangnya tonus.
cepat terjadi kaku jenazah. Rigor mortis diperiksa dengan cara menggerakkan
Relaksasi pada stadium ini disebut relaksasi primer. Akibatnya rahang
sendi fleksi dan antefleksi pada seluruh persendian tubuh.
turun kebawah yang menyebabkan mulut terbuka, dada menjadi kolap dan
bila tidak ada penyangga anggota gerakpun akan jatuh kebawah.
Hal-hal yang perlu dibedakan dengan rigor mortis atau kaku jenazah Proses-Proses Spesifik pada Jenazah Karena Kondisi Khusus
adalah: a. Mummifikasi
Mummifikasi terjadi pada suhu panas dan kering sehingga tubuh
- Cadaveric Spasmus, yaitu kekakuan otot yang terjadi pada saat akan terdehidrasi dengan cepat. Mummifikasi terjadi pada 12-14
kematian dan menetap sesudah kematian akibat hilangnya ATP minggu. Jaringan akan berubah menjadi keras, kering, warna coklat
lokal saat mati karena kelelahan atau emosi yang hebat sesaat gelap, berkeriput dan tidak membusuk.
sebelum mati. b. Adipocere
- Heat stiffening, yaitu kekakuan otot akibat koagulasi protein Adipocere adalah proses terbentuknya bahan yang berwarna
karena panas sehingga serabut otot memendek dan terjadi flexi keputihan, lunak dan berminyak yang terjadi di dalam jaringan
sendi. Misalnya pada mayat yang tersimpan dalam ruangan lunak tubuh postmortem. Lemak akan terhidrolisis menjadi asam
dengan pemanas ruangan dalam waktu yang lama. lemak bebas karena kerja lipase endogen dan enzim bakteri.
- Cold stiffening, yaitu kekakuan tubuh akibat lingkungan yang Faktor yang mempermudah terbentuknya adipocere adalah
dingin sehingga terjadi pembekuan cairan tubuh dan pemadatan kelembaban dan suhu panas. Pembentukan adipocere membutuhkan
jaringan lemak subkutan sampai otot. waktu beberapa minggu sampai beberap bulan. Adipocere relatif
resisten terhadap pembusukan.
3. Body temperature (suhu badan)
Pada saat sesudah mati, terjadi karena adanya proses pemindahan panas 5. Stomach Content (isi lambung)
dari badan ke benda benda di sekitar yang lebih dingin secara radiasi, Pengosongan lambung dapat dijadikan salah satu petunjuk
konduksi, evaporasi dan konveksi. Penurunan suhu badan dipengaruhi mengenai saat kematian. Karena makanan tertentu akan membutuhkan
oleh suhu lingkungan, konstitusi tubuh dan pakaian. Bila suhu lingkugan waktu spesifik untuk dicerna dan dikosongkan dari lambung. Misalnya
rendah, badannya kurus dan pakaiannya tipis maka suhu badan akan sandwich akan dicerna dalam waktu 1 jam sedangkan makan besar
menurun lebih cepat. Lama kelamaan suhu tubuh akan sama dengan suhu membtuhkan waktu 3 sampai 5 jam untuk dicerna.
lingkungan. Perkiraan saat kematian dapat dihitung dari pengukuran suhu
jenazah perrektal (Rectal Temperature/RT). Saat kematian (dalam jam) 6. Insect activity (aktivitas serangga)
dapat dihitung rumus PMI (Post Mortem Interval) berikut. Aktivitas serangga juga dapat digunakan untuk memperkirakan
Formula untuk suhu dalam o Celcius PMI = 37 o C-RT o C +3 saat kematian yaitu dengan menentukan umur serangga yang biasa
Formula untuk suhu dalam o Fahrenheit PMI = (98,6 o F-RT o F) : 1,5 ditemukan pada jenazah. Necrophagus species akan memakan jaringan
tubuh jenazah. Sedangkan predator dan parasit akan memakan serangga
4. Degree of decomposition (derajat pembusukan) Necrophagus. Omnivorus species akan memakan keduanya baik jaringan
Pembusukan jenazah terjadi akibat proses degradasi jaringan karena tubuh maupun serangga. Telur lalat biasanya akan mulai ditemukan pada
autolisis dan kerja bakteri. Mulai muncul 24 jam postmortem, berupa jenazah sesudah 1-2 hari postmortem. Larva ditemukan pada 6-10 hari
warna kehijauan dimulai dari daerah sekum menyebar ke seluruh dinding postmortem. Sedangkan larva dewasa yang akan berubah menjadi pupa
perut dan berbau busuk karena terbentuk gas seperti HCN, H2S dan ditemukan pada 12-18 hari.
lainlain. Gas yang terjadi menyebabkan pembengkakan. Akibat proses
pembusukan rambut mudah dicabut, wajah membengkak, bola mata 7. Scene markers (tanda-tanda yang ditemukan pada sekitar tempat
melotot, kelopak mata membengkak dan lidah terjulur. Pembusukan kejadian)
lebih mudah terjadi pada udara terbuka suhu lingkungan yang
hangat/panas dan kelembaban tinggi. Bila penyebab kematiannya adalah
penyakit infeksi maka pembusukan berlangsung lebih cepat.
LI. 2 Memahami dan Menjelaskan Investigasi Kausus Pemerkosaan  Bercak air mani  kerok/swab
 Vulva  tanda kekerasan
1. Kronologis Pemeriksaan Kasus Kejahatan Seksual:  Introitus vagina
a.Informed consent  Selaput dara  tentukan orifisium  perawan = 2,5cm ;
b. Anamnesa Pasien : persetubuhan = 9cm
I. Umum :  Frenulum labiorum pudenda
 Umur, tempat/tanggal lahir, status perkawinan, siklus haid  Vagina dan cervix
 Penyakit kelamin/penyakit kandungan/penyakit lain V. Pemeriksaan Laboratorium
 Apa pernah bersetubuh  Tes Penyaring cairan mani  Tes fosfatase asam, visual/taktil,
 Kapan persetubuhan terakhir UV
 Apakah memakai kondom  Tes Penentu cairan mani  Berberio, Florence, Puranen
II. Khusus:  Tes Penentu spermatozoa  Sediaan langsung, Malascheet Green,
 Waktu kejadian, tanggal, jam, tempat kejadian Baechii
 Apakah korban melawan  Tes toksikologi (urin,darah)
 Apakah korban pingsan  Tes kehamilan
 Apa ada penetrasi dan ejakulasi  Tes kuman Gonorrhea
 Apa setelah kejadian korban mencuci, mandi, atau ganti pakaian
III. Memeriksa pakaian 2. Pemeriksaan laboratoriun pada kasus kejahatan seksual
 Robekan Pemeriksaan cairan mani
 Kancing putus Semen merupakan cairan agak kental, berwarna putih kekuningan, keruh
 Bercak darah dan berbau khas. Dapat mengandung/ tidak mengandung spermatozoa (pada
 Air mani azospermia). Mengandung spermatozoa, sel-sel epitel, dan sel-sel lain yang
tersuspensi dalam cairan yang disebut plasma seminal yang mengandung
 Lumpur
spermin dan beberapa enzim seperti fosfatase asam. Karena kekhasan
 Rapi atau tidak
kandungan zat ini, zat ini dapat digunakan untuk menentukan apakah suatu
IV. Memeriksa tubuh korban
cairan atau bercak adalah sperma atua bukan.
 Umum
 Penampilan Bahan yang diambil dari tubuh korban:
 Keadaan emosional Cairan mani dalam vagina untuk membuktikan adanya persetubuhan.
 Tanda bekas hilang kesadaran Swab dilakukan dengan bantuan spekulum. Dengan cotton but dilakukan
 Tanda needle mark swab pada forniks posterior vagina dan permukaan mulut rahim.
 Tanda kekerasan
 Tanda perkembangan alat kelamin sekunder, pupil, reflex Penentuan ada/ tidaknya spermatozoa
cahaya, TB, BB, TD, keadaan jantung, paru, abdomen Tanpa pewarnaan
 Adakah trace evidence pada tubuh korban  Untuk melihat apakah ada spermatozoa yang masih bergerak
 Khusus  Umumnya, dalam 2-3 jam setelah persetubuhan masih dapat ditemukan
 Rambut kemaluan yang saling melekat karena air mani spermatozoa yang bergerak dalam vagina. Haid akan memperpanjang
mengering  gunting sampai 3-4 jam
 Cara pemeriksaan: satu tetes lendir vagina diletakan pada kaca obyek,  Cara pemeriksaan: Ekstrak diletakan pada kaca obyek, biarkan
dilihat dengan pembesaran 500 x serta kondensor diturunkan. Perhatikan mengering, tutup dengan kaca penutup. Reagen dialirkan dengan pipet
gerakan sperma. dibawah kaca penutup.
Spermatozoa dapat ditemukan 3-6 hari pasca persetubuhan (+)  kristal kholin-periodida berwarna cokelat, berbentuk jarum dengan
ujung sering terbelah.
Dengan pewarnaan (+) palsu  ekstrak jaringan berbagai organ (putih telur, ekstrak seranggga)
 Dibuat sediaan apus dan difiksasi dengan melewatkan gelas sediaan apus akan memberikan warna serupa.
tersebut pada nyala api. Pulas dengan HE, methy lene blue atau malachite
green  Pemeriksa bercak mani pada pakaian
 Malachite green adalalh cara yang mudah dan baik digunakan. Visual
 Warnai dengan larutan malachite green 1% selama 10-15 menit, lalu Bercak manu berbatas tegas, dan lebih gelap dari sekitarnya, bercak yang
cuci dengan air mengalir dan setelah itu lakukakn counterstain dengan sudah agak tua berwarna agak kekuning-kuningan. Pada bahan tekstil yang
Eosin Yellowish 1% selama 1 menit, terakir cuci lagi dengan air tidak menyerap, bercak yang segar akan menunjukkan permukaan mengkilap
 Terlihat gambaran sperma: kepala (merah), leher( merah muda), ekor dan translusen, kemudian akan mengering.
(hijau)  Dengan bantuan sinar Ultraviolet bercak semen akan menunjukkan
warna putih
 Penentuan cairan mani (kimiawi)  Dengan bantuan lampu wood: dapat ditemukan bercak putih pada
Reaksi fosfatase asam kulit/ tubuh
 Mendeteksi adanya enzim Fosfatase asam dalam bercak/ cairan  Taktil
 Merupakan reaksi penyaring ada/ tidaknya mani, sehingga kharus  Bercak mani terasa memberi kesan kaku seperti kanji
dikonfirmasi ulang lagi dengan menggunakan tes penentu
 Cara pemeriksaan : Bahan yang dicurigai ditempelkan pada kertas Pewarnaan baecchi
saringang telah terlebih dahulu dibasahi dengan akuades selama beberapa  Untuk mengetahui adanya spermatozoa pada bercak kain
menit. Kemudian kertas saring diangkat dan disemprotkan dengan  Dengan jarum diambil 1-2 helai benang, leyakkan pada gelas obyek dan
reagens. diuraikan sampai serabut-serabut saling terpisah. Tutup dengan gelas
(+)  timbul warna ungu dalam waktu ± 30 detik tutup dan balsem kanada, periksa dengan mikroskop pembesaran 400
(+) palsu dapat ditemukan pada feses, air teh, kontraseptik, sari buah dan kali. Serabut pakaian tidak mengambil warna, spermatozoa dengan
tumbuh-tumbuhan. kepala berwarna merah dan ekor merah muda terlihat banyak menempel
pada selaput benang.
Reaksi Berberio
 Dasar reaksi: menentukan adanya spermin dalam semen  Pemeriksaan pria tersangka
 Merupakan reaksi penentu ada/ tidaknya mani Cara lugol
 Reagen yang digunakan larutan asam pikrat jenuh  Kaca obyek ditempelkan dan ditekankan pada glans penis, terutama pada
(+)  kristal spermin pikrat yang kekuning-kuningan berbentuk jarum dengan bagian kolom, korona serta frenulum
ujung tumpul, kadang-kadang terdapat garis refraksi yang terletak longitudinal  Kemudian letakkan dengan spesimen menghadap ke bawah dengan
specimen menghadap ke bawah dia atas tempat yang berisi larutan lugol
Reakssi florence dengan tujuan agar uap iodium akan mewarnai sediaan tersebut. Hasik +
 Dasar reaksi adalah untuk menentukan ada/ tidaknya kholin.
menunjukan sel-sel epitel vagina dengan sitoplasma berwarna cokelat yang mengandung area STR (short tandem repeats), suatu area ini tidak
karena mengandung banyak glikogen. memberi kode untuk melakukan sesuatu. STR inilah yang bersifat unik karena
 Untuk memastikan bahwa sel epitel berasal dari seorang wanita, perlu berbeda pada setiap orang. Perbedaannya terletak pada urutan pasang basa yang
ditentukan adanya kromatin seks (barr body). dihasilkan dan urutan pengulangan STR. Pola STR ini diwariskan dari orang tua.
Aplikasi teknik ini misalnya pada tes DNA untuk paternalitas (pembuktian anak
 Pemeriksaan DNA kandung) yaitu tes DNA untuk membuktikan apakah seorang anak benar-benar
DNA yang paling akurat untuk tes adalah DNA inti sel karena inti sel adalah anak kandung dari sepasang suami dan istri. Cara memeriksa tes DNA
tidak bisa berubah sedangkan DNA dalam mitokondria dapat berubah karena dilakukan dengan cara mengambil STR dari anak. Selanjutnya, di laboratorium
berasal dari garis keturunan ibu, yang dapat berubah seiring dengan perkawinan akan dianalisa urutan untaian STR ini apakah urutannya sama dengan seseorang
keturunannya. Kasus-kasus kriminal, penggunaan kedua tes DNA di atas, yang dijadikan pola dari seorang anak. Urutan tidak hanya satu-satunya karena
bergantung pada barang bukti apa yang ditemukan di Tempat Kejadian Perkara pemeriksaan dilanjutkan dengan melihat nomor kromosom. Misalnya, hasil
(TKP). Seperti jika ditemukan puntung rokok, maka yang diperiksa adalah pemeriksaan seorang anak ditemukan bahwa pada kromosom nomor 3 memiliki
DNA inti sel yang terdapat dalam epitel bibir karena ketika rokok dihisap dalam urutan kode AGACT dengan pengulangan 2 kali. Bila ayah atau ibu yang
mulut, epitel dalam bibir ada yang tertinggal di puntung rokok. Epitel ini mengaku orang tua kandungnya juga memiliki pengulangan sama pada nomor
masih menggandung unsur DNA yang dapat dilacak. Bentuk sidik DNA berupa kromosom yang sama, maka dapat disimpulkan antara 2 orang itu memiliki
garis-garis yang mirip seperti bar-code di kemasan makanan atau minuman. hubungan keluarga. Seseorang dapat dikatakan memiliki hubungan darah jika
Untuk kasus pemerkosaan diperiksa spermanya tetapi yang lebih utama memiliki urutan dan pengulangan setidaknya pada 16 STR yang sama dengan
adalah kepala spermatozoanya yang terdapat DNA inti sel di dalamnya. Jika di kelurga kandungnya, maka kedua orang yang dicek memiliki ikatan saudara
TKP ditemukan satu helai rambut maka sampel ini dapat diperiksa asal ada kandung atau hubungan darah yang dekat. Jumlah ini cukup kecil dibandingkan
akarnya. Namun untuk DNA mitokondria tidak harus ada akar, cukup potongan dengan keseluruhan ikatan spiral DNA dalam tubuh kita yang berjumlah
rambut karena diketahui bahwa pada ujung rambut terdapat DNA mitokondria miliaran. Sementara itu, Federal Bureau of Investigation (FBI) menggunakan
sedangkan akar rambut terdapat DNA inti sel (Lutfig and Richey, 2000). satu set dari 13 daerah STR khusus untuk CODIS. CODIS merupakan program
software yang mengoperasikan database dari profil DNA local, daerah dan
A. Restriction Fragment Length Polymorphism (RFLP) nasional dari tersangka, bukti tindak kriminalitas yang belum selesai kasusnya
RFLP adalah salah satu aplikasi analisis DNA asli pada penelitian forensik. dan orang hilang. Kemungkinan bahwa dua individu mempunyai 13 loci yang
Dengan perkembangan dan adanya teknik analisis DNA yang lebih baru dan sama pada profil DNAnya adalah sangat jarang (Yeni Hartati dan Maksum,
lebih efisien, RFLP tidak lagi digunakan karena membutuhkan sampel DNA 2004).
yang relatif banyak.
B. Analisis Polymerase chain reaction (PCR) C. Analisis Mitochondrial DNA
Polymerase chain reaction (PCR) digunakan untuk membuat jutaan copy Analisis DNA mitokondria (mtDNA) dapat digunakan untuk menentukan
DNA dari sampel biologis. Amplifikasi DNA dengan menggunakan PCR DNA di sampel yang tidak dapat dianalisa dengan menggunakan RFLP atau
menyebabkan analisis DNA pada sampel biologis hanya membutuhkan sedikit STR. Jika DNA pada inti sel (nukleus) harus diekstrak dari sampel untuk
sampel dan dapat diperoleh dari sampel yang halus seperti rambut. Kemampuan dianalisis dengan menggunakan RFLP, PCR, dan STR; maka tes sidik DNA
PCR untuk mengamplifikasi sejumlah kecil DNA memungkinkan untuk dapat dilakukan dengan menggunakan ekstrak DNA dari organela sel yang lain,
menganalisa sampel yang sudah terdegradasi sekalipun. Namun, tetap saja harus yaitu mitokondria. Contohnya pada sampel biologis yang sudah berumur tua
dicegah kontaminasi dengan materi biologis yang lain selama melakukan sehingga tidak memiliki materi nukleus, seperti rambut, tulang dan gigi, maka
identifikasi, koleksi dan menyiapkan sampelnya (Marks dkk., 1996). Tes DNA karena sampel tersebut tidak dapat dianalisa dengan STR dan RFLP, sampel
dilakukan dengan cara mengambil DNA dari kromosom sel tubuh (autosom) tersebut dapat dianalisa dengan menggunakan mtDNA. Pada investigasi kasus
yang sudah sangat lama tidak terselesaikan penggunaan mtDNA sangatlah
dibutuhkan (Marks dkk., 1996). Semua ibu memiliki DNA mitokondria yang
sama dengan anak perempuannya karena mitokondria pada masing-masing "Dan janganlah kamu membunuh terhadap jiwa yang diharamkan oleh Allah
embrio yang baru berasal dari sel telur ibunya. Sperma ayah hanya berkontribusi melainkan dengan suatu alasan yang benar". ( Qs. al-Isra : 33).
memberikan DNA inti sel (nukleus). Membandingkan profil mtDNA dari
seseorang yang tidak teridentifikasi dengan profil seseorang yang kemungkinan Pembunuhan ada beberaa macam, yaitu :
adalah ibunya merupakan teknik yang penting dalam investigasi orang hilang 1. Pembunuhan sengaja
atau temuan kerangka yang sudah berusia puluhan tahun (Lutfig and Richey, Pembunuh dapat dikatagorikan sebagai pembunuhan sengaja jika
2000). memenuhi syaratnya, yaitu : ada aktivitas membunuh dan ada niat
DNA mitokondria sangat baik untuk digunakan sebagai alat untuk analisis membunuh. Contoh pembunuhan sengaja : membunuh direncanakan, dll.
DNA, karena mempunyai 3 sifat penting, yaitu DNA ini mempunyai copy 2. Pembunuhan seperti sengaja
number yang tinggi sekitar 1000-10.000 dan berada di dalam sel yang tidak Syarat pembunuhan ini adalah ada aktivitas membunuh tapi tidak ada niat
mempunyai inti seperti sel darah merah atau eritrosit. DNA mitokondria dapat membunuh, contoh : A dan B berkelahi di lantai 50, si B mendorong A
digunakan untuk analisa meskipun jumlah sampel yang ditemukan terbatas, sampai dia jatuh dari lantai 50.
mudah terdegradasi dan pada kondisi yang tidak memungkinkan untuk 3. Pembunuhan tidak disengaja
dilakukan analisa terhadap DNA inti. Kedua, DNA mitokondria manusia Syaratnya adalah tidak ada aktivitas membunuh (manusia) dan tidak ada
diturunkan secara maternal, sehingga setiap individu pada garis keturunan ibu pula niat membunuh, contoh : saat kita berburu kita sudah dapatkan
yang sama memiliki tipe DNA mitokondria yang identik. Karakteristik DNA sasarannya, saat kita menembak ternyata senjata yang kita tembakan
mitokondria ini dapat digunakan untuk penyelidikan kasus orang hilang atau meleset sehingga mengenai orang yang ada di sebelahnya
menentukan identitas seseorang dengan membandingkan DNA mitokondria Hukuman untuk tiga jenis pembunuhan ini tentu ada dan semuanya sudah
korban terhadap DNA mitokondria saudaranya yang segaris keturunan ibu. diatur oleh islam. Sanksi-sanksi itu adalah qisos, diyat mugholadoh, diyat
Ketiga, DNA mitokondria mempunyai laju polimorfisme yang tinggi dengan mukhofafah dan tentunya dalam tigs jenis ini berbeda hukumannya.
laju evolusinya sekitar 5-10 kali lebih cepat dari DNA inti. D-loop merupakan a) A. Qisos (dengan cara dibunuh kembali) diberikan kepada pembunuh
daerah yang mempunyai tingkat polimorfisme tertinggi dalam DNA mitokondria sengaja tapi jika keluarga korban memaafkan diganti dengan diyat
dimana terdapat dua daerah hipervariabel dengan tingkat variasi terbesar antara mugholadoh (denda berat), terdapat dalam surat QS. Al-Baqarah :179
individu-individu yang tidak mempunyai hubungan kekerabatan. Karena itu, b) Diyat mugholadoh untuk pembunuh seperti sengaja dan pembunuh sengaja
dalam penentuan identitas seseorang atau studi forensik dapat dilakukan hanya (jika dimaafkan keluarga korban) jumlah diyat mugholadoh yang kita
dengan menggunakan daerah D-loop DNA mitokondria saja (Yeni Hartati dan bayarkan sudah diatur oleh Islam dan bisa diangsur selama tiga bulan
Maksum, 2004) ,tedapat dalam dalil yang berbunyi :
"Dan dalam melaksanakan hukum tersalah dan seperti sengaja kalau
LI.3 Memahami dan Menjelaskan Hukum dan Sanksi Pembunuhan & dengan cambuk dan tongkat ialah seratus ekor unta, empat puluh
Pemerkosaan Menurut Islam diantaranya yang sedang buntung"
(dikeluarkan oleh Abu Daud, an-Nasai dan Ibnu majah) rincianya seperti
berikut :
Pembunuhan adalah kegiatan/perbuatan menghilangkan nyawa seseorang
baik sengaja maupun tidak sengaja dengan menggunakan alat mematikan
- 30 ekor unta betina berumur 3-4 tahun (hiqqah)
maupun tidak. Membunuh merupakan perbutan yang dilarang ajaran islam. - 30 ekor unta betina berunur 4-5 tahun (jadz'ah)
Karena manusia mempunyai hak hidup yang harus dilindungi dan dihormati, - 40 ekor unta betina yang sedang mengandung (khilfah)
oleh karena itu membunuh dalam ajaran islam dosa besar, seperti firman Allah
SWT :
c) Diyat mukhofafah (denda ringan) untuk pembunuh tidak sengaja sama atau hewan nakal yang mengganggu manusia dan hewan yang disembelih
seperti diyat mugholadoh yang sudah diatur jumlah dendanya, yaitu 100 dengan nama Allah.
ekor unta tapi berbeda pada jenisnya, berikut rinciannya : Allah memberi perumpamaan terhadap seorang pembunuh adalah:
- 20 ekor unta hiqqah “...barangsiapa yang membunuh seorang manusia, bukan karena orang itu
- 20 ekor unta jadz'ah (membunuh) orang lain, atau bukan karena membuat kerusakan di muka bumi,
maka seakan-akan dia telah membunuh manusia seluruhnya. Dan barangsiapa
- 20ekor anak unta betina yang memelihara kehidupan seorang manusia, maka seolah-olah dia telah
- 20ekor anak unta jantan,dan memelihara kehidupan manusia semuanya...” (QS. Al-Maidah: 32).
- 20ekor unta jantan berumur 2-3 tahaun
Diyat bagi orang yang membuat kerusakan atau memotong anggota tubuh
orang lain mendapatkan sanksi berupa diyat mukhofafah, lihat rinciannya : DAFTAR PUSTAKA
- Wajib membayar diyat penuh jika yang dia potong anggota tubuh
berpasangan, seperti : dua tangan, dua kaki, dll. - Bernard Knight.2004.Forensic Phatology: 3rd edition.
- Wajib membayar setengah diyat jika yang dia potong salah satu dari - Budiyanto.1997. Ilmu Kedokteran Forensik.
pasangan anggota tubuh, seperti satu tangan, satu kaki, dll.
- DiMaio.2001Forensic Phatology:2nd edition. Florida
Islam melarang umatnya membunuh seseorang manusia atau seekor binatang - http://media.isnet.org/islam/Qardhawi/Halal/3034.html
sekalipun, kalau itu tidak berdasarkan kebenaran hukumnya. Dalam Islam - Kartika Ratna Pertiwi dan Paramita Cahyaningrum. 2012. Hereditas Manusia
orang-orang yang halal darah atau boleh dibunuh karena perintah hukum dengan
prosedurnya adalah orang-orang murtad, yaitu orang-orang Islam yang Buku Satu. Buku ajar mata kuliah Genetika. Jurdik Biologi FMIPA UNY
berpindah agama dari Islam ke agama lainnya, sesuai dengan hadis Rasulullah - Luftig, M. A. and Richey S. 2000. DNA and Forensic Science. New England
saw: Man baddala diynuhu faqtuluwhu (barangsiapa yang menukar agamanya Law Review .Vol. 35:3 Marks, D.B.,
maka bunuhlah dia). Ketentuan ini dilakukan setelah orang murtad itu diajak - Marks, A.D., Smith, C.M. 1996. Basic Medical Biochemistry. Williams &
kembali ke agama Islam selama batas waktu tiga hari, kalau selama itu dia tidak
Wilkins. Baltimore
juga sadar baru dihadapkan ke pengadilan.
Yang halal darah juga adalah pembunuh, bagi dia berlaku hukum qishash - Yeni W. Hartati, Iman P. Maksum. 2004. Amplifikasi 0,4 Kb Daerah D-Loop
yakni diberlakukan hukuman balik oleh yang berhak atau negara melalui DNA Mitokondria Dari Sel Epitel Rongga Mulut Untuk Keperluan Forensik.
petugasnya. Jurusan Kimia, FMIPA, Universitas Padjadjaran. Hasil Penelitian. Tidak
Penzina muhshan (yang sudah kawin) adalah satu pihak yang halal darah dipublikasi
juga dalam Islam melalui eksekusi rajam, mengingat jelek dan bahayanya
perbuatan dia yang sudah kawin tetapi masih berzina juga. Semua pihak yang
halal darah tersebut harus dieksekusi mengikut prosedur yang telah ada dan
tidak boleh dilakukan oleh seseorang yang tidak punya otaritas baginya.
Selain dari tiga pihak tersebut dengan ketentuan dan prosedurnya masing-
masing tidak boleh dibunuh, sebagaimana firman Allah swt: “...wala taqtulun
nafsal latiy harramallahu illa bilhaq...” (...jangan membunuh nyawa yang
diharamkan Allah kecuali dengan kebenaran...) (QS. al-An’am: 151). Larangan
ini berlaku umum untuk semua nyawa baik manusia maupun hewan, kecuali
yang dihalalkan Allah sebagaimana terhadap tiga model manusia di atas tadi