Anda di halaman 1dari 3

Penatalaksanaan bayi dengan ibu HbsAg positif

Pada umumnya bayi dengan ibu HBsAg + memiliki nilai Apgar 1 menit dan 5 menit yang
lebih rendah dibandingkan bayi normal. Hal ini dimungkinkan karena adanya kecenderungan
bahwa bayi dengan ibu HBsAg+ lahir prematur sebelum 34 minggu.
Status Bayi dgn berat >= 2000 gram Bayi dengan berat <>
Maternal
HbsAg (+) Vaksin Hepatitis B dan HBIG dalam 12 Vaksin Hepatitis B dan HBIG dalam
positif jam setelah kelahiran 12 jam setelah kelahiran
Vaksinasi sebanyak 3 kali, yaitu pada Vaksinasi sebanyak 4 kali, yaitu pada
usia 0, 2, dan 6 bulan usia 0, 1, 2-3 bulan, dan 6-7 bulan
Periksa kadar anti HBs dan HBsAg pada Periksa kadar anti HBs dan HBsAg
usia 9 dan 15 bulan pada usia 9 dan 15 bulan
Jika HBsAg dan anti HBs pada bayi Jika HBsAg dan anti HBs pada bayi
negatif (-), berikan vaksinasi ulang 3 negatif (-), berikan vaksinasi ulang 3
kali dengan interval 2 bulan, kemudian kali dengan interval 2 bulan,
kembali periksa. kemudian kembali periksa
Jika kadar Vaksin Hepatitis B (dalam 12 hari) dan Vaksin Hepatitis B dan HBIG dalam
HBsAg tidak HBIG (dalam 7 hari) jika hasil tes 12 jam.
diketahui menunjukkan ibu HBsAg +.
Segera periksa kadar HBsAg ibu Jika hasil tes HbsAg ibu belum
diketahui dalam 12 jam, berikan bayi
vaksin HBIG.
HBsAg negatif Sebaiknya tetap lakukan vaksinasi Vaksinasi Hepatitis B pertama dalam
(-) Hepatitis B segera setelah lahir 30 hari setelah kelahiran jika keadaan
klinis baik.
Vaksinasi 3 kali pada usia 0-2 bulan, 1- Vaksinasi 3 kali pada usia 1-2 bulan,
4 bulan, dan 6-18 bulan. 2-4 bulan, dan 5-18 bulan.
Vaksinasi kombinasi Hepatitis B Vaksinasi kombinasi Hepatitis B
lainnya dapat diberikan dalam waktu 6- lainnya dapat diberikan dalam waktu
8 minggu. 6-8 minggu
Tidak diperlukan tes ulang terhadap Tidak diperlukan tes ulang terhadap
kadar anti HBs dan HbsAg kadar anti HBs dan HbsAg
(Jill, 2005)
Apabila status HBsAg ibu tidak diketahui, maka bayi preterm dan BBLR harus divaksin
Hepatitis B dalam 12 jam pertama setelah kelahirannya. (Jill, 2005; Snyder, 2000; Duarte, 1997)
Karena reaksi antibodi bayi dengan berat badan lahir kurang dari 2000 gram masih kurang bila
dibandingkan dengan bayi dengan berat badan lahir lebih dari 2000 gram, maka bayi-bayi kecil
tersebut juga harus mendapat vaksin HBIG dalam 12 jam pertama setelah kelahirannya. Bayi-
bayi dengan berat badan lahir 2000 gram atau lebih dapat menerima vaksin HBIG secepatnya
setelah status HBsAg positif ibu diketahui, namun sebaiknya vaksin diberikan sebelum tujuh hari
setelah kelahiran bayi tersebut. (Jill, 2005; Pujiarto, 2000)

Apabila diketahui bahwa ibu dengan HBsAg positif, maka seluruh bayi preterm, tidak
tergantung berapapun berat badan lahirnya, harus menerima vaksin Hepatitis dan HBIG dalam
12 jam setelah kelahirannya. Bayi dengan berat badan lahir 2000 gram atau lebih dapat
menerima vaksin Hepatitis B sesuai dengan jadwal, namun tetap harus diperiksakan kadar
antibodi anti-HBs dan kadar HBsAg nya dalam jangka waktu 3 bulan setelah melengkapi
vaksinasinya. Jika kedua tes tersebut memberikan hasil negatif, maka bayi tersebut dapat
diberikan tambahan 3 dosis vaksin Hepatitis B (ulangan) dengan interval 2 bulan dan tetap
memeriksakan kadar antibodi anti-HBs dan HBsAg nya. Jika kedua tes tersebut tetap
memberikan hasil negatif, maka anak tersebut dikategorikan tidak terinfeksi Hepatitis B, namun
tetap dipertimbangkan sebagai anak yang tidak berespon terhadap vaksinasi. Tidak dianjurkan
pemberian vaksin tambahan. (Jill, 2005; Matondang, 1984)

Bayi dengan berat badan kurang dari 2000 gram dan lahir dari ibu dengan HBsAg positif
mendapatkan vaksinasi Hepatitis B dalam 12 jam pertama setelah kelahiran, dan 3 dosis
tambahan vaksin Hepatitis B harus diberikan sejak bayi berusia 1 bulan. Vaksin kombinasi yang
mengandung komponen Hepatitis B belum diuji keefektifannya jika diberikan pada bayi yang
lahir dari ibu dengan HBsAg positif. Semua bayi dengan ibu HBsAg positif harus diperiksan
kadar antibodi terhadap antigen Hepatitis B permukaan (anti-HBS, atau Hepatitis B surface
antigen) dan HBsAg pada usia 9 bulan dan 15 bulan, sesudah melengkapi serial imunisasi HBV.
Beberapa pendapat mengatakan bahwa tes serologis terhadap antigen dan antibodi tersebut dapat
dilakukan 1-3 bulan setelah selesai melaksanakan serial imunisasi Hepatitis B. (Snyder, 2000)

Banyak alasan yang mendukung pemberian vaksin Hepatitis tersebut. Bayi-bayi preterm
yang dirawat di rumah sakit seringkali terpapar oleh berbagai produk darah melalui prosedur-
prosedur bedah yang secara teoritis tentu saja meningkatkan predisposisi terkena infeksi.
Pemberian vaksin lebih awal juga akan memperbaiki jika status maternal HBsAg positif dan juga
menghindarkan terpaparnya bayi dari anggota keluarga lainnya yang juga HBsAg positif. Hal ini
juga menyingkirkan kemungkinan adanya demam yang disebabkan oleh pemberian vaksin
lainnya.

Usia kehamilan kurang bulan dan kurangnya berat badan lahir bukan merupakan
pertimbangan untuk menunda vaksinasi Hepatitis B. Beberapa ahli menganjurkan untuk tetap
melakukan tes serologis 1-3 bulan setelah melengkapi jadwal imunisasi dasar.