Anda di halaman 1dari 6

PANDUAN CLINICAL SKILL LABORATORY

(CSL) I

PEMERIKSAAN TANDA VITAL

FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS NUSA CENDANA
2017

1
C. PEMERIKSAAN TANDA VITAL

PENGERTIAN
Pemeriksaan fisik adalah pemeriksaan tubuh untuk menentukan adanya kelainan-
kelainan dari suatu system atau suatu organ tubuh dengan cara melihat (inspeksi), meraba
(palpasi), mengetuk (perkusi) dan mendengarkan (auskultasi).
Umumnya pemeriksaan ini dilakukan secara berurutan mulai dari inspeksi, palpasi,
perkusi dan auskultasi. Khusus untuk pemeriksaan abdomen, sebaiknya auskultasi dilakukan
sebelum palpasi.
Sebelum kita melakukan pemeriksaan fisik, maka terlebih dahulu kita harus
melakukan komunikasi antara dokter (pemeriksa) dengan pasien yang biasa kita kenal
sebagai anamnesis. Kegiatan ini penting sebagai awal dari pemeriksaan fisik dan dapat
membantu pemeriksa dalam mengarahkan diagnosis penyakit pada pasien . Anamnesis harus
dilakukan secara sistematis, oleh karena riwayat penyakit dari seorang penderita kadang-
kadang lebih menentukan dari pada pemeriksaan fisik, tetapi kadang-kadang keduanya saling
membantu.
Segera setelah anamnesis selesai, pemeriksaan fisik biasanya diawali dengan obyektif
tentang hal-hal yang terukur yaitu tekanan darah, denyut nadi, pernapasan, suhu dan tingkat
kesadaran. Hal ini yang biasa disebut sebagai tanda-tanda vital (vital sign).
Indikasi
1. Untuk membantu dalam menegakkan diagnosis penyakit dari seorang pasien.
2. Untuk mencari kelainan yang nampak
3. Membantu dokter dalam melakukan tindakan selanjutnya.
4. Mengetahui perkembangan dan kemajuan terapi.
5. Dipakai sebagai standar pelayanan dalam memberikan pelayanan paripurna pada pasien
Capaian Pembelajaran
a. Memeriksa tekanan darah dengan tensimeter dengan cara yang berurutan dan benar sejak
persiapan sampai selesai.
b. Memeriksa suhu badan dengan thermometer dengan cara yang tepat dan benar.
c. Memeriksa pernafasan dengan cara yang benar.
d. Memeriksa frekuensi nadi dengan benar.
MEDIA DAN ALAT BANTU PEMBELAJARAN
1. Daftar pendahuluan belajar untuk anamnesis, pemeriksaan fisik dasar dan tanda vital.
2. Stetoskop, termometer, tensimeter, manekin.
3. Status penderita, pulpen, pensil.
METODE PEMBELAJARAN
1. Demonstrasi sesuai dengan daftar panduan belajar.
2. Ceramah
3. Diskusi
4. Partisipasi aktif dalam skills lab (simulasi)
5. Evaluasi melalui check list/daftar tilik dengan system skor

2
Deskripsi Kegiatan
Kegiatan Waktu Deskripsi
1. Pengantar 5 menit pengantar
2. Bemain peran 30 1. Mengatur posisi duduk mahasiswa
Tanya jawab menit 2. Dua orang instruktur memberikan contoh
bagaimana cara melakukan pemeriksaan tanda vital
dalam hal ini pemeriksaan tekanan darah, nadi,
pernapasan dan suhu. Satu orang sebagai dokter dan
satu sebagai pasien. Mahasiswa menyimak dan
mengamati.
3. Memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk
bertanya dan instruktur memberikan penjelasan
tentang aspek-aspek yang penting
4. Mahasiswa dapat menanyakan hal-hal yang belum
mengerti dan instruktur menangajah
3. Praktek bermain 100 1. Mahasiswa dibagi berpasangan-pasangan
peran dengan menit 2. Setiap pasangan berpraktek, satu orang sebagai
umpan balik dokter (pemeriksa) dan satu orang sebagai pasien
3. Instruktur berkeliling diantara mahasiswa dan
melakukan supervise menggunakan check list
4. Setiap mahasiswa paling bagus.
4. Curah pendapat 15 1. Cura pendapat / diskusi : apa yang dirasa mudah ,
paling / diskusi menit apa yang sulit. Menanyakan bagaimana perasaan
mahasiswa yang berpesan sebagai pasien . apa yang
dapat dilakukan oleh dokter agar pasien merasa
lebih nyaman
2. Instruktur menyimpulkan dengan menjawab
pertanyaan terakhir dan memperjelas hal-hal yang
masih belum dimengerti.
Total waktu 150
menit

3
PEMERIKSAAN TEKANAN DARAH, NADI, PERNAPASAN DAN SUHU
Nilai
No Langkah klinik
1 2 3
A.PENGUKURAN TEKANAN DARAH
1 Siapkan tensimeter dan tetoskop
2 Pemeriksa meminta izin kepada pasien/keluarga untuk diperiksa
3 Pemeriksa disebelah kanan pasien
4 Memberikan penjelasan sehubungan denganpemeriksaan yang
akandilakukan
5 Penderita dapat dalam keadaan duduk atau berbaring
6 Lengan dalam keadaan bebas dan relaks, bebaskan dari tekanan
oleh karna pakaian
7 Pasang manset sedemikian rupa sehingga melingkari lengan atas
secara rapi dan tidak terlalu ketat, kira-kira 2,5 – 5 cm diatas
siku
8 Carilah Arteri brachialis, biasanya terletak di sebelah medial
tendobiseps
9 Dengan tiga jari meraba a. Brachialis, pompa manset dengan
cepat sampai kira-kira 30 mmHg di atas tekanan ketika pulsasi
A. Brachialis menghilang.
10 Turunkan tekanan manset perlahan-lahan sampai denyutan A.
Brachialis teraba kembali. Inilah tekanan sistolik palpatoir
11 Sekarang ambillah stetoskop, pasangkan corong bel stetoskop
pada A. Brachialis
12 Pompa manset kembali, sampai kurang lebih 30 mmHg di atas
tekanan sistolik palpatoir
13 Secara perlahan turunkan tekanan manset dengan kecepatan
kira-kira 2-3 mmHg perdetik. Perhatikan saat dimana denyutan
A. Brachialis terdengar.Inilah tekanan sistolik. Lanjutkanlah
penurunan tekanan manset sampai suara denyutan melemah dan
kemudian menghilang. Tekanan pada saat itu adalah tekanan
diastolik
14 Apabila menggunakan tensimeter air raksa, usahakan agar posisi
manometer selaluvertikal, dan pada waktu membaca hasilnya,
mata harus berada segaris horizontal dengan level air raksa.
15 Dapat melaporkan tekanan darah sistolik dan diastolik
16 Melepas manset dan mengembalikan dan disimpan selalu dalam
keadaan tertutup

4
Nilai
No LangkahKlinik
1 2 3
B.PEMERIKSAAN NADI
1 Penderita dapat dalam posisi duduk atau pun berbaring
2 Lengan dalam posisi bebas (relaks), perhiasan dan jam tangan di
lepas
3 Periksalah denyut nadi pergelangan tangan (Arteri Radialis)
dengan menggunakan jari telunjuk dan jari tengah tangan anda
pada sisi fleksor bagian lateral dari tangan penderita
4 Hitunglah berapa denyutan dalam satu menit dengan cara
menghitung denyutan dalam 30 detik, kemudian hasilnya
dikalikan dengan dua
5 Perhatikan pula irama dan kualitas denyutannya
6 Catatlah hasil pemeriksaan tersebut
C.PEMERIKSAAN PERNAFASAN
1 Penderita diminta melepaskan baju
2 Secara inspeksi, perhatikan secara menyeluruh gerakan
pernafasan penderita, kadang diperlukan cara palpasi, untuk
sekalian mendapatkan perbandingan antara kanan dan kiri
3 Pada inspirasi, perhatikanlah : gerakan kembali iga, pelebaran
sudut epigastrium dan penambahan besarnya ukuran
anteroposterior dada.
4 Pada ekspirasi, perhatikanlah : masuknya kembali iga,
penyempitan sudut epigastrium dan penurunan besarnya ukuran
anteroposterior dada
5 Perhatikan pula adanya penggunaan otot bantu pernafasan
6 Menghitung gerakan pernapasan minimal selama satu menit
7 Catatlah irama, frekuensi dan adanya kelainan gerakan.
D. PEMERIKSAAN SUHU
1 Pastikan permukaan air raksa menunjuk di bawah 35,5 °C
2 Tempatkan ujung termometer yang berisi air raksa pada apex
fossa axillaris kiri dengan sendi bahu adduksi maksimal.
3 Tunggu 3 – 5 menit, kemudian di lakukan pembacaan
4 Catat dan laporkan hasil pembacaan tersebut

Catatan: daftar tilik di atas berisi kegiatan yang akan dinilai pada ujian ketrampilan dimana
instruktur diminta memberikan penilaian kepada mahasiswa untuk daftar tilik di atas (lihat
lembaran penilaian mahasiswa).

Nilai:
 0 bila tidak dilakukan
 1 bila dilakukan tapi belum memuaskan
 2 bila memuaskan
5
Contoh lembar penilaian mahasiswa untuk manual 7
NO Nama NIM Kegiatan Total
1 2 3 4 19
1 Irwan Bahar Budiyanto 1008012027 2 2 0 1 2 25
2
3
4

Skoring untuk manual 7


Total nilai terendah 0, nilai tertinggi 33
Nilai 0-33 : tidak terampil
Nilai 34-66 : terampil (lulus CSL, nilai ini masih akan diskoring ke C, B & A)