Anda di halaman 1dari 2

TIROTOKSIKOSIS

Yusuf Almalik Saputra


Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Palangka Raya

Gambaran Klini: Keluhan dan gejalanya meliputi kegelisahan, iritabilitas, intoleransi panas,
perspirasi yang berlebihan, palpitasi, keluhan cepat lelah dan lemah, penurunan berat badan
dengan peningkatan selera makan, buang air besar yang sering serta oligomenore. Pasien
tampak cemas, gelisah dan terus bergerak-gerak. Kulitnya hangat dan lembab, dan kuku jari
tangannya terpisah dari dasar kuku (Plummer’s nail). Retraksi palpebra dan lid lag dapat
ditemukan. Gambaran kardiovaskular meliputi takikardia, hipertensi sistolik, bising sistoloik
dan fibrilasi atrial. Tremor yang halus, hiper-refleksi dan kelemahan otot proksimal dapat
pula ditemukan. Tirotoksikosis yang berlangsung lama dapat menimbulkan osteopenia.
Penyakit Grave, kelenjar tiroid biasanya mengalami pembesaran yang difus hingga
dua sampai tiga kali lipat ukurannya yang normal. Bruit dan thrill dapat ditemukan.
Oftalmopati infiltratif (dengan derajat proptosis yang bervariasi, pembengkakan periorbital
serta oftalmoplegia) dan dermopati (miksedema pretibial) dapat pula dijumpai. Pada tiroiditis
subakut, kelenjar tiroid bisa sangat lembek dan membesar dengan nyeri alih yang menjalar ke
rahang atau telinga; kadang-kadang gejala ini disertai dengan demam dan didahului oleh
infeksi saluran napas atas. Nodul yang soliter atau multipel dapat ditemukan pada tiksik
adenoma ataupun toksik multinodular goiter.
Krisis tirotoksikosis atau thyroid storm jarang dijumpai. Keadaan ini ditemukan
sebagai eksaserbasi hipertiroidisme yang dapat membawa kematian dan dapat disertai dengan
demam, delirium, serangan kejang, aritmia, koma, vomitus, diare serta ikterus.

Diagnosis: Pemeriksaan yang dilakukan untuk menentukan keberadaan dan penyebab


tirotoksikosis dirangkumkan dalam Gambar algoritma evaluasi tirotoksikosis. Kadar TSH
serum merupakan pertanda yang sensitif untuk menunjukkan tirotoksikosis akibat penyakit
Grave, nodul tiroid otonom, tiroiditis dan terapi levotiroksin eksogenus. Kelainan
laboratorium yang menyertai meliputi kenaikan kadar bilirubin, enzim-enzim hati dan feritin.
Ambilan radionuklid (radionuclide uptake) mungkin diperlukan untuk membedakan etiologi
yang beragam: ambilan yang tinggi terlihat pada penyakit Grave dan kelainan nodular
sementara ambilan yang rendah pada destruksi kelenjar tiroid, kelebihan iodium serta
sumber-sumber ekstratiroid hormon tiroid. LED akan meningkat pada tiroiditis subakut.

Materi Metabolik Endokrin


Referensi:
Fauci AS, dkk. Harrison Manual Kedokteran, Jilid Dua. Tangerang Selatan: KARISMA
Publishing Group, 2012: 336 – 337.

Materi Metabolik Endokrin